Sunday, May 24, 2009

ULASAN KULINER : OMAH SENDOK (**)




Paling jarang aku makan di restoran yang khusus menyajikan makanan Indonesia. Kenapa ? Karena menu masakan Indonesia itu pasti berkisar di seputar soto, sate, sop, ayam, nasi goreng, gado-gado, dll yaitu menu yang sangat lazim dijumpai dimana-mana, bahkan dirumah. Dari senin – jumat adalah hari masakan Indonesia. Kalo weekend, aduh jangan menu itu lagi dong.
Sudah lama aku mendengar restoran Omah Sendok, tapi baru kali ini aku menyempatkan diri berkunjung kesana. Gara-gara ada temennya Yayang yang menikah disana, tapi kita gak bisa datang. Jadi dia penasaran pengen kesitu, pengen tau, restaurant apa sih yang bisa dipakai buat tempat pernikahan. Akhirnya malam minggu lalu kita ke Omah Sendok, jl. Empu Sendok no 45, Blok S, Kebayoran Baru, JakSel. Telpon 021 521 4531.
Jalanan menuju kesana, agak kecil ya. Yaitu dari jl Senopati, beberapa meter dari kawasan SCBD, belok ke kiri ke jl. Bakti, langsung belok kiri lagi ke jl. Empu Sendok, ikuti jalan sebentar dan gak berapa lama kelihatan sebuah rumah dengan pohon besar dan disampingnya ada lampu hijau yang membentuk nama “Omah”. Masuk melalui pintu depan, selayaknya sebuah rumah biasa, kita langsung berada diruang utama, yang tidak begitu besar dan suasananya hommy banget. Disamping ruang utama ada ruang kamar depan untuk berjualan batik. Lalu ruang kamar belakang adalah toko buku, dimana kalau kita mau ke toilet harus melalui toko buku dulu. Ya sudah cuma segitu. Tapi kalau kita keluar melalui teras samping, menuju halaman belakang, wah luasnya, ada kolam renang nya lagi. Malam itu sungguh indah karena ada acara ulang tahun, jadi suasana semakin romantis dengan penambahan penerangan obor & lilin.
Kita kembali lagi kedalam ruang utama untuk memesan makanan. Menu utama yang ditawarkan adalah nasi bakmoy, sop buntut, soto bogor, soto iga, soto tangkar, rawon, ayam bakar, bebek goreng, garang asem, nasi goreng, nasi petis Madura, sate ikan bali, sate ponorogo, sate sapi, nasi ulam, nasi timbel, urap, baso solo, siomay, bestik jawa, gurame & rolade. Selebihnya adalah makanan ringan & dessert khas Indonesia, lalu minuman es & hangat. Harganya cukup terjangkau kok, tidak ada lebih dari Rp 50.000.
Lalu aku pesan lontong sate ponorogo. Yayang pesan soto tangkar. Menu ini jarang ada loh, sesuai dengan ciri khas Omah Sendok, menyajikan masakan tradisional & langka, warisan kuliner Indonesia. Keistimewaan sate ponorogo adalah sate ayam dimana cara memotong dagingnya tidak dipotong menyerupai dadu seperti sate ayam pada umumnya, melainkan disayat tipis panjang menyerupai fillet, sehingga selain lebih empuk, gajih atau lemak pada dagingnya pun bisa disisihkan. Lalu sate direndam bumbu yang berwarna kuning sehingga meresap kedalam daging lalu dipanggang. Sate ini dagingnya besar-besar sehingga tusukannya ada 2 loh. Unik kan. Sate disajikan bersama bumbu kacang yang ditumbuk halus, disertai irisan bawang merah dan cabai rawit. Jadi aku yang ngak doyan pedas ini, ya kepedesan bo. Rasa satenya enak, empuk & kaya bumbu. Sekarang soto tangkar adalah soto iga sapi yang kuahnya memakai santan yang berwarna kuning kemerahan. Lalu diberi tomat iris, potongan kentang goreng, ditaburi bawang goreng & bawang daun, disajikan bersama emping & jeruk nipis. Rasanya jelas enak & segar, kaya bumbu, gurih & pedas. Lalu aku pesan lumpia khas omah loh. Jadi bukan lumpia semarang. Melainkan lumpia modern yang bentuknya langsing, isinya cincangan daging ayam & sayur. Enak deh. 1 porsi isi 2 lumpia. Terakhir adalah dessert es tape ketan hijau yang rasanya manis & legit, enak & segar, kepedesan jadi hilang dalam sekejap.
Ah nikmatnya makanan ini. Harganya pun cukup terjangkau. Sate ponorogo Rp 27.000, soto tangkar Rp 35.000, lumpia Rp 9.500, es tape ketan Rp 9.500, 2 the hangat Rp 16.000, total menjadi Rp 106.700. Oh ya, pelayanan disini juga ramah loh. Jadi jangan lupa mampir kesini & turut melestarikan warisan kuliner Indonesia.

No comments: