Friday, December 21, 2012

Acungan jempol untuk kopi Sumatera di Otten Coffee (***)







Berkunjung ke kota Medan tanpa membeli oleh-oleh tentunya belum lengkap. Belum lagi pesanan titipan dari keluarga dan teman sekantor, pesan ini, pesan itu. Salah satu pesanan yang sudah pasti adalah oleh-oleh bolu gulung Meranti di Jl. Kruing.
Wah saya baru tau, kalau dijalan tsb terhampar aneka toko oleh-oleh disepanjang jalan. Hmm bisa lapar mata nih. Begitu masuk toko bolu Meranti prosedurnya adalah kita langsung antri ke kasir untuk memesan bolu dengan berbagai pilihan rasa, lalu bayar, ambil nomer dan tunggu dipanggil.
Nah daripada lama nunggu disitu, lebih baik kita berjalan-jalan dulu disepanjang jalan Kruing, siapa tau ada toko oleh-oleh yang lebih menarik lagi. Tak disangka baru sebentar kami melangkahkan kaki, kami melihat sebuah coffee shop bernama Otten coffee yang kelihatannya masih baru. ngopi dulu yuk, aku haus nih?ajak suami ku.
Seorang waitres membukakan pintu untuk kami, dan kami terhenyak kagum akan keindahan interior coffee shop tsb. Disebelah kiri pintu masuk terdapat sebuah pajangan terbuat dari rotan berbentuk motor vespa berwarna hitam, dengan plat nama Otten coffee. Disampingnya terdapat aneka keranjang bambu, sangkar burung dan beberapa ember kayu berisi contoh-contoh biji kopi asli bertuliskan lintong, robusta, mandheling, aceh gayo dan roasted bean.
Disampingnya lagi terdapat sebuah mesin pembuat kopi yang masih mengkilat. Dimana petunjuk pengoperasian mesin tsb digambarkan melalui sebuah sketsa, yaitu dari memasukkan biji kopi kedalam mesin lalu melalui proses pemanggangan dan penggilingan biji kopi menjadi kopi bubuk yang siap kita minum. Hmm menarik.
Dibagian tengah ada sebuah rak kayu yang berisi aneka jenis kopi yang dijual yaitu meliputi kopi lanang, aceh gayo, sidikalang, sumatera, robusta sidikalang, robusta aceh, danau toba dan kopi medan. Semua dikemas dalam paperbag warna coklat, divakum dan disegel sehingga kantong tsb kedap udara dan kopi terjamin kesegarannya.
Sambil melihat dan memilih-milih jenis kopi, kami juga diberi keterangan secara mendetail oleh pemiliknya yang kebetulan sedang berada ditempat. Keunggulan coffee shop ini adalah selalu menjual kopi segar setiap hari dimana kopi yang dijual seluruhnya adalah 100% kopi sumatera.
Dibagian belakang ada sebuah rak lagi yang khusus berisi kopi luwak kualitas premium. Artinya kopi luwak tsb 100% asli dan dijamin keasliannya melalui sertifikat yang juga dipajang dirak tsb. Harga kopi luwak termurah adalah Rp 200.000 per 100 gram dan yang termahal Rp 1.200.000 dengan berat 250 gram dalam kemasan limited edition. Sedangkan harga kopi selain kopi luwak berkisar antara Rp 45.000 - 75.000 dengan berat 200 gram.
Sambil melihat-lihat kami diberi penjelasan yang menarik mengenai kopi luwak ini. Kopi luwak berasal dari buah kopi yang dimakan musang. Musang tsb hanya memakan buah kopi yang benar-benar matang. Buah kopi yang dimakan musang lalu dicerna didalam perut musang, tapi biji kopi tidak bisa dicerna melainkan berfermentasi dengan enzim didalam perut musang lalu dikeluarkan lagi melalui kotoran musang. Kotoran tsb dikumpulkan oleh petani, dicuci dan dibersihkan sampai steril, kemudian dijemur sampai kering, lalu dipanggang dan digiling sampai halus dan siap kita minum. Keunggulannya dibandingkan dengan kopi biasa adalah kopi luwak benar-benar berasal dari buah yang matang karena telah diseleksi oleh musang, lalu nyaman dilambung karena kopi telah berfermentasi dengan enzim diperut musang, terakhir rasa dan aromanya lebih nikmat daripada kopi biasa. Beberapa keunggulan tsb lah yang menjadikan kopi luwak mahal dan terkenal didunia.
Puas mendengarkan penjelasan, kamipun menghampiri coffee bar yaitu tempat barista meracik kopi pesanan pengunjung. Ah kami tertarik untuk duduk bersantai sejenak menikmati secangkir kopi hangat. Suami saya memesan latte dan saya memesan cappuchino. Kopi yang disajikan benar-benar terasa beda, segar dengan wangi yang memabukkan.
Sambil minum, kami masih terkesan akan interior ruangan tsb. Disetiap dinding pasti diberi rak, baik berisi kopi atau berisi berbagai pajangan unik khas Indonesia yang berkaitan dengan kopi. Sungguh menarik.
Interior yang indah dan menarik, kopi yang berkualitas, pemilik yang ramah, informasi yang detail, barista yang berpengalaman, harga yang terjangkau, semua keunggulan tersebut berpadu sempurna dan bakal menjadikan Otten Coffee menjadi yang terdepan dalam menyajikan kopi Sumatera. Acungan jempol untuk Otten coffee.
Otten coffee
Jl. Kruing No 3 E-F Medan
Telpon 061 414 8806

Warung Rawit, tak seseram namanya (*)







Mendengar namanya saja sudah gemeteran, Warung Rawit. Apakah semua masakannya dibumbui dengan potongan cabe Rawit ? Kalau suami saya yang mendengar kata “Rawit? dia pasti tergugah dan bersemangat untuk mencobanya. Lain dengan saya yang mengharapkan adanya menu lain yang tidak terkena sentuhan si cabe Rawit ini. Tapi bagaimana kita tau kalau belum mencobanya secara langsung ? Akhirnya, kali ini, ketika kami pergi ke daerah Kelapa Gading, kami pun langsung menuju warung Rawit. Walaupun namanya warung, tempatnya jauh dari kesan warteg, melainkan merupakan rumah makan sekelas restaurant yang berada di jajaran ruko di jl Boulevard Raya Kelapa Gading.
Memasuki tempat ini, ruangannya tidak begitu luas, tapi bagus, bersih dan rapih, dengan furniture dominan terbuat dari kayu. Kemiripan interiornya mengingatkan saya akan interior warung Tekko, spesialis iga penyet. Dindingnya berhiaskan aneka foto menu khas warung Rawit, dimana gambar-gambar tsb bikin tenggorokan kita menelan air liur sendiri, glek.
Apabila kita membaca daftar menunya, oh rupanya tidak seseram namanya. Menu yang tersedia disini cukup banyak, yaitu terdiri dari aneka masakan soup, aneka penyet, aneka masakan ikan, cumi, udang, ayam, sayuran, nasi dan mi. Rupanya keunggulan warung Rawit ini adalah menyajikan menu-menu khas Kalimantan dan Jawa Timur. Masakan Jawa Timur diwakili oleh menu serba penyet seperti iga, ayam, bebek, udang, cumi, tahu, tempe penyet. Sedangkan masakan Kalimantan diwakili oleh ikan teri singkawang, gurame kari singkawang, ayam goreng singkawang, gulai keong nenek dan pakis terasi udang singkawang. Berdasarkan rekomendasi waitres, kami memesan menu ayam goreng singkawang dan pakis teri terasi. Untuk minumannya kami memesan es jeruk Pontianak dan es campur batok kelapa.
Saat itu pengunjung lumayan banyak walau tidak sampai penuh, minuman pesanan kami datang tidak begitu lama. Es jeruk pontianak datang disajikan didalam gelas berbentuk botol selai, berhiaskan sepotong jeruk dibagian bibir gelas. Dari warnanya saja sudah terlihat, es jeruk ini berbeda dari biasanya yaitu memakai jeruk pontianak yang terkenal manis. Rasanya jelas semanis warnanya, enak dan segar.
Minuman pesananku, atau lebih tepatnya dessert, adalah es campur batok kelapa, datang dengan gaya, yaitu setengah potong kelapa muda yang berfungsi sebagai mangkuk, diisi dengan aneka buah-buahan potong, seperti nangka, alpukat, kolang kaling, diberi es serut yang disiram sirup merah dan susu kental manis. Ketika dimakan, wuih enaknya, dan ada yang berbeda yaitu rasa kletuk-kletuk dari jelly bulat kecil-kecil.
Kemudian datanglah menu lunch kami. Seporsi ayam goreng singkawang berisi beberapa potong ayam kampung berwarna kecoklatan dan disajikan dengan sambal rawit merah. Rupanya ayam tsb dibumbui dengan terasi sehingga warnanya kecoklatan. Rasanya enak, bumbu cukup meresap dan dagingnya lumayan empuk. Walau begitu sajian ini tidak termasuk kedalam kategori lezat atau bikin nagih.
Kemudian sajian pakis teri terasi, nah ini baru sajian yang jarang ada. Sayur pakis atau paku berasal dari tanaman hutan liar yang didatangkan langsung dari Kalimantan. Bentuk sayuran ini berupa pakis berbatang kecil dan bertekstur crunchy, dibumbui dengan terasi dan bawang putih, ditaburi teri dan kulit ayam goreng tepung. Aha sedapnya. Bumbunya nendang, sayurnya segar dan kres ketika dimakan, dan topping kulit ayam yang chrispy itu saya suka banget. Sayang seporsi cuma sedikit, he he he.
Saya intip meja pengunjung lain yang datang bersama keluarganya, mereka memesan ikan gurame yang kelihatannya menggiurkan banget karena ditaburi bumbu kremesan yang terlihat chrispy. Wah kapan-kapan saya harus coba menu itu kalau datang lagi kesini. Saya lihat gambar didinding, menu tsb bernama gurame jeruk bali. Wah aneh ya, seperti apa ya rasanya ? Tapi sayang perut kami sudah penuh terisi, tidak mungkin nambah lagi. Apalagi saya harus menghabis es campur yang isinya cukup banyak.
Selesai sudah makan siang kami, sekarang saya minta billnya. Oh ternyata sedang ada program discount 10% loh untuk semua jenis F&B. Harga aslinya adalah ayam singkawang Rp 25.000, Pakis Rp 19.500, es campur Rp 20.000 dan es jeruk ponti Rp 16.000. Harga tsb termasuk standardlah. Yang ingin berkunjung kesini alamatnya adalah Jl. Boulevard Raya Blok QA5 #8-9 Kelapa Gading Jakarta Utara, telpon (021) 4513 687. Bisa delivery order loh...

Nikmatnya Jhon Dori dan Kraby di Demang resto (***)




http://www.yukmakan.com/review/members/Demang%20Restaurant%20&%20Coffee%20Lounge/4368/Nikmatnya%20Jhon%20Dori%20dan%20Kraby%20di%20Demang%20resto

Tiba-tiba suami saya memberikan voucher discount 50% makan di restaurant Demang sekitar tanggal 23-25 November 2012 dalam rangka anniversary restaurant Demang. Besok kita kesana yuk, biar kamu tau, aku sering makan disitu dan berkumpul dengan teman-teman setelah pulang kantor katanya. Jadi hari minggu kemarin, kamipun berangkat untuk makan siang disana.
Restaurant ini terletak didalam kompleks Sarinah Plaza Jl. MH Thamrin, tepatnya di gedung La Mounte, Jl H. Agus Salim no. 60 Menteng Jakarta Pusat. Dari pintu masuk, kita langsung mengarah ke kanan karena letaknya di paling ujung belakang kompleks Sarinah.
Memasuki ruang restaurant ini, rupanya merupakan gabungan antara restaurant dengan lounge dan coffee shop. Interiornya cantik bergaya klasik minimalis vintage, dihiasi dengan foto-foto jadul didinding resto. Coffee shopnya terletak dibagian depan resto, dengan tempat duduk berupa sofa dibagian loungenya.
Waitress yang ramah rupanya sudah pada kenal dengan suami saya. Pengunjung resto lumayan banyak karena sedang ada acara arisan. Kami pun kebagian tempat dikursi paling belakang. Buku menu yang tebal berisi berbagai menu perpaduan masakan Indonesia dan Western. Sudah dapat ditebak, suami paling suka masakan Indonesia, memilih Sop buntut kraby dan saya paling suka western food, memilih Chrispy jhon dori. Untuk appertizer suami saya memesan nachos yang katanya enak sekali. Tak lupa kami pesan minuman Demang sangria untuk suami dan double chocolate untuk saya.
Waitress disini selain ramah, cepat pula pelayanannya. Tak berapa lama pesanan kami pun datang. Dimulai dari minumannya, Demang sangria, disajikan didalam gelas berbentuk toples selai yang sedang in, yaitu merupakan perpaduan antara orange jus dan soda serta diberi potongan buah-buahan. Rasanya asem dan semriwing banget, seger deh. Karena tenggorokan saya sedang tidak bersahabat maka saya memesan minuman hangat double chocolate, disajikan digelas tinggi berupa minuman hot chocolate dengan topping whipped cream, coklat cair, coklat bubuk dan potongan coklat. Hmm bener-bener double rasa coklatnya.
Sajian dilanjutkan dengan nachos yaitu kripik jagung mexico alias tortilla, yang ditaburi parutan keju, saus salsa, yang berasal dari cincangan tomat segar, serta bubuk cabe kering. Rasanya gurih, pedes, nagih deh.
Sajian utama pun datang, sop buntut kraby disajikan dengan cara yang unik yaitu beberapa potong buntut sapi ukuran besar disajikan dipiring bersama semangkok kuah sop yang berwarna bening yang berisi potongan sayur, bertaburkan bawang dan emping, lalu nasi putih dicetak kerucut seperti tumpeng mini. Ketika ku cicipi, rasa buntutnya wow enak banget, bumbunya sungguh meresap kedalam daging serta empuk banget tanpa perlu cape-cape mengunyah. Saya lihat suami saya makan dengan lahap.
Kemudian chrispy jhon dori adalah fillet ikan dori yang dipotong memanjang seperti stik lalu digoreng tepung dan disajikan bersama kentang goreng serta disiram saus kunyit. Pertama saya agak ragu mengenai saus kunyit ini. Tapi setelah kucicipi rasanya enak juga yaitu rasa asam manis tanpa aroma kunyit, sempurna berpadu dengan ikan dori yang lembut.
Sajian restaurant ini memang patut direcomendasikan. Pantesan suami saya bersama teman-temannya betah nongkrong disini. Harganya pun standard saja yaitu sop buntut Rp 67.000, jhon dori Rp 65.000, nachos Rp 35.000, sangria Rp 37.000 dan double chocolate Rp 28.000, itu belum termasuk discount food only loh.
Restaurant ini memang cocok disegala suasana, mau lunch atau dinner, atau bahkan sekedar nyantai sambil ngobrol dan ngopi juga sah-sah saja. Tak lupa ditemani dengan berbagai nuansa alunan musik yang sudah dipersiapkan.

Saturday, December 01, 2012

Menjala hidangan di Restaurant Nelayan Cambridge square Medan (***)


  
















Minggu siang di kota Medan, kami hendak pulang ke Jakarta dengan pesawat sore pk 18. Kami menginap di Grand Swiss-Belhotel yang letaknya bersatu dengan Mall Cambridge square. Waktu sudah menunjukkan pk 13, dan kami berada di lobi hotel untuk check out. Diluar hujan deras mengguyur kota Medan. Hmm makan siang dimana ya, yang enak tapi malas menantang guyuran hujan lebat. Akhirnya kami melangkahkan kaki ke Mall Cambridge square, untuk mencari-cari restaurant dengan menu khas Medan.
Tiba di lantai LG, ada sebuah restaurant bernama Nelayan, Jala-Jala III. Kelihatannya sangat menarik, karena didekat pintu masuk dipasang 2 lemari display. Yang pertama berisi aneka dimsum goreng, yang kedua berisi aneka dessert antara lain pudding jeruk sunkist dan pancake. Ah saya pun teringat, pernah makan disebuah restaurant yang serupa di Mall Taman Anggrek Jakarta, dengan nama Sari Laut Jala-Jala, Medan favorit cruisine. Setelah ditanyakan, rupanya restaurant di Jakarta itu memang merupakan cabang dari kota Medan. Hmm boleh juga nih makan dari tempat aslinya.
Menu unggulan disini adalah dimsum steam dan goreng. Waitres terus berkeliling, mengitari meja pengunjung sambil membawa nampan yang berisi aneka dimsum yang bisa langsung kita ambil. Selain dimsum, menu lain pun banyak pilihannya, yaitu meliputi aneka hidangan vegetarian, aneka masakan mie, kwe tiau dan nasi, aneka bubur, soup dan sayuran. Untuk lauknya tersedia sajian bebek peking, ayam, sapi, udang, soka & ikan special. 
Sebagai penggemar kepiting soka, saya langsung memesan soka goreng mentega. Suami saya mencari kehangatan dalam semangkuk sop asparagus daging kepiting serta dimsum xiao long pao kepiting. Asyiknya lagi, sedang berlaku promo gratis 2 minuman teh bila memesan dimsum xiao long pao. Saya segera memilih teh bunga chrysanthemum yang memberi efek mendinginkan suhu tubuh.
Pesanan kami datang tak begitu lama. Sepiring nasi hangat dengan lauk soka goreng mentega bakal mengguncang lidah. Penampilannya sungguh menarik yaitu soka digoreng tepung, berlumuran saus asam manis yang berwarna coklat pekat, disajikan dengan taburan irisan kasar bawang Bombay dan daun bawang yang cukup banyak. Bagian kaki soka terasa kriuk kriuk ketika dimakan, tapi bagian badannya terasa empuk, rasa asam manis dengan semburat gurih pun memenuhi rongga mulut. 
Saya lihat suami saya sedang asyik menyeruput sop asparagus daging kepiting dengan lahapnya. Penambahan irisan cabe rawit kecap asin kedalam sup semakin membuat tubuh menjadi hangat. 
Kemudian dimsum xiao long pao kepiting pun dihidangkan. Enam buah xiao long pao yang masih mengepul panas disajikan bersama kecap asam. Cara makan dimsum ini cukup unik, yaitu ambil pakai sumpit secara perlahan dan extra hati-hati karena dimsum agak lengket dikertas, lalu taro disendok bebek, gigit perlahan dan hirup kaldunya yang keluar dari dalam dimsum, hmm sedapnya. Setelah itu baru kunyah cincangan daging kepiting yang berada di dalam kulit dimsum, yang rasanya agak sedikit masam. Hmm benar-benar hidangan yang cocok dinikmati dikala hujan.
Para waitress masih saja mengitari meja para pengunjung untuk menawarkan dimsum. Ah kali ini kami tertarik dengan udang mayones. Porsinya tidak terlalu banyak. Udang terbalut limpahan mayones, dan disajikan bersama sedikit salad buah. Tak perlu waktu lama untuk menandaskan sajian lezat ini.
Kesimpulan, masakan direstaurant ini rasanya enak dan recommended, pelayanannya pun cepat dan ramah. Harga yang ditagihkan cukup masuk akal, yaitu soka Rp 30.000, udang Rp 55.000, xiao long pao Rp 39.000 dan sup asparagus kepiting Rp 18.500.
Buat yang penasaran ingin mencoba, silahkan datang ke Nelayan Jala-Jala.
Selamat menjala-jala.


Restaurant Nelayan, Jala-Jala III, Cambridge square lantai LG, Jl S. Parman 217 Medan 20152, telpon 061 4529 280 / 109.