Jl. Kelapa Gading Boulevard Blok QA I no. 22 Jakarta Utara, Phone : 021 450 2548 / 450 7916
Banyaknya restaurant seafood didaerah Kelapa Gading Boulevard membuat kami sulit menentukan restaurant mana yang yahud. Hampir semua restaurant seafood disini dipenuhi pengunjung & dimuat dalam ulasan kuliner. Contohnya adalah Pondok Pangandaran yang bersebelahan dengan Seafood 212, ada juga Seafood 1001 malam, Sedap Malam, Cak Gundul, dan Seafood Ayu. Pemandangannya juga hampir serupa yaitu ramai oleh pengunjung, antrian parkir, asap pembakaran seafood yang membumbung tinggi & iklan menu seafood andalan dipasang didepan resto. Hal inilah yang membuat kami malas mencoba yang lain. Jadi apabila ingin makan ikan di daerah Kelapa Gading, hampir dipastikan kami akan makan di Sari Sandjaja masakan Palembang. Ternyata ketika liburan imlek kemarin, ternyata Sari Sandjaja tutup, sedangkan Pondok Pangandaran yang letaknya beberapa meter sebelumnya ramai oleh pengunjung. Jadilah kami mencoba makan disitu.
Memasuki restaurant yang terbuka menghadap parkiran mobil di lantai 1 & ber AC di lantai 2, kami memilih duduk agak ke belakang, disamping dapur tapi jauh dari asap pembakaran. Seafood yang ditawarkan disini adalah aneka ikan, kepiting, cumi, udang, kerang. Lalu ada juga sop tom yam, asparagus, tumis sayur, ayam & nasi goreng. Sedangkan pilihan kami adalah Ikan kerapu goreng bawang putih, kepiting soka goreng mentega & tumis brokoli.
Setelah lebih dari 15 menit kami menunggu, datanglah pesanan kami yang berpenampilan menggiurkan ini. Ikan kerapu nya berukuran besar, dagingnya disayat-sayat dulu lalu digoreng sehingga garing berwarna kuning kecoklatan. Lalu ditaburi cincangan bawangan putih yang banyaaak sekali. Wah wah keliatannya nikmat nih. Eh bener aja, ketika disuap dagingnya yang putih & empuk ini, rasanya gurih & wangi, berpadu dengan pahitnya rasa bawang putih, membuat nikmat ketika dimakan bersama nasi putih panas. Ditambah lagi kepiting soka goreng mentega nan empuk. Saus menteganya ini loh, merupakan perpaduan rasa gurih dari mentega dan bawang putih, rasa manis dari kecap serta rasa asam dari jeruk nipis, membuat saus ini rasanya tajam & segar, nyam nyam. Lalu tumis brokolinya juga yahud punya. Brokolinya hijau, segar & kriuk, berpadu dengan kuah tumis yang gurih rasa bawang putih. Merem melek deh. Makannya sampe keringetan nih.
Harganya juga wajar sih, Ikan kerapu Rp 43.900, Kepiting soka (2 ons saja) Rp 26.000, brokoli Rp 18.000, jadi total membayar adalah Rp 119.250. Wah boleh juga lain kali balik kesini dengan membawa keluarga.
Labels
- Kuliner Jakarta (224)
- Dakwah (99)
- Kuliner Bandung (53)
- Kuliner Tangerang (53)
- Pengalaman (37)
- yukmakan (20)
- Artikel (17)
- Detik Food (17)
- Kuliner Jateng (15)
- Kuliner Bogor (14)
- Kuliner Jabar (13)
- FOTO-FOTO (11)
- Hotel (6)
- Resep (6)
- Kuliner Cirebon (5)
- Kuliner Jatim (4)
- Kuliner Kalimantan Selatan (4)
- Kuliner Lampung (4)
- Prakarya (4)
- Kuliner Bali (3)
- Kuliner Medan (3)
- Jualan (2)
- Kuliner Thailand (2)
- Kuliner Malaysia (1)
- Kuliner Singapore (1)
- Kuliner Sulawesi (1)
- Novel (1)
Sunday, February 28, 2010
Pondok Pangandaran, Indonesian food / Seafood restaurant (***)
LOKANANTA TERRACE RESTO (***)

Jl. Panglima Polim II no 2, Jakata 12160, telpon 021 724 6364.
Menu di restaurant ini bener-bener kedoyananku. Yakni berbagai menu pastry, makanan ringan, sup & salad, steak, pasta, sandwich & burger, masakan asia, aneka nasi goreng, sosis & ribs disajikan disini. Resto ini terbagi menjadi 2 tempat yaitu ruang dalam yang nyaman dengan kursi kayu & sofa, serta ruang terbuka di teras samping dengan atap plastik dan dipagari oleh berbagai tanaman yg rimbun, sehingga tidak tampak dari jalan. Awal ketertarikan ku untuk makan disini adalah akibat dari seringnya browsing tentang wisata kuliner, dan tempat ini mendapat rekomendasi yang cukup bagus.
Akhirnya kesempatan ini datang juga. Suatu Jumat malam, setelah pulang kantor, ku mengajak Mamah & Ade tuk makan disini, karena kami tidak mau makan malam yang berat (nasi gitu). Sesampainya kami di resto ini, wah penuh sekali ya, karena banyak pengunjung yang sedang ber acara reunian. Kami pun mendapat tempat di ruang teras, mejanya nyempil dipojok, sempit karena deket tanaman, kurang nyaman & berisik karena bareng dengan rombongan pengunjung yang ber reuni an tsb, ditambah suara musik yang lumayan keras. Tapi ya sudah terlanjur, perut lapar kami pun tak bisa kompromi. Maka dengan susah payah kami meminta buku menu kepada pelayan yang super sibuk. Jauh-jauh hari ku sudah merencanakan, bila makan disini ku akan memesan Zuppa soup & Chocolate melt. Maka inilah pesenan ku sekarang. Mamah memesan chicken steak & adik memesan spaghetti bolognaise serta minuman choco float.
Pesanan kami datang secara bertahap. Justru yang pertama kali datang dan tak terduga adalah Chocolate melt. Padahal proses pembuatannya cukup lama loh, apalagi kue ini kan harus fresh from the oven. Mungkin karena ini menu favorit & yang memesan juga banyak maka ada ready stock yang tinggal dibakar sebentar. Chocolate melt adalah Chocolate cake berbentuk bulat yang dicetak disebuah mangkuk, lalu dibalik disajikan diatas piring. Diberi 1 scop es krim coklat (sesuai permintaan ku, aslinya vanilla) dan diberi garnish strawberry & coklat. Cake ini masih panas loh. Ketika ku belah, wuih aliran sungai coklat mengalir deras dari dalam cake, keluar menggenangi piring. Sebagai penggemar chocolate melt, ku sudah mencoba pastry ini di 4 tempat, dan Lokananta adalah tempat ke 5. Tapi baru kali ini ada coklat yang bener-bener seperti air mengalir. Hangat nya cake & coklat berpadu dengan manis & dinginnya es krim berpadu membelai lidah. Ukuran cake juga tidak terlalu besar serta dinding cake juga tidak setebal biasanya. Jadi kudapan ini tidak terlalu mengenyangkan, manis tapi tidak bikin eneg. Buktinya ku siap menyantap menu lainnya yaitu Zuppa soup.
Sup yang ditaruh dimangkuk ini ditutupi kulit pastry yang menempel disepanjang pinggiran mangkuk, setelah matang & keluar dari oven akan menggembung seperti kubah. Warna keemasan kubah pastry sangat menggoda untuk segera ku tusuk dengan sendok. Setelah tutup pastry robek, asap panas dari cream soup membumbung keluar. Sup terasa kental, gurih krim & keju benar-benar terasa lezat, dimakan bersama potongan jamur & kulit pastry heem sungguh perpaduan yang nikmat. Tak memerlukan waktu lama untuk menikmati sajian ini.
Kemudian ku cicipi juga Spaghetti bolognaise nya. Saus bolognaise nya lumayan banyak, yaitu daging cincang yang dimasak dengan pasta tomat disiram diatas spaghetti, rasanya oke juga, walau kata Mamah kurang asin sedikit. Sedangkan Chicken steaknya berpenampilan standard, disajikan bersama kentang goreng & potongan wortel & buncis, rasanya sih lumayan, oke juga. Sedangkan minuman chocolate floatnya adalah es coklat susu yang diberi 1 scop es krim coklat, heem enak, dingin & kentalnya rasa coklat yang berpadu dengan susu langsung membilas rasa gurih yang tersisa dilidah. Sungguh klop.
Kenikmatan ini diganjar dengan harga yang standard. Yaitu Chicken steak Rp 35.000, Spaghetti Rp 30.000, Zuppa Soup Rp 25.000, Chocolate melt Rp 25.000, Choco float Rp 25.000, sehingga total kami membayar Rp 182.490. Sebenarnya masakan disini oke juga, apalagi tempatnya cocok tuk nyantai, asalkan tidak crowded lagi seperti ini. Memanggil pelayan untuk membayar saja susah banget.
Saturday, February 27, 2010
D’Ocean Seafood (***)



Jl. Kapten Tendean no 122-124 Jakarta Selatan, Telp 021 7278 9777
Dari hobi menuliskan hasil wisata kuliner dan mengirimkan ke Detikfood, maka Alhamdulillah sering mendapat hadiah voucher makan gratis. Nah salah satunya, yang mau aku bahas adalah makan di D’Ocean Seafood. Restaurant seafood yang memiliki jargon “the best seafood in town” dan “premium seafood” ini membuat orang berpikir, pasti restaurant ini meyajikan masakan seafood berkualitas & mahal. Bila aku lewat resto ini, kelihatannya kurang begitu ramai. Mungkin juga karena letaknya disebuah ujung ruko dikawasan Jl. Kapten Tendean yang terkenal macet & susah putar balik. Akhirnya kesempatan makan disini datang juga, berkat Detikfood. Saya juga membawa serta keluarga saya & kami berenam makan malam sambil merayakan ultah Bapak disini.
Setelah melakukan reserved, kami mendapat tempat cukup privasi yaitu di lantai 2, ada ruang-ruang makan kecil dengan kapasitas 10 orang yang nyaman, cantik, dengan interior dominan kayu & kursi dengan senderan yang tinggi. Melihat buku menu dengan foto-foto yang menggiurkan, cukup membuat kami “lapar mata” menentukan pilihan. Akhirnya kami menjatuhkan pilihan kepada Gurame goreng asam manis, Hot plate organic kangkung Lombok bawang, Tahu telor merapi, Udang galah bakar honey saus & nasi goreng ikan teri. Minumannya ice mango & ice tea D’ocean.
Lumayan cepat juga pesanan kami datang. Hidangan ditata dengan cantik & tampak menggiurkan seperti tampak dalam gambar menu. Walaupun kami berenam hanya memesan 4 jenis lauk, tapi pastilah sangat-sangat cukup apabila melihat porsinya yang besar ini. Masakan gurame adalah gurame yang digoreng tepung dengan garing tapi empuk serta berwarna putih kekuningan disiram dengan saus asam manis yang berwarna merah & kental, rasanya, wow enak sekali, rasa sausnya manis tapi segar, sehingga ayahku ketagihan, asli. Masakan kangkung adalah tumis kangkung yang disajikan diatas hot plate, benar-benar segar, kriuk, pedas & nyamleng (terasa bumbunya), mantap. Masakan tahu telor nya, wah mantap nian, bentuknya benar-benar tinggi menggunung, diatasnya ditaburi irisan kol & dikelilingi sungai saus kecap manis. Bisa diwakili oleh 2 kata, manis tapi enak. Masakan udang galah adalah 5 ekor udang galah goreng yang berukuran besar & disajikan utuh, disiram saus madu sehingga agak menggenang dipiring tapi rasanya tidak manis, tapi ya enak.
Nasi goreng suamiku walaupun penampilannya biasa, rasanya tidak biasa alias enak juga. Buktinya dia semangat makannya. Tapi eh kok ada yang kurang ya. Teringat kami belum memesan sambal. Setelah mendapat saran dari pelayannya, kami pun memesan sambal kemangi yang ternyata berupa sambal cabe merah yang diulek bersama daun kemangi & disajikan diatas hot plate. Sambal ini cukup berminyak & rasanya sehah pedas asli, bukan main-main, tapi enak & wangiii. Semua lauk itu kami santap bersama nasi putih & merah yang hangat & pulen, cocok untuk mengobati rasa lapar kami akibat kemacetan gila dijalan.
Lalu ada 2 jenis minuman istimewa yang kami pesan yaitu ice tea D’ocean yaitu es teh dengan ramuan daun mint yang dingin-dingin segar, serta ice mango adalah sebotol (bukan gelas karena bentuknya kaya vas bunga gitu) jus mangga yang berisi potongan buah mangga & beberapa jenis buah lainnya yang dipotong kecil-kecil. Porsinya cukup besar sehingga bisa diminum berdua. Rasanya mantap rek, manis asam & segar membasuh rasa pedas yang tertinggal dimulut.
Semua rasa yang nyam nyam ini kami bayar sesuai dengan harganya. Harga gurame Rp 49.900, kangkung Rp 25.900, nasi goreng Rp 29.900, Tahu telor Rp 35.900. udang galah Rp 135.000, ice tea Rp 22.900 & Ice mango Rp 25.900 (btw bilangan 900 membawa hoki kali ya) sehingga total kami membayar Rp 242.481 setelah dikurangi voucher Rp 200.000. Walau cukup mahal dikantong tapi tidak pernah kami sesali karena kelezatannya.
Thursday, January 14, 2010
ULASAN KULINER : PASAR MODERN BSD CITY (**)
Akibat dari seringnya membaca review tentang Pasar modern BSD city di dunia maya, yang menceritakan sebuah pasar tradisional tapi bersih, luas, teratur & komplit, serta ini yang paling penting, tempat yang cocok untuk wisata kuliner, membuat kami berdua mengunjungi pasar ini disuatu minggu pagi yang cerah, dengan niat sarapan pagi dong.
Karena kami belum pernah kesana, maka jalan yang ditempuh adalah (sebenarnya ini agak muter-muter) dari arah Jakarta kami masuk tol JORR, lalu keluar di pintu tol BSD, terus menuju mall BSD Junction yang tersambung dengan ITC BSD, kemudian putar balik, sesampainya kembali ke Junction langsung belok kiri ke jalan Letnan Sutopo, lurus terus, nanti juga ketemu…Masya Allah…itu disebelah kanan jalan terlihat parkiran mobil penuh banget, baik diluar maupun didalam kompleks pasar. Dalam hati langsung membaca ayat Al Kursi & langsung mendapat parkir didepan sebuah ruko, Alhamdulillah.
Bangunan ini bila dilihat dari luar adalah bangunan persegi empat dimana keempat sisi luarnya merupakan deretan ruko 2 lantai. Jadi sama sekali tidak kelihatan tanda-tanda adanya pasar disini. Kami pun berjalan menyusuri ruko ini dan menemukan gang bertuliskan jalan masuk pasar. Sesampainya didalam, wow, rupanya pasar ini berada didalam ruangan hall yang luas & berlangit-langit tinggi, sehingga sirkulasi udaranya menjadikan ruangan tidak panas (kaya lapangan futsall aja). Deretan los pasar berada ditengah ruangan, letaknya sangat teratur seperti los ikan, daging, sayur, buah, dll. Lalu disekelilingnya yakni di keempat sisi dalam bangunan terdapat aneka kios yang menjual sembako, berbagai masakan, baju, toko kado, dll. Para pengunjung berseliweran dengan membawa keranjang plastik yang diikat disebuah troli, sangat praktis, sehingga banyak bapak-bapak yang dengan setia menarik belanjaan istri nya. Tetapi keranjang tsb ngambil darimana ya ? Apakah disewakan ? belum ketemu jawabannya.
Perut kami yang dari pagi belum terisi semakin keroncongan mencium aneka aroma masakan yang harum tapi tidak tercium bau busuk yang berasal dari limbah pasar. Hebat kan. Walau lapar tetap kami tahan dulu sebentar, karena ingin berkeliling dulu sebentar untuk menjajaki, sarapan apa yang bakal kami santap. Cara ini membuat kami agak pusing & bingung memilih makan apa. Habis segala ada sih, dari masakan Indonesia sampai masakan cina, baik yang halal maupun yang haram, masakan extreme seperti ular juga ada, belum lagi aneka kue & aneka goreng yang baru diangkat dari wajan serta tak lupa kedai kopi. Lagi asik-asiknya tengok kiri tengok kanan eh malah ketemu temen sekantor yang memang rumahnya di BSD. Katanya “kok jauh amat belanjanya ?” He..he..he..jadi malu.
Akhirnya pilihan kami jatuh pada kios nasi gudeg & nasi liwet. Tapi yang dijual disini cukup beragam loh, ada nasi langgi, nasi pecel, soto, lontong sayur, dll. Duduknya di kursi kayu tinggi dan bermejakan kayu yang menempel disekeliling kios ini. Duduknya pun ngak boleh boros, harus berhimpitan saling berbagi dengan pengunjung yang lain. Aku pesen nasi liwet & suami pesen nasi pecel+krecek+telor+ayam opor+empal+rempeyek teri, rame banget ya. Nasi liwet ku berisi suwiran ayam, ½ telor, tim tahu, disiram areh (santan kental) & sayur labu berkuah merah dimangkok terpisah, dimakan bersama rempeyek, uenak tenan. Porsi nasinya cukup nendang diperut, jumlah lauknya juga seimbang, ngak pelit ngasihnya & yang pasti rasanya enak, sehingga tak terasa hidangan habis kami santap, nyam nyam.
Setelah perut penuh terisi, kami kembali berjalan-jalan menyusuri berbagai los & kios. Karena tidak ada rencana belanja, kami hanya membeli se ons teri medan untuk membuat kering tempe kacang teri, dan obat batuk herbal di sebuah toko obat cina untuk mengobati batuk ku yang tak kunjung sembuh. Rupanya didalam pasar ini restoran Oen Pao ada juga loh, penuh pula.
Setelah puas berjalan di dalam pasar, kami pun beralih menyusuri ruko diluar pasar. Sebagian besar ruko menjual masakan, tapi ada juga tempat kursus bahasa, kursus masak bogasari, ada toko peralatan bikin kue, terus ada sebuah toko pudding dimana pudding berbentuk imut, lucu & bagus banget serta aku ingat ini pernah dibahas di Detikfood. Ah aku jadi teringat ibu ku & tetangga geng kepompong ku, pasti mereka senang sekali diajak kesini.
Minggu depannya kami kesini lagi, tapi sekarang waktunya adalah malam hari. Jangan bingung ya, malam-malam ke pasar, mana pasarnya tutup pula. Karena kompleks ini menjelma menjadi wisata kuliner malam yang komplit buanget. Berbagai warung tenda buka disini, bahkan ada juga ruko makanan yang buka sejak pagi sampai malam. Mau masakan khas negara Jepang, Korea, Thailand, Cina, atau dari berbagai daerah di nusantara, ada disini, mantap kan.
Karena udara cukup dingin kami pun memilih makan shabu-shabu di Genji. Letaknya di dekat pintu timur pasar dan terdapat di 2 tempat yaitu didalam ruko & di warung tenda didepan ruko. Kami pun memilih bersantap didalam. Walaupun ruangannya cukup sempit, tapi saat itu lebih baik karena diluar gerimis sudah mulai turun.
Ketika lembaran menu disodorkan, tertulis ada 3 macam shabu, yaitu shabu-shabu : bumbu Jepang, kuah tom yam & iga sapi. Lalu ada 3 macam porsi, untuk sendiri, 2 & 3 orang. Isi nya bisa pilih : aneka daging baik lokal maupun import, udang, cumi, pangsit, baso, sayuran, tahu, jamur & telor. Bisa pake nasi, soun atau udon. Menu lainnya : iga bakar & yakiniku. Pilihan kami jatuh kepada shabu-shabu bumbu Jepang, yang direbus sendiri didalam sebuah mangkuk sapo, diatas kompor gas kecil diatas meja. Ketika dimakan, rasanya hmm sungguh enak & segar, kuah kaldunya juga sudah gurih. Nikmatnya sekelas dengan restoran, walaupun harga disini jauh lebih murah. Harga paling murah untuk baso-basoan adalah Rp 2.000 & yang paling mahal adalah daging new Zealand sirloin Rp 32.000.
Selesai menyantap makan malam, kamipun mengitari kompleks dengan memakai mobil, melihat-lihat warung yang ada. Sungguh beragam, dari masakan seafood, bubur ayam, Chinese food, Pattaya masakan Thailand sejenis shabu-shabu, bakmi Jogja, bebek goreng, dll pokoknya susah disebutkan saking banyaknya. Nah sekarang ngak bingung lagi kan kalo lagi pengen makan enak dengan budget terbatas.
Monday, December 28, 2009
ULASAN KULINER : BASO URAT BOBOHO (*)
Menunggu jam besuk sore hari di RS Azra Jl Raya Pajajaran Bogor sempat membuat kami bingung hendak menunggu dimana, karena kondisi cuaca yang hujan rintik-rintik membuat kami malas turun ketempat perbelajaan. Tapi tanpa sengaja kami melewati jalan Bangbarung Raya & melihat sebuah antrian parkir mobil disebuah tempat makan yang bernama Baso Urat Boboho, Jl. Bangbarung Raya no. 51, Bantarjati Bogor, telpon 0251 835 3774. Wah boleh juga nih, cocok untuk menunggu sambil mengisi perut & menghangatkan badan yang kedinginan akibat hujan ini.
Setelah kami memarkir mobil diseberang jalan, kami berpayungan & berlari memasuki tempat makan yang terbuka & sederhana ini, tapi cukup nyaman karena tempatnya lumayan luas & bersih. Pelayan disini cukup banyak & berseragam, dengan sigap menanyakan pesanan kami. Tapi karena baru sekali kesini, kami harus membaca daftar menu yang tersedia dimeja, isinya adalah mi baso urat 1 porsi Rp 10.000, kalau ½ porsi Rp 8.000, ada juga mi yamin Rp 7.000, bila plus baso menjadi Rp 11.000. Minumannya yang tersedia adalah aneka jus & aneka varian es seperti es teller, es campur, es kelapa & es jeruk, semua dibanderol dengan harga @ Rp 7.000. Nah pesanan ku adalah seporsi baso urat tanpa mi, sedangkan pesanan suami adalah mi yamin baso. Terus walapun kedinginan, kami tak mampu menolak semangkuk es teller.
Tak perlu menunggu lama, pesanan kami pun segera tiba. Semangkok baso berisi 1 baso urat besar yang dibelah 4 seperti kembang, 4 baso halus kecil, toge mentah, sawi, bawang goreng & ada beberapa potongan kecil kecoklatan yang mengambang. Apa ini ? Segera ku sendok & ku kunyah, oh rupanya ini adalah gajih atau tetelan yang digoreng garing, jadi rasanya kriuk kriuk gurih serasi dimakan bersama kuah baso yang bening, gurih & tak berminyak. Nyam nyam. Untunglah aku memesan baso tanpa toge & sawi, karena aroma toge dengan kuat menyeruak seiring dengan asap kuah baso yang panas. Kalau aku sih tak lupa memasukkan potongan kripik pangsit yang tersedia didalam keranjang plastik. Nah kalau suami tak lupa memasukkan sambal cabe rawit hijau. Kulirik mi yamin nya yang berwarna kecoklat & bertabur bawang goreng, kelihatannya cuma sedikit. Kucicipi sedikit, rasanya, hem bagaimana ya, kok lengket ya, wah kayanya aku ngak doyan nih. Setelah selesai menyantap sajian, badan sudah mulai agak berkeringat, tapi segera kami dinginkan lagi dengan menyeruput es teller, ah nikmat, dingin menyegarkan, menghapus rasa gurih & pedas sisa baso tadi. Secara keseluruhan sajian ini pantas direkomendasikan karena isi nya yang unik, rasanya enak & ramah dikantong.
ULASAN KULINER : RUMAH SUMSUM (**)
Kedatangan kami ke Bogor disambut hujan deras sekali, sehingga kami yang berada didalam mobil menjadi mengigil kedinginan. Akhirnya rencana makan siang kami mencari soto mi menjadi gagal total, karena malas kehujanan pas turun dari mobil. Tapi perut lapar memaksa kami menyusuri jalanan mencari-cari tempat makan alternative yang lebih nyaman & tidak kehujanan. Kebetulan sekali ketika melewati jalan Lawang Gintung no. 21 (Bogor Selatan 16134), perlahan kami menepi karena tertarik pada papan nama sebuah rumah makan yaitu Rumah Sumsum (telpon 0251 831 4579). Wah suami ku sungguh berbinar-binar menemukan makanan favorit nya yang jarang ada. Sungguh cocok untuk menghangatkan badan yang kedinginan ini. Tapi dalam hati ku berharap, semoga ada menu lain karena saya tidak doyan sumsum.
Pelayan dengan sigap memayungi kami sampai kedalam rumah makan dengan desain terbuka ini. Tempatnya cukup nyaman, bersih, tidak terlalu luas tapi tidak sempit. Kami segera mempelajari menu yang disodorkan & untunglah lumayan beragam, yaitu menu aneka sate, iga, ayam, empal, sop sumsum, sop buntut, sop kambing, sop ayam kampung, aneka nasi bakar yang ternyata semua pedas serta nasi sunda. Terus ada juga dessert andalan yaitu es bubur sumsum, yang langsung kami pesan. Suami ku segera memilih nasi bakar sumsum plus sop sumsum, sedangkan aku tadinya memilih nasi sunda, tapi ayamnya bukan ayam kampung sehingga beralih memilih sop ayam kampung.
Ketika pesanan datang, mata kami terbelalak melihat ukuran tulang sumsum didalam sop, wow besar sekali ya. Kayanya kami belum pernah menemukan ukuran tulang sebesar ini di rumah makan di Jakarta. Tulang yang penuh dengan sumsum ini disajikan didalam kuah sop panas dalam sebuah mangkuk putih & berisi potongan wortel, kentang, daun bawang, tomat, bawang goreng serta potongan kecil daging sapi, lalu diberi sedotan besar serta sendok kecil bergagang panjang. Sedikit kucicipi sumsumnya yang berlemak & kuah sopnya yang bening tapi gurih ini, hmm enak. Suami ku langsung seruput seruput slruup, asik menyedot si sumsum dalam tulang.
Kemudian dia mulai membuka nasi bakarnya yang berukuran tidak terlalu besar ini, nasi disajikan diatas piring bersama potongan bawang merah & cabe merah serta sambal kacang. Ketika daun pisang dibuka, wuih sungguh berminyak, karena nasi dicampur dengan sambal merah & sumsum lalu dibakar, sehingga nasi menjadi merah & berminyak. Ketika kucicipi rasa nasi gurih-gurih pedas & sungguh berlemak. Oh no. Kulihat dia sih asik asik saja melahap sajian ini. Hmm be careful darling, jangan keseringan.
Sekarang giliran ku nih, sop ayam disajikan dalam mangkuk, kuahnya berwarna bening kekuningan tapi tidak terlalu berminyak, berisi suwiran ayam, irisan kol, potongan tomat, daun bawang & bawang goreng. Ketika kumakan, hmm rasanya gurih nikmat, tak berlemak. Tak memerlukan waktu lama bagi kami untuk menandaskan sajian panas mengenyangkan ini.
Nah sekarang giliran dessertnya, penampilannya sungguh mantap, disajikan dalam gelas tinggi, isinya secara berurutan adalah potongan nangka paling bawah, lalu potongan bubur sumsum hijau, lalu cente manis merah bulat, lalu diberi es batu serta susu kental manis putih & coklat. Rasa wow, unik, manis & menyegarkan, nyam nyam slruup. Nikmatnya rasa manis ini cocok menghalau rasa gurih, pedas & berlemak sisa santap siang kami.
Rumah makan ini pantas direkomendasikan, harganya pun masuk akal, berkisar antara Rp 12.000 – Rp 23.000 & minumannya berkisar antara Rp 2.000 – Rp 12.000. Sedangkan menu yang kami makan adalah nasi bakar Rp 12.000, sop sumsum Rp 23.000, sop ayam Rp 19.000, nasi putih Rp 3.000 & es bubur sumsum Rp 12.000, total kami membayar Rp 69.000 plus 2 gelas teh panas gratis. Nah boleh tuh dicoba, asal ingat kadar kolestrol anda.
Sunday, December 27, 2009
ULASAN KULINER : SAUNG DESA (*)
Jalan Cipete Raya Jakarta Selatan sungguh kaya akan pilihan kulinernya, dari awal sampai ujung jalan padat dengan berbagai pilihan tempat makan, dari martabak sampai steak. Masakan Indonesia saja ada beberapa resto seperti Dapur Sunda, Sambara, Sate Tomang hingga Ikan Bakar Cianjur. Bahkan sekarang bertambah 1 resto lagi yaitu Saung Desa, Jl. Cipete II no 1 Jak Sel 12410, telpon 021766 7000, Fax 021 766 2680. Walaupun belum begitu lama berdiri, resto ini sudah mendapatkan hati para penggemarnya, terbukti dari parkirannya yang selalu penuh terisi, & menimbulkan rasa penasaran kami yang sering melewati jalan ini.
Akhirnya kesempatan itu datang juga. Saya bersama suami pun mampir untuk makan siang. Memasuki resto ini, ruangan lumayan luas & nyaman, interiornya mirip-mirip dengan resto-resto masakan sunda lainnya yang berada dijalan yang sama. Disebelah kiri ruangan kita langsung berhadapan dengan display makanan yang panjang & bisa langsung kita pilih, terdiri dari aneka jenis masakan ayam, bebek, ikan, pepes, tumis serta aneka lauk pelengkap. Tetapi apabila kita langsung dudukpun akan disodori buku menu yang berisi aneka menu seafood yang lumayan lengkap.
Karena kami berniat makan ikan gurame dan jenis pilihan masakannya banyak, maka kami pun bertanya, jenis masakan apa yang menjadi unggulan. Pelayan menyarankan ikan gurame goreng saus saung desa dan kami pun setuju. Sebagai tambahan kami memilih tumisan jamur, daun singkong, serta ikan asin kapas cabe ijo. Minumannya kami pilih kiwi fantasi yang gambarnya mengundang selera.
Karena kata pelayannya, saus saung desa itu sedikit pedas, maka kami ingin penyajiannya dipisah. Ikan disajikan dipiring, tidak melengkung, penampilan sausnya merah, berisi potongan tomat, cabe merah, daun bawang, bawang putih & kemangi, penampilan & rasanya mirip saus asam manis, cuma bedanya ini sedikit lebih pedas. Tambahan lauk lainnya rasanya standard saja, tidak istimewa, bahkan ikan asinnya keras & tidak kriuk gitu loh, jadi beda dari bayangan. Secara keseluruhan rasa masakan ini standard tapi lumayanlah, sebagai alternative restorant sejenis.
Yang lumayan istimewa justru jus nya, si kiwi fantasi adalah jus dalam gelas tinggi, terdiri dari 3 lapis jus yaitu paling bawah jus kiwi warna hijau, jus jeruk warna kuning, jus sirsak warna putih. Perpaduan rasa kiwi yang paling asam, rasa jeruk yang manis asam & rasa sirsak yang manis saja menjadikan rasa jus ini menjadi segar & unik, cocok banget untuk membilas rasa pedas & gurih yang tersisa dari lauk makan siang tadi.
Mengenai range harga disini juga standard kok, menu yang dalam display antara Rp 3.500 – Rp 27.000, sedangkan harga menu seafood per 100 gr antara Rp 7.500 – Rp 24.000 (udang pancet). Kami sendiri menghabiskan Rp 113.000 incl tax. Nah silahkan mencoba alternatif baru.
Thursday, December 24, 2009
ULASAN KULINER : SOUP RESTAURANT (**)
Soup Restaurant ? Sebelumnya aku sama sekali tidak tau mengenai keberadaan restaurant ini, maklumlah karena letaknya berada di Plaza Indonesia lt. 3 no 22, Jl. MH Thamrin 28-30, Jak Pus, telpon 021 3983 8220, dan aku jarang banget ke Plaza ini. Tetapi kemudian aku telah memenangkan voucher makan gratis dari Detikfood, dan jadilah malam minggu lalu aku mengajak suami beserta orangtua makan kesini. Sebelumnya ku telfon dulu dong untuk mereserved tempat & memastikan kehalalannya, yang Alhamdulillah halal.
Sesampainya disana, rupanya restaurant ini sungguh penuh & ada antrian didepan pintu masuk. Untunglah aku sudah reserved. Kami mendapat meja bulat dipojok ruangan. Walaupun restaurant ini cukup luas karena terdiri dari 3 kavlling (dari no 22-24), tetapi tetap saja terasa agak sesak karena penuhnya pengunjung, meja yang berdempetan & pelayan yang sibuk hilir mudik melayani pengunjung.
Segera kami membaca & mendiskusikan berbagai pilihan menu kami. Walaupun judulnya Soup Restaurant, menu disini rupanya cukup banyak & bervariatif. Menu soup nya sendiri hanya 8 jenis. Sedangkan menu lainnya adalah berbagai menu ayam, daging sapi, seafood, mi, nasi, sayur bahkan daging rusa. Semua menu ini sangat kental dengan nuansa khas tradisional cina dan banyak memakai bahan-bahan herbal, sehingga makanannya dipastikan cenderung menuju ke makanan sehat. Bahkan menu supnya bisa menjadi obat. Hal ini bisa terlihat dari judul supnya & bahan supnya, yaitu sup ayam dengan tim waisan & akar gingseng, sup ayam hitam dengan tim scallop kering, sup ayam dengan labu & kurma cina, sup ayam dengan tien chee, sup buntut herbal dll dimana rempah-rempah khas tradisional cina ini sebagian besar aku memang kurang familier.
Untunglah didalam buku menu ini, semua menu ada gambarnya, sehingga memudahkan kami. Maka pilihan kami adalah Sup buntut helbal, tahu sapi cincang, nasi tim ayam jamur, nasi goreng yangchow, selada saus tiram & nasi sapo sapi. Sengaja kami pilih menu yang familier karena takut tidak doyan. Sembari menunggu pesanan kami datang, pelayan menghidangkan sepiring kacang tanah rebus yang ukuran kacangnya besar-besar & ketika dimakan rasanya enak sekali, manis & sangat empuk, hmm aku sampai ketagihan. Rupanya pelayanan disini cepat sekali ya, apalagi kalau mengingat pengunjung yang penuh. Tak berapa lama sup buntut pun datang, disusul pesanan kami yang lainnya. Semua disajikan dalam piring & mangkuk saji keramik putih.
Pertama kucicipi sup buntutnya yang berisi beberapa potong tulang buntut, wortel & kentang, rasanya sangat alami, tanpa rasa msg, cenderung manis yang berasal dari kaldu & rempah-rempahnya serta tidak berlemak, jauh deh dengan rasa sup buntut kebanyakan, terus daging buntutnya itu loh empuk banget, jadi ngak perlu cape mengunyah. Kemudian kuambil nasi gorengnya, yang berwarna putih kekuningan dan berisi telur orak arik, rasanya enak & pas bumbunya. Kemudian tahu sapi cincang adalah tahu sutra yang sudah dihancurkan dan dicampur dengan tumisan daging sapi cincang, rasanya empuk & terasa asin manisnya. Nasi timnya adalah nasi yang dikukus bersama 2 potong ayam & jamur utuh, rasanya juga enak & bumbu rempahnya terasa sangat meresap. Sedangkan nasi sapo sapi adalah nasi yang disajikan dalam mangkuk sapo, kemudian permukaan nasi ditutupi daging sapi cincang yang empuk & rasanya gurih manis, lalu dihiasi oleh sebuah kuning telur matang yang utuh, hmm cantik & lezat. Terakhir selada saus tiram adalah selada yang ditumis dalam saus tiram. Pokoknya keseluruhan masakan rasanya enak, pas bumbunya, terasa asin manisnya, semua lauknya empuk & tidak terasa pemakaian msg. Pantas diancungi jempol. Pantesan semua orang rela antri demi masakan lezat & menyehatkan ini.
Mengenai harganya adalah sup buntut Rp 45.000, tahu sapi Rp 35.000, nasi tim Rp 28.000, Nasi goreng Rp 35.000, nasi sapo Rp 32.000 & selada Rp 32.000. Tapi kenapa ya nasi sapo yang penuh dengan daging sapi cincang & diberi telur itu sama harganya dengansepiring selada ya ? Sungguh aneh. Harga minumannya adalah fresh orange Rp 25.000 & es teh Rp 8.000. Yang mengagetkan & saya sesali adalah ditagihnya kacang rebus Rp 7.000 serta 4 tisu basah @ Rp 500. Ih maksa banget. Sebagai catatan, disini tidak disediakan wastafel sehingga apabila ingin cuci tangan harus keluar restaurant dan berjalan agak jauh ke toilet umum. Aduh. Total ku membayar hanya Rp 65.835 aja, itu setelah dikurangi voucher sejumlah Rp 200.000. Terima kasih Detikfood atas kesempatannya untuk menikmati pengalaman baru kuliner lezat & menyehatkan ini.
Sunday, December 20, 2009
ULASAN KULINER di : TERASKOTA
TERASKOTA ENTERTAINMENT CENTER, Jl. Pahlawan Seribu, CBD Lot VII B, Lengkong Gudang Serpong, BSD City 15322
1. AUNTY LI KOPITIAM (*)
Nasi Dagang ? Wah kayanya baru denger tuh. Begini ceritanya, ketika aku mengunjungi sebuah entertainment center didaerah BSD yaitu “Teras kota” minggu lalu, dan ingin mencoba kenikmatan kuliner baru untuk makan siang, mata langsung tertumbuk pada sebuah kedai yang bertuliskan “Aunty Li Kopitiam”. Hmm boleh juga nih dicoba.
Memasuki ruang kedai ini, ruangannya benar-benar kecil & pas-pasan. Didalam hanya tersedia sebuah meja bulat besar & sebuah meja kotak kecil. Karena aku cuma makan berdua, otomatis ku menempati meja yang kecil tsb. Di teras depan juga dipasangi beberapa meja sih, tapi karena udara sedang panas, maka kami lebih memilih duduk didalam ruangan saja.
Menu yang disajikan disini rupanya tidak terlalu beragam, tapi benar-benar masakan andalan disini. Jadi ketika saya bertanya apa menu andalan disini, jawabannya adalah nasi dagang & mi kacang. Nama masakan ini terasa asing ditelinga kami sehingga kami pun bertanya daerah asal masakan ini, yaitu kuliner khas kepulauan Riau.
Menu nasi dagang disajikan dengan berbagai pilihan yaitu porsi kecil yang dibungkus dengan daun & porsi besar yang disajikan dipiring dengan pilihan lauk ayam atau lauk daging sapi, telur & ikan teri goreng. Nah saya pun memilih dengan ayam goreng. Lalu ada menu mi, yaitu mi kacang sebagai menu andalan tidaklah kami pilih, tetapi suami ku lebih memilih mi ayam biasa. Tersedia juga menu lontong melayu, otak-otak serta beberapa pilihan minuman teh & kopi.
Sambil menunggu pesanan kami tiba, saya mulai mengamati ruangan ini. Didinding belakangnya terpampang sebuah poster merah menyala yang berisi gambar Aunty Li, lalu huruf kanji cina & tulisan “Aunty Li Kopitiam” dibawahnya, lalu dibawahnya lagi ada tulisan “History of Aunty Li Kopitiam”, lalu dibawahnya ditulis sejarah yang menerangkan bahwa Aunty Li ini berasal dari keluarga peranakan Cina Malaysia yang menyajikan kuliner dengan resep keluarganya yang turun temurun. Terus dinding sebelah kanan juga dipenuhi poster gambar masakan yang disajikan disini, hmm tampak menggiurkan. Sedangkan didinding sebelah kiri ada sebuah jendela sebagai tempat mengeluarkan masakan dari ruang dapur.
Tak lama datanglah pesanan kami. Rupanya nasi dagang itu adalah nasi yang dimasak bersama rempah-rempah dan diaduk bersama butiran kacang hijau kecil sehingga warna nasi menjadi agak kecoklatan, rasanya hmm enak & gurih, nasinya pulen & wangi aroma rempah. Nasi disajikan bersama ayam goreng sesuai dengan pesananku, tapi ayam gorengnya tidaklah istimewa & bahkan bukan ayam kampung. Kemudian diberi sambal merah, krupuk serta hiasan timun, tomat & kol.
Kemudian mi ayamnya adalah mi yang diberi ayam cincang yang berbumbu warna coklat serta irisan ayam merah, lalu diberi toge mentah & sayur sawi, serta disajikan dengan kuah yang terpisah. Rasanya enak & gurih, mi terasa lentur, tapi porsinya tidak terlalu besar sehingga dalam hitungan menit, mi pun segera tandas.
Selesai menyantap makan siang kami yang bercitarasa gurih, memang pas bila dibilas dengan es susu yang rasanya manis, berwarna pink serta berisi cente manis, hmm segar. Harga makanan nya pun tidak membuat kantong kering yaitu nasi dagang Rp 19.500, mi ayam Rp 14.500 & es susu Rp 10.000 sehingga kami cukup membayar Rp 49.125 saja. Nah mari kunjungi kedai dengan citarasa unik ini. Telfon 021 300 25 800.
2. Menghapus Stress Dengan Cup O'Brownie (***)
This summary is not available. Please
click here to view the post.
Subscribe to:
Posts (Atom)