Thursday, October 02, 2014

Tumpah ruah di HDL 293 Cilaki (***)









Bingung baca judulnya ? Kalau urang Bandung mah pasti langsung ngerti maksudnya. Saya sendiri baru menemukan tempat ini secara tidak sengaja. Jadi sewaktu awal bulan September lalu, biasa suami saya ngajar di Bandung, saya diajak dan menginap semalam. Biar cuma semalam ya harus tetep wiskul dong. Kebetulan saya memang sudah agak lama tidak jalan-jalan di Bandung. Maka pada malam harinya kami berniat menjelajah kota Bandung untuk mencari tempat makan yang rame.

Ketika melewati Jl. Diponegoro tepatnya no. 54, kami menemukan tempat makan super ramai oleh pengunjung. Letaknya di hook jalan, diseberang resto Alas Daun. Nama tempatnya adalah HDL 293 Cilaki. Jelas kami tertarik dan langsung menepikan mobil.

Ketika masuk, ruang makan yang terletak didepan sudah penuh, tidak ada bangku kosong, kami pun beranjak kedalam. Ruang makan didalam terbagi dalam beberapa kamar dan itu pun penuh semua. Kemudian kami beranjak lagi ke belakang dan ternyata masih ada sebuah ruang makan yang luas tapi lagi lagi penuh juga. Untungnya saya bertemu dengan sepupu saya dari Jakarta, dia bersama teman-teman kantornya, dan hampir selesai makan, kami pun segera mengambil alih tempat mereka.

Meja makan dirumah makan ini bentuknya besar-besar untuk makan berombongan. Jadi kalau cuma berdua seperti kami, ya harus bergabung dengan orang lain makan dalam 1 meja. Hebatnya lagi rumah makan ini cukup luas dan mampu menampung banyak pengunjung tapi semua meja penuh dan masih ada antrian, wah luar biasa.

Pelayan yang banyak dan super sibuk lalu lalang sehingga agak sulit dipanggil untuk membersihkan meja dan memesan makanan. Akhirnya saya berinisiatif ke kasir untuk meminta daftar menu. Saya diberi selembar kertas menu. Walaupun saya melihat dimeja pengunjung lain ada buku menu yang tebal yang kelihatannya berisi foto-foto yang menggetarkan perut serta kerongkongan, apadaya buku menu tsb menjadi rebutan dan kami harus puas membaca daftar menu yang dipadatkan dalam selembar kertas.

Aneka masakan kepiting, udang, kerang, sapi, gurita, cumi, ikan, ayam, sayuran, mie dan nasi berjejer bikin pusing memilihnya. Belum lagi masalah klasik suami saya alias penyakit asam uratnya yang menghalangi saya memilih rajanya seafood yaitu kepiting, aaakh..

Oke kami putuskan untuk memesan menu aman yaitu ikan baronang bakar dan bihun goreng seafood, tapi pelayan lewat membawa udang diatas hot plate, ya sudah pertahanan kami jebol dan menambah lagi seporsi udang saus tiram. Untuk minumannya kami memesan es jeruk dan es kelapa muda batok.

Untuk ukuran pengunjung yang membludak ini, pesanan kami datang cukup cepat, ngga sampe bikin marah-marah. Porsi yang terhidang berukuran lumayan besar. Saya agak menyesal memesan 2 porsi nasi karena lapar. Nah sekarang mari kita cicipi.

Udang saus tiram disajikan diatas hot plate, sausnya sungguh berlimpah dan meletup-letup saking panasnya. Udangnya berukuran besar dan jumlahnya cukup royal. Rasanya, tidak usah ditanya, pasti lezat jawabnya. Kemudian bihun goreng seafood, ini lebih banyak isinya daripada bihunnya, sampe saya kais-kais mencari bihunnya. Kalau baronangnya, sebenar sudah enak bumbunya, ukuran ikannya juga besar, cuma agak gosong sehingga banyak rasa pahit yang menggangu selera makan. Tak lupa minumannya juga berkualitas, es jeruknya manis dan daging kelapanya juga muda dan mudah dikerok.

Jadi penilaian saya terhadap aneka hidangan ini adalah cukup berkualitas dan rasanya lezat. Dari segi harga apabila saya baca daftar menunya sebenarnya cukup relevan. Harga seafood yang paling murah adalah kerang sekitar Rp 40.000 dan paling mahal adalah kepiting super antara Rp 150.000 - 450.000. Kalau menu ayam dan sapi sekitar Rp 40.000. Tapi kalau mau makan seafood murah dan kenyang ya pesen aja nasi / mie / bihun / kwetiauw goreng seafood harganya hanya Rp 35.000, dijamin lezat, berlimpah isinya dan kenyang. Tagihan kami sendiri harganya adalah Rp 80.000 untuk baronang, Rp 70.000 untuk udang, Bihun Rp 35.000, es kelapa Rp 13.000 dan jeruk Rp 10.000 serta nasi Rp 5.000.

Kami sempat bertanya menu apa yang menjadi unggulan disini yaitu masak pletok, yaitu udang / cumi / gurame yang digoreng tepung, kelihatannya kriuk kriuk, ditambah cocolan mayones, alamaaak enaknya...#ngintip meja sebelah.

Selesai makan dan membayar, kami menyambangi dapurnya yang heboh oleh teriakan para koki dan pelayan. Kami asyik mengambil foto pesanan-pesanan yang baru dimasak serta bahan baku yang berlimpah dan segar.

Nah sekarang sudah mengertikan, kenapa judulnya tumpah ruah di HDL 293 Cilaki, karena baik pengunjungnya, porsi menu yang dihidangkan, pelayan dan bahan bakunya semua tumpah ruah di HDL 293 Cilaki.


HDL ini merupakan singkatan loh yaitu Hidangan Dari Laut, dimana rumah makan ini memiliki 6 tempat, dan tempat kami makan disini hanya cabangnya saja. Yang dicabangnya saja begini hebohnya, apalagi yang dipusatnya di Jl. Cilaki...tumpah ruah.

No comments: