Saturday, February 25, 2012

Pengen nyabu di Point Square (*)




Australian beef





NZ Beef
Vegetable set
Add'l Vegetable

Iklannya
Gara gara liat iklan shabu shabu lagi diskon di FB “Yukmakan”, saya jadi pengen kesana. Bunyi iklannya adalah “Nyobain Shabu shabu di Shabu Yobu, apa lagi dagingnya wagyu beef lembut banget, lagi discount lho 25% sampai akhir bulan ini (Januari 2012) di Point Square Lebak bulus Jakarta Selatan lantai UG” plus gambar “Australian rib eye beef shabu shabu” yang menggiurkan. Jelas kami tertarik, apalagi lokasinya memang deket rumah. Yang belum tau alamat Point square adalah di Jl RA Kartini no 1, sebelum terminal Lebak bulus, sedangkan Shabu Yobu ini letaknya di lantai UG unit 52. Telponnya 021 7592 1141.
Setelah saya baca buku menunya, ternyata banyak menu lain selain shabu shabu, cukup komplitlah seperti layaknya resto Jepang lainnya. Tapi kami tetep pesen shabu shabu yaitu Australian shabu set yang terdiri dari sepiring daging Australian beef, sepiring sayur, nasi dan saus ponzu serta wijen. Menu set ini bisa dimakan untuk berdua loh. Harganya Rp 146.800 setelah diskon 20%. Rupanya yang diskon 25% hanya wagyu shabunya saja.
Rasa sajian shabu ini enak tapi standard lah tidak bisa dibilang istimewa. Walau begitu kami tetep nambah karena masih lapar. Gantian sekarang nyobain New Zealand rib eye beef +mixed vegetablenya. Harga beef nya Rp 59.000 dan vegetablenya Rp 25.500, ngga diskon kalau bukan menu set.  Menu set ini belum termasuk minuman loh, harus pesen lagi. Bila ingin ocha refill harganya Rp 9.000. Setelah saya bandingkan kedua jenis daging tersebut, yang Australian beef lebih lembut sedangkan NZ beef lebih seret dan kasar. Tapi buat kami yang namanya shabu shabu pasti ludes tak bersisa.


Friday, February 24, 2012

Menu menu favorit di Palembang food (**)



Sebenarnya rumah makan ini sudah berdiri cukup lama yaitu lebih dari 10 tahun. Tapi dulu tempatnya kecil, sempit dan terbuka. Tapi karena sajian disini enak & jarang tersedia ditempat lain, maka RM ini selalu dipenuhi pengunjung. Sekarang RM ini memiliki tempat yang rapih, lebih luas dan ber AC. Bangunan tampak depan berupa dinding kaca yang gelap, sehingga dari luar sama sekali tidak bisa melihat kedalam. Padahal ketika kita masuk kedalam eh kecele deh, rupanya sebagian besar meja sudah dipenuhi pengunjung.
RM ini berada di jl Suryo no 50, kebayoran baru, Jakarta Selatan, persis didepan lapangan Blok S. Kebetulan lokasinya dekat dengan kantor saya, sehingga bila jam istirahat tiba, kami sering makan siang disini. Nama RM ini adalah Palembang food.
Apa kenyang makan siang dengan menu pempek ? Itu pasti pertanyaan kalian. Jangan salah, menu disini tidak hanya pempek. Masih banyak menu lain yang tak kalah enaknya. Disini tersedia menu pindang ikan patin dan pindang tulang iga. Selain dimasak pindang, bisa juga dibakar. Dan favorit saya adalah patin bakar. Apa sih keistimewaannya ? Ini menu top banget deh, yaitu ikan patin bagian perut yang ukurannya besar dan berlemak. Dibakar dengan bumbu kecap sehingga warnanya agak kehitaman, kulitnya garing tapi tidak gosong sedangkan dagingnya putih dan lembut. Disajikan bersama kecap, potongan tomat dan cabe rawit, sambal, timun & daun kemangi. Keistimewaannya adalah patin tidak berbau sama sekali malahan rasanya gurih karena bumbu telah meresap kedalam daging. Dasyatnya lagi sambalnya itu loh pedas sekali, tingkat tinggi lah.
Lalu ada menu nasi / mie / bihun / kwetiau goreng seafood. Porsinya ampun ampunan deh, banyak banget. Temenku pernah pesen bihun dan nasgor, sampe engap makannya. Campuran seafoodnya juga murah hati, cumi dan udangnya banyak, pokoknya enak deh, mantap.
Menu lainnya adalah mie celor / rujak tahu, tek wan, celimpungan / laksan, martabak kari dan nasi samin ayam bakar. Sedangkan pempek banyak juga jenisnya yaitu kapal selam, lenjer, adaan, leggang, papaya / kriting, tahu / model ikan.
Kalau pempek ngga usah diceritakan panjang lebar, cukup 1 kata yaitu enak karena terasa ikannya dan kuah cukonya itu loh, pedas menggigit. Biasanya kami memesan kapal selam, lenjer dan adaan. Selain itu belum pernah coba yang lain.
Oh ya salah satu favorit kami disini adalah tek wan, menu ini sering kami pesan karena rasanya seger banget. Tek wan adalah kuah kaldu udang yang bening, berisi bola bola ikan, soun, jamur kuping, potongan bengkuang yang diiris seperti korek api, sedap malam lalu ditaburi daun bawang dan bawang goreng. Habis makan sajian ini badan terasa hangat dan segar.
Kemudian saya pernah pesan martabak kari yaitu martabak telor bebek tapi isinya bukan daging melainkan kentang, disajikan bersama kuah kari yang berisi potongan daging dan kentang. Kulit martabaknya terasa gurih dan garing, dimakan bersama kuah kari yang kental dan lekker, sungguh perpaduan yang pas.
Kalau makan disini wajib makan appertizer otak otak sambil menunggu pesanan datang. Otak otak rasanya enak, empuk, masih hangat, ikannya terasa, ukurannya juga cukup besar dan sambal kacangnya itu loh pas banget rasa asin manis asemnya. Disetiap meja tersedia semangkok sambal yang rasanya pedas sekali sebagai pelengkap semua sajian. Selain sambal, makan akan terasa lebih nikmat bila dilengkapi dengan krupuk. Beraneka ragam bentuk dan ukuran krupuk ikan tersedia di lemari kaca tempat kasir berada. Cocok sebagai camilan atau pelengkap makan siang anda.
Harga di RM ini relative terjangkau. Misalnya harga pempek lenjer Rp 9.500 dan adaan Rp 7.500, otak otak @ Rp 5.000, tek wan Rp 14.500, martabak Rp 15.000 serta patin bakar Rp 23.000. Nah yang mau berkunjung kemari bisa telpon dulu di 0816 823 840. Dibagian bawah kertas bon ada juga tulisan “terima pesanan pempek buat pesta, dll, kue lapis legit & kue lapis masuba khas Palembang. Nah siapa yang berminat ?

Sunday, February 19, 2012

Seafood khas Makasar di Phinisi resto (***)














Tempat makan ini sepi pengunjung. Bangunan dari depan tampak kurang terurus, perlu renovasi dan penyegaran. Tapi dari semua teman kantor saya yang sudah makan disini, pasti balik lagi dan merekomendasikan ke teman lainnya. Makanannya enak dan harganya terjangkau, begitu bunyi promosinya.

Akhirnya pada suatu hari Jumat pas jam makan siang, kami berempat berangkat dari kantor menuju tempat ini. Nama resto ini adalah Phinisi resto khas Makasar, jl Gunawarman no 75, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sesampainya disini, sepertinya kami adalah pengunjung yang pertama.

Menu yang tersedia disini adalah aneka ikan seperti baronang, bandeng, kerapu, kuwe dan gurame. Menu seafood lainnya adalah cumi, udang, kerang dan kepiting. Menu selain seafood ada ayam, sop & coto dan sate. Sedangkan menu pelengkapnya ada aneka sayur, bakwan jagung, tahu tempe dan lumpia. Minuman & dessert khas disini adalah terong belanda, es palu butung, es cingcau, es campur, aneka jus, dll.

Pilihan kami siang ini adalah ikan kuwe bakar, cumi goreng tepung, kerang putih saus tiram, kangkung balacan dan bakwan jagung. Sayang sekali kepiting soka kesukaan saya sedang habis.

Sambil menunggu pesanan, saya mengamati tempat ini. Ruangan resto terlihat sederhana dengan meja kursi kayu. Sebuah TV tampak tergantung didinding. Didekat dinding belakang terdapat sebuah keyboard dan microfonenya. Tak berapa lama seorang pelayan datang untuk membagikan peralatan makan dan seporsi sambal untuk setiap orangnya. Sambal terdiri dari 3 jenis sambal yaitu sambal mangga, terasi dan dabu dabu. Makanan pesanan kami belum tiba, eh sambal mangganya sudah habis, jadi kami memesan seporsi sambal mangga lagi. Untunglah pesanan kami segera tiba, kalau tidak, wah bakalan pesen seporsi lagi nih.

Ikan kuwe bakar datang dengan penampilan polos dan berbumbu minimalis, disajikan bersama sepiring sambal rica rica yang dicampur dabu dabu. Walau begitu daging ikan terasa gurih akibat bumbunya yang sudah meresap. Kemudian cumi goreng tepungnya terasa gurih dan garing. Kerang putih saus tiram dimasak bersama bawang bombay dan parika hijau, bumbunya terasa tajam dan gurih, sehingga saya semakin semangat makannya. Yang terakhir kangkung balacan dan bakwan jagung juga top. Kangkungnya renyah dan segar, bumbunya legit dan pedas. Sedangkan bakwan, jagungnya banyak dan bertimbulan diluar, bakwan terasa garing diluar dan empuk didalam, bakwan terasa gurih diselingi rasa manis dari jagungnya. Sensasi makan seafood bersama sambal nan pedas ini membuat tubuh kami panas dan berkeringat serta lupa bicara. Semua asyik menyantap hidangan dimeja. Pantas semua teman kami sebelumnya selalu balik lagi kesini, sajian disini memang enak sih.

Selesai makan, kami semua berseru Alhamdulillah, tapi nanti bakal ngantuk di kantor nih, he he he. Kemudian kami minta bill nya, tapi tak disangka malah diberi compliment berupa masing masing sepiring es palu butung, yaitu es campur yang berisi beberapa potong pisang raja kukus, lalu diberi bubur sumsum dan es serut yang disiram sirop merah. Tubuh terasa mak nyes setelah makan dessert ini, adem banget.

Terakhir mengenai harganya, ikan kuwe dihargai Rp 49.500 untuk ukuran 4,5 ons, cuminya Rp 35.000, kerang Rp 17.500, kangkung dan bakwan @Rp 18.000 serta sambal mangga Rp 3.000. Nah siapa yang mau datang kesini, boleh telpon dulu di 021 720 5486. Yakin deh kalian pasti balik lagi kesini, apalagi kalau kantornya deket seperti saya.

Wednesday, February 15, 2012

Q SMOKEHOUSE rumah tuk para carnivore (***)












Ada sebuah resto yang hampir saya lupa tulis reviewnya. Sebab kalau sampai tidak ditulis, sayang sekali karena makanannya enak-enak dan cocok untuk kaum carnivore. Sayangnya status saya sebagai carnivore sudah tidak diakui lagi karena usaha saya yang semaksimal mungkin menghindari makan daging merah. Walaupun begitu saya tetep mencicipi semua meat dishes pesenan teman saya. Jadi saya bisa menulis review ini dengan akurat.
Berawal dari seorang teman yang ngidam banget makan steak, akhirnya kami berlima memutuskan saat dia berulangtahun harus mentraktir makan di restoran steak. Pilihan kami jatuh ke Q Smokehouse dengan alasan tempatnya yang dekat dengan kantor kami yaitu jl Suryo no 20, didepan lapangan blok S Jakarta Selatan. Karena kami datang disaat after office hour, resto tersebut terlihat sepi dan lengang.
Ruangan resto ini terlihat nyaman dengan interior yang modern, dinding depan terbuat dari kaca dan langit langit yang tinggi. Sebagian tempat duduknya berupa berupa sofa yang menempel didinding serta tersedia smoking area, non smoking area dan outdoor area. Jelas resto ini dirancang untuk tidak sekedar makan tapi nyaman untuk bersantai dan mengobrol bersama teman atau keluarga. Kali ini pilihan kami tepat karena kami berlima ingin lama mengobrol karena jarang bertemu.
Sebelum ngobrol dan foto foto tentunya jangan lupa pesan menu dulu. Tapi sebelum memesan jangan lupa tanya tanya dulu dengan waitresnya mengenai menu andalan disini. Menurut keterangan, keistimewaan pengolahan daging disini adalah daging yang digunakan sudah terlebih dahulu mengalami proses pengasapan yang memakan waktu selama kurang lebih 12-16 jam dengan memakai kayu bakar, dengan tujuan menghasilkan tekstur daging yang “juicy” dan empuk saat dipotong serta memiliki aroma daging yang khas dan wangi. Wah kedengarannya menggiurkan.
Kalau begitu, inilah pesenan kami : Temen saya yang pertama, yang ngidam steak, gaya dia pesen wagyu rump steak. Temen saya kedua, ibu hamil, pasti makannya banyak, jadi dia pesen full house yaitu kombinasi beef steak, chicken steak dan ribs, mantap ya bu. Teman yang ketiga, bukan kaum carnivore juga, melainkan kaum seafoodore (ngarang), jadi pesenannya adalah premium salmon. Teman yang keempat pesan Hawaian steak dan saya sendiri boleh pesan 2 menu karena tidak pesan menu steak, jadi saya pesan Asian chicken salad dan mushroom soup. Appertizer nya buat makan rame rame kami pesan buffalo spicy, cheese dip dan onion ring. Untuk minumannya kami memesan 1 lychee slush, 3 lychee tea fruit dan 1 virgin mojito. Wah makan besar kita.
Langsung saja ya saya ceritakan detail masing masing menu. Yang pertama keluar tentulah menu appertizer. Kami paling suka Cheese dip yaitu kripik pangsit bentuk segitiga yang disajikan bersama keju yang dipanggang hingga meleleh, wah rasanya lekker banget. Kami semua berseru “aduh gendut nih” tapi apa daya, tangan dan mulut tak bisa diajak kompromi, kami terus colek dan colek lagi. Kemudian Buffalo spicy yaitu chicken wing goreng tepung yang dilumuri saus pedas manis, disajikan bersama mayones. Lalu Onion ring yaitu bawang bombay goreng tepung yang disusun bertingkat keatas seperti menara, disajikan bersama mayones, menu biasa yang disajikan secara menarik. Semua sajian enak dan renyah serta rame karena tangan kami beradu cocol sana cocol sini. Akhirnya semua appertizer dicocol kedalam keju leleh juga.
Minumannya juga seru. Virgin mojito bukan alcohol loh melainkan air soda bening yang diberi daun mint, rasanya asem asem manis seger dingin semriwing. Lychee slush adalah jus buah leci serta lychee tea fruit adalah teh rasa leci dengan buah leci.
Yang pesan steak jelas lama datangnya. Jadi pesanan saya datang duluan. Asian chicken salad yaitu salad daun lettuce dengan taburan potongan ayam kering berbentuk kotak kotak dan kripik pangsit yang keriting. Makan salad sih biasa tapi bila dipadukankan dengan rasa kriuk kriuk kres kres dari ayam dan pangsitnya jadi luar biasa, semangat. Mushroom soup yaitu sup krim yang diblender bersama jamur disajikan bersama seiris roti garlic, terasa lekker. “Ugh bau susu” kata temenku yang ngga doyan susu, padahal ini yang enak.
Setelah makanan ku habis, pesenan mereka baru datang. Tapi ngga ada yang ngomel karena sudah mulai kenyang makan appetizer. Ibu hamil melihat Full house sambil berseru, “wah banyak sekali”. Tapi saya gembira karena bisa cicip sana cicip sini. Bagaimana ngga banyak, wong full house berisi sebuah iga sapi, daging sapi & seperempat ayam dengan ukuran besar dan berlumuran saus barbeque. Cara penyajiannya adalah coleslaw, cabe jalapeno (cabe meksiko) dan 2 iris roti garlic disajikan dibawah tumpukan daging tsb. Setelah saya cicip hmm enak dan empuk, terutama daging sapinya yang berlemak, kalau ayamnya sih biasa saja, standard. Ketiga steak lainnya yaitu wagyu rump, Hawaiian steak dan premium salmon semua disajikan bersama kentang, salad daun lettuce serta saus yang terpisah. Kentangnya bisa memilih French fries atau mashed potatoes. Bedanya kalau wagyu rump, dagingnya tak berlemak. Kalau Hawaiian steak lebih berlemak dan diberi butter diatasnya agar meleleh secara perlahan. Kalau saya disuruh memilih, saya paling suka sajian full house terutama daging sapinya karena dagingnya paling berlemak sehingga terasa meleleh dimulut. Tapi semua jenis daging ini memang empuk dan tebal, juicy dan beraroma wangi menggugah selera.
Nah sekarang mengenai harganya. Memang tidak murah tapi tidak bisa dibilang mahal juga karena sepadan banget. Paling mahal memang wagyu yaitu Rp 139.000 lalu Full house & salmon masing masing Rp 85.000, terakhir Hawaiian steak Rp 75.000. Harga appertizer nya yang termahal Chicken wing Rp 49.000, lalu salad Rp 45.000, cheese dip Rp 39.000, sup Rp 29.000 dan onion ring Rp 25.000. Harga minumannya @ Rp 25.000. Tapi mohon jangan dijumlah ya, apalagi dikalikan dengan pajak, bisa pingsan nanti. 

Wednesday, February 08, 2012

Alas Daun, pokoke mak nyuss !! (**)








Kalimat itu ditulis dan ditandatangani pak Bondan Winarno Wisata Kuliner Trans TV. Selain pak Bondan, masih banyak tandatangan selebritis lain yang dipajang didinding rumah makan Alas Daun ini. Bukti lain yang menyatakan bahwa sajian RM Alas Daun ini mak nyuss adalah banyaknya review yang positif dan tempat yang tak pernah sepi oleh pengunjung.
RM ini terletak di Jl. Citarum no 34 Bandung atau tepatnya berada dipertemuan antara Jl Supratman dan Jl Diponegoro. Tempat ini memiliki arsitektur rumah jaman dulu dengan logo alas daun diatas pintu masuknya. Ruang makannya terbagi 2 yaitu ruang makan didalam dan ruang makan dibelakang yang bersatu dengan dapurnya.
Kedatangan kami disambut ramah dan dipersilahkan langsung keruang belakang untuk memesan makanan, yaitu sebuah ruang terbuka dengan langit langit yang tinggi dan ditengah ruangan ada dapur terbuka yang memanjang kebelakang. Disekeliling dapur tersedia meja kursi kayu untuk makan pengunjung. Didapur bagian depan tersedia aneka lauk seperti ayam, tahu tempe, perkedel, jeroan, dll tersaji dalam nampan nampan aluminium, tinggal digoreng sesuai pesanan. Aneka ikan yang direndam dalam bumbu disajikan didalam lemari pendingin, tinggal dipilih mau digoreng atau dibakar sesuai selera. Disamping tersedia aneka tumisan diatas wajan wajan kecil beralaskan daun pisang tampak menggiurkan. Aneka sambal tersaji dalam lumpang batu. Didapur bagian belakang, aneka sate sedang ditusuk dan dibakar. Kami tergiur melihat aneka ikan segar yang tersaji di lemari pendingin sehingga kami memilih ikan kue bakar dan ikan mas goreng. Pelengkapnya adalah tahu tempe dan tumis kikil cabe ijo, tak lupa kami memesan sate maranggih karena tergiur akan aromanya yang menggelitik.
Setelah selesai memilih makanan kami pun duduk disamping dapur. Menarik juga makan sambil menikmati pemandangan para koki yang sedang menusuk dan membakar sate, menggoreng ayam, membakar ikan serta memblender cabe karena kalau cabenya diulek pasti bakalan lama jadinya saking banyaknya.
Tak lama waitress datang untuk menghamparkan 2 lembar daun pisang yang cukup lebar diatas meja kami. Setelah itu nasi putih yang masih panas mengepul langsung dituang diatas daun pisang tersebut, sehingga aroma daun pisang pun menguar menggelitik hidung. Tak lama pesanan kami pun datang dan sambal pun dihidangkan. Ah kapan lagi makan diatas daun pisang, dengan nasi hangat dan ikan berbumbu sedehana tapi meresap sampai ke dagingnya. Sate marangi atau sate sapi terasa empuk dan manis karena memakai bumbu kecap manis. Ketika sedang seru serunya makan, seorang waitress mendekati meja kami untuk menawarkan 2 jenis kuah yang akan dituangkan langsung keatas nasi kami yaitu kuah rendang dan kuah cumi. Kami pun memilih kuah rendang yang ternyata legit nian. Sedangkan sambal terasi terasa pedas luar biasa. Untungnya ruangan terasa nyaman karena asap yang berasal dari dapur tidak mengganggu kami serta terasa sejuk karena angin yang bertiup dari arah samping cukup besar.
Harga makanan disini cukup reasonable loh. Ikan kuenya Rp 11.500, ikan mas Rp 15.000, satenya Rp 5.000 / tusuk, tumis kikil Rp 8.000 dan es kelapa Rp 11.500. Tersedia juga paket nasi box dengan minimum order 30 box.
Makanan yang enak, pelayanan yang ramah dan cepat, harga yang terjangkau serta sensasi makan tanpa piring menjadikan rumah makan ini banyak memperoleh review yang menarik. Yang ingin reserved terlebih dahulu bisa telpon ke 022 77 88889 / 723 1101. Nah silahkan nikmati sendiri sensasinya…

Friday, January 27, 2012

Rasa besar di Dapur Kecil (***)







Karena letak kantor saya didaerah SCBD, kadang kadang saat jam istirahat tiba kami sering makan siang sekalian berbelanja di supermarket Grand Lucky. Maklumlah ibu ibu ada saja yang kurang untuk keperluan rumah tangga. Suatu ketika teman saya bercerita, dia janjian sama temannya di Ketjil Kitchen dekat supermarket Grand Lucky. Saya terbingung bingung, karena setelah sekian lama dan seringnya saya ke Grand lucky, kok saya tidak menyadari ada tempat bernama Ketjil Kitchen. Keesokan harinya sayapun penasaran menyambangi tempat tsb. Oh rupanya Ketjil Kitchen adalah sebuah tempat makan yang berada didalam kompleks supermarket Grand Lucky, yang letaknya diseberang pintu masuk supermarket.
Ketika masuk ketempat ini, benar benar sesuai namanya yaitu kecil banget ruangannya, tapi isinya cukup padat alias dipenuhi pengunjung. Tersedia beberapa meja bulat dan persegiempat berukuran kecil cukup untuk 2 orang saja, plus sebuah sofa dipojok ruangan. Ruangan ini paling paling hanya bisa menampung maksimal 20 orang pengunjunglah, sehingga dapat dipastikan kami tidak kebagian tempat duduk. Untunglah dibagian belakang ada meja bar tempat meracik minuman dan tersedia beberapa kursi bar yang tinggi. Akhirnya kami duduk disana, bergabung dengan pengunjung lain.
Setelah kami duduk, kami baru memperhatikan bahwa ada antrian didepan kasir. Rupanya pengunjung yang datang harus langsung antri didepan kasir. Pantesan tidak ada pelayan yang hilir mudik disini. Saya pun beranjak ikut mengantri. Ditembok belakang kasir ada 3 papan tulis hitam yang berisi menu yang ditulis dengan kapur tulis warna warni, yaitu menu salad, grill, pasta, sandwich, beef, rice dishes, soup, dessert serta beverage. Harga makanan berkisar antara Rp 30ribuan sampai dibawah Rp 50ribuan. Kalau harga dessert dan minumannya sekitar Rp 20ribuan keatas.
Kami berempat masing masing memesan : chicken crema mushroom, spaghetti Bolognese, chilli dog dan caesar salad. Sedangkan minumannya ada yang memesan tea dan milkshake. Selesai memesan dan membayar, kami kembali ketempat duduk. Tak begitu lama, seorang pelayan memanggil sebuah nama dan berkata pesanannya sudah siap. Oh kami baru paham sekarang, bila pesanan kita sudah siap, makanan akan ditaro dimeja bar, lalu pelayan akan memanggil nama kita dan menyebutkan nama menu pesanan kita. Kitapun harus datang dan mengambil makanan itu sendiri. Bila perlu sendok, garpu, pisau, sedotan, tissue, garam, merica, saus dan cabe bubuk juga dipersilahkan mengambil sendiri dari meja bar. Ha ha ha unik ya, self service.
Ms Keni, chicken crema mushroom anda siap! Aha saya melompat gembira (kursinya tinggi sih) dan menyongsong pesanan saya. Pemandangan didalam piring saya indah sekali yaitu ditengah tengah ada potongan kentang rebus yang ditumis bumbu, disekitarnya ada 4 jenis pendamping yaitu dada ayam yang di grill dan dipotong kecil kecil serta disiram saus mushroom cream yang berwarna putih, kemudian ada telur mata sapi, lalu ada salad daun lettuce dengan potongan buah zaitun hitam, yang terakhir ada sepotong garlic bread berbentuk oval. Mata saya berbinar binar dan mulai menyantap makanannya. Kentangnya lembut dan gurih, ayamnya empuk dengan saus mushroom yang creamy, sungguh serasi dengan rasa salad yang asam. Saya potong telurnya, byar kuning telur yang setengah matang meleleh keluar, hmm enak juga ya. Tapi favorit saya adalah garlic breadnya yang empuk, gurih dan wangi, sampai saya irit irit makannya, ha ha ha. Pokoknya makanan saya mengandung 4 sehat 5 sempurna, komplit deh gizinya.
Tak lupa saya cicipi makanan pesanan teman teman saya. Yang paling unik adalah chili dog yaitu roti hotdog berukuran besar yang berisi sosis dan disiram saus daging sapi cincang serta ditaburi keju. Uniknya hotdog ini disajikan bersama kripik singkong (apakah kripik singkong pak manto jl. Senopati ?), ditaro didalam mangkuk keramik berbentuk kotak dan dialasi talenan kayu. Rasanya sudah pasti enak, sama dengan spaghettinya juga enak, saus Bolognesenya banyak. Terakhir Caesar salad, isinya potongan daun lettuce yang disiram sedikit saus creamy, ditaburi parutan keju dan diberi potongan dada ayam yang di grill, disajikan bersama sebuah telur rebus yang dipotong 2 dan sepotong roti garlic, rasanya sempurna.
Gelas minumannya unik dan lucu loh yaitu mug yang berbentuk botol selai berwarna bening. Tak hanya makanan dan peralatannya saja yang unik, desain interiornya juga unik bergaya vintage. Didinding terpasang beberapa lukisan bergaya jadul, lalu ada piringan hitam yang dibingkai bersama sampul albumnya. Beberapa pajangan seperti TV, radio, tempat lilin, teko, rantang, gelas dan piring, semuanya merupakan barang barang tua yang menghiasi rak dan lemari pajangan. Serunya lagi loyang kue dan panci aluminium dipakai sebagai kap lampu gantung, wah keren.
Kesimpulan saya setelah menyantap makanan disini adalah makanannya enak dan kenyang banget, suasana akrab, tapi kalau kita terlalu berisik, pengunjung lain pasti terganggu. Harganya lumayan mahal sih, bila pesan main course plus minuman bisa habis sekitar Rp 75ribuan per orang. Jadi kalau tiap hari maksi disini ya mana tahan…

Thursday, January 26, 2012

Pucat pasi di Waroeng SS (**)














Akhirnya kesempatan untuk makan siang di Waroeng Spesial Sambal (SS) tercapai juga. Maklumlah karena letaknya yang jauh dari rumah yaitu di jl. Margonda raya Depok, kami jadi agak malas menyambanginya. Nama warung ini sudah wara wiri didunia perkulineran khususnya bagi para penggemar sambal tingkat tinggi. Sebenarnya saya sendiri hanya pemakan sambal kelas pemula, tetapi suami saya penyuka sambal kelas advance. Jadi saya terobsesi ingin mengajak suami makan disini untuk membuktikan apakah memang dia layak berada dikelas advance sesuai dengan pengakuannya. Nah mari kita buktikan.
Ketika kami datang, diatas pintu masuk terpasang sebuah spanduk bertuliskan : 31 sambal, 29 lauk, 11 sayuran, 21 minuman. Aha, iklan yang menarik karena jumlah menu sambal lebih banyak dari lauknya. Walaupun namanya warung, tempat makan ini berada disebuah bangunan pemanen yang cukup luas, sederhana tapi bersih dan rapih. Ruangannya tidak ber AC, langit-langitnya tinggi, terbuat dari bambu, sehingga suasananya menjadi sejuk. Ketika masuk, kami dipersilahkan memilih tempat duduk dikursi atau dilesehan.
Pelayan memberikan selembar kertas yang berisi daftar menu dan harganya. Wah murah-murah banget ya. Harga sambal paling murah Rp 1.500 yaitu sambal lombok hijau, sedangkan yang paling mahal saja Rp 6.000 yaitu sambal udang. Untuk lauknya yang paling mahal adalah gurame goreng Rp 30.000 sedangkan yang paling murah adalah tahu / tempe Rp 3.500. Asiknya lagi tersedia bermacam macam jus dengan harga paling mahal Rp 8.500 yaitu jus gobal gabul dan paling yang murah Rp 5.000.
Karena bingung ketika memilih pesanan, kamipun minta rekomendasi dari pelayannya. Pilihan kami adalah 3 jenis sambal yaitu sambal terasi segar, sambal bawang dan sambal udang pedas. Untuk lauknya kami memesan ayam kosek, sapi goreng, ikan nila goreng, jamur goreng, tahu tempe goreng & plecing jawa. Untuk minumannya kami pesan jus nangka dan jus gobal gabul.
Topnya lagi, baru saja kami selesai cuci tangan bergantian ke wastafel, pesanan kami pun tiba dengan cepat dan masih panas. Semua lauk dan sambal masing masing disajikan diatas mangkuk tanah liat yang beralaskan daun pisang. Tak lupa kami pesan krupuk sebagai penawar rasa pedas. Mari saya bahas satu persatu.
Pertama ayam kosek, yaitu ayam goreng yang diatasnya dilumuri sambal rawit hijau, ketika dimakan wuih aku menyerah, tidak cocok bagi pemula seperti saya. Lauk saya sih ikan nila goreng yang saya cocol kedalam sambal bawang, yaitu sambal matang hasil ulekan cabe merah dengan bawang, hmm yang ini enak, tingkat kepedasannya masih bisa ditolerir. Kemudian saya ambil jamur gorengnya, yaitu jamur tiram yang digoreng tepung, garing diluarnya dan berwarna putih. Jamur ini favorit saya, rasanya gurih dan semakin mantap ketika dicocol kedalam sambal udangnya. Hmm sambal udangnya enak, yaitu sambal cabe merah yang matang, diulek bersama sedikit cabe rawit hijau, dan diberi beberapa potong udang serta irisan tomat.
Setelah beberapa saat asik menikmati makanan, saya pun bertanya kepada suami, “bagaimana sambalnya, pedas ngga ?” “Ngga, biasa saja” jawabnya. “Terus sambal mana yang paling pedas ?” tanya saya kembali. Suami saya menunjuk sambal terasinya. Saya pun mendongak melihat wajahnya. Oh alangkah terkejutnya saya, saking asyiknya saya menikmati makanan, pandangan focus kepada makanan, maka saya baru melihat wajah suami saya. Matanya berkaca-kaca, titik titik keringat keluar dari pori pori wajahnya, serta mukanya sedikit pucat pasi. Hua ha ha ha ha saya pun tertawa geli, rupanya suami saya gengsi untuk mengakui bahwa dia telah dikalahkan oleh rasa pedas sambal tersebut. Sambal terasi tersebut merupakan sambal cabe merah yang masih segar & mentah. Saya sih sama sekali tak berminat mencicipinya, pasti nggak kuat.
Makan kembali kami lanjutkan. Tahu tempe gorengnya rupanya bukan cuma 1 potong loh melainkan 3 potong tempe dan 4 potong tahu. Yang terakhir plecingnya, menurut kami sih bumbunya kurang cocok bagi lidah kami karena rasanya agak manis dan sepertinya memakai petis, teksturnya kental dan warnanya merah kehitaman mirip bumbu rujak. Akhirnya hanya kangkungnya saja yang kami makan. Setelah selesai makan, saya baru sadar, semua lauk dan sambal habis kecuali sambal terasinya.
Rasa pedas ini kemudian kami bilas dengan segelas jus. Jus gobal gabul itu rupanya jus buah mix, boleh pilih 2 macam buah apa saja tergantung selera kita. Bukan cuma jus gobal gabul saja yang namanya unik. Rupanya disini ada beberapa menu yang memiliki nama julukan yang unik atau lucu loh. Misalnya sambal terasi segar dijuluki “sport”, wah memang cocok, buktinya wajah suami saya seperti abis olahraga keras. Sambal bawang dijuluki “goalpal” dan sambal udang dijuluki “hati hati”. Julukan sambal lainnya yang tidak kalah lucu adalah sambal Lombok ijo dijuluki “hantu kipper”, sambal tubruk dijuluki “P3K”, sambal kecap dijuluki “bull shit”, dll.
Sebenarnya lauk disini rasanya standard saja tapi bila dipadukan bersama sambalnya jadi luar biasa. Lagipula makanan segini banyak kami hanya membayar Rp 75.000 loh. Nah siapa lagi yang berani mencoba tantangan baru ?

Monday, January 23, 2012

Nikmat lembut kornet lidah sapi di Warung Garem Garem (***)

http://www.yukmakan.com/review/members/Warung%20Garem%20Garem/3660/nikmat-lembut-kornet-lidah-sapi-di-warung-garem-garem





Welcome to Warung Garem Garem family kitchen. Hmm sebuah nama yang unik. Dengan logo bergambar botol tempat garam, warung ini kami lihat ketika melewati jalan Diponogoro. Tapi saya tidak yakin dengan sebutan warung tsb karena bangunannya keren, bagus, rapih dan baru sehingga lebih layak disebut cafe atau restaurant. Kami pun sepakat untuk mampir kesana disaat makan malam karena tempatnya cukup ramai oleh pengunjung.

Ketika kami tiba disana, kami disambut ramah oleh seorang waitres dan diantar ke meja kursi kayu sederhana. Suasana disini homey banget, sederhana, nyaman tapi indah. Dindingnya saja berupa batu bata, lantainya semen serta sebagian dinding bagian atas dan langit langitnya dilapisi kayu.

Menu yang tersedia disini sangat jauh dari menu warung biasa, yaitu sebagian besar menu ala Eropa seperti steak, pasta, salad, pita bread, beef bockwurst, dll. Supaya pesanan kami pas, kamipun bertanya kepada waitres, menu andalan apa yang tersedia disini. Waitres merekomendasikan masakan kornet lidah sapi yang ternyata merupakan resep warisan keluarga pemilik warung ini. Uniknya lagi sketsa gambar pemilik warung ini, yang terdiri dari 3 orang, terpampang jelas di sampul buku menunya. Suami yang memang penggemar masakan lidah sapi langsung setuju untuk mengorder menu tsb. Sedangkan saya sangat tertarik dengan gambar menu pan fried chicken piccata. Untuk minumannya saya memesan hot chocolate dan suami memesan peach iced tea. Karena kedatangan kami pas diwaktu sholat Magrib, kami pun sholat diruang sholat yang kecil tapi bersih dan rapih.

Pesanan kami tiba diwaktu yang tidak begitu lama. Penampilan kornet sapi sungguh menggugah selera. Empat potong lidah sapi yang cukup tebal disajikan didalam kuah kaldu bening yang dihiasi bawang dan tomat. Pendampingnya adalah nasi putih, semangkuk sambal serta irisan wortel dan baby buncis. Ketika dimakan hmm empuk banget lidahnya, kuahnya pun gurih dan harum. Wah enak dan istimewa.

Sekarang giliran menu pesanan saya yaitu pan fried chicken piccata yaitu sebuah dada ayam tanpa tulang yang dibalut telur dan digoreng kering. Hmm aroma telur gorengnya menguar gurih memancing selera. Disajikan bersama spageti dengan topping saus tomat. Ketika dimakan daging ayamnya empuk, lapisan telurnya terasa garing dan gurih, pas banget berpadu dengan spageti yang rasanya asam segar yang berasal dari saus tomatnya.

Jangan salah, bukan hanya makanannya saja yang istimewa, minumannya pun terasa nikmat. Minuman pesanan saya sih standar yaitu hot chocolate tapi aromanya itu loh yakni aroma caramel yang terasa kuat dihidung tapi ketika diminum rasanya tidak begitu manis, sehingga disediakan 2 bungkus gula bila ingin terasa lebih manis, tapi kalau buat saya sih pas banget rasanya. Sedangkan minuman peach iced tea pesanan suami saking enaknya sampai pesan 2 gelas, yaitu es teh biasa yang diberi bubble tapi bubble tersebut lapisannya tipis sekali sehingga ketika pecah dimulut keluarlah cairan rasa peach, wah enak banget. Saking penasarannya kamipun bertanya nama bubble tersebut yaitu popping boba. Hmm beli dimana ya ?

Mengenai harga disini relative terjangkau, yaitu lidah sapi Rp 32.000, chicken piccata Rp 45.000, ice tea Rp 19.000 dan hot chocholae Rp 15.000. Ternyata warung ini melayani waktu breakfast juga loh yaitu pk 6.30 - 10 pagi dengan menu khusus seperti nasi goreng, mi rebus, bubur ayam & bolu kukus daging yaitu bolu kukus isi daging cincang disajikan bersama siomay. Wah terbayang keunikan dan kenikmatannya.

Warung Garem Garem
Jl. Diponegoro No. 3A, Bandung
Telp: 022-4263051/4265062