Labels
- Kuliner Jakarta (224)
- Dakwah (99)
- Kuliner Bandung (53)
- Kuliner Tangerang (53)
- Pengalaman (37)
- yukmakan (20)
- Artikel (17)
- Detik Food (17)
- Kuliner Jateng (15)
- Kuliner Bogor (14)
- Kuliner Jabar (13)
- FOTO-FOTO (11)
- Hotel (6)
- Resep (6)
- Kuliner Cirebon (5)
- Kuliner Jatim (4)
- Kuliner Kalimantan Selatan (4)
- Kuliner Lampung (4)
- Prakarya (4)
- Kuliner Bali (3)
- Kuliner Medan (3)
- Jualan (2)
- Kuliner Thailand (2)
- Kuliner Malaysia (1)
- Kuliner Singapore (1)
- Kuliner Sulawesi (1)
- Novel (1)
Wednesday, October 31, 2012
Ngemil kepiting di Bintang Kepiting (**)
http://www.yukmakan.com/review/members/Bintang%20Kepiting%20Serpong/4015/ngemil-kepiting-di-bintang-kepiting
Gara-gara makan siang diundangan kawinan tapi kurang kenyang, maka jam 4 sore perut sudah terasa keroncongan lagi. Kamipun sepakat ngemil Es Pisang Ijo Pemuda di jl Gading serpong boulevard. Habis makan es pisang ijo, eh kok masih terasa lapar yah, jadi pengen makan kepiting nih, gara-gara melihat banyaknya rumah makan seafood bertebaran disepanjang jalan Serpong.
Tiba-tiba suami saya menghentikan mobilnya didepan restaurant Bintang Kepiting Serpong, jl Raya Serpong km 9 no 28D-E. Aha ketahuan nih, rupanya dulu dia pernah makan disini, tapi ngga ngajak-ngajak saya. Restaurant terlihat sepi, pengunjungnya pun hanya kami berdua. Ya jelas saja, wong waktu baru menunjukkan pk 16.45, mana ada orang yang makan siang / malam jam segini, ini waktunya ngemil sore. Tapi kami malah memesan seporsi kepiting jantan lada hitam, karena merupakan menu unggulan disini. Pilihan bumbu lain sih banyak, bisa saos tiram atau saos padang. Pilihan menu seafood lainnya adalah kepiting soka, udang, cumi, kerang dan ikan.
Sepiring kepiting yang masih panas telah dihidangkan dihadapan kami. Kepiting tertutup bumbu lada hitam yang berminyak, melekoh dan luber. Ketika disantap, wuih rasa pedas dari bumbu lada hitam benar benar menonjok rongga mulut, membuat tenggorokan terasa panas dan tubuh menjadi hangat. Lada hitamnya bener-bener asli dan masih kasar, mantap. Rasanyanya pedas dengan semburat rasa manis dan gurih. Daging kepitingnya gemuk alias banyak dagingnya, rasanya lembut dan segar. Hmm enaknya dimakan bersama nasi panas. Selesai mengorek-ngorek dan menghisap-hisap tubuh kepiting, tubuh kami sudah basah oleh keringat dan hidung pun meler. Sungguh nikmat cemilan sore ini.
Untuk harga lumayan mahal loh yaitu Rp 144.000 untuk sekitar 5 ons lebih. Yang ingin mencoba kesini bisa telepon dulu ke 021 5315 5542. Dijamin makan malam kalian lebih berbintang.
Thursday, October 18, 2012
Menyantap masakan warisan Chinatown di Soup restaurant (**)
Minggu
siang ini saya bersama suami menemani Bapak berkunjung ke apartemen baru di
Kuningan City. Ketika kami tiba, jam menunjukkan pk 12 dan Bapak ingin
bersantap siang dulu. Kebetulan akses masuk ke apartemen bisa melalui mall.
Kamipun diberi arahan tempat makan di lantai 3 oleh security. Ketika lift
terbuka, langsung terlihat sebuah resto didepan kami bernama Soup restaurant,
dimana sebelumnya kami sudah pernah mencobanya di Plaza Indonesia. Sepertinya
Bapak bakal cocok makan disini karena dia lagi pengen makan chinesse food.
Memasuki ruang restaurant ini, interiornya sungguh
cantik. Ruangan dihiasi dengan partisi partisi kayu gaya cina. Ditengah ruangan
terdapat sebuah pohon sakura buatan yang besar, sehingga kami seolah olah makan
dibawah kerindangan pohon tsb. Sungguh cantik dan indah. Setiap pengunjung yang
datang langsung disajikan sepiring kecil kacang merah rebus yang ukurannya
besar besar. Rasanya wow sungguh enak, gurih bersemu manis. Sepertinya kacang
direbus bersama gula, garam serta mentega karna ada rasa legit didalamnya.
Makan dibawah pohon dengan iringan lagu slow mandarin sungguh membuat terlena.
Pelayanannya pun cepat dan sigap. Selalu ada waitres yang berjaga disamping
meja. Kebetulan ketika kami datang, ruangan masih setengah terisi pengunjung.
Memang Kuningan City Mall ini masih tergolong baru dan belum ramai oleh
pengunjung.
Karena kami makan bersama bapak yang memiliki
penyakit ginjal, maka kami harus memilih menu makanan sehat. Menu yang kami
pilihpun harus minim rasa asin. Pilihan kami jatuh kepada menu san yu fillet
tauge dan pocai enoki. Sedangkan kami berdua sepakat menambah menu udang telur
asin untuk menyempurnakan rasa menu sebelumnya. Tak perlu menunggu lama,
pesanan kami pun tiba dengan cepat.
Menu pertama adalah san yu fillet tauge yaitu
fillet ikan kerapu yang ditumis dengan toge. Penampilannya pucat yaitu fillet
kerapu dan toge sama sama berwarna putih, diberi sedikit garnis daun bawang dan
irisan cabe merah. Tumisan sedikit berkuah dengan bumbu minimalis bawang putih.
Menu sehat kedua adalah pocai enoki yaitu tumis daun pocay dengan bumbu saus
tiram, diatasnya diberi jamur enoki. Penampilannya mengundang selera, daun
pocai yang hijau pekat diberi jamur enoki berwarna putih diatasnya, dikelilingi
dengan kuah saus tiram yang berwarna coklat pekat. Kedua menu ini enak dan
segar. Bapak pun makan dengan lahap dan nasinya habis.
Tapi makanan kami lebih enak karena dilengkapi
dengan udang telur asin yaitu udang pacet yang berlumuran kuning telur asin
yang berwarna keemasan. Rasa masir dari si telur asin sungguh nikmat terasa.
Sayang udang isinya sedikit banget, cuma 8 potong, mana mahal lagi yaitu Rp
65.000. Fillet ikan kerapunya Rp 55.000 dan tumis pocainya Rp 45.000. Belum
lagi harga minuman, jus jeruk sunkis Rp 22.000, teh tarik Rp 15.000 serta teh olong
refill Rp 8.000. Ternyata si kacang merah itu bayar loh yaitu Rp 7.000.
Parahnya lagi sampai rumah saya baru sadar bahwa tisu basah yang disediakan
juga dicharged @ Rp 1.800. Alamak, pantas kami makan hanya 3 menu, kebanyakan
sayur pula tapi bayarnya mahal banget sampai Rp 273.000. Haduh duh, untung
dibayarin. Enak sih cuma mahal.
Tuesday, October 16, 2012
Makan diresto negeri Gajah Putih (**)
Siang
ini kami berkunjung ke sebuah mall yang baru grand opening beberapa minggu yang
lalu yaitu Lippo Mall Kemang village di jalan Pangeran Antasari, Jakarta
Selatan. Pembangunan mall ini belum sepenuhnya rampung, dan masih banyak yang
harus diselesaikan. Mall ini berada didalam kompleks apartemen serta hotel JW
Marriot, sehingga dengan tujuan menarik minat pembelian tempat tinggal maka
mall tersebut dibuka terlebih dahulu daripada yang lainnya.
Belum banyak restaurant yang buka disini, tapi ada satu yang menarik hati kami yaitu Restaurant White Elephant, Thai cruisine. Restaurant ini tidak terletak didalam mall melainkan diberanda depan mall. Pengunjung bisa memilih bersantap diluar atau didalam ruangan. Memasuki ruangan resto yang tidak begitu luas, terlihat interior ruangan dihiasi dengan berbagai patung dan lukisan khas Thailand. Kamipun memilih duduk didalam ruangan.
Buku menu diberikan kepada kami, terdapat banyak menu yang terdiri dari appertizer, salads, soups, hidangan curry, hidangan utama yang terdiri dari masakan ikan, udang, kepiting, ayam, daging, bebek, sayur serta masakan dari nasi dan mi. Tak lupa aneka dessert dan minuman. Oleh waitress, kami ditawari chef specialty menu yang tidak terdapat didalam buku menu. Kuay tiew tom yam kedengarannya menarik, bolehlah kami pesan itu. Sebenarnya kami tertarik masakan bebek tapi hanya tersedia 2 pilihan menu dimana gambar menu bebek pertama seperti berkuah dan gambar menu bebek kedua seperti bebek disuir suir, akhirnya kami batal memilih menu bebek. Sebagai gantinya kami tergoda gambar menu kepiting yaitu poo jaa. Untuk sayurnya kami memilih pak boong phud ga pi, sebuah nama yang sulit untuk sebuah tumis kangkung. Untuk minumannya kami pilih ice greentea with milk dan thai ice coffe milk.
Pelayanan disini cukup bagus dan cepat. Tak perlu menunggu lama, pesanan kami pun segera tiba. Yang pertama, poo jaa yaitu cangkang kepiting yang diisi adonan daging kepiting dicampur dengan daging ayam, lalu digoreng hingga kecoklatan dengan balutan telur, sehingga telur berbentuk serabut. Ketika dimakan rasanya mirip perkedel tapi lembut dan enak serta merupakan favorit suami saya. Masakan kedua adalah tumis kangkung dengan taburan ebi, rasanya mantap banget, bumbu terasinya sungguh tajam, ditingkahi rasa ebi yang asin semakin meningkatkan selera makan kami. Terakhir adalah Kuay tiew tom yam yaitu mi soun yang berwarna bening dengan kuah tom yam dan topping ayam cincang serta toge. Ketika dimakan wuih saya terkejut dengan rasa pedas dan rasa unik dari cincangan kacang tanah yang tidak terlihat karena sudah bercampur dengan daging ayam cincang. Muka saya yang memerah karena kepedasan segera saya basuh tenggorokan saya dengan segelas thai ice coffe milk, hmm nikmatnya mak nyes. Untung tadi sudah saya tanya, kopinya keras ngga dilambung ? Katanya sih ngga, sehingga saya habiskan setengah gelas dan sisanya saya berikan kepada suami. Ice greentea with milk juga nikmat. Pengalaman kuliner ke negeri gajah putih ini menghabiskan dana sekitar seratus delapan puluhan, yang terdiri dari Poo jaa Rp 39.500, kuay tiew tom yam Rp 38.000 serta kangkung Rp 29.500. Sawadika, sampai jumpa lagi...
Belum banyak restaurant yang buka disini, tapi ada satu yang menarik hati kami yaitu Restaurant White Elephant, Thai cruisine. Restaurant ini tidak terletak didalam mall melainkan diberanda depan mall. Pengunjung bisa memilih bersantap diluar atau didalam ruangan. Memasuki ruangan resto yang tidak begitu luas, terlihat interior ruangan dihiasi dengan berbagai patung dan lukisan khas Thailand. Kamipun memilih duduk didalam ruangan.
Buku menu diberikan kepada kami, terdapat banyak menu yang terdiri dari appertizer, salads, soups, hidangan curry, hidangan utama yang terdiri dari masakan ikan, udang, kepiting, ayam, daging, bebek, sayur serta masakan dari nasi dan mi. Tak lupa aneka dessert dan minuman. Oleh waitress, kami ditawari chef specialty menu yang tidak terdapat didalam buku menu. Kuay tiew tom yam kedengarannya menarik, bolehlah kami pesan itu. Sebenarnya kami tertarik masakan bebek tapi hanya tersedia 2 pilihan menu dimana gambar menu bebek pertama seperti berkuah dan gambar menu bebek kedua seperti bebek disuir suir, akhirnya kami batal memilih menu bebek. Sebagai gantinya kami tergoda gambar menu kepiting yaitu poo jaa. Untuk sayurnya kami memilih pak boong phud ga pi, sebuah nama yang sulit untuk sebuah tumis kangkung. Untuk minumannya kami pilih ice greentea with milk dan thai ice coffe milk.
Pelayanan disini cukup bagus dan cepat. Tak perlu menunggu lama, pesanan kami pun segera tiba. Yang pertama, poo jaa yaitu cangkang kepiting yang diisi adonan daging kepiting dicampur dengan daging ayam, lalu digoreng hingga kecoklatan dengan balutan telur, sehingga telur berbentuk serabut. Ketika dimakan rasanya mirip perkedel tapi lembut dan enak serta merupakan favorit suami saya. Masakan kedua adalah tumis kangkung dengan taburan ebi, rasanya mantap banget, bumbu terasinya sungguh tajam, ditingkahi rasa ebi yang asin semakin meningkatkan selera makan kami. Terakhir adalah Kuay tiew tom yam yaitu mi soun yang berwarna bening dengan kuah tom yam dan topping ayam cincang serta toge. Ketika dimakan wuih saya terkejut dengan rasa pedas dan rasa unik dari cincangan kacang tanah yang tidak terlihat karena sudah bercampur dengan daging ayam cincang. Muka saya yang memerah karena kepedasan segera saya basuh tenggorokan saya dengan segelas thai ice coffe milk, hmm nikmatnya mak nyes. Untung tadi sudah saya tanya, kopinya keras ngga dilambung ? Katanya sih ngga, sehingga saya habiskan setengah gelas dan sisanya saya berikan kepada suami. Ice greentea with milk juga nikmat. Pengalaman kuliner ke negeri gajah putih ini menghabiskan dana sekitar seratus delapan puluhan, yang terdiri dari Poo jaa Rp 39.500, kuay tiew tom yam Rp 38.000 serta kangkung Rp 29.500. Sawadika, sampai jumpa lagi...
Thursday, October 04, 2012
Indonesia International Motor Show 2012
Festival Kuliner Serpong - Minang Nan Rancak 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)



