Tuesday, April 28, 2015

Mencicipi Bumi Bandhawa hotel (***)



  











Biasanya kalau saya sedang pergi ke Bandung selalu ditemanin Egha mutar muter, belanja lah, makan lah, pokoknya membunuh waktu. Jumat lalu ketika saya kembali ke  Bandung, dia baru saja pergi menginap dihotel daerah Cigadung bersama anak-anaknya. Anehnya Egha malah ngajak ketemuan dan saya disuruh menyusul ke hotel tsb agar bisa makan bareng karena makanan disana enak.


Saya pikir daerah Cigadung itu jauh diluar kota, ternyata deket kok, hanya beberapa menit dari Dago, tepatnya di Jl. Konstitusi 1 no 16, kompleks UNPAD, Cigadung. Itu loh mirip rute yang menuju WaLe yaitu dari Jl. H. Djuanda / Dago menuju Mc Donals, lalu putar balik masuk ke Jl. Tubagus Ismail, setelah itu masuk komp. UNPAD.

Malam hari setelah suami saya selesai mengajar, kami menuju kesana dengan bantuan Waze. Jalanan di komp. UNPAD tsb cukup berliku, sepi dan gelap. Untung papan penunjuk jalannya cukup jelas dan kami pun tiba dengan cepat.

Sampai dihotel, ternyata tempatnya bagus banget. Dari depan bangunannya mirip kompleks perumahan pribadi, bukan seperti hotel pada umumnya, lebih mirip guest house. Bentuk bangunannya model rumah khas Bandung jaman dulu dengan ciri khas bangunan yang melengkung / bulat tapi dengan sentuhan modern.

Ketika kami masuk, eh Egha keluar dari kamar utama yang terletak disebelah kanan pintu masuk. Sedangkan disebelah kiri terletak meja reseption. Kami masuk lebih dalam menuju ruang tamu yang luas dan indah, persis rumah orang kaya. Ruangannya berisi sofa aneka warna, piano, sepeda London Taxi, meja makan, dll, berbagai jenis furniture dan pajangan yang indah dan elegan.

Kami keluar lagi menuju halaman belakang dan muncul ditengah hutan pinus. Kami berjalan melalui jalan setapak dan melewati sebuah kolam renang, taman bermain anak, kursi & tempat tidur rotan untuk berjemur, pokoknya serasa berada di Bali tapi dengan nuansa hutan.

Kamar hotelnya terletak dibelakang, mirip kos-kosan versi mewah, besar, bertingkat dan memilki balkon. Kata Egha jumlah kamar hotel ini tidak sampai 20 kamar dan rate kamar yang dia tempati adalah Rp 1.200.000. Fasilitas lain yang ditawarkan adalah sauna & aqua therapy, karaoke, gym, ruang meeting dan restaurant. Puas mengagumi keadaan hotel, kami menuju restaurant yang berbentuk L, dimana dindingnya dihiasi oleh aneka toples dan cangkir yang tersusun rapih.

Karena saya & Egha baru selesai makan malam, maka hanya suami saya saja yang memesan makanan berat yaitu sop buntut. Saya memesan chicken cream soup dan Egha memesan pisang goreng es krim. Karena hari sudah larut dan kami tiba pk. 21 maka banyak makanan yang sudah habis. Selama menunggu pesanan kami pun asyik berfoto ria.

Ternyata bener, makanan disini enak. Sop buntutnya empuk dan enak bumbunya, berisi 4 potong buntut, disajikan bersama sambal dan emping. Chicken cream soup nya juga enak, gurih dan creamy, tapi agak kekentalan kalau menurut saya, disajikan bersama sepotong roti kering. Giliran pisang goreng es krim datang, Egha panik karena berisi 4 buah pisang goreng kipas tepung panir bersama 2 scoop es krim vanila dan disiram sirup karamel, wah wah bakal kekenyangan nih. Untuk minumannya kami memesan lychee tea, Thai tea dan lemon tea.

Kami mengobrol sampai lupa waktu, pas sadar jam hampir menunjuk pk. 23, saya segera meminta billnya. Selain enak, makanan disini harganya cukup murah. Sop buntut dihargai Rp 50.000, cream soup Rp 25.000, pisang goreng Rp 23.000, minuman lychee Rp 26.000, Thai tea Rp 20.00 dan lemon tea Rp 19.000, tapi belum termasuk pajak 21%.

Hotel ini termasuk kelas bintang 3 tapi sangat recommended, tempatnya bagus dan alami, udaranya segar dan bikin relax, ada jogging and bicycle track, makanannya enak, fasilitasnya lengkap, baik anak-anak dan orang tua pasti senang.

No comments: