Tuesday, April 19, 2016

Wajan resto, rekomendasi tempat makan di Batununggal (***)

Ternyata daerah Buahbatu ngga kalah dengan Dago untuk urusan kulinernya, semakin hari semakin ramai saja resto baru bermunculan. Minggu lalu ketika kami ke Bandung, neng Egha mengusulkan sebuah tempat untuk kami ketemuan di kawasan Batununggal. Katanya dia tinggal jalan kaki saja dari rumahnya. Kami sih belum pernah berkunjung ke daerah ini, sehingga ketika kami sampai di Jl. Batununggal Raya, kami terpana, rupanya disana adalah kawasan ruko-ruko yang berjajar, dan tempat pertemuan kami adalah di Wajan resto Jl. Batununggal Raya no. 405.


Wajan resto ini memiliki 2 lokasi yang saling berdekatan, terpisah hanya beberapa meter saja, dimana Wajan resto yang lama menyajikan masakan Thailand food dan Wajan resto yang baru di no. 405 ini menyajikan masakan Chinese food. Tapi soal tempat, jelas lebih enak resto yang baru dong, dan baik di resto Wajan baru maupun yang lama, kita bisa saling memesan kedua jenis masakan dari kedua tempat tsb.

Walaupun tempatnya berupa ruko, ruang makan didesain dengan suasana seapik dan senyaman mungkin. Dindingnya banyak dihiasi dengan lukisan dan tulisan quote alias kutipan inspirasi, serta aneka panjangan yang semakin menambah kesan menarik. Kami berempat duduk dikursi bagian depan, dan ruang ruko bagian bawah ini terbuka dibagian depannya, tanpa dinding dan pintu depan.

Kali ini kami memilih menu masing-masing, saya memilih mie hot plate, suami memilih nasi goreng capcay, Egha memilih nasi ayam kungpao dan Gagan memilih nasi goreng bebek. Sebagai tambahan lauk, kami memesan kaylan 2 musim dan neah thod prik thai alias sapi lada hitam dari resto Wajan lama.

Ketika pesanan kami semua telah tiba dimeja, saya jadi pengen ketawa karena setengah dari pesanan kami ternyata mengandung capcay. Nasi goreng capcay adalah nasi goreng yang disiram capcay dan disajikan dengan sambal minyak cabe kering. Porsinya banyak dan mengenyangkan, rasanya juga enak. 



Mie hot plate adalah mie siram capcay yang disajikan diatas hot plate dan ketika ku sendok, dasar hot plate dilapisi dengan telur dadar, dibawah mie. Rasanya juga mantap, enak, porsinya besar dan mengenyangkan.


Nasi ayam kungpao adalah nasi putih yang dibentuk kerucut, disajikan bersama lauk ayam kungpao dan sedikit capcay. Ayamnya berbentuk panjang-panjang seperti jari dan berwarna kecoklatan, ditumis bersama potongan cabe dan bawang. Kalau dilihat sekilas memang tidak mirip potongan ayam, jadi saya penasaran dan ikut mencicipi. Rasanya wow enak, ayamnya garing dibagian luar, diselimuti bumbu kungpao yang rasanya asam manis gurih, aih sedapnya.


Kaylan 2 musim adalah kaylan yang daunnya dicincang dan digoreng garing, sehingga menimbulkan sensasi kriuk-kriuk ketika dimakan. Sedangkan batangnya dikukus secara terpisah, keduanya disajikan dipiring dan ditaburin cincangan bawang putih goreng.


Terakhir adalah neah thod prik thai yaitu sapi lada hitam yang ditumis bersama potongan cabe, bawang, wortel dan jamur, lalu diberi taburan cincangan bawang puting goreng. Bumbu lada hitamnya cukup banyak dan berbentuk kental nyemek, sebenarnya rasanya enak, cuma kata Egha kalau sapi lada hitam yang Chinese food lebih enak lagi karena bumbunya kering menyelimuti dagingnya, tidak basah seperti Thailand food ini.


Secara keseluruhan semua hidangan ini rasanya enak dan memuaskan, bahan-bahannya fresh dan bisa dijadikan langganan tempat ngumpul-ngumpul. Selain pilihan menunya banyak, harganya juga masuk akal yaitu nasi goreng capcay, nasi ayam kungpao dan kaylan @ Rp 31.000, mie hot plate dan nasi goreng bebek @ Rp 37.000 serta lada hitam Rp 54.000. Minuman yang kami pesan adalah liang tea, lemon tea dan es teh tarik antara Rp 10.000 sampai 16.000. Nambah satu lagi rekomendasi tempat makan kawasan Buahbatu.

No comments: