Hari
Jumat sebelum libur Natal, macetnya luar biasa. Kami terdampar di Kota
Kasablanka, karena waktu Magrib sudah tiba dan perut pun keroncongan. Selesai sholat,
kami menyusuri area Food Society untuk
mencari tempat makan yang memenuhi selera kami. Di lantai UG, kami melihat
sebuah resto yang penuh oleh antrian pengunjung dalam waiting list. Resto tsb
bernama Ojju K-food atau Korean food. Saya menerangkan kepada suami bahwa Ojju
itu adalah masakan Korea yang video nya sering diunggah di Instagram.
Labels
- Kuliner Jakarta (224)
- Dakwah (99)
- Kuliner Bandung (53)
- Kuliner Tangerang (53)
- Pengalaman (37)
- yukmakan (20)
- Artikel (17)
- Detik Food (17)
- Kuliner Jateng (15)
- Kuliner Bogor (14)
- Kuliner Jabar (13)
- FOTO-FOTO (11)
- Hotel (6)
- Resep (6)
- Kuliner Cirebon (5)
- Kuliner Jatim (4)
- Kuliner Kalimantan Selatan (4)
- Kuliner Lampung (4)
- Prakarya (4)
- Kuliner Bali (3)
- Kuliner Medan (3)
- Jualan (2)
- Kuliner Thailand (2)
- Kuliner Malaysia (1)
- Kuliner Singapore (1)
- Kuliner Sulawesi (1)
- Novel (1)
Tuesday, December 27, 2016
Waiting list untuk makan Rolling Cheese di Ojju (***)
Wednesday, December 21, 2016
Suki enak dengan kuah segar berempah di Sukigao (**)
Menginap
di hotel Harris Festival Citylink Mall Jl. Peta No. 241 Bandung memiliki kelebihan yaitu mudah
mencari makanan karena letaknya bersatu dengan mall. Malamnya kami bertiga
turun ke mall untuk mencari makan malam dan mulai menyusuri lantai 3 area
foodcourt mall tsb. Tak ada yang menarik, kami pun keluar lagi dari area tsb.
Tepat diseberang foodcout, saya melihat sebuah gerai dengan lampu logo merah
bulat bertuliskan Sukigao. Wah kebetulan, cuaca dingin akibat hujan deras,
sangat cocok untuk menikmati hidangan suki.
Monday, December 19, 2016
Handayani, resto asal Surabaya ada di Jogjakarta, secara konsisten menyajikan kuliner Indonesia (**)
Bila
sedang mengunjungi kota Jogja dan ingin berpetualang kuliner, bisa mencoba
resto Handayani yang menyajikan spesial kulinari Indonesia di Jl. Adi Sucipto
no. 48B, Sleman, dekat dengan Bandara. Kami berkunjung kesana pada waktu malam
hari. Resto berada didalam sebuah bangunan khas Jawa, tampak bersinar dimalam
hari, karena atap resto dihiasi oleh lampu deret dan lampu tulisan Handayani.
Ruang makan utama berupa ruang pendopo yang terbuka tapi terdapat juga ruang
makan tertutup yang ber AC.
Monday, December 05, 2016
Buat para karnivor, silahkan pesta daging di Kintan Buffet (***)
Tumben nih, kita berempat bisa janjian makan siang hari
Sabtu, yang biasanya weekday. Menimbang hal itu, maka kami pilih tempat makan all
you can eat, supaya acara makan bisa santai. Rekomendasi jatuh pada Kintan
Buffet, yaitu resto yang menyajikan masakan Japanese BBQ, di Gandaria City.
Resto ini berada dibawah naungan Boga grup yang artinya 1 grup dengan Shaburi
yang menyajikan makanan all you can eat Japanese shabu-shabu. Karena saya sudah
terbiasa dengan hidangan yang disajikan di Shaburi, maka saya langsung setuju
untuk makan di Kintan Buffet.
Thursday, November 24, 2016
Masakan Indonesia dibalut dengan kemewahan di "1953" (**)
Sebagai
orang Indonesia, tentunya kita sangat akrab dengan masakan dari negeri sendiri.
Masakan sehari-hari seperti nasi goreng, sering kita masak sendiri dirumah, atau
bisa juga kita nikmati di kaki lima atau di restoran. Oleh karena itu saya jarang
sekali, kurang berminat menikmati masakan Indonesia yang disajikan di
resto-resto papan atas. Saya lebih suka menikmati masakan khas daerah tertentu
yang disajikan di rumah makan atau restoran bahkan kaki lima yang secara
spesialis menyajikan hidangan unggulan tertentu.
Tapi
karena kami sering melewati daerah Panglima Polim, lama-lama kami penasaran
juga ingin mencoba masakan Indonesia yang disajikan di sebuah resto baru
bernama “1953” di Jl. Panglima Polim III no. 93. Sehingga minggu malam yang lalu,
kami bertiga dengan ibu, menyambangi resto tsb untuk makan malam.
Wednesday, November 23, 2016
Pengajian Nurul Hikmah : Al Quran sebagai pedoman hidup, oleh ustad Nadjamuddin Sidiq
Pengajian Mesjid Nurul Hikmah : Al
Quran sebagai pedoman hidup, oleh ustad Nadjamuddin Sidiq, tg 22-11-16
Surat 2 Al Baqarah Ayat 1-5 :
1. Alif laam miim
2. Kitab (Al Quran)
ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
3. (yaitu) mereka
yang beriman, kepada yang ghaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian
rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
4. dan mereka yang
beriman kepada (Al Quran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab)
yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.
5. Merekalah yang
mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Artinya :
-
Al Quran tidak diragukan lagi isinya.
-
Merupakan petunjuk bagi orang yang
bertakwa.
-
Ciri-ciri orang bertakwa :
1. beriman kepada yang ghaib, yaitu
Allah, Malaikat, Jin, Surga & Neraka.
2. melaksanakan shalat
3. menginfakkan sebagian rezeki yang Allah
berikan : Zakat, Infaq, Sedekah.
4. beriman kepada Al Quran dan
kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum engkau yaitu Injil, Zabur, Taurat.
5. yakin akan adanya akhirat : hari
kiamat
- Hadiah bagi orang yang bertakwa
: 1. mendapat petunjuk dari Tuhannya 2.
orang-orang yang beruntung
- Ciri-ciri orang yang bertakwa no. 1,
4, 5 : kita tinggal percaya saja, sedangkan no. 2 dan 3 : kita harus melakukan.
Tuesday, November 22, 2016
Pengajian : Berbagai contoh ahlak Rasullullah untuk implementasi ke kehidupan kita sehari-hari
Pengajian Munatour : Berbagai contoh ahlak Rasullullah untuk implementasi ke kehidupan kita sehari-hari : oleh Ustad Fitri Priyanto, Tg 20-11-16
Bila
kita ingin mengetahui bagaimana ahlak Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi
wasallam adalah merupakan cerminan dari Al Quran yaitu :
-
Ahlak Nabi Muhammad terhadap Allah
Selalu mengutamakan / menomorsatukan
Allah.
-
Ahlak Nabi Muhammad terhadap keluarganya.
Beliau selalu memanggil istri &
anak-anaknya dengan panggilan sayang. Tapi bila Nabi Muhammad marah cukuplah
beliau memanggil istri / anaknya langsung dengan namanya, misal “wahai
Aisyah...”
HR Ibnu Hibban : Urwah bertanya kepada
Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam tatkala bersamamu (di rumahmu)?” Aisyah menjawab, “Beliau
melakukan seperti apa yang dilakukan salah seorang dari kalian jika sedang
membantu istrinya. Beliau mengesol sandalnya, menjahit bajunya dan mengangkat
air di ember.”
-
Ahlak Nabi Muhammad terhadap pekerjanya / pelayannya.
Tidak pernah memarahi pelayannya.
Anas bin Malik sejak kecil dia
melayani keperluan Nabi Muhammad, dia mengaku, selama kurang lebih sepuluh
tahun mengabdi, ia tidak pernah mendapati Rasulullah mengumpat,
menyalah-nyalahkan pekerjaannya yang ia lakukan.
-
Ahlak Nabi Muhammad terhadap tetangganya.
HR Bukhari-Muslim : "Jibril
terus-menerus berwasiat kepadaku (untuk berbuat baik) terhadap tentangga,
hingga aku yakin ia (seorang tetangga) akan mewariskan harta kepadanya
(tetangganya)."
Artinya : saking baiknya Nabi Muhammad
terhadap tetangganya sehingga tetangganya tsb yakin akan mendapat warisan dari Nabi
Muhammad.
HR Muslim : "Jika suatu kali
engkau memasak sayur, maka perbanyaklah kuahnya, kemudian perhatikanlah
tetanggamu, dan berikanlah mereka sebagiannya dengan cara yang pantas."
-
Ahlak Nabi Muhammad terhadap sahabatnya.
Walaupun beliau seorang nabi dan
rasul, tetapi beliau tetap melakukan hal-hal yang dikerjakan oleh para sahabat.
Suatu ketika dalam perjalanan, beberapa orang sahabat berencana untuk
menyembelih seekor kambing dan membagikan dagingnya di antara mereka. Seorang
bertugas menyembelih dan seorang lagi bertugas memasak daging. Nabi Muhammad
bersabda bahwa beliau bersedia mengumpulkan kayu bakarnya.
Menurut hadist yang sahih, Nabi
Muhammad pernah marah ketika mendengar gelar “sayyidinaa” dalam bacaan tahiyat
akhir. Karena bacaan yang benar dalam tahiyat akhir adalah tanpa “sayyidinaa”.
-
Ahlak Nabi Muhammad terhadap musuh-musuhnya.
Bersikap lemah lembut dan tidak
memiliki rasa dendam terhadap musuh-musuhnya, beliau senantiasa berbuat baik
dan mengampuninya musuhnya.
Contohnya ketika Thumamah ibn Uthal
al-Hanafi ditangkap, Nabi Muhammad pulang ke rumahnya dan menemui keluarganya.
"Ambillah makanan apapun, dan berikan ke Thumamah ibn Uthal". Rasul
juga meminta seseorang mengambil susu untuk diberikan kepada Thumamah. Nabi
Muhammad kemudian kembali menemui Thumamah dan berbicara dengan baik untuk
mengajaknya menjadi seorang muslim.
Monday, November 14, 2016
Bubur Ayam paling Super di Bubur Ayam Alfa Meruya Ilir (***)
Setelah
berhasil makan Bubur Ayam Bang Tatang di Palmerah Barat No. 99, Rawa Belong, ada
satu lagi bubur ayam terkenal di Jakarta Barat, yang penasaran ingin kami coba
yaitu Bubur Ayam Alfa, Jl. Meruya Ilir Rukan Taman Aries Blok H1 no. 4
Kembangan. Karena letaknya sangat jauh dari rumah kami, maka harus dicari dulu
nomer telponnya. Setelah berhasil googling, kami telfon ke 081388130522 untuk memastikan
bahwa bubur ayam tsb masih buka sampai malam. Setelah dikonfirmasi, barulah
kami jalan ke arah Meruya Ilir dengan berbekal Waze.
Friday, November 04, 2016
Makan kepedesan kelimpungan di Kepiting Asap Cendrawasih (**)
Resto
ini sudah cukup lama berdiri dan sering muncul iklannya dalam acara kuliner TV.
Saya memang belum sempat mencobanya karena resto ini menyajikan masakan seafood
khususnya kepiting asap, dan saya berusaha mengurangi makan seafood. Tapi apa daya
geng Kepompong sudah lama ngidam pengen makan disini akibat tergiur iklan. Jadilah
pulang mengaji kami makan siang di Kepiting Asap Cendrawasih Jl. Lebak Bulus
Raya no. 9.
Beberapa
kali saya melewati resto ini memang tidak terlalu ramai, tidak sampai terjadi antrian.
Bangunan resto ini terdiri dari 2 lantai dengan dinding kaca dan memiliki ciri
khas canopy kain berwarna merah dengan logo berwarna kuning dan gambar kepiting
merah.
Masakan sunda dalam bangunan cantik berkesan heritage di Paviliun Sunda (**)
Gara-gara
kalap makan aneka cemilan di Floating market Lembang, kami berempat jadi telat
makan siang. Hari itu Bandung hujan deras dan rencana kami semula untuk makan
siang di One Eighty Cafe menjadi batal karena jalanan super macet. Jadwal kami
selanjutnya adalah belanja di FO Heritage maka sekalian saja mencari tempat
makan dekat sana. Kami
muncul dari Jl. Cimauk, belok kanan menuju Jl. LLRE Martadinata. Rupanya dipertemuan
jalan tsb ada sebuah resto bernama Paviliun Sunda, di Jl. Jl. LLRE Martadinata
no. 97 dan langsung saja kami masuk ke area parkir.
Subscribe to:
Posts (Atom)
