Sunday, December 26, 2010

Makan pizza tungku racikan Resep Moyang (*)






























Malam itu di Bandung, cuaca dingin membeku, brrr, hujan rintik-rintik, kami sedang keliling-keliling mencari tempat makan baru. Tibalah kami di jl Pahlawan no. 73, ada sebuah cafe bernama Resep Moyang. Mobil yang diparkir dipinggir jalan penuh, pengunjung juga ramai, jadi menarik perhatian, akhirnya kami mampir kesini. Untunglah masih ada meja yang tersisa.

Melihat daftar menunya, banyak sekali variannya, tapi sebagian besar menu ala Eropa. Sepertinya menu andalan disini adalah pizza tungku, karena tercantum dalam daftar menu paling atas, tungkunya pun terlihat jelas oleh pengunjung, dipojok ruangan paling depan, bahkan logo cafĂ© nya adalah gambar loyang pizza. Menu-menu “chef recommend” diberi tanda bintang. Contohnya Remo pizza, yang langsung ku pesan. Tak lupa ku pesan juga mushroom soup sebagai appertizer, penghangat dimalam yang dingin ini.

Dalam daftar menu tercantum : Pizza tungku, termasuk juga pizza manis untuk dessert seperti dark choco ice cream pizza (pake bintang), lalu aneka pasta, salad, cream soup, sop bening seperti sop buntut / iga, beef & chicken seperti beef stroganoff, green / red devil alias ayam balado cabe hijau / merah (hmm ada-ada saja), steak & sosis, ikan & udang, nasi timbel, nasgor (nasgor panggang pake bintang), mie, omelet, pancake, dan banyak lagi.
Jenis minumannya juga banyak, ku pesan hot choco float dan suamiku pesan oreo shake. Tampaknya suamiku lapar sekali, akibat stres ditanya dosen, jadi dia pesan nasi pake sop kaki sapi plus oseng genjer dan krupuk udang, ngga nyambung ya dengan minumannya he..he..he...
Sambil menunggu kami perhatikan keadaan sekitar, mayoritas pengunjung adalah orang-orang yang asyik ngobrol dengan temannya. Tersedia LCD TV dan fasilitas wifi juga. Para pelayan berseragam hitam dan semuanya laki-laki sibuk hilir mudik. Pesanan kami datangnya nyicil.
Pertama, ketika hot choco float datang, penampilannya adalah hot chocolate biasa, mana floatnya ? Lalu kutanya, eh minumanku malah dibawa lagi untuk ditambah es krim. Oreo shake adalah milk shake ice cream vanilla diblend dengan oreo ditambah whipped cream, rasanya maniiis. Lalu mushroom soup not bad.
Kalau pizza nya enak, disajikan diatas piring bersama saus tomat racikan. Toppingnya banyak, berisi jamur, pepperoni, sosis, smoked beef dan keju. Adonan pizza nya tipis dan garing, bergelembung serta sedikit gosong dipinggirannya, kriuk, dimakan pas panas-panas begini sungguh nikmat, hmm nyam nyam.
Suamiku kurang beruntung, oseng genjer sudah datang dari tadi sampe dingin, tapi sop kaki sapi nya mesti ditanya berkali-kali. Krupuk udangnya mana ? Ah forget it. Rasanya ?  Hmm sedikit tips dari aku ya, kalau mau makan masakan Indonesia (yang enak) jangan dicafe yang spesialisasinya masakan Eropa, bisa kecewa nanti. Ya sudahlah sebagai pelajaran juga.
Terus kalau makan disini, kalau mau bayar, harus diteliti dulu bonnya, sudah terbukti (pasti) salah. Pelayanannya memang jauh dari bagus. Sedikit bocoran, aku juga baca hasil review orang lain, hasilnya semua sama, mengelus atas pelayanannya. Please train your staff.
Harga disini lumayan bersahabat. Paling mahal pizza Remo (REsep MOyang) ukuran medium Rp 31.000, mushroom soup Rp 12.500, sop kaki sapi Rp 21.000, oseng genjer Rp 7.000, oreo shake Rp 13.500 dan hot choco float Rp 13.000. Ya cocok lah buat tempat ngumpul atau traktiran. Kalau mau datang telpon dulu ke 022 2500 286 / 7003 7005. Terakhir pertanyaanku,  kalau menu andalan disini adalah masakan Eropa, berarti Moyangnya pinter masakan Eropa atau Moyangnya orang Eropa ?

Saturday, December 25, 2010

Makan cimplung di RM Sari Rasa Sambal Hejo (**)







Tahun ini perjalanan menuju Bandung sering banget, maklum urusan suami ke kampusnya memang sedang gencar-gencarnya, harus seminggu sekali. Problemnya kalau lewat jalan tol Cipularang, bila perut lapar minta diisi, pilihan tempat makannya hanya terbatas ditempat peristirahatan SPBU saja, dengan menu ayam Kentucky, Soto Sadang, RM Ciganea atau RM Padang. Bosen sekali. Berbeda sekali bila lewat tol Cikampek lalu diteruskan ke jalan lama Purwakarta, RM bertebaran dimana-mana. Ada satu RM favorit kami, enak deh, yaitu ayam goreng kampung Sari Rasa Sambal Hejo di daerah Nagrak Purwakarta. Tapi sejak ada tol Cipularang yang membuat perjalanan ke Bandung menjadi sangat singkat, aku ngga pernah lewat jalan itu lagi, hmm jadi kangen makan disitu.

Suatu ketika kami iseng keluar dari tol Cipularang menuju pintu tol Purwakarta Sadang Subang KM 76lurus lalu belok kiri. Nah dari sini sudah mulai bertebaran aneka RM. Pertama ada RM Sambel Hejo, disebelah nya ada RM Ciganea. Kami pun lanjut dan tak berapa lama, disebelah kanan jalan ada RM Sari Rasa Sambal Hejo (SRSH), asli, spesial ayam kampung, cabang Cibentar Nagrak, Purwakarta. Horeee, ini kan RM yang aku kangenin itu. Alamat tepatnya adalah di jl. Sasak beusi no. 6 Purwakarta, telpon 0264 2600 510, 0878 798 22273. Jangan sampai salah masuk ke RM Sambel Hejo yang pertama tadi ya, sebab namanya bukan Sari Rasa. Aku ngga ngerti kaitan mereka apa.
Setelah kami masuk ke dalam RM, terlihat bahwa dulunya pasti RM ini bekas rumah tinggal dan belum dirombak layoutnya. Tempatnya tidak begitu luas, tapi cukup untuk menampung sekitar 40 orang pengunjung lah. Kami menanyakan menunya, tapi dijawab bahwa disini disediakan menu cepat saji. Hmm fastfoodnya orang sunda. Oke deh.
Tak lama datanglah sajian dimeja yang terdiri dari sepiring ayam goreng berisi 10 potong termasuk sepasang ati ampela, 3 potong empal, 5 perkedel kentang, 3 macam pepes (ikan mas, teri & tahu, btw pepes jamur lagi habis), 3 bakwan jagung, 3 tahu 3 tempe, sayur asem, soto daging, sekeranjang lalap dan tentu semangkok sambal hejo. Dimeja tersedia beberapa kantong kerupuk dorokdog alias rambak alias kerupuk kulit sapi yang bentuknya panjang-panjang, tapi kalau mau yang gratisan, ada krupuk aci kecil-kecil didalam toples ditengah ruangan.
Tak sabar kami menyendok nasi putih hangat dan menyomot sepotong ayam goreng. Ayam ini diungkep hingga empuk dengan bumbu kuning, lalu digoreng sebentar sehingga penampilannya masih basah dan berminyak. Daging yang empuk, rasanya yang gurih dengan bumbu yang meresap kedalam serta masih panas, menambah kenikmatan ketika menyantapnya.
Sambal hejo adalah cabe hijau yang diulek bersama tomat hijau dan bawang putih sehingga sedikit berair, rasanya yang pedas tapi segar sangat cocok dicocol dengan ayam goreng. Perkedel kentangnya unik, yaitu kentang yang dilumat hingga halus lalu dicampur tepung kanji, dibentuk bulat seperti bola dan digoreng hingga kecoklatan. Rasanya kenyal, luarnya garing tapi dalamnya lebih lembut, kurang terasa kentangnya, kopong tapi enak, diberi nama cimplung, yaitu perkedel kentang khas Purwakarta.
Kalau empalnya berbumbu kelapa parut, empuk, tapi rasanya manis, hmm not my choice. Potongan tempe tahunya besar dan mantap. Lauk lainnya tidak kami makan karena sudah asyik berkutat dengan ayam goreng. Tak terasa nasi di bakul nyaris habis dan kami pun kekenyangan, hmm nyam nyam. Dibasuh dengan es kelapa muda, makin yahud, sluurp aah. Sampe keringetan nih he..he..he..
Setelah selesai makan dan akan membayar, mba nya hanya mengihitung sisa lauk dipiring, gampang kan, persis kaya di RM Padang. Harganya juga sangat terjangkau yaitu nasi Rp 4.000, ayam Rp 4.500, tahu/tempe/cimplung Rp 1.500, empal Rp 10.000, es kelapa muda Rp 10.000, dorokdog Rp 10.000. Nah murah kan. Bila melihat bon makannya, tertera harga lauk lainnya, yaitu pepes ikan mas Rp 10.000, pepes teri Rp 5.000, pepes tahu Rp 3.000, Sayur asem Rp 4.000 serta jus Rp 10.000. Nah kalau begini acara makan jadi asyik, murah meriah tapi lezaaat...

Monday, December 13, 2010

HOMELY PASTRY








HOMELY PASTRY - HERA - 021 7398880 - 085813677555 (***)













Siapa yang doyan Pastry ? Kalau aku sih doyan banget. Pastry itu adalah adonan lembaran dari tepung, yang terus menerus dilipat & digiling, sehingga menghasilkan lembaran yang berlapis-lapis tipis & kalau sudah dibakar di oven, hasilnya mengembang, renyah & empuk, sehingga makannya mesti hati-hati karena suka remuk saking renyahnya. Adonan pastry bisa diisi dengan berbagai macam rasa asin maupun manis, seperti apple, sosis, bollognise, chessy, chocolate, tuna, fruit, fla, dll.

Pastry banyak dijual di mall-mall, tapi harganya mahal. Nah ini ada pastry buatan rumah, HOMELY PASTRY, yang harganya murah karena bentuknya mini. Ada juga sih yang besar, tapi tidak semahal di mall. Karena bentuk nya yang mini, bisa tuh pesan kalau ada acara dikantor atau dirumah. Rasanya juga enak, empuk, gurih & bervariasi, sesuai selera kita. Jadi kalo pesen untuk acara, bisa juga dicampur, pastry + pie aneka rasa, misal 30 biji dalam satu tempat yang dikemas cantik, sehingga gak perlu tuh dipindah ke piring saji lagi. Praktis, indah, enak, murah, yang pasti nyummy.

Alamat HOMELY PASTRY Jl. Haji Nawi komp. Mandiri no 32C, RT08/RW10, Gandaria Utara, Jakarta Selatan 12140, telpon 021 739 8880, HP 085813677555, email : homelypastry@yahoo.com

Salah satu varian dari pastry adalah Danish, yaitu adonan pastry yang digulung, bundar biasa diisi manis seperti Blueberry, Strawberry, Cinnamon, Chocolate, ada juga yang rasa asin yaitu chessy.

Varian lainnya adalah Pai / pie yaitu kulit pastri yang dicetak berbentuk mangkuk dan diberi isi. Isi pai dapat berupa apple, chicken, dark cherry choco, fruit chocolate / vanilla, lemon cream, lorraine, truffle, dll.

Di HOMELY PASTRY bisa juga menerima pesanan cakes, cup cakes, Cookies / kue kering, Coklat praline & truffles, macaroni schotel serta pudding. Kue-kue disini terbuat dari bahan-bahan pilihan serta tidak memakai zat pewarna atau pengawet. Kalau berminat, harus pesan dulu sebelumnya, karena disini semua kue berdasarkan pesanan, bukan berupa toko kue. Tapi bisa diantar kok.
Terus HOMELY PASTRY bisa membuat kue kering kastengel & nastar yang rasanya uenak banget, pas buat hari raya.

Tuesday, December 07, 2010

Badan segar hangat setelah makan di Shabu Shabu Express (**)











Shabu shabu adalah makanan Jepang berupa irisan sangat tipis daging sapi yang dicelup ke dalam panci khusus berisi kaldu panas di atas meja makan, dan dilambai-lambaikan didalam kuah untuk beberapa kali sebelum dimakan bersama saus yang mengandung wijen yang disebut ponzu. Didalam panci biasanya juga dimasukkan sayur-sayuran, tahu, noodle dll. Sekarang banyak restoran yang menyediakan masakan ini, dari yang kelas bintang lima sampai kelas kaki lima. Bahkan saya sendiri juga sering memasak shabu-shabu dirumah karena selain mudah pasti lebih murah.
Ketika berkunjung ke Mall Central Park di jl. Let Jend S Parman beberapa waktu yang lalu kami menemukan sebuah restoran yang khusus menyajikan menu shabu shabu yaitu Shabu Shabu Express di lantai LG#204B.
Ketika itu adalah waktu makan malam sehingga semua meja sudah dipenuhi para pengunjung. Beruntunglah kami, karena cuma berdua, masih bisa makan dimeja bar, sedangkan pengunjung yang membawa keluarga masih harus mengantri.
Bila membaca buku menunya, bisa ditiru nih bila ingin memasak sendiri dirumah. Karena yang penting kita bisa membuat kaldunya. Kalau masalah bahan makanan yang ingin dicelupkan, banyak pilihan yang tersedia di supermarket, bahkan kalau ingin bahan makanan yang asli dari Jepang, kan sekarang banyak supermarket Jepang. Begitu pula dengan saus dan sambalnya juga tinggal beli.
Nah kita kembali lagi ke menu. Bila mau praktis, terdapat 5 set menu yaitu beef, seafood, salmon, snapper (kakap) & vegetable. Semua set mendapat sepiring vegetable & nasi, tentu bersama kaldu serta 2 macam saus. Yang dimaksud dengan vegetable adalah aneka sayuran, tahu, jamur, udon & bihun. Kaldunya bisa milih loh yaitu chicken soup, chicken herbal soup, soy soup, tom yum soup & miso soup. Sausnya ada 3 pilihan yaitu gomadare alias saus wijen, special house sauce & thai style suki sauce. Harga set menu termahal adalah Rp 89.500 untuk seafood, dan yang termurah adalah Rp 65.000 untuk vegetable.
Bila tak ingin set menu, ada pilihan menu ala carte yaitu beef, salmon, snapper, cumi, udang, hi phiaw (perut ikan). Pelengkapnya adalah aneka fish ball & fish cake (baso seafood), dumpling, jamur, sayuran, tahu, telur & noodle.
Pilihan kami waktu itu adalah beef set menu (Rp 79.500), chicken dumpling (Rp 20.000), shitake (Rp 16.500) & daun selada (Rp 9.000). Kalau pilihan kaldunya adalah (pasti deh) tom yum soup untuk suami & miso soup untukku. Segarnya bahan makanan yang tersedia, berpadu dengan kaldu dan saus yang tepat menjadikan masakan ini favorit, tubuh menjadi hangat dan segar. Oh ya kalau menurutku tom yum soup itu lebih enak loh, segar dan pedas, sluuurp. Nah tunggu apalagi, mau masak sendiri atau datang ke Shabu shabu express ? 

Saturday, December 04, 2010

Kedai Kopi Phoenam, tempat nongkrong asik di Jl. Gandapura Bandung (*)









Saya kesini bukannya hendak minum kopi. Maklumlah perut ini lemah rasanya. Minum secangkir kopi bisa membuat aku terguling-guling menahan rasa perih di lambung. Belum lagi tangan yang gemeteran tak bisa bekerja apa-apa. Ekstrem ! Yah memang begitulah keadaannya. Padahal minuman ini bukannya ngga doyan, tapi rasanya memang uenak banget bikin ketagihan. Jadi kalau mau minum kopi sekali-kali, harus bikin sendiri. Resepnya adalah campuran kopi, coklat, susu kental manis, creamer, bahkan sedikit bubuk cinnamon untuk menambah aroma. Semua itu diseduh dengan air panas, sehingga rasanya mak nyus (kalau menurutku loh). Sangat cocok diminum sabtu-minggu pagi sepulang jalan pagi.
Nah kita kembali lagi. Maksudku, aku mau cerita, temen SMA suamiku membeli franchise kedai kopi Phoenam, yang berdiri di Jl. Gandapura no 56-58 Bandung. Nah kami penasaran ingin melihat tempatnya, yang katanya asik banget buat nongkrong. Termasuk para alumni yang demen banget pada ngumpul disini.
Ketika sampai disana, ternyata tempatnya memang benar asik. Letak kedai kopi ini pas di sudut jalan, sehingga bentuk bangunannya juga mengikuti bentuk sudut jalan yaitu melengkung. Bangunannya terbuat dari kayu, dengan dinding kaca, tapi kalau dilihat dari pinggir jalan tidak seperti aquarium karena tertutup tanaman. Dibelakang ada kolam ikan, serta kedai ini satu kompleks dengan tempat cuci mobil.
Didalam ruangan tersedia fasilitas wifi, ada LCD TV serta alunan lagu dari audio speaker. Kebetulan saat itu sedang diputar acara komedi di TV (dengan latar belakang suara riuh ketawa penonton), lalu tumpang tindih dengan suara lagu dan suara kebisingan dari jalan raya, membuat kami sedikit sulit berkonsentrasi. Tempat duduknya sih nyaman, membuat betah pengunjung yang asik mengobrol sambil menikmati kopi dan aneka camilan.
Nah mengenai menunya adalah tentu aneka racikan minuman kopi, lalu teh serta susu. Harganya sangat terjangkau, yang paling mahal adalah kopi (atau teh) yang dicampur susu telor madu jahe ginseng yakni Rp 21.000. Semua racikan minuman memakai resep lokal loh dan ngga ada tuh racikan gaya Starbuck. Lalu menu camilannya adalah aneka roti bakar, dimana yang paling mahal adalah Rp. 16.000 yaitu roti panggang kaya mentega keju telur kornet. Wuih mantap. Disusul dengan aneka pisang bakar/goreng, dengan harga termahal adalah Rp. 11.000 yaitu pisang bakar keju kacang (coklat) mesis. Yang terakhir ada menu aneka mi & bihun dengan harga termahal Rp. 21.000 karena berisi baso + ceker + babat + siomay + tahu, serta dimsum dengan harga @ Rp. 12.000. Nah seru kan.
Nah sekarang mengenai sejarah singkat Phoenam adalah sebagai berikut : Phoenam adalah nama sebuah kedai kopi di Makasar, yang telah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu. Arti nama Phoenam adalah “tempat singgah”, nama yang sungguh cocok dengan fungsinya. Kedai ini menyuguhkan kopi Toraja karena daerah Makasar memang bertetangga dengan daerah Toraja sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia. Sekarang kedai ini telah tersebar diseluruh Indonesia bahkan mancanegara melalui system franchise. Dan inilah yang dilakukan temen suamiku, membeli frachise Phoenam, jadi deh tempat tongkrongan asik di Bandung. Jadi segera deh mampir kesini atau telpon dulu ke 022 7229 4018.

Monday, November 29, 2010

Ada Ikan patin bakar dalam bambu di Cimanggis (**)


Sepulang menginap dari rumah saya, mertua saya kembali lagi ke Bandung. Tetapi ketika saya telpon untuk mengecek sudah sampai berapa jauh perjalanannya, beliau malah mengatakan masih berada didalam mobil, menunggu supirnya yang sedang mengantri membeli ikan patin bakar dalam bambu di Cimanggis. Loh ? Tumben Bapak rela menunggu di mobil begitu lama, di siang hari bolong nan panas pula. Hmm seberapa enak kah ikan itu, pikirku dalam hati.
Ketika ku ceritakan kepada suami, dia malah semangat, “cobain yuk” katanya. Gayung pun bersambut. Hari Minggu ini kami langsung menuju Cimanggis setelah mencari-cari info alamatnya di “uncle” Google (abis kalau tanya Bapak jawabannya cuma “deket pintu keluar tol Cimanggis”, ngga jelas !). Searching menghasilkan info berikut : Pondok Ikan Bakar Kalimantan, jl. Raya Tapos no. 1 Cimanggis, telpon 021 875 1395 / 876 2217. Karena takut kesasar, kami pun menelpon dulu untuk memastikan arahnya. Menurut arahan mba Susan (si penerima telpon), kami harus keluar tol Cimanggis, lalu menuju perumahan Taman Arcadia Mediterania (deket dari pintu tol, katanya), karena rumah makan ini persis disamping kompleks perumahan tsb. “Tapi harus pesan dulu bu, sebab ikan patinnya lama ngebakarnya” katanya. Okelah, “saya pesan 1 dulu mba” kataku.
Petunjuk yang jelas ini sangat mudah diikuti. Kami keluar pintu tol Jagorawi di km 19 arah Cimanggis / Cikeas. Tak berapa lama kami pun sampai disana. Rupanya rumah makan ini berada disamping kiri perumahan Taman Arcadia Mediterania tsb. Lagi pula ada papan bilboardnya yang berwarna kuning mencolok, sehingga mudah terlihat dari kejauhan.
Wuih parkirannya ramai sekali. Dari depan tampak terlihat bangunan rumah makan ini terbuat dari bambu. Tapi setelah masuk kedalam, terlihat adanya penambahan bangunan bata baru yang bersatu disampingnya, sehingga cukup luas untuk menampung banyaknya pengunjung. Pelayan dengan gesit segera mencatat pesanan kami, yang hanya menambah tumis kangkung dan minuman kelapa muda. Habis kami melihat ikan patin pesanan dimeja-meja disamping kami ukurannya besar sekali, jadi takut ngga habis kalau memesan menu lain. Padahal menu lain tak kalah menggiurkannya yaitu aneka masakan ikan gurame, udang & ayam. Lalu ada aneka masakan sayur seperti tumis kangkung, gado-gado serta karedok, serta aneka sop seperti iga, kaki & buntut sapi. Oh ya masakan andalan kedua setelah ikan patin bakar bambu adalah sop ikan gurame loh. Hmm nyam nyam, terbayang kesegaran kuahnya.
Nah sambil menunggu pesanan kami datang, kami berjalan-jalan ke bagian belakang rumah makan ini. Disini ada beberapa kolam yang menampung ikan-ikan tsb. Lalu disebelahnya ada gundukan kelapa muda menggunung disini. Oh ya minuman andalan disini adalah kelapa muda jeruk loh. Disini tersedia juga meja makan bagi pengunjung yang ingin makan di area terbuka. Lalu ada mushola, dan yang terakhir adalah dibagian belakang terdapat deretan alat pemanggang dengan bara api yang sangat besar yang menggunakan bahan bakar sabut & batok kelapa, lalu diatasnya ditata puluhan bambu yang telah berisi ikan. Tapi tidak ada asap yang tersebar & mengganggu pengunjung karena tersedot oleh alat penghisap asap.
Puas melihat-lihat kami pun kembali ke meja. Tak lama pesanan kami pun datang, sepotong bambu gosong yang telah terbelah 2, diatasnya berisi seekor ikan yang terbungkus daun pisang. Ketika daun dibuka, tercium aroma wangi menggoda dari si ikan yang tertimbun bumbu berwarna merah yang berlimpah. Perlahan kami ambil dagingnya dengan sendok dan garpu, hmm sangat empuk dan mudah terlepas dari tulangnya. Tak sabar kami suap bersama nasi hangat, rasanya enak, agak pedas-pedas sedikit, bumbunya meresap, wangi & empuk. Nyam nyam nyam. Sajian ini sungguh menyehatkan karena selain bebas gosong akibat sisa pembakaran (yang menyebabkan kanker), ikan patin terkenal akan proteinnya yang tinggi. Masakan ikan disajikan bersama sepiring sambal & sepiring lalap. Uniknya piringnya itu memiliki 4 cekungan yang berisi 3 macam sambal yaitu sambal merah, sambal mangga muda & potongan cabe bawang. Satu piring lagi berisi lalap, dimana kedua piring tsb ditutup oleh “plastic food wrap” hingga terjamin kebersihannya. Sungguh praktis & higenis. Tumis kangkungnya juga juara, rasa terasi nya mencuat tapi tak dominan, kangkung terasa segar tidak matang berlebihan, potongannya kecil-kecil, jadi mudah menyendoknya. Minuman kelapanya seru, disajikan dalam gelas bir besar, lalu gula cairnya dipisah, bahkan es batunya juga dipisah dalam mangkok tersendiri disertai capitannya. Penyajian yang unik. Puas rasanya kami menikmati sajian ini. Mengenai harganya, sekilo ikan dihargai Rp 110.000. Tapi karena ikan pesanan kami hanya berukuran 0,8 kg maka harganya menjadi Rp 88.000, plus kangkung Rp 10.000, kelapa muda Rp 10.000 & nasi @ Rp 6.000. Nah sangat terjangkaukan. Bila datang kesini bersama keluarga plus anak-anak, mereka pasti tidak rewel karena selain senang melihat kolam ikan, mereka juga bisa bermain ayunan disini. Nah tunggu apalagi ?