Wednesday, October 26, 2016

Pesanan sushi diantar Astro Boy, mobil balap F1 dan kereta cepat di Genki Sushi (**)

Asyik bulan Oktober telah tiba, banyak temen kantor yang merayakan ultah, artinya bakal kenyang ditraktir nih. Mengenai tempat traktiran biasanya tak lepas dari Pacific Place yang letaknya persis didepan kantor untuk menghemat waktu. Tapi adakah tempat makan baru disana ? Menurut informasi, ada sebuah resto baru buka, bila saya lihat di instagram sedang kekinian, namanya Genki Sushi, letaknya di lantai 2 Galeries Lafayette. Akhirnya hari Jumat lalu kami bertiga janjian untuk makan siang disana.



Setibanya kami disana, saya melihat bahwa resto ini memiliki ruang makan yang memanjang kedalam dengan furniture dari kayu berwarna krem. Sebuah logo berbentuk sushi bulat berwarna kuning berwajah cemberut menghiasi atas pintu masuk. Setiap meja memiliki kursi berbentuk sofa, dimana semua meja dan kursi adalah permanen, tidak bisa digeser dan bersatu dengan dinding atau pembatas kayu, begitu pula diantara meja satu dengan yang lainnya dibatasi oleh pembatas kaca.


Setelah kami duduk, saya baru sadar bahwa resto ini menyajikan keunikan dan kecanggihan tehnologi. Kami tidak diberi buku menu melainkan sebuah tablet yang berisi aneka menu yang bisa dipilih, lalu tekan tanda confirm dan beberapa menit kemudian pesanan segera diantar oleh Astro Boy, bukan oleh pelayan manusia, wuaaah keren banget. Saya sampai kaget atas kecepatan pesanan kami diantar. Dan kalau mau menambah pesanan, tinggal mengulang proses tadi karena setiap pesanan hanya bisa mengconfirm maksimal 4 menu sebelum diantar.


Setiap meja bersatu dengan 3 tingkatan lintasan yaitu lintasan dasar, tengah dan atas. Apabila kita telah menentukan pilihan menu, lalu menekan tanda confirm, maka beberapa menit kemudian pesanan tsb diantar diatas nampan yang berjalan super cepat diatas lintasan tsb dimana nampan paling bawah berbentuk Astro Boy, nampan ditengah berbentuk mobil balap F1 berwarna kuning dan nampan paling atas berbentuk kereta api cepat Jepang. Setiap nampan hanya muat untuk maksimal 4 pesanan. Jangan lupa bila kita telah selesai mengambil makanan diatas nampan tsb, segera kembalikan nampan tsb kedapur dengan memencet tombol yang berkedip-kedip dan berbunyi terus,  mengingatkan kita untuk segera dipencet.

Tapi bila kita memesan minuman ocha dingin, pesanan akan diantar oleh pelayan karena khawatir takut tumpah saking cepatnya. Bila kita memesan ocha panas, kita hanya diberi gelas kosong, dimana kita bisa membuat sendiri minuman tsb dengan menyendok 2 bubuk matcha yang telah tersedia disetiap meja dan tinggal tambahkan air panas dari keran yang tersedia disetiap meja. Baik ocha dingin / panas adalah refill, bisa ditambah sepuasnya.

Selain bubuk matcha, disetiap meja juga telah tersedia cabe merah bubuk, kecap asin dan acar jahe. Jahe tsb berwarna putih, yang lazimnya berwarna pink dan rasanya tidak seenak jahe di resto Jepang lainnya.

Selain daftar menu di dalam tablet, daftar menu juga ditempel didinding, diatas lintasan nampan untuk memudahkan pemesanan. Sajian spesial disini adalah sushi yang terdiri dari temaki, sashimi, nigiri, gunkan dan maki. Selain sushi, tersedia juga menu rice dan noodle seperti donburi dan udon, menu gorengan dan grill seperti tempura dan fish grill, menu appertizer, dessert dan minuman.

Berhubung perut kami sedang lapar, lalu melihat banyak gambar menu yang menggiurkan serta antusias memesan makanan dengan tehnologi baru, membuat kami menjadi sedikit kalap. Pertama kami memesan menu appetizer chawan mushi, cuka kuki wakame, idako atau baby octopus dan ocha. Setelah menekan tombol confirm, kami kembali memesan menu kloter kedua yaitu menu sushi. 

Belum selesai kami memilih, eh pesanan pertama sudah datang diantar Astro Boy. Wuih kami gembira banget, seperti anak kecil mendapat mainan baru. Pemesanan kloter kedua agak terganggu karena kami segera makan appertizernya dahulu. Saya paling suka cuka wakame yaitu rumput laut yang memiliki tekstur kenyal dan garing dengan cita rasa gurih, disajikan bersama taburan wijen hijau, tak lupa ku taburi bubuk cabe merah kering, hmm enak dan membangkitkan selera makan.




Selesai makan appertizer kami kembali memesan chicken teriyaki roll, crispy spicy salmon roll, cruchy tempura ebi roll dan soft shell crab roll. Pesanan kedua ini tidak diantar sekaligus, melainkan bertahap oleh mobil balap F1 dan kereta cepat. Keempat porsi sushi roll ini masing-masing hanya berisi 3 potong. Rasanya sih enak tapi masih dibawah kualitas rasa Sushi Tei. Pesanan sushi kami bila dibagi rata, masing-masing hanya makan 4 potong sushi dong. Karena masih lapar, kami kembali memesan menu kloter ketiga.




Kali ini kami memesan hidangan berkuah yaitu shrimp tempura udon, serta kembali memesan sushi dynamite spicy salmon roll, norwegian fresh salmon nigiri dan baby octopus gunkan. Shrimp tempura udon datang dari lintasan bawah, ketika ku ambil, porsi udon tsb hanya sedikit isinya, tidak sampai setengah mangkok dengan kuah pas-pasan. Udon disajikan bersama 3 tempura udang dan sesendok penuh tepung tempura. Menurut saya sajian udon ini biasa saja rasanya, jauh dibawah kualitas rasa Marugame udon. Apalagi ketika melihat harganya Rp 75.000, sungguh tidak sesuai dengan harapan.


Sedangkan sushi yang paling saya sukai adalah dynamite spicy salmon adalah 4 potong sushi roll yang berisi grill salmon dengan topping salmon, mayones dan taburan katsuo bushi (serutan ikan cakalang).


Selesai makan, enaknya ngobrol-ngobrol dulu sambil cemal cemil, maka kami kembali memesan deep fried salmon skin. Penampilan salmon skin cukup menggiurkan yaitu disajikan didalam mangkok dengan isi yang membumbung. Kulit salmon digoreng sampai garing kriuk kriuk, berwarna kecoklatan dan diberi siraman mayones. Tapi ketika kumakan, rasanya kok biasa saja ya.

Resto ini sungguh minim pelayanan manusia, dari memesan, mengecek jumlah tagihan sampai membayar pun langsung datang ke kasir sambil menyerahkan tabletnya. Harga appetizer yang kami pesan antara Rp 25.000-Rp 30.000, harga sushi antara Rp 24.000 untuk chicken teriyaki sampai Rp Rp 40.000 untuk dynamite spicy salmon, ocha Rp 12.000 dan salmon skin Rp 41.000.

Wajar saja harga makanannya mahal karena investasi yang diperlukan untuk kecanggihan resto ini cukup mahal, walaupun seharusnya dibarengin dengan kualitas rasa dan kuantitas makanan. 

No comments: