Wednesday, September 22, 2010

Sate Cirebon nan gendut & empuk (**)


Tak sengaja kami makan disini. Kisahnya adalah ketika kami akan pulang dari kota Tasikmalaya menuju Bandung, saat liburan lebaran yang lalu, tiba-tiba mobil kami mengalami kerusakan mesin, sehingga sangat beresiko bila kami nekat melanjutkan perjalanan dalam suasana mudik yang macet ini. Segera kami mencari-cari bengkel resmi untuk perbaikan mobil ini. Setelah sekian lama browsing di internet, ketemulah satu bengkel di kawasan jl. Ir. H. Juanda Tasikmalaya. Untunglah bengkel tersebut buka. Ketika diperiksa, sang teknisi memberitahu bahwa perbaikan memerlukan waktu yang cukup lama. Apa boleh buat, dari pada ada apa-apa dijalan, lebih baik sabar menunggu perbaikan.
Rasanya waktu berjalan lambat sekali, sudah 2 jam kami duduk diruang tunggu, badan terasa pegal. Perut yang lapar pun tak bisa diajak kompromi lagi. Tak tahan kami akhirnya berjalan kedepan mencari tempat yang layak untuk makan siang. Ternyata beberapa meter disebelah kanan bengkel ada sebuah plang rumah makan bernama “Sate Cirebon”. Hmm boleh juga tuh, segera kami melangkahkan kaki kesana.
Ruangan rumah makan ini sederhana sekali, tetapi luas. Semua meja makan nya berukuran lebar-lebar, sehingga dapat menampung kursi yang banyak. Pengunjung yang datang sudah menempati sepertiga ruangan. Kami harus langsung menuju jendela dapur apabila ingin memesan. Menunya tidak banyak, yaitu sate kambing, sapi, ati & ayam, lalu tongseng kambing / sapi, gule kambing, sop sapi, soto ayam serta ikan mas. Bila memesan ikan mas, ukurannya adalah kiloan, tak akan habis kami santap berdua, bila memesan hidangan kambing, takut asam urat, maka jadilah kami memesan sate ayam saja.
Cukup lama juga kami menunggu. Maklumlah, masih dalam suasana lebaran, tenaga kerja kerja pun sedikit. Piring & gelas kotor pun belum sempat dibereskan. Tetapi kesabaran kami mendapat pembalasan yang setimpal. Ketika sate dihidangkan, hmm tercium bau yang wangi. Daging ayam dalam tusukan sate terlihat gemuk-gemuk, bersih tanpa kulit & penampilannya tidak begitu gosong. Diatasnya disiram bumbu kacang, tetapi dibawahnya digenangi bumbu kecap manis. Disajikan bersama sepiring acar, irisan kol & potongan cabe rawit. Ketika dimakan daging terasa empuk tak berlemak, bumbunya meresap & bumbu kacangnya pun enak, dicocol bersama krupuk aci bantat, oh nikmatnya.
Tak terasa hidangan pun ludes kami santap. Karena ukuran sate yang besar, rasanya perut ini kenyang sekali. Perasaan yang lesu akibat memikirkan mobil kami yang rusak, sekarang semangat kami bangkit kembali. Harga seporsi sate sangat terjangkau, yakni Rp 20.000 per 10 tusuk. Ku lirik meja-meja disekitar kami yang rata-rata memesan sate & gule kambing, kelihatannya mereka lahap sekali & tak lama kemudian piring mereka pun bersih tandas. Suatu pengalaman kuliner yang tak disengaja tapi hasilnya luar biasa, dan bisa menjadi referensi orang-orang yang mengunjungi kota Tasik. Alamatnya adalah jl. Ir. H. Juanda no. 24 Tasikmalaya, telpon 0265 342 231. Nah selamat mencoba.

No comments: