Monday, March 24, 2014

Mi baso Avon, bikin mata berbintang-bintang (**)







Minggu lalu ketika kami ke Bandung, kami bela-belain bawa sepeda, biar bisa sepedaan hari Minggu pagi di ajang car free day. Car free day diwilayah Dago Bandung itu asik loh, karena banyak makanan enak dan enak buat cuci mata. Pengunjungnya unik-unik, ada kelompok senam aerobik, ada club sepeda tua nongkrong, ada mahasiswa latihan tensi tekanan darah, ada stand promo produk baru, ada yang latihan lempar botol ala bartender, stasiun radio berlomba-lomba menyiarkan lagu-lagu hits dari mobil stasiun radio, dll. Tapi yang paling banyak disana dan paling banyak dicari pengunjung adalah jajanan enak yang pas buat sarapan pagi, hahaha.

Karena kami sudah sarapan di hotel, maka kami murni olahraga loh, sampe cape keringetan. Jam 11 jalan Dago mulai dibuka kembali untuk kendaraan umum dan kami segera kembali ke hotel. Tapi eh ditengah jalan suami saya bertanya, “kamu lapar ngga ?”. Ya lapar lah, wong cape mengayuh sepeda. “Kita makan bakmi dulu yuk.” Wah asyik nih, saya langsung setuju.

Kendaraan kami berbelok menuju Jl. A. Yani dan berhenti didepan deretan toko. Tempatnya berada ditoko paling ujung kanan, no 29, dan ada spanduk bertuliskan “Baso Bintang Avon”. Tempatnya sederhana, tidak luas, memanjang kedalam tapi ada 2 tingkat. Tempat meracik baso berada dipaling depan toko, sehingga para pejalan kaki bisa melihat kesibukan meracik mi baso dikaca etalase. Karena penuh, kami duduk paling depan, dimeja kayu yang menempel didinding, persis disebelah kasir.

Didalam daftar menu terdapat 5 jenis mi yaitu Mi yamin adalah mi yang kuahnya dipisah, Mi kuah yang kuahnya dicampur, disiram keatas mi, Yahun adalah mi yamin campur bihun, terakhir adalah Bihun & Kwetiau. Kelima jenis mi ini bisa pilih bumbu rasa asin atau manis, lalu mau pilih spesial, komplit atau tambah baso saja. Tapi setelah saya tanyakan apa bedanya spesial dan komplit, katanya sama saja. Kumaha ieu teh, hahaha. Lalu ada pilihan isi kuah yaitu baso sapi, baso urat, baso ikan, siomay, pangsit, tahu, ceker, babat. Karena andalan utama tempat ini adalah mi baso maka saya pilih yamin asin baso dan suami saya pilih yamin manis baso, minumannya paling cocok es jeruk. Tak perlu menunggu lama disini, walau pengunjung penuh, pesanan kami cepat datangnya.

Nah ini dia mi baso Avon yang terkenal, semangkok mi yang ditaburi suwiran ayam berwarna kecoklatan, bawang goreng dan daun bawang. Mi berwarna kuning pucat dan ukurannya tidak terlalu tebal, ketika dimakan terasa lembut dan gurih. Suwiran ayamnya terasa agak manis. Kemudian baso kuahnya berisi 3 butir baso urat, sesuai pesanan kami. Kuahnya bening sedikit berminyak, dengan sayuran sawi yang mengambang, ketika ku hirup, hmm rasanya segar dan gurih khas kaldu sapi. Basonya terasa padat, gurih dan empuk, pokoknya enak deh. Dimeja tersedia toples plastik besar berisi pangsit goreng, tapi kami tidak mencicipinya. Sekarang baru menyesal deh. Saya juga mencicipi yamin manis punya suami saya, ternyata rasanya lebih enak loh, lebih berbumbu. Wah lain kali mesti diulang nih, hahaha.


Semangkok yamin baso dihargai Rp 20.000, es jeruk Rp 11.000. Karena sebentar lagi kami akan langsung pulang ke Jakarta, maka saya membungkus yamin baso sebagai oleh-oleh untuk keluarga. Saya yakin mata mereka pasti berbintang-bintang...

Sunday, March 23, 2014

Reunian di DIMSUM INC sama Ira yang lagi ngidam dimsum (**)












         




“Pengen makan dimsum...” begitu bunyi bbm Ira, temen kantorku yang resign pindah ke Bandung. Nah mumpung Ira lagi ada acara outing dari kantornya di Jakarta, maka dia berangkat lebih cepat, biar bisa ketemuan dulu sama kita-kita anggota grup MMG alias Makan Mulu Grup, hahaha. Sayangnya dari 5 orang anggota, ngga semua bisa hadir, jadi cuma kita ber 3 nih. Karena Ira janjian sama temen kantornya diwilayah Kuningan, maka supaya gampang kita janjian ketemuan juga di Kuningan. Untung ku teringat ada sebuah resto khusus dimsum di Pasar Fertival, yang belum pernah ku coba, tapi menurut review-review sih oke, yaitu Dimsum Inc. Setelah melewati perjalanan yang panjang dan macet pada hari Jumat itu, sampailah kami pada pk 1 siang di Dimsum Inc.

Tempatnya berupa cafe dengan ruang terbuka dimana ruang dalam dan luar tidak ada batas penyekat. Interiornya unik dan keren, dindingnya masih berupa batubata dan langit-langitnya terbuka, tanpa plafon. Disalah satu dinding diberi sketsa gambar kukusan bambu dan peralatan makan lainnya. Dinding lainnya tertutup rak dengan aneka pajangan, bahkan ada sebuah motor antik yang parkir disamping rak tadi, serta meja kursinya pun terbuat dari kayu.

Kami tak menyangka siang itu pengunjung penuh sekali, untung ada sebuah meja kosong yang baru ditinggalkan pengunjung. Kami segera duduk dan meminta daftar menunya. Didinding terdapat daftar 15 best seller menu dan best seller minuman. Wah sangat membantu sekali. Daftar menu terdiri dari fried & steamed dimsum, starter, breakfast, bubur, main menu, dessert, dan aneka minuman. Sayangnya semua menu tidak ada gambarnya sama sekali, sehingga kami harus membaca penjelasan yang tertera dibawah menu dimsum. Beberapa menu ada yang ditandai dengan tulisan “must try”. Kami menanyakan salah satu menu dimsum kepada waitress, “bentuknya kaya apa sih mba ?” Waitress menunjukkan kepada kami gambar dimsum dimaksud melalui tabletnya, tapi ketika kami ingin melihat semua gambar dimsum yang ada didalam tablet tsb, waitressnya menolak karena dilarang oleh manajemen. Tebakan saya, kalau semua menu ada gambarnya, pasti menu yang penampilannya tidak favorit akan tidak laku terjual. Hmm bener juga sih.

Okelah, karena kami sangat lapar dan bermaksud ngobrol sangat lama, maka kami memesan makanan agak banyak. Dimulai dengan 4 menu best seller yaitu har gau, shiu may, chicken feet dan mayo prawn dumpling. Ditambah fried and steamed guo tie, prawn cakwe, ceong fan, dan fried mantao. Kayanya masih kurang kenyang nih, tambah menu karbo ah, hongkong chicken noodle dan hainam rice. Untuk minumannya kami sama semua yaitu 3 gelas lychee tea. Jadi total makanan yang kami pesan adalah 12 porsi. Wah makan besar kita nih.

Satu persatu pesanan mulai kami berdatangan. Pertama, hongkong chicken noodle adalah bakmi dengan ukuran kecil diberi topping irisan tebal ayam panggang dan bok choy serta ditaburi daun bawang. Kuahnya encer dan berwarna coklat kehitaman. Rasanya enak juga, gurih kearah manis. Kemudian nasi hainam kami bagi 3, pasangannya dimakan bersama prawn cakwe dan prawn dumpling cocok juga nih, enak karena udangnya cukup banyak dan terasa, gorengan juga terasa renyah. Prawn cakwe diatasnya ditaburi abon sedangkan prawn dumpling dimakan bersama mayones. Chicken feet juga enak, gemuk dan bumbunya mantap. Dimsum lainnya seperti har gau, shiu may, fried and steamed guo tie juga enak, banyak isinya dan terasa bumbunya. Aneka dimsum ini akan semakin enak bila dicocol dengan aneka saus. Dimeja telah disediakan sebotol mayones, sebotol saus sambal, lalu ada aneka toples kecil yang berisi aneka sambal, cabe potong, minyak wijen dan kecap asin. Wuih sedapnya.



Tapi ada loh 1 jenis dimsum yang tidak enak, sampe saya ngga mau menghabiskan yaitu ceong fan. Bentuknya mirip lumpia basah tapi kulitnya terbuat dari tepung beras dan diberi isian udang, kemudian disiram kuah kecap asin. Nah masalahnya adalah udangnya tidak terasa sama sekali, sampe dibongkar sama teman saya, jadi rasanya kaya makan tepung doang. Aduh mending menu ini dihapus saja deh, maaf ya. Terakhir fried mantao adalah penutup yang sempurna yaitu roti mantao goreng yang dicocol susu kental manis, hanya saja posisi perut kami sudah kekenyangan sekali, hahaha.

Dari sejak kami datang dimana pengunjung sangat ramai, sampai 3 jam kemudian pengunjung sudah sepi, kami masih asyik mengobrol. Tempat ini memang nyaman buat nongkrong, apalagi buka nya 24 jam loh. Sayangnya para perokok juga betah disini, sampai kehadiran mereka sangat mengganggu obrolan kami.



Mengenai harganya, masing-masing dimsum @Rp 19.900, kecuali prawn cakwe Rp 24.900, HK noodle Rp 29.900, nasi hainam Rp 14.900, lychee tea mahal Rp 24.900 tapi leci nya cuma 1. Tempat ini boleh juga direkomendasikan karena tidak terasa bikin perut kenyang dan kenyang ngobrol.

Saturday, March 22, 2014

Ceramah kesehatan oleh Bp. Ustad Agus

Hasil ceramah kesehatan oleh Bp. Ustad Agus

Seperti biasa IWKKC (Ikatan Wanita Kompleks Keuangan Cilandak Barat) mengadakan acara arisan setiap 2 bulan sekali. Ya kapan lagi kita silahturahmi dengan tetangga. Tetangga kan saudara kita yang paling dekat dan paling mudah dihubungi kalau kita ada kesusahan. Nah acara arisan kali ini diisi dengan acara ceramah kesehatan oleh Bp. Ustad Agus. Sayang sekali kalau isi ceramah tsb tidak saya bagikan kepada para pembaca blog saya. Berikut sekelumit point-point penting dari isi ceramah tsb.

4 tanda gejala penyakit jantung adalah :
  • · Apabila kita duduk dilantai, kaki kanan diatas kaki kiri. Beberapa menit kemudian pindah kaki kiri diatas kaki kanan. Beberapa menit kemudian kaki mulai selonjoran.
  • · Bangun tidur, telapak kaki kita sakit bila berdiri dilantai
  • · Tangan terasa kaku dan kesemutan
  • · Dada kita terasa ditusuk-tusuk jarum

Apabila kita masuk angin, JANGAN PERNAH DIKEROK (KEROKAN), karena sangat berbahaya sekali bisa terkena angin duduk atau sakit jantung. Apabila kita biasa dikerok, maka pori-pori akan membesar, maka angin dan penyakit akan mudah masuk dan daya tahan tubuh kita akan menurun. Jangan minum obat-obatan yang dijual bebas karena akan merusak pendengaran, penglihatan dan ginjal kita. Solusinya apa ? Kita ambil 2 ruas jahe merah, lalu diparut, lalu direbus, air rebusannya diminum, ampasnya dibalurkan ke punggung kita sampai ke belakang leher, sambil membaca sholawat dan doa kesembuhan.

Sebagian besar penyakit disebabkan oleh pola makan. Yang utama adalah JANGAN PERNAH MAKAN MINYAK JELANTAH. Yaitu minyak goreng yang telah bekali-kali dipakai untuk menggoreng. Kalau kita menggoreng sendiri pun, setelah kita menggoreng 1 jenis makanan jangan dipakai untuk menggoreng makanan jenis lainnya.
Darah kita berwarna merah, apabila kita sering makan gorengan dengan minyak jelantah, darah kita berubah menjadi hitam, lalu kental, lalu menyumbat sampai menyebabkan pecah pembuluh darah.
Pembuluh darah kita terletak di 4 tempat yaitu di tangan, kening, kaki dan belakang kepala. Apabila pembuluh darah kita pecah disalah satu tempat tsb akan mengakibatkan stroke.

Sebagian besar wanita jaman sekarang banyak terkena penyakit kanker yaitu kanker payudara, myom, kista dan serviks. Para wanita jaman dulu jarang ada yang terkena penyakit tsb karena tidak pernah memakai pembalut wanita yang ada dipasaran seperti sekarang ini. Pembalut tsb mengandung zat dioksidan, yang masuk melalui vagina, kemudian mengkristal dan menimbulkan penyakit kanker seperti tersebut diatas.

Apabila kita masak nasi dengan memakai dandang, nasi akan matang sempurna karena melalui proses dikaronkan dulu. Cara ini sangat dianjurkan karena lebih sehat. Apabila kita memasak nasi dengan magic jar, maka nasi akan dipaksa matang dalam jangka waktu beberapa menit saja oleh elemen magic jar. Magic jar juga dilapisi bahan anti lengket. Setelah bertahun-tahun bahan tsb bercampur dengan nasi yang kita makan dan akan menimbulkan penyakit kanker.

Selain itu kita sebagai wanita sangat dianjurkan memeriksa benjolan di payudara secara rutin dan teratur. Caranya, ketika mandi, kita pakai kain penutup tubuh lalu menghadap kiblat, lalu menekan ibu jari kita ke payudara selama beberapa menit, sambil memeriksa apakah ada benjolan sambil membaca doa dari surat yunus yaitu "Wa Syifa Ulli Ma Fis Sudur" dalam hati saja (kan kita dikamar mandi), Insya Allah apabila rutin dikerjakan kanker tsb akan keluar ketika haid.

Terakhir, apabila kita ingin terlindung dari penyakit kanker, kita bisa melakukan vaksin anti kanker di RS Dharmais, yang sayangnya harganya mahal yaitu sekitar Rp 6.000.000, bisa bebas penyakit kanker selama 60 tahun.

Atau ada cara lain yang lebih murah yaitu memakai obat tetes IMPRO concentrated minerals from great salt lake. Nah pak ustadnya menawarkan produk tsb, saya penasaran juga sehingga saya membeli 1 botol. Setelah sampai rumah saya cek di website, bisa dilihat di http://www.immunotec.co.id/ Rupanya produk tsb dijual secara mlm. Karena saya tidak jualan, maka lihat sendiri ya khasiat obat IMPRO di web nya. Saya sih penasaran saja, mudah-mudahan manjur, Insya Allah.


Pada intinya, kenapa saya posting isi ceramah ini, supaya kita mengubah gaya hidup dan pola makan kita menjadi lebih sehat. Amin ya Rabbalalamin.

Sunday, March 02, 2014

Kuliner sehari di Bali


Minggu lalu saya pergi ke Bali dalam rangka Office Outing. Hari terakhir kami adalah acara bebas untuk jalan-jalan, belanja-belanja, wiskul, dll. Kami berdelapan menyewa sebuah mobil dengan agenda : sarapan di Warung Mak Beng, belanja di Pasar Seni Guwang Sukawati & Erlangga, dan maksi di Nasi Pecel Bu Tinuk, setelah itu langsung menuju bandara untuk pulang ke Jakarta. Padahal kami baru selesai sarapan di Hotel. Tapi apa daya, Warung Mak Beng tidak bisa kami lewatkan. Kami pun dilanda dilema. Apabila kami datang pas waktu makan siang, dijamin bakal kehabisan makanan. Karena itu sesuai agenda, kami langsung menuju daerah pantai Sanur.

Warung Mak Beng, Bukti kesederhanaan yang melahirkan kedasyatan (***)

http://www.yukmakan.com/review/members/warung-mak-beng/6308/warung-mak-beng-kesederhanaan-yang-melahirkan-kedahsyatan












Warung Mak Beng tepatnya berada di Jl. Hang Tuah no. 45, Sanur, Denpasar. Telpon 0361 282 633. Lokasi warung ini berada dipinggir jalan dekat dengan pantai. Tempatnya sederhana, yaitu sebuah rumah yang tidak terlalu luas dengan ruang yang terbuka. Didepan ada sebuah billboard yang cukup besar bertuliskan “Warung Mak Beng (dengan gambar ikan), 1941, Ikan laut goreng, soup kepala ikan laut, soup sayur”, serta alamat & no telponnya. Meja-meja yang tersedia berupa meja makan besar, sehingga kami harus duduk berdampingan dengan pengunjung lainnya. Waktu baru menunjukkan pukul 8.30 waktu Bali, tapi sudah banyak pengunjung yang makan disini. Karena kami semua belum ada yang tau sama sekali mengenai makanan disini, maka kami meminta daftar menunya. Rupanya hanya ada 1 macam menu yaitu sandard porsi yang berisi 1 sop ikan, 1 ikan goreng dan 1 nasi. Karena kami masih kenyang tapi penasaran maka kami memesan 4 porsi menu standard untuk 8 orang. Tak perlu menunggu lama, pesanan kami pun tiba dengan cepat.
Penampakan sop ikan mirip dengan pindang ikan yaitu kuah bening berwarna kecoklatan yang berisi ikan dan irisan ketimun. Nah ini baru aneh, belum pernah saya makan sop ikan pake ketimun. Selama ini sop ikan kan pakai belimbing wuluh atau nenas. Ketika dimakan, wuih kuahnya terasa pedas menyengat, dibarengi dengan rasa asam yang menyegarkan. Tidak tercium bau amis, yang ada malah aroma wangi yang menggoda. Ikannya terasa lembut, terutama dibagian kepalanya, sehingga tidak perlu tenaga untuk mengunyah. Rasa ketimun yang biasanya renyah dan segar telah berubah menjadi empuk dan lembut tapi tidak hancur. Kemudian ikan goreng, terasa segar dan gurih dengan bumbu minimalis. Ikan goreng sebaiknya dimakan bersama sambalnya sehingga rasanya semakin membangkitkan selera. Tapi hati-hati loh, rasanya super pedas. Setelah kami tanyakan rupanya ikan yang dipakai adalah ikan kakap.
Tak terasa peluh mulai membasahi tubuh kami, akibat rasa pedas yang dibarengi dengan cuaca yang panas. Sambil makan, kami semua para ibu-ibu teringat dengan suami dan anak kami masing-masing, yang telah kami tinggalkan selama 3 hari, akhirnya kami pun memesan kembali untuk dibawa pulang. Harga ikan disini sangat bersahabat yaitu sop ikan dan ikan goreng @ Rp 15.000 dan nasi Rp 4.000. Warung Mak Beng ini sangat pantas menjadi destinasi wiskul Bali, terbukti kelezatannya tidak hanya menarik penduduk setempat atau wisatawan biasa, melainkan banyak artis yang sudah pernah makan disini. Terbukti dengan banyaknya foto artis yang ditempel dan memenuhi 2 sisi dinding bagian dalam warung ini. Warung Mak Beng adalah bukti kesederhanaan yang melahirkan kedasyatan.

Nasi Pecel Bu Tinuk, Keanekaragaman yang menimbulkan kelezatan (***)

http://www.yukmakan.com/review/members/nasi-pecel-bu-tinuk/6309/nasi-pecel-bu-tinuk-keanekaragaman-yang-menimbulkan-kelezatan









Jam 2 siang waktu Bali, perut kami mulai keroncongan. Agenda terakhir adalah lunch di Pecel Bu Tinuk. Walaupun nasi pecel adalah menu khas Jawa, tapi Pecel Bu Tinuk ini merupakan salah satu destinasi wiskul Bali juga loh. Karena selain enak dan terkenal, harganya terjangkau dan halal adalah hal yang paling penting. Rumah makan ini berada di Jl. Raya Tuban no. A5, hanya beberapa menit dari Bandara I Gusti Ngurah Rai. Telpon 0361 757 473.
Ketika masuk kedalam rumah makan ini, kami langsung masuk kedalam antrian. Rupanya pengunjung langsung antri memilih aneka lauk pauk yang berjajar didalam etalase kaca yang panjang. Dibelakang etalase ada beberapa orang yang melayani pesanan kami. Uniknya ditembok belakang etalase tsb terdapat kartu harga makanan yang digantung disepanjang tembok tsb. Tadinya saya tidak mengerti maksud kartu-kartu yang bertuliskan sejumlah angka dalam rupiah tsb. Tapi kemudian saya melihat pengunjung didepan saya, selesai memilih dan mengambil makanan lalu diberi kartu harga makanan tsb. Hahaha unik ya.
Berbagai macam lauk pauk yang dipajang didalam etalase sangat menggugah minat dan antusias kami. Lauk pauk tsb diantaranya adalah ayam goreng, ayam bakar, ayam cabe ijo, sate, gulai, telor bulat & dadar, aneka pepes, tahu & tempe goreng, ikan asin, kering tempe, kering kentang, sambal goreng ati, paru, sop, sayur asem, lodeh, ayam suir, perkedel jagung, urap, dan pecel tentunya. Rugi kalau sudah kesini tapi tidak makan pecelnya, maka pilihan saya adalah nasi pecel plus ayam goreng. Setelah itu saya dikasih kartu Rp 27.000. Kemudian bergeser ke tempat jus, saya memesan jus semangka Rp 12.000 dan mengambil sebungkus krupuk Rp 5.000. Baru setelah itu kami menuju meja makan karena bayarnya sehabis makan saja.

Makanan kami disajikan diatas piring ayaman yang beralaskan kertas coklat. Saya memesan pecel yang tidak pedas dan mulai mencicipinya, ternyata masih ada semburat rasa pedas yang membayangi pecel tsb. Sayurannya terasa segar dan renyah, bumbunya sangat pas komposisi bumbunya, tanpa ada rasa kencur yang berlebihan. Ayam kampungnya pun empuk dan gurih. Perut kami pun kenyang dan tubuh segar kembali, siap untuk menghadapi perjalanan pulang menuju Jakarta.

Sunday, February 09, 2014

Pembuktian di Hong Tang (*)




Hong Tang, the best chinese desserts in Jakarta. Hmm coba kita buktikan. Akhir-akhir ini Jakarta dilanda dessert model Hong Tang. Salah satunya yang mirip disajikan di Ootoya yang pernah saya review sebelumnya, dimana saya sampai ketagihan makan dessert model begini, uenak banget. Sekarang giliran saya mencoba ditempat aslinya yaitu di Hong Tang.

Kebetulan kami memang ada perlu pergi ke daerah PIK. Jadi saya membujuk suami saya agar mampir ke Hong Tang. Suami saya bertanya, makan disana halal ngga ? Yang curiga mendengar nama Chinese resto yang identik dengan makanan non halal. “Oh jangan khawatir, ini cuma es campur kok, ngga ada makanannya” kata saya.

Mencari resto ini dideretan ruko PIK bukan perkara mudah, setelah browsing dan tanya sana sini, akhirnya ketemu juga si Hong Tang di Rukan Garden blok B 18D Bukit Golf Mediterania. Untung kami langsung mendapat tempat di resto ini yang biasanya antri.

Setelah membolak balik buku menu yang menyajikan gambar-gambar dessert indah yang menggiurkan, saya memesan menu best sellernya yaitu Grass jelly dessert. Suami saya tertarik dengan dessert berwarna black and white dan memesan Tongshui mix yang penampilannya mirip simbol Ying & Yang. Selain dessert, disini juga menyediakan aneka minuman milk tea dan kami sepakat memesan minuman Taro milk tea.

Sambil menunggu pesanan kami datang, saya mengintip dapur tempat meracik aneka dessert tsb serta sibuk mengambil foto. Tak butuh waktu lama untuk menunggu pesanan kami datang, walapun ketika menunggu kami disuguhin pemandangan menarik aneka dessert yang berseliweran menuju meja-meja pengunjung disekitar kami.

Grass jelly dessert pesanan saya adalah semangkok cincau hitam yang disajikan bersama pearl, Q ball dan macha (green tea) ice cream dan diberi kuah susu kedelai. Secara keseluruhan dessert ini enak, segar, tidak begitu manis, mengenyangkan dan bagus juga untuk kesehatan. Hanya saja saya kurang suka yang kenyal-kenyal, sehingga saya kurang suka pearl, apalagi Q ball nya yang super kenyal, susah gigitnya.

Sedangkan Tongshui mix adalah black sesame (wijen hitam) soup dan almond soup yang disajikan secara berdampingan dan diberi tambahan sweet potato (ubi). Rasanya, yah saya sih kurang doyan, dan rupanya suami saya juga kurang doyan, hehehe. Sebab dia kalau memesan makanan berdasarkan penampilan sih, kalau saya kan berdasarkan ingredient nya, hahaha.


Mengenai harganya, Grass jelly dikenai harga Rp 38.000 dan Tongshui Rp 35.000 serta Taro milk tea Rp 22.000. Kesimpulan, ternyata di Hong tang saya tidak ketagihan seperti di Ootoya.

PELATIHAN TATA BOGA OLEH LMK KEL. CILBAR (ternyata Fish&Chips haram)







Tanggal 7-8 Februari 2014 saya menjadi salah satu wakil dari RW05 Kelurahan Cilandak Barat untuk mengikuti Pelatihan Tata Boga yang diadakan oleh Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Kelurahan Cilandak Barat. Dimana dana pelatihan ini diambil dari Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) Bina sosial APBD perubahan tahun anggaran 2013. Para peserta pelatihan ini adalah staf LMK dari setiap RW di kel. Cilbar dimana jumlahnya ada 13 RW, lalu 2 orang perwakilan dari setiap RW serta para staf kelurahan Cilbar. Pak Lurah, Bu Lurah serta Bu Wakil Lurah pun turut serta dalam acara ini. Kami semua berangkat pada hari Jumat pagi menuju Casa Monte Rosa Puncak Mountain Resort, Jl. Raya Puncak km 90 Ciloto.

Hujan, gerimis, silih berganti, menghiasi perjalanan kami. Kabut tebal dan rendah menyelimuti pemandangan disekitar kami. Saya pun menyesal lupa membawa jaket. Tiba di Hotel, udara super dingin dan menggigilkan tubuh menyergap kami. Setelah makan siang dan istirahat, tiba saatnya untuk pelatihan tata boga oleh chef hotel Casa Monte Rosa.

Hari ini kami akan melihat demo masak oleh chef dan diajarkan 3 macam menu Eropa yang cukup mudah, yaitu Chicken drumstick, Fish and chips serta Crispy chicken steak. Ibu-ibu terlihat antusias, mengelilingi meja demo, memperhatikan dan bertanya langsung kepada chef. Ketiga masakan ini semua sama dalam menggunakan bumbunya yaitu merica, garam dan bawang putih. Semua masakan pun menggunakan tepung terigu segitiga dan telur ayam sebagai bahan pelapis.

Untuk Chicken drumstick menggunakan sayap ayam yang dagingnya ditarik kebawah dan dibulatkan sehingga menyerupai stik penabuh drum. Setelah dilumuri bumbu, lalu dilumuri tepung terigu, lalu dilumuri telur, terakhir dilumuri tepung panir, lalu digoreng hingga berwarna kecoklatan.

Untuk Fish and chips, menggunakan fillet ikan dori. Setelah dilumuri bumbu, lalu dilumuri tepung terigu, terakhir dilumuri putih telur yang dikocok hingga kaku dan berwarna putih, lalu digoreng hingga berwarna kecoklatan. Sebenar untuk resep aslinya, putih telur yang dikocok hingga kaku tsb harus ditambah sake atau wine atau beer, pokoknya yang mengandung alkohol, sehingga setelah digoreng hasilnya menjadi garing. Tapi karena mayoritas kami semua muslim, bahan tsb ditiadakan. Hmm mulai sekarang saya harus memasukkan menu fish and chips kedalam daftar makanan haram di restorant mana pun juga. Karena setelah kami tanya kepada chef, apa bahan pengganti alkohol tsb, ternyata tidak ada, sehingga hasil masakan tanpa alkohol, akan menjadi lembek dan melempem.

Terakhir Crispy chicken steak adalah daging dada ayam yang di fillet agak tipis dan memanjang, setelah diberi bumbu, lalu dilumuri tepung terigu, lalu dilumuri telur, terakhir dilumuri tepung terigu lagi dan digoreng hingga berwarna kecoklatan.

Ketiga masakan ini didampingin saus, kentang goreng dan sayuran sebagai pendamping. Untuk Chicken drumstick, didampingi saus mayones yang dicampur dengan mustard, black pepper serta madu. Fish and chips didampingi saus mayones yang dicampur dengan saus tomat dan cincangan wortel, bawang bombay dan daun peterseli. Crispy chicken steak didampingin dengan saus tomat yang dimasak bersama tumisan bawang putih dan bawang bombay.

Nah mudah sekali kan cara membuatnya. Setelah pelatihan tata boga ini, para peserta diharapkan bisa mempraktekan aneka masakan tsb dan menjadi peluang usaha bagi para ibu rumah tangga, sehingga PPMK ini dapat diukur tingkat keberhasilannya.

Malam hari setelah makan malam, para peserta mendengar sambutan dari Ketua LMK yang akan berakhir masa baktinya pada bulan Maret 2014. Lalu sambutan pak Lurah yang menyebutkan prestasi, kelebihan dan kekeurangan masing-masing RW. Terakhir sambutan dari Kepala Bidang Bina Kemasyarakatan dari Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan  dan KB (BPMPKB) Provinsi DKI Jakarta, Bp. Joko Santoso, dimana kami para ibu-ibu dari Kel. Cilbar mengingin porsi yang besar untuk memanfaatkan dana PPMK tahun anggaran 2014. Untuk itu pak Joko menanggapi agar kami segera membuat proposal usulan kegiatan apa saja yang kami inginkan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat khususnya kaum wanita. Setelah acara sambutan selesai, kami pun dihibur dengan acara nyanyi dan joget bareng, alias dangdutan sampai malam.


Hari sabtu pagi, setelah sarapan, kami pun bersiap pulang dan mampir dulu untuk berbelanja oleh-oleh di Cimory. Untung semua peserta diberi uang saku dari LMK, jadi kami bisa membeli buah tangan untuk keluarga yang kami tinggalkan selama semalam. Mudah-mudahan PPMK tahun 2014 menyediakan kegiatan yang lebih bermanfaat dan lebih seru bagi kami kaum ibu-ibu.

Sunday, January 12, 2014

Bakmi rebus mbah Surip rasa orisinal (**)







“Mana bakmi godok yang paling medhok dan sedep ?” Pertanyaan itu merupakan judul sebuah ulasan di Detikfood. Kenapa saya baca ulasan ini ? Ya karena Minggu malam yang lalu, suami mengajak saya makan bakmi Jogja di Jl Dharmawangsa, tapi saya menolak karena sudah sering makan disana dan ingin mencoba bakmi Jawa racikan kedai lainnya. Dalam ulasan Detikfood dibahas perbandingan 4 tempat masakan bakmi Jawa yang terkenal di Jakarta yaitu Bakmi Jawa Haji Minto Gondangdia, Bakmi Jogja Haji Nawi, Warung bakmi mbah Surip Ampera Raya & Bakmi Jogja Jape Methe BSD. Setelah membaca ulasan tsb, kami sepakat untuk mencoba bakmi mbah Surip karena selain lokasinya memang dekat dengan rumah kami, bakmi ini sangat kondang seantero Jakarta tapi kami belum sempat mencobanya. Nah ini dia saat yang tepat.

Menyusuri jalan Ampera Raya, rupanya lokasi warung bakmi mbah Surip dekat dengan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, tepatnya di Jl. Ampera Raya no 99. Kami parkir didepan warung. Warung ini berupa bangunan sederhana yang memiliki 3 gerobak tempat memasak bakmi didepannya. Malam itu pengunjung lumayan penuh tapi kami langsung mendapat tempat. Karena belum pernah kesini, kami meminta daftar menu yang isinya adalah bakmi rebus, bakmi goreng, atau bihun rebus/goreng, atau bakmi campur bihun, magelangan yaitu bakmi campur nasi serta nasi goreng. Karena udara sedang dingin disertai gerimis mengundang maka saya memesan bakmi rebus dan suami memesan bakmi campur bihun rebus. Ada 3 tingkatan menu bakmi yaitu biasa, spesial dan istimewa. Daripada pusing menanyakan perbedaannya, maka saya memesan bakmi yang memakai ayam saja dan suami meminta tambahan ati rempela.

Tak disangka pesanan kami tiba dengan cepat. Dua piring bakmi rebus terhidang dihadapan kami. Baik bakmi maupun kuahnya berwarna kuning pucat, bercampur dengan telur, irisan kol dan tomat, diberi taburan bawang goreng dan seledri, serta acar dipinggirnya. Tidak terlihat ati rempela diatas bakmi pesanan suami. Setelah saya aduk baru terlihat suwiran ayam yang menyembul. Karena merasa kurang, kami memesan tambahan suwiran ayam lagi. Segera kami sruput mumpung masih panas.


Bakmi mengeluarkan aroma yang wangi dan khas karena dimasak diatas tunggu arang. Rasanya gurih karena memakai telur yang cukup banyak serta kuah dan ayam yang berasal dari ayam kampung. Bumbunya terasa halus dan menyatu, tidak ada jejak rasa kemiri dan merica yang berlebihan. Tapi rasanya kurang asin, sehingga dimeja disediakan garam, merica dan cabe rawit. Bakmi yang dipakai adalah mie telor, walaupun begitu citarasa sajian ini terasa khas dan orisinal. Makanan kami tandas dengan cepat. Tubuh kami terasa hangat dan kembali bersemangat. Apalagi ketika membayar, selembar uang lima puluh ribuan pun masih ada kembalian, padahal perut sudah kekenyangan. Mantap.

MENYANTAP LOBSTER DI LOBBIE (**) DAN WAGYU DI HOLYGYU (**)





Akhirnya kesampaian juga makan di Lobbie Lobster. Itu karena saya menemukan lokasi baru di jl Panglima Polim V no 21 yang sedikit lebih luas dari pada lokasi di jl Gunawarman, sehingga tidak sesempit dan seantri lokasi di jl Gunawarna. Asyiknya lagi bangunan Lobbie Lobster terbagi 2 dengan saudaranya yaitu HolyGyu. Jadi apabila kita makan ditempat Lobbie Lobster, pasangan kita bisa memesan menu dari HolyGyu dan sebaliknya.

Ketika itu kami tiba sekitar pk. 5 sore, sehingga belum terjadi antrian panjang karena hari itu adalah hari sabtu. Memasuki resto mungil ini, suasananya dibangun sesuai tema laut. Dinding depannya terbuat dari kaca, dinding dalamnya berwarna biru dengan corak bergelombang. Mejanya putih, tempat tisunya biru. Walaupun kursinya tidak nyambung dengan tema laut, tapi tetap unik dan keren, yaitu kursi plastik tanpa senderan berbentuk tombol keyboard computer berwarna merah.

Daftar menu berwarna biru pun diberikan kepada kami. Tertera disana pilihan whole lobster platter, half lobster platter, mix platter antara lobster dengan big shrimp, serta shrimp platter. Apabila memilih menu platter, itu sudah termasuk nasi, calamari dan sambal. Selain itu bisa juga memilih menu ala carte. Ada 2 pilihan sambal yaitu sambal matah dan chilli garlic. Karena shrimp sedang kosong saat itu, maka kami memutuskan untuk memesan whole lobster platter ukuran 250gr dengan pilihan sambal matah untuk suami dan chilli garlic untuk saya.

Nah ini dia penampakan si Lobster. Disajikan diatas piring putih bersama nasi yang porsi tidak begitu besar, lobster dibelah 2 dan dimasak dengan cara dibakar. Disajikan bersama calamari, sambal matah dan jeruk limau. Sambal matah adalah sambal yang berisi potongan cabai dan bawang yang disiram minyak panas. Kalau sambal garlic kelihatannya seperti saos sambal botolan biasa.

Kami segera menyantap daging lobster yang segar dan kenyal dengan bumbu minimalis, rasanya boleh juga. Berpadu dengan sambal matah yang pedas, suapan suami mengakibatkan titik-titik keringat mulai bermunculan, sedangkan sambal garlicnya biasa saja tuh. Kalau calamari, rasanya biasa saja, tidak istimewa dan tepungnya tebal. Eh suami saya dasar penggemar sambal, dia malah minta tambah sambal matah lagi, bahkan membeli setoples sambal matah seharga Rp 30.000 untuk dibawa pulang.

Harga platter kami adalah Rp 102.500, es milo Rp 17.000 tapi gelasnya besar banget, jumbo, cocok nih buat suami. Karena kepedesan suami memesan green tea tiramisu, tapi menurut kami rasanya biasa saja tuh.

Kami melihat pengunjung dimeja sebelah datang bersama keluarganya, ada yang memesan menu dari HolyGyu, tampak menggiurkan karena disajikan diatas hot plate yang mendesis, sehingga kami memutuskan minggu depan harus mencoba HolyGyu. Dan inilah reviewnya langsung.



Minggu depan, sesuai janji, kami kembali lagi ke jl Panglima Polim V dengan tujuan menyantap beef ala Jepang di HolyGyu. Nah suasana di HolyGyu otomatis berbau Jepang. Dinding depan sama terbuat dari kaca, dinding dalam berwarna abu-abu, meja dan kursi terbuat dari kayu tanpa senderan, dengan hiasan lampu lampion kertas berbentuk persegi atau bulat. Karyawannya berbaju ala Jepang berwarna merah, berbeda dengan karyawan Loobie Lobster yang memakai kaos polo berwarna biru.

Didalam list menu tertera menu special prime yaitu Kobe beef 200gr Rp 520.000, Wagyu sirloin 200gr Rp 265.000 dan Wagyu rib eye 200gr Rp 280.000. Setelah itu ada aneka menu wagyu yang harganya dibawah seratus lima puluh ribu, Prime aus beef dibawah seratus ribu, serta Chicken steak dibawah lima puluh ribu. Untuk minumannya ada ocha refill, lemon tea refill, macha milk, chocolate dan soft drink. Untuk dessertnya tersedia ice cream macha dan ogura serta tiramisu.

Harga kobe beef ini jauh lebih murah bila dibandingkan dengan restoran Jepang lainnya. Tetapi tetap saja kami memilih menu wagyu yang lebih terjangkau. Wagyu boneless saya pilih karena terdapat tanda “oshii”, lalu suami saya memilih wagyu tenderloin seberat 200gr. Waitres menanyakan kepada kami, apakah beef akan dimasak dengan bumbu cenderung rasa manis atau asin, ada istilahnya dalam bahasa jepang, tapi saya lupa, dan kami pun memilih rasa asin yang merupakan rasa favorit pengunjung. Semua masakan beef ini sudah termasuk 2 onigiri yaitu nasi yang dipadatkan sewaktu masih hangat membentuk segitiga lalu dibungkus nori atau lembaran rumput laut kering. Selain itu disajikan pula sayuran, wakame sup serta 2 macam saus dan wasabi sebagai pendamping.

Ketika pesanan kami datang, beef dan aneka sayuran tampak menggiurkan karena disajikan diatas hotplate yang mendesis. Beef tsb sudah dipotong-potong dengan ukuran besar dan disampingnya disusun aneka sayuran wortel, buncis, jagung serta toge yang disiram saus. Kedua macam beef ini sama-sama empuk dan juicy, bumbunya sudah meresap tetapi semakin enak bila dicocol saus pendampingnya. Sebagai penyegar, minuman es coklat ukuran jumbo dan segelas ice cream macha adalah penutup yang sempurna.

Mengenai harganya, wagyu boneless 100gr Rp 100.000 dan wagyu tenderloin 200gr Rp 170.000, ice chocolate dan ice cream @Rp 17.000 serta ocha Rp 15.000. Memang chef Afit, pendiri Holycow ini paling ahli dalam menyajikan makanan berkualitas dengan harga terjangkau.

Saturday, January 11, 2014

Kehebohan Freeze ice cream (*)










Sekarang lagi booming yang namanya Liquid Nitrogen Ice Cream atau es krim nitrogen cair. Jadi penasaran kaya apa rasanya dan bagaimana cara pembuatannya. Es krim nitrogen yang pertama di Indonesia adalah LIN Artisan Ice Cream di Kemang. Tapi sampai sekarang kami belum kesampaian makan disana. Minggu lalu ketika kami pergi ke Mall Taman Anggrek, saya teringat ada sebuah gerai es krim nitrogen di Mall tsb, yang saya baca dari Detikfood, maka kami pun segera mampir kesana.

Gerai tsb berada dilantai 4. Kami berjalan pelan mencari gerai tsb sambil menonton pertunjukan ice skating dilantai dibawahnya. Terlihat dari kejauhan ada sebuah gerai berwarna hitam, yang mengeluarkan banyak asap serta dikerubungi banyak pengunjung. Tidak salah lagi, itu pasti tempat yang kami cari. Ketika kami mendekat, gerai es krim yang bernama Freeze itu, sedang dikerubungi pengunjung yang memang sedang mengantri atau sekedar menonton pertunjukan pembuatan es krimnya saja.

Kami segera ikut dalam antrian. Sambil menunggu, saya membaca penjelasan mengenai Freeze ice cream didinding gerai tsb. Freeze ice cream adalah es krim yang berasap, yang dibuat dalam 1 menit, dengan tehnik gastromolecular, menghasilkan kualitas premium, partikel es yang lebih kecil, dengan tekstur es krim yang sangat halus, fresh karena baru dibuat ketika dipesan, dan lebih dari 1000 kombinasi rasa.

Cara memesannya adalah pilih ukuran es krim, mau kecil atau besar, lalu pilih rasanya, kemudian pilih tingkat gulanya, mau tanpa gula, gula sedikit atau gula normal, lalu pilih tambahan toppingnya bila mau. Dengan cara ini, pembeli bisa memesan sesuai keinginan, atau berkreasi sendiri, atau bahkan kebingungan mau pilih rasa apa.

Kalau ngga mau bingung, pilih saja menu “creation signature” mereka yaitu ice cream rasa : Banana, Milk tea, Taro, Kopyor, Chocolate, Vanila cookies&cream, Thai tea, Cheese cake, Dark chocolate caramel, Blueberry/Strawberry, Hazelnut, Coffe&peanut butter. Hmm kalau begitu saya pilih Dark chocolate ukuran kecil tanpa topping dan gula normal, dan suami memilih Brazilian nut yaitu Coffe&peanut butter ice cream with oreo&caramel sauce.

Sambil menunggu pesanan kami jadi, kami menonton cara pembuatannya. Pertama, semua bahan-bahan es krim seperti susu, gula, dll dimasukkan ke dalam mangkok aluminium dan diaduk sampai bercampur, kemudian dicampur dengan nitrogen cair sehingga menimbulkan efek berasap, langsung diaduk lagi sampai bahan-bahan tsb membeku dan menjadi es krim dalam jangka waktu 1 menit. Terakhir, es krim dimasukkan kedalam cup atau mangkuk waffle dan tambahkan toppping sesuai pesanan. Nah jadi deh es krim pesanan kami dan siap dinikmati.


Setelah kami cicipi dan renungkan, saya merasa rasa es krim ini tidak istimewa, selain cara pembuatannya. Walaupun gula yang saya pilih ukurannya normal, tapi tetap tidak terasa manis. Semua detail penjelasan Freeze ice cream memang benar dan terbukti, kecuali 1 hal yaitu tidak menghasilkan rasa yang berkualitas premium. Karena saya tetap memilih Haagendazs atau Coldstone creamery yang jauh lebih menonjol rasanya. Rasa dark chocolatenya lebih pahit, lebih manis dan lebih creamy. Itulah rasa es krim yang sebenarnya, yang lebih menjual daripada pertunjukan cara pembuatannya. Kalau begitu saya harus mencoba LIN Artisan Ice Cream agar lebih objective terhadap Liquid Nitrogen Ice Cream.