Showing posts with label Kuliner Bogor. Show all posts
Showing posts with label Kuliner Bogor. Show all posts

Tuesday, November 24, 2020

Kopi susu Letak coffee membuat ingin menjilat (meletak) kopi sampai tetesan terakhir (***)

Salah satu fenomena dampak pandemi Covid19 adalah bermunculan UKM baru, khususnya pelaku usaha kuliner dengan sistem berjualan online melalui medsos. Contohnya usaha minuman kopi, walaupun sudah banyak bertebaran pelaku usaha minuman kopi, tapi masih ada peluang pada ceruk pasar minuman kopi karena masing-masing memiliki keistimewaan tersendiri.



Salah satunya adalah Letak Coffe yang letaknya memang di Bogor dan menggunakan biji kopi 100% asli Bogor, memiliki IG letak.coffee. Menu yang ditawarkan adalah 7 varian rasa minuman kopi dari rasa yang paling kekinian yaitu kopi susu gula aren dan marie regal, rasa klasik yaitu kopi susu mocca, vanila dan kopi hitam Americano, serta rasa unik karena kopi susu berpadu dengan buah yaitu kopi susu pisang dan leci. Ukuran yang tersedia ada 3 macam yaitu 350 ml, 500 ml dan 1 liter, dengan kisaran harga dari Rp. 25.000 untuk Americano 350 ml sampai Rp. 90.000 untuk kopi susu marie regal 1 liter.

Friday, June 14, 2019

Riung Gili-Gili Restaurant Bogor, Chingu Korean Fan Cafe Bandung


Bulan Ramadhan telah berlalu, semoga saja ibadah Ramadhan kita diterima oleh Allah SWT, dan kita lulus mejadi orang yang bertaqwa dan istiqomah dalam menjalankan ibadah serta bertemu kembali dengan bulan Ramadhan tahun-tahun berikutnya, aamiin ya Rabbalalamin.

Sebuah tradisi di Indonesia pada bulan Syawal adalah halal bi halal yang pada intinya adalah silaturahmi serta saling bermaaf-maafan. Oleh karena itu kami mengunjungi kota Bogor dan Bandung untuk bersilaturahmi kepada keluarga besar kami. Disela-sela kunjungan tak lupa kami sempatkan diri untuk kuliner dikedua kota tsb, dan saya tuliskan reviewnya.

1.   Riung Gili-Gili Restaurant, Jl. Raya Pajajaran no. 69, Bogor (***)



Bila kita memasuki kota Bogor, resto pertama yang paling besar dan ramai di Jl. Raya Padjajaran adalah resto Riung Gili-Gili. Bangunannya besar, 2 tingkat, berbentuk pendopo ruang terbuka, dengan lahan parkir yang cukup luas. Bangunan ini sudah mengalami transformasi yang sebelumnya bermaterial dominan tembok bata sekarang menjadi bernuansa kayu.

Di Hari ke 2 bulan Syawal ini, resto terlihat penuh dan kami bertiga masuk kedalam daftar antrian. Untunglah masih ada meja kecil diteras depan resto dan hal itu menguntungkan ibu saya yang agak sulit bila harus menaiki tangga.

Resto ini memiliki slogan “Quality Authentic Sunda” yaitu resto yang merepresentasikan bagaimana masakan khas Sunda sebenarnya. Walaupun begitu, resto ini juga menyajikan beragam sajian lainnya seperti Ayam Kulit Garing, Ayam Cabe Rawit, Ayam Goreng / Bakar, Empal Daging Sapi, Bistik Sapi Gili-Gili, Iga Sapi Bakar, Sapi Lada Hitam, Ayam Bakar Gili-Gili, Empal Sengkel, Bebek Sereh / Geprek / Bakar, aneka masakan gurame, nasi & mie goreng serta makanan kecil.

Monday, November 05, 2018

2 Tempat Wisata Sentul Selatan : Villa Aman D'sini (**) vs Kampoeng Koneng (***)


Villa Aman D'sini

Tiba-tiba sebuah undangan melayang masuk ke WA saya, ajakan ngumpul bareng teman ex EY 1st generation. Dada langsung terasa kangen berat, sudah beberapa tahun tidak bertemu. Rencana kami akan berkumpul disebuah tempat yang katanya kece banget, suasana Bali, dengan jarak tempuh hanya 1 jam dari Jakarta. Wah menarik nih. Kami pun sengaja memakai dress code warna jreng agar foto-foto yang dihasilkan nanti terlihat cantik.


Nama tempatnya cukup unik yaitu Villa Aman D'sini yaitu sebuah penginapan yang berada di Sentul Selatan, tepatnya di Kp. Garungsang Pasir RT01/RW07 No. 64 Bojong Koneng, Sentul Selatan, Babakan Madang, Bogor. Villa ini memiliki sebuah restoran yang terletak di pinggir kolam renang dan terbuka untuk umum. Kabarnya suasana resto ini yang menjadi buruan para pengunjung untuk berfoto dsini.


Friday, December 08, 2017

Hidangan Western food ala kerajaan di Monarchy Bistro (***)

Masih edisi jalan-jalan di Bogor. Setelah siangnya kami makan Authentic Sundanese, maka malam hari nya kami mencari tempat makan non Indonesia food. Saya usulkan kepada suami untuk melewati Jl. Pandjajaran, karena disana merupakan salah satu sentra kuliner Bogor kekinian. Disana kami menemukan sebuah resto bernama Monarchy Bistro Jl. Pajajaran Indah V no. 37, Baranangsiang. Menurut internet, bistro ini cukup top, menyajikan masakan ala Western dan layak direkomendasikan. Langsung saja kami parkir disana dan masuk ke dalam bistro.


Tampak depan bangunan ini hanya terlihat tembok bata berwarna putih dengan pintu kaca list hitam serta neon box alphabet Monarchy. Tapi jangan salah, ketika masuk kedalam, ruangannya cukup luas dan terbagi menjadi beberapa area. Ruang pertama yang kami masuki berupa serambi depan yang berisi sofa warna hitam, dengan latar belakang kepulauan dunia pada dinding serta pajangan mini telephone box.

Thursday, December 07, 2017

Menikmati masakan sunda authentic, serasa makan di rumah pohon @ Kluwih Bogor (***)

Long weekend telah tiba, mari kita jalan-jalan. Ngga usah jauh-jauh, kita ke kota sebelah saja yaitu kota Bogor. Kabarnya disana banyak tempat makan baru yang sedang hits. Ketika melewati Jl. Raya Bina Marga 1 no.12 Baranangsiang, kami melihat sebuah resto yang bangunannya megah, unik dan keren banget seperti rumah pohon, bertingkat dua, dan untuk naik ke lantai atas tidak perlu melalui tangga melainkan melalui jalan berbentuk spiral, menanjak memutari sebuah pohon besar. Kami langsung jatuh hati dan segera berhenti untuk parkir di area samping resto ini.


Memasuki bangunan ini, bagian depannya ada beberapa penjual jajanan seperti permen arum manis, surabi, es goyobod, otak-otak dll. Masuk ke lantai dasar, ruang makan disana tidak terlalu ramai karena kebanyakan pengunjung naik ke lantai atas. Ditengah ruangan ada sebuah pohon yang tinggi sampai menembus lantai atas dan area sekitar pohon tsb dipagar dan dijadikan tempat bermain anak-anak. Sebuah kolam ikan turut menghiasi bagian depan resto tsb.

Friday, April 14, 2017

Keren, ada atraksi air mancur setara mall di Shabu Hachi Bogor (***)

http://www.yukmakan.com/review/members/shabu-hachi-bogor/7202/keren-ada-atraksi-air-mancur-setara-mall-di-shabu-hachi-bogor

Luar biasa ! Itu kata pertama yang terlintas di benak saya ketika kami berempat mendatangi outlet ke 4 Shabu Hachi di Jl. Padjajaran no. 75 Baranangsiang - Bogor. Begitu kami tiba di depan bangunan Shabu Hachi saja, saya sudah kagum dengan kecantikan dan kemegahan bangunan ini. Taburan lampion Jepang warna merah & kuning menghiasi halaman depan, sekaligus berfungsi sebagai tempat parkir, sudah dipenuhi oleh puluhan kendaraan pengunjung, khususnya warga Bogor, yang antusias ingin mencoba kelezatan masakan Japanese shabu-shabu all you can eat, yang telah terkenal terlebih dahulu di Jakarta dan Bandung.


Monday, June 13, 2016

Menikmati ayam goreng khas Jogja di RM Ardhita Bogor (***)

Hari Minggu kami berniat buka puasa di rumah tante di Bogor, tapi kata yang empunya rumah, lebih baik makan diluar saja daripada di rumah. Tante mengusulkan sebuah rumah makan ayam goreng khas Jogja mirip ayam Suharti. Karena khawatir tidak kebagian tempat, karena kami akan makan berombongan sebanyak 17 orang, apalagi waktu buka puasa biasanya penuh, maka kami pesan tempat dulu.


Monday, May 30, 2016

Menikmati Nasi Timbel M11 Bogor diiringi alunan suara kecapi suling Sunda (***)


Makan dimana siang ini di Bogor ? Suami saya teringat, pernah melewati sebuah tempat makan sederhana yang ramai oleh pengunjung, dekat kampus IPB, tapi belum sempat mampir. Sekarang kesempatan yang baik bagi kami untuk mencobanya. Kami pun menuju Jl. Rumah Sakit 2 no. 11 dan masuklah kami ke sebuah rumah, dimana garasi dan terasnya digunakan sebagai rumah makan Nasi Timbel M11. Kenapa M11 ? Mungkin karena dulu nama jalan ini adalah Jl. Malabar, rumah no. 11.

Wednesday, September 09, 2015

17an di Bogor @Lemongrass & @Momomilk

Antrian panjang di Lemongrass (***)







Kami di RW05 Cilbar sudah merayakan acara Dirgahayu RI sekaligus HBH sehari sebelumnya pada tg 16 Agustus, karena kalau dirayakan pada tg 17 Agustus bakal berbarengan dengan acara RT01. Jadi tg 17 Agustus kami bisa jalan-jalan. Enaknya kemana nih, kayanya udah lama ngga Bogor, kita cari kuliner yang kekinian yuk.

Friday, September 21, 2012

De’ Leuit, makan didalam lumbung padi urang sunda (***)




















Ping! Mba Mery, aku mau ke Bogor, enaknya makan dimana ya ? Pengennya masakan Indonesia / Chinesse food, karena ngajak ortu. Thx? Itu bunyi bbm ku ke mba Mery, temen sekantor yang tinggal di Bogor. Kami sekeluarga bertujuh sedang menuju Bogor untuk makan siang. Tumben tumbenan bapakku mau makan ditempat yang jauh, padahal waktu telah menunjukkan pk 11.30 ketika kami berangkat dari rumah. Hmm bakal kelaparan dijalan ngga ya, pikirku. Ke de leuit saja mba, itu masakan sunda, enak kok, suasananya juga oke, jawab mba Mery. Dari tol belok ke kiri, kebelakang bekas Hero, sekarang Giant?tambahnya. Oke deh, kami putuskan mengikuti saran mba Mery, karena sudah tidak ada waktu lagi untuk putar puter mencari tempat makan.

Ternyata cukup mudah menemukan lokasi resto ini, tapi ternyata sudah penuh oleh pengunjung. Segera kami turun didepan pintu masuk dan langsung disambut oleh mba Front resto? Alhamdulillah kami langsung mendapat tempat duduk tanpa harus menunggu antrian, dan dapat dilantai bawah pula. 

Wah ternyata bagus ya bangunan resto ini. Besar, luas dan terbuka, terdiri dari 2 tingkat. Didalam ruangan terdapat kolam ikan berbentuk memanjang dengan hiasan air mancur berbentuk kodok maupun bebek. Halaman sampingnya terdapat taman bermain anak-anak. Anak anak pasti betah disini, serta yang susah makan jadi gampang membujuknya. Kata Mamah, leuit artinya lumbung padi dalam bahasa sunda. Oh gitu toh, baru tau saya.

Kebiasaan keluarga kami adalah makan tengah, yaitu memesan lauk pauk untuk dimakan bersama sama. Seperti biasa kami memesan ikan gurame. Tapi kali ini kami ingin mencoba gurame saus de leuit, bukan gurame goreng seperti biasa. Kemudian kami juga memesan udang telur asin, tahu Jepang sapi, karedok, ayam bakar, pepes jamur, ikan asin jambal, serta mi goreng ayam untuk Maliq, keponakan saya yang baru berumur 2 tahun. Supaya tidak rewel, saya pesankan juga milkshake chocolate buat dia. Ah saya jadi teringat bapak saya yang paling suka kalau dikasih dessert es krim, so saya pesankan juga banana boat buat beliau.
Ternyata pesanan kami cepat juga datangnya, padahal saya sedang mengajak Maliq melihat lihat kolam ikan. Saya buru buru kembali untuk mengambil foto-foto makanan sebelum diserbu tangan-tangan lapar. Hmm ikan guramenya cantik sekali, sungguh mengundang selera. Daging gurame telah difillet dan diletakan kembali diatas tulang ikannya yang masih utuh, terlihat garing karena dilumuri tepung sebelum digoreng. Diatasnya disiram serutan mangga muda yang telah diaduk bersama cincangan cabe merah, aneka bawang dan seledri. 

Kemudian udang telur asin, penampilan yang tidak saya duga tapi cantik. Yaitu udang pacet yang digoreng bersama kulitnya, kemudian ditutupi telur asin yang sudah berbentuk serabut berwarna kuning merata. Wuah cakep, apalagi rasanya ya. 

Lalu tahu Jepang sapi, penampilannya seru banget. Yaitu tahu Jepang bulat yang telah dipotong menjadi 4 dan digoreng hingga kecoklatan, kemudian dicampur bersama tumisan daging sapi cincang, jamur dan bawang. Apanya yang seru ? Karena dihidangkan diatas piring ceper dan saus kentalnya yang berwarna coklat sangat luber sehingga harus extra hati hati bila ingin memindah-mindah piring, mana panas lagi.
Mi goreng yang merupakan menu favorit keluarga juga menggiurkan, dengan campuran ayam, toge, cabe merah, daun bawang serta telur yang banyak.

Ternyata rasa sajian yang terhidang memang secantik penampilannya. Guramenya garing dengan rasa saus asam manis pedas yang sudah meresap. Tahu Jepangnya banyak banget sapinya, empuk lagi. Udangnya tidak terasa telur asinnya, karena telur sudah digoreng menjadi serabut, dan tidak ada rasa telur asin yang meresap kedalam udang. Tapi ya enak sih. Mi gorengnya enak dan yang paling duluan habisnya, hmm lain kali harus pesan 2 porsi nih. Ayam bakarnya enak, empuk dan meresap. Karedoknya seger serta sambal goangnya pedas banget. Tak ada yang tersisa dari sajian ini. Sehabis makan kami bersantai dulu sambil menghabiskan minuman dan dessert kami, seperti es alpukat kelapa, es kelapa jeruk serta banana boat buat Bapak. Banana boat adalah 3 macam es krim yaitu coklat, vanilla & strawberry yang disajikan diatas pisang dan dihiasi wipped cream sehingga es krimnya tertutup. Kalau rasanya sih standard saja (Akibat sering makan Haagen dazs). 

Fasilitas resto ini juga bagus, bersih dan lengkap. Ada mushola, bahkan ada toilet khusus anak anak dengan ukuran yang serba mini dan dekorasi Winnie the pooh. 
Sekarang giliran harganya, yang paling mahal adalah gurame yaitu Rp 75.000, disusul dengan udang Rp 55.000, tahu jepang Rp 42.000, 1 ekor ayam Rp 35.000, mi goreng Rp 29.000, karedok Rp 15.000, banana boat Rp 30.000, milkshake Rp 20.00, es kelapa Rp 15.000 dan yang lainnya tentu dibawah Rp 10.000.
Yang ingin berkunjung kesini alamatnya adalah Jl Pakuan no 3, telpon 0251 839 0011. Hatur nuhun, mugi patepang deui (Terima kasih, semoga kita bertemu lagi).

Thursday, April 22, 2010

SAYUR ASEM NOSTALGIA DI PURWAKALIH BOGOR (*)
















Hari Minggu itu, entah kenapa, tiba-tiba suami saya ngidam berat. Sejak pagi dia sudah ribut mengajak saya makan siang dengan sayur asem. Tapi bukan sembarang sayur asem, melainkan sayur asem nostalgia semasa dia kuliah di kota Bogor. Waduh, makan sayur asem saja sampai jauh-jauh ke Bogor, pikir ku. Tapi penasaran juga sih ingin mencicipi. Lagipula bisa sekaligus berjalan-jalan & berbelanja buah-buahan serta asinan Bogor. Hmm asyik.
Letak rumah makan ini, bila kita keluar dari tol Bogor, langsung belok kiri ke jl. Padjajaran, di pertigaan besar sebelum Ekalokasari ambil arah kanan & mengambil jalan satu arah ke jl. Lawanggintung. Nah sampai disini jangan mengemudi terlalu cepat, hati-hati jangan sampai terlewat, karena setelah tikungan, kita akan menemukan sebuah rumah makan sederhana disebelah kanan jalan, yang telah dipenuhi oleh mobil-mobil yang parkir. RM ini ditutupi sebuah spanduk bertuliskan RM Purwakalih (sayur asem), dengan alamat di jl. Batutulis Lawanggintung no 11, telpon 0251-383 034 / 384 002.
RM ini benar-benar sederhana & terbuka tapi bersih & ramai oleh pengunjung. Suasananya sangat kekeluargaan karena tempat duduknya berupa meja kursi kayu yang panjang, sehingga kita bisa duduk bersama-sama dengan pengunjung lainya. Di setiap meja telah disediakan aneka lauk yaitu aneka pepesan seperti pepes ikan mas, ikan peda, jamur, dll. Lalu aneka gorengan seperti tahu, tempe goreng tepung, ikan kembung, empal, ayam goreng, babat & bakwan jagung. Tak lupa lalap & sambal merah mentah. Karena pengunjungnya lumayan ramai, maka kita menjadi agak berebut lauk dengan pengunjung lainnya.
Setelah memesan nasi putih hangat & sayur asem, kita tinggal memilih lauk yang tersedia di meja. Semua lauk disini kelihatan menggiurkan, masih hangat & ukurannya besar-besar. Terutama penampilan bakwan udangnya sungguh mantap, berukuran besar & bertaburan udang. Tapi walaupun begitu, lauk pilihan saya adalah ayam goreng yang ditaburi bubuk bumbu lengkuas serta tempe goreng tepung. Suami saya memilih empal, tahu goreng & tumis jamur.
Ketika sayur asem dihidangkan, penampilannya yahud sekali, yakni berisi potongan kacang panjang, nangka muda, labu siam & jagung. Warna kuah nya yang agak kemerahan semakin mengundang kami untuk segera mencicipinya. Rasanya wow sungguh segar tapi tidak terlalu asam & agak pedas. Hmm memang beda, ini sayur asem khas sunda. Pantes kalau suami saya kangen.
Saya mulai mencuil daging ayamnya lalu saya suap bersama cocolan sambal merah mentah. Rasanya duaar dimulut, ayamnya empuk & gurih, serta bumbu kremesannya itu loh rasanya asin, jadi sangat cocok bila diaduk dengan nasi. Yummy. Sedangkan empal suami saya ukurannya super besar, empuk & rasanya manis-manis gurih. Hmm enak deh. Tak lupa pepes jamur kancing nya yang agak berkuah itu juga rasanya segar, enak & gurih.
Makan siang kami ini sangat berkesan dengan belaian semilir angin & hiburan lagu-lagu lawas dari sang pengamen yang bersuara merdu. Pengamennya oke juga loh, selain merdu dia juga menguasai banyak lagu baik lagu pop Indonesia maupun barat. Sehingga tak terasa 1 porsi nasi yang biasanya jarang saya habiskan, sekarang menjadi licin tandas. Kenyaaang & puaaas…
Nah mengenai harganya juga sangat ramah dikantong, rata-rata dibawah Rp 10.000an. Sehingga kami makan berdua saja tidak sampai Rp 50.000. Wah wah bikin ketagihan saja.

Monday, December 28, 2009

ULASAN KULINER : BASO URAT BOBOHO (*)




Menunggu jam besuk sore hari di RS Azra Jl Raya Pajajaran Bogor sempat membuat kami bingung hendak menunggu dimana, karena kondisi cuaca yang hujan rintik-rintik membuat kami malas turun ketempat perbelajaan. Tapi tanpa sengaja kami melewati jalan Bangbarung Raya & melihat sebuah antrian parkir mobil disebuah tempat makan yang bernama Baso Urat Boboho, Jl. Bangbarung Raya no. 51, Bantarjati Bogor, telpon 0251 835 3774. Wah boleh juga nih, cocok untuk menunggu sambil mengisi perut & menghangatkan badan yang kedinginan akibat hujan ini.
Setelah kami memarkir mobil diseberang jalan, kami berpayungan & berlari memasuki tempat makan yang terbuka & sederhana ini, tapi cukup nyaman karena tempatnya lumayan luas & bersih. Pelayan disini cukup banyak & berseragam, dengan sigap menanyakan pesanan kami. Tapi karena baru sekali kesini, kami harus membaca daftar menu yang tersedia dimeja, isinya adalah mi baso urat 1 porsi Rp 10.000, kalau ½ porsi Rp 8.000, ada juga mi yamin Rp 7.000, bila plus baso menjadi Rp 11.000. Minumannya yang tersedia adalah aneka jus & aneka varian es seperti es teller, es campur, es kelapa & es jeruk, semua dibanderol dengan harga @ Rp 7.000. Nah pesanan ku adalah seporsi baso urat tanpa mi, sedangkan pesanan suami adalah mi yamin baso. Terus walapun kedinginan, kami tak mampu menolak semangkuk es teller.
Tak perlu menunggu lama, pesanan kami pun segera tiba. Semangkok baso berisi 1 baso urat besar yang dibelah 4 seperti kembang, 4 baso halus kecil, toge mentah, sawi, bawang goreng & ada beberapa potongan kecil kecoklatan yang mengambang. Apa ini ? Segera ku sendok & ku kunyah, oh rupanya ini adalah gajih atau tetelan yang digoreng garing, jadi rasanya kriuk kriuk gurih serasi dimakan bersama kuah baso yang bening, gurih & tak berminyak. Nyam nyam. Untunglah aku memesan baso tanpa toge & sawi, karena aroma toge dengan kuat menyeruak seiring dengan asap kuah baso yang panas. Kalau aku sih tak lupa memasukkan potongan kripik pangsit yang tersedia didalam keranjang plastik. Nah kalau suami tak lupa memasukkan sambal cabe rawit hijau. Kulirik mi yamin nya yang berwarna kecoklat & bertabur bawang goreng, kelihatannya cuma sedikit. Kucicipi sedikit, rasanya, hem bagaimana ya, kok lengket ya, wah kayanya aku ngak doyan nih. Setelah selesai menyantap sajian, badan sudah mulai agak berkeringat, tapi segera kami dinginkan lagi dengan menyeruput es teller, ah nikmat, dingin menyegarkan, menghapus rasa gurih & pedas sisa baso tadi. Secara keseluruhan sajian ini pantas direkomendasikan karena isi nya yang unik, rasanya enak & ramah dikantong.

ULASAN KULINER : RUMAH SUMSUM (**)





Kedatangan kami ke Bogor disambut hujan deras sekali, sehingga kami yang berada didalam mobil menjadi mengigil kedinginan. Akhirnya rencana makan siang kami mencari soto mi menjadi gagal total, karena malas kehujanan pas turun dari mobil. Tapi perut lapar memaksa kami menyusuri jalanan mencari-cari tempat makan alternative yang lebih nyaman & tidak kehujanan. Kebetulan sekali ketika melewati jalan Lawang Gintung no. 21 (Bogor Selatan 16134), perlahan kami menepi karena tertarik pada papan nama sebuah rumah makan yaitu Rumah Sumsum (telpon 0251 831 4579). Wah suami ku sungguh berbinar-binar menemukan makanan favorit nya yang jarang ada. Sungguh cocok untuk menghangatkan badan yang kedinginan ini. Tapi dalam hati ku berharap, semoga ada menu lain karena saya tidak doyan sumsum.
Pelayan dengan sigap memayungi kami sampai kedalam rumah makan dengan desain terbuka ini. Tempatnya cukup nyaman, bersih, tidak terlalu luas tapi tidak sempit. Kami segera mempelajari menu yang disodorkan & untunglah lumayan beragam, yaitu menu aneka sate, iga, ayam, empal, sop sumsum, sop buntut, sop kambing, sop ayam kampung, aneka nasi bakar yang ternyata semua pedas serta nasi sunda. Terus ada juga dessert andalan yaitu es bubur sumsum, yang langsung kami pesan. Suami ku segera memilih nasi bakar sumsum plus sop sumsum, sedangkan aku tadinya memilih nasi sunda, tapi ayamnya bukan ayam kampung sehingga beralih memilih sop ayam kampung.
Ketika pesanan datang, mata kami terbelalak melihat ukuran tulang sumsum didalam sop, wow besar sekali ya. Kayanya kami belum pernah menemukan ukuran tulang sebesar ini di rumah makan di Jakarta. Tulang yang penuh dengan sumsum ini disajikan didalam kuah sop panas dalam sebuah mangkuk putih & berisi potongan wortel, kentang, daun bawang, tomat, bawang goreng serta potongan kecil daging sapi, lalu diberi sedotan besar serta sendok kecil bergagang panjang. Sedikit kucicipi sumsumnya yang berlemak & kuah sopnya yang bening tapi gurih ini, hmm enak. Suami ku langsung seruput seruput slruup, asik menyedot si sumsum dalam tulang.
Kemudian dia mulai membuka nasi bakarnya yang berukuran tidak terlalu besar ini, nasi disajikan diatas piring bersama potongan bawang merah & cabe merah serta sambal kacang. Ketika daun pisang dibuka, wuih sungguh berminyak, karena nasi dicampur dengan sambal merah & sumsum lalu dibakar, sehingga nasi menjadi merah & berminyak. Ketika kucicipi rasa nasi gurih-gurih pedas & sungguh berlemak. Oh no. Kulihat dia sih asik asik saja melahap sajian ini. Hmm be careful darling, jangan keseringan.
Sekarang giliran ku nih, sop ayam disajikan dalam mangkuk, kuahnya berwarna bening kekuningan tapi tidak terlalu berminyak, berisi suwiran ayam, irisan kol, potongan tomat, daun bawang & bawang goreng. Ketika kumakan, hmm rasanya gurih nikmat, tak berlemak. Tak memerlukan waktu lama bagi kami untuk menandaskan sajian panas mengenyangkan ini.
Nah sekarang giliran dessertnya, penampilannya sungguh mantap, disajikan dalam gelas tinggi, isinya secara berurutan adalah potongan nangka paling bawah, lalu potongan bubur sumsum hijau, lalu cente manis merah bulat, lalu diberi es batu serta susu kental manis putih & coklat. Rasa wow, unik, manis & menyegarkan, nyam nyam slruup. Nikmatnya rasa manis ini cocok menghalau rasa gurih, pedas & berlemak sisa santap siang kami.
Rumah makan ini pantas direkomendasikan, harganya pun masuk akal, berkisar antara Rp 12.000 – Rp 23.000 & minumannya berkisar antara Rp 2.000 – Rp 12.000. Sedangkan menu yang kami makan adalah nasi bakar Rp 12.000, sop sumsum Rp 23.000, sop ayam Rp 19.000, nasi putih Rp 3.000 & es bubur sumsum Rp 12.000, total kami membayar Rp 69.000 plus 2 gelas teh panas gratis. Nah boleh tuh dicoba, asal ingat kadar kolestrol anda.

Wednesday, January 28, 2009

Seuseupan... Kuah Bakso Yuk! Kania kurniasari - detikFood (***)



http://food.detik.com/read/2009/02/09/165626/1081991/290/seuseupan-kuah-bakso-yuk

Bagi para penggemar bakso di Bogor pastinya sudah tak asing lagi dengan bakso yang satu ini. Baksonya lentur dengan rasa daging yang sangat berasa, pokoknya dijamin seuseupan... menikmati aroma kuahnya yang gurih enak!

Suami saya orangnya hobi jalan, kadang gak punya tujuan, kemana saja kaki dia menginjak pedal kopling saya selalu diajak muter-muter cari suasana baru. Suatu saat dia bilang, kangen nih sama bakso semasa kos dulu di Bogor. Bisa-bisanya, rumah di Fatmawati makan baso di Bogor.

Maka berangkatlah kami kesana. Rupanya dia mengajak saya makan baso 'Seuseupan' yang ada di Jl. Bangbarung Raya No.3, tepatnya di daerah perumnas Bantarjati Bogor. Letaknya di pinggir jalan raya, ramai sekali oleh kendaraan yang parkir dan orang yang makan.

Ketika masuk saya langsung duduk di paling belakang. Menunya ternyata lumayan banyak sih, tapi intinya ada bakso, mi, dan untuk minumnya aneka jus. Karena saya tidak begitu lapar dan kurang hobi makan bakso, jadilah saya memesan seporsi bakso urat spesial.

Saat pesanan saya datang terlihatlah keistimewaannya. Semangkok bakso berisi 3 buah bakso urat & baso telor plus tetelan yang di goreng kering, mirip kulit ayam goreng. Jadi rasanya saat dicemplungin ke dalam kuah baso, kriuk... kriuk... gurih nyam nyam!

Kuahnya harum plus dengan rasa bakso yang enak, terasa sekali dagingnya lembut tanpa pengawet dan boraks. Pokoke enak, apalagi kalo yang ngomong itu saya yang bukan penggemar bakso. Setelah perut kenyang, saya pun mencicipi jus alpukat pesanan suami saya. Hmm... rasanya enak juga! Harganya juga gak mahal, gak nyampe Rp 10.000 an lah.

Aku jadi mudeng, kenapa baso ini dikasih nama 'Seuseupan'. Karena 'Seuseupan' artinya adalah menghirup, mungkin maksudnya menghirup aroma bakso kuah yang harum menggoda dan bikin perut keroncongan kali ya? Setelah itu saya jadi penasaran, biasanya makanan enak selalu ada di internet. Saat saya browsing, rupanya bakso ini memang langganan para artis dan sudah berkali-kali masuk TV. Ya pantaslah kalau begitu!

Bakso Seuseupan
Jl.Bangbarung Raya No. 3, Bogor
Telp: 0251-376885