Friday, June 14, 2019

Riung Gili-Gili Restaurant Bogor, Chingu Korean Fan Cafe Bandung


Bulan Ramadhan telah berlalu, semoga saja ibadah Ramadhan kita diterima oleh Allah SWT, dan kita lulus mejadi orang yang bertaqwa dan istiqomah dalam menjalankan ibadah serta bertemu kembali dengan bulan Ramadhan tahun-tahun berikutnya, aamiin ya Rabbalalamin.

Sebuah tradisi di Indonesia pada bulan Syawal adalah halal bi halal yang pada intinya adalah silaturahmi serta saling bermaaf-maafan. Oleh karena itu kami mengunjungi kota Bogor dan Bandung untuk bersilaturahmi kepada keluarga besar kami. Disela-sela kunjungan tak lupa kami sempatkan diri untuk kuliner dikedua kota tsb, dan saya tuliskan reviewnya.

1.   Riung Gili-Gili Restaurant, Jl. Raya Pajajaran no. 69, Bogor (***)



Bila kita memasuki kota Bogor, resto pertama yang paling besar dan ramai di Jl. Raya Padjajaran adalah resto Riung Gili-Gili. Bangunannya besar, 2 tingkat, berbentuk pendopo ruang terbuka, dengan lahan parkir yang cukup luas. Bangunan ini sudah mengalami transformasi yang sebelumnya bermaterial dominan tembok bata sekarang menjadi bernuansa kayu.

Di Hari ke 2 bulan Syawal ini, resto terlihat penuh dan kami bertiga masuk kedalam daftar antrian. Untunglah masih ada meja kecil diteras depan resto dan hal itu menguntungkan ibu saya yang agak sulit bila harus menaiki tangga.

Resto ini memiliki slogan “Quality Authentic Sunda” yaitu resto yang merepresentasikan bagaimana masakan khas Sunda sebenarnya. Walaupun begitu, resto ini juga menyajikan beragam sajian lainnya seperti Ayam Kulit Garing, Ayam Cabe Rawit, Ayam Goreng / Bakar, Empal Daging Sapi, Bistik Sapi Gili-Gili, Iga Sapi Bakar, Sapi Lada Hitam, Ayam Bakar Gili-Gili, Empal Sengkel, Bebek Sereh / Geprek / Bakar, aneka masakan gurame, nasi & mie goreng serta makanan kecil.

Tapi yang dimaksud dengan slogan tsb adalah 2 menu unggulan resto Riung Gili-gili yaitu Nasi Timbel Komplit dengan Ayam / Empal / Ikan Balita yaitu nasi timbel disajikan dengan bakwan jagung, ikan asin gabus, sayur asem, tahu, tempe, lalapan segar, sambal terasi dan emping melinjo. Serta Nasi Gurih Gili-Gili dengan Ayam / Empal / Ikan Balita yaitu nasi tanak ikan asin jambal ala sunda, Krecek oncom, bakwan jagung, tahu, tempe, lalapan segar, sambal terasi dan emping melinjo.

Hmm sepertinya kedua menu tsb komplit dan istimewa, saya jadi penasaran dengan rasa nasi gurih yang katanya bertaburan ikan asin jambal, potongan pete serta rasa agak pedas. Jadilah saya memesan nasi gurih gili-gili dengan lauk ayam goreng paha, ibu saya memesan nasi timbel ayam goreng paha serta suami lebih tertarik pada gambar menu ikan gurame goreng menari yang sayapnya meliuk-liuk.


Ternyata nasi gurih gili-gili yang dalam gambar menu adalah terbungkus daun pisang, muncul dalam keadaan terbuka dan dicetak bulat. Rasa nasi memang oke dan gurih karena terselip potongan ikan asin, potongan pete dan irisan cabe, mirip dengan nasi liwet sunda. Lauk pendampingnya adalah ayam goreng serundeng lengkuas, tahu, tempe, bakwan jagung, tumis oncom yang agak istimewa menurut saya karena berisi potongan wortel, buncis dan jamur kuping, kemudian lalap, sambal, emping serta taburan berbentuk abon tapi itu ternyata ikan asin. Menu yang saya nilai oke ini akan lebih istimewa bila nasinya terbungkus daun seperti dalam gambar tapi mungkin daun pisang sedang langka di libur lebaran ini.


Bedanya dengan nasi timbel adalah tumis oncom diganti dengan sayur asem serta ikan asin masih dalam bentuk potongan bukan taburan. Serta ikan gurame goreng menari sukses membuat lidah kita menari-nari karena daging ikan dicocol kedalam sambal dadak yang super pedas. Saya melihat mayoritas pengunjung memesan kedua menu unggulan ini karena praktis, komplit, kenyang dan rasanya lumayan istimewa.

2.   Chingu Korean Fan Cafe Jl. Buahbatu no. 218 Bandung (***)

Bulan Syawal hari ke 3 kami tiba di kota Bandung. Hal pertama yang kami lakukan adalah mencari tempat makan siang. Tapi kok tumben suami mengajak makan masakan Korea padahal ada ibu saya. Katanya ada resto Korea yang rame banget di Jl. Buahbatu dan dia penasaran ingin mencobanya. Kami pun manut saja diajak kesana. Tiba di lokasi, kami berhadapan dengan sebuah bangunan bertingkat dengan logo Chingu Korean Fan Cafe dan beberapa pohon sakura menghiasi bagian depan lantai 2 cafe ini.

Kami masuk dan mendapati lantai dasar sudah penuh oleh pengunjung tapi beruntung kami mendapat sisa 1 meja dengan kursi-kursi tanpa sandaran. Ada 2 jenis buku menu yang dibagikan, salah satunya adalah buku menu khusus Korean BBQ & Budae Jjigae alias sup. Kami melihat mayoritas pengunjung memilih menu BBQ dan kami turut memesan menu tsb karena merasa familiar dan yang paling penting adalah ibu saya pasti suka.

Setelah membolak balikkan buku menu, kami tertarik memilih menu all ini 1 mozza BBQ yaitu perpaduan 2 jenis daging sapi yaitu daging dengan dan tanpa lemak serta daging ayam, dimasak diatas plate dengan cocolan telur dan keju mozzarella dipinggiran plate nya. Kelihatannya sedap dan seru. Menu BBQ ini cukup untuk 2 – 3 orang. Tak lupa kami pesan nasi putih dan tambahan japchae alias soun goreng ala Korea. Korean terkenal akan dessert Pat Bingsoo alias es campur. Saya pun memesan 200% Green Tea Pat Bingsoo yang tampak menggiurkan, suami memesan green tea milk tea serta teh panas untuk ibu.

Daftar menu turut mencantumkan harganya tapi semua dalam lambang mata uang W dibaca Won. Bagaimana cara menghitungnya ? Rupanya setelah kami tanyakan, tinggal dikalikan saja dengan 10. Misalnya harga all ini 1 mozza BBQ adalah W 10,900 x 10 = Rp 109.000, japchae W 2590, pat bingsoo W 2990, milk tea W 2290 dll pusing ah hehehe.






Penyajian menu BBQ adalah pertama datang kompor gas portable diatas meja, kemudian plate besi untuk membakar BBQ ditaruh diatas kompor. Setengah pinggiran plate berisi kocokan telur plus cincangan daun bawang, dan setengahnya lagi berisi potongan keju mozzarella. Tiga jenis daging disajikan diatas piring, telah dimarinated dengan bumbu original. Pilihan lainnya adalah bumbu spicy bila suka. Disajikan pula 2 jenis yaitu saus manis dan saus kacang serta minyak untuk mengoles plate, kemudian sepiring daun lettuce bersama bawang putih, daun bawang dan wortel serta saus sambal. Nasi disajikan didalam mangkuk aluminium beserta tutupnya, untuk menjaga kehangatan nasi.


Daripada ribet masak karena sudah lapar, kami minta dimasakin saja oleh pelayannya. Sambil menunggu proses memasak, saya menyantap japchae. Soun goreng ala Korea ini rasanya lezat, bumbunya pas manis gurihnya, berpadu dengan aneka sayur wortel, kol, jamur kuping, bawang bombay dan taburan wijen.


Rahasia memasak BBQ adalah api jangan terlalu besar, daging jangan terlalu matang atau kelamaan diatas plate. Segera cocol dan balut daging dengan telur atau keju mozzarella yang mulur panjang menggiurkan, segera makan bersama nasi, rasanya hmm enak banget, manis dan gurih bersatu dalam mulut.

Versi kedua adalah daging yang telah matang tsb dibungkus daun lettuce dan hap langsung dimakan bersama nasi, hmm nyam nyam sedapnya. Makanan ini harus segera disantap dengan gerak cepat karena bila daging terlalu matang, teksturnya menjadi keras dan alot serta keju keburu kering dan gosong. Atau sisihkan daging diatas piring, jangan didiamkan diatas plate.


Terakhir adalah Green Tea Pat Bingsoo, kenapa disebut 200% green tea ? Sebuah nampan kayu bulat, diatasnya ditaruh gelas berisi puding green tea dan nata de coco, diberi es serut, kacang merah dan es krim green tea, dihiasi taro jelly serta disajikan pula segelas susu putih. Seharusnya ada black balls tapi sedang habis.

Sebelum dimakan atau diminum, tuangkan dulu susu tsb kedalam gelas es campur tapi awas kepenuhan karena es serut mulai mencair. Setelah tercampur barulah dinikmati dengan cara disendok. Sebenarnya lebih enak pakai sedotan tapi tidak disediakan sedotan karena kebijakan mengurangi sampah platik. Kenapa disebut 200% green tea karena rasa green tea nya double dari rasa pudingnya, sirupnya dan es krimya, serta susu dan kacang merah menyempurnakan dessert ini.


Selesai menyantap semua sajian ini dengan rasa puas, saya merasa bill yang ditagih sebesar Rp 255.420 sangat sepadan karena makanannya lezat dan porsinya pas. Ah suatu saat ini perlu diulangi lagi.

No comments: