Thursday, July 30, 2009

ULASAN KULINER : SAM’S STRAWBERRY CORNER (***)


“Dear friends, ditunggu di lobi pk. 11.45, tiada kesan tanpa kehadiranmu” begitulah bunyi email dari seorang temen kantor ku, yang baru kemaren ultah. Wah tumben-tumbennya nih doski traktir. Yang diundang banyak pula, 16 orang. Rezeki memang gak lari kemana. Tapi judul emailnya kok “bakmi strawberry” sih ? Baru denger. Apa enaknya ya ? Gimana caranya strawberry dibuat bakmi ? Kok aku gak tau ya, padahal katanya tempatnya di jl. Cipaku. Wah gak gaul nih, padahal aku suka dijuluki ratu kuliner, tapi tumben ketinggalan berita.
Akhirnya jam makan siang pun tiba, kamu pun bergegas menuju lobi dan mencari taxi. Tapi sang empunya hajat ngak bareng nih. Untung udah dikasih alamatnya, Jl. Cipaku IV. Rute yang ditempuh dari BEI adalah melalui jl. Wolter Mongonsidi, lalu ke jl. Cikajang, lalu belok ke jl. Cipaku IV, rupanya dipaling ujung sekali, belokan ke jl. Wijaya I. Dari jauh sudah terlihat antrian mobil yang parkir. Kami pun segera berhenti di sebuah rumah, yang mana beranda depannya telah dijadikan tempat makan. Sebuah plang nama ditempel ditemboknya, yaitu : SAM”S,strawberry corner. Ooo…ini sih Strawberry corner cabang Bandung yang sudah terkenal itu. Tapi terus terang aku memang gak tertarik mencobanya, karena diotakku terbayang semangkuk mi ayam berwarna merah, karena mengandung strawberry. Heem under estimated.
Kertas menu yang disodorkan pelayan berisi : Mi yamien manis & asin, bisa pake baso, pangsit, babat & ceker, lalu ada siomay, minumannya tentu jus strawberry, pake susu atau ngak, strawberry leci, milk shake, dan berbagai minuman ringan lainnya. Tersedia juga strawberry cream cheese.
Sedangkan pilihan ku adalah mi yamien asin dengan pangsit & (tentu) ceker, serta minuman strawberry leci. Temenku yang lain kebanyakan pesan mi yamien manis, dan semua pesan pake ceker, serta semua pesan jus strawberry biasa.
Sambil menunggu pesanan yang datang, banyak sekali pengunjung yang terus berdatangan, padahal tempat makannya hanya terbatas diberanda depan rumah saja. Andaikan ruang didalam rumah dibuka, maka akan lebih terasa leluasa. Kami pun terpisah menjadi 2 meja, yaitu kelompok anak cewe dan anak cowo.
Untunglah pesanan kami segera tiba. Tanpa banyak bicara, segera kami santap. Nah ini dia keistimewaannya. Pesenan ku mi yamien asin pangsit ceker adalah mi ayam biasa yang berwarna putih, lalu ditaburi potongan daun bawang & bubuk ayam, kusebut bubuk karena ayamnya disuwir hingga halus sekali sehingga menyerupai bubuk, lalu diberi topping kripik ceker, serta tidak diberi sayur sawi seperti ditempat lain. Kami pun berseru, ooo…rupanya kripik ceker bukan ceker kuah. Karena kami membayangkan akan diberi semangkuk ceker dalam kuah mi. Memang bener-bener beda dengan yang lain. Kami pun segera menyuap mi dan rasanya heem enak, rasa mi yang gurih serta asin klop dengan renyahnya kripik ceker. Mi yang disajikan tidak berbentuk gepeng, atau keriting, melainkan mi lurus biasa, yang rasanya empuk. Cuma ayamnya saking halusnya, ya kurang terasa sih. Walaupun begitu secara keseluruhan mi yamien ini enak dan semua orang menghabiskannya tanpa sisa. Bahkan ada yang nambah, anak laki tentunya dong. Tapi anak cewe nambah sepiring siomay isi 6 potong, buat dimakan rame-rame. Anak lelaki pun ngiri dan nambah sepiring siomay isi 8 potong. Kacau. Siomaynya enak, empuk dan terasa ikannya. Tapi bumbu kacangnya, buat aku ya pedes banget, gak kuat, banyak biji cabenya, akhirnya kucocol kecap manis aja. Untunglah minuman pesenan ku adalah strawberry leci, karena selain rasanya menjadi lebih manis, dan tentu lebih enak dong dibanding jus strawberry biasa, ukuran gelasnya pun yang lebih besar, 2 x lipat jus strawberry biasa. Horee, rasa pedas pun teratasi.
Alhamdulillah kenyang banget nih, dan keringetan, maklum AC alam. Maunya sih kita berleha-leha dan mengobrol dulu. Maklumlah walaupun kami 1 bagian finance accounting, tapi kalau sehari-hari sih sibuk kerja, jarang banget ngobrolnya. Tapi apa daya, antrian pengunjung semakin panjang, kasian kepanasan diluar. Segera kami minta bill nya dan o ow, jumlahnya Rp 641.000, mana mesti cash lagi. Ini gara-gara kami kalap, karena selain nambah siomay, kami pun makan beberapa bungkus krupuk, 1 rujak honje, serta beberapa teh botol. Harga mi nya sendiri sih antara Rp 15.000-19.000, siomay nya Rp 4.000 / potong. Jus strawberry nya @ Rp 10.000 tapi punya ku Rp 15.000. Yah wajar sih.
Ternyata rumah makan ini sudah cukup lama berdiri loh, cuma akunya aja yang gak gaul. Alamatnya Jl. Cipaku IV no 25 (belokan jl. Wijaya I) Kebayoran baru, telpon 021 7122 6779 / 0813 2128 5260. Ada tulisan halal nya. Nah kan nambah lagi list kuliner favorite.

No comments: