Selasa, Maret 24, 2015

Meluruskan akidah berdasarkan sejarah

Materi pengajian mesjid Nurul Hikmah Cilandak, tg 24 Maret 2015 oleh ustad Ahmad Haikal Hasan, berjudul “meluruskan akidah berdasarkan sejarah”.

Didalam pelajaran sekolah anak-anak diajarkan bahwa :
·         Kitab Taurat diturunkan kepada nabi Musa untuk agama Yahudi
·         Kitab Injil diturunkan kepada nabi Isa untuk agama Nasrani
Merupakan kesalahan fatal, karena Allah menurunkan kitab :
·         Zabur kepada nabi Daud
·         Taurat kepada nabi Musa
·         Injil kepada nabi Isa
·         Al Quran kepada nabi Muhammad
Semua kitab untuk agama Islam.

·         Surat 2 ayat 140 : Al Baqarah :
Ataukah kamu (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani ?" Katakanlah: "Kamukah yang lebih tahu ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya?" Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.

Nabi Ibrahim adalah bapak para nabi, disebut Abraham oleh umat Nasrani, disebut Afram oleh umat Yahudi, lahir di desa Ur, Babilonia, sekarang Iraq, dia hijrah ke desa Haran lalu ke desa Ebra, sekarang kota Hebron. Setelah menetap disana, Ibrahim mendirikan mesjid dan kawasan tsb disebut kampung Ibrahimi yaitu kampungnya Ibrahim. Kemudian Ibrahim bertemu dengan seorang perempuan cantik merupakan kembang desa disana bernama Sarah dan mereka menikah.
Raja dijaman Nabi Ibrahim tsb adalah Firaun, dia sangat jahat dan suka mengawini perempuan cantik sebagai selirnya, walaupun perempuan itu telah bersuami dan suaminya kemudian dibunuh. Ketika Ibrahim sedang berdakwah bersama Sarah, Firaun melihat Sarah dan Firaun bertanya kepada Ibrahim, apakah Sarah adalah istri mu ? Dijawab Ibrahim : bukan, Sarah adalah adik ku, sehingga Firaun tidak membunuh Ibrahim dan kemudian menikah dengan Sarah.
Nabi Ibrahim telah berdusta sehingga dia tidak bisa memberikan syafaat. Ternyata Firaun tidak bisa menyentuh Sarah karena setiap Firaun mendekati dan akan menyentuh Sarah, maka dia menjadi lunglai. Firaun menyadari keistimewaan Sarah sehingga mengembalikannya kepada Ibrahim, bahkan menghadiahkan seorang perempuan yaitu anak seorang raja yang sebelumnya telah dia kudeta bernama Hajar. Ibrahim pun menikah dengan Hajar.
Anak nabi Ibrahim dari Sarah adalah Ishaq, th 1878 SM, yang akan melahirkan bangsa Yahudi, sedangkan anak nabi Ibrahim dari Hajar adalah Ismail 1891 SM, yang akan melahirkan bangsa Arabia. Kedua suku bangsa tsb beragama Islam.

·         Surat 2 ayat 132 : Al Baqarah :
Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya´qub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan keadaan muslim".

·         Surat 22 ayat 78 : Al Hajj :
Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

·         Surat 2 ayat 111-150 : Al Baqarah

Nabi Ishaq memiliki anak bernama Yakub, dia dijuluki Israil yaitu nabi yang berjalan karena selalu berpindah-pindah tempat, tidak menetap. Isra artinya pindah, Miraj artinya keatas. Dia memiliki 4 orang istri dan 12 orang anak. Nama istri & anak nabi Yakub adalah :
·         Lea, anaknya : RubenSimeonLewiYehudaIsakharZebulon
·         Zilfa, anaknya : Gad dan Asyer
·         Bilha, anaknya : Dan dan Naftali
·         Rahel, anaknya : Yusuf dan Benyamin
Karena Rahel meninggal maka Yakub lebih sayang kepada Benyamin dan Yusuf sehingga timbul rasa iri hati dari saudara-saudaranya yang lain. Kakak-kakak Yusuf membawa Yusuf untuk berburu binatang, lalu membuka dan mengambil baju Yusuf dan membuang Yusuf kedalam sumur. Kakak-kakak Yusuf pulang kembali ke ayahnya, Yakub, dan berkata bahwa Yusuf telah dimakan oleh binatang dengan bukti baju Yusuf yang berlumuran darah.
Yusuf diselamatkan rombongan yang hendak mengambil air disumur lalu dijual sebagai budak dan hidup dilingkungan istana. Suatu saat nanti Yusuf menjadi pejabat istana dan memboyong semua saudara kembali berkumpul di istana.
Suatu saat Ratu Nebukadnezar membunuh semua anak nabi Yakub, kecuali Yehuda dan Benyamin yang selamat karena bersembunyi di Gaza. Benyamin memiliki anak bernama Thalut yang kemudian menjadi raja. Thalut berwasiat apabila dia wafat, akan mengangkat Daud sebagai penggantinya. Daud berwasiat apabila dia wafat, akan mengangkat Sulaiman sebagai penggantinya. Ketika Sulaiman wafat dia tidak berwasiat sehingga timbul perpecahan dan menjadi 2 kerajaan, keduanya dari suku yahudi, yaitu :
-      Kerajaan Israil yang menganut agama Islam
-      Kerajaan Judah yang membuat agama tandingan baru yaitu agama yahudi.

·         Surat 61 ayat 6 : As Saff :
Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, "Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".

Nabi Zakaria memiliki saudara bernama Imron yang memiliki anak bernama Maryam yang hamil. Maryam merasa malu dan mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat disebelah timur Baitulmaqdis, dan melahirkan nabi Isa disana. Kerudung Maryam pun bertuliskan la ilaha illallah yang berarti Maryam beragama Islam.

·         Surat 19 ayat 16 : Maryam :
Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam kitab (Al Quran), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis).
·         Surat 19 ayat 23-25 : Maryam :
Ayat 23 : Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, "Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.”
Ayat 24 : Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
Ayat 25 : Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.

Surat Maryam ayat 16, 23-25 merupakan bukti bahwa nabi Isa lahir bukan di :
·         Bethlehem karena Bethlehem bukan sebelah timur Baitulmaqdis,
·         Palungan atau tempat makan hewan, didalam kandang hewan, melainkan Maryam bersandar di pangkal pohon kurma
·         Musim salju karena buah kurma yang masak pasti terjadi di musim panas.

Raja Konstatinus, Herodes, menyelenggarakan muktamar di Nicea tahun 325 M yang sepakat mengangkat nabi Isa menjadi Tuhan Yesus, saat itu lah lahir agama Kristen. Kemudian terjadi protes yaitu apabila Yesus adalah Tuhan maka siapakah Tuhan sebelum 325 M, maka diadakanlah muktamar tandingan yang menghasilkan kesepakatan bahwa Yesus adalah anak Tuhan, dan kaum yang protes itu melahirkan agama Protestan.

·         Surat 2 ayat 146 : Al Baqarah :
Orang-orang yang telah Kami beri Al kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya Muhammad seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui(nya).

Tambahan :
·         Pakaian sesuai sunah Rasul adalah sarung dan kemeja lengan pendek, dan ada buktinya di musium Turki.
·         Islam masuk ke Indonesia sejak 625 M saat Ibnu Saud datang ke Aceh.
·         Seluruh nabi sejak nabi Adam sampai nabi Muhammad semua melakukan sholat dan beragama Islam.
·         Al Quran dicetak pertama kali di Perancis th 1713

Kamis, Maret 19, 2015

Dimsum Mbledos, makanan restoran dijual diemperan Radio Dalam (**)









Dimsum adalah makanan kecil yang biasa dimakan ketika minum teh, biasanya dimakan saat sarapan, brunch, atau pas minum teh sore hari. Saya seorang penggemar dimsum, jadi kalau dirumah lagi ngga ada lauk, tinggal bungkus dimsum 2 macam, dimakan bersama nasi sebagai lauk, sudah beres. Terserah dibilang norak atau kampungan, karena makan dimsum buat lauk nasi, sudah menjadi kebiasaan sih. Masalahnya belum pernah ada dimsum murah atau kaki lima yang enak. Dimsum enak pasti adanya di restoran, tapi repot bungkusnya mesti ke mall dulu.

Diawal tahun 2015 ini, saya melihat sebuah rumah makan dimsum yang baru buka di Jl. Radio Dalam Raya no. 11, Kebayoran Baru Jak Sel, namanya Dimsum Mbledos. Namanya kok ndeso banget ya. Rumah makan ini sangat menyolok dan ngga mungkin kelewat kalau kita cari, karena diatasnya dipasang spanduk merah gede banget bertuliskan “Dimsum Mbledos, dimsum, suki, yakiniku, rajanya enak & murah, no. 1 di Indonesia, halal”. Sayangnya karena saya selalu lewat saat pagi atau sore hari, rumah makan ini belum buka, padahal saya sudah ngiler banget.

Kebetulan hari Rabu malam lalu, suami saya ngajak makan diluar, langsung saja saya ajak kesini. Tempat makannya berupa ruangan terbuka yang luas dengan interior khas Cina dengan warna merah yang dominan. Dindingnya sih berwarna putih tapi depannya dihiasi lampion merah, meja kursinya juga merah, kursinya memakai kursi plastik seperti abang tukang nasgor, gerobak dimsum serta rak barangnya juga merah, pagarnya merah serta pakaian pelayannya juga merah dengan bandana merah.

Pelayan memberikan selembar daftar menu yang mencantumkan slogan “makanan restoran dijual emperan”, dibawahnya ada gambar 22 macam dimsum steam & 12 macam dimsum goreng, semua harganya @Rp 13.000. Dibaliknya masih ada daftar menu bubur taiwan Rp 10.000, dimsum hotplate (wah baru denger nih) Rp 15.000, suki dengan pilihan kaldu ayam / tomyam serta isi suki berkisar antara Rp 10.000 - Rp 22.000 serta menu minuman.

Suami saya langsung memesan bubur dan dimsum hakau. Saya memesan dimsum favorit pangsit shanghai dan sushi karena biar ada nasinya (tetep). Malam itu pengunjung cukup ramai walaupun tidak sampai penuh. Musik yang diputar untuk menikmati makan malam kami adalah musik instrumental Cina dengan alat musik petik khas Cina yang memainkan juga tembang-tembang anyar yang sedang in.

Sajian pertama yang datang adalah bubur Taiwan, tapi kok diantar 2 mangkok ya, padahal kami cuma pesan 1. Ya sudahlah daripada protes saya makan saja buburnya, lagipula ukurannya cukup kecil. Buburnya tampak menggiurkan bertabur ayam suwir, abon, krupuk pangsit dan daun bawang. Tekstur bubur terasa pas kekentalannya, rasanya sudah enak tanpa campuran kecap asin maupun sambal, sayangnya kurang panas kalau menurut saya. Bubur ini kami habiskan dalam sekejap.

Setelah itu berdatanganlah dimsum pesanan kami, pangsit shanghai berisi campuran ayam, udang dan bengkoang, rasanya oke juga, asli bukan abal-abal seperti dimsum kaki lima lainnya. Lalu sushi adalah campuran ayam, udang dan crabstik, dibentuk seperti sushi dan dibungkus dengan nori, jadi bukan sushi isi nasi Jepang. Lalu hakau isi udang utuh, saya sih tidak mencicipi. Karena dirasa kurang, kami pesan xiao long bao yang datang tak lama kemudian. Xiao long bao berwarna orange dan berisi campuran ayam dan kepiting. Kami sudah siap-siap menaruh diatas sendok cekung takut cairan kaldunya tumpah, eh malah ngga ada cairannya.


Setelah saya renungkan, dimsum Mbledos ini yang paling enak dikelasnya, kelas kaki lima, jadi ngga salah slogannya. Selain isi dimsum terasa asli, ukurannya juga cukup besar sehingga seporsi isinya antara 2 – 3 biji, kecuali siomay isinya 4 biji, harganya murah dan tempatnya lumayan bersih dan terang. Tapi kenapa namanya Mbledos ? Mbledos artinya meletus, pantas logonya kok gambar bom. Lain waktu pasti saya balik lagi kesini untuk mencoba dimsum lainnya. Hanya 1 hal yang saya sesali, kenapa ngga buka dari pagi sih ?

Rabu, Maret 18, 2015

Tokyo Skipjack, steak peringkat 1 kelas non resto (***)



Setiap kali lewat Jl. Bulungan, terutama kalau malam Minggu, kami melihat tempat makan ini pasti penuh. Setiap mau coba, pasti tidak dapat tempat parkir yang dekat. Makanya tumben Minggu malam lalu ketika kami coba lewat, eh masih tersisa space parkir didepannya. Langsung saja kami parkir didepan Tokyo Skipjack steak & grill, Jl. Bulungan no. 16 Jak Sel.

Kami selalu penasaran, apa rasa steak disini, karena apabila dilihat dari nama & tempatnya seperti restorant Jepang. Ketika masuk, rupanya tempat makan ini hanya menumpang diteras depan supermarket Cosmo, yaitu supermarket yang menyediakan bahan makanan Jepang. Tempat makan diarea teras ini, atasnya ditutupi oleh pergola kayu. Selain diteras, disediakan juga tempat makan didalam supermarket yang ber AC. Dapur tempat meracik steak berada diluar, berupa bangunan kayu berbentuk segi empat yang menonjol didepan supermarket.

Kami duduk didalam supermarket dan menerima daftar menu. Secara umum beef steak yang disediakan hampir serupa dengan resto lainnya seperti sirloin, tenderloin, rib eye dan T-bone, baik US maupun NZ, serta the king of steak porterhouse seberat 500gr, yang merupakan menu andalan Tokyo Skipjack. Karena saya sebisa mungkin tidak makan daging, maka saya segera mencari menu alternatif selain beef steak. Ternyata disini juga menyediakan grilled chicken, tuna, salmon dan Sawara Umakara Set, yang ketika saya tanyakan artinya adalah menu set ikan tenggiri.

Saya memesan salmon teriyaki set yang gambarnya mengundang selera, sedangkan suami saya memesan T-bone steak. Tersedia 7 macam saus pendamping yang bisa dipilih yaitu homemade bbq, creamy mushroom, Japanese chimichurri, wasabi butter, honey mustard, white bbq & coffe bbq, dan 4 pilihan side dishes yaitu mitsuba mash alias mashed potatoes, french fries, green salad with Japanese dressing & corn batayaki. Suami saya memilih saus creamy mushroom serta green salad & corn sebagai pendampingnya.

Yang pertama datang adalah pesanan saya. Salmon teriyaki disajikan diatas piring putih, bersama semangkok nasi, semangkok salad dan semangkok miso sup, semuanya ditaruh diatas nampan kayu. Ukuran salmon lumayan besar dan digenangi saus teriyaki. Ketika ku makan, salmon diluarnya terasa garing tapi lembab didalamnya, terutama kulitnya, kering dan renyah, enak banget. Saya rasa salmon ini tidak di grill tapi digoreng dengan sedikit minyak. Saus teriyakinya manis gurih, enak ngga kemanisan dan ngga bikin eneg. Apalagi dimakan bersama salad dengan Japanese dressing yang asam, hmm cocok banget deh.

Kemudian datanglah T-bone steak 400gr pesanan suami yang besar dan lebar, wow mantap. Disajikan diatas piring putih bersama ½ jagung bakar ditusuk sate, bayam Jepang dengan taburan wijen dan sepiring kecil saus creamy mushroom. Penampilan steak menggoda banget, dengan jejak gosong dan lemak dipinggirannya, aromanya juga wangi dan smoky.

Tak sabar saya cicipi sepotong daging tsb, hmm enak banget, rasanya lumer dimulut, empuk, juicy, gurih dan asin. Tanpa saus pendamping pun rasanya sudah enak, malah saya khawatir saus pendamping tsb bisa merusak rasa daging. Apalagi kalau menurut saya, saus creamy mushroom nya kok ngga terasa jamurnya, salah pilih saus nih. 

Kalau boleh saya beri peringkat, Tokyo Skipjack ini langsung melejit ke peringkat 1 untuk steak kelas non resto loh. Mengenai harganya memang lebih mahal sedikit yaitu Rp 195.000 untuk T-bone dan Rp 85.000 untuk salmon teriyaki, tapi tak ada penyesalan karena sebanding dengan kelezatannya. Terakhir saya lihat piring suami, licin amat, tinggal tulang T-bone dan bonggol jagung doang, ckckck...

Rasa & Suasana Solo di Joglo@Kemang (**)













Padahal seminggu sekali kami nyekar ke makam Bapak Mertua di TPU Jeruk Purut, kok bisa ngga tau ya ada sebuah tempat makan unik di dekatnya. Karena makam Bapak kan letaknya diarea paling depan, dekat Jl. Pangeran Antasari, sedangkan rumah makan tsb terletak disebelah pintu utama TPU Jeruk Purut. Kenapa saya sebut tempat makan unik ? Karena bentuknya adalah sebuah rumah Joglo, namanya Waroeng Solo, tentunya menyajikan masakan Solo, terletak di Jl. Madrasah no. 14 Jeruk Purut, Cilandak Timur, Jak Sel.

Awalnya ketika kami hendak masuk, kami agak bingung karena tempatnya berupa kompleks, lalu ada beberapa nama yang tercantum didepan kompleks seperti Jogjo at Kemang, Jogjo Beer & Waroeng Solo. Wah saya ngga mau masuk, wong ada tulisan beer nya. Suami saya meyakinkan bahwa tempat makan ini halal karena ketika Om Bob Sadino dimakamkan di TPU Jeruk Purut, suami saya parkir didepan Joglo ini, lalu sehabis pemakaman kok rombongan saudara-saudaranya pada makan disini, jadi penasaran kan dia. Itulah awal kisah dia tau tempat ini.

Ketika kami masuk ketempat parkiran, ada 3 bangunan yang terlihat. Lalu kami masuk ke bangunan yang berada ditengah, yang bentuknya rumah Joglo yang terbuka. Setelah saya tanyakan, rupanya rumah makan ini bernama Waroeng Solo dan makanannya halal. Bangunan disamping kanannya adalah Joglo Beer yaitu rumah Joglo yang tertutup oleh pintu dan jendela kaca, sehingga pengunjung yang ingin makan dalam ruangan ber AC bisa makan disana.

Rumah makan Waroeng Solo ini menarik karena baik bangunan, interior, suasana dan  menu makanannya sangat tradional khas Jawa. Meja kursi nya terbuat dari kayu seperti layaknya di warung, kaki mejanya malah unik terbuat dari kaki mesin jahit. Ruang makannya selain didalam ada juga yang diteras. Ruangan dihiasi oleh lambang negara Garuda Pancasila, beberapa gambar Soekarno, gambar-gambar dengan tema kemerdekaan serta aneka hiasan pernak pernik jadul dan khas Jawa.

Seorang pelayan perempuan dengan pakaian khas Jawa yaitu kebaya dan kain batik memberikan daftar menu yang berisi : appertizer dan snack, masakan Jawa tradisional seperti nasi gudeg, nasi liwet, selat solo, lontong opor, garang asem, dll. Selain itu ada juga menu ayam dan bebek, menu daging seperti iga penyet dan sate kambing, menu gurame dan udang, aneka nasi, mie & sayuran, menu sup seperti sop iga, soto solo, timlo & bakwan campur, menu anak-anak, minuman khas Jawa seperti es buah pala serut, es degan gula Jawa, wedang, dll.

Terus terang saya kurang menyukai masakan Jawa, tapi sebaliknya suami saya doyan banget. Saya penasaran juga dengan menu tradisionalnya sehingga saya memesan nasi liwet dan suami memesan nasi gudeg. Untuk minumannya saya memesan es campur dan suami memesan es degan dan es buah pala. Didinding ada sebuah papan tulis yang bertuliskan beberapa menu spesial dan si penggemar sambal tertarik untuk memesan menu sambel tumpang.

Sambil menunggu pesanan datang kami mengamati suasana sekitar. Diluar seorang penyanyi pria berbaju lurik dan blankon khas Jawa sedang melantunkan tembang, dengan pengucapan dan iringan musik khas Jawa, padahal lagu yang dinyanyikan bisa lagu barat, lagu Indonesia dan lagu Jawa, hahaha unik. Ada sebuah meja besar yang diatasnya berisi aneka makanan, pernak pernik hiasan, majalah, toples, botol minuman, dll, ditata dengan menarik. Saya membuka tutup sebuah piring yang ternyata berisi sosis solo. Di teras depan ada juga counter tempat menyiapkan otak-otak dan serabi. Ah semuanya serba menggiurkan, tapi tahan dulu, nanti takut kekenyangan.

Tak lama pesanan kami datang, baik nasi gudeg dan nasi liwet disajikan diatas daun pisang dan nasi dicetak bentuk bunga. Nasi gudeg berisi gudeg berwarna coklat muda, krecek, opor ayam kuning dan sambal. Beberapa cabe rawit utuh tampak menyembul disela-sela makanan. Sedangkan nasi liwet berisi sayur labu, ayam, tahu kuning, areh dan sambal. Kedua jenis masakan ini hampir mirip nuansa rasanya, tidak manis dan tidak begitu pedas. Ayamnya paha atas, cukup besar dan empuk. Yang unik gudegnya, beda banget dengan gudeg Jogja yang hitam manis. Disini rasa dan aroma gudeg ada sesuatu yang khas, seperti daun yang wangi.

Kami berdua belum pernah makan sambel tumpang. Jadi ketika sajian ini datang, kami cukup kaget karena penampilannya pesis pecel. Setelah saya tanya mbah Google, ternyata sambel tumpang adalah sambel yang terbuat dari tempe busuk, nah lo. Jadi tempe busuk itu dicampur dengan tempe biasa, lalu dihaluskan bersama bumbu-bumbu, lalu diberi air hingga encer, persis seperti bumbu pecel. Kemudian sayuran yang telah direbus disiram sambal tumpang dan disajikan bersama sedikit krecek. Ketika ku makan oo rasanya khas banget ya, ada rasa dan aroma bau semangitnya walapun hanya samar-samar, rasanya tidak begitu pedas dan tidak manis. Lebih enak dinikmati bersama krupuk kampung yang kami ambil dari kaleng krupuk yang menggantung ditiang samping meja makan kami.

Selesai makan, rasanya nikmat banget ketika menyeruput minuman kami. Es campur berisi tape peyeum, tape hitam, cincau hitam, kolang kaling, kelapa muda, es serut, sirup merah dan susu kental, hmm enak banget, terutama karena ada tape hitamnya. Lalu es degan adalah es kelapa muda dengan sirup gula Jawa, dan es buah pala saya tidak mencicipi. Tapi ku lihat es buah pala nya habis tuh, mungkin karena suami saya makannya sambil mengenang Bapak yang kesukaannya minum es buah pala, apalagi Bapaknya dideket sini.

Selesai makan, sambil menunggu bill datang, iseng-iseng saya posting foto saya bersama nasi gudeg dan es campur ke instagram, dengan hastag “sayadanwaroengsolo”, siapa tau saya menang undian diskon makan disini lagi, biar nanti saya ajak ortu saya kesini.


Ketika bill datang, saya harus membayar @Rp 35.000 untuk nasi gudeg dan nasi liwet, sambel tumpang Rp 17.000, es campur Rp 24.000, es buah pala Rp 20.000, es degan Rp 18.000 dan krupuk Rp 2.000. Buat orang Solo yang belum sempet pulkam, mampir aja dulu kesini dulu, dijamin kangennya hilang sedikit, hahaha...

Kamis, Maret 05, 2015

Jauh-jauh makan Bakso Bakwan Malang Cak Su Kumis di Rawamangun (***)









Ibu-ibu kan hobinya nonton TV, kaya ibu saya ini gara-gara melihat iklan bakwan malang di TV jadi pengen makan bakwan malang, mana tempatnya jauh lagi di Rawamangun, namanya bakwan malang cak Kumis. Saya jadi searching dulu di mbah Google mencari alamat pastinya daripada nyasar. Ketemulah yang namanya BAKSO BAKWAN MALANG CAK SU KUMIS Jl. Rawamangun Muka Barat No. 14 Jakarta Timur. Berbekal alamat dari internet dan aplikasi Waze, kami berlima menuju Rawamangun.

Akhirnya kami sampai juga ke Jl. Rawamangun Muka Barat, pelan-pelan kami susuri jalan ini eh malah ketemu tukang asinan, hmm boleh juga nih pulangnya bungkus dulu hahaha. Beberapa meter kemudian sampailah kami didepan Bakso bakwan malang cak su Kumis ini. Tempatnya berupa sebuah bangunan rumah yang terbuka, sedehana tapi cukup luas. Sistem pelayanannya dengan cara prasmanan, yaitu pengunjung mengambil sendiri makanannya. Meja prasmanan yang berisi bakwan malang ditempatkan disebelah kiri ruangan dekat pintu masuk, sehingga pengunjung yang baru datang dapat langsung antri mengambil mangkok dan mengisi dengan bakwan malang pilihannya.

Ada 7 pilihan isi bakwan malang yaitu bakso urat, bakso halus, siomay basah, siomay goreng, tahu siomay, kekian goreng yang bentuknya panjang mirip lumpia dan tim goreng atau bakso goreng. Setelah kita pilih dan taruh dimangkok, karyawannya tinggal menuang kuah kedalam mangkok kita. Jangan lupa kita taburi bawang goreng dan daun bawang seledri yang telah tersedia dimeja. Setelah itu kita tidak perlu langsung bayar, tapi duduk saja dahulu, kita nikmati makanannya dan jangan lupa ingat-ingat jumlah bakwan malang yang telah kita ambil.

Dimeja makan telah tersedia lontong, sambal, kecap, minuman aqua, aneka krupuk dan camilan lainnya sebagai pelengkap makan kita. Saya lebih suka hanya menambah sedikit sambal sehingga tidak banyak merubah rasa kuah aslinya. Ternyata bakwan malang ini rasanya memang lekker, nikmat abis. Kuahnya rasa kaldu asli, bening & gurih, aromanya wangi menggoda, panasnya menghangat tubuh yang kedinginan dimana secara kebetulan cuaca sedang hujan deras, wah cucok banget deh.

Bakso rasanya asli daging sapi, gurih, berserat, kenyal-kenyal empuk. Gorengannya garing diluar, kenyal-kenyal lembut didalamnya, rasanya gurih rasa ikan tenggiri. Ukuran bakso dan gorengan cukup besar sehingga saya tidak sanggup mencoba semua jenis.

Didalam daftar menu yang ditempel ditembok, disini juga tersedia es campur, es teler, es kelapa, es jeruk, es kelapa jeruk dan es kelapa alpukat. Wah sayang saya sedang kenyang padahal saya lihat pengunjung disamping saya yang memesan es campur, wuih es nya berbentuk kerucut disiram sirop merah dan susu kental wuih keliatannya seger banget.

Enaknya makan disini harganya cukup terjangkau, kita tinggal sebut berapa butir bakwan malang yang kita makan lalu dikali Rp 3.500. Mau bungkus juga bisa, sudah tersedia plastik dimeja prasmanan tadi, tinggal minta bungkus kuahnya saja oleh pegawainya.

Bakwan malang ini cabangnya cukup banyak loh, ada di Pondok kelapa, Pondok kopi, Cempaka putih, Bekasi dan semuanya berada diwilayah Jakarta Timur dan Bekasi, ngga ada yang di Jakarta Selatan, yaaah sedihnya.