Sunday, May 27, 2018

Rangkuman ceramah ustad Khalid Basalamah di Youtube : Dasyatnya doa mustajab


Doa adalah :
-      Memanggil, memohon, menyeru
-      Memanggil, memohon, menyeru kepada yang maha Pencipta untuk menyampaikan isi hati kita (curhat)
-      Merupakan inti ibadah dan sholat adalah doa.

Surat 40 Gafir ayat 60 : Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina".

Janganlah kau minta kepada mahluk (manusia) yang apabila kau minta dia akan marah, tapi mintalah kepada Allah yang bila kau tidak minta maka Dia akan marah.


Tujuan utama Allah memberi cobaan kepada umat nya adalah agar seseorang bergantung dan berdoa kepada Allah.

Maka yang harus difahami adalah :
1.   Doa adalah ibadah. Sehingga doa, baik ada hasilnya maupun tidak, harus tetap dijalankan, tidak ada doa yang sia-sia karena doa yang tidak dikabulkan akan panen pahala dihari kiamat, serta doa merupakan alat komunikasi manusia dengan Allah.
2.   Doa yang dipanjatkan melalui tahapan penerimaan doa. Artinya doa melalui 3 tahapan :
-      Doa langsung dikabulkan saat itu juga
-      Doa tsb tidak dikabulkan tapi orang tsb akan diselamatkan dari musibah yang akan menimpa dia
-      Doa tsb tidak dikabulkan tapi orang tsb akan panen pahala di hari kiamat. Allah tidak mengabulkan doa tsb karena Allah menginginkan kebaikan dari doa yang belum diberikan jawabannya. Sehingga orang tsb mendapat pahala atas doa-doa yang tidak dikabulkan didunia. Pada hari kiamat nanti ada orang yang bingung ketika menerima pahala yang bergunung-gunung. Dan ketika tau bahwa pahala tsb dari doa-doa dia yg tidak dikabulkan maka saat itu dia berharap bahwa semua doa nya dulu tidak ada yang dikabulkan.

Syarat doa dikabulkan :


1.   Ikhlas. Lawan dari Riya (ibadahnya ingin dipuji manusia) dan Ujub (membanggakan ibadahnya)
Surat 7 Al Araf ayat 29 : Katakanlah: "Tuhanku menyuruhku  berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap salat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepadanya sebagaimana kamu diciptakan semula.
”Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, yang kaya lagi menyembunyikan ibadahnya.”
2.   Tahmid (puji-pujian kepada Allah) dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW
Karena doa akan terhijab selama belum didahului oleh tahmid dan salawat nabi. Salawat nabi yang paling sederhana : Alhamdulillah wassholawatu wassalaamu ‘ala Rasulillah
3.   Khauf (takut kepada Allah) dan Tamak terhadap rahmat Allah
Lebih baik berdoa minta dipertahankan nikmatnya dibandingkan berdoa minta dihilangkan musibah yang menimpanya.
Kenalilah Tuhanmu saat kamu senang maka Allah akan mengenali mu saat kamu sedang susah.
Khauf : takut kepada Allah bila tidak berdoa maka Allah akan menghukumnya
Surat 7 Al A’raaf ayat 56 : Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya, rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.
4.   Menggunakan asmaul husna
Surat 7 Al A’raf Ayat 180 : Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
5.   Makan minum pakaian yang halal.
Taubat : akan hilang hukum di akherat tapi hukuman di dunia tetap ada karena semua dosa itu ada pembersihannya.
6.   Tidak meminta yang haram
7.   Muslim. Karena doa orang non muslim tidak akan diterima kecuali dia dalam keadaan terdzolimi.
8.   Tidak tergesa-gesa baik dalam ucapan kalimatnya dan menunggu jawaban doa dari Allah. Karena dijabahnya doa oleh Allah sesuai dengan perhitungan kehidupan manusia, ada prosesnya.
9.   Maksimalkan waktu dan tempat mustajabnya doa.

Tempat yang mustajab untuk berdoa :

1.   Multazam yaitu antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.
2.   Masy'aril Haram yaitu Arafah, Muzdalifah, Mina
3.   Minum air zam zam ditempat. Jangan hanya minta kesembuhan tapi mintalah sesuatu yang besar misalnya minta husnul khotimah

Waktu yang mustajab untuk berdoa :

1.   1/3 malam yaitu 1/3 malam antara waktu magrib – subuh, misal magrib pk. 18 dan subuh pk. 4.30 bila dibagi 3 = 3,5 jam maka 1/3 malam adalah antara pk. 1 – 4.30
2.   Saat sujud yaitu saat sholat sunnah, bukan sholat fardhu karena bacaan/doa sholat fardhu harus sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.
3.   Sebelum salam, setelah tahiyat akhir yaitu saat sholat sunnah, bukan sholat fardhu karena bacaan/doa sholat fardhu harus sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.
4.   Saat berpuasa dan yang paling mastajab adalah saat berbuka puasa
5.   Musafir sangat jarang ditolak doanya
6.   Saat hujan turun karena rahmat Allah sedang turun
7.   Saat perang berkecamuk
8.   Antara azan dan iqomah
9.   Doa orangtua kepada anaknya : menggunakan kalimat yang santun dan baik
10.                Doa anak untuk orangtuanya yaitu doa anak yang sholeh yang selalu mendoakan orangtuanya, berdasarkan hadist : Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”
11.                Doa seorang muslim untuk muslim lainnya, bila dilakukan dibelakangkan nya secara sembunyi sembunyi.
12.                Pada hari Jumat, ada 2 waktu yang mustajab :
-      Saat khotib/imam sholat Jumat sedang duduk di khutbah kedua sampai diiqomahkan sholat Jumat
-      Bada ashar – terbenam matahari

Permasalahan-permasalahan dalam berdoa adalah terlambatnya jawaban doa : Sesungguhnya bila Allah mendengar doa yang indah dari hambanya maka Allah sengaja menterlambatkan (jawabannya) agar hambanya itu tetap dalam doanya.

Ø  Contoh kisah doa nabi Zakaria yang sangat unik :

-      Dalam surat Surat Maryam Ayat 2-10 :
2. (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,
3. (yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.
4. Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh (semua) tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, Ya Tuhanku.
5. Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu,
6. yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Ya'qub; dan jadikanlah dia, Ya Tuhanku, seorang yang diridhai.”
7. (Allah berfirman), “Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.
8. Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana aku dapat mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?”
9. (Allah) berfirman, "Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, "Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali.”
10. Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” Allah berfirman, "Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.”

-      Surat 21 Al Anbiya Ayat :
89. Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.”
90. Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami.

-      Surat 3 Ali Imran Ayat 38-41 :
38. Di sanalah Zakariya berdoa kepada Tuhannya, dia berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa".
39. Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan shalat di mihrab, "Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan kalimat (firman) dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi di antara orang-orang saleh".
40. Dia (Zakariya) berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak, sedang aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?". Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."
41. Dia (Zakariya) berkata, "Ya Tuhanku berilah aku suatu tanda". Allah berfirman: "Tanda bagimu, adalah bahwa engkau tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu banyak-banyak, dan bertasbihlah (memuji-Nya) pada waktu petang dan pagi hari".

Artinya :
Ketika Allah menterlambatkan jawaban doa nabi Zakaria, tapi tidak ada yang mustahil bagi Allah untuk mengabulkan doa nabi Zakaria, doa nabi Zakaria hanya meminta “keturunan yang baik” tapi Allah memberikannya plus-plus (lebih dari yang diminta) yaitu :
-      Anak laki-laki
-      Bernama Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya
-      Memperbaiki keadaan istrinya yang : mandul bisa mengandung, tua tapi menjadi kuat, pemarah/emosional menjadi lebih baik.
-      Yahya apabila sudah besar menjadi orang yang mempercayai Allah
-      Dan menjadi tuan, raja, nabi, diantara orang-orang yang sholeh

Ø  Contoh kisah Nabi Ayub yaitu nabi yang tidak pernah marah, paling sabar.

Semua laki-laki ahli syurga akan dibangkitkan dalam keadaan :
-      Postur tubuh seperti nabi Adam : tinggi 60 siku ke langit sekitar 27,5 meter
-      Wajah seperti nabi Yusuf
-      Hati seperti nabi Ayub yaitu sabar

Nabi Ayub ketika menikah umur 30 th dan istrinya 20 th, menikah selama 20 tahun, beliau tidak pernah diberi cobaan, selalu dalam kenikmatan, dia seorang raja yang kaya dan gagah, memiliki 12 anak. 

Pada usia ke 51 beliau menerima cobaan yang ditimpakan kepada beliau selama 3 hari :
-      Pada hari pertama, dia menerima cobaan : kena penyakit kusta yang parah dan menural hingga hilang kegagahannya dan kekuatannya, sehingga semua kaumnya meninggalkannya karena takut menular, sehingga tinggallah istri dan anaknya.
-      Pada hari kedua, dia menerima cobaan : 12 orang anaknya sedang makan dan atap bangunan rubuh menimpanya dan seketika semua anaknya mati
-      Pada hari ketiga, dia menerima cobaan : Semua perkebunan dan peternakannya habis kena hama dan badai, hanya milik nabi Ayub saja yang kena sedangkan punya kaumnya tidak kena.

Setelah 20 tahun beliau mengalami cobaan, untuk pertama kalinya beliau berdoa : Surat 21 Al Anbiya Ayat 83-84 :
83. Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”
84. Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.

Nabi Ayub pada usia 71 th dijabah doanya, dihilangkan semua cobaannya dan dikembalikan kenikmatannya dan dilipatgandakan dalam waktu 3 hari :
-      Pada hari pertama : Keluar mata air dibawah ranjangnya dan dipakai mandi oleh nabi Ayub sehingga beliau sembuh dari penyakitnya, fisiknya lebih sehat daripada sebelumnya, 20 th yang lalu.
-      Pada hari kedua : Kaumnya mengetahui kesembuhan nabi Ayub dan semua kaumnya datang dengan membawa hartanya masing-masing, diberikan kepada nabi Ayub sehingga kekayaaan nabi Ayub double, lebih kaya daripada sebelumnya, 20 th yang lalu.
-      Pada hari ketiga : Istrinya yang berumur 60 th hamil dan melahirkan anak kembar setiap tahunnya sehingga jumlah anaknya mencapai 24 orang.

Doa-doa yang dianjurkan untuk dibaca :

1.    Ya Allah, Aku meminta kepada-Mu kebaikan yang diminta oleh hamba & Nabi-Mu Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang hamba dan Nabi-Mu berlindung kepada-Mu darinya. Dan Engkau tempat kami bergantung dan hanya dari Engkaulah penerimaan doa itu.
2.   “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan seluruhnya yang disegerakan (di dunia) maupun yang ditangguhkan (di akhirat), yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan seluruhnya yang disegerakan (di dunia) maupun yang ditangguhkan (di akhirat), yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui.
3.   “ Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu ”