Monday, November 26, 2012

Sop tulang sumsum maha besar di RM Sipirok - Medan (***)

























http://www.yukmakan.com/review/members/Sop%20Sumsum%20Sipirok/4236/sop-tulang-sumsum-maha-besar-di-rm-sipirok--medan

Akhirnya sampai juga saya di kota Medan, kota kelahiran suami saya, putra Jawa kelahiran 
Sumatera. Suami saya setiap habis berkunjung dari kota Medan, karena dinas dari kantornya, selalu bercerita tentang kuliner kota Medan yang terkenal enak dan enak sekali. 
Hari ini, kami berdua datang dari Jakarta dengan pesawat pk 8 pagi. Otomatis masih banyak waktu untuk berjalan-jalan berburu kuliner sejak pagi ini. Rupanya menurut keterangan para supir taxi dan supir becak motor Medan, wisata kuliner kota Medan yang terkenal itu kebanyakan buka pada malam hari. Hanya ada beberapa tempat makan terkenal saja yang buka siang hari. 
Ada 2 tempat kuliner terkenal yang ditawarkankan suami kepada saya, mau makan Sop sumsum Sipirok atau Mi Aceh Titi Bobrok. Untungnya jarak kedua tempat itu agak berdekatan, jadi kami sempat survey dulu. Akhirnya kami putuskan untuk makan Sop sumsum dulu hari ini, besok siang baru makan Mi Aceh.
Sop sumsum Sipirok terletak di Jl. Sunggal no. 14. Kami berhenti didepan rumah makan ini yang tempat parkirnya sudah dipenuhi mobil. Masuk kedalam rumah makan ini, merupakan ruangan yang besar dan luas, tanpa penyekat, penuh dengan meja kursi serta kipas angin yang terpasang dilangit-langit. Bagi suami saya, ini adalah kunjungannya yang kedua. Pada kesempatan pertama dia sudah kehabisan sop sumsum karena datang kesorean. Kebetulan hari ini adalah hari sabtu, tidak ada karyawan kantor yang secara mayoritas biasanya menyesaki tempat makan ini. 
Suami saya langsung memesan sop sumsum dan sop daging yang langsung diantar ke meja kami bersama menu pelengkap lainnya yaitu sepiring ikan teri, daun singkong tumbuk, tumis bunga pepaya, sepiring udang ukuran kecil-kecil banget, lalapan, dan sepiring lagi, menurut tebakan kami, adalah irisan daging ikan yang diberi sambal. 
Ketika sop sumsum dihidangkan, kami kaget luar biasa. Bentuknya adalah sepotong tulang kaki sapi bagian bawah yang ukurannya besar banget, terus dibagian luarnya masih banyak kikil dan daging yang masih menempel ditulang. Disajikan diatas piring dengan kuah sop yang bening, serta dilengkapi dengan pisau untuk mengiris kikil dan daging yang masih menempel pada tulang, serta sedotan untuk menyedot sumsum yang berada didalam tulang. 
Sop daging tak kalah hebohnya, yaitu sepiring sop kuah bening hanya berisi potongan daging sapi yang besar-besar, murni tanpa sayuran, hanya ditaburi daun bawang saja. Wah bagaimana menghabiskannya? Untunglah kami mengajak supir taxi yang kami carter untuk makan juga. Langsung saja sop dagingnya kami antar kemeja dia. 
Suami saya yang paling repot kalau makan, sudah pasti saya yang mengiris-iris daging dan kikil yang menempel pada tulang, dia sih tinggal menyuap saja. Hmm rasanya enak banget, daging dan kikil terasa empuk dan lembut, tanpa perlu cape mengunyah. Kuah sopnya terasa murni dan segar, tidak berlemak, bumbunya sederhana tapi pas banget. Tak terasa kuah sop hampir habis tapi masih banyak kikil yang menempel. Kami pun minta tambah kuahnya lagi. Siang siang begini makan sop, peluh pun mengalir deras dari wajah kami. Ruangan yang besar dan luas serta banyaknya kipas angin tidak mampu menolong kami yang basah kuyup oleh keringat kenikmatan. Hmm nyam nyam.
Hidangan yang lain tak luput kami coba. Yang pertama adalah ikan teri yaitu ikan teri goreng yang berukuran besar, ditumis bersama sedikit cabe. Rasanya tidak terlalu asin, tidak terlalu pedas, pas lah. Kedua adalah daun singkong tumbuk yang agak berkuah, karena diberi sedikit santan. Rasanya segar dan ringan, karena kuahnya encer, tidak seperti gulai daun singkong buatan RM Padang. Ketiga adalah tumis udang yang ukurannya kecil-kecil banget. Setelah ditanya, rupanya itu adalah udang kecepe. Ditumis dengan cabe dan aneka bumbu tapi tidak ada rasa yang menonjol. 
Hidangan lain yang tidak kami sentuh dibawa kembali oleh pelayannya. Tapi kemudian pengunjung disamping meja kami berbincang bincang dengan suami dan bertanya apakah sudah mencoba hidangan daging bakarnya, karena itu termasuk salah satu hidangan yang paling dicari. Loh yang mana ya, kami pun kebingungan. Oh rupanya yang kami kira adalah irisan daging ikan yang diberi sambal itu rupanya daging sapi yang dibakar lalu dipotong kotak-kotak tipis, lalu diberi sambal. Segera kami pesan kembali sepiring daging bakar, rugi dong kalau tidak dicoba. Rasa hidangan ini seru juga loh yaitu irisan daging sapi bakar yang diberi sambal cabe merah, potongan bawang merah mentah serta air jeruk nipis. Dagingnya empuk tanpa ada rasa bumbu yang menonjol berpadu dengan rasa asam dan pedas, dengan aroma bawang yang kuat. Unik tapi enak, hidangan ini langsung kami habiskan. Sebagai penutup segelas es ketimun yang berwarna hijau langsung menyegarkan tenggorokan kami, mak nyees.
Satu lagi keunikan RM ini adalah pemilik RM bertindak sekaligus sebagai kasir, tidak berdiam diri dimeja kasir, melainkan berjalan-jalan memantau meja-meja para pengunjung, sambil memberi perintah langsung kepada anak buahnya bila ada permintaan dari pengunjung, sembari menyapa para pelanggan setianya, sambil membawa segepok uang hasil transaksi pembayaran para pengunjung dimejanya masing-masing. Kami hanya membayar sekitar seratus ribu lebih, karena rupanya sop tulang sumsum yang maha besar itu hanya dihargai Rp 35.000 loh. Fantastis.

Friday, November 16, 2012

Grand Swiss-Belhotel Medan *****



Pemandangan kota Medan dari lt 25
Check in

Swimming pool

Di Selasar Hotel
Rendez-vous lounge
Superior deluxe # 1109
Konter jus



Fasilitas Hotel
Penghargaan

Konter mi rebus
Buffet 4 sisi
Yogurt & Muesli
Sky dining di lt 27
My favorit breakfast, westen food



Secara tak terduga suami saya mengajak pergi ke kota Medan untuk mendampingi dia dalam sebuah acara kantor. Wah saya senang sekali, karena selain saya belum pernah kesana, saya juga juga penasaran dengan kota kelahiran suami saya yang “pujakesuma” alias “putra Jawa kelahiran Sumatera”, dan terkenal dengan wisata kulinernya yang enak dan enak sekali.

Suami saya memilih Grand Swiss Belhotel yang berbintang 5, dengan alasan letaknya yang strategis dipusat kota Medan, dekat dengan Bandara Polonia, berdampingan dengan Cambridge Mall, mudah mendapatkan kendaraan umum serta dekat dengan pusat kuliner kota Medan. Dengan kata lain akses mudah menuju tempat wisata belanja dan kuliner.

Memasuki lobi Hotel ini, kemewahan sudah terlihat dari lantai dan dinding Hotel yang terbuat dari granit berwarna krem. Lobi hotel memanjang kedalam menuju “Rendez-vous lounge” dengan pajangan koleksi wine didinding bar. Ditengah ruangan terdapat meja reception disisi kanan dan sofa untuk menunggu disisi kiri. Ruang tengah itu sendiri dihiasi dengan 3 pilar yang berukir dan bercahaya diempat sudut ruangan.

Kantor suami saya sudah memesan kamar sejak beberapa hari yang lalu dan sudah dilunasi. Kami pergi dari Jakarta dengan pesawat pk 8 pagi dan tiba di hotel untuk check in pada pk 11 siang. Kamar kami tentu belum siap, sehingga kami pun menitipkan koper dan melanjutkan acara jalan-jalan kami. Sayangnya sampai pk 14.30, janji pihak hotel untuk menelfon kami ketika kamar siap, tidak ada. Sehingga harus ditelfon lagi, harus dikonfirmasi lagi, lama deh. Baru pk 15 kamar kami siap dan kamipun segera menuju hotel.

Kami mendapat kamar superior deluxe # 1109 yang berada disudut bangunan hotel, sehingga memiliki 2 sisi pemandangan yaitu pemandangan kota Medan dan pemandangan condominium Cambridge yang letaknya memang berdampingan dengan hotel kami. Kamar kami memiliki desain yang minimalis dan modern tapi tetap terlihat bahwa hotel ini sudah cukup lama berdiri. Dinding kamar berwarna krem, dengan tirai coklat muda, furniture kayu coklat tua, karpet berwarna hijau bercorak. Kamar mandi memiliki lantai dan dinding terbuat dari granit hitam, dengan ruang shower dan bathub yang terpisah. Fasilitas kamar lengkap, dengan tambahan hairdryer yang kusuka. Sayangnya tidak ada setrika untuk baju.

Kelebihan lain dari hotel ini adalah memiliki restaurant yang menyajikan “Sky dining” yaitu sensasi bersantap dengan suasana pemandangan kota Medan dari lantai 27. Sayangnya kami tidak sempat kesana. Fasilitas lainnya adalah ada music lounge & bar, meeting room, swimming pool, spa & massage room, Ballroom, dan Swiss cafĂ© sebagai tempat sarapan kami besok pagi. Keunggulan terakhir adalah saya lihat ada certificate : “Winner certificate of excellent 2012” dimeja reception.

Tiba waktunya untuk breakfast, kami tiba pk 8 pagi, jam padat pengunjung. Kami menunggu cukup lama, bahkan ketika meminta bantuan waitres untuk mendapatkan tempat makan. Sambil menunggu saya mengambil kesempatan untuk mempelajari makanan buffet dan mengambil fotonya. Ruangan resto bergaya kontemporer dengan tempat duduk modern dengan konsep open kitchen. Pilihan menu sarapan sangat beragam dan mewah serta terlihat lezat. Dimulai dengan konter mi kuah baso, bubur ayam & soup, konter roti dan kue, serta konter jus yang menyajikan 5 jenis jus. Kemudian konter masakan telur, susu & sereal serta pancake jadi satu didalam open kichen. Ditengah ruangan terdapat konter buffet 4 sisi. Sisi pertama menyajikan masakan asia seperti nasi & mi goreng, tumisan sayur, kakap goreng tepung, yang merupakan favorit suami saya. Sisi kedua adalah menu favorit saya yaitu western breakfast seperti read bean, potatoes, sosis, tumis jamur dan sayuran. Sisi ketiga tersedia yogurt & bubur gandum, keju serta beef salami. Sisi kempat adalah aneka buah. Terakhir adalah konter aneka sayuran untuk salad serta sausnya. Semua makanan terbukti lezat kecuali sosisnya saya kurang suka karena keras, dan potongan keju yang tidak sesuai selera saya yaitu terasa pahit dilidah.

Secara keseluruhan hotel ini recommend walaupun saya rasa “Winner certificate of excellent 2012” nya kurang tepat. Sebab ada 3 kejadian yang kurang berkenan dihati kami. Tapi yang pasti hotel ini cocok bagi turis dengan tujuan berwisata berbelanja dan kuliner, karena letaknya yang strategis. Yang berminat menginap disini alamatnya adalah Jl. S. Parman 217 Medan 20152 Sumatera Utara. Telpon (62-61) 457 6999. Selamat berlibur.