Saturday, February 15, 2020

Pengajian Masjid Al Hidayah tg 9 Feb 2020 Ustadz Andian Parlindungan : Hidup penuh harapan dan makna



Perbedaan orang yang beriman dan yang tidak beriman :

1.   Orang beriman memiliki tujuan hidup yang jelas yaitu akherat. Karena akherat adalah sesuatu yang pasti.
Sedangkan orang tidak beriman memiliki tujuan hidup duniawi, yang diraih dengan cara menggunakan kekuatan pikiran. Duniawi adalah sesuatu yang tidak pasti.
Surat 28 Al Qashash Ayat 77 : Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi jangan lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.

2.   Orang beriman memiliki pedoman hidup yaitu Al Quran dan Hadist.

3.   Orang beriman memiliki pandangan hidup
-        Tentang keluarga : sakinah mawardah warahmah
Surat 30 Ar Ruum Ayat 21 : Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
-        Tentang rezeki : ZIS / Zakat, Infaq, Sedekah
-        Tentang dunia : hanya perhiasan belaka
-        Tentang anak : Surat Luqman A. 13-19
-        Tentang pakaian : pakaian taqwa
-        Tentang hubungan suami istri
Dll

4.   Orang beriman memiliki Makna hidup
Yaitu ketika menjalankan pandangan hidup tsb.

5.   Orang beriman memiliki harapan / semangat hidup
Surat 41 Fussilat Ayat :
30. Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.
Maksudnya : Orang yang memiliki tujuan hidup, pedoman hidup, pandangan hidup dan makna hidup akan melahirkan optimisme yaitu memiliki harapan/semangat hidup.


Kitab : Al-Kabair / Dosa dosa besar : Mukadimah


Masjid Baitussalam Kamis tg 13-2-2020
Kitab : Al-Kabair / Dosa dosa besar
Pengarang : Syamsuddin Muhammad bin Ahmad bin Utsman Adz-Dzahabi
Mukadimah

Perbedaan dosa besar dengan dosa kecil :
-        Dosa kecil : otomatis bisa terhapuskan bila melakukan perbuatan kebaikan / amal sholeh.
-        Dosa besar : tidak akan gugur sampai pelakunya bertobat, istighfar mohon ampun untuk tidak melakukan dosa lagi, taubatan nasuha akan membuat suci kembali, tanpa dosa.

Tujuan mempelajari kitab Al Kabair :
1.   Agar kita mengenali apa saja yang termasuk dosa besar itu dan menjauhinya
2.   Seandainya kita baru mengetahui dosa besar tsb, tidak ada kata terlambat untuk bertobat sebelum :
- Matahari terbit dari sebelah barat
- Sakaratul maut
Cara mengenali dosa besar : Tholabul 'ilmi / menuntut ilmu / belajar

Surat An Najm A. 32 : (Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.

Makna Al-Kabair / Dosa dosa besar yaitu :
-        Setiap dosa yang membuat pelakunya masuk kedalam neraka
-        Setiap dosa yang Allah ancam akan memasukkan pelakunya ke dalam neraka
-        Setiap dosa yang membuat pelakunya mendapat hum hadd yaitu hukum Islam (syariah) yang diamanatkan dan ditetapkan oleh Allah seperti rajam, qisas.

Surat Al A’raf Ayat 33 : Katakanlah (Muhammad), "Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alasan yang benar, dan (mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu, sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk itu, dan (mengharamkan) kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.
Maksudnya : Dosa yang lebih besar dari kesyirikan dan kekufuran adalah bicara atas nama Allah tapi dusta.