Thursday, October 27, 2016

Aneka steak, side dish dan sauce bisa dikombinasikan secara fleksibel di Kulinarian (**)

Ketika kami melewati Jl. Arteri Permata Hijau no. 5, ada sebuah spot tempat makan yang terdiri dari 4 tenant makanan dan 1 tenant pijat refleksi yang bergabung menjadi 1 bangunan tapi memiliki ruang makan yang terpisah dan bukan merupakan konsep foodcourt. Tenant makanan tsb adalah Pattaya steamboat yakiniku / PSY, Kulinarian, Ropangi dan Il vero gelateria serta Sikut pijat refleksi.

Dari semua tenant makanan tsb, belum satupun kami mencobanya. Saat itu kami putuskan untuk mencoba makan di Kulinarian yang menyajikan masakan western dan mengandalkan sajian steak, seafood, salmon & chicken.



Memasuki ruang makan Kulinarian, interiornya serba kayu serta memilki tanaman rambat artificial yang merambat pada dinding dan pagar kayu. Ruang makan terbagi 2 yaitu smoking area yang ukurannya lebih luas dari pada non smoking area, serta memiliki langit-langit yang tinggi. Konsep dapur merupakan open kichen yang terang dan bercahaya sehingga kita bisa melihat dengan jelas aktifitas memasak sang chef.


Saat itu kami adalah pengunjung yang keempat, pelayan segera datang mengantarkan selembar daftar menu bergambar, bolak balik. Menu terdiri dari menu meat yaitu Australian steak, wagyu steak dan US bone steak, menu fish terdiri dari 4 macam menu fish steak, menu chicken & seafood memiliki 7 pilihan, selain itu ada Trilogi steak, steak paling komplit yang berisi 3 jenis protein meat, fish & chicken, lalu ada seafood platter, sausage steak dan nasi goreng.


Berbagai macam steak ini, baik grill atau fried, bisa dikombinasikan dengan 5 pilihan side dish dan 10 jenis sauce secara fleksibel. Tapi kalau tidak mau makan steak dan sejenisnya, bisa memilih menu ramen dengan pilihan 5 level rasa pedas, lalu ada pasta, salad & bites, crepes dan minuman.

Karena crispy chicken calamary memilki gambar yang menarik, maka saya memesannya bersama kentang goreng dan saus white mushroom. Suami saya memesan shrimp tempura ramen level 5 dan tambahan green salad supaya sehat hehehe.

Sambil menunggu pesanan, kami sedikit ngobrol-ngobrol dengan pelayannya karena sebagian pengunjung telah pulang. Resto ini baru buka sekitar bulan Juni 2016 dan pemiliknya adalah sekaligus chef resto ini.


Tak memerlukan waktu lama, pesanan kami segera datang secara bertahap. Pertama adalah green salad yaitu daun lettuce yang di mixed bersama potongan tomat, irisan bawang bombay merah dan zaitun serta taburan keju parmesan. Salad ini rasanya enak sekali, rasa gurih keju terasa menonjol, bercampur dengan sedikit rasa asam yang menyegarkan, sayurannya fresh dan renyah, walaupun tanpa tambahan dressing dan protein, salad ini tetap terasa nikmat dan segera habis kami santap berdua.


Yang kedua adalah crispy chicken calamary yang disajikan bersama kentang goreng, salad, saus white mushroom dan sepotong jeruk nipis. Kerenyahan chrispy chicken terlihat menggoda dan porsinya cukup besar. Tapi mana calamarinya ? Saya pun bertanya kepada pelayannya, ternyata ada beberapa potongan terpisah yang saya sangka sebagai crispy chicken adalah calamari, karena baik bentuk dan tepungnya persis crispy chicken, tidak berbentuk bulat dan bolong seperti layaknya calamari.

Ketika kumakan calamari ini, cuminya kecil dan tidak terasa, tepungnya terlalu tebal, rasa tepungnya sih enak, gurih dan renyah, tapi tidak seimbang dengan isinya. Kemudian ku potong crispy chicken dan ku celupkan kedalam saus white mushroom, rasa saus white mushroom ini agak hambar, kurang gurih, sedangkan crispy chicken rasanya lumayan enak, rasa tepungnya sama persis dengan calamari.


Sajian ketiga adalah shrimp tempura ramen level 5 yaitu semangkok ramen dengan kuah merah kecoklatan, disajikan bersama topping 2 telur puyuh, sebuah udang goreng tepung berukuran besar, irisan daun bawang dan nori. Ketika kucicipi, wuaah kuah terasa pedas, kuah agak kental dengan tambahan irisan cabe rawit merah. Rasa kuah mie ini sangat unik, persis rasa taoco, lalu udangnya mantap banget, besar dan crispy. Ketika ku tanyakan apa bumbu ramen ini kepada pelayannya, ternyata hal itu merupakan bumbu rahasia milik sang koki, dan mie ini juga bukanlah ramen melainkan ramyun yang terkenal dengan rasa pedas dan berbentuk keriting, tidak seperti ramen yang berbentuk lurus.


Niat saya setelah selesai makan di Kulinarian adalah ingin mengudap dessert gelato di Il vero gelateria, tapi apa daya, perut tak sampai. Makanan yang mengenyangkan ini kami bayar dengan harga Rp 47.000 untuk crispy chicken calamari, Rp 37.000 untuk ramyun crispy shrimp dan Rp 30.000 untuk green salad. Harganya cukup terjangkau untuk masakan sejenis western food, hanya saja dari segi rasa harus lebih ditingkatkan lagi agar pengunjung lebih ramai berdatangan.

No comments: