Biasanya kalau saya sedang pergi ke Bandung selalu ditemanin Egha mutar muter, belanja lah, makan lah, pokoknya membunuh waktu. Jumat lalu ketika saya kembali ke Bandung, dia baru saja pergi menginap dihotel daerah Cigadung bersama anak-anaknya. Anehnya Egha malah ngajak ketemuan dan saya disuruh menyusul ke hotel tsb agar bisa makan bareng karena makanan disana enak.
Labels
- Kuliner Jakarta (224)
- Dakwah (99)
- Kuliner Bandung (53)
- Kuliner Tangerang (53)
- Pengalaman (37)
- yukmakan (20)
- Artikel (17)
- Detik Food (17)
- Kuliner Jateng (15)
- Kuliner Bogor (14)
- Kuliner Jabar (13)
- FOTO-FOTO (11)
- Hotel (6)
- Resep (6)
- Kuliner Cirebon (5)
- Kuliner Jatim (4)
- Kuliner Kalimantan Selatan (4)
- Kuliner Lampung (4)
- Prakarya (4)
- Kuliner Bali (3)
- Kuliner Medan (3)
- Jualan (2)
- Kuliner Thailand (2)
- Kuliner Malaysia (1)
- Kuliner Singapore (1)
- Kuliner Sulawesi (1)
- Novel (1)
Showing posts with label Hotel. Show all posts
Showing posts with label Hotel. Show all posts
Tuesday, April 28, 2015
Mencicipi Bumi Bandhawa hotel (***)
Saturday, October 04, 2014
Hotel di Bali - antara Kuta dan Jimbaran
Alhamdulillah, memang
kalau rezeki ngga kemana. Suami saya mendapat penginapan gratis 2 malam di Kuta
Beach Heritage Bali dari Accor grup, eh tak disangka saya juga mendapat
penginapan gratis 2 malam di Le Meridien Jimbaran Bali sebagai pemenang quiz
Kompas, terima kasih Kompas.Com. Jadilah kami bulan September lalu jalan-jalan
5 hari 4 malam di Bali.
Hotel Kuta
Beach Heritage Bali (*****)
Hotel ini tergolong masih
baru. Letaknya sangat strategis didepan persis pantai Kuta. Jadi banyak turis
asing yang membawa papan selancarnya menginap disini. Hotel ini tampak depan
tidak menyolok dan biasa saja, tidak istimewa. Tapi ketika masuk kedalam dan
melalui lorong yang panjang dan berliku, sampailah kita ke lobi hotel yang
indah. Lorongnya yang indah dihiasi taman pasir disisi kiri dan foto-foto deburan ombak didinding sisi kanan. Asyiknya lagi kami mendapat kamar dilantai yang
sama dengan lobi. Kami mendapat kamar yang luas dan lengkap fasilitasnya. Restorant
tempat breakfast ada dilantai paling atas yaitu lantai 4, menjadi satu dengan
kolam renang. Pemandangan dari lantai ini sungguh indah, langsung menghadap
pantai Kuta yang cantik dan berombak besar. Kami jadi betah disini, mungkin
lain waktu kami akan kembali lagi kesini.
Hotel Le
Meridien Jimbaran Bali #Lmeclairs (*****)
Hotel ini sudah lama
berdiri dan letaknya yang tersembunyi. Mobil yang masuk kesini akan melalui
jalan kecil, lalu ketika melalui pintu gerbang harus diperiksa detektor dulu dari
bawah. Mobil tidak bisa berhenti di lobi untuk alasan keamanan dan kenyamanan
tamu hotel, sehingga kami harus turun dan mobil harus parkir. Kemudian kami
diantar ke lobi diatas dengan memakai mobil golf.
Lobinya sungguh keren seperti
masuk ke sebuah cafe dan menawan dengan pemandangan kolam serta seluruh
kompleks hotel yang terbentang luas. Kami mendapat kamar dilantai 5 dengan
ukuran kamar yang luas serta fasilitas kamar yang lengkap.
Setelah menaruh barang
dikamar, segera kami turun untuk melihat-lihat suasana sekitar. Pertama kami
berjalanan ditengah kompleks hotel yang berisi kolam renang yang berliku-liku
seperti sungai, jalurnya juga melewati kamar-kamar dilantai dasar sehingga kamar
tsb seperti mendapat private swimming pool, hmm asyik nya. Diujung kolam renang
ada bar minuman dengan kursi didalam kolam. Kolam renang dikelilingi taman dan
kursi-kursi pantai yang indah. Ada sebuah gerobak yang menjual gelato dari cafe
WaLa, kami segera membeli untuk menemani jalan-jalan kami agar semakin asyik.
Karena sudah sore dan
ingin menikmat sunset dipantai Jimbaran, kami harus keluar hotel melewati restorant
Bamboo chic, tempat breakfast besok, dan cafe WaLa. Setelah diluar kami baru
paham, hotel ini berada persis diseberang cafe Menega yaitu restorant seafood terkenal
di Jimbaran. Jadi apabila ingin ke pantai harus masuk ke salah satu cafe
seafood yang berjajar disepanjang pantai, diseberang hotel ini.
Menginap disini serasa
lebih pribadi karena letak hotel yang jauh dari pusat keramaian. Cocok untuk
yang ingin beristirahat dan menikmati fasilitas hotel. Pernah suatu malam kami
kelaparan, tapi ketika melihat daftar menu hotel terbaca menu babi kecap, kami
jadi mual. Ketika kami menuju cafe Menega, semua cafe yang berjejer tsb sudah
tutup jam 10 malam. Jika ingin pergi keluar harus cari taxi dulu, aduh udah cape dan ngantuk.
Akhirnya kami membeli The fameous Le Méridien Éclair dari cafe WaLa, wow
enaknya.
Menginap di hotel yang
papan atas seperti ini, entah kapan lagi kami akan kesini, jadi sekali lagi
terima kasih Kompas.Com atas hadiahnya.
Thursday, January 03, 2013
Kemewahan di Hotel Best Western Premier Solo (****)
Ketika musim liburan Natal yang lalu saya berkesempatan untuk menginap semalam di kota Solo. Dimana-mana hotel sudah full book. Beruntunglah kami yang seudah mereserved sebelumnya di hotel Best Western Premier. Hotel ini terletak dipusat kota solo tepatnya di Jl. Slamet Riyadi no 4-6, lokasinya dekat dengan pertokoan PGS (Pusat Grosir Solo).
Sebenarnya bentuk bangunan
hotel ini biasa saja karena merupakan bekas gedung perkantoran. Tapi kemudian
direnovasi menjadi sebuah hotel mewah bintang 4, dengan interior yang indah
dengan mengedepankan ciri khas kota Solo. Bentuk dasar bangunan tetap sama tapi
diluarnya dihiasi dengan ukiran besi tempa khas motif batik.
Memasuki lobi hotel
membuat saya terpana akan keindahannya. Ketika kita masuk melalui pintu depan,
kita akan berhadapan langsung dengan sebuah meja kayu bulat yang besar. Karena
kami datang pas tanggal 24 Desember, maka meja tsb dihiasi dengan sebuah pohon
natal yang terbuat dari majalah anak-anak yaitu Bobo, dll. Ya jelas saja banyak
anak-anak tertarik dan mengerubungi tempat ini, walaupun majalahnya tidak bisa
dibaca.
Lobi hotel terlihat luas
dan memanjang kedalam, sehingga jarak antara pintu masuk dengan reseption hotel
cukup jauh. Lantai lobi dihiasi karpet bermotif, serta dikiri kanan ruangan
terdapat sofa kulit berwarna hitam yang diselang selingi dengan patung lampu,
lemari kaca berisi wayang dan partisi berukir. Meja reseption terlihat istimewa
yaitu diatas meja kita akan disambut oleh 4 patung punakawan, lalu dinding
belakangnya berupa kayu jati berukir, serta kap lampu diatasnya berhiaskan
motif batik.
Saya mendapat kamar
dilantai 3 dengan rate Rp 725.000. Disepanjang jalan selasar dari lobi menuju
lift, dihiasi dengan sebuah becak batik, 1 set gamelan dan beberapa sofa. Lalu
dilantai 3, berjalan diruang selasar menuju kamar, dindingnya banyak dihiasi
dengan motif batik berbingkai serta ada sebuah cermin perak besar dengan pigura
berukir. Ternyata kamar-kamar hotel tsb berjajar membentuk ruang persegi empat
dimana ditengahnya terdapat ruang untuk duduk-duduk santai yang dihiasi dengan
pohon rindang imitasi, dengan penerangan yang temaram.
Interior kamar kami cukup
nyaman, dan semua fasilitas lengkap. Kekurangannya adalah kamarnya sempit
banget, akibat dari penempatan furniture yang terlalu padat. Untung masih
terdapat celah untuk melakukan sholat. Sedangkan kelebihanya terdapat setrika
baju dan mejanya, serta kamar mandinya terdapat bathub dan hairdryer. Kamar
kami persis diatas lobi hotel, sehingga jendela kamar kami menghadap langsung
ke lampu besar yang terang benderang, yang terletak diatas ruang lobi. Walaupun
begitu kami tidur dengan nyenyak akibat kelelahan.
Esok harinya kami bangun
dengan badan segar dan perut keroncongan, siap breakfast diruang makan samping
lobi hotel. Nah interior diruang makan ini lebih cantik lagi. Dindingnya banyak
dihiasi dengan partisi-partisi yang indah, yaitu partisi berhiaskan piring
putih bergambar wayang, partisi dengan ukiran wayang berwarna emas, serta
partisi berukir motif batik bunga. Diatas meja buffet juga banyak dihiasi
dengan pernak pernik khas Jawa.
Menu breakfast lengkap
seperti biasa perpaduan Indonesian dan western food, serta tak lupa menu wajib hotel
di Jawa yaitu gudeg komplit yang disajikan diwadah-wadah tembikar. Makanannya
lezat, roti dan passtiserinya hangat dan beragam, jusnya ada 3 macam, tersedia
juga susu sapi, kedelai dan yogurt. Sayuran dan buahnya segar dan komplit, serta
ada salad dan asinan buah.
Siang ini kami harus check
out dan kembali ke Jakarta. Ketika kami kembali kekamar untuk membereskan
barang-barang kami, kami baru sadar bahwa dilantai 3 ini terdapat juga kolam
renang, ruang fitnes serta spa. Wah andai kata kami tidak terburu-buru, pasti kami
bersantai dulu disini, serta lebih menikmati kemewahan dan kecantikan Best
Western Premier Hotel.
Jalan Slamet Riyadi No 4 –
6, Solo 57111Phone: +62 271 666 111
Suasana adem ayem LPP CONVENTION HOTEL DEMANGAN (***)
Kalau terjadi long
weekend, kota Jogja penuh banget. Jalanan macet, tempat belanja hiruk pikuk,
tempat makan antri, tapi yang pasti tiket kendaraan dan hotel juga full book.
Contohnya seperti pada liburan Natal yang baru lalu, kami telat mereserved
kamar hotel, alhasil dimana-mana sudah tidak kebagian tempat. Untunglah suami
saya masih punya persediaan tempat yaitu di LPP Convention Hotel yang terletak
di Jl. Demangan Baru No. 8 Yogyakarta.
Buat yang baru denger atau
baru tau, LPP ini singkatan dari Lembaga Pendidikan Perkebunan. Sejarahnya
adalah BUMN PT Perkebunan Nusantara punya lembaga pendidikan bernama LPP,
dimana salah satu bagiannya adalah mess tempat menginap bagi para peserta pendidikan.
Seiring dengan berjalannya waktu diusulkanlah mess tsb menjadi sebuah hotel
yang terbuka untuk umum, dengan prioritas para peserta pendidikan di LPP. Suami
saya sebagai karyawan PTPN memiliki sedikit kelebihan yaitu prioritas menginap
dan berhak atas discount harga karyawan, lumayan.
Ternyata saat itu hotel
LPP ini juga penuh, tinggal menyisakan sebuah kamar yaitu Junior suite room
dengan rate normal Rp 1.000.000 dan setelah discount harganya menjadi Rp
950.000. Wah mahalnya dan cuma sedikit yah discountnya, padahal LPP ini hanya
bintang 3 loh.
Suami saya sudah sering
menginap disini, tapi saya baru sekali ini. Ternyata hotelnya lumayan bagus.
Bentuk bangunannya ya mirip mess, yaitu bangunan 2 tingkat yang berisi
kamar-kamar yang berjajar membentuk persegi empat dan ditengah-tengahnya adalah
sebuah taman yang rapih, indah dan asri dengan beberapa pohon rindang, serta
tempat duduk untuk bersantai. Didepan taman ada sebuah kolam dengan hiasan air
mancur, yang berbatasan dengan ruang makan. Suasana yang tercipta menjadi adem
ayem, cocok untuk beristirahat para peserta pendidikan yang kelelahan.
Kelebihan junior suite
room adalah ukuran kamar yang lumayan luas. Interiornya simple, furniturenya
tidak mewah tapi bagus, rapih, bersih dan harum karena ada pewangi ruangan yang
disemprot secara otomatis. Fasilitas wifi pun tersedia secara gratis. Sayangnya
semua kamar tidak memiliki jendela. Apakah ini disengaja agar para peserta pendidikan
lebih berkonsentrasi dan tidak terganggu oleh suara-suara dari luar ? Saya pun
tidak tau. Tapi buat saya pribadi, saya lebih menyukai kamar yang memiliki
jendela, agar gampang memantau keadaan diluar. Tapi yang pasti, kami tidur
dengan nyenyak malam ini.
Esok paginya kami bangun
agak kesiangan akibat kelelahan, otomatis telat juga sarapannya. Kami menuju
ruangan makan yang ukurannya cukup luas dan dinding belakangnya dihiasi mozaik
dari keramik yang menggambarkan suasana perkebunan. Gambarnya indahnya dan
dibuat dengan kesabaran serta ketelitian tingkat tinggi karena harus menyusun
potongan keramik dibidang yang besar dan luas. Ditengah ruangan tersedia meja
untuk hidangan buffet. Hidangan yang tersedia standard saja dan rasanya pun
standard, tersedia juga menu gudeg komplit sebagai ciri khas hotel di Jogja.
Usul saya nih, karyawan
dibagian makanan ini harus diberi pelatihan lebih, agar makanan yang tersedia
walaupun standard dan sederhana harus tetap terasa lezat. Lalu kebersihan harus
lebih terjaga, karena saya melihat beberapa lalat yang hinggap diatas buah dan
puding. Sajian yang sudah habis mohon diisi ulang kembali. Toples krupuk sudah
kosong serta sup sudah dingin. Ketika saya hampir selesai makan, ada sepasang
bule yang telat bangun juga. Saya lihat dia kebingungan hendak makan sarapan
apa, sambil bergumam-gumam tidak jelas.
Buat manajemen hotel LPP,
mohon kiranya memperbaiki kualitas pelayanan dan kualitas makanan pada
khususnya, karena sungguh sayang untuk menyia-nyiakan asset PTPN yang sudah
begitu besar dan berkembang pesat. Siapa tau dengan adanya peningkatan kualitas
bisa mendongkrak grade menjadi bintang 4 atau lebih.
LPP Convention Hotel Yogyakarta
Jl. Demangan Baru No. 8, Yogyakarta
Telephone : +62274 588380
Jl. Demangan Baru No. 8, Yogyakarta
Telephone : +62274 588380
Friday, November 16, 2012
Grand Swiss-Belhotel Medan *****
| Pemandangan kota Medan dari lt 25 |
| Check in |
| Swimming pool |
| Di Selasar Hotel |
| Rendez-vous lounge |
| Superior deluxe # 1109 |
| Konter jus |
| Fasilitas Hotel |
| Penghargaan |
| Konter mi rebus |
| Buffet 4 sisi |
| Yogurt & Muesli |
| Sky dining di lt 27 |
| My favorit breakfast, westen food |
Secara tak terduga suami saya mengajak pergi ke kota Medan untuk
mendampingi dia dalam sebuah acara kantor. Wah saya senang sekali, karena
selain saya belum pernah kesana, saya juga juga penasaran dengan kota kelahiran
suami saya yang “pujakesuma” alias “putra Jawa kelahiran Sumatera”, dan terkenal
dengan wisata kulinernya yang enak dan enak sekali.
Suami saya memilih Grand
Swiss Belhotel yang berbintang 5, dengan alasan letaknya yang strategis dipusat
kota Medan, dekat dengan Bandara Polonia, berdampingan dengan Cambridge Mall,
mudah mendapatkan kendaraan umum serta dekat dengan pusat kuliner kota Medan.
Dengan kata lain akses mudah menuju tempat wisata belanja dan kuliner.
Memasuki lobi Hotel ini,
kemewahan sudah terlihat dari lantai dan dinding Hotel yang terbuat dari granit
berwarna krem. Lobi hotel memanjang kedalam menuju “Rendez-vous lounge” dengan
pajangan koleksi wine didinding bar. Ditengah ruangan terdapat meja reception
disisi kanan dan sofa untuk menunggu disisi kiri. Ruang tengah itu sendiri
dihiasi dengan 3 pilar yang berukir dan bercahaya diempat sudut ruangan.
Kantor suami saya sudah
memesan kamar sejak beberapa hari yang lalu dan sudah dilunasi. Kami pergi dari
Jakarta dengan pesawat pk 8 pagi dan tiba di hotel untuk check in pada pk 11
siang. Kamar kami tentu belum siap, sehingga kami pun menitipkan koper dan
melanjutkan acara jalan-jalan kami. Sayangnya sampai pk 14.30, janji pihak
hotel untuk menelfon kami ketika kamar siap, tidak ada. Sehingga harus ditelfon
lagi, harus dikonfirmasi lagi, lama deh. Baru pk 15 kamar kami siap dan kamipun
segera menuju hotel.
Kami mendapat kamar superior
deluxe # 1109 yang berada disudut bangunan hotel, sehingga memiliki 2 sisi
pemandangan yaitu pemandangan kota Medan dan pemandangan condominium Cambridge
yang letaknya memang berdampingan dengan hotel kami. Kamar kami memiliki desain
yang minimalis dan modern tapi tetap terlihat bahwa hotel ini sudah cukup lama
berdiri. Dinding kamar berwarna krem, dengan tirai coklat muda, furniture kayu
coklat tua, karpet berwarna hijau bercorak. Kamar mandi memiliki lantai dan
dinding terbuat dari granit hitam, dengan ruang shower dan bathub yang
terpisah. Fasilitas kamar lengkap, dengan tambahan hairdryer yang kusuka.
Sayangnya tidak ada setrika untuk baju.
Kelebihan lain dari hotel
ini adalah memiliki restaurant yang menyajikan “Sky dining” yaitu sensasi
bersantap dengan suasana pemandangan kota Medan dari lantai 27. Sayangnya kami
tidak sempat kesana. Fasilitas lainnya adalah ada music lounge & bar,
meeting room, swimming pool, spa & massage room, Ballroom, dan Swiss café
sebagai tempat sarapan kami besok pagi. Keunggulan terakhir adalah saya lihat
ada certificate : “Winner certificate of excellent 2012” dimeja reception.
Tiba waktunya untuk breakfast,
kami tiba pk 8 pagi, jam padat pengunjung. Kami menunggu cukup lama, bahkan
ketika meminta bantuan waitres untuk mendapatkan tempat makan. Sambil menunggu
saya mengambil kesempatan untuk mempelajari makanan buffet dan mengambil
fotonya. Ruangan resto bergaya kontemporer dengan tempat duduk modern dengan
konsep open kitchen. Pilihan menu sarapan sangat beragam dan mewah serta terlihat
lezat. Dimulai dengan konter mi kuah baso, bubur ayam & soup, konter roti
dan kue, serta konter jus yang menyajikan 5 jenis jus. Kemudian konter masakan
telur, susu & sereal serta pancake jadi satu didalam open kichen. Ditengah
ruangan terdapat konter buffet 4 sisi. Sisi pertama menyajikan masakan asia
seperti nasi & mi goreng, tumisan sayur, kakap goreng tepung, yang
merupakan favorit suami saya. Sisi kedua adalah menu favorit saya yaitu western
breakfast seperti read bean, potatoes, sosis, tumis jamur dan sayuran. Sisi
ketiga tersedia yogurt & bubur gandum, keju serta beef salami. Sisi kempat
adalah aneka buah. Terakhir adalah konter aneka sayuran untuk salad serta
sausnya. Semua makanan terbukti lezat kecuali sosisnya saya kurang suka karena
keras, dan potongan keju yang tidak sesuai selera saya yaitu terasa pahit
dilidah.
Secara keseluruhan hotel
ini recommend walaupun saya rasa “Winner certificate of excellent 2012” nya
kurang tepat. Sebab ada 3 kejadian yang kurang berkenan dihati kami. Tapi yang
pasti hotel ini cocok bagi turis dengan tujuan berwisata berbelanja dan
kuliner, karena letaknya yang strategis. Yang berminat menginap disini
alamatnya adalah Jl. S. Parman 217 Medan 20152 Sumatera Utara. Telpon (62-61)
457 6999. Selamat berlibur.
Saturday, December 05, 2009
PENGALAMAN : BANGUNAN UNIK KLASIK - HOTEL THE PALAIS DAGO
Sama seperti tahun lalu, Lebaran Idul Adha kali ini kami ke Bandung lagi, tapi sekarang kami berencana menginap di Hotel The Palais Dago, yang jaraknya deket banget dari rumah jl Imam Bonjol, karena yang full booking adalah rumahnya bukan hotelnya
Berangkat dari Jakarta sekitar pk 10 pagi setelah sholat Id lalu kerumah Mamah dulu, jadi sampai di Bandung sekitar pk 12 dan langsung check in ke hotel. The Palais adalah hotel yang baru berdiri di jl Ir. H. Juanda no 90 Dago, telpon 022 250 5111 / 5222 / 5333.
Hotel berupa bangunan unik bergaya klasik tampak mencolok dibandingkan dengan bangunan sekitarnya, yaitu lobi luar sebagai pintu masuk berbentuk bulat setengah lingkaran dengan dihiasi 8 buah pilar, lalu diatas bangunan terdapat kubah yang terdiri dari pilar-pilar & kaca. Tapi bangunan tampak kecil bila dibandingkan dengan hotel-hotel berbintang lainnya. Halaman parkirnya pun hanya yang terdapat dihalaman depan saja. Jadi orang mengenalnya dengan hotel kubah.
Memasuki ruang lobi dalam, terdapat meja reseption yang terletak disebelah kiri dari pintu masuk. Ruangan ini juga berfungsi sebagai ruang tunggu tamu, oh sungguh indah. Terdapat sofa berbentuk L ditengah ruang yang menghadap langsung ke perapian yang diapit oleh 2 buah guci setinggi manusia. Diatas perapian terdapat sebuah TV LCD. Lalu apabila kita duduk di sofa tsb, dan kepala kita mendongak keatas langit-langit, maka pemandangan indah kubah kaca yang dipenuhi oleh pilar kecil & ukiran begitu mempesona. Disebelah kiri ruangan terdapat sofa panjang yang menempel di dinding & diatas terdapat 3 buah lukisan bunga yang timbul dan bergaya klasik. Cantik euy. Sedangkan disebelah kanan ruangan sudah terdapat 2 buah kamar menginap.
Masuk lagi lebih dalam, kita akan menemui ruang baca yang diisi oleh sofa kayu akar pohon yang licin mengkilat, lalu ada meja kerja dengan computer, rak buku tempat majalah serta meja bilyard. Agak ketengah ruangan ada kolam ikan kecil yang diatasnya ada jembatan kayu tapi diatasnya berisi sebuah motor Harley Davidson. Wow keren ya. Rupanya kolam ikan ini adalah pembatas antara ruang baca dengan ruang makan, yang di sepanjang dinding sebelah kirinya terdapat “model train hobby” yaitu miniatur jalan kereta api disepanjang pegunungan. Wow keren 2x.
Kemudian kami mulai naik tangga, karena tidak ada lift. Lantainya saja cuma ada lantai dasar, 1 & 2. Kamarnya pun hanya ada 16 kamar, tidak lebih besar dari kos-kosan, sehingga suasana yang terbangun cukup akrab & hommy, bedanya interior disini mewah sehingga pantas disebut boutique hotel.
Kami menempati kamar 206, interiornya cukup mewah, furniture kayunya dominan warna coklat kehitaman, terus kamar mandinya yang berbentuk L juga keren walaupun tanpa bathtub, hanya ada shower yang menempel didinding yang airnya mengalir deras, tapi mau wudhu jadi susah. Lalu bila jendela belakangnya dibuka & kita melongok ke bawah, terlihat sebuah kolam ikan koi. Sebuah LCD yang menempel di dinding menyajikan saluran TV kabel. Pokoknya oke deh. Oh iya, disini lantainya marmer tapi tidak ditutupi karpet, jadi kaki terasa dingin. Malam itu ku tidur tanpa AC, ngak kuat euy.
Keesokan harinya, kita turun untuk sarapan. Ruang makan dengan furniture kayu tsb tidak begitu banyak, karena ruangannya memang kecil. Masakannya tidak terlalu istimewa alias standard saja yaitu cereal dengan susu, jus, buah potong, roti tawar & selai, bubur ayam, nasi goreng, mi goreng, ayam goreng mentega & tumis tempe, sosis dan kentang, serta telur sesuai pesanan. Tapi rasanya sih enak & terasa bumbunya.
Nah karena sebentar lagi kami harus check out, maka kami sempatkan untuk foto-foto dan melihat ke sekeliling. Apabila kita berdiri di depan hotel, di lantai 1 kita bisa melihat Dabidu café disebelah kiri & Dabidu resto disebelah kanan. Semalam didalam ruang café yang ada meja bar nya untuk minuman diputar house music yang disertai lampu disko. Disampingnya ada ruang santai kecil dengan sofa & lemari kaca yang berisi botol-botol minuman. Kalau restonya berupa ruang terbuka di teras yang beratapkan bentuk payung, dengan pemandangan jalan Juanda. Fasilitas disini ada juga ruang meeting, serta disediakan jasa massage & therapy.
Cukup sekian yang bisa digambarkan dari hotel ini. Mengenai tarifnya cukup mahal sih, diatas Rp 1.000.000. Tapi kebetulan waktu kami menginap sedang ada promo BCA card diskon 40%, lumayan untuk pengalaman.
Subscribe to:
Posts (Atom)


