Wednesday, October 09, 2019

Pengajian Al Hidayah, ustadz Romli Djawahir : Bahaya penyakit Wahn / Hubbuddunya, 22 Sept 19


Wahn / Hubbuddunya adalah cinta dunia yang berlebihan sampai takut mati.

Ciri-cirinya :
1.   Tidak senang beribadah. Bila beribadah ingin segera cepat-cepat saja.
2.   Kikir / bakhil, khawatir harta yang dikumpulkannya itu habis untuk sedekah.
3.   Suka berdusta
4.   Ingkar janji, suka berkhianat
5.   Pengecut, malu akan kebenaran
6.   Tidak amar ma'ruf nahi munkar
7.   Bangga akan kehidupan dunia, suka menjelek-jelekkan orang lain, bermegah-megahan, sombong.

Cara mencegahnya :
1.   Berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari perasaan :
- cinta dunia
- takut mati
2.   Kuatkan iman
3.   Waspada terhadap perasaan cinta dunia
4.   Zakat, Infaq, Sedekah
5.   Banyak mengingat kematian
6.   Berteman dengan orang sholeh
7.   Zuhud terhadap harta dunia. Zuhud artinya meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat untuk kepentingan akhirat, tidak terikatnya hati dan jiwa kita oleh dunia.
8.   Melakukan amal sholeh, menjaga amalan wajib dan menambah dengan amalan sunnah.

Bila sakit, yang pertama harus dilakukan adalah :
1.   Sholat 2 rakaat, minta kesembuhan. Bila belum sembuh :
2.   Ruqyah yaitu membacakan surat Al Fatihah pada air minum. Bila belum sembuh :
3.   Sedekah. Bila belum sembuh :
4.   Mengkonsumsi madu dan habbatussauda sebagai Syifa = penyembuh. Bila belum sembuh :
5.   Mengkonsumsi makanan herbal. Bila belum sembuh :
6.   Berobat ke dokter muslim yang sholeh. Bila belum sembuh :
7.   Berobat ke klinik / RS.

Saturday, October 05, 2019

Pengajian Masjid Baitussalam, Sabtu 14 September 19, Ustadz Aldhi Ferdian : Rezeki untuk siapa



·                     Ar Rahman artinya Yang Maha Pengasih
Yaitu Allah maha pengasih yang memberi kasih sayang kepada semua mahluknya, semua manusia, baik muslim / tidak, dapat menikmati kenikmatan dunia.
·                     Ar Rahiim artinya Yang Maha Penyayang
Yaitu Allah maha penyayang yang memberi kasih sayang khusus kepada orang yang taat kepada Allah, kasih sayang tsb diberikan di akherat saja.
·                     Ar Razzaaq artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
Allah memberi rezeki kepada semua mahluknya, semua manusia karena ketika Allah menciptakan mahluknya disertai dengan rezekinya, dan manusia dilahirkan dalam keadaan muslim / fitrah.

Surat 17 Al Isra Ayat  30 : Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya

Sunday, September 08, 2019

Pengajian UAH - Masjid An Nur tg 7/9/19 - Tafsir Surat An Nur




Arti kata :
·         Muharram : yang diharamkan
·         Hukum muharram : haram
·         Al Muharram : waktu untuk meninggalkan sesuatu yang diharamkan oleh Allah.
·         Maknanya : Bulan Al Muharram adalah waktu untuk mulai berhijrah yaitu meninggalkan segala yang diharamkan oleh Allah & Rasulullah dan mulai mendekatkan diri kepada Allah

Surat 9 At Taubah Ayat 36 : Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.
·         Arba’atun hurum = 4 bulan haram : Rajab (7), Dzulkaidah (11), Dzulhijjah (12) dan Muharram (1).
·         Bulan yang disunnahkan memperbanyak puasa dan beramal sholeh.

Klasifikasi surat-surat dalam Al Quran :
1.   Makkiyyah :
·         Surat-surat yang turun sebelum Nabi Muhammad Hijrah dari Mekah ke Madinah
·         Berisi ayat-ayat tauhid
·         Contoh surat Makkiyyah :
Surat 17 Al Isra Ayat 36 : Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.
Maksudnya : Semua anggota tubuh akan dihisab.

Monday, August 26, 2019

Pengajian Al Hidayah "Menyambut tahun baru Hijiriyah 1441" ustadz Romli Djawahir



Surat 31 Luqman Ayat 34 : Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.

Ada 5 pertanyaan yang jawabannya hanya Allah yang tahu yaitu :
1.   Kapan terjadi kiamat ? Hari Jumat tapi kapan.
2.   Kapan terjadi hujan ?
3.   Apa yang ada didalam rahim seorang ibu ?
4.   Apa yang akan dikerjakannya besok, apa yang akan terjadi besok ?
5.   Kapan dan di bumi mana dia akan mati ?

Sunday, August 18, 2019

PENGAJIAN AL HIDAYAH : KOREKSI BAGI PENUNTUT ILMU 18-8-19 USTADZ RIZAL YULIAR PUTRANANDA


Keutamaan menuntut ilmu :
1.   Menggapai Kemuliaan Dengan Ilmu Syar’i
Allah akan memberi kelapangan dan mengangkat (derajat) orang-orang yang menuntut ilmu
Surat 58 Al Mujadilah Ayat 11 : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
2.   Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga
·         “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (syar’i), maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga.”
·         “Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali.”
3.   Dengan Menuntut Ilmu Segala Pintu Kebaikan, Maghfirah, dan Pahala Akan Dilimpahkan
·         “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka ia akan diberikan kepahaman tentang agama.”
·         “Apabila anak cucu Adam meninggal dunia maka terputus semua amalannya kecuali dari tiga hal: [1] shadaqah jariyah, [2] ilmu yang bermanfaat, dan [3] anak shalih yang mendoakannnya.”
·         “Para ulama adalah pewaris para Nabi. Para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, mereka hanya mewariskan ilmu. Barangsiapa yang dapat mengambilnya, sungguh ia telah meraih bagian yang banyak.”

Tuesday, August 06, 2019

Pengajian Al Ikhlas, Selasa, 6 Agustus 2019, Ustadzah IMAS, KEUTAMAAN ISTIGHFAR


Sifat manusia adalah tempatnya salah dan dosa, maka seorang manusia harus hijrah dengan melakukan taubat nasuha.

Keutamaan istigfar :

1.   Mendatangkan maghfirah / ampunan Allah
·         Surat Ali Imran Ayat :
133 : Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,
134 : (yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.
135 : dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.
·         Maksudnya : Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Allah bila kita melakukan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri = berbuat dosa, tidak ada waktu jeda untuk minta ampun.
·         Manusia yang paling benar adalah manusia yang menyadari kesalahannya dan berusaha memperbaiki diri dengan cara taubatan nasuha, maka Allah akan langsung mengampuni dosa kita seperti ketika kita baru dilahirkan.
·          Surat Nuh 71 Ayat 10 : maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun,
·         Ada dosa yang tidak diampuni Allah yaitu dosa syirik

2.   Diberi kekuatan yang melebihi dari kekuatan kita

Friday, June 14, 2019

Riung Gili-Gili Restaurant Bogor, Chingu Korean Fan Cafe Bandung


Bulan Ramadhan telah berlalu, semoga saja ibadah Ramadhan kita diterima oleh Allah SWT, dan kita lulus mejadi orang yang bertaqwa dan istiqomah dalam menjalankan ibadah serta bertemu kembali dengan bulan Ramadhan tahun-tahun berikutnya, aamiin ya Rabbalalamin.

Sebuah tradisi di Indonesia pada bulan Syawal adalah halal bi halal yang pada intinya adalah silaturahmi serta saling bermaaf-maafan. Oleh karena itu kami mengunjungi kota Bogor dan Bandung untuk bersilaturahmi kepada keluarga besar kami. Disela-sela kunjungan tak lupa kami sempatkan diri untuk kuliner dikedua kota tsb, dan saya tuliskan reviewnya.

1.   Riung Gili-Gili Restaurant, Jl. Raya Pajajaran no. 69, Bogor (***)



Bila kita memasuki kota Bogor, resto pertama yang paling besar dan ramai di Jl. Raya Padjajaran adalah resto Riung Gili-Gili. Bangunannya besar, 2 tingkat, berbentuk pendopo ruang terbuka, dengan lahan parkir yang cukup luas. Bangunan ini sudah mengalami transformasi yang sebelumnya bermaterial dominan tembok bata sekarang menjadi bernuansa kayu.

Di Hari ke 2 bulan Syawal ini, resto terlihat penuh dan kami bertiga masuk kedalam daftar antrian. Untunglah masih ada meja kecil diteras depan resto dan hal itu menguntungkan ibu saya yang agak sulit bila harus menaiki tangga.

Resto ini memiliki slogan “Quality Authentic Sunda” yaitu resto yang merepresentasikan bagaimana masakan khas Sunda sebenarnya. Walaupun begitu, resto ini juga menyajikan beragam sajian lainnya seperti Ayam Kulit Garing, Ayam Cabe Rawit, Ayam Goreng / Bakar, Empal Daging Sapi, Bistik Sapi Gili-Gili, Iga Sapi Bakar, Sapi Lada Hitam, Ayam Bakar Gili-Gili, Empal Sengkel, Bebek Sereh / Geprek / Bakar, aneka masakan gurame, nasi & mie goreng serta makanan kecil.

Wednesday, May 22, 2019

Pengajian Al Hidayah : Etika bertanya dan berfatwa, Ustadz M. Arifin Badri, Tg 6-4-19



Mufti adalah orang yang memiliki ilmu (ulama) dan mengeluarkan fatwa
Keistimewaan Mufti :
1.   Menyampaikan ilmu adalah kewajiban.
Contoh : Orang yang mendapatkan ilmu dari pengajian, wajib menyampaikan ilmu yang dia dapat kepada orang yang tidak hadir.
2.   Ilmu yang disampaikan Mufti termasuk ke dalam 3 amalan yang pahalanya tidak akan putus meski telah meninggal yaitu
-      Sedekah Jariah
-      Anak yang shaleh
-      Ilmu yang bermanfaat
3.   Tidak mau dibayar atas fatwa yang dikeluarkan, rela dibunuh untuk mempertahankan fatwa tsb.
Karena bila menyampaikan fatwa yang salah, ceroboh dalam memberikan fatwa, maka akan menyesatkan umat dan dosa nya akan dipikul oleh si pemberi fatwa secara terus menerus = masuk neraka.
Kesesatan dalam mengeluarkan fatwa, efeknya sangat besar.
Fatwa merupakan tanggung jawab atas benar / salah nya.
Karena dosa yang terbesar setelah syirik adalah dusta, dan dusta salah satunya adalah mengeluarkan fatwa yang tidak berdasarkan ilmu.
Alasan ulama yang bersedia mengorbankan apa saja untuk menyampaikan ilmu nya karena sadar bahwa yang terbesar, yang paling berharga adalah Al Quran dan Sunnah, demi disampaikannya ilmu yang benar.

Tuesday, May 21, 2019

Pengajian Al Hidayah, Ustadz Romli Dzawahir, Doa yang di ijabah Tg 10-3-19



Surat 2 Al Baqarah Ayat 186 : Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.

Surat 40 Al Mu’min Ayat 60 : Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.

·         Ada 3 golongan manusia yang doa nya tidak ditolak yaitu doa dari :
1.   Pemimpin yang adil
2.   Orang yang berpuasa, khususnya tatkala berbuka
3.   Doa orang yang dizalimi (teraniaya)

·         Doa adalah untuk :
-      Meminta sesuatu yang bermanfaat
-      Menghindar dari hal-hal yang buruk, yang tidak diinginkan

·         Keutamaan doa :
1.   Menjadi yang paling mulia di sisi Allah
Paling afdol memohon kepada Allah
2.   Merupakan jalan keselamatan

Wednesday, March 06, 2019

Pengajian Al Hidayah, Ustadz Azhar Khalid bin Seff, Amalan Ringan Pengantar ke Surga, Rabu 6/3/19




I.            Wudhu seperti contoh dan ajaran Nabi Muhammad SAW dan berdoa setelah berwudhu
-      Wudhu sebagai syarat sahnya sholat & tawaf
-      Surat Al Maidah Ayat 6 : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, bertayammumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

-      Ada 8 / 9 tahap berwudhu :
1.   Membaca Bismillah saja. Tapi bila lupa, tetap sah.
2.   Membasuh kedua telapak tangan sebanyak 3x : sunnah
3.   Ada 2 pendapat :
3a. Berkumur-kumur sekaligus istinsyaq yaitu memasukkan air kedalam rongga hidung dengan air yang ditampung ditelapak tangan
3b. Memisahkan antara berkumur-kumur dengan istinsyaq
4.   Membasuh wajah, wajib 1 x, sunnah 3x
5.   Membasuh tangan sampai ke siku, bila air tidak kena siku, tidak sah. Tangan kanan 3x, tangan kiri 3x
6.   Mengusap kepala sekaligus telinga dengan sisa air dari pengusapan kepala, 1x.
Caranya : mengusap kepala dari depan yaitu diatas dahi/jidat, ke belakang sampai tengkuk, balik lagi ke depan. Sisa air ditangan untuk mengusap telinga yaitu memasukkan jari telunjuk ke lubang telinga, ibu jari mengusap telinga bagian luar dan telunjuk mengusap telinga bagian dalam.
7.   Membasuh kaki sampai ke mata kaki dan sela-sela jari kaki harus kena air, dengan memakai jari kelingking tangan. Kaki kanan 3x, kaki kiri 3x.
8.   Membaca doa setelah berwudhu, tanpa mengangkat tangan :
Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina, waj’alnii min ‘ibadikash shaalihiina.