Wednesday, July 11, 2018

Wisata Kuliner Penang - KL, Malaysia


Libur lebaran tahun ini kami pergi ke Penang, rencananya ingin medical check untuk suami, tapi sekalian jalan-jalan dong. Dari Penang dilanjutkan ke KL. Saran saya bagi turis yang baru pertama kali pergi ke negeri orang, sebaiknya memakai tour travel agar lebih maksimal dalam mengexplore wisata negeri tsb. Tapi karena tujuan utama kami adalah medical check up maka tak banyak pengalaman wisata yang dapat saya ceritakan. Berikut masih ada hasil wisata kuliner yang layak saya bagikan.

Restoran Mohammed Raffee Nasi Kandar (***)
No. 295, Burma Road, Pulau Tikus, Georgetown, Penang



Kuliner khas Penang yang paling terkenal adalah Nasi Kandar yaitu nasi polos atau nasi berbumbu yang disiram kuah kari dan disajikan bersama lauk pauk. Nasi Kandar dibawa dan dipopulerkan oleh pedagang muslim India. Nasi Kandar banyak bertebaran di Penang tapi yang paling terkenal katanya Restoran Mohammed Raffee, Burma Road no. 295, Pulau Tikus, Georgetown. Kebetulan lokasinya dekat dengan hotel tempat kami menginap di Berjaya Penang Hotel, 1-Stop Midlands Park, Burmah Road 10350 Georgetown.



Dari hotel kami pergi naik grab, tak begitu lama kami pun sampai di lokasi. Tempatnya berupa rumah makan sederhana di area pertokoan dan letaknya paling pojok. Bagian depan resto adalah tempat dan etalase makanan, persis RM Padang. Pengunjung sudah antri mengular menuju etalase tsb. Ruang makannya sudah tidak cukup menampung pengunjung sehingga disusunlah meja dan kursi plastik dihalaman depan resto ini.



Setelah beberapa menit bergabung dalam antrian, tibalah giliran kami. Tanpa ditanya kami langsung diberi nasi briyani karena nasi putihnya sedang habis. Saya lihat pilihan lauk pauknya sudah menipis. Nyaris semua lauk berendam kuah gulai. Lauk yang masih banyak tinggal ayam goreng dan ayam gulai, sehingga saya memilih ayam goreng dan suami memilih ayam gulai. Saya anti makan nasi basah, sehingga nasi saya tidak disiram kuah gulai. Kalau suami, nasinya disiram kuah gulai berwarna coklat dan diberi sayur okra. Untuk minumannya kami pesan teh tarik.



Porsi nasi kandar ini luar biasa, nasinya banyak sekali dan ayamnya super besar, idealnya untuk makan berdua juga kenyang. Nasi briyani terasa berempah, enak dan empuk, memakai beras basmati yang berbentuk panjang. Ayam gorengnya berwarna merah, tapi tidak pedas, melainkan terasa gurih dan berempah, berselimut tepung tipis, mirip KFC rasa ori versi lebih enak. Sedangkan ayam gulai, dagingnya empuk dan lembut, bumbunya pun sudah meresap kedalam daging.



Sudah sepantasnya hidangan ini membuat pengunjung antri setiap saat. Selain nasi kandar, tersedia juga menu lain seperti roti bakar, roti canai, roti paratha, mee, dll tapi mayoritas pengunjung kesini untuk makan nasi kandar.

Nasi Kandar Pelita (***)
No. 113, Jalan Ampang, Kuala Lumpur

Saya pernah melihat foto Nasi Kandar Pelita di IG, kelihatannya enak banget. Maka begitu tiba di KL, makanan pertama yang kami cari adalah Nasi Kandar Pelita. Kami menginap di Hotel Capitol, Jalan Bulan, Off Jalan Bukit Bintang. Daerah Bukit Bintang ini lalu lintasnya padat, banyak hotel disini dan merupakan area pusat perbelanjaan.


Kami naik grab menuju Nasi Kandar Pelita di Jalan Ampang no 113. Lokasinya sudah dekat dengan Menara Kembar Petronas. Jadi kalau kita melihat keatas dari halaman depan resto Nasi Kandar Pelita ini, terlihat gedung icon kota KL ini bersinar dengan indahnya dimalam hari.


Resto Nasi Kandar Pelita memiliki bentuk bangunan yang besar dan luas, ruangannya terbuka, memakai kipas angin, memiliki tempat parkir yang luas, daya tampung pengunjung banyak dan buka 24 jam.



Cara pesan nasi kandar semuanya sama yaitu langsung datang ke etalase makanan yang terletak di paling depan dan langsung pilih lauknya. Keistimewaan nasi kandar ini, pilihan lauk pauknya banyak dan beragam. Tapi saya kembali memesan nasi briyani tanpa kuah kari, ayam goreng plus kremesan, sesuai gambar yang saya temukan di IG. Sedangkan suami memesan nasi putih disiram kuah kari, ikan goreng dan 4 jenis sayur.


Dengan menu yang sama dengan Mohamed Raffee, saya bisa bandingkan dan menilai bahwa Nasi Kandar Pelita nyaris sama enaknya, tapi nasi dan ayam goreng Mohamed Raffee terasa lebih kuat rempahnya. Kelebihan Nasi Kandar Pelita adalah tempatnya yang luas dan bersih, serta banyak pilihan makanan.



Selain nasi kandar, resto ini memiliki counter-counter makanan yang menyediakan roti canai, roti bakar, martabak, nasi dan mee goreng, thosai dan tandoori corner seperti kebab, naan, paratha dan tikka, keadaannya mirip dengan foodcourt. Kapanpun turis dan warga KL bisa makan enak disini.

Salon Du Chocolat (***)
Gurney Paragon 163-D, Gurney Dr, Georgetown, Penang

Saat di Penang, lokasi hotel kami dekat dengan Gurney Paragon mall. Mall tsb bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau grab atau bis Rapid Penang. Disana saya menemukan 4 toko es krim yaitu Haagen dazs, Magnum, Baskin Robbins dan Utterly dan 2 toko coklat yaitu Godiva dan Salon Du Chocolat.


Saat melihat Salon Du Chocolat, mata kami berbinar-binar. Salon Du Chocolat adalah cafe yang menyajikan berbagai hidangan terbuat atau disajikan bersama coklat. Di Jakarta belum ada cabangnya, jadi kami tertarik untuk masuk kesana. Tempatnya tidak begitu besar, kapasitas ruangan terbatas, sehingga disusunlah meja-meja diteras depan cafe ini.

Menu yang tersedia disini adalah crepe, waffle, pancake, baked stuff atau segala kue yang dipanggang, es krim, aneka minuman, semuanya serba coklat, tapi yang paling istimewa adalah fondue.



Fondue adalah potongan kue, buah dll yang dicelupkan kedalam coklat cair. Coklat cair tsb didapat dari mesin air mancur coklat fondue atau chocolate fondue fountain yang berukuran besar dan terletak dibagian depan etalase toko. Terdapat 3 chocolate fondue fountain yang berisi milk, dark dan white chocolate.


Kami memesan 3 rasa coklat cair tsb, rasanya wah memang nikmat membius, saat tercecap dilidah, rasanya ingin tersenyum terus. Coklatnya asli kualitas premium tanpa tambahan perasa lainnya. Yang paling enak adalah dark chocolate, sedangkan milk chocolate lebih manis dan white coklat lebih manis lagi. Hmm kapan ya Salon Du Chocolat ada di Jakarta ?

The Little Nyonya Cuisine (***)
Gurney Plaza, 170, Gurney Dr, Pulau Tikus, George Town, Penang  


Selain Gurney Paragon, ada lagi Plaza Gurney yang lokasinya dekat dengan tempat kami menginap. Disini kami sempat makan siang di The Little Nyonya Cuisine yaitu resto yang menyajikan makanan peranakan. Sejarah makanan peranakan berasal dari orang Cina yang berimigrasi ke Malaka, menikah dengan dengan warga Melayu, yang laki-laki Cina disebut Baba, yang perempuan Melayu disebut Nyonya, sehingga lahirlah makanan peranakan yaitu makanan hasil perpaduan gaya masakan Cina & Melayu.



Menu makanan disini sangat beragam, ada puluhan menu yang tersedia. Dimulai dari snack appetizer, masakan sayuran, ayam, ikan, cumi, udang, daging, clay pot, set nasi, cheese baked rice / spaghetti, mie, Japanese ramen, spaghetti, western food, dessert, minuman kopi, teh, milk shake dan jus.


Selama ada western food, saya pasti pesan itu. Saya pilih chicken chop with black pepper gravy. Suami saya penggemar nasi, memesan Black pepper beef with butter fried rice, tambahannya adalah sambal tumis prawn.


Chicken chop with black pepper gravy adalah ayam goreng tepung yang disiram saus black pepper disajikan bersama kentang goreng, mayones dan saus tomat serta mashed potato yang disiram saus coklat. Saya suka makanan ini, ayamnya enak, garing dan gurih, saus black peppernya berlimpah tapi agak manis, mashed potato dengan saus coklat terasa pas, enak dan lembut. Hidangan lainnya juga oke. The Little Nyonya Cuisine boleh lah menjadi alternatif makanan halal selama di Malaysia.

Seoul Garden (***)
Gurney Plaza, 170, Gurney Dr, Pulau Tikus, George Town, Penang  

Keesokan harinya kami kembali ke Gurney Plaza untuk makan siang. Kali ini kami masuk ke Seoul Garden karena ada logo halal disana. Rupanya resto ini menyajikan 2 in 1 grill & steamboat all you can eat. Lucunya all you can eat tapi belum termasuk minuman, jadi ada lagi charged untuk minuman refillable dan charged untuk soup steamboat.


Makanannya sih enak dan banyak pilihannya sampai puluhan jenis. Aneka daging, ayam dan seafood di marinated dengan bumbu ala Korea dan Asia lalu kita grill sendiri di meja. Sedangkan pilihan sayur untuk steamboat kurang banyak jenisnya. Selain bahan makanan untuk grill dan steamboat, tersedia juga aneka makanan matang seperti gorengan, sushi, dll. Kemudian tersedia aneka bahan makanan untuk meracik salad sendiri, aneka bahan makanan untuk meracik dessert es campur serta beberapa variant rasa ice cream.

Mengenai harganya berbeda-beda menurut waktu makan siang/malam, untuk dewasa/pelajar/member dan untuk weekday/weekend & holiday. Di Indonesia sudah ada cabang tapi jauh di Medan hahaha...

Sakae Sushi (***)
Queensbay Mall, 100, Persiaran Bayan Indah, Pulau Pinang

Bosen bolak balik makan di Gurney Paragon dan Gurney Plaza, kami bertiga bersama teman suami, kembali naik grab ke Queensbay Mall di Bayan Lepas. Mall ini besar dan luas, tapi karena kami datang kemalaman, khawatir mall keburu tutup, maka tidak bisa lama-lama survey mencari tempat makan. Ketika kami bertemu dengan resto Sakae Sushi, setelah ditanyakan ternyata tidak mengandung pork, kami langsung masuk kesini. Sayangnya mereka tidak ada yang mengerti mengenai mirin, jadi saya agak waspada dalam memesan menu.



Resto yang memiliki logo katak hijau ini memiliki conveyor belt atau ban berjalan yang mengelilingi meja pengunjung, mengantarkan aneka sushi dan appetizer yang disajikan diatas piring yang berbeda-beda warnanya berdasarkan harga. Menu andalan disini tentunya sushi, tapi karena saya yakin semua sushi pasti memakai mirin, maka saya memesan menu lainnya. Tersedia berbagai pilihan lezat dari appetizer, salad, shirumono atau sup, agemono atau gorengan, sashimi, yakimono atau hidangan yang dipanggang, pizza, nabemono, tempura, mie Jepang (ramen, soba dan udon), donburi dan bento.



Saya tertarik memesan soba dengan topping kepiting soka, suami saya memesan tempura udon, teman suami memesan nabe udon dan cheesy volcano maki karena memang dia bukan muslim, tambahannya adalah agedashi tofu dan chuka wakame.


Untuk minumannya kami pesan hot tea yaitu Genmaicha atau teh beras yaitu teh hijau beras Jepang yang terdiri dari teh hijau yang dipadukan dengan beras panggang sehingga ketika diminum teh hijau akan mengeluarkan aroma beras panggang.



Pesanan saya bernama goma soft shell crab cha soba yaitu mie yang terbuat dari tepung gandum, berwarna hijau dan ditaburi wijen, disajikan kering dan dingin bersama kepiting soka goreng. Rasanya unik juga makan mie dingin, tapi mengenyangkan perut karena kandungan gandum dalam soba terasa padat. Untuk makanan lainnya saya tidak mencobanya, kecuali chuka wakame, rumput laut gurih yang saya suka sekali.

FOTO DIBUANG SAYANG


Gurney Paragon Mall
Pemandangan dari jendela kamar Hotel Berjaya Penang
Gurney Paragon Mall

Nobar FIFA World Cup 2018 depan Pavillion KL

MRT

Masjid Putra - Putrajaya

Masjid Putra - Putrajaya

Masjid Putra - Putrajaya

Air mancur Menara Petronas

Menara Petronas

No comments: