Wednesday, December 03, 2014

Harus mampu makan di Soto mie baso Sarodja (***)



Hari Minggu lalu, tenggorokan suami saya sedang gatal dan sakit, sehingga dia pengen makan makanan yang berkuah dan panas. “Soto mie mana yang enak ya ?” tanyanya. Saya jadi teringat, pernah diajak makan siang oleh teman kantor saya di soto mie di daerah Benhil. Langsung saja saya ajak suami makan siang kesana.

Karena baru satu kali saya kesana tapi sangat berkesan, maka saya agak lupa-lupa ingat jalan menuju kesana. Yang pasti kami harus melewati pasar Benhil, lalu lurus terus sampai menemukan Jl. D. Tondano disebelah kiri, dengan papan petunjuk arah ke Pejompongan, lalu belok kiri. Jalan pelan-pelan jangan sampai terlewat karena beberapa meter dari belokan, tempatnya ada disebelah kiri jalan yaitu di Jl. D. Tondano no. 27. Tempatnya sih sederhana sekelas warung tapi mobil-mobil yang diparkir senantiasa berjajar disana, namanya adalah Soto mie & baso Sarodja.

Ketika masuk, pengunjung sudah penuh duduk di bangku dan meja makan panjang. Untung masih tersedia tempat untuk 2 orang dipojokan dekat tembok depan. Gerobak tempat meracik ada dibagian belakang, saya langsung memesan 2 porsi soto mie komplit plus baso, eh suami saya pake tambah nasi putih segala, hmm belum tau dia.

Untuk minumannya kami pesan es jeruk. Ketika datang, es jeruk disajikan digelas berbentuk toples selai, mirip di cafe-cafe. Air jeruknya manis pula dan cukup kental. Ketika soto mie kami datang, wuah isinya banyak banget, disajikan disebuah mangkok yang berukuran lebih besar daripada soto mie biasa.

Isinya super komplit yaitu mie kuning dan bihun, potongan daging sapi yang besar-besar, tidak ada kikil disini, potongan lumpia yang tebal, irisan kol, tomat dan kentang, ditaburi emping, seledri dan bawang goreng, kuahnya banyak dan berwarna keruh. Rasanya jangan ditanya, sudah pasti lezat, dagingnya empuk, porsinya jumbo dan sangat mengeyangkan. Soto mie makin enak bila ditambah perasan air jeruk nipis dan sambal serta dimakan bersama krupuk. Soto mie ini kualitasnya setara bintang 5.


Sehabis makan, baju kami basah oleh keringat, apalagi memang tempatnya tidak ber AC. Tapi pengunjung yang datang tidak berhenti dan dari penampilannya rata-rata orang yang mampu. Orang yang makan disini harus mampu, yaitu mampu menghabiskan porsi yang besar dan mampu membayarnya, karena harga soto mie baso lebih mahal dari biasanya yaitu Rp 35.000, es jeruk Rp 10.000, nasi Rp 5.000 dan krupuk Rp 3.000, jadi total kami makan berdua habis Rp 101.000. Nah mahal bukan tapi kualitas memang tidak bisa menipu. Untung soto mie ini tidak dijual di mall atau hotel, bakal 2x lipat harganya. Bukan orang mampu lagi yang makan tapi pasti orang kaya.

1 comment:

Unknown said...

uenaaak nih sepertinya, harus di coba kalau di bandung mau mampir, rekomen coba juga mie naripan bandung itu enak sebandung raya www.mienaripan.co