Showing posts with label Hotel. Show all posts
Showing posts with label Hotel. Show all posts

Tuesday, April 28, 2015

Mencicipi Bumi Bandhawa hotel (***)



  











Biasanya kalau saya sedang pergi ke Bandung selalu ditemanin Egha mutar muter, belanja lah, makan lah, pokoknya membunuh waktu. Jumat lalu ketika saya kembali ke  Bandung, dia baru saja pergi menginap dihotel daerah Cigadung bersama anak-anaknya. Anehnya Egha malah ngajak ketemuan dan saya disuruh menyusul ke hotel tsb agar bisa makan bareng karena makanan disana enak.

Saturday, October 04, 2014

Hotel di Bali - antara Kuta dan Jimbaran


Alhamdulillah, memang kalau rezeki ngga kemana. Suami saya mendapat penginapan gratis 2 malam di Kuta Beach Heritage Bali dari Accor grup, eh tak disangka saya juga mendapat penginapan gratis 2 malam di Le Meridien Jimbaran Bali sebagai pemenang quiz Kompas, terima kasih Kompas.Com. Jadilah kami bulan September lalu jalan-jalan 5 hari 4 malam di Bali.

Hotel Kuta Beach Heritage Bali (*****)








Hotel ini tergolong masih baru. Letaknya sangat strategis didepan persis pantai Kuta. Jadi banyak turis asing yang membawa papan selancarnya menginap disini. Hotel ini tampak depan tidak menyolok dan biasa saja, tidak istimewa. Tapi ketika masuk kedalam dan melalui lorong yang panjang dan berliku, sampailah kita ke lobi hotel yang indah. Lorongnya yang indah dihiasi taman pasir disisi kiri dan foto-foto deburan ombak didinding sisi kanan. Asyiknya lagi kami mendapat kamar dilantai yang sama dengan lobi. Kami mendapat kamar yang luas dan lengkap fasilitasnya. Restorant tempat breakfast ada dilantai paling atas yaitu lantai 4, menjadi satu dengan kolam renang. Pemandangan dari lantai ini sungguh indah, langsung menghadap pantai Kuta yang cantik dan berombak besar. Kami jadi betah disini, mungkin lain waktu kami akan kembali lagi kesini.

Hotel Le Meridien Jimbaran Bali #Lmeclairs (*****)










Hotel ini sudah lama berdiri dan letaknya yang tersembunyi. Mobil yang masuk kesini akan melalui jalan kecil, lalu ketika melalui pintu gerbang harus diperiksa detektor dulu dari bawah. Mobil tidak bisa berhenti di lobi untuk alasan keamanan dan kenyamanan tamu hotel, sehingga kami harus turun dan mobil harus parkir. Kemudian kami diantar ke lobi diatas dengan memakai mobil golf.
Lobinya sungguh keren seperti masuk ke sebuah cafe dan menawan dengan pemandangan kolam serta seluruh kompleks hotel yang terbentang luas. Kami mendapat kamar dilantai 5 dengan ukuran kamar yang luas serta fasilitas kamar yang lengkap.

Setelah menaruh barang dikamar, segera kami turun untuk melihat-lihat suasana sekitar. Pertama kami berjalanan ditengah kompleks hotel yang berisi kolam renang yang berliku-liku seperti sungai, jalurnya juga melewati kamar-kamar dilantai dasar sehingga kamar tsb seperti mendapat private swimming pool, hmm asyik nya. Diujung kolam renang ada bar minuman dengan kursi didalam kolam. Kolam renang dikelilingi taman dan kursi-kursi pantai yang indah. Ada sebuah gerobak yang menjual gelato dari cafe WaLa, kami segera membeli untuk menemani jalan-jalan kami agar semakin asyik.

Karena sudah sore dan ingin menikmat sunset dipantai Jimbaran, kami harus keluar hotel melewati restorant Bamboo chic, tempat breakfast besok, dan cafe WaLa. Setelah diluar kami baru paham, hotel ini berada persis diseberang cafe Menega yaitu restorant seafood terkenal di Jimbaran. Jadi apabila ingin ke pantai harus masuk ke salah satu cafe seafood yang berjajar disepanjang pantai, diseberang hotel ini.

Menginap disini serasa lebih pribadi karena letak hotel yang jauh dari pusat keramaian. Cocok untuk yang ingin beristirahat dan menikmati fasilitas hotel. Pernah suatu malam kami kelaparan, tapi ketika melihat daftar menu hotel terbaca menu babi kecap, kami jadi mual. Ketika kami menuju cafe Menega, semua cafe yang berjejer tsb sudah tutup jam 10 malam. Jika ingin pergi keluar harus cari taxi dulu, aduh udah cape dan ngantuk. Akhirnya kami membeli The fameous Le Méridien Éclair dari cafe WaLa, wow enaknya.


Menginap di hotel yang papan atas seperti ini, entah kapan lagi kami akan kesini, jadi sekali lagi terima kasih Kompas.Com atas hadiahnya.

Thursday, January 03, 2013

Kemewahan di Hotel Best Western Premier Solo (****)













Ketika musim liburan Natal yang lalu saya berkesempatan untuk menginap semalam di kota Solo. Dimana-mana hotel sudah full book. Beruntunglah kami yang seudah mereserved sebelumnya di hotel Best Western Premier. Hotel ini terletak dipusat kota solo tepatnya di Jl. Slamet Riyadi no 4-6, lokasinya dekat dengan pertokoan PGS (Pusat Grosir Solo).

Sebenarnya bentuk bangunan hotel ini biasa saja karena merupakan bekas gedung perkantoran. Tapi kemudian direnovasi menjadi sebuah hotel mewah bintang 4, dengan interior yang indah dengan mengedepankan ciri khas kota Solo. Bentuk dasar bangunan tetap sama tapi diluarnya dihiasi dengan ukiran besi tempa khas motif batik.

Memasuki lobi hotel membuat saya terpana akan keindahannya. Ketika kita masuk melalui pintu depan, kita akan berhadapan langsung dengan sebuah meja kayu bulat yang besar. Karena kami datang pas tanggal 24 Desember, maka meja tsb dihiasi dengan sebuah pohon natal yang terbuat dari majalah anak-anak yaitu Bobo, dll. Ya jelas saja banyak anak-anak tertarik dan mengerubungi tempat ini, walaupun majalahnya tidak bisa dibaca.

Lobi hotel terlihat luas dan memanjang kedalam, sehingga jarak antara pintu masuk dengan reseption hotel cukup jauh. Lantai lobi dihiasi karpet bermotif, serta dikiri kanan ruangan terdapat sofa kulit berwarna hitam yang diselang selingi dengan patung lampu, lemari kaca berisi wayang dan partisi berukir. Meja reseption terlihat istimewa yaitu diatas meja kita akan disambut oleh 4 patung punakawan, lalu dinding belakangnya berupa kayu jati berukir, serta kap lampu diatasnya berhiaskan motif batik.

Saya mendapat kamar dilantai 3 dengan rate Rp 725.000. Disepanjang jalan selasar dari lobi menuju lift, dihiasi dengan sebuah becak batik, 1 set gamelan dan beberapa sofa. Lalu dilantai 3, berjalan diruang selasar menuju kamar, dindingnya banyak dihiasi dengan motif batik berbingkai serta ada sebuah cermin perak besar dengan pigura berukir. Ternyata kamar-kamar hotel tsb berjajar membentuk ruang persegi empat dimana ditengahnya terdapat ruang untuk duduk-duduk santai yang dihiasi dengan pohon rindang imitasi, dengan penerangan yang temaram.

Interior kamar kami cukup nyaman, dan semua fasilitas lengkap. Kekurangannya adalah kamarnya sempit banget, akibat dari penempatan furniture yang terlalu padat. Untung masih terdapat celah untuk melakukan sholat. Sedangkan kelebihanya terdapat setrika baju dan mejanya, serta kamar mandinya terdapat bathub dan hairdryer. Kamar kami persis diatas lobi hotel, sehingga jendela kamar kami menghadap langsung ke lampu besar yang terang benderang, yang terletak diatas ruang lobi. Walaupun begitu kami tidur dengan nyenyak akibat kelelahan.

Esok harinya kami bangun dengan badan segar dan perut keroncongan, siap breakfast diruang makan samping lobi hotel. Nah interior diruang makan ini lebih cantik lagi. Dindingnya banyak dihiasi dengan partisi-partisi yang indah, yaitu partisi berhiaskan piring putih bergambar wayang, partisi dengan ukiran wayang berwarna emas, serta partisi berukir motif batik bunga. Diatas meja buffet juga banyak dihiasi dengan pernak pernik khas Jawa.

Menu breakfast lengkap seperti biasa perpaduan Indonesian dan western food, serta tak lupa menu wajib hotel di Jawa yaitu gudeg komplit yang disajikan diwadah-wadah tembikar. Makanannya lezat, roti dan passtiserinya hangat dan beragam, jusnya ada 3 macam, tersedia juga susu sapi, kedelai dan yogurt. Sayuran dan buahnya segar dan komplit, serta ada salad dan asinan buah.

Siang ini kami harus check out dan kembali ke Jakarta. Ketika kami kembali kekamar untuk membereskan barang-barang kami, kami baru sadar bahwa dilantai 3 ini terdapat juga kolam renang, ruang fitnes serta spa. Wah andai kata kami tidak terburu-buru, pasti kami bersantai dulu disini, serta lebih menikmati kemewahan dan kecantikan Best Western Premier Hotel.
Jalan Slamet Riyadi No 4 – 6, Solo 57111
Phone: +62 271 666 111

Suasana adem ayem LPP CONVENTION HOTEL DEMANGAN (***)






 
 
 
 
 
 
Kalau terjadi long weekend, kota Jogja penuh banget. Jalanan macet, tempat belanja hiruk pikuk, tempat makan antri, tapi yang pasti tiket kendaraan dan hotel juga full book. Contohnya seperti pada liburan Natal yang baru lalu, kami telat mereserved kamar hotel, alhasil dimana-mana sudah tidak kebagian tempat. Untunglah suami saya masih punya persediaan tempat yaitu di LPP Convention Hotel yang terletak di Jl. Demangan Baru No. 8 Yogyakarta.

Buat yang baru denger atau baru tau, LPP ini singkatan dari Lembaga Pendidikan Perkebunan. Sejarahnya adalah BUMN PT Perkebunan Nusantara punya lembaga pendidikan bernama LPP, dimana salah satu bagiannya adalah mess tempat menginap bagi para peserta pendidikan. Seiring dengan berjalannya waktu diusulkanlah mess tsb menjadi sebuah hotel yang terbuka untuk umum, dengan prioritas para peserta pendidikan di LPP. Suami saya sebagai karyawan PTPN memiliki sedikit kelebihan yaitu prioritas menginap dan berhak atas discount harga karyawan, lumayan.

Ternyata saat itu hotel LPP ini juga penuh, tinggal menyisakan sebuah kamar yaitu Junior suite room dengan rate normal Rp 1.000.000 dan setelah discount harganya menjadi Rp 950.000. Wah mahalnya dan cuma sedikit yah discountnya, padahal LPP ini hanya bintang 3 loh.

Suami saya sudah sering menginap disini, tapi saya baru sekali ini. Ternyata hotelnya lumayan bagus. Bentuk bangunannya ya mirip mess, yaitu bangunan 2 tingkat yang berisi kamar-kamar yang berjajar membentuk persegi empat dan ditengah-tengahnya adalah sebuah taman yang rapih, indah dan asri dengan beberapa pohon rindang, serta tempat duduk untuk bersantai. Didepan taman ada sebuah kolam dengan hiasan air mancur, yang berbatasan dengan ruang makan. Suasana yang tercipta menjadi adem ayem, cocok untuk beristirahat para peserta pendidikan yang kelelahan.

Kelebihan junior suite room adalah ukuran kamar yang lumayan luas. Interiornya simple, furniturenya tidak mewah tapi bagus, rapih, bersih dan harum karena ada pewangi ruangan yang disemprot secara otomatis. Fasilitas wifi pun tersedia secara gratis. Sayangnya semua kamar tidak memiliki jendela. Apakah ini disengaja agar para peserta pendidikan lebih berkonsentrasi dan tidak terganggu oleh suara-suara dari luar ? Saya pun tidak tau. Tapi buat saya pribadi, saya lebih menyukai kamar yang memiliki jendela, agar gampang memantau keadaan diluar. Tapi yang pasti, kami tidur dengan nyenyak malam ini.

Esok paginya kami bangun agak kesiangan akibat kelelahan, otomatis telat juga sarapannya. Kami menuju ruangan makan yang ukurannya cukup luas dan dinding belakangnya dihiasi mozaik dari keramik yang menggambarkan suasana perkebunan. Gambarnya indahnya dan dibuat dengan kesabaran serta ketelitian tingkat tinggi karena harus menyusun potongan keramik dibidang yang besar dan luas. Ditengah ruangan tersedia meja untuk hidangan buffet. Hidangan yang tersedia standard saja dan rasanya pun standard, tersedia juga menu gudeg komplit sebagai ciri khas hotel di Jogja.

Usul saya nih, karyawan dibagian makanan ini harus diberi pelatihan lebih, agar makanan yang tersedia walaupun standard dan sederhana harus tetap terasa lezat. Lalu kebersihan harus lebih terjaga, karena saya melihat beberapa lalat yang hinggap diatas buah dan puding. Sajian yang sudah habis mohon diisi ulang kembali. Toples krupuk sudah kosong serta sup sudah dingin. Ketika saya hampir selesai makan, ada sepasang bule yang telat bangun juga. Saya lihat dia kebingungan hendak makan sarapan apa, sambil bergumam-gumam tidak jelas.

Buat manajemen hotel LPP, mohon kiranya memperbaiki kualitas pelayanan dan kualitas makanan pada khususnya, karena sungguh sayang untuk menyia-nyiakan asset PTPN yang sudah begitu besar dan berkembang pesat. Siapa tau dengan adanya peningkatan kualitas bisa mendongkrak grade menjadi bintang 4 atau lebih.

LPP Convention Hotel Yogyakarta
Jl. Demangan Baru No. 8, Yogyakarta
Telephone : +62274 588380

Friday, November 16, 2012

Grand Swiss-Belhotel Medan *****



Pemandangan kota Medan dari lt 25
Check in

Swimming pool

Di Selasar Hotel
Rendez-vous lounge
Superior deluxe # 1109
Konter jus



Fasilitas Hotel
Penghargaan

Konter mi rebus
Buffet 4 sisi
Yogurt & Muesli
Sky dining di lt 27
My favorit breakfast, westen food



Secara tak terduga suami saya mengajak pergi ke kota Medan untuk mendampingi dia dalam sebuah acara kantor. Wah saya senang sekali, karena selain saya belum pernah kesana, saya juga juga penasaran dengan kota kelahiran suami saya yang “pujakesuma” alias “putra Jawa kelahiran Sumatera”, dan terkenal dengan wisata kulinernya yang enak dan enak sekali.

Suami saya memilih Grand Swiss Belhotel yang berbintang 5, dengan alasan letaknya yang strategis dipusat kota Medan, dekat dengan Bandara Polonia, berdampingan dengan Cambridge Mall, mudah mendapatkan kendaraan umum serta dekat dengan pusat kuliner kota Medan. Dengan kata lain akses mudah menuju tempat wisata belanja dan kuliner.

Memasuki lobi Hotel ini, kemewahan sudah terlihat dari lantai dan dinding Hotel yang terbuat dari granit berwarna krem. Lobi hotel memanjang kedalam menuju “Rendez-vous lounge” dengan pajangan koleksi wine didinding bar. Ditengah ruangan terdapat meja reception disisi kanan dan sofa untuk menunggu disisi kiri. Ruang tengah itu sendiri dihiasi dengan 3 pilar yang berukir dan bercahaya diempat sudut ruangan.

Kantor suami saya sudah memesan kamar sejak beberapa hari yang lalu dan sudah dilunasi. Kami pergi dari Jakarta dengan pesawat pk 8 pagi dan tiba di hotel untuk check in pada pk 11 siang. Kamar kami tentu belum siap, sehingga kami pun menitipkan koper dan melanjutkan acara jalan-jalan kami. Sayangnya sampai pk 14.30, janji pihak hotel untuk menelfon kami ketika kamar siap, tidak ada. Sehingga harus ditelfon lagi, harus dikonfirmasi lagi, lama deh. Baru pk 15 kamar kami siap dan kamipun segera menuju hotel.

Kami mendapat kamar superior deluxe # 1109 yang berada disudut bangunan hotel, sehingga memiliki 2 sisi pemandangan yaitu pemandangan kota Medan dan pemandangan condominium Cambridge yang letaknya memang berdampingan dengan hotel kami. Kamar kami memiliki desain yang minimalis dan modern tapi tetap terlihat bahwa hotel ini sudah cukup lama berdiri. Dinding kamar berwarna krem, dengan tirai coklat muda, furniture kayu coklat tua, karpet berwarna hijau bercorak. Kamar mandi memiliki lantai dan dinding terbuat dari granit hitam, dengan ruang shower dan bathub yang terpisah. Fasilitas kamar lengkap, dengan tambahan hairdryer yang kusuka. Sayangnya tidak ada setrika untuk baju.

Kelebihan lain dari hotel ini adalah memiliki restaurant yang menyajikan “Sky dining” yaitu sensasi bersantap dengan suasana pemandangan kota Medan dari lantai 27. Sayangnya kami tidak sempat kesana. Fasilitas lainnya adalah ada music lounge & bar, meeting room, swimming pool, spa & massage room, Ballroom, dan Swiss café sebagai tempat sarapan kami besok pagi. Keunggulan terakhir adalah saya lihat ada certificate : “Winner certificate of excellent 2012” dimeja reception.

Tiba waktunya untuk breakfast, kami tiba pk 8 pagi, jam padat pengunjung. Kami menunggu cukup lama, bahkan ketika meminta bantuan waitres untuk mendapatkan tempat makan. Sambil menunggu saya mengambil kesempatan untuk mempelajari makanan buffet dan mengambil fotonya. Ruangan resto bergaya kontemporer dengan tempat duduk modern dengan konsep open kitchen. Pilihan menu sarapan sangat beragam dan mewah serta terlihat lezat. Dimulai dengan konter mi kuah baso, bubur ayam & soup, konter roti dan kue, serta konter jus yang menyajikan 5 jenis jus. Kemudian konter masakan telur, susu & sereal serta pancake jadi satu didalam open kichen. Ditengah ruangan terdapat konter buffet 4 sisi. Sisi pertama menyajikan masakan asia seperti nasi & mi goreng, tumisan sayur, kakap goreng tepung, yang merupakan favorit suami saya. Sisi kedua adalah menu favorit saya yaitu western breakfast seperti read bean, potatoes, sosis, tumis jamur dan sayuran. Sisi ketiga tersedia yogurt & bubur gandum, keju serta beef salami. Sisi kempat adalah aneka buah. Terakhir adalah konter aneka sayuran untuk salad serta sausnya. Semua makanan terbukti lezat kecuali sosisnya saya kurang suka karena keras, dan potongan keju yang tidak sesuai selera saya yaitu terasa pahit dilidah.

Secara keseluruhan hotel ini recommend walaupun saya rasa “Winner certificate of excellent 2012” nya kurang tepat. Sebab ada 3 kejadian yang kurang berkenan dihati kami. Tapi yang pasti hotel ini cocok bagi turis dengan tujuan berwisata berbelanja dan kuliner, karena letaknya yang strategis. Yang berminat menginap disini alamatnya adalah Jl. S. Parman 217 Medan 20152 Sumatera Utara. Telpon (62-61) 457 6999. Selamat berlibur.

Saturday, December 05, 2009

PENGALAMAN : BANGUNAN UNIK KLASIK - HOTEL THE PALAIS DAGO



Sama seperti tahun lalu, Lebaran Idul Adha kali ini kami ke Bandung lagi, tapi sekarang kami berencana menginap di Hotel The Palais Dago, yang jaraknya deket banget dari rumah jl Imam Bonjol, karena yang full booking adalah rumahnya bukan hotelnya 
Berangkat dari Jakarta sekitar pk 10 pagi setelah sholat Id lalu kerumah Mamah dulu, jadi sampai di Bandung sekitar pk 12 dan langsung check in ke hotel. The Palais adalah hotel yang baru berdiri di jl Ir. H. Juanda no 90 Dago, telpon 022 250 5111 / 5222 / 5333.
Hotel berupa bangunan unik bergaya klasik tampak mencolok dibandingkan dengan bangunan sekitarnya, yaitu lobi luar sebagai pintu masuk berbentuk bulat setengah lingkaran dengan dihiasi 8 buah pilar, lalu diatas bangunan terdapat kubah yang terdiri dari pilar-pilar & kaca. Tapi bangunan tampak kecil bila dibandingkan dengan hotel-hotel berbintang lainnya. Halaman parkirnya pun hanya yang terdapat dihalaman depan saja. Jadi orang mengenalnya dengan hotel kubah.
Memasuki ruang lobi dalam, terdapat meja reseption yang terletak disebelah kiri dari pintu masuk. Ruangan ini juga berfungsi sebagai ruang tunggu tamu, oh sungguh indah. Terdapat sofa berbentuk L ditengah ruang yang menghadap langsung ke perapian yang diapit oleh 2 buah guci setinggi manusia. Diatas perapian terdapat sebuah TV LCD. Lalu apabila kita duduk di sofa tsb, dan kepala kita mendongak keatas langit-langit, maka pemandangan indah kubah kaca yang dipenuhi oleh pilar kecil & ukiran begitu mempesona. Disebelah kiri ruangan terdapat sofa panjang yang menempel di dinding & diatas terdapat 3 buah lukisan bunga yang timbul dan bergaya klasik. Cantik euy. Sedangkan disebelah kanan ruangan sudah terdapat 2 buah kamar menginap.
Masuk lagi lebih dalam, kita akan menemui ruang baca yang diisi oleh sofa kayu akar pohon yang licin mengkilat, lalu ada meja kerja dengan computer, rak buku tempat majalah serta meja bilyard. Agak ketengah ruangan ada kolam ikan kecil yang diatasnya ada jembatan kayu tapi diatasnya berisi sebuah motor Harley Davidson. Wow keren ya. Rupanya kolam ikan ini adalah pembatas antara ruang baca dengan ruang makan, yang di sepanjang dinding sebelah kirinya terdapat “model train hobby” yaitu miniatur jalan kereta api disepanjang pegunungan. Wow keren 2x.
Kemudian kami mulai naik tangga, karena tidak ada lift. Lantainya saja cuma ada lantai dasar, 1 & 2. Kamarnya pun hanya ada 16 kamar, tidak lebih besar dari kos-kosan, sehingga suasana yang terbangun cukup akrab & hommy, bedanya interior disini mewah sehingga pantas disebut boutique hotel.
Kami menempati kamar 206, interiornya cukup mewah, furniture kayunya dominan warna coklat kehitaman, terus kamar mandinya yang berbentuk L juga keren walaupun tanpa bathtub, hanya ada shower yang menempel didinding yang airnya mengalir deras, tapi mau wudhu jadi susah. Lalu bila jendela belakangnya dibuka & kita melongok ke bawah, terlihat sebuah kolam ikan koi. Sebuah LCD yang menempel di dinding menyajikan saluran TV kabel. Pokoknya oke deh. Oh iya, disini lantainya marmer tapi tidak ditutupi karpet, jadi kaki terasa dingin. Malam itu ku tidur tanpa AC, ngak kuat euy.
Keesokan harinya, kita turun untuk sarapan. Ruang makan dengan furniture kayu tsb tidak begitu banyak, karena ruangannya memang kecil. Masakannya tidak terlalu istimewa alias standard saja yaitu cereal dengan susu, jus, buah potong, roti tawar & selai, bubur ayam, nasi goreng, mi goreng, ayam goreng mentega & tumis tempe, sosis dan kentang, serta telur sesuai pesanan. Tapi rasanya sih enak & terasa bumbunya.
Nah karena sebentar lagi kami harus check out, maka kami sempatkan untuk foto-foto dan melihat ke sekeliling. Apabila kita berdiri di depan hotel, di lantai 1 kita bisa melihat Dabidu café disebelah kiri & Dabidu resto disebelah kanan. Semalam didalam ruang café yang ada meja bar nya untuk minuman diputar house music yang disertai lampu disko. Disampingnya ada ruang santai kecil dengan sofa & lemari kaca yang berisi botol-botol minuman. Kalau restonya berupa ruang terbuka di teras yang beratapkan bentuk payung, dengan pemandangan jalan Juanda. Fasilitas disini ada juga ruang meeting, serta disediakan jasa massage & therapy.
Cukup sekian yang bisa digambarkan dari hotel ini. Mengenai tarifnya cukup mahal sih, diatas Rp 1.000.000. Tapi kebetulan waktu kami menginap sedang ada promo BCA card diskon 40%, lumayan untuk pengalaman.