Wednesday, December 06, 2017

Menikmati buntut empuk meleleh dimulut di Chop Buntut Cak Yo (***)

Mengunjungi Summarecon Mall Serpong, kami menemukan sebuah resto baru yang dipenuhi oleh pengunjung yaitu resto Chop Buntut Cak Yo. Saya pikir resto ini pasti menyajikan berbagai macam masakan buntut sapi, tapi ternyata saya keliru. Setelah kami lihat daftar menunya, masakan disini sangat beragam. Resto ini menyajikan aneka masakan olahan daging, tulang dan jeroan sapi, diselingi dengan 1 – 2 menu masakan ayam dan seafood.


Menu terbagi menjadi menu sop yang berisi buntut, iga, jeroan dan rusuk sumsum. Kuahnya bisa memilih sop original atau sop resep Cak Yo yang berwarna putih, mirip soto Betawi. Yang tidak mau makan sop sapi, masih ada 2 pilihan sop yaitu sop collagen ayam atau seafood, dimana manfaat collagen adalah membuat awet muda dan tulang kuat. Selain menu sop, ada juga menu bakso, nasi dan mie goreng bakar, nasi daun asap, bakmi dan masakan spesial Cak Yo, dimana semua menu ini dikombinasikan dengan buntut, iga, jeroan dan rusuk sumsum.

Berhubung waktu kami terbatas karena sudah memiliki tiket nonton film, maka kami memilih makanan yang praktis dan mudah dimakan. Sebagai pengunjung perdana disini, wajib mencoba olahan sop buntutnya. Suami saya memilih sop buntut spesial kuah original. Menu sop ini belum termasuk nasi. Oleh karena itu saya memilih nasi daun asap buntut, karena saya lihat gambarnya, sudah ada nasi bakar plus lauk buntut. Semua menu menampilkan foto yang menarik, begitu pula dengan foto minumannya, ada dessert es campur, minuman jus, teh, kopi dan softdrink.

Sambil menunggu pesanan saya mengamati keadaan sekitar yang ramai oleh pengunjung, pelayannya juga banyak, interiornya bagus seperti cafe, terang benderang dengan lampu gantung kap bambu. Area makannya ada yang dibatasi oleh partisi seperti kurungan dan ada juga area yang dibatasi dengan partisi kayu tebal melengkung, sehingga bisa dipakai untuk menaruh peralatan makan atau barang-barang bawaan kita.


Tiba-tiba seorang pelayan lewat dengan membawa nampan yang berisi dua buah mangkok orange berukuran besar, berisi sop rusuk sumsum atau sop kaki sapi sumsum, yang diberi sedotan besar untuk menyedot sumsumnya. Wah sedapnya.


Pelayanan disini cukup cepat, terutama untuk pesanan sop nya. Sop buntut berisi potongan kentang goreng, tomat, emping dan taburan daun bawang. Sudah saya aduk-aduk, tidak ditemukan potongan wortel. Ketika saya cicipi daging buntutnya, wow empuk sekali, meleleh dimulut, anak-anak atau lansia pun pasti suka dan mudah makan sop buntut ini.


Kemudian datanglah pesanan saya, nasi daun asap buntut. Ternyata nasi bakarnya cukup besar ukurannya dan sudah dibelah dua menyerong, sehingga tampak bagian dalam nasinya yang diberi kuah kecoklatan dan sayuran. Saya juga tidak menyangka bahwa buntutnya berlumur bumbu, tidak kering seperti gambar pada menu.

Ketika saya makan, oh ternyata seperti makan nasi padang saja. Nasinya disiram kuah gulai dan ada daun singkong terinya, rasanya enak dan pedas. Begitu pula dengan buntutnya, berlumur bumbu gulai tapi tidak berkuah, rasanya pedas dan dagingnya empuk sekali, meleleh dimulut. Saya hanya sangkup makan setengah porsi nasi bakarnya. Saya sarankan nama menu ini diganti saja, jangan nasi daun asap buntut, melainkan nasi daun asap buntut bumbu gulai, agar tidak kecele seperti saya yang kepedesan.

Sop buntut identik dengan harga yang mahal. Tapi menurut saya, harga disini cukup relevan dengan rasa yang prima dan porsi yang tidak mengecewakan. Buntutnya cukup banyak mengandung daging dan tidak terlalu berlemak. Harga sop buntut spesial adalah Rp 62.800 plus nasi Rp 5.500, nasi daun asap buntut Rp 42.800, kelapa muda selasih Rp 25.800 dan hot tea tawar Rp 10.000. Dengan senang hati saya mau balik lagi kesini untuk mencicipi sop buntut gorengnya.

No comments: