Tuesday, July 25, 2017

Itinerary : Best Deal Bangkok - Pattaya, hari ke 1 - 2

Libur lebaran tahun ini, saya dan suami diajak kakak pergi ke Bangkok, dengan layanan Rotama Tour, paket 5D/4N best deal Bangkok Pattaya. Pengalaman ini sengaja saya share di blog untuk berbagi pengalaman.

Hari 1, Jakarta - Bangkok

Kami berkumpul di Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno Hatta untuk bersama-sama memulai perjalanan dengan pesawat Garuda menuju Bangkok. Tidak ada perbedaan waktu antara Bangkok dan Jakarta. Kami berangkat pk. 12.35 dan tiba di Bandara Suvarnabhumi International Bangkok pk. 16.15.

Peserta tur terdiri dari 3 keluarga, keluarga kami paling banyak yaitu 9 orang, keluarga dari Bandung 5 orang, dari Palembang 4 orang. Guide dari Rotama 1 orang, guide dari Thailand 1 orang serta 1 supir bis. Kami ber 21 orang bersama-sama melakukan perjalanan selama 5 hari. Guide dari Thailand, bapak-bapak, cukup fasih berbahasa Indonesia dan lucu pula orangnya, namanya pak Sacit.

Al-Hilal Restaurant (**)


Tujuan pertama kami setelah mendarat adalah makan malam, padahal waktu baru menunjuk pk. 17. Kami makan malam di sebuah restoran halal yang cukup terkenal yaitu Al-Hilal Restaurant, tidak jauh lokasinya dari bandara yaitu di Krungthep Kreetha Frontage Road, Distrik Saphan Sung, Bangkok.




Sampai disana resto ini sudah penuh oleh rombongan turis yang baru datang dari bandara, sebagian besar adalah turis muslim Asia, banyak juga yang berbahasa Indonesia. Resto menyediakan fasilitas mushola. Kami duduk di meja besar bulat untuk makan tengah. Tak perlu menunggu lama, hidangan segera datang diantar ke meja kami, dengan menu yang sama di setiap meja.



Menu terdiri dari appetizer salad Thai yaitu irisan sayur mayur yang disiram kuah asam pedas dan taburan kacang, kemudian datanglah sepiring telur dadar yang wanginya semerbak sekali, lalu ada cap cay sayuran, tumis ayam, chicken katsu, ikan yang disiram kuah asam pedas, taburan bawang, kacang dan dedaunan aromatik, terakhir adalah sup tom yam bening berisi ikan dan jamur. Telur dadar mendapat tambahan seporsi lagi serta sop tom yam juga ditambah isinya. Selesai makan diantarlah sepiring buah potong semangka dan melon sebagai pencuci mulut.



Kesan saya setelah makanan disini adalah hidangan rasanya enak, cocok di lidah dan perut, memuaskan dan mengenyangkan. Pelayanannya cepat dan pelayan kebanyakan adalah muslim dan berjilbab.

Asiatique (1)


Setelah makan kami menuju Asiatique di Chareonkrung Soi 74-76. Selama perjalanan saya melihat kota Bangkok mirip sekali dengan Jakarta, lebih banyak memiliki gedung tinggi, jalan tol dan kemacetan dimana-mana.

Asiatique The Riverfront  adalah sebuah mall dengan tema night bazar, buka sejak pk. 17 dan berada di tepi Sungai Chao Phraya. Lokasinya menempati bekas gudang pelabuhan perdagangan internasional. Asiatique memiliki sekitar 1.500 butik dan 40 restoran, terbagi menjadi 4 distrik yaitu :

1. Waterfront dengan lampu neon Asiatique yang menjadi ikon, area ini berisi aneka resto seperti resto Italia, Thailand dan Seafood.
2. Town Square memiliki bar dan ruang terbuka untuk acara-acara.
3. Chareonkrung adalah area tempat butik-butik kecil yang menjual souvenir, kerajinan tangan, perhiasan dan pakaian. Toko-toko tsb memiliki pilihan barang dan pajangan yang menarik, berasal dari merek-merek Thailand yang modis.
4. Factory adalah area yang berisi toko fashion mutakhir dan gadget.

Hal pertama yang menarik perhatian saya ketika tiba disini adalah sebuah bianglala besar bernama Asiatique Sky berisi 40 gondola setinggi 60 meter, merupakan landmark kota Bangkok. Sangat disarankan naik bianglala ini agar bisa melihat pemandangan kota Bangkok dimalam hari. Sayangnya kami hanya sempat foto-foto saja dengan latar belakang bianglala.

Asiatique merupakan tujuan wisata belanja dan kuliner. Disini saya sempat membeli sebuah baju kaos, kemudian saya terhisap kerumunan pengunjung di Miniso, padahal di Jakarta juga ada. Miniso adalah toko fashion dan perlengkapan umum ternama dari Jepang, yang menyediakan beragam peralatan teknologi, rumah tangga, fashion dengan kualitas yang tinggi dan harga yang terjangkau.

MA Hotel

Tujuan terakhir adalah check in dan istirahat di MA Hotel, yaitu hotel bintang 4 yang berada di 412 Thanon Surawong, Khwaeng Si Phraya, Krung Thep Maha Nakhon 10500. Kami menginap semalam disini karena besok pagi akan melanjutkan perjalanan ke Pattaya. Fasilitas yang tersedia adalah kolam renang indoor, bar lobi, restoran, ruang pertemuan dan kafe serta free wifi yang sangat penting untuk update status karena saya adalah pengemis wifi.

Ketika kami masuk kamar, waduh kamarnya kok sempit banget, pintu kamar mandi pas disamping dan menghadap tempat tidur. Sebelum masuk hotel kami diperingatkan dulu oleh guide untuk tidak membawa pulang sendal hotel karena bisa kena charged. Tersedia 2 botol minuman gratis tapi ukurannya kecil, tidak cukup untuk minum berdua, untung ada Family mart disamping hotel, jadi bisa membeli persediaan minuman.

Hari 2, Bangkok - Pattaya

Besok paginya, morning call pk. 5, sarapan pk. 6 dan masuk bis pk. 7, karena tujuan wisata kami hari ini cukup padat, sekaligus check out untuk menginap di Pattaya. Ketika sarapan di hotel, ruang makan terbagi menjadi 2 area, entah apa yang membedakan, apakah harga hotel kami lebih murah ? Pertama saya mengamati makanan di area main course, tidak ada yang mencurigakan. Tapi ketika hendak mengambil roti di ruangan sebelah, saya melihat sebuah panci bertuliskan minced pork porridge menyempil diantara jajaran pastry. Ah bikin selera makan hilang saja.

Sungai Chao Phraya

Pk. 7 kami bergegas naik ke dalam bis. Tujuan pertama adalah wisata susur sungai Chao Phraya yaitu sungai utama di Thailand dengan panjang sekitar 372 kilometer dan membelah kota Bangkok. Kami turun bis dan berjalan melewati pasar basah, kemudian tiba di dermaga Thewet (N15) untuk menggunakan Chao Phraya Express Boat. Pemandangan selama perjalanan susur sungai adalah gedung-gedung tinggi, hotel dan perkantoran, kantor pemerintahan dan rumah ibadah. Beberapa masjid besar juga terlihat disini karena 90% agama di Thailand adalah Buddha, 8% Islam dan 2% Kristen.





WAT ARUN (2)





Tempat berlabuh pertama adalah Wat Arun yaitu kuil / candi Buddha (wat) terbesar di kota Thonburi di sisi sungai Chao Phraya. Turun dari kapal, kami melewati sebuah taman yang indah dan berjalan masuk menuju tempat candi. Tiba didepan candi yang menjulang tinggi sekitar 70 meter, berwarna putih dengan detail hiasan warna warni, tapi sayangnya sedang dalam proses renovasi. Candi memiliki empat sudut yang merupakan rumah para dewa penjaga dari ke empat penjuru. Disekitar candi terdapat banyak patung Buddha dan patung para dewa. Kegiatan kami disini adalah foto-foto dengan latar belakang keindahan candi.


Didalam komplek candi banyak kucing dimana-mana, di dermaga banyak burung merpati dan didalam sungai banyak ikan patin ukuran besar-besar. Menurut kepercayaan, bila kita melihat ikan patin putih, itu adalah tanda keberuntungan.

GRAND PALACE (3)


Melanjutkan perjalanan dengan perahu, tempat berlabuh kedua adalah Grand Palace atau Istana Raja yaitu komplek bangunan istana di Bangkok, yang berisi bangunan dan kuil yang megah, mempesona, spektakuler, berlapis emas dan memiliki detail arsitektur yang rumit dan indah. Grand Palace berfungsi sebagai kediaman resmi Raja-raja Thailand selama 150 th.






Kebetulan Thailand saat ini sedang masa berkabung selama 1 tahun sejak Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, meninggal dunia di usia 88 tahun pada tg 13 Oktober 2016. Raja telah bertahta selama lebih dari 70 tahun, merupakan raja paling lama berkuasa di dunia. Dampak wafatnya Raja bagi rakyat Thailand yang sangat mencintai raja nya adalah ucapan berkabung dimana-mana, disetiap gedung, kantor, tempat wisata, jalan, dll. Penduduk Thailand berduyun-duyun memakai baju hitam dan melayat ke Grand Palace, tempat jenasah raja disemayamkan. Lalu lintas di sekitar Grand Palace ditutup, dan kami para turis harus berjalan cukup jauh menuju Grand Palace dan Wat Pho. Mengunjungi Grand Palace, pakaian harus sopan dan tertutup, tidak tembus pandang, memakai sepatu serta tidak boleh berisik.






Apabila melihat Grand Palace Map, komplek ini berisi 36 bangunan. Salah satunya adalah Wat Phra Kaew / Temple of Emerald Buddha / Kuil Buddha Zamrud, berisi Emerald Buddha kecil yang sangat terkenal dan dihormati  berasal dari abad ke-14, tapi kami tidak masuk kedalam kuil tsb.


Wat Pho / The Temple of the Reclining Buddha (4)



Setelah puas foto-foto dan menikmati keindahan Grand Palace, kami menuju Wat Pho atau The Temple of the Reclining Buddha yaitu kuil yang berisi patung Buddha berbaring. Perjalanan dari Grand Palace menuju Wat Pho lumayan bikin kaki gempor, apalagi ditengah cuaca terik begini. Sampai disana kami mendapat sebotol air dingin, alhamdulillah. Sebelum masuk kedalam kuil Buddha, kami harus melepas alas kaki dulu, lalu dimasukkan kedalam kantong, tapi kantong boleh dibawa masuk.

Didalam ruangan tsb berbaringlah sebuah patung Buddha setinggi 15 meter dan panjang 46 meter, berlapis emas, yaitu merupakan patung Buddha terbesar di Thailand. Patung Buddha tsb diapit oleh tiang-tiang kokoh, sehingga kesannya Buddha terhimpit didalam ruangan dan agak susah untuk melihat Buddha secara utuh. Kemudian kami menyusuri lorong, mengitari patung tsb sambil menikmati kemegahan kuil yang penuh dengan detail dekorasi etnik. Sambil berjalan saya mendengar suara-suara dentingan yang berkesinambungan. Oh rupanya dibagian belakang Buddha terdapat 108 buah mangkok, konon bila memasukkan koin di setiap mangkok, maka hidupnya akan penuh keberuntungan, selain itu bermanfaat juga bagi para biksu untuk merawat kuil tsb.

Canal Restaurant, Nouvo City Hotel (*)


Keluar dari Wat Pho, kami kembali melanjutkan perjalanan dengan bis. Tujuan selanjutnya adalah makan siang di Nouvo City Hotel di 2 Samsen 2, Samsen Rd., Banglamphu, Pranakorn, Bangkok 10200. Salah satu fasilitas hotel ini adalah Canal Restaurant yang menyediakan prasmanan halal 100%. Menu prasmanan ala hotel sangat komplit, dari appertizer, main course, dessert dan minuman. Aneka cake dan kue-kue tradisional tersedia disini, belum lagi es campur, puding, aneka kue kering dalam toples serta mesin nesface.




Selesai makan siang, kami menuju mushola yang bersih dan rapi, ada tempat duduk untuk wudhu nya serta ada jadwal sholat dipasang dinding. Jadwal sholat di Thailand adalah sekitar setengah jam lebih lambat dari pada Jakarta, sehingga kami segera wudhu dan sholat di bis karena perjalanan akan segera berlanjut.

Leather shop (5)

Setelah makan siang kami menuju Leather shop yang merupakan agenda wajib semua jenis tur. Tapi karena saya tidak tertarik, ya hanya melihat-lihat saja. Tapi keponakan saya membeli ikat pinggang, maklumlah dia itu tinggi besar dan gendut, jarang ada ikat pinggang dengan ukuran super panjang.

Honey Shop, Big Bee Farm (6)


Setelah itu kami menuju toko madu bernama Big Bee Farm di 41/10 Moo.3 Nongplalai, Banglamung, Chonburi 20150. Kata suami yang sudah pernah kesini, disini madunya mahal, padahal saya penggemar madu dan sudah berniat membeli.



Tiba disana, kami diajak berkeliling halaman untuk melihat aktivitas peternakan lebah yang diterangkan oleh guide toko tsb dengan bahasa Indonesia. Setelah itu kami masuk ke dalam ruangan untuk diberi penjelasan mengenai produk Big Bee dengan merk Thep Prasit. Ada 4 jenis produk yaitu :

1. Mature honey : Madu ekstrak alami yang berasal dari bunga.
2. Multiflora Bee Pollen : Hasil kerja keras lebah yang mengumpulkan serbuk sari bunga. Merupakan super food berkonsentrasi tinggi, mengandung nutrisi kompleks berkualitas tinggi.
3. Fresh Royal Jelly : Kelenjar susu lebah, merupakan suplemen bervitamin konsentrasi tinggi.
4. Propolis : Getah yang dikumpulkan lebah dari tanaman dan pohon, oleh lebah digunakan untuk lapisan area utama sarang dan membentuk lingkungan steril.



Karena harganya mahal, kami berencana membeli madu, royal jelly dan bee pollen dengan ukuran paling kecil. Tapi tidak jadi karena dibayarin oleh kakak, maka kami membeli 1 paket produk yang isinya lebih banyak, lengkap dan lebih mahal tentunya, alhamdulillah rezeki.



Keluar dari ruangan kami menuju toko yang menjual aneka produk Big Bee, produk beauty dan spa, snack dll dengan harga lebih terjangkau. Mengenai manfaat masing-masing produk Thep Prasit untuk kesehatan, saya upload brosurnya.

Pattaya

Setelah itu perjalanan kami lanjutkan menuju Pattaya yaitu sebuah kota yang terletak di pesisir Teluk Thailand, sekitar 100 km tenggara Bangkok di Provinsi Chonburi, merupakan pusat pariwisata terbesar di Thailand. Pemandangan selama perjalanan agak membosankan karena mirip pemandangan perjalanan Jakarta ke Bandung via Bekasi - tol Cipularang, gersang dan bikin ngantuk, memakan waktu sekitar 2 jam. Sempat berhenti di rest area, saya terlanjur masuk kedalam toilet mahal seharga 20 bath. Toilet nya bagus dan bersih, dihiasi mozaik keramik warna warni, seperti sebuah cafe.

Baru-baru ini Pattaya mendapat julukan dari media barat sebagai ibu kota Seks Dunia yaitu "Sodom dan Gomorrah Modern". Tapi jangan khawatir, selama di Pattaya kami sama sekali tidak bersentuhan dengan area “dewasa khusus laki-laki”, bahkan Cabaret Show yang merupakan salah satu daya tarik Pattaya yang paling dicari lelaki, yaitu pertunjukan tari yang disuguhkan oleh banyak penari, baik penari perempuan maupun banci (lady-boys), tidak termasuk dalam agenda tur.

Art in Paradise (7)


Tujuan pertama di Pattaya adalah Art in Paradise yaitu Trick-Eye 3D Museum atau sebuah galeri seni yang berisi lebih dari 100 lukisan tiga dimensi yang interaktif, dilukis langsung di dinding untuk menciptakan ilusi gambar yang menakjubkan dan menipu mata kita. Bila kita di foto dengan latar belakang lukisan tsb, bila kita bergaya interaktif, akan menjadi bagian dalam tema lukisan tsb, sehingga menghasilkan foto yang menipu mata dan memancing tawa. Lokasi musium berada di 78/34 Pattaya Sai 2 Rd. Muang Pattaya, Nongprue, Bang Lamung, Chonburi Chang Wat Chon Buri 20150.

Ketika saya sudah berada didalam musium, saya perhatikan lukisan-lukisan disana mirip sekali dengan lukisan yang ada didalam Dream Museum Zone (DMZ) Jl. Nakula No.33X, Legian, Kuta, Badung, Bali. Bedanya kalau di Bali banyak sekali petugas yang menolong kita mengambil foto sekaligus sebagai pengarah gaya. Sedangkan di Art in Paradise sama sekali tidak ada petugas, jadi kalau datang kesini sendirian, rugilah kita, ngga ada yang bisa bantu fotoin kita.

Bila kita mau berpose disetiap lukisan, akan memakan waktu sekitar 2 jam karena tempatnya cukup luas dan terdiri dari 2 lantai. Tapi hasilnya bakal memuaskan dan lucu, menyenangkan sebagai koleksi foto pribadi kita, asal gaya kita ketika difoto harus dilakukan dengan ekspresif dan interaktif, jangan kaku.

Hard Rock Cafe (8)

Tujuan kedua adalah Hard Rock Cafe di 429 Moo.9, Pattaya Beach Road Nongprue Bang Lamung District, Chon Buri 20150. Letaknya persis diseberang pantai, mirip di Bali. Disini kami diberi waktu sebentar untuk foto-foto didepan Hard Rock Cafe, sekalian membeli cendera mata bila ada yang berminat, kalau saya sih mending berjalan ke pantai sebentar, menikmati sunset.


A-One Star Hotel

Tujuan terakhir adalah check in di A-One Star Hotel tempat kami akan menginap selama 2 malam, lokasinya di 115/11 Moo 9 Pattaya Beach Road, Pattaya, Chonburi 20150. Hotel ini merupakan budget hotel yang memiliki bentuk bangunan yang ramping. Bila ingin menikmati fasilitas hotel seperti restoran, karaoke, kolam renang, spa dan gym, dipersilahkan datang ke A-One Royal Cruise Hotel yang berada disampingnya.

Ketika kami masuk ke dalam kamar untuk menaruh koper, ya ampun parah banget, kamar hotel lebih sempit dari pada Ma Hotel Bangkok. Ketika pintu kamar dibuka, ada kamar mandi disebelah kiri, berisi closet dan shower mandi, lalu wastafel ada diluar kamar mandi, di selasar. Koper kami yang ukurannya besar ditaruh dilantai, menutupi jalan, jadi bila hendak menuju tempat tidur sisi kanan harus melangkahi koper dulu. Tidak ada kursi dan rak baju, hanya ada 3 buah hangers yang tergantung di sebuah gantungan dinding. Lemari es sih ada, tapi tidak tersedia teh, kopi dan gula. Bila saya berdiri di depan wastafel, lalu suami saya lewat hendak ke kamar mandi, tubuh kami pun bersenggolan, uhuy asyiknya.

HARBOUR RESTAURANT (**)




Sebelum istirahat, kita makan malam dulu dong. Kami berjalan ke seberang hotel dan masuk ke dalam sebuah resto bernama Harbour restaurant. Disini makanannya halal, ala buffet, banyak sekali pilihannya, komplit dari appetizer, main course, dessert dan drink. Tapi menu yang paling dominan adalah seafood, bahkan tersedia seafood segar dan mentah diatas es yang bisa langsung dimakan. Harbour restaurant adalah resto hotel pertama yang menyediakan makanan khas yang halal di Pattaya. Ruangannya luas, meja makan berbentuk bulat besar untuk makan berombongan atau familly. Malam itu pengunjung penuh sekali, aneka ragam makanan yang tersedia ludes tak bersisa.

1 comment:

Sierra Tanjaya said...

Yuk Boss Main Bareng di Agen Taruhan Online Terpercaya
Menang dan Raih Hadiah Serta Bonus Setiap Hari!
Cuma disini Rasakan Taruhan Online Dengan Sensasi Berbeda!
Ingat Taruhan Online Ingat BOLAVITA ya boss !

Info Selengkapnya Hubungi Customer Service Kami (Online24jam)
WA: 0812-2222-995
BBM: BOLAVITA
WeChat: BOLAVITA
Line : cs_bolavita

INFO TOGEL HARI INI