Selasa, April 21, 2015

Bandung, 2 hari 1 malam

Dessert kekinian di Balista sushi dan tea (*)










Ketika saya ke Bandung pada hari Jumat lalu, saya bikin kejutan buat temen saya Ira, tiba-tiba saya jemput dia pas pulang kantor. Setelah itu saya culik dia ke Jonas Photo di Jl. Banda no 38 karena saya pengen beli foto album. Kebetulan banget, Ira lagi ngidam makan lomie yang ada disebelah Jonas, yang merupakan cabang lomie Jl. Imam Bonjol. Gayungpun bersambut, habis Magrib kami langsung berangkat ke Jl. Banda.

Selesai belanja, kami berjalan ke arah sebelah kiri Jonas dan melewati 2 buah bangunan, bangunan ke 3 adalah mini market tempat si lomie mangkal dan ternyata sudah tutup saudara-saudara. Untung didepannya ada tukang mie ayam mangkal dan kelihatannya enak, karena banyak yang beli, jadi dia pesen mie ayam dan aku malah tertarik ke tempat sebelahnya yaitu Balista sushi dan tea serta memutuskan untuk makan disana.

Tempatnya berupa bangunan yang memiliki ruang dalam yang ber AC, ruang terbuka didepannya, serta dapur disampingnya. Tempatnya cukup luas dan bersih, pengunjung yang datang lumayan ramai, sehingga kami pun hanya kebagian duduk di area trotoar jalan yang telah diberi meja kursi.

Pelayan yang datang membawakan daftar menu yang isi nya sushi, ramen, takoyaki, sobayaki, okonomiyaki, menu nusantara nasi rendang, nasi ayam, nasi goreng, lalu dessert yang sedang nge hits, es campur dalam batok kelapa dan kue cubit, serta aneka minuman milk tea, smoothies, chocolate dan coffe. Tapi cara memesannya adalah langsung datang dan memesan di kasir.

Saya langsung memesan es batox dong, pilihan isinya sampai 65 jenis dan bisa memilih 4 free topping. Es krimnya sudah pasti saya pilih green tea, lalu topping nya saya pilih longan, peach, kiwi dan egg pudding. Makanannya saya pilih Fujiyama saja yaitu sushi matang isi dori fish, mozarella, teriyaki dan taru-taru. Saya jadi teringat suami, pulang ngajar nanti malam pasti pengen cemal-cemil, jadi saya pesankan kue cubit rasa green tea dan red velvet dengan topping ovomaltine dan kitkat untuk dibawa pulang.

Mie ayam pesanan Ira sudah datang, penampakannya yahud juga yaitu semangkok mie yamien manis dan semangkok kuah isi baso, siomay, tahu dan ceker ayam yang banyak, wuih kelihatannya mantap. Ketika ku cicipi memang enak sih, hanya kurang manis sedikit kata Ira.

Kemudian datang pesanan sushi ku, potongannya lumayan banyak, sushinya digoreng tepung tipis, lalu diberi saus teriyaki dan mayones yang cukup royal dan diberi taburan keju parut. Rasanya enak juga hanya saja aroma ikan nya agak terasa.

Terakhir es batox nya, enak banget, baik es krim dan isinya memuaskan dan mengenyangkan, batok kelapa nya masih menyisakan sedikit kelapa muda, ku kerok-kerok, aih sedapnya.


Makan disini terutama yang kebagian duduk diarea trotoar jalan seperti kami ini harus extra sabar. Pengamen, pengemis, pedagang asongan, berseliweran, datang silih berganti. Tapi makanannya lumayan enak dan kekinian, harganya pun terjangkau kelas kaki 5. Harga Fujiyama Rp 28.000, es batox Rp 32.000, minuman Ira, jasmine green tea Rp 15.000 serta kue cubit + 2 macam topping Rp 20.000. Tempat makan ini beruntung banget bisa buka didekat Jonas Photo, karena Jonas kan tempat mangkal anak muda Bandung, selalu ramai.


Mencicipi Bumi Bandhawa hotel (***)


  











Biasanya kalau saya sedang pergi ke Bandung selalu ditemanin Egha mutar muter, belanja lah, makan lah, pokoknya membunuh waktu. Jumat lalu ketika saya kembali ke  Bandung, dia baru saja pergi menginap dihotel daerah Cigadung bersama anak-anaknya. Anehnya Egha malah ngajak ketemuan dan saya disuruh menyusul ke hotel tsb agar bisa makan bareng karena makanan disana enak.

Saya pikir daerah Cigadung itu jauh diluar kota, ternyata deket kok, hanya beberapa menit dari Dago, tepatnya di Jl. Konstitusi 1 no 16, kompleks UNPAD, Cigadung. Itu loh mirip rute yang menuju WaLe yaitu dari Jl. H. Djuanda / Dago menuju Mc Donals, lalu putar balik masuk ke Jl. Tubagus Ismail, setelah itu masuk komp. UNPAD.

Malam hari setelah suami saya selesai mengajar, kami menuju kesana dengan bantuan Waze. Jalanan di komp. UNPAD tsb cukup berliku, sepi dan gelap. Untung papan penunjuk jalannya cukup jelas dan kami pun tiba dengan cepat.

Sampai dihotel, ternyata tempatnya bagus banget. Dari depan bangunannya mirip kompleks perumahan pribadi, bukan seperti hotel pada umumnya, lebih mirip guest house. Bentuk bangunannya model rumah khas Bandung jaman dulu dengan ciri khas bangunan yang melengkung / bulat tapi dengan sentuhan modern.

Ketika kami masuk, eh Egha keluar dari kamar utama yang terletak disebelah kanan pintu masuk. Sedangkan disebelah kiri terletak meja reseption. Kami masuk lebih dalam menuju ruang tamu yang luas dan indah, persis rumah orang kaya. Ruangannya berisi sofa aneka warna, piano, sepeda London Taxi, meja makan, dll, berbagai jenis furniture dan pajangan yang indah dan elegan.

Kami keluar lagi menuju halaman belakang dan muncul ditengah hutan pinus. Kami berjalan melalui jalan setapak dan melewati sebuah kolam renang, taman bermain anak, kursi & tempat tidur rotan untuk berjemur, pokoknya serasa berada di Bali tapi dengan nuansa hutan.

Kamar hotelnya terletak dibelakang, mirip kos-kosan versi mewah, besar, bertingkat dan memilki balkon. Kata Egha jumlah kamar hotel ini tidak sampai 20 kamar dan rate kamar yang dia tempati adalah Rp 1.200.000. Fasilitas lain yang ditawarkan adalah sauna & aqua therapy, karaoke, gym, ruang meeting dan restaurant. Puas mengagumi keadaan hotel, kami menuju restaurant yang berbentuk L, dimana dindingnya dihiasi oleh aneka toples dan cangkir yang tersusun rapih.

Karena saya & Egha baru selesai makan malam, maka hanya suami saya saja yang memesan makanan berat yaitu sop buntut. Saya memesan chicken cream soup dan Egha memesan pisang goreng es krim. Karena hari sudah larut dan kami tiba pk. 21 maka banyak makanan yang sudah habis. Selama menunggu pesanan kami pun asyik berfoto ria.

Ternyata bener, makanan disini enak. Sop buntutnya empuk dan enak bumbunya, berisi 4 potong buntut, disajikan bersama sambal dan emping. Chicken cream soup nya juga enak, gurih dan creamy, tapi agak kekentalan kalau menurut saya, disajikan bersama sepotong roti kering. Giliran pisang goreng es krim datang, Egha panik karena berisi 4 buah pisang goreng kipas tepung panir bersama 2 scoop es krim vanila dan disiram sirup karamel, wah wah bakal kekenyangan nih. Untuk minumannya kami memesan lychee tea, Thai tea dan lemon tea.

Kami mengobrol sampai lupa waktu, pas sadar jam hampir menunjuk pk. 23, saya segera meminta billnya. Selain enak, makanan disini harganya cukup murah. Sop buntut dihargai Rp 50.000, cream soup Rp 25.000, pisang goreng Rp 23.000, minuman lychee Rp 26.000, Thai tea Rp 20.00 dan lemon tea Rp 19.000, tapi belum termasuk pajak 21%.

Hotel ini termasuk kelas bintang 3 tapi sangat recommended, tempatnya bagus dan alami, udaranya segar dan bikin relax, ada jogging and bicycle track, makanannya enak, fasilitasnya lengkap, baik anak-anak dan orang tua pasti senang.

Sajian dan suasana mengesankan di Biscoe (**)








  


  



Kalau suami saya sedang mengajar di Bandung, pasti menginap di hotel Ibis TSM karena letaknya sangat dekat dengan kampus. Saking seringnya, breakfast disana terasa membosankan karena jenis dan rasanya tidak bervariasi. Kali ini kami mengambil kamar tanpa breakfast dan ingin sarapan diluar saja. Egha menyarankan kami untuk sarapan di Biscoe karena selainnya tempatnya bagus, makanannya enak, jaraknya pun dekat dari hotel, yuk kita coba.

Untuk menuju tempat ini, keluar dari TSM belok kanan di Jl. Gatot Subroto, tidak sampai 1 km belok kiri ke Jl. Patuha dan cari no. 16. Anda akan tiba disebuah bangunan rumah model jaman dulu tapi sudah direnovasi menjadi sebuah cafe yang cantik.

Ketika kami tiba, tempat tsb terlihat sepi dan belum ada pengunjung yang datang. Kami masuk melalui pintu utama dimana disampingnya terdapat nama BISCOE yang merupakan singkatan dari Business, Coffee & Eatery. Cafe tsb terbagi menjadi ruangan-ruangan seperti layaknya sebuah rumah tapi sudah diberi interior dan dekorasi cantik sehingga menjelma menjadi tempat makan yang nyaman dan hommy, cocok untuk tempat  pertemuan dan foto-foto.

Kami duduk diruang yang berbatasan dengan halaman belakang. Daftar menu yang diberikan terbagi menjadi menu untuk breakfast, starter, toast, rice, pasta & noodles, steak, kids menu, dessert dan minuman coffee, tea, juice dan soda. Suami saya pasti tertarik dengan kata-kata volcano apalagi ada tanda cabenya, jadi dia memesan volcano noodle siaga 2 dan minuman creme brulle. Saya memesan open face sandwich dengan minuman hot chocolate lover. Sambil menunggu pesanan kami berkeliling melihat-lihat ruang sekitar. Beberapa dinding dihiasi gambar sangkar burung,  pohon, pigura, dinding warna orange, dll, toilet yang keren pun tak luput dari tinjauan kami.

Belum sempat foto-foto, minuman kami sudah datang. Creme brulle disajikan didalam cangkir cantik bercorak bunga warna hijau yaitu minuman kopi dengan aroma dan rasa krim, vanila dan karamel. Kopi dihiasi dengan krim yang berbuih luber dan ditaburi gula dan dibakar hingga gosong, warnanya yang cantik, aromanya yang wangi, rasanya pun lezat. Hot chocolate lover disajikan didalam gelas bening dengan latte art. Kedua minuman ini tidak terlalu manis sehingga disajikan pula 2 jenis gula yaitu white & brown sugar didalam toples mini.

Tak lama datanglah sarapan kami. Volcano noodle disajikan didalam sebuah mangkok bercorak vizensa, yaitu mie ayam yang telah dicampur dengan bubuk cabe dan diberi chicken katsu, rasanya wuah pedas menyengat, langsung keringetan. Tak tahan saya mencicipnya, sesuap pun langsung kapok. Suami saya sampai memesan segelas es teh manis lagi. Segera saya beralih ke open face sandwich yaitu roti bakar tebal yang diolesi mayones, berisi smoke beef dan sayuran, nah ini baru enak, sajian yang menenangkan pikiran dan perut.


Sayang kami tidak bisa lama berleha-leha disini, saya pun segera meminta bill nya. Harga makanan cukup relevan yaitu Rp 28.000 untuk mie ayam, sandwich Rp 24.000, creeme brulle Rp 26.000, hot chocolate Rp 22.000 dan es teh Rp 10.000. Baik sajian dan suasana disini cukup mengesankan sehingga kami berencana kembali lagi untuk mencicipi hidangan makan siang / malam.

Persiapan & perlengkapan berangkat Haji

Umat muslim sedunia yang akan berangkat Haji pada tahun ini sudah mulai bersiap-siap, termasuk teman saya ibu Juju dari geng Kepompong. Sebagai teman yang sudah pernah menunaikan ibadah Haji, saya mau membagi pengalaman saya sebagai peserta Haji Khusus, sebagai bahan persiapan dan perlengkapan apa saja yang harus dibawa ke tanah suci. 
Silahkan dibaca listnya :

1.            Baju gamis untuk perempuan, sebaiknya warna gelap dan jangan warna putih atau terang karena dikhawatirkan tembus pandang/menerawang, nyeplak kalau kena air.
2.            Kerudung bergo panjang, karena bisa langsung sholat tanpa mukena. Tidak perlu kerudung yang pakai peniti/jarum pentul.
3.            Daleman kerudung / ciput / bandana, penting agar rambut tidak keluar-keluar.
4.            Baju koko untuk laki-laki
5.            Baju sehari-hari selama di hotel, apartemen transit, di tenda Mina.
6.            Baju tidur / daster / piyama, dll
7.            Kain ihram dan ikat pinggangnya untuk laki-laki (sudah dikasih oleh travel)
8.            Mukena, cukup 1 saja.
9.            Kaos kaki yang banyak
10.          Celana dalam & BH yang banyak
11.           Manset sangat penting karena batas aurat adalah pergelangan tangan.
12.           Celana ledging, dipakai didalam baju gamis.
13.           Sejadah tebal, karena lantai mesjid pada musim haji tidak pakai karpet, dingin.
14.           Plastik kresek yang banyak untuk tempat sepatu/sendal ketika masuk mesjid.
15.           Handuk
16.           Sapu tangan
17.           Sarung
18.           Masker kain yang diikat kebelakang atau pakai tali karet, karena masker yang dicantelin ke kuping susah kalau pakai kerudung.
19.           Panty liner non parfum & pembalut
20.           Tali rapia buat bikin jemuran baju
21.           Hanger / gantungan baju
22.           Sabun cuci baju : colek / bubuk
23.           Kantong kecil untuk tempat uang yang bisa diselipkan / digantung dibalik baju kita.
24.           Uang sebaiknya disebar, di koper, di tas, di dompet, di kantong dll jangan ditaro di 1 tempat saja.
25.           Tidak perlu bawa perhiasan karena anting-anting saya dan jam tangan suami masuk ke lobang WC ketika mandi. Jam tangan sebaiknya taro didalam tas saja.
26.           Sunblock
27.           Obat-obatan standard : balsem (jangan dipakai pas ihram karena wangi), betadine luka, tensoplas (bila udel ditutup tensoplas, bisa mencegah masuk angin tapi jangan dipakai pas ihram), obat sakit perut, obat flu dan batuk, vitamin, obat sakit kepala, obat demam, dll
28.           Obat-obatan sesuai penyakitnya : obat maag, jantung, darah tinggi, diabetes, asam urat, dll
29.           Semua obat-obatan yang kita bawa, harus ditulis dikertas dan diberikan ke penyelenggara travel karena akan ditulis dibuku kesehatan haji.
30.           Dilarang pakai make up ketika ihram, dan selama ibadah make up jangan berlebihan.
31.           Tas yang akan dipakai ke mesjid lebih enak kalau transparan / tembus pandang, menghemat waktu tanpa pemeriksaan.
32.           Jaket / baju hangat sangat penting dibawa karena dipesawat dan di tenda kalau malam, dingin.
33.           Payung lipat kecil yang ringan saja.
34.           Botol minum wajib bawa untuk mengisi air zam-zam untuk minum sehari-hari
35.           Kaca mata hitam.
36.           Tali gantungan kacamata, memudahkan wudhu dan takut kacamata kesenggol ketika berdesak-desakan.
37.           Gunting, gunting kuku, peniti, jarum harus ditaro dibagasi
38.           Perlengkapan mandi : sabun mandi, sabun muka, sampo, odol, sikat gigi, awas sabun wangi jangan dipakai pas ihram.
39.           Lipgloss non parfum
40.           Topi, sangat berguna ketika berjalan kaki menuju lempar jumrah. Tapi topi / kopeah laki-laki dilarang ketika ihram.
41.           Untuk laki-laki dilarang memakai sesuatu yang dijahit ketika ihram, termasuk alas kakinya.
42.           Tas besar, yang bisa digulung sampai kecil dan dimasukkan ke koper sebagai persediaan apabila bawaan kita jadi beranak. Ini sangat berguna karena selama musim haji, banyak orang yang memberikan sedekah kepada orang yang naik haji, berupa Al Quran, buku, sejadah, makanan & minuman kemasan, dll, saya kumpulkan, untung bawa tas cadangan.
43.           Isi pulsa yang banyak, dan bawa HP 2 biji atau yang dual sim card, karena saya dikasih sim card nomer arab oleh travel nya.
44.           Power bank & charger HP.
45.           T atau colokan listrik yang kecil saja, ada yang khusus untuk travel.
46.           Tisu, tisu basah, tisu vagina untuk sehabis cebok, non parfum
47.           Tupperwear, piring cekung, sendok garpu, pisau, masing-masing cukup 1 saja (optional).
48.           Makanan penambah nafsu makan, yang kering dan langsung dimakan seperti kecap, sambal, abon, kering kentang, dll. Berguna saat di Mina.
49.           Larangan ihram : mencabut rambut / bulu-bulu, mengaruk sampai berdarah, mengorek hidung / ngupil sampai bulu hidung tercabut atau berdarah, membunuh binatang / serangga, memakai sesuatu yang wangi, memakai make up. Hati-hati ketika menyisir rambut, memakai karet rambut, jangan rontok.
50.           Al Quran & terjemahan
51.           Buku doa-doa dan doa-doa pribadi yang sudah disusun dan ditulis, yang akan dibaca di raudoh dan di kabah.
52.           Tasbih untuk zikir
53.           Tasbih / cincin tawaf yaitu untuk menghitung jumlah putaran ketika tawaf dan sai. Isinya 7 butir sesuai jumlah putaran.
54.           Bolfen dan buku catatan untuk mencatat selama pengajian.
55.           Kartu nama & tanda seunik mungkin untuk dipasang di koper dan tas karena takut tertukar dengan peserta yang lain, karena koper & tas banyak yang sama & seragam, sehingga mudah dicari ketika koper turun dari bagasi.
56.           Cairan & benda tajam harus ditaro didalam bagasi
57.           Obat kandungan pencegah mens, cara minumnya : diminum setelah mens terakhir sebelum berangkat haji, dan jangan putus sampai perjalanan haji selesai.
58.           Vaksin meningitis
59.           Vaksin flu, ditawarkan oleh puskesmas, bayar sendiri (optional).
60.           Suntik vitamin (optional).
61.           Semua perlengkapan suami istri dibawa masing-masing, karena tempat perempuan dan laki-laki dipisah ketika di Mina, di Apartemen transit, di Mesjid, kamar tidur pun terpisah selama ihram.
62.           Kamera saku atau HP dengan kamera. Memorinya dikosongkan dulu, mencegah memorinya penuh dan foto kita tidak bisa disimpan.
63.          Charger kamera
64.           Sebaiknya jangan minum obat pencahar, karena saya pernah kebelet BAB dan berlari dari Masjidil haram ke kamar hotel.
65.           Selesai menjalankan ibadah haji, yang perempuan harus digunting rambutnya dan laki-laki harus dibotakin. Harus bawa gunting, atau bawa alat cukur listrik buat laki-laki, atau ke tukang cukur saja biar praktis, dilakukan pas di Mina.
66. Kantong plastik untuk mengumpulkan batu ketika bermalam di Musdalifah, untuk melempar jumrah.


Nah semoga daftar persiapan & perlengkapan ibadah haji ini bermanfaat dan semoga para peserta ibadah haji dapat meraih haji yang mabrur, sehat & selamat sampai tiba di rumah. Amin ya Rabbalamin.

Kamis, April 16, 2015

Tanda tanya pada soto Pak Sholeh






Dalam rangka UGM Agro Expo 2015, kami pergi lagi ke Jogja dan menginap semalam. Siang hari setelah selesai acara dikampus, kami hendak makan siang. Suami saya sampai bertanya “boleh ngga makan soto pak Sholeh, aku kangen” Halah lebay banget sih, ya tentu boleh lah. Dulu kami pernah juga makan disini, tapi saya tidak ingat setitik pun bagaimana rasa soto pak Sholeh ini, artinya kunjungan yang dulu itu tidak menimbulkan kesan dihati saya. Jadi kami pun pergi ke Jl. Wiratama No 84 Tegalrejo.

Sampai disana rumah makan ini berupa bangunan seperti rumah khas Jawa dengan spanduk besar didepannya bertuliskan Soto pak Sholeh Al Barokah. Ketika masuk ruangan cukup luas dan blong tanpa penyekat, hanya ada beberapa tiang kayu  sebagai penyangga. Dindingnya berwarna hijau dan langit-langit terbuat dari anyaman berwarna coklat. Karena bagian depan terbuka, maka ruangan dipasang kipas angin. Saat itu pengunjung cukup ramai dan kami langsung duduk dimeja kursi kayu dibagian belakang.

Pelayan yang berseragam kaos hijau tampak gesit menanyakan pesanan. Didinding terpampang menu : soto Rp 12.000, daging dll Rp 13.000, sop buntut Rp 30.000, yang lainnya hanya emping, peyek dan menu minuman. Kami masing-masing memesan semangkok soto, nasi dipisah dan minuman es tape dan es jeruk. Disetiap meja makan tersedia sambal, telur asin, daging, tempe goreng, tahu bacem, jeruk nipis dan krupuk dalam kaleng blek. Makanan kami pun datang dengan cepat.


Mohon maaf sebelumnya, terus terang saya tidak mengerti, kenapa soto pak Sholeh yang terbilang legendaris ini dan dikangeni oleh suami saya, sangat terkenal. Padahal menurut saya biasa saja dan tidak ada keinginan saya untuk kembali lagi kesini. Semangkok soto kuah bening berisi irisan kol yang mengambang, toge, tetelan yang mengandung sedikit daging dengan jumlah tidak sampai lebih dari 5 potong dengan ukuran sekuku jari tangan, plus taburan seledri dan bawang goreng, rasanya biasa banget. Untung ada krupuk dan telur asin yang menolong saya agar bisa menelan nasi. Kuahnya sih memang enak, kaldu asli dengan bumbu minimalis, tapi apa artinya tanpa isi yang memadai. Yah maksud saya menulis review ini kan hanya sekedar berbagi pengalaman.

Keistimewaan steak ndeso di Dapur Desa (**)









Kami pergi ke Surabaya hanya sehari semalam dalam rangka undangan pernikahan pada malam minggu. Mau wisata kuliner ke tempat yang jauh nanti habis waktu dan tenaga. Oleh karena itu setelah pesawat mendarat disiang hari, kami bertanya kepada supir taxi yang membawa kami, makan siang dimana yang enak dan terkenal. Sang sopir menyarankan makan di Dapur Desa. Karena terdesak oleh waktu dan rasa lapar, maka kamipun setuju untuk makan disana.

Kami dibawa menuju Jl. Basuki Rahmat no. 72, dimana ketika tiba, tempat ini berupa restoran besar dan ramai oleh pengunjung. Ketika masuk, kami disambut oleh pelayan yang langsung mempersilahkan kami memilih lauk pauk dimeja prasmanan. Saya jadi teringat dengan restoran Bumbu Desa yang terkenal di Bandung & Jakarta, karena restoran Dapur Desa ini mirip banget sama Bumbu Desa, baik menu dan cara penyajian mirip yaitu masakan sunda yang disajikan secara prasmanan, dimana lauk pauk yang kita pilih akan dipanaskan terlebih dulu sebelum dihidangkan kehadapan kita. Sedikit perbedaannya adalah menu di Dapur Desa ini lebih banyak ragam dan variasinya, tidak terbatas hanya masakan sunda asli saja.

Memilih lauk pauk yang berjejer dimeja cukup memusingkan dan menimbulkan lapar mata, untung pelayan dengan sigap menyebutkan menu-menu yang menjadi andalan resto ini. Contohnya, pelayan merekomendasikan menu steak deso, penampakannya adalah daging sapi tipis lebar yang ditusuk sate berisi 3 potong daging. Katanya menu  ini banyak yang suka, lagi pula enak dan empuk, akhirnya kami tertarik memesannya. Tak lupa kami memilih tumis jamur dan udang kriuk sebagai pendamping. Untuk nasinya lebih baik kami pesan nasi bakar, rasa ayam untuk saya dan rasa ikan asin untuk suami. Setelah duduk dimeja makan, barulah kami pesan minuman es jeruk dan es kopyor.

Sambil menunggu pesanan, saya mengamati ruangan resto ini cukup luas dan bisa menampung ratusan pengunjung serta memiliki VIP room. Dibelakang meja prasmanan terdapat dinding yang penuh berisi foto dan tandatangan artis yang pernah makan disini. Langit-langitnya yang tanpa plafon berwarna hitam sehingga menimbulkan kesan temaram tapi disetiap meja makan diatasnya tergantung lampu dengan tudung bambu dan hiasan daun-daunan yang menjulur kebawah. Belum lagi di area belakang dipasang lampu hias kerlap kerlip kecil warna warni yang menambah meriah suasana. Ditengah ruangan ada sebuah meja yang menyajikan aneka sambal dan lalapan yang bisa diambil sediri sepuasnya, wah mantap nih.

Pesanan kami datang dengan suara berisik, o rupanya berasal dari steak nya yang disajikan diatas hotplate serta disiram saus, sehingga menimbulkan percikan-percikan panas dan suara yang mendesis serta asap yang membumbung tinggi. Hasil jepretan saya pun penuh dengan asap, tak tampak jelas makanannya. Segera kami buka nasi bakar kami yang mirip arem-arem ukuran besar. Walau judulnya nasi bakar, tak tampak bekas bakarannya, daun pisang pembungkusnya pun masih mulus tanpa jejak gosong. Ketika nasi bakar dibedah, isinya sedikit banget, apalagi punya saya, hanya berisi secuil suwiran ayam dan sebuah cabe rawit.

Kami mulai makan steak nya, dagingnya memang empuk, rasa dan bumbu sausnya juga enak, manis gurih legit dan sangat pedas karena dicampur sambal, sampai terlihat biji cabenya yang bertebaran. Steak ini disajikan bersama wortel, buncis, kentang yang masing-masing berisi 2 potong bentuk batang kurus, sampai-sampai kamipun tak menyadari kehadiran mereka. Lauk lainnya adalah tumis jamur cabe merah tapi ngga ada cabe nya, berisi jamur merang dengan kuah tumisan berwarna coklat. Kemudian udang kriuk adalah udang ukuran kecil yang digoreng garing bersama kulitnya, memang menghasilkan sensasi rasa kriuk-kriuk.


Makanan kami ini, saya nilai enak tapi tidak istimewa, kecuali yang agak istimewa adalah steaknya karena memang empuk dan enak bumbunya. Mengenai harganya Rp 90.000 untuk steak, nasi bakar @ Rp 11.000, udang dan jamur @ Rp 12.000, es kopyor Rp 27.000 dan es jeruk Rp 18.000, belum termasuk service charged dan tax. Resto ini patut direkomendasikan karena banyak variasi menunya, sajian seafood juga banyak, ruangannya luas, pelayanannya cepat dan ramah. Setelah selesai makan dan hendak keluar resto, dihadiahi sebuah pukulan gong didepan pintu, gooong...

Selasa, April 07, 2015

Menikmati Burger & Ricebowl rasa umami di Umabo (***)





Dikala senggang kami suka mutar muter mencari kuliner yang belum pernah kami coba. Kali ini sasaran kami adalah sebuah tempat makan di Jl. Wijaya yang menyajikan masakan fast food bernama Umabo. Tak sulit mencari restoran ini karena terpampang jelas sebuah billboard putih dengan tulisan UMA-BO, Burger & Ricebowl, dipinggir Jl. Wijaya I no. 22, Kebayoran baru, Jakarta Selatan.

Saat itu kami berkunjung pada pk. 2 siang dan pas long weekend. Resto ini terlihat sepi dan hanya terisi 1 meja. Ruangan resto memanjang kebelakang dengan dapur terletak dipaling belakang, diujung ruangan. Dindingnya dilapisi kayu, dimana sisi kanan digantung 4 gambar yang mewakili 4 anggota Ninja Turtle, dan sisi kiri dipasang cermin disepanjang dinding. Meja disisi kanan disusun dari depan ke belakang sedangkan meja disisi kiri disusun memanjang kesamping dengan kursi sofa yang menempel di dinding.

Kami duduk disisi kanan dan diberi daftar menu yang bisa dipilih langsung dari sebuah tablet. Idealnya kami memilih menu dan langsung enter untuk memesan, bahkan setelah selesai memesan langsung tertera jumlah bill yang harus dibayar. Kenyataannya kami malah memanggil pelayannya lagi, menanyakan menu andalannya serta deskripsinya sekaligus dia saja yang enter.

Sesuai dengan nama restonya, menu andalan disini adalan Umabo, singkatan dari Umami Bowl yaitu ricebowl dengan rasa umami atau gurih. Suami saya memilih umabo rasa ribs me up. Saya kurang menyukai ricebowl karena nasinya pasti basah, maka saya pun memilih burger rasa cheese plosion. Untuk minumannya saya pilih frozen choco deinonychus dan toasted marshmallow milkshake untuk suami. Sebelumnya saya ragu untuk memesan minuman marshmallow ini, takut gelatinenya terbuat dari babi, tapi ternyata pelayan meyakinkan kami bahwa marshmallownya berlogo halal. Semua pesanan kami ini sesuai dengan saran pelayannya.

Sambil menunggu pesanan, saya perhatikan bahwa pengunjung yang berdatangan semuanya anak muda, sesuai dengan sifat anak muda yang suka mencoba hal-hal baru dan unik, dan kami yang paling tua disini, hahaha.

Tak lama minuman kami datang, disajikan digelas milshake yang tinggi, penyajiannya begitu menggiurkan karena minuman disajikan sampai menggunung. Frozen choco deinonychus adalah minuman double chocolate yaitu ice chocolate blend dengan taburan semacam ovaltine dengan jumlah royal, rasanya sih enak, cocok lah buat penggemar coklat seperti saya, hanya saja rasanya super manis. Kemudian toasted marshmallow milkshake adalah minuman berwarna putih, merupakan campuran dari susu+vanila+es yang diblend, lalu diberi topping marshmallow bakar, rasanya juga enak banget dengan marshmallow yang melted dimulut.

Nah sekarang giliran makanannya, Ribs me up adalah ricebowl atau nasi yang ditata didalam mangkok lalu diberi topping daging sapi yang berasal dari tulang rusuk, jagung, terong, telur rebus bulat utuh karena suami mintanya matang, idealnya telur setengah matang yang melted, taburan aneka bawang dan dikucurin 2 macam saus yaitu saus creamy dan saus berwarna coklat yang royal, sehingga saus sudah meresap kedalam nasi hingga dasar mangkok. Ketika kucicipi dagingnya empuk banget dan sausnya yang bikin istimewa yaitu rasa umami dan asam manis.

Lalu burger cheese plosion memakai daging patties, tumis bawang dan cabe hijau, daun lettuce, keju, mayonaise dan smoke sauce, rotinya tebal dan empuk dengan taburan wijen, lalu ditusuk lidi agar burger tidak berhamburan, serta diberi sepotong ketimun yang terpisah. Rasanya mantap dan enak, dagingnya empuk dan tebal dengan rasa dan aroma smoky, sausnya royal dengan rasa asam manis, hanya saja kejunya tidak sesuai dengan judulnya cheese plosion karena kurang terasa dan kurang banyak.

Keunggulan makanan disini walaupun jenisnya fastfood, tapi dibuat secara fresh dari awal masak, dengan bahan-bahan yang fresh pula, dengan memakai daging sapi buatan Kibif. Saya tau karena dinding diatas jendela dapur, digambar proses pembuatan daging Kibif yaitu 1. Cattle breeding 2. Cattle import & transport 3. Feedlot 4. Abattoir 5. Product 6. Customer. Harga makanan tergolong standard mengingat kualitas makanan yang disajikan yaitu @Rp 65.000 untuk umabo dan buger, frozen choco Rp 30.000 dan marshmallow milkshake Rp 37.000.