Sunday, January 08, 2012

Kuliner Cirebon


Nasi Lengko
Garang Asem




Ayam Bahagia
Garang Asem

Ayam Bahagia
Ayam Bahagia

Sere Manis

Sere Manis


The Baked Goods


The Baked Goods


The Baked Goods
The Baked Goods

The Baked Goods
Sere Manis




The Baked Goods
Kalau ada libur lebih dari 2 hari gatal rasanya kalau tidak pergi. Jadi ketika ada tambahan libur sehari setelah Natal, suami saya mendadak ngajak pergi ke Cirebon, pada hari Minggu jam 1 siang, langsung cari tiket kereta api dan hotel serta rencana pulang hari Senin. Kebetulan hari Sabtu ada tamu, lalu hari Minggu pagi pun ada tamu lagi. Setelah tamunya pulang, kami siap-siap pergi makan siang keluar, eh entah mengapa dia malah terinspirasi pergi ke Cirebon dan langsung telpon sana sini untuk mencari tiket kereta api dan hotel. Dan dimulailah petualangan kami.



1.    Makan siang di Pondok Hijau Garang Asem, Jl. RS Fatmawati no. 12 Jak Sel (*)

Sebelum pergi ke Gambir, lunch dulu dong. Kebetulan kami teringat sebuat rumah makan baru di jl. RS Fatmawati yaitu Garang Asem yang belum kami coba. Rumah makan ini bernuasa hijau daun sehingga diberi nama Pondok Hijau. Ada 3 jenis garang asem yang tersedia yaitu garang asem iga, ikan & ayam kampung. Selain itu ada juga masakan jawa lainnya seperti ayam goreng / bakar, pecel, tempe tahu, dll. Suami saya memesan garang asem iga sedangkan saya memesan ayam goreng saja, karena takut tidak doyan, ditambah tahu sambal kecap serta minuman jus kedondong jeruk.
Didalam buku menu tertulis : “ Spesial menu Garang Asem, masakan khas Jawa Tengah, dimasak dengan cara dikukus memakai daun pisang, tanpa micin, tanpa minyak, tidak berkolestrol, rasanya asam gurih seger pedas, bisa juga tidak pedas, dan mak nyuuus. Khasiat blimbing wuluh mengobati darah tinggi, asam urat.”
Tak berapa lama hidangan pun diantar ke meja kami. Yang belum tau masakan garang asem itu apa, mari saya jabarkan.
Sebuah mangkuk bening beralaskan daun pisang berisi potongan daging iga tanpa tulang dengan bumbu bumbu : belimbing wuluh, tomat hijau, daun salam, sereh, lengkuas, bawang merah dan putih serta cabe rawit, dimana semua bumbu tsb masih terlihat utuh atau dipotong besar-besar, serta berkuah bening.
Ketika ku cicipi, daging terasa empuk, rasa kuahnya sesuai kata iklannya yaitu “asam gurih seger pedas” tapi dengan katagori sopan sehingga semua kalangan bisa menikmati hidangan ini dengan nyaman baik di lidah maupun di perut.
Cara memasaknya sebenarnya gampang saja, yaitu daging direbus dengan bumbu dan rempah tersebut diatas. Setelah daging matang dan empuk, tuangkan kedalam mangkok daun pisang lalu dikukus sehingga aroma daun pisangnya menguarkan wangi harum menggugah selera, hmm…
Tahu sambal kecapnya cukup istimewa di lidah. Yaitu 3 potong tahu putih berbentuk kotak, lalu diatasnya dikerat vertical horizontal, lalu digoreng hingga berwarna kecoklatan, dihidangkan bersama kecap yang diberi irisan cabe rawit dan bawang, rasa tahu nya patut di acungi jempol, asli, enak dan lembut.
Yang terakhir, yang juga istimewa yaitu jus kedondong jeruk, rasanya manis dengan semburat rasa asam segar, jauh dari rasa kecut, hmm enak.
Secara keseluruhan penilaian rumah makan ini bagus, baik dalam kualitas dan rasa makanan, kerapihan dan kebersihan ruangan, pelayanan sopan dan cepat. Mengenai harganya standard saja yaitu Rp 35.000 untuk garang asem, Rp 17.000 untuk ayam goreng, tahu Rp 5.000 dan Rp 12.000 untuk jus nya. Ditambah nasi, krupuk, teh, dll lalu dikurangi diskon grand opening, maka kami cukup membayar Rp 65.250 saja.
Nah buat penggemar masakan jawa, rumah makan ini bisa menjadi alternative baru.

2.    Makan malam Nasi Lengko & sate kambing H. Barno jl. Pagongan Cirebon (**)

Berangkat ke Cirebon dengan kereta api Argojati pada pk 17.15, AC di stel pol dinginnya. Rasa lapar mendera kami. Walaupun begitu kami tahan, jangan sampai makan di kereta api, sebab rencana kami ingin segera makan malam di kota Cirebon. “Tapi jangan makan nasi jablang yah” kata suami ku, “kan sudah pernah, kita coba makanan yang lain” ajaknya. Saya sih menurut saja, kan dia yang sudah menguasai lapangannya.
Becak yang membawa kami dari stasiun kota Cirebon diarahkan suami menuju jalan Pagongan. Rupanya disana ada sebuah warung berjudul Nasi Lengko H. Barno. Saya sama sekali tidak memiliki bayangan seperti apa hidangan tersebut. Jadi saya pasrah saja ketika suami saya memesannya. Rupanya disini tersedia juga sate. Tapi sayangnya hanya tersedia sate kambing saja. Mata saya langsung mendelik, jangan sampai dia makan sate kambing, bisa bengkak tuh kakinya kena asam urat. “Sate kambingnya untuk ku saja ya 5 tusuk” kataku “Tapi kamu jangan makan ya” pesanku.
Walaupun bisa dimasukkan kedalam kategori warung, tempat makan ini cukup luas dan memanjang kedalam. Sedangkan nasi lengko serta sate dimasak di atas gerobak didepan pintu masuk warung.
Yang belum tau nasi lengko itu seperti apa, saya pun baru tau saat itu. Yaitu nasi putih yang diberi potongan tahu tempe goreng, lalu ditaburi potongan ketimun, daun kucai serta bawang goreng, disiram kecap manis dan sambal kacang.
Rasanya unik, manisnya kecap, pedasnya sambal serta segarnya ketimun berpadu dimulut, ditambah tahu tempenya yang terasa asli dan segar. Hmm enak. Tapi semua itu tentulah lebih nikmat bila ditambah lauk sate kambing. Tapi eh kok hilang 1 tusuk ya ? Mata saya kembali mendelik ke arah suami saya yang sedang asik mengunyah sate. Piring sate pun saya pindahkan menjauhi dia.
Penampilan sate cukup mungil menurut saya. Setiap tusuk hanya berisi 3 potong dengan urutan : daging lemak daging. Sate tidak terlihat gosong bahkan daging masih terlihat putih dan bersih. Disajikan bersama bumbu kecap manis dan sambal kacang yang sama dengan nasi lengko, plus acar ketimun. Sate terasa enak dan empuk serta tidak bau. Potongan lemaknya justru yang paling besar. Memang sih tidak sehat dan menyeramkan bagi kesehatan jantung. Tapi saya menyerah, 4 tusuk sate tsb langsung ludes saya habiskan. Sayangnya masih kurang 1 jenis pendamping lagi yaitu krupuk yang persediaannya sedang habis.
Setelah kenyang, badan kembali terasa hangat dan segar, siap menempuh perjalanan menuju hotel. Harganyanya pun ramah dikantong yaitu Rp 27.000 untuk 2 porsi nasi lengko, 5 tusuk sate serta minuman teh hangat. Buat yang akan berkunjung ke kota Cirebon jangan lupa singgah kemari, sebagai salah satu tujuan wisata kuliner.

3.    Ayam goreng “Bahagia” ibu Hj. Sunarti jl. Bahagia no 69-71 Cirebon, telpon 0231 2070254 (**)

Makan siang dimana nih sebelum pulang ke Jakarta ? Kali ini suami saya mengarahkan tukang beca menuju jl Bahagia. Rupanya disini ada sebuah rumah makan ayam goreng / panggang ibu Hj Sunarti. Setelah masuk, kita harus langsung menuju meja pemesanan. Sayangnya ketika suami memesan ayam panggang, rupanya menu tsb sudah tidak tersedia lagi disini.
Dimeja pemesanan ini terhampar aneka potongan ayam seperti dada, paha, kepala, ati, ampela, sate usus, sate tunggir, tahu, tempe dan pete yang digantung. Ayamnya adalah ayam kampung tapi saya melihat tumpukan ayam berwarna hitam. “Apa ini bu ?” tanya saya. Oh rupanya ini adalah ayam cemani. Wah daripada nanti takut tidak doyan, lebik baik kami memesan ayam kampung biasa saja deh. Setelah kita pilih mau lauk yang mana, lalu tinggal digoreng.
Pilihan minumnya juga banyak yaitu aneka jus, teh, softdrink, kelapa, jeruk, dll. Saya melirik ke meja meja pengunjung lain, banyak yang memesan jus alpukat, hmm tampaknya menggiurkan. Saya pun memesan jus alpukat sedangkan suami memesan es jeruk. Sekali lagi saya melirik ke nasi nasi yang diantar ke meja pengunjung, wah wah wah kok tampak sementung banyaknya. Saya pun berpesan agar ukuran nasi saya dikurangi.
Lalap sambal telah diantarkan ke meja. Melihat pengunjung yang memesan sayur asem, suami saya menjadi tertarik dan ikut memesan. Ketika jus alpukat diantarkan, jus terasa kental berisi alpukat murni yang ditambah susu coklat, oh alangkah nikmatnya. Es jeruknya juga oke, cukup kental dan manis.
Setelah agak lama, akhirnya pesanan kami datang juga, yaitu paha goreng yang ditusuk seperti sate, ampela, kepala serta tempe. Sambal yang disediakan berupa sambal yang digoreng. Tak sabar rasanya ingin segera makan, tapi apa daya, ayam goreng masih terasa sangat panas ditangan. Sabar sedikit dan nyam, ayam terasa gurih dilidah, bumbunya sungguh meresap kedalam daging. Tempe walaupun warnanya agak dekil, ternyata enak. Tempe Cirebon jauh deh sama yang di Jakarta, asli kedelainya. Sayur asemnya saja sungguh segar. Kuahnya banyak dan bening, jagungnya besar dan manis, ditambah labu siam, daun melinjo dan kacang panjang. Tak terasa nasi dipiring hampir habis. Kami menyesal karena masing masing hanya memesan sepotong paha, padahal ukuran ayam kampung kan kecil. Tapi kalau nambah ayam lagi sepertinya bakalan lama nih menggorengnya.
Selesai makan, kami segera membayar. Harga ayam Rp 14.000, tempe Rp 1.500, kepala Rp 2.500, ampela Rp 3.000, sayur asem Rp 3.500, nasi Rp 3.500, alpukat Rp 8.000 dan jeruk Rp 7.000. Badan terasa berkeringat dan segar kembali, siap menghadapi dinginnya AC kereta api Argojati. Goodbye Cirebon.

4.    Sere Manis, Jl. H. Agus Salim no. 16, Sabang, Jak Pus, Telpon 021 3190 9025 (*)

Alhamdulillah, akhirnya kami tiba di stasiun Gambir. Waktu hampir menunjukkan pk 6 sore. Waktu Magrib akan segera tiba serta perut kami sudah mulai berdendang akibat kedinginan. Segera kami mencari tempat untuk beristirahat, sholat dan makan malam. Sebenarnya tujuan kami hendak ke jalan Sabang sebagai pusat kuliner. Tapi ketika berbelok terlihat sebuah gedung baru dipojokan jalan Agus Salim, dimana di lantai bawah ada sebuah toko kue “The Baked Goods” milik artis Erwin Parengkuan & istrinya Jana. Wah toko kue ini memang sedang kucari-cari tempatnya, akhirnya ketemu juga. Kebetulan lagi dilantai 2 terdapat sebuah restaurant bernama “Sere Manis”. Wah cocok nih sebagai tempat beristirahat dan mengisi perut.
Menilik dari namanya, pasti restaurant ini menyajikan masakan Indonesia. Memang benar sih, tetapi selain itu disini juga banyak menyajikan kudapan seperti dim sum, bubur kacang hijau, bubur sumsum & ketan hitam, roti bakar, roti prata, singkong goreng, pisang goreng, tape goreng, mendoan, kroket, risoles, lupis, gemblong, dll. Belum lagi minuman seperti bajigur, bandrek, es cendol, es campur, teh daun sereh, teh tarik, aneka kopi, dll. Sedangkan untuk makanan beratnya tersedia menu aneka soto seperti soto tangkar, soto betawi, soto kudus, soto mi, soto daging, sop buntut dan sop iga. Lalu aneka ayam, bebek, ikan, iga dan empal. Aneka mi, bihun dan kwetiau, dan masih banyak lagi seperti pempek, asinan jakarta, udang goreng telur asin, kepiting soka, pindang patin, nasi bakar menado, dll.
Selain menunya yang beragam, jam bukanya pun memiliki keunggulan yaitu dari pk 7 pagi sampai tengah malam. Letaknya di Jakarta Pusat tepatnya di sentra kuliner jl Agus Salim no. 16 Sabang, maka tentulah restaurant ini cocok untuk aneka kebutuhan yaitu tempat sarapan sebelum ke kantor, tempat lunch dan dinner, tempat janji ketemuan karena letaknya yang strategis, tempat nongkrong sepulang kerja, bahkan tempat nunggu kemacetan reda atau menunggu waktu 3 in 1 habis.
Nah malam ini kami memilih menu mi ayam jamur dan mi goreng jawa, untuk minumannya kami pilih teh jahe panas dan jus semangka. Untuk mi ayam jamurnya, memakai mi keriting tapi ketika dimakan terasa tektur mi nya agak tebal dan kenyal, diberi topping ayam, jamur bawang goreng serta sawi, rasanya sih standard saja. Sedangkan mi goreng jawa memakai mi yang tidak keriting, tekturnya lebih kecil dan lebih empuk, digoreng bersama potongan ayam, irisan kol dan daun bawang, ditaburi bawang goreng, dan warnanya coklat pekat sehingga rasanya muanis banget, berlebihan kalau buat ku sih. Sehabis makan yang manis, tenggorokan terasa lega dibilas teh jahe yang pedas dan terasa hangat diperut.
Walaupun begitu, keunggulan akhir disini adalah harganya yang masuk akal yaitu antara sepuluh ribu dan maksimal tidak lebih dari empat puluh ribu. Hmm mungkin lain kali kami akan mampir untuk mencoba makanan beratnya untuk makan siang.
Sebelum pulang tak lupa kami mampir ke “The Baked Goods” untuk membungkus aneka kue untuk camilan nanti malam. Ah saya penasaran dengan bublanina yaitu dessert khas ceko yang memakai strawberry segar sebagai salah satu bahannya. Suami saya sangat tertarik dengan quiche yaitu pai yang isinya terbuat dari susu, telur, keju dan jamur.
Sepertinya kami suatu saat kami harus kembali kesini untuk menikmati kue kue cantik dan lezat ini langsung ditempatnya. Saya penasaran ingin mencoba choco lava dan fruit knedliky. Tuh kan, kalian penasaran juga…

No comments: