Tuesday, January 07, 2014

Perubahan raut wajah di Ootoya (***)






Jumat malam lalu saya dijemput suami ketika pulang kantor. Seperti biasa agenda sebelum pulang adalah makan malam. Kami langsung menuju Lippo Mall Kemang Village di Jl. Pangeran Antasari. Di mall tsb terdapat Al fresco dining atau area  nyaman untuk bersantap dan bersantai di ruang terbuka. Berbagai macam resto berjajar di area ini, dari lantai dasar sampai lantai atas. Kami berjalan menyusuri tempat ini, akhirnya kami menjatuhkan pilihan ke makanan Jepang diresto Ootoya.

Dengan semangat saya merekomendasikan makanan di Ootoya kepada suami saya. Pasalnya saya pernah makan di Ootoya Pacific Place, seberang kantor saya, ditraktir bos. Melekat dalam ingatan saya, bahwa masakan disana enak sekali, dessertnya juga menggiurkan. Tapi tidak mungkin saat itu saya foto-foto makanannya, apalagi bikin reviewnya. Nah sekarang mumpung abis gajian, ada promo CIMB Niaga 20%, suami mulai tersenyum kepada saya sambil berkata “terima kasih sebelumnya Yang”, tanda minta ditraktir oleh saya sebagai pemegang cc Niaga. Iiihh..

Menu di Ootoya jauh berbeda dengan menu diresto Jepang kebanyakan. Karena Ootoya menyajikan The Authentic Home Cooked Japanese Food, artinya hanya menyajikan masakan Jepang rumahan yang biasanya dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat Jepang. Terus terang kami berdua tidak familier dengan menu-menu disini. Padahal didalam daftar menu terdapat pula gambar masing-masing menu tsb, sehingga kami bisa melihat penampakan dari menu-menu yang tersedia. Jangan mencari menu fusion sushi, takoyaki, ramen, tempura, shabu-shabu, yakiniku, teppanyaki, dll. Sebab yang ada adalah berbagai masakan ikan, ayam, daging yang disajikan bersama sayur-sayuran sehat.

Nah saya sudah punya rencana nih, disini menu dessertnya kan menggiurkan, jadi saya berencana tidak mau makan yang terlalu berat, tanpa nasi, karena saya mau pesen seporsi dessert, sehingga saya memilih salad bernama negi sauce serta dessert anmitsu maccha. Suami saya si penggemar daging memesan kimuchi tei set, eh dia ngga mau kalah, memesan dessert juga yaitu banana parfait. Wah makan besar kita malam ini.

Kimuchi tei set adalah daging yang dimasak bersama kimchi dan disajikan diatas hotplate. Setnya adalah nasi, miso sop, tumis umbi-umbian serta acar. Kimchi adalah sayuran sawi putih yang difermentasi dan bercitarasa pedas. Rasanya wuah enak banget, dagingnya empuk, bumbu kimchi yang royal dan bercitarasa asam pedas sudah meresap ke daging. Citarasa masakan ini membuat makan menjadi semakin berselera.

Pesanan saya adalah negi sauce yaitu salad yang berisi irisan daun kol, aneka daun lettuce dan brokoli, diatasnya diberi daging ayam goreng tepung dan potato salad. Pelengkapnya adalah negi sauce yaitu semacam kecap asin Jepang. Wah enak banget, daging ayamnya gurih, empuk, garing diluar dan lembut didalam. Sayuran yang dicocol dengan negi sauce rasanya berubah drastis, dari hambar menjadi gurih. Kombinasi sajian ini citarasanya saling melengkapi. Tapi apabila saucenya disiram semua keatas salad, pasti keasinan.

Setelah menghabiskan menu utama sampai ludes, sekarang giliran dessertnya. “Disini semua ice cream adalah bikinan sendiri” jelas sang waitres. Saya paling suka kombinasi ice cream maccha dan red bean. Maka tidak salah apabila saya memilih Anmitsu maccha. Yaitu dessert yang berisi ice cream maccha, pasta red bean, jelly, moci dan susu soya. Pelengkapnya adalah semacam sirup karamel. Karena takut kemanisan, saya menuang sirup sedikit demi sedikit. Tapi ternyata keseluruhan rasanya tidak begitu manis, sehingga saya menuangkan seluruh sirupnya. Biasanya rasa ice cream maccha yang agak pahit begitu dominan, tapi didalam dessert ini, perpaduan semua bahan menjadikan rasa yang seimbang, tidak ada yang menonjol, dinetralisir oleh susu soya.

 Terakhir dessert Banana parfait yaitu dessert yang berisi potongan pisang, potongan sponge cake, cream dan ice cream kopi lalu disiram strawberry sauce. Sayangnya ice cream kopi diganti menjadi rasa vanila oleh suami saya, sehingga rasa dessert yang seharusnya semarak dan istimewa menjadi berkurang. Saya bukan penggemar pisang, jadi saya kurang antusias dalam mencicipi dessert ini. Tapi yang pasti semua masakan disini enak dan terbukti tak ada yang tersisa.


Suami saya tertawa melihat perubahan wajah saya yang berkerut ketika menerima bill makanan. Ya iyalah, bagaimana ngga berkerut wong harga Kimuchi tei set Rp 114.000, Negi sauce Rp 59.000, Anmitsu maccha Rp 30.000, Banana parfait Rp 38.000 serta Lychee iced tea Rp 29.000. Biarpun sudah diskon, tetep saja bikin tongpes.

No comments: