Monday, June 24, 2013

Chocolate baking class with detikfood at Pipiltin Cocoa, belajar membuat garnis dengan hairdrier







 












 




 





Ada sebuah billboard menarik dengan warna mencolok di jl Barito II, namanya Pipiltin Cocoa. Sebagai penggemar makanan coklat, kata “cocoa” bikin saya penasaran, tapi sayangnya belum ada kesempatan untuk mampir kesana. Nah kebetulan, ketika saya membaca Detikfood, akan diadakan acara Indonesian chocolate baking class, di Pipiltin Cocoa pada hari sabtu tanggal 22 Juni 2013. Tanpa banyak pertimbangan saya langsung mendaftar ke acara ini. Didalam pikiran saya langsung terbayang akan memakan aneka kreasi coklat yang baru diajarkan didalam baking class tsb.

Jadi pada hari Sabtu yang lalu, pk 10 kurang, saya dan ibu saya yang penasaran juga dengan tempat ini, sudah sampai di jl Barito II no 5 Kebayoran Baru, Jaksel. Mobil-mobil yang diparkir didepan sudah penuh, tanda sebagian besar peserta sudah hadir. Ketika memasuki tempat ini, yang pintu dan dinding depannya terbuat dari kaca, dilantai dasar sebelah kanan terdapat ruang dapur tempat pengolahan aneka kreasi coklat, sedangkan disebelah kiri terdapat sebuah tangga. Lalu kami naik kelantai 1 tempat acara akan berlangsung.

Ditengah ruangan terdapat lemari display yang berisi aneka cake, praline, dan macaroon. Sedangkan disebelah kiri dan kanan ruangan, terdapat meja dan kursi tempat pengunjung menikmati aneka dessert menggiurkan ini. Interior cafe ini sangat minimalis yaitu baik lantai, dinding dan langit-langit, semua dibiarkan apa adanya, tanpa ada penambahan cat, keramik atau hiasan apapun, seperti bangunan yang belum di finishing. Meja kursinya terbuat dari kayu dengan bentuk yang beraneka ragam. Interior pelengkap lainnya hanya ada AC, lampu dan spanduk yang menerangkan proses pembuatan coklat. Setelah puas melihat-lihat, ibu saya kembali kebawah dan saya mencari tempat duduk, siap mengikuti acara baking class.

Acara dimulai molor setengah jam, dibuka dengan sambutan dari ibu Odilia dari Detikfood, yang menerangkan bahwa tujuan acara ini adalah agar lebih mengenal dan memajukan coklat asli hasil perkebunan Indonesia, sebagai penghasil coklat terbesar peringkat tiga didunia.

Kemudian sambutan dari mba Tissa sebagai pemilik Pipiltin cocoa yang menerangkan proses pengolahan coklat dari sejak tanaman coklat sampai menjadi coklat batangan siap makan. Pipiltin cocoa hanya menggunakan bahan baku coklat asli Indonesia yaitu dari perkebunan didaerah Pidie Aceh dan Tabanan Bali. Proses pengolahan ini secara garis besar adalah :

-      Biji coklat yang matang dipetik oleh petani.

-      Biji coklat difermentasi selama 5 hari.

-      Biji coklat di sortir dan dijemur untuk menghentikan proses fermentasi, lalu dikirim ke Pipiltin cocoa.

-      Biji coklat di roasting atau dibakar untuk mengembangkan rasanya.

-      Biji coklat ditampi untuk memisahkan biji coklat dari cangkangnya.

-      Biji coklat digiling atau dihancurkan untuk memisahkan mentega coklat (cair) dari masa coklat (solid) yang digiling sampai halus yaitu sebesar 25 micron.

-      Pemurnian dan pencampuran, yaitu antara mentega coklat dan masa coklat

-      Coklat diuleni dan dipanaskan selama 72 jam agar bakteri mati dan coklat tahan lama.

-      Coklat diproses dengan suhu tertentu agar coklat mengkilat dan tahan lama, serta berbunyi bila dipatahkan, serta siap diolah menjadi 3 kategori yaitu dark, milk and white cocholate.

Setelah itu dimulailah acara demo oleh executif cheft Dedy Sutan dari Pipiltin cocoa. Dimeja masing-masing telah tersedia salinan resep 5 macam dessert yang akan diperagakan yaitu Diamant chocolate cookies, Peanut butter cookies, Eggless chocolate cake, White chocolate cheese cake, dan Crunchy chocolate cake.

Sebenarnya tujuan saya mengikuti acara ini adalah penasaran ingin mengunjungi Pipiltin cocoa, kedua ingin merasakan kue-kue hasil demo masak, ketiga mencari pengalaman baru karena terus terang saya jarang masak, apalagi bikin kue. Kesimpulan saya setelah selesai mengikuti acara ini adalah cake yang diperagakan termasuk dalam kategori sulit karena sangat detail cara membuatnya serta bahan yang digunakan pun berkualitas serta mahal. Jadi saya pilih beli saja deh daripada bikin sendiri, hahahaha. Baking class ini berlangsung sekitar 5 jam, sudah termasuk waktu makan siang dengan sajian aneka sandwich. Kebayangkan 5 jam duduk dikursi tanpa senderan.

Dipenghujung acara diperagakan juga cara membuat garnis atau hiasan yang terbuat dari coklat. Salah satunya adalah coklat ditim sampai cair, lalu dimasukkan kedalam kertas kerucut yang ujungnya dibolongin sedikit, lalu coklat disemprotkan keatas plastik, kemudian diseprot angin dingin dari hairdrier sehingga coklat yang tadinya berbentuk bulat jadi melebar dan bergelombang. Wow suatu tehnik sederhana yang menghasilkan keindahan.

Setelah semua cake dihias dan ditaro dimeja saji, para peserta demo langsung sibuk mengambil foto. Akhirnya sajian cantik dan lezat ini boleh dimakan, hmm time to fly to heaven. Kekurangannya ketika acara selesai kami tidak dapat buah tangan sedikitpun, huu sedihnya. Jadi saya membeli 2 potong cake buat oleh-oleh dirumah dan oleh-oleh foto-foto cantik buat pembaca blog saya.

Wednesday, June 12, 2013

Menangkap ayam di Blang Bintang (*)







Pertama kali mengenal menu ini yaitu Ayam Tangkap adalah ketika saya makan siang di RM Meutia, masakan Aceh, di depan Pasar Benhil. Ayam Tangkap adalah ayam yang dipotong kecil-kecil seukuran setengah ibu jari, lalu dibumbui dan digoreng bersama beberapa genggam daun yaitu irisan daun pandan, daun salam, daun kari dan irisan bawang merah, sehingga menghasilkan citarasa ayam goreng yang gurih dan wangi serta garing. Cara penyajiannya adalah potongan ayam goreng tsb tertutup aneka dedaunan tadi sehingga kami harus membongkar tumpukan daun kering tsb untuk mendapatkan ayamnya. Karena penyajiannya seperti tumpukan sampah dedaunan maka masakan ini juga dikenal dengan nama ayam tsunami, karena penyajiannya yang berantakan seperti penampilan Aceh setelah diterjang tsunami. Semenjak itu kami menjadi ketagihan dan sering makan disana. Biasanya menu kami ketika berkunjung ke RM Meutia adalah ayam tangkap plus mi aceh.
Nah sekarang rumah makan yang menyediakan spesialis ayam tangkap sudah mulai menjamur. Contohnya di Jl. KH Ahmad Dahlan no 30, Kebayoran Baru, Jak Sel, ada sebuah rumah makan bernama Ayam Tangkap Blang Bintang. Wah kami jadi penasaran ingin mencobanya.
Rumah makan ini tidak menyediakan menu masakan Aceh, melainkan hanya ada menu ayam tangkap, ayam goreng dan mi aceh saja. Sedangkan minuman khasnya adalah es timun, es cincau, kupi alias kopi, teh tarik, jeruk dan teh. Karena itu kami memesan seporsi ayam tangkap, sambal ganja dan anyang pepaya. Minumannya kami memesan es timun cincau dan kupi sanger dingin. Nah mari kita coba.
Ketika saya makan ayam tangkap Blang Bintang, mau tidak mau saya harus membandingkan dengan masakan RM Meutia, dimana kelebihan ayam tangkap Blang Bintang adalah potongan ayam lebih besar, lebih banyak jumlahnya dan lebih banyak dagingnya. Daunnya selain daun kari, pandan, salam dan bawang merah, ada juga cabe hijau utuh. Sedangkan kelebihan ayam tangkap RM Meutia adalah rasanya lebih gurih. Kekurangan RM Meutia adalah potongan ayamnya kecil, sedikit jumlahnya dan banyak tulangnya. Jadi ketika saya makan ayam tangkap Blang Bintang rasanya puas dan kenyang karena banyak dagingnya.
Kemudian sambal ganja adalah udang rebus yang diulek bersama cabe, bawang, belimbing sayur sehingga menghasilkan citarasa pedas, gurih dan asam. Memang bener bikin ketagihan sehingga dinamakan sambal ganja, bukan mengandung daun ganja loh. Buktinya suami saya minta tambah sambal seporsi lagi.
Terakhir anyang pepaya adalah urap yang berisi daun dan bunga pepaya, sehingga nafsu makan semakin bertambah. Rasanya pedas dengan aroma bawang yang kuat.
Untuk membilas rasa yang beranekaragam ini, minumlah es timun cingcau yang sangat cocok untuk meredakan panas dalam. Tubuh menjadi adem kembali. Sedangkan kupi sanger dingin rasanya top banget, lekker, dengan aroma kopi Aceh yang kuat.
Harga yang harus dibayar juga standard saja yaitu Rp 38.000 untuk ayam tangkap, sambal ganja Rp 10.000, anyang pepaya Rp 25.000, es timun cingcau Rp 15.000 serta es kupi Rp 17.000.
Untuk selanjutnya saya mau mencoba makan ayam tangkap di Kedai Aceh Ayam & Bebek Tangkap Atjeh Rayeuk yang berada di Jl. Ciranjang no 38, Kebayoran Baru, Jak Sel, bersama teman-teman sekantor. So nantikan ulasan berikutnya.

Sunday, June 09, 2013

Mau pingsan karena kekenyangan makan di Marugame Udon & Tempura (***)






Akhirnya kesampaian juga makan di Marugame udon dan tempura di Mall Taman Anggrek. Setelah sebelumnya resto ini dipenuhi antrian pengunjung yang mengular sampai keluar area resto. Sekarang juga masih antri sih, tapi lebih pendek. Memerlukan waktu hampir setengah jam untuk sampai ke hidangan yang siap kita santap. Walaupun begitu tidak ada rasa kesal dan sesal ketika mengantri, karena proses untuk mendapatkan sajian ini cukup unik dan menarik.

Dimulai dengan memasuki antrian. Selama mengantri kita bisa melihat daftar menu yang terdiri dari 8 jenis udon dan 4 jenis nasi. Didalam daftar menu juga tertera harga udon yaitu antara Rp 33.000 sampai Rp 50.000. Sambil berpikir kita mau pesan apa, kita semakin mendekati open kitchen dengan dinding kaca sehingga kita bisa langsung melihat proses memasak secara langsung. Dari situ syaraf kita semakin terangsang, semakin menitikkan air liur, perut semakin keroncongan. Tiba didepan waitress yang menanyakan pesanan kita, kita sudah dalam keadaan lapar mata. Great tactics.

Sayapun memesan Niku udon yaitu mi Jepang yang tebal disajikan dengan kuah dashi dan diberi lembaran daging sukiyaki. Pesanan suami saya tidak begitu jauh berbeda, hanya saja dia memakai kuah kari kental, sehingga pesanannya disebut Beef curry udon. Setelah udon ditaruh didalam mangkuk, disiram kuah dan diberi daging, ditambahkan pula irisan daun bawang dan remahan tepung tempura sebagai pelengkap. Kemudian kami bergeser kekanan dan disana terhampar aneka tempura yang bisa kita ambil sendiri. Ada 10 jenis tempura alias gorengan berbalut tepung, diantaranya adalah tempura isi udang, ikan, ayam, telur, cabe hijau isi ayam, sayuran, brokoli, dll. Saya mengambil udang / ebi tempura serta tempura ikan kisu. Suami saya mengambil ebi, egg dan chicken chilli tempura.

Setelah puas memilih tempura, kami bergeser lagi kekanan untuk memesan ocha dingin dan langsung membayar dikasir. Niku udon pilihan saya dihargai Rp 40.909, Beef curry udon Rp 45.455, ebi tempura Rp 12.727, egg tempra Rp 7.273, kisu tempura Rp 9.091, chicken chilli tempura Rp 6.364 serta ocha dingin Rp 9.091. Semua itu masih dikenakan pajak 10%.

Seorang waitress langsung mengambil baki yang berisi makanan kami dan mencarikan tempat duduk. Jadi kita tidak perlu repot lagi  mencari tempat duduk terlebih dahulu, karena selama proses mengantri inilah, beberapa pengunjung pasti sudah selesai makan, dan waitress pun siap menaruh makanan kita dimeja makan. Terakhir sebelum duduk, terlebih dulu kami menuju sebuah counter yang berisi kecap asin, jahe cincang, potongan cabe rawit, wijen, irisan daun bawang, remahan tepung tempura, sendok, sumpit dan sedotan. Setelah selesai mengambil bumbu pelengkap tersebut, barulah kami menuju meja makan dan mulai bersantap.

Disetiap meja juga tersedia saus tempura dan cabe bubuk. Saatnya mulai menyuap makanan. Hmm udon betul-betul tebal, kuah dashinya pun nikmat menyegarkan, walaupun agak berkurang panasnya akibat proses yang panjang dan lama. Remahan tepung tempuranya pun sudah tidak kranci lagi, sudah melempem dan mekar didalam kuah udon. Walaupun begitu kami sangat menikmati sajian lezat ini, apalagi ditambah tempura yang berukuran cukup besar, tebal, garing dan kranci, semakin lezat bila dicocol dengan sausnya yang agak manis. Ebi tempura, baik udang dan tepungnya sama-sama tebal. Egg tempura ketika dipotong, kuning telurnya masih setengah matang. Chicken chilli tempura yaitu cabe hijau besar yang berisi adonan ayam.

Udon saya masih tersisa sedikit, tapi saya sudah mau pingsan karena kekenyangan. Kalo udon suami saya sih sudah pasti ludes tandas. Kayanya saya ngga bakalan makan lagi sampe besok pagi. Sebenarnya masih ada satu tahap terakhir yang harus kami lakukan ketika selesai makan, yaitu membereskan dan menyimpan baki dan peralatan bekas makan, ditempat yang telah disediakan. Cuma saya lupa dan baru inget ketika menulis review ini, ha ha ha...

Buat yang penasaran pengen coba, kudu ke Taman Anggrek Mall dulu dilantai 3. Oh ya sebelum makan saya tanya dulu dong kehalalannya. Waitressnya pun banyak yang berjilbab. Amanlah.

Sunday, May 19, 2013

Kuliner Jatim


Kali ini saya mau membahas review saya atas beberapa tempat makan di Jatim, dalam rangka kunjungan saya ke kota Malang beberapa waktu yang lalu.

BAKSO PRESIDENT, icon kota Malang (***)





Kalau berkunjung ke kota Malang, kuliner wajibnya adalah bakwan atau bakso Malang. Tapi yang mana ? Dari semua orang yang kami tanya, entah itu supir taxi, karyawan hotel atau teman kami yang tinggal di Malang, semua kompak menjawab ke Bakso President saja. Jadilah Bakso President menjadi kunjungan pertama kami di kota Malang.

Setelah selesai check in, kami segera memanggil taxi dan memberitahu tujuan kami. Kami pun diantar ke Bakso President pusat di jl Batanghari 05, karena memang ada beberapa cabangnya. Menurut info, Bakso President ini berada didekat stasiun kereta api. Tetapi sesampainya disana, rupanya rumah makan ini terletak persis disamping rel kereta api, jadi mau ngga mau kami harus melangkahi rel kereta api dulu karena memang tidak ada jalan lain.

Tempatnya sedehana, sekelas warung makan lah, bentuk ruangannya memanjang kesamping. Meja makannya ada yang terletak didalam dan diluar ruangan, sedangkan dinding dalamnya penuh dengan foto selebritis yang pernah makan disini. Cara memesannya adalah kita harus langsung menuju gerobak baksonya, menunjuk bakso pilihan kita, atau memesan menu paketnya. Setelah itu kita membayar ke kasir, barulah makanan diantar ke meja makan.

Kalau melihat menu yang tertera di dinding adalah : bakso kecil, besar, tulang muda, goreng, bakar, urat bakar, siomay goreng dan basah, goreng panjang (bentuknya panjang mirip lumpia), rempelo ati ayam, jeroan paru, tahu, mi dan, lontong. Harganya @ Rp 2000, yang Rp 4000 hanya baso besar dan rempelo ati. Yang Rp 10.000 hanya bakso bakar, bahkan mi dan lontong nya @ Rp 1000. Kalau mau memilih menu paket baso campur, harganya berkisar antara Rp 8000 sampai Rp 22.000. Hmm dasyat murahnya, bagi orang Jakarta.

Nah sekarang kita cicipi bakso nya. Pertama kuahnya dulu diseruput, hmm seger. Kuahnya bening dan bertaburan bawang, dengan rasa kaldu yang mantap. Basonya juga asli dan lezat. Karena saya belum pernah merasakan menu bakso bakar, maka saya memesan urat bakar alias bakso urat bakar, yaitu 4 butir bakso yang ditusuk sate lalu dilumuri dengan bumbu berwarna kehitaman lalu dibakar. Bakso bakar disajikan diatas piring tersediri karena berlumuran bumbu sehingga tergenang. Ketika digigit bakso terasa renyah dan bumbunya terasa tajam yaitu manis dan gurih sekaligus, serta rasa kecap yang mendominasi. Sambal yang disediakan dimeja rasanya pedas banget loh, kelas advance lah. Mengenai dessert nya disini tersedia es blewah dan es buah. Harganya juga murah loh, yaitu Rp 3000 untuk es blewah dan Rp 6000 untuk es buahnya.

Panteslah kalau Bakso President ini menyandang gelar icon kuliner kota Malang, karena selain dasyat nikmatnya dan dasyat murahnya, memiliki tambahan gelar lagi yaitu "Pelopor bakso Malang asli full variasi". Karena sebenarnya bakso Malang asli kan hanya terdiri dari 4 jenis yaitu baso, tahu, siomay basah dan kering. Tapi Bakso President menciptakan berbagai variasi sehingga pedagang bakso lain banyak yang mengikuti dan meniru variasi bakso ciptaannya. Tapi teteplah Bakso President juaranya.


RESTO TAMAN INDIE, menyantap hidangan tradisional ditempat eksotis (*)












Makan malam apa di kota Malang ? Setelah kami bertanya kepada salah seorang karyawan hotel tempat kami menginap, diperolehlah sebuah informasi kuliner menarik yaitu Taman Indie Resto yang terletak di sebuah kompleks perumahan “Kota Araya”. Kemudian kami dipanggilkan sebuah taxi dan supirnya diberi tahu untuk menuju Jl. Blimbing Indah Megah 1.
Letak perumahan ini agak jauh dari pusat kota Malang, walaupun begitu tidak sampai setengah jam kami pun sudah tiba dikompleks perumahan mewah ini. Restorannya sendiri terletak di Jl. Lawang Sewu Golf 2-18. Sebelum tiba di resto tsb, kami melewati sebuah bangunan super besar, luas dan megah serupa hall, yaitu sebuah restaurant chinesse food terkenal dengan nama KDS Cantonese restaurant, tapi tidak halal menurut supir taxinya.
Beberapa menit kemudian tibalah kami dipintu masuk resto Taman Indie yaitu sebuah bangunan tradisional Jawa yang terbuat dari kayu dengan hiasan ukiran Gunungan seperti dalam wayang kulit. Nuansa resto ini unik yang diperkuat dengan interior tradional khas Jawa. Resto ini memiliki ruangan yang terbuka dan bersatu dengan alam, dikelilingin tanaman dan pepohonan rindang serta latar belakang suara gemericik air dan kicauan burung. Diseberang tempat makan kami ada sebuah panggung yang menyuguhkan live music.
Menu yang tersedia sangat beragam dan tidak terbatas hanya menu tradisional saja.  Ada juga menu chinesse dan eropean food. Menu tradisionalnya sendiri terbagi menjadi aneka menu khas pawon yaitu penyajian menu menjadi 1 dalam 1 piring tradional seperti menu rumahan, aneka olahan ayam, ikan, buntut dan iga sapi, aneka menu kremesan serta aneka nasi goreng. Selain itu ada menu pembuka dan dessert tradional.
Kami memutuskan untuk memesan sego bungkus ndeso dan ikan patin kremes, dengan minuman es tajem dan jaser tulungagung. Sambil menunggu pesanan datang saya mengamati suasana disekitarnya. Sebenarnya resto ini menyuguhkan pemandangan khas pedesaan, yaitu berada di tepi sebuah sungai dan sawah. Sayangnya kami datang dimalam hari jadi pemandangannya tidak terlalu jelas, hanya terlihat susana temaram dan romantis dari lampu-lampu yang menghias taman dan resto ini. Padahal banyak tempat makan berupa gazebo yang bertebaran disepanjang sungai dan sawah tsb.
Pesanan kami tiba diawalin dengan minuman dulu. Pertama adalah es tajem yaitu tape hijau yang dipadukan dengan air jeruk dan disajikan didalam sebuah mangkok serta dihiasi dengan es serut yang dibentuk serupa kerucut. Wah rasanya sungguh unik, nikmat dan seger. Lalu Jaser tulungagung adalah minuman yang terbuat dari rebusan jahe, sereh dan kayu manis. Rasanya hangat, merambat dari tenggorokan sampai ke perut.
Tidak begitu lama makan malam kami pun tiba. Pertama, sego bungkus ndeso adalah nasi putih yang dibungkus daun pisang, semangkok kare ayam, oseng kacang panjang, empal, trancam, oseng tempe dan tahu, sambal bajak, mentimun serta peyek kacang. Sepertinya sajian ini lebih cocok dinikmati saat siang hari dipinggir sawah. Nasinya terasa pulen dan wangi, empalnya empuk, rempeyeknya renyah dan super panjang bentuknya, trancam alias urap khas Jawa rasanya segar mengimbangi rasa kare ayam yang pekat dan kental.
Selanjutnya ikan patin kremes pesanan saya adalah seekor ikan patin goreng yang ditutupi kremesan dan disajikan bersama nasi bakar, lalapan serta sambal bajag & sambal bawang. Wah saya tidak menyangka bakal diberi ikan sebesar ini, bakal kekenyangan nih. Tapi menurut saya bumbu ikan kurang meresap kedalam dagingnya, sehingga saya kurang bersemangat makannya.
Selesai dinner kami perut kami terasa penuh, padahal waktu sudah menunjukan pk 10 malam. Segera kami minta billnya. Harga ikan patin adalah Rp 53.500, sego bungkus Rp 45.500, es tajem Rp 22.500 serta jaser tulungagung Rp 14.500, tanpa tax dan service charged. Mungkin sudah di gross up (hehehehe dasar orang accounting).
Keunggulan utama resto ini memang terletak pada suasananya yang indah dan asri, terutama bila datang disiang hari karena pemandangannya lebih jelas. Sedangkan untuk menu yang disajikan disini sangat cocok buat para penyuka masakan tradisional karena mayoritas menu yang serba ndeso tapi dikemas dengan gaya modern. Hal ini sesuai dengan motto resto yaitu Taman Indie, river view resto, when the exotic place and delicious taste met. Selain itu tempatnya pun sangat luas dan cocok untuk berbagai acara pertemuan, seperti arisan, reuni bahkan pernikahan. Maka yang berminat kesini bisa telpon dulu ke 0341 417777.

Friday, May 17, 2013

Island creamery, surga nya dessert (*)





Baru-baru ini Street Gallery Pondok Indah Mall baru dibuka. Saya pun tak sabar mengunjunginya. Karena letaknya deket rumah dan jam operasionalnya yang sampai midnight, maka tempat ini bakal cocok buat kami yang sering pulang malam tapi tidak ada makanan dirumah, he he he.

Setelah puas mengelilingi tempat ini, tidak afdol kalau tidak mampir ke salah satu restonya. Padahal kami baru saja selesai makan siang. Yang paling cocok pastilah mengudap dessert. Kebetulan sekali saya melihat sebuah cafe yang menyediakan dessert yaitu Island Creamery. Kebetulan saya baru membaca review nya di Detikfood yang mengulas tempat ini tapi di cabang Mall Kota Kasablanka. Tak sabar saya langsung mengajak suami saya mampir kesini.

Tempatnya tidak terlalu luas dengan bentuk yang memanjang ke samping. Dipaling depan terdapat food display yang memajang aneka ice cream dan frozen dessert. Diatasnya terdapat papan menu yang menampilkan foto-foto frozen dessert, snack dan minuman yang menerbitkan air liur. Karena gambar itulah saya memesan chocolate lava cake with ice cream, sedangkan suami saya lebih memilih ice cream. Kebetulan masih ada promo beli 1 gratis 1 scoop ice cream. So dia pun memilih rainbow dan cookies & cream ice cream. Dari depan, kami bergerak kesamping untuk membayar ke kasir, disamping food display yang berisi aneka jenis whole cake.

Setelah itu barulah kami mencari tempat. Kebetulan saat itu tempat ini belum terlalu ramai, karena memang baru buka. Interior cafe ini sederhana tapi manis, semanis sajian dessertnya. Meja, kursi dan dindingnya bernuansa warna krem kekuningan. Dikursi paling belakang ada sebuah meja khusus yang menyediakan peralatan mewarnai, khusus untuk anak-anak.

Ice cream pilihan suami saya, keduanya berwarna putih. Dimana es krim yang rasa rainbow terdapat bintik-bintik warna warni, sedangkan yang rasa cookies & cream terdapat chocolate cookies yang lembut. Rasanya benar-benar creamy dan ada rasa gurih yang samar, seperti layaknya makan cake beku lah.

Nah kalau chocolate lava, penampilannya adalah sebuah coklat cake berbentuk bulat yang ditaburi gula putih halus, disajikan dipiring putih bersama 1 scoop ice cream coklat, sesuai permintaan saya. Cakenya masih hangat, sehingga ketika dibelah, coklat didalamnya benar-benar mengalir keluar. Sesendok cake kusuap bersama es krimnya, rasa hangat dan dingin berbaur sekaligus dilidah, menimbulkan sensasi nikmat. Walaupun ukurannya tidak besar, sajian ini bikin kenyang juga loh. Mungkin sebaiknya jangan memilih es krim coklat, melainkan es krim dengan nuansa rasa asam, agar lebih cocok. Mengenai harganya, 1 scoop ice cram Rp 20.000 dan chocolate lava Rp 31.819. Yang ingin mampir kesini bisa telepon dulu di 021 2952 9730. Bertambah 1 lagi tempat nokrong enak dan asyik di kawasan PIM.