Sunday, May 23, 2010

LET'S GO GREEN : RESEP PEMBUATAN PUPUK CAIR

Secara alamiah sinar matahari yang masuk ke bumi, sebagian akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa. Sebagian sinar matahari yang dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas di atmosfer yang menyelimuti bumi yang disebut dengan Gas rumah kaca, sehingga sinar tersebut terperangkap dalam bumi.
Peristiwa ini dikenal dengan Efek rumah kaca karena peristiwanya sama dengan rumah kaca, dimana panas yang masuk akan terperangkap di dalamnya, tidak dapat menembus ke luar kaca, sehingga dapat menghangatkan seisi rumah kaca tersebut. Peristiwa alam ini menyebabkan bumi menjadi hangat dan layak ditempati manusia, karena jika tidak ada efek rumah kaca maka suhu permukaan bumi akan 33 derajat Celcius lebih dingin.
Gas Rumah Kaca seperti CO2 (Karbon dioksida), CH4 (Metan), N2O (Nitrous Oksida), HFCs (Hydrofluorocarbons), PFCs (Perfluorocarbons) and SF6 (Sulphur hexafluoride) yang berada di atmosfer dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia terutama yang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batubara) seperti pada pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer, memasak. Selain itu Gas Rumah Kaca juga dihasilkan dari pembakaran dan penggundulan hutan serta aktivitas pertanian dan peternakan. Gas Rumah Kaca yang dihasilkan dari kegiatan tersebut, seperti karbondioksida, metana, dan nitroksida, menyebabkan meningkatnya konsentrasi Gas Rumah Kaca di atmosfer.
Meningkatnya konsentrasi Gas Rumah Kaca secara global akibat kegiatan manusia yang berlebihan tsb menyebabkan sinar matahari yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa, sebagian besar terperangkap di dalam bumi akibat terhambat oleh Gas Rumah Kaca tadi. Meningkatnya jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer pada akhirnya menyebabkan meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi, dimana fenomena ini dikenal dengan Pemanasan Global / Global Warming.
Sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi ke angkasa. Setelah dipantulkan kembali berubah menjadi gelombang panjang yang berupa energi panas. Namun sebagian dari energi panas tersebut tidak dapat menembus kembali atau lolos keluar ke angkasa, karena lapisan gas-gas atmosfer sudah terganggu komposisinya. Akibatnya energi panas yang seharusnya lepas keangkasa (stratosfer) menjadi terpancar kembali ke permukaan bumi (troposfer) atau adanya energi panas tambahan kembali lagi ke bumi dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga lebih dari dari kondisi normal, inilah efek rumah kaca berlebihan karena komposisi lapisan gas rumah kaca di atmosfer terganggu, akibatnya memicu naiknya suhu rata-rata dipermukaan bumi maka terjadilah pemanasan global. Karena suhu adalah salah satu parameter dari iklim dengan begitu berpengaruh pada iklim bumi, terjadilah perubahan iklim secara global.
Pemanasan global dan perubahan iklim yang sangat ekstrim di Bumi menyebabkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang, kenaikan permukaan laut, mencairnya es di kutub, bergesernya garis pantai, musim kemarau yang berkepanjangan, periode musim hujan yang semakin singkat, namun semakin tinggi intensitasnya, dan anomaly-anomali iklim seperti El Nino – La Nina dan Indian Ocean Dipole (IOD). Hal-hal ini kemudian akan menyebabkan tenggelamnya beberapa pulau dan berkurangnya luas daratan, pengungsian besar-besaran, gagal panen, krisis pangan, banjir, wabah penyakit, dan lain-lainnya. Pemanasan global juga mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer.
Nah dari uraian diatas, apa sih yang dapat kita lakukan sebagai individu bagian dari suatu rumah tangga penghuni Bumi kita tercinta ini untuk mengurangi fenomena Global Warming tadi ?
Langkah sederhana yang dapat kita lakukan adalah penuhilah rumah tinggal kita dengan berbagai tanaman & pepohonan. Buatlah rumah kita itu hijau oleh berbagai tanaman yang kita tanam, yang bisa kita tanam di pot bila halaman rumah kita terbatas atau lebih baik lagi ditanah halaman rumah kita. Sesuai sekali dengan amanat Presiden Republik Indonesia pada saat Pencanangan Hari Menanam Pohon Indonesia Tahun 2009 tentang Gerakan Menanam Satu orang Satu Pohon (One Man One Tree) sehingga semakin mendorong kita mengadakan penghijauan dilingkungan sekitar kita.
Walaupun begitu muncul beberapa kendala dalam program penanaman ini. Salah satunya adalah tanah yang akan kita tanami tidak subur atau bahkan mengalami kekeringan. Solusinya tentu dengan memberikan pupuk pada tanah tapi mungkin kita akan terbentur biaya yang tidak murah. Nah melalui blog ini saya akan paparkan resep sederhana & cara mudah untuk membuat Pupuk organic cair / Effective Microorganism / EM.

Bahan-bahan yang diperlukan :

1. EM starter : maksudnya adalah untuk membuat sekitar 10 liter pupuk cair kita harus punya ½ liter pupuk cair sebagai biangnya.
2. Sampah dapur / kebun yang masih segar, lalu dipotong kecil-kecil sebanyak 20 kg. : Maksudnya adalah kalau kita sedang merapikan / memangkas kebun pasti akan ada sampah daun yang masih segar. Sedangkan yang dimaksud dengan sampah dapur adalah apabila kita selesai memasak akan ada sampah berupa kulit buah / sayur, kulit bawang, tulang-tulang, dsb yang masih segar & belum busuk. Bahkan sisa makanan yang masih segar & belum basi juga bisa dipergunakan. Intinya segala yang masih segar, belum busuk / basi bisa digunakan sebagai bahan pupuk ini.
3. Cairan / air tanah yang tidak mengandung kaporit sebanyak 10 liter, termasuk air bekas cucian beras & air kelapa.
4. Molasasses / tetes tebu sebanyak ¼ liter. Apabila susah didapat, bisa diganti dengan cara merebus gula merah sebanyak ½ kg dengan 1 gelas air, lalu tunggu sampai dingin.
5. Ragi tape sebanyak ½ butir lalu dihaluskan.

Cara membuatnya :

1. Campurkan didalam ember : ½ liter EM starter + ¼ liter tetes tebu + 10 liter cairan + ragi tape, lalu aduk.
2. Masukkan sampah segar kedalam karung lalu ikat dengan tali kemudian karung dilubangi dengan cara ditusuk-tusuk.
3. Masukkan karung sampah tadi kedalam ember yang telah berisi cairan, lalu rendam & beri batu sebagai pemberat.
4. Tutup rapat ember & beri pemberat supaya lebih rapat serta taruh ditempat teduh. Diamkan selama 1-2 minggu.
5. Apabila setelah 1 minggu telah timbul semacam busa berwarna putih, itu tandanya pupuk cair sudah jadi.
6. Angkat & peras karungnya, lalu simpan cairan ini kedalam botol-botol & simpan ditempat yang sejuk & tidak terkena sinar matahari.
7. Ampas didalam karung dapat ditaburkan dikebun sebagai pupuk kompos.
8. Nah cairan tadi bisa digunakan lagi sebagai EM starter, dan seterusnya.

Kegunaan pupuk cair :

1. Menyuburkan tanah
2. Meningkatkan persediaan unsure hara pada tanaman
3. Menekan unsur pathogen tanah
4. Menghilangkan bau WC, dengan cara menyiram cairan ini kedalam kloset, bau got, bekas kotoran tikus & binatang lainnya.
5. Memperpanjang umur pengurasan septic tank
6. Membantu pengolahan sisa makanan matang
7. Mempercepat proses fermentasi sampah / limbah organic menjadi kompos

Nah selamat mencoba…

Sumber :

1. http://mbojo.wordpress.com/2008/07/17/hubungan-efek-rumah-kaca-pemanasan-global-dan-perubahan-iklim/
2. Thefanil mediapass

Sunday, May 09, 2010

S28 OLEH-OLEH BANDUNG & CAFÉ





Hampir setiap ke Bandung ada saja yang baru. Kali ini saya menemukan tempat beli oleh-oleh Bandung komplit dengan konsep “one stop shopping” yaitu memadukan antara toko oleh-oleh Bandung bergaya minimarket, yang terletak di lt. 1, dengan café & toko buku di lt. 2. Toko oleh-oleh ini memiliki slogan “coba dulu baru beli”, yaitu terdapat berbagai toples snack yang bisa dicoba gratis yang terletak disudut kiri didekat pintu masuk. Nah setelah mencicipi aneka tester, kita langsung melangkah menuju hamparan berbagai makanan yang terdiri dari 7 bagian yaitu minuman, jajan pasar, cake, bakery, snack, chocolate, delicatessen & mentah, yaitu aneka makanan olahan seperti smoked beef, sosis, baso, dimsum, dll.
Disini tersedia 800 jenis makanan loh, sehingga membuat pengunjung pusing memilih & lapar mata. Melihat aneka krupuk & kripik saja membuat tangan gatal memilih & memasukkannya ke dalam keranjang belanja. Apalagi melihat hamparan aneka coklat dengan berbagai bentuk & warna bungkus yang menarik di bagian paling belakang toko ini, bikin gemes saja. Aneka coklat ini bisa dipilih & dicampur sesuka hati lalu ditimbang untuk menentukan harganya. Harganya juga terjangkau kok. Berkisar antara Rp 7.000/ons – Rp 23.000/ons. Terus saya juga membeli krupuk tenggiri, krupuk kulit sapi, cimpring, keripik kentang & kentang keju, yang harganya berkisar antara Rp 6.600/ons – 14.900/ons. Terakhir saya membeli frozen dimsum dumpling dengan harga Rp 22.000/bungkus.
Sayangnya saya berkunjung kesini karena tertarik mampir dalam perjalanan pulang kembali ke Jakarta, dalam keadaan perut sudah kenyang & ingin segera pulang karena sudah malam, jadi tidak sempat mengunjungi café di lt. 2. Padahal dari bawah sudah terlihat jejeran grobak makanan dari berbagai tenant & katanya ada sebuah toko buku bernama BBC book store. Hmm kapan-kapan mesti balik lagi kesini nih.
Oh ya kalau mau berkunjung kesini caranya mudah kok, setelah keluar di pintu tol Pasteur, kita menuju jembatan layang Pasupati, lalu keluar kearah Taman sari ITB, kemudian belok ke arah Sulanjana, dilampu merah Cikapayang, Taman sari. Tepatnya adalah di Jl. Sulanjana No 28 Dago, telpon 022 421 0116. Nah selamat memborong.

Thursday, April 22, 2010

SAYUR ASEM NOSTALGIA DI PURWAKALIH BOGOR (*)
















Hari Minggu itu, entah kenapa, tiba-tiba suami saya ngidam berat. Sejak pagi dia sudah ribut mengajak saya makan siang dengan sayur asem. Tapi bukan sembarang sayur asem, melainkan sayur asem nostalgia semasa dia kuliah di kota Bogor. Waduh, makan sayur asem saja sampai jauh-jauh ke Bogor, pikir ku. Tapi penasaran juga sih ingin mencicipi. Lagipula bisa sekaligus berjalan-jalan & berbelanja buah-buahan serta asinan Bogor. Hmm asyik.
Letak rumah makan ini, bila kita keluar dari tol Bogor, langsung belok kiri ke jl. Padjajaran, di pertigaan besar sebelum Ekalokasari ambil arah kanan & mengambil jalan satu arah ke jl. Lawanggintung. Nah sampai disini jangan mengemudi terlalu cepat, hati-hati jangan sampai terlewat, karena setelah tikungan, kita akan menemukan sebuah rumah makan sederhana disebelah kanan jalan, yang telah dipenuhi oleh mobil-mobil yang parkir. RM ini ditutupi sebuah spanduk bertuliskan RM Purwakalih (sayur asem), dengan alamat di jl. Batutulis Lawanggintung no 11, telpon 0251-383 034 / 384 002.
RM ini benar-benar sederhana & terbuka tapi bersih & ramai oleh pengunjung. Suasananya sangat kekeluargaan karena tempat duduknya berupa meja kursi kayu yang panjang, sehingga kita bisa duduk bersama-sama dengan pengunjung lainya. Di setiap meja telah disediakan aneka lauk yaitu aneka pepesan seperti pepes ikan mas, ikan peda, jamur, dll. Lalu aneka gorengan seperti tahu, tempe goreng tepung, ikan kembung, empal, ayam goreng, babat & bakwan jagung. Tak lupa lalap & sambal merah mentah. Karena pengunjungnya lumayan ramai, maka kita menjadi agak berebut lauk dengan pengunjung lainnya.
Setelah memesan nasi putih hangat & sayur asem, kita tinggal memilih lauk yang tersedia di meja. Semua lauk disini kelihatan menggiurkan, masih hangat & ukurannya besar-besar. Terutama penampilan bakwan udangnya sungguh mantap, berukuran besar & bertaburan udang. Tapi walaupun begitu, lauk pilihan saya adalah ayam goreng yang ditaburi bubuk bumbu lengkuas serta tempe goreng tepung. Suami saya memilih empal, tahu goreng & tumis jamur.
Ketika sayur asem dihidangkan, penampilannya yahud sekali, yakni berisi potongan kacang panjang, nangka muda, labu siam & jagung. Warna kuah nya yang agak kemerahan semakin mengundang kami untuk segera mencicipinya. Rasanya wow sungguh segar tapi tidak terlalu asam & agak pedas. Hmm memang beda, ini sayur asem khas sunda. Pantes kalau suami saya kangen.
Saya mulai mencuil daging ayamnya lalu saya suap bersama cocolan sambal merah mentah. Rasanya duaar dimulut, ayamnya empuk & gurih, serta bumbu kremesannya itu loh rasanya asin, jadi sangat cocok bila diaduk dengan nasi. Yummy. Sedangkan empal suami saya ukurannya super besar, empuk & rasanya manis-manis gurih. Hmm enak deh. Tak lupa pepes jamur kancing nya yang agak berkuah itu juga rasanya segar, enak & gurih.
Makan siang kami ini sangat berkesan dengan belaian semilir angin & hiburan lagu-lagu lawas dari sang pengamen yang bersuara merdu. Pengamennya oke juga loh, selain merdu dia juga menguasai banyak lagu baik lagu pop Indonesia maupun barat. Sehingga tak terasa 1 porsi nasi yang biasanya jarang saya habiskan, sekarang menjadi licin tandas. Kenyaaang & puaaas…
Nah mengenai harganya juga sangat ramah dikantong, rata-rata dibawah Rp 10.000an. Sehingga kami makan berdua saja tidak sampai Rp 50.000. Wah wah bikin ketagihan saja.

Friday, April 09, 2010

ULASAN KULINER : SEAFOOD LESTARI (*)













Saat itu hujan lebat, kami ada dikawasan pluit, siang hari, dan perut kami keroncongan minta diisi. Ugh makan dimana ya dikawasan ini ? Akhirnya kami menuju mall Pluit Junction. Tapi tiba-tiba ditengah jalan, mata kami tertumbuk pada sebuah rumah makan bernama Seafood Lestari, Jl Pluit Putera Raya blok A-1, dimana pekarangannya dipenuhi oleh parkiran mobil, serta terlihat asap hasil pembakaran seafood yang membumbung tinggi. Hmm hmm jadi tergoda. Maka langsung berbeloklah kami kesini.
Setelah kami bertanya pada pelayan mengenai kehalalan sajian disini, kami pun berlari kecil sambil menghindari percikan air hujan, memasuki rumah makan ini. Rumah makan berpenampilan sederhana tapi bersih & lumayan luas, terdiri dari 2 bagian yaitu ruang dalam yang ber AC & ber live music, tapi telah dipenuhi oleh pengunjung, dan dibagian teras, tempat kami duduk.
Pilihan menu disini lumayan beragam loh tapi pilihan kami jatuh kepada tim ikan kerapu, kepiting soka goreng tepung & toge ikan asin. Ketika sajian ini datang, wah wah penampilannya menggiurkan juga. Tim ikan kerapu disajikan diatas piring aluminium yang selalu dipanasi api kecil dibawahnya. Daging ikan yang putih menyembul lewat belahan yang memanjang, dihiasi irisan jahe serta taburan daun ketumbar diatasnya, serta genangan kuah yang berwarna coklat dan sedikit berminyak, memperkuat godaan hati untuk langsung menyantapnya. Hmm daging ikan yang lembut, agak manis sedikit gurih & tidak amis serta dihiasi aroma unik daun ketumbar & jahe semakin merangsang lidah untuk bergoyang. Ditambah lagi rasa kepiting soka goreng tepung yang garing & kriuk semakin melengkapi rasa yummi dilidah. Tumisan toge nya oke juga, kering tak berkuah, ditaburi ikan teri medan, terasa segar. Tak terasa badan semakin hangat walaupun ditengah guyuran hujan.
Tapi yang paling penting, makan disini selain enak & segar adalah harganya. Kepiting sokanya Rp 29.000, ikan kerapu Rp 10.000/ons serta tumis toge Rp 12.500. Jarang-jarang nih makan seafood dibawah cepe. Lumayan recommended. Kalau mau kesini jangan lupa telpon dulu di 021 2732 8999 / 662 0869. Jam buka pk 11-22 kecuali weekend bisa sampai pk 24. Selamat datang di Pluit.

Tempura Uramaki Hmm... Oishii Desu Ne! (**)

This summary is not available. Please click here to view the post.

Wednesday, April 07, 2010

Sebuah cerita di Sentul City

Gara-gara pengen nonton balon udara yang pertama di Indonesia yang diselenggarakan selama 3 hari sejak Jumat tg 26-28 Maret 10 di Sentul City, Bogor, JaBar, jadilah aku pas Jumat itu menghabiskan cuti menuju Sentul bersama geng Kepompong. Dari Jakarta berangkat pk 12 an, di jalan tol sudah ada Signboard yang berjudul “1st Indonesian Hot Air Balloon Adventure” yang menunjuk arah keluar tol Jagorawi di km 36. Sesampainya di gerbang Sentul City, panitia mengatakan kami harus parkir disitu lalu naik bis (gratis, yang disediakan panitia) lagi menuju pertunjukan balon karena jaraknya agak jauh sekitar 200 meteran. Tapi perut lapar kami tak bisa diajak kompromi, sehingga kami meneruskan perjalanan ke Taman Budaya Sentul City untuk makan siang.
Area ini merupakan area wisata bermain anak, lapangan golf & tempat makan. Disini ada 2 restoran bersebelahan, yang satu menu unggulannya nasi tutug oncom tapi variasi menu lainnya tidak begitu banyak, sedangkan yang satunya adalah Restoran Pancarsari Leksono yang menyediakan masakan sunda. Sebenarnya kami sudah underestimated makan disini tapi perut yang lapar & tidak ada lagi pilihan membuat kami pasrah, yah paling-paling rasanya standard.
Tapi jadi orang memang ngak boleh sekali-kali meremehkan atau sombong karena nyatanya makanan disini lumayan enak loh. Pesanan kami adalah gurame bakar, karedok, sate ayam & tempe mendoan. Sajian yang sangat umum. Tapi ikan guramenya bakar kecap, bumbunya meresap banget, manis, tidak enek, tidak anyir, nikmat. Sedangkan karedoknya segar banget rasanya, sayurnya kriuk & bumbu kacangnya pas nikmatnya. Kalo sate & mendoan sih biasa aja. Tapi kalau diajak makan disini lagi, bolehlah diulang. Harganya juga masih masuk akal, gurame Rp 10.000/ons, karedok Rp 13.500, sate Rp 19.000, tempe Rp 7.500 plus minuman & nasi, total Rp Rp 155ribuan.
Setelah perut kenyang kami kembali lagi ketujuan semula yaitu balon udara. Tapi jangan ketawa ya, sesampainya kami ditempat pertunjukkan sekitar pk 15.30 dan cuaca terik sekali, apalagi tempatnya berada dilapangan beraspal yang luas. Tapi mana balonnya? Tanya punya tanya kepada panitia, balonnya belum datang, nanti jam 18an baru datang. Piye toh, udah jauh-jauh, panas pula, waduh.
Tapi kalo adapun juga balonnya, tiket masuknya mahal banget. Untuk menikmati sensasi naik balon udara selama 10 menit (paling sempet foto-foto doang), Anda harus merogoh kocek Rp 100 ribu. Lalu anda juga bisa berkeliling dengan balon udara selama satu jam (adventure) dan panitia mematok biaya Rp 5 juta. Ya ampyun mending naik pesawat Garuda ke Bali deh PP plus nginap dihotel berbintang. Maaf ya.

Tuesday, April 06, 2010

TAHU LEMBANG (**)


Begitu banyak tempat kuliner di daerah Lembang Jawa Barat, salah satunya adalah Tahu Lembang, yaitu sebuat tempat wisata kuliner yang menjual tahu sekaligus pabrik pembuatan tahunya, tersedia juga aneka jajanan tradisional sunda, aneka toko yang menjual makanan, baju (FO), tanaman, areal mainan anak, tempat memetik strawberry bahkan ada fish spa juga loh. Komplit banget. Tapi yang belum pernah kesini pasti tertipu karena ketika memasuki tempat ini, dipagar luar bertuliskan “Tahu Lembang” yang besar tapi ketika masuk sangat mirip SPBU Pertamina. Tapi kalau kita teliti, tulisan yang tertera bukanlah harga bensin melainkan : rest area, drive thru tahu, resto, pasar oleh-oleh, lorong sesat, outbond, mushola, toilet. Nah seru kan. Jadi kalau hanya ingin membeli tahu untuk dibawa pulang, cukup berhenti disini saja. Tapi kalau hendak berwisata, silahkan masuk menuju parkiran didalam.
Jadi ketika kami kesana untuk menjajal wisata kulinernya, didepan pintu masuk kami disambut & digiring langsung ke tempat pembuatan tahunya. Diberi penjelasan mengenai proses produksinya, peralatannya serta bahan-bahan kandungan tahunya sekaligus melihat cara pembuatannya. Heem seru. Nah ini ku kasi tau ya.
Peralatan yang dibutuhkan adalah :
- Tong pencucian kedelai
- Mesin giling
- Tungku perebusan kedelai
- Tong kayu
- Saringan besar & kecil
- Serok cetak
- Cetakan
- Kayu pengaduk
- Tangok
- Kain saringan
- Kain cetakan
- Tampir
Bahan-bahannya adalah :
- Kacang kedelai
- Susu sapi
- Mentega
- Garam
- Bawang putih
- Kunyit
- Air
Proses produksinya :
- Kacang kedelai direndam selama 4 jam
- Kacang kedelai dicuci sampai bersih
- Kacang kedelai digiling sampai lembut
- Kacang kedelai direbus selama 1 jam sambil diaduk-aduk
- Kacang kedelai disaring & dipisahkan antara ampasnya dengan sarinya
- Sari kedelai dicampur susu murni, mentega, garam & biang
- Setelah mengental dimasukkan kedalam cetakan kayu lalu di pres
- Setelah dicetak, tahu dipotong-potong sesuai ukuran
- Setelah dipotong-potong tahu direbus kembali sambil diberi bumbu
- Setelah dingin tahu dibungkus
Nah tuh udah dikasih contekannya, jadi bisa bikin sendiri kan. Tapi daripada cape mending beli aja disini karena tahunya itu enak, empuk, lembut, gurih, tanpa bahan pengawet, kaya protein & yang terakhir pasti sehat, dimakan panas-panas bersama cabe rawit pastilah ketagihan.
Setelah puas mendengar & melihat proses pembuatan tahu, waktunya makan nih. Ada banyak banget pilihan makanan, jadi tempatnya seperti foodcourt yang panjang gitu. Ada tempe mendoan, tahu crispy, susu murni & kedelai, kembang tahu, kupat tahu, tahu kuah, teh Walini buatan PTPN 8, batagor, mi kocok, nasi timbel, liwet, ayam bakar, tumis jamur, karedok, sate kelinci, bebek bakar, pisang bakar, gulali, bajigur, sosis bakar, cireng dan masih banyak lagi, bahkan ada ice cream goreng segala. Heem heem sampe pusing milihnya.
Oh ya ketika pulang jangan lupa membawa oleh-oleh, yaitu tahu goreng isi 12 potong seharga Rp 10.000, tahu mentah isi 10 seharga Rp 20.000 dalam kemasan kotak plastik, tapi ada juga yang seharga Rp 10.000 dalam kemasan besek, tapi tahu nya lebih padat.
Alamat Tahu Lembang di Jl Raya Lembang No 177. Gampang kok, gak bakal nyasar, ancer-ancer ketika mendekati Hotel Grand Lembang, dari jauh tampaklah sebuah SPBU yang sebenarnya adalah POM Tahu alias Pusat Orang Makan Tahu…

Tuesday, March 30, 2010

IKAN KUDU-KUDU (**)



Yang penasaran sama bentuk ikan Kudu-kudu adalah ikan khas perairan Makassar yang kulitnya totol-totol seperti macan tutul tapi keras seperti tempurung, sedangkankan dagingnya empuk & lembut, apalagi kalo dipotong-potong lalu digoreng tepung, dimakan bersama nasi hangat & sambal khas Makassar yang rasanya pedas-pedas asam segar, uenak tenan rek. Masakan ini cuma disajikan di LION restaurant seafood ala Makassar di Jl. Fatmawati raya no 5A, Blok A - Cipete, Jak Sel. Harganya juga terjangkau, yakni Rp 12.000/ons. Jadi gak perlu jauh-jauh pergi ke Makassar dong.

Seafood a la Makassar Mantap Rasanya! (***)








Kania Kurniasari - detikFood

http://www.detikfood.com/read/2010/05/12/162258/1356114/290/seafood-a-la-makassar-mantap-rasanya

Jakarta - Sekali mencicipi seafood a la Makassar ini dijamin bakal ketagihan. Ada ikan kudu-kudu yang lezat dan udang bakar yang mantap rasanya. Belum lagi kepiting soka dan ikan kuwe yang fresh dengan sambal a la spesial yang bikin lidah selalu bergoyang. Coba yuk!

Dalam rangka merayakan suatu hal saya bersama teman-teman pergi untuk makan di sebuah restaurant seafood ala Makassar. Menurut salah seorang teman restoran ini baru berdiri beberapa minggu yang lalu dikawasan Blok A - Cipete, tepatnya di Jl. Fatmawati raya no 5A, Jakarta Selatan.

Menu unggulan dari restoran ini adalah ikan kudu-kudu, yaitu ikan khas perairan Makassar yang dimasak goreng tepung serta masakan udang bakarnya yang yummy. Akhirnya pada hari Sabtu lalu, kami bertujuh langsung meluncur kesana.

Restoran ini mudah ditemukan karena lokasinya yang terletak dipinggir jalan raya Fatmawati. Bagian depan dihiasi dengan lambang lingkaran merah bertuliskan Lion Restaurant, serta spanduk yang berisi berbagai gambar menu masakan unggulan disini.

Memasuki ruang restaurant yang lumayan luas kami langsung disambut dan ditawari apakah kami ingin memilih langsung seafood yang akan dimasak. Tapi kami memilih melihat buku menu saja. Sayang seribu sayang, ikan kudu-kudu yang kami impikan sudah sold out, begitu pula dengan udangnya.

Untuk udang hanya tinggal udang pancet jumbo seharga Rp 120.000/ons. Hal ini dikarenakan semua seafood harus didatangkan dari Makassar dan agaknya sang Pemilik tidak menyangka adanya sambutan hangat atas menu unggulannya tersebut. Akhirnya kami memesan ikan kue bakar biasa dan bakar rica, cumi goreng tepung, kepiting soka serta tumis kangkung cah polos.

Sambil menunggu pesanan dibuat, di atas meja disajikan 1 set sambal yang terdiri dari sambal merah, semangkuk potongan tomat hijau, sambal dabu-dabu, kecap petis, saus kacang mede, irisan mangga muda berwarna putih, dan sepiring jeruk nipis plus daun kemangi.

Kemudian ada yang mendemonstrasikan cara pembuatan sambal ini, yaitu dengan mencampurkan semua bahannya menjadi satu kemudian diaduk. Rasanya wowww... mata kami langsung melek, tersengat rasa pedas manis asam yang menyegarkan. Wah makan nasi pake sambalnya saja sudah enak begini apalagi seafoodnya.

Kami pun masing-masing mencoba sebuah otak-otak berukuran besar & hangat, rasa ikannya menonjol & ketika dicocol saus kacang mede, rasanya semakin legit. Tak lama kemudian pesanan kami pun datang. Penampilan ikan kuwe bakar ini sangat minimalis bumbu dan bersih kekuningan. Tapi ketika dimakan bumbunya meresap sempurna. Bedanya dengan bakar rica hanyalah ikan bakar langsung diolesi bumbu rica yang pedasnya langsung meyambar lidah.

Sedangkan penampilan kepiting soka rupanya digoreng kering berbalut tepung, rasanya empuk, gurih dan kriuk banget. Kangkungnya terlihat hijau & segar, kontras dengan warna potongan cabe merah diatasnya. Kangkungnya terasa renyah, serta kuahnya yang kecoklatan terasa gurih menggigit.

Secara keseluruhan semua hidangan ini patut diacungi jempol, dengan pelayanan yang ramah & yang terakhir harganya juga terjangkau loh. Dua ekor ikan dengan berat 10 ons dibanderol dengan harga Rp 80.000, kepiting soka Rp 40.000/porsi, Cumi Rp 35.000/porsi, kangkung Rp 20.000/porsi. Bahkan karena masih dalam rangka grand opening kami mendapat diskon 25%.

Wah saya pun langsung jatuh hati dan berjanji akan kembali untuk mencoba ikan kudu-kudu bersama suami. Tapi jangan lupa untuk mereservasi tempat dulu. Selamat mencoba!

Lion Restoran
Jl. Fatmawati raya no 5A
Jakarta Selatan
Telp: 021-723 0055/724 5559
Jam Buka: 11.00 - 15.00 - 17.00 - 22.00

Friday, March 19, 2010

Maxis Resto (***)






Maxis Resto
Jl. Gunung Agung No. 8, Cibeunying, Bandung - 40142. Telpon 022 2032 666
Buka pk 11 - 22