Saturday, October 10, 2009

Unik dan Lezat Nasi Dalam Bambu (*)






Kania Kurniasari - detikFood
Jakarta - Nama: Kania kurniasari
Email: kania.kurniasari@xxx.com
http://food.detik.com/read/2009/11/02/161026/1233477/290/unik-dan-lezat-nasi-dalam-bambu

Hidangan yang satu ini memang cukup unik. Pasalnya nasinya disajikan dalam balutan bambu plus berbagai rempah yang harum nikmat. Rasanya gurih lezat dengan aneka lauk-pauk seperti bebek, lele, cumi, udang yang menggugah selera. Mau coba?

Daerah Serpong Tangerang memang luar biasa karena perkembangannya yang sangat pesat. Padahal cuma sebulan saja kami tidak kesana, yakni selama bulan puasa. Eh tiba-tiba sudah banyak kuliner baru yang patut dicoba dan salah satunya adalah Nasi Jambronk & Nasi Bumbung ini.

Dari namanya saja sudah unik & mengundang rasa penasaran, sehingga ketika kami ada janji dengan seorang teman didaerah Serpong, segera kami adakan pertemuan di sana. Letak restoran ini berada di Ruko Paramount center blok A-26, Jl. Raya Kelapa Dua, Gading Serpong, Tangerang.

Memasuki ruko yang masih baru & bersih, interior ruangan terdiri dari meja dan kursi kayu (tanpa senderan) serta dinding yang dihiasi oleh berbagai foto menu makanan yang mengundang selera. Setelah duduk, kami disodori buku menu yang disertai foto-foto makanannya.

Karena belum mengerti kami pun banyak bertanya. "Nasi Bumbung itu apa sih?" tanya saya kepada sang pelayan. "Nasi bumbung itu nasi yang sudah diberi bumbu dan didalamnya terdapat campuran irisan wortel & sosis. Kemudian nasi dimasak dan disajikan dalam bumbung atau bambu," jelasnya.

Sedangkan Nasi Jambronk menurutnya nasi yang diolah dengan bumbu inti atau rempah-rempah sehingga rasanya sangat gurih, mirip dengan nasi uduk. Tetapi bedanya nasi Jambronk ini rasanya lebih gurih lagi dari nasi uduk. Kedua jenis nasi tersebut bisa disajikan dengan berbagai macam pilihan lauk yaitu bebek goreng (lauk andalan disini), lalu ayam goreng, cumi & udang goreng tepung, jeroan, babat, iso, empal, gurame bakar serta lele goreng.

Kami bertiga sepakat memilih nasi Bumbung yang penampilannya lebih unik dari pada nasi Jambrong. Kalau saya memilih paduan lauknya udang goreng tepung, suamiku pilih lele goreng & teman saya memilih bebek goreng. Untuk minumannya selain es teh manis yang standar ada pula banyak pilihan menu jus.

Ketika pesanan kami datang, oh betapa unik penampilannya. Nasi dimasukan ke dalam sebuah bambu, dimana sebelumnya nasi telah dilapisi janur. Ketika kami bingung bagaimana cara menyantapnya, si mbak pelayan menyuruh kami untuk menarik janurnya sehingga nasi pun keluar dari bambu.

Lauk, lalapan, tahu serta sambal disajikan diatas selembar daun pisang yang ditaruh disebuah keranjang bambu. Sedangkan nasi bambunya diletakkan berdiri menjulang ditengah-tengah. Kemudian janur yang melapisi nasi ditarik keluar, nasi berwarna agak kemerahan karena campuran wortel & sosis, dan terlihat masih mengepul panas.

Ketika disuap, hmmm memang enak & gurih serta wangi janur. Udang gorengnya pun enak & gurih, serta ukurannya cukup besar. Teman saya pun berkata sambil menikmati sajian tersebut, "Wah memang enak ya." Sampai-sampai dia pun membungkus 3 porsi nasi Bumbung bebek goreng sebagai oleh-oleh keluarganya.

Mengenai harga rumah makan ini cukup ramah dikantong. Nasi Bumbung udang dihargai Rp 20.000, Bebek Rp 21.000,00 dan Lele Rp 10.000,00. Iseng kamipun bertanya pada si mba pelayan tentang asal usul makanan ini. Menurutnya sajian ini adalah kreasi dalam menghidangkan nasi dengan inovasi baru atas proses & penyajian unik, yang berasal dari Jl. Kaliurang Jogjakarta. Sedangkan rumah makan yang terletak di Serpong ini merupakan salah satu waralabanya.

Bagi yang penasaran dengan Nasi Jambrok atau Nasi Bumbung segera saja meluncur ke bilangan Serpong. Nah, selamat mencoba ya!

Nasi Jambronk & Nasi Bumbung
Ruko Paramount center Blok A-26
Jl. Raya Kelapa Dua, Gading Serpong
Tangerang
Telp: 021-33121314
Jam Buka: 11.00 - 21.00

ULASAN KULINER : BASO MALANG “ENGGAL” (**)



Selama ini aku belum pernah pas Lebaran pergi keluar kota, kebayangkan macetnya, lagipula ortu & mertua ada disini, serta rumah kan kosong gak ada pembantu, jadi rada gak nyaman tuk bepergian. Tapi lebaran kali ini, suami ada acara halal bihalal anak SMA di Bandung pas H+1, so pergilah kami ke Bandung. Ternyata mencari tempat makan pas Lebaran itu susah banget ya, dimana-mana parkiran penuh, antrian panjang serta makanannya habis.
Nah esok harinya kami ingin segera pulang, tapi karena takut kelaparan lagi di jalan tol, maka kami sepakat pulang sehabis makan siang dari Bandung. Karena badan kami berdua sedang meriang, maka diputuskanlah ingin makan yang kuah-kuah panas. Tapi dimana ya ?
Suami segera teringat sebuat rumah makan Baso Malang di daerah Burangrang. Sesampainya kami disana, aduh betapa terkejutnya aku, karena antrian telah mengular sampai trotoar depan jalan raya. Akhirnya saya turun duluan untuk mengantri, sementara suami masih memutari jalan untuk mencari parkir.
Sembari antri saya perhatikan tukang rujak buah didekat pintu masuk juga ketiban rezeki, sangat sibuk melayani para pembeli baso yang sedang berdiri, antri dan kepanasan, sehingga mereka memilih antri sambil makan buah yang disajikan dalam plastik & diberi tusukan.
Kucuri dengar para pengunjung yang saling berbincang, “jangankan pas lebaran, hari biasapun baso ini selalu antri”. Wah rupanya baso ini top ya. Lalu ada lagi pengunjung yang menimpali “Padahal dulunya baso ini cuma gerobak kaki lima diseberang jalan ini loh” Wah wah hebat pikirku. Jadi gak sabar ingin segera mencicipi.
Suami segera bergabung ketika aku sudah mencapai meja tempat tumpukan mangkok baso. Oh rupanya system disini adalah antri untuk ambil mangkok sendiri, lalu isi bawang goreng & daun bawang sendiri, pilih baso sendiri yang terdiri dari gorengan : baso, siomay & resol (bentuknya kaya lumpia, tapi isinya mirip siomay), lalu yang basah : siomay, baso urat, baso halus (ada 2 ukuran, besar & kecil), tapi gak ada tahu, mungkin tukang tahu masih Lebaran.
Setelah selesai, mangkok kita diambil alih pelayan, lalu disiram kuah. Sembari kita memesan minuman & langsung membayar, mangkok baso telah diantar oleh pelayan. Untung suami telah mendapatkan meja, sehingga kami segera siap menyantap semangkok penuh baso panas mengepul.
Saya telah memilih semua jenis baso, jadi bisa membandingkan rasanya. Yang paling enak baso urat dong, yang kedua siomaynya. Kuahnya banyak, bening & segar, pokoknya enak deh. Setelah menyantap ini, badan menjadi lebih segar, karena keringetan, dan rasa meriang pun hilang.
Mengenai harganya, sangat bersahabat dengan kantong, yaitu baso urat & baso halus besar @ Rp. 2.000, baso halus kecil, siomay & resol @ Rp. 1.250, orange juice @ Rp. 6.000. Nah enak & murah kan.
Oh ya ada tambahan yang harus dicatat adalah ada pengumuman didinding bahwa baso dijamin bebas borax, sehingga gak perlu ragu & bertanya-tanya. Lalu tempat makan yang luas, bersih, ada toiletnya, tidak panas, telah menjadikan rumah makan ini sekelas restoran, suatu sukses yang luar biasa bila mengingat dulu cuma sekedar gerobak pake tenda. Yang terakhir, jam buka adalah pk 10 pagi – 10 malam. Nah mari kawan-kawan silahkan mencoba, saya kasih alamatnya ya : Jl. Burangrang No. 12 (Jl. Pasteur No. 61), dekat SMA BPI, telpon 022-7334000.

ULASAN KULINER : TRATTORIA BANG HENDRI (*)

Buat kawan-kawan dikawasan Kebayoran baru, ada info tempat makan baru nih. Biasanya kalo pulang kantor terus ditanya, mau makan dimana, suka rada bingung, karena udah pada dicobain semua, apalagi kalo lagi kanker, alias kantong kering. Nah pernah nih pas malem-malem ku lewat jalan Ahmad Dahlan deket ps Mayestik, kok ada tempat makan (baru liat) yang keliatannya cukup ramai dikunjungi. Jadi penasaran kan, sehingga pas ada pertanyaan lagi “mau makan dimana Yang ?” dari suami, langsung aja ku ajak kesitu.
Tempat tepatnya ada di Jl. KH Ahmad Dahlan no 11-13, daerah Gandaria, deket ps. Mayestik, diseberang Labschool, atau persis diseberangnya Circle K. Kalau malam hari, dari luar kelihatan ada deretan lampu kecil warna warni menghiasi tempat ini. Memasuki tempat makan ini yang menyerupai foodcourt di dalam ruangan luas & terbuka, suasana santai jelas terlihat dari beberapa beberapa pengunjung yang duduk di sofa sembari ngobrol, merokok & leyeh-leyeh, atau terpaku menatap laptop, karena disini difasilitasi dengan free wifi serta 2 buah TV plasma. Sedangkan disepanjang pinggiran ruangan, berderet para tenant makanan. Kalau mau berkeliling dulu melihat satu persatu boleh aja sih, tapi kalau mau langsung duduk pun buku menu yang super tebal langsung diantarkan ke meja kita. Tinggal kita kebingungan memilih menu yang sangat beragam ini.

Beberapa tenant yang sempat saya catat adalah :
1. Bebek Ireng Surabaya
2. Teppanyaki
3. Baso rambut meduza
4. Mi aceh & nasi goreng pondok sabang
5. Soto mi & toge goreng Bogor pak Item
6. Ikan bakar Carnival
7. Kambing bakar madu, sate & sop iga sapi Tanjung
8. Soto ayam ambengan Kelapa Gading
9. Soto Jakarta bang Madun
10. Mi Cemot
11. Sop buntut & konro - Warung empok Epa
12. Baraya nasi sunda
13. Tenda menado
14. Pempek Bange-bange
15. Lontong kari & sop buah Bunda bandung
16. Siomay Rianita
17. Dimsum Phinten
18. Es pisang hijau
19. Chinese food

Wah wah banyak banget ya jenisnya. Akhirnya saya pun memilih dimsum, karena tidak begitu lapar, dan suami lebih memilih nasi capcay & es pisang hijau. Kami perhatikan ditengah ruangan ada soundsystem & microfonnya. Rupanya kalau weekend suka ada life music disini, sehingga tempat ini sangat cocok buat manusia-manusia yang mempunyai kesulitan untuk tidur malam.
Menu yang kami pilih kebetulan rasanya tidak begitu istimewa, tapi memang sesuai dengan harganya, yaitu nasi capcay + teh Rp 20.000, es pisang ijo Rp 10.000 serta dimsum @ Rp 10.000. Nah kan makan berdua ngak sampe Rp 50.000, hemat bukan. Yang penting tempat ini sangat layak dicoba, terutama buat yang ingin nongkrong.

Wednesday, October 07, 2009

Tuesday, August 18, 2009

ULASAN KULINER : SOTO PADANG H. ST. MANGKUTO (**)



Melewati jalan raya KH Ahmad Dahlan, yaitu dari jl. Radio Dalam menuju pasar Mayestik, banyak terdapat berbagai rumah makan, café dan restoran, sehingga cocok sebagai tujuan wisata kuliner. Tempat makan terbaru disini adalah Soto Padang H. St. Mangkuto, jl. Limau II no 2 (jl. Raya KH Ahmad Dahlan), kebayoran baru Jaksel, telpon 021 7278 9924. Dimana didalam papan nama rumah makan ini ada tulisan merupakan cabang Jl. Pintu Air no 26, Pasar Baru, Jakpus, telpon 021 385 7357.
Terus terang aku sih belum pernah coba makan soto padang cabang pasar baru ini, sehingga ketika suami tertarik mencoba makan disini, aku gak nolak, dengan asumsi aku toh bisa makan menu lain selain soto. Jadi ketika aku sudah duduk didalam & ditanya oleh pelayannya, aku bilang “dihidangkan aja pak”, maksudnya kaya di restoran padang biasa kan semua menu dihidangkan diatas meja. Tapi si mas nya bilang, “maaf Bu disini cuma ada soto padang”. Yaah penonton kecewa, ya sudah, sotonya dua.
Diatas meja sih tersedia berbagai macam bungkusan krupuk didalam keranjang, dan tak berapa lama datanglah soto pesanan kami. Seperti layaknya soto padang yang biasa kami makan, soto berisi bihun, perkedel kentang, daging goreng, dan kuah soto yang berwarna kuning serta ditaburi krupuk merah (muda) khas soto padang. Ketika dimakan, loh kok rasanya hambar kurang asin nih. “Pak minta garam” kata ku. “Sudah disediakan diatas meja Bu” kata si uda. Wah aku ngak lihat eh. Segera ku taburi garam secukupnya sembari ku aduk-aduk, dan ketika ku suap lagi, wow beda benar rasanya, menjadi jauh lebih enak. Rupanya memang penyajiannya sengaja dibuat dengan sedikit garam, sehingga dapat menyesuaikan dengan lidah para pengunjung. Maka dengan cepat, tandaslah soto kami berdua. Enak juga ya. Lagipula daging gorengnya juga cukup empuk. Karena pengalaman kalo makan soto padang ditempat biasa, daging gorengnya suka keras banget, bahkan ada yang pake paru segala. Selama ini soto padang yang aku nilai enak adalah soto padang dari RM Sederhana didalam ps Benhil & soto padang dari RM Mat Syukur. Sekarang bertambah lagi nih koleksi soto padang yang layak masuk peringkat.
Mengenai harganya tidak bisa dibilang murah sih, soto Rp 19.000 + nasi Rp 5.000 + Krupuk Rp 4.000 + Teh Rp 4.000 = Rp 32.000 dan bila makan berdua jadi Rp 64.000. Tuh kan lumayan mahal kan, tapi sesuai sih dengan kenikmatannya.

Wednesday, August 12, 2009

ULASAN KULINER : ORANGE (**)















Orange - Concept lounge, City walk Sudirman, 1st floor unit 1-2, Jl. KH Mas Mansyur no 121, JakPus, telpon 021 2555 8639/40.

Tuesday, August 11, 2009

ULASAN KULINER : AH TUAN EE'S (**)




Hari-hari mendekati bulan Ramadhan ini, makin hari makin panas aja. Jadi kalo dikantor bawaan nya ngantuk, padahal pekerjaan setumpuk. “Besok hari Jumat, enaknya makan apa ya?” kata suara dibalik punggung ku, si “Ratu makanan”. “Makan roti canai enak juga” kata suara disampingnya. “Lebih enak lagi makan roti tissue” kata si Ratu menyaut. Pikiranku melayang, mengingat-ingat waktu aku ultah kemaren, aku mentraktir seseorang di Ah Tuan ee’s. “Roti boom cheese lebih enak” kataku, gantian nyeletuk. “heem nyam nyam” kata mereka berbarengan. Emang iya, Roti bon cheese di Ah Tuan EE’s itu enak sekali, bikin ngidam. Itu tu, yang di Pacific Place Mall Lt. 4, kawasan SCBD, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, telpon 021 5797 3364/65.
Jadi begini ceritanya, kami berdua makan siang di Ah Tuan ee’s, dimana restoran ini menyediakan menu Malaysian nyonya cuisine. Sekilas info : Masakan Malaysian nyonya atau peranakan adalah masakan asli orang pribumi (Malaysia) yang dikombinasikan dengan masakan orang China, yang ditemukan oleh masyarakat Peranakan yang memiliki garis keturunan dari perkawinan antar negara yaitu antara orang-orang China yang pertama kali datang dan menetap dengan wanita-wanita Melayu, dimana masakan Peranakan ini mengkombinasikan/menggabungkan antara kemampuan memasak dan cita rasa dari kedua kebudayaan ini. Sedangkan Ah Tuan ee's itu sendiri berarti restoran milik auntie (dalam bahasa Cina disebut “ee”) ah Tuan.
Interior restoran ini unik loh, yaitu suasana rumah tradisional berkonsep peranakan kolonial, jadi banyak dipajang barang-barang jadul, dari alat hitung sempoa, koleksi uang-uang lama, pesawat telepon lama, foto-foto hitam putih, dan ada 1 pojokan yang berisi pajangan aneka bumbu dapur. Sebenarnya aku pengen foto-foto dekorasi disini, cuma pengunjung lagi rame sih, ada rombongan ibu-ibu lagi arisan, terus ada artis juga lagi makan disini, jadi malu, kaya turis aja, padahal kantornya diseberang.
Maka setelah kita merenungi buku menu, diputuskanlah kita memesan ikan belah, golden tau hoo & appertizer roti boom cheese yang gambarnya menggiurkan. Nah mari kita bahas. Roti boom cheese adalah roti canai yang rasanya gurih karena banyak mengandung serutan keju, diselingi rasa butter & susu kental manis, lalu diberi topping es krim vanilla. Wah wah enak banget rasa roti yang hangat manis-manis gurih berpadu dengan dinginnya es krim. Lezat. Seporsi dibagi 2 buat kami sih adalah ukuran yang pas. Karena ketika datang makan siang kami, ikan & tahu nya gede banget, untung nasinya cuma pesen seporsi.
Ikan belah adalah ikan gurame yang digoreng garing & melengkung, yang disajikan bersama sambal terasi yang warnanya merah banget, tapi pas dimakan, sama sekali gak pedes, tapi cocok sih buat ku, enak. Lalu golden tau hoo adalah tahu sutera bentuk persegi empat, yang buat kami sih berukuran lumayan besar, lalu diberi topping tumisan daging cincang, heem enak, tahunya lembut banget, daging cincangnya banyak & kuah tumisannya yang berwarna coklat keemasan juga terasa bumbunya. Tapi masalahnya kami kekenyangan, jadi tahunya ngak habis. Aduh. Kemudian bill yang datang adalah ikan belah Rp 52.000, golden tau hoo Rp 43.500, roti boom cheese Rp 23.000, total aku membayar Rp 166.320. Harga yang masuk akal sih menurutku.
Kring…kring…gubrak…bos telpon, aduh kebanyakan melamun nih…kacau.

EAT & EAT MALL KELAPA GADING



ULASAN KULINER : HONGKONG CAFE (*)













Hongkong Cafe, Jl. Sunda no 5, JakPus, telpon 021 310 7868/83.