Sunday, August 18, 2019

PENGAJIAN AL HIDAYAH : KOREKSI BAGI PENUNTUT ILMU 18-8-19 USTADZ RIZAL YULIAR PUTRANANDA


Keutamaan menuntut ilmu :
1.   Menggapai Kemuliaan Dengan Ilmu Syar’i
Allah akan memberi kelapangan dan mengangkat (derajat) orang-orang yang menuntut ilmu
Surat 58 Al Mujadilah Ayat 11 : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
2.   Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga
·         “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (syar’i), maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga.”
·         “Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali.”
3.   Dengan Menuntut Ilmu Segala Pintu Kebaikan, Maghfirah, dan Pahala Akan Dilimpahkan
·         “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka ia akan diberikan kepahaman tentang agama.”
·         “Apabila anak cucu Adam meninggal dunia maka terputus semua amalannya kecuali dari tiga hal: [1] shadaqah jariyah, [2] ilmu yang bermanfaat, dan [3] anak shalih yang mendoakannnya.”
·         “Para ulama adalah pewaris para Nabi. Para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, mereka hanya mewariskan ilmu. Barangsiapa yang dapat mengambilnya, sungguh ia telah meraih bagian yang banyak.”


Begitu pentingnya ilmu, bahkan bagi seekor anjing :
-          Anjing yang diajarkan ilmu berburu, ketika dilepas untuk berburu dan diucapkan Bismillah, maka hasil buruannya halal.
-          Tapi bila anjing tsb tidak diajarkan ilmu berburu, ketika dilepas untuk berburu dan diucapkan Bismillah, maka hasil buruannya tidak halal.

Nabi Muhammad selalu berdoa :
Surat 20 Thaha Ayat 114 : Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al Qur'an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa memanjatkan doa yang penuh berkah ini selepas shalat subuh : "Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfa'at, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima."

10 catatan penting sebagai koreksi bagi penuntut ilmu / Tholabul 'Ilmi, harus kita pelajari agar kita bisa menjauhkan diri dari hal-hal tsb :

1.   Tholabul 'Ilmi  tidak bertujuan untuk mencari tendensi duniawi
Tendensi duniawi hanya diketahui dari hati nurani diri sendiri, orang lain tidak tau.
Belajar ilmu agama itu harus bertujuan untuk meraih ridho Allah dan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, bukan untuk mencari kepentingan duniawi.

Ada 3 jenis manusia yang menjadi bara api pertama di neraka :
·         Orang yang memiliki nikmat ilmu agama dan hafalan Al Quran. Ketika ditanya Allah, dia berdusta, padahal dia ingin disebut sebagai alim ulama.
·         Orang yang berjihad / berperang melawan kaum kafir. Ketika ditanya Allah, dia berdusta padahal dia ingin disebut sebagai pemberani.
·         Orang yang bersedekah. Ketika ditanya Allah, dia berdusta padahal dia ingin disebut sebagai dermawan.
·         Obatnya : ikhlaskan niat karena Allah semata

2.   Tholabul 'Ilmi tidak bertujuan agar bisa berdebat dengan alim ulama, ingin membodoh-bodohin orang lain yang belum berilmu, ingin menjadi pusat perhatian, diakui sebagai orang hebat, bahkan dilarang mendebat Ahlul Kitab / pemilik kitab lain (kitab yang salah) selain Al Quran.
Surat 29 Al Ankabut Ayat 46 : Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka, dan katakanlah, "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri .”

Tholabul 'Ilmi  bertujuan untuk mengetahui kebenaran bukan untuk mendebat ketetapan Allah dan Rasul.
Surat 33 Al Ahzab Ayat 36 : Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.

3.   Tholabul 'Ilmi  tidak bertujuan untuk menyimpang, mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan, merubah makna yang benar menjadi salah/batil.
Surat 3 Ali Imran Ayat 71. Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan, dan kamu menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?
Contoh kitab :
-          Perjanjian lama, isinya kitab Taurat
-          Perjanjian baru, isinya kitab Injil
Surat 2 Al Baqarah Ayat 79 : Maka celakalah orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka (sendiri), kemudian berkata, "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka celakalah mereka, karena tulisan tangan mereka, dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat.
Obatnya : Merasa diawasi Allah : Surat 40 Muhammad

4.   Tholabul 'Ilmi  menjadikan setiap waktu itu berpahala.
Bila ada waktu kosong, manfaat untuk :
-          Tidur, dengan niat bangun dengan badan lebih segar dan beribadah lebih baik
-          Olahraga. Sifatnya mubah Mubah yaitu bila dikerjakan atau tidak dikerjakan = tidak berpahala dan tidak berdosa
-          Manfaatkan waktu mudamu sebelum tua, manfaatkan masa sehatmu sebelum sakit, manfaatkan masa hidupmu sebelum mati, manfaatkan masa kecukupanmu sebelum kefakiran, manfaatkan waktu luangmu sebelum sibuk : untuk melakukan banyak aktifitas yang berpahala.

5.   Tholabul 'Ilmi tidak boleh mempunyai sikap rendah semangat, rendah tekad, loyo

6.   Tholabul 'Ilmi tidak sibuk dengan hal-hal yang remeh.
Surat 7 Al A’raf Ayat 31 : Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

7.   Tholabul 'Ilmi tidak membiarkan anggota tubuh beraktifitas secara lebih dari semestinya, dan tinggalkan aktifitas yang tidak bermanfaat, agar kualitas agama kita membaik.

8.   Tholabul 'Ilmi tidak bangga diri / ujub.
Karena merupakan penyakit hati, meremehkan orang lain.
Obatnya : tawadhu / rendah hati, melihat orang lain lebih baik daripada kita.
9.   Tholabul 'Ilmi tidak mencemaskan masa depan
Obatnya : selalu berprasangka baik

10.                Tholabul 'Ilmi jangan memiliki sikap kurang berdoa, agar istiqomah selalu diatas kebenaran / kebaikan.

Tholabul 'Ilmi tidak boleh mempunyai sikap futur, malas, putus asa, bosan dalam menuntut ilmu. Cara mengatasinya :
1.   Ikhlas karena Allah
2.   Cara menghindari futur : harus sesuai kemampuan, lakukan secara bertahap dan membuat skala prioritas
3.   Memiliki sahabat motivator yang mampu meluruskan, mengingatkan, mengajak kita untuk kebaikan
4.   Membaca biografi ulama terdahulu, dan mengikuti langkahnya
5.   Selalu berdoa, teguhkan hati, selalu diatas kebaikan, bersihkan hati kita / Tazkiyatun Nafs

No comments: