Labels
- Kuliner Jakarta (224)
- Dakwah (99)
- Kuliner Bandung (53)
- Kuliner Tangerang (53)
- Pengalaman (37)
- yukmakan (20)
- Artikel (17)
- Detik Food (17)
- Kuliner Jateng (15)
- Kuliner Bogor (14)
- Kuliner Jabar (13)
- FOTO-FOTO (11)
- Hotel (6)
- Resep (6)
- Kuliner Cirebon (5)
- Kuliner Jatim (4)
- Kuliner Kalimantan Selatan (4)
- Kuliner Lampung (4)
- Prakarya (4)
- Kuliner Bali (3)
- Kuliner Medan (3)
- Jualan (2)
- Kuliner Thailand (2)
- Kuliner Malaysia (1)
- Kuliner Singapore (1)
- Kuliner Sulawesi (1)
- Novel (1)
Thursday, August 20, 2009
Tuesday, August 18, 2009
ULASAN KULINER : SOTO PADANG H. ST. MANGKUTO (**)

Melewati jalan raya KH Ahmad Dahlan, yaitu dari jl. Radio Dalam menuju pasar Mayestik, banyak terdapat berbagai rumah makan, café dan restoran, sehingga cocok sebagai tujuan wisata kuliner. Tempat makan terbaru disini adalah Soto Padang H. St. Mangkuto, jl. Limau II no 2 (jl. Raya KH Ahmad Dahlan), kebayoran baru Jaksel, telpon 021 7278 9924. Dimana didalam papan nama rumah makan ini ada tulisan merupakan cabang Jl. Pintu Air no 26, Pasar Baru, Jakpus, telpon 021 385 7357.
Terus terang aku sih belum pernah coba makan soto padang cabang pasar baru ini, sehingga ketika suami tertarik mencoba makan disini, aku gak nolak, dengan asumsi aku toh bisa makan menu lain selain soto. Jadi ketika aku sudah duduk didalam & ditanya oleh pelayannya, aku bilang “dihidangkan aja pak”, maksudnya kaya di restoran padang biasa kan semua menu dihidangkan diatas meja. Tapi si mas nya bilang, “maaf Bu disini cuma ada soto padang”. Yaah penonton kecewa, ya sudah, sotonya dua.
Diatas meja sih tersedia berbagai macam bungkusan krupuk didalam keranjang, dan tak berapa lama datanglah soto pesanan kami. Seperti layaknya soto padang yang biasa kami makan, soto berisi bihun, perkedel kentang, daging goreng, dan kuah soto yang berwarna kuning serta ditaburi krupuk merah (muda) khas soto padang. Ketika dimakan, loh kok rasanya hambar kurang asin nih. “Pak minta garam” kata ku. “Sudah disediakan diatas meja Bu” kata si uda. Wah aku ngak lihat eh. Segera ku taburi garam secukupnya sembari ku aduk-aduk, dan ketika ku suap lagi, wow beda benar rasanya, menjadi jauh lebih enak. Rupanya memang penyajiannya sengaja dibuat dengan sedikit garam, sehingga dapat menyesuaikan dengan lidah para pengunjung. Maka dengan cepat, tandaslah soto kami berdua. Enak juga ya. Lagipula daging gorengnya juga cukup empuk. Karena pengalaman kalo makan soto padang ditempat biasa, daging gorengnya suka keras banget, bahkan ada yang pake paru segala. Selama ini soto padang yang aku nilai enak adalah soto padang dari RM Sederhana didalam ps Benhil & soto padang dari RM Mat Syukur. Sekarang bertambah lagi nih koleksi soto padang yang layak masuk peringkat.
Mengenai harganya tidak bisa dibilang murah sih, soto Rp 19.000 + nasi Rp 5.000 + Krupuk Rp 4.000 + Teh Rp 4.000 = Rp 32.000 dan bila makan berdua jadi Rp 64.000. Tuh kan lumayan mahal kan, tapi sesuai sih dengan kenikmatannya.
Wednesday, August 12, 2009
ULASAN KULINER : ORANGE (**)
Orange - Concept lounge, City walk Sudirman, 1st floor unit 1-2, Jl. KH Mas Mansyur no 121, JakPus, telpon 021 2555 8639/40.
Tuesday, August 11, 2009
ULASAN KULINER : AH TUAN EE'S (**)
Hari-hari mendekati bulan Ramadhan ini, makin hari makin panas aja. Jadi kalo dikantor bawaan nya ngantuk, padahal pekerjaan setumpuk. “Besok hari Jumat, enaknya makan apa ya?” kata suara dibalik punggung ku, si “Ratu makanan”. “Makan roti canai enak juga” kata suara disampingnya. “Lebih enak lagi makan roti tissue” kata si Ratu menyaut. Pikiranku melayang, mengingat-ingat waktu aku ultah kemaren, aku mentraktir seseorang di Ah Tuan ee’s. “Roti boom cheese lebih enak” kataku, gantian nyeletuk. “heem nyam nyam” kata mereka berbarengan. Emang iya, Roti bon cheese di Ah Tuan EE’s itu enak sekali, bikin ngidam. Itu tu, yang di Pacific Place Mall Lt. 4, kawasan SCBD, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, telpon 021 5797 3364/65.
Jadi begini ceritanya, kami berdua makan siang di Ah Tuan ee’s, dimana restoran ini menyediakan menu Malaysian nyonya cuisine. Sekilas info : Masakan Malaysian nyonya atau peranakan adalah masakan asli orang pribumi (Malaysia) yang dikombinasikan dengan masakan orang China, yang ditemukan oleh masyarakat Peranakan yang memiliki garis keturunan dari perkawinan antar negara yaitu antara orang-orang China yang pertama kali datang dan menetap dengan wanita-wanita Melayu, dimana masakan Peranakan ini mengkombinasikan/menggabungkan antara kemampuan memasak dan cita rasa dari kedua kebudayaan ini. Sedangkan Ah Tuan ee's itu sendiri berarti restoran milik auntie (dalam bahasa Cina disebut “ee”) ah Tuan.
Interior restoran ini unik loh, yaitu suasana rumah tradisional berkonsep peranakan kolonial, jadi banyak dipajang barang-barang jadul, dari alat hitung sempoa, koleksi uang-uang lama, pesawat telepon lama, foto-foto hitam putih, dan ada 1 pojokan yang berisi pajangan aneka bumbu dapur. Sebenarnya aku pengen foto-foto dekorasi disini, cuma pengunjung lagi rame sih, ada rombongan ibu-ibu lagi arisan, terus ada artis juga lagi makan disini, jadi malu, kaya turis aja, padahal kantornya diseberang.
Maka setelah kita merenungi buku menu, diputuskanlah kita memesan ikan belah, golden tau hoo & appertizer roti boom cheese yang gambarnya menggiurkan. Nah mari kita bahas. Roti boom cheese adalah roti canai yang rasanya gurih karena banyak mengandung serutan keju, diselingi rasa butter & susu kental manis, lalu diberi topping es krim vanilla. Wah wah enak banget rasa roti yang hangat manis-manis gurih berpadu dengan dinginnya es krim. Lezat. Seporsi dibagi 2 buat kami sih adalah ukuran yang pas. Karena ketika datang makan siang kami, ikan & tahu nya gede banget, untung nasinya cuma pesen seporsi.
Ikan belah adalah ikan gurame yang digoreng garing & melengkung, yang disajikan bersama sambal terasi yang warnanya merah banget, tapi pas dimakan, sama sekali gak pedes, tapi cocok sih buat ku, enak. Lalu golden tau hoo adalah tahu sutera bentuk persegi empat, yang buat kami sih berukuran lumayan besar, lalu diberi topping tumisan daging cincang, heem enak, tahunya lembut banget, daging cincangnya banyak & kuah tumisannya yang berwarna coklat keemasan juga terasa bumbunya. Tapi masalahnya kami kekenyangan, jadi tahunya ngak habis. Aduh. Kemudian bill yang datang adalah ikan belah Rp 52.000, golden tau hoo Rp 43.500, roti boom cheese Rp 23.000, total aku membayar Rp 166.320. Harga yang masuk akal sih menurutku.
Kring…kring…gubrak…bos telpon, aduh kebanyakan melamun nih…kacau.
ULASAN KULINER : HONGKONG CAFE (*)
Saturday, August 08, 2009
ULASAN KULINER : BAKERZIN (***)


Udah lama banget aku pengen coba makan di Bakerzin. Abis aku sering lewat café ini di PIM 2 atau di Senayan City, kayanya dari jauh etalase nya kok menggiurkan ya. Kue-kue yang dipajang mungil, cantik, berwarna-warni menerbitkan air liur saja. Tetapi setiap kali mau makan disitu suka gagal, abisan kalo siang mau makan, lagi laper-lapernya nih, pengennya nasi (dasar melayu), trus kalo malem (minggu) memang cocok makan disitu, tapi kan Bakerzin ada nya di mall, yang parkirannya penuh sekali, jadi gak sanggup antri deh. Lagi pula suami ku kurang doyan lunch / dinner dengan menu yang kami kategorikan sebagai camilan, alias ngak kenyang.
Nah minggu lalu tumben-tumbennya nih, kita jadi makan kesana. Itu karena aku kan ultah, jadi mau traktir suamiku, berdua aja (ciee), tapi aku yang milih, ya udah merealisasikan keinginan yang terpendam, kita menuju Bakerzin Cilandak Town Square, GF #07-09-11. Telpon 021 7592 0250 / 1.
Memasuki café, yang siang ini tidak begitu penuh (mungkin karena faktor nasi tadi kali ya), kami menuju tempat no smoking area, dan duduk di sebuah sofa, dipaling pojok disamping dinding kaca. Walaupun kami disodori buku menu, aku telah menyiapkan sebuah menu yang telah kuidamkan sejak lama, yaitu chocolate melt, yang disini dinamai seasonal warm chocolate. Semakin terbayang-bayang tuh sebuah chocolate cake berbentuk bulat, yang masih hangat baru keluar dari oven, yang apabila dibelah, maka mengalirlah lelehan coklat dari dalamnya, lalu berpadu dengan dinginnya 1 scop ice cream diatas kue tsb. Aduh nikmatnya surga kuliner. Nah suami ku juga kebetulan lagi ngidam pizza, yang dari kemaren disebut-sebut melulu, jadilah dia memesan smoked beef pizza.
Sambil menunggu pesanan kami dibuat, kami membaca majalah-majalah yang tersedia disitu, sambil sesekali memandang melalui dinding kaca, melihat pemandangan para pengunjung (cewe) yang berseliweran dan aduhai kece nya.
Sepuluh menit berlalu, datanglah sang pizza. Wow tampak menggiurkan. Pizza tidak berbentuk bulat, melainkan sudah berupa slice, berisi 4 slice yang disajikan diatas piring lebar dan dialasi salad daun-daunan. Nah pizzanya lain daripada yang lain, karena bukan terbuat dari adonan roti melainkan berupa pastry yang tipis. Jadi ketika dimakan, kres kres pastry yang empuk dan renyah, mengelus lidah, berpadu dengan topping smoked beef dan keju, aduh lezatnya.
Kalau pesananku si seasonal warm chocolate, lain lagi ceritanya. Tepat seperti bayanganku, sebuah chocolate cake berbentuk bulat, yang masih hangat karena baru keluar dari oven, kemudian ku belah, maka mengalirlah lelehan coklat dari dalamnya, tapi lelehan coklat tsb telah bercampur dengan saus buah berry, sehingga rasanya menjadi manis asam segar gitu. Apalagi es krim yang ditaruh diatasnya pun mengandung buah berry sehingga warnanya menjadi ungu. Perpaduan yang tepat rupanya, karena rasa coklat yang manis tidak jadi membuat eneg, melainkan menjadi rasa segar akibat dari buah berry tsb. Cake disajikan ditengah sebuah piring putih besar, yang dihiasi buah 2 buah raspberry, 2 buah blueberry & potongan strawberry serta diberi saus strawberry disekeliling piring.
Kedua menu tsb baik pizza maupun warm chocolate, kami makan berdua, jadi masing-masing dibagi dua. Akibatnya : ngak kenyang. Habis kedua menu tsb kok terhitung kecil dan sedikit ya. Aku jadi ingat chocolate melt buatan Harvest, yang lebih besar & cukup lezat bagi ku, walaupun tanpa buah-buahan import. Akhirnya : “pak…pinjem menunya lagi dong” kata suamiku, “jadi pengen sup nih”. Oke, akhirnya kami menambah pesanan asparagus cream soup.
Asparagus cream soup yaitu sup krim yang mengandung asparagus yang telah diblender halus sehingga sup berwarna kehijauan. Rasa sup nya tidak ada rasa gurih yang tajam, melainkan rasa creamy yang hangat & lembut mengelus lidah. Heem enak ya.
Akhirnya kita sudahi sajian lezat ini dan meminta billnya, dan eng ing eng, mahal ya rupanya, bila dibandingkan dengan ukurannya. Baik pizza maupun warm chocolate masing @ Rp 60.00 serta sup Rp 32.500, sehingga total kita membayar Rp 200.187, dengan catatan kurang kenyang. Kesimpulan yang kudapat adalah : makanannya enak dan lezat, tapi sepertinya banyak memakai bahan-bahan import sehingga harga menjadi mahal. Andaikata memakai bahan-bahan lokal mungkin harganya bisa ditekan, apalagi resepnya memang sudah oke, pasti makanannya tetap enak kok. Juga akan lebih baik sih, ukurannya diperbesar sedikit, biar ngak sekedar numpang lewat di tenggorokan, he..he..he..dasar melayu.
Thursday, July 30, 2009
ULASAN KULINER : SAM’S STRAWBERRY CORNER (***)

“Dear friends, ditunggu di lobi pk. 11.45, tiada kesan tanpa kehadiranmu” begitulah bunyi email dari seorang temen kantor ku, yang baru kemaren ultah. Wah tumben-tumbennya nih doski traktir. Yang diundang banyak pula, 16 orang. Rezeki memang gak lari kemana. Tapi judul emailnya kok “bakmi strawberry” sih ? Baru denger. Apa enaknya ya ? Gimana caranya strawberry dibuat bakmi ? Kok aku gak tau ya, padahal katanya tempatnya di jl. Cipaku. Wah gak gaul nih, padahal aku suka dijuluki ratu kuliner, tapi tumben ketinggalan berita.
Akhirnya jam makan siang pun tiba, kamu pun bergegas menuju lobi dan mencari taxi. Tapi sang empunya hajat ngak bareng nih. Untung udah dikasih alamatnya, Jl. Cipaku IV. Rute yang ditempuh dari BEI adalah melalui jl. Wolter Mongonsidi, lalu ke jl. Cikajang, lalu belok ke jl. Cipaku IV, rupanya dipaling ujung sekali, belokan ke jl. Wijaya I. Dari jauh sudah terlihat antrian mobil yang parkir. Kami pun segera berhenti di sebuah rumah, yang mana beranda depannya telah dijadikan tempat makan. Sebuah plang nama ditempel ditemboknya, yaitu : SAM”S,strawberry corner. Ooo…ini sih Strawberry corner cabang Bandung yang sudah terkenal itu. Tapi terus terang aku memang gak tertarik mencobanya, karena diotakku terbayang semangkuk mi ayam berwarna merah, karena mengandung strawberry. Heem under estimated.
Kertas menu yang disodorkan pelayan berisi : Mi yamien manis & asin, bisa pake baso, pangsit, babat & ceker, lalu ada siomay, minumannya tentu jus strawberry, pake susu atau ngak, strawberry leci, milk shake, dan berbagai minuman ringan lainnya. Tersedia juga strawberry cream cheese.
Sedangkan pilihan ku adalah mi yamien asin dengan pangsit & (tentu) ceker, serta minuman strawberry leci. Temenku yang lain kebanyakan pesan mi yamien manis, dan semua pesan pake ceker, serta semua pesan jus strawberry biasa.
Sambil menunggu pesanan yang datang, banyak sekali pengunjung yang terus berdatangan, padahal tempat makannya hanya terbatas diberanda depan rumah saja. Andaikan ruang didalam rumah dibuka, maka akan lebih terasa leluasa. Kami pun terpisah menjadi 2 meja, yaitu kelompok anak cewe dan anak cowo.
Untunglah pesanan kami segera tiba. Tanpa banyak bicara, segera kami santap. Nah ini dia keistimewaannya. Pesenan ku mi yamien asin pangsit ceker adalah mi ayam biasa yang berwarna putih, lalu ditaburi potongan daun bawang & bubuk ayam, kusebut bubuk karena ayamnya disuwir hingga halus sekali sehingga menyerupai bubuk, lalu diberi topping kripik ceker, serta tidak diberi sayur sawi seperti ditempat lain. Kami pun berseru, ooo…rupanya kripik ceker bukan ceker kuah. Karena kami membayangkan akan diberi semangkuk ceker dalam kuah mi. Memang bener-bener beda dengan yang lain. Kami pun segera menyuap mi dan rasanya heem enak, rasa mi yang gurih serta asin klop dengan renyahnya kripik ceker. Mi yang disajikan tidak berbentuk gepeng, atau keriting, melainkan mi lurus biasa, yang rasanya empuk. Cuma ayamnya saking halusnya, ya kurang terasa sih. Walaupun begitu secara keseluruhan mi yamien ini enak dan semua orang menghabiskannya tanpa sisa. Bahkan ada yang nambah, anak laki tentunya dong. Tapi anak cewe nambah sepiring siomay isi 6 potong, buat dimakan rame-rame. Anak lelaki pun ngiri dan nambah sepiring siomay isi 8 potong. Kacau. Siomaynya enak, empuk dan terasa ikannya. Tapi bumbu kacangnya, buat aku ya pedes banget, gak kuat, banyak biji cabenya, akhirnya kucocol kecap manis aja. Untunglah minuman pesenan ku adalah strawberry leci, karena selain rasanya menjadi lebih manis, dan tentu lebih enak dong dibanding jus strawberry biasa, ukuran gelasnya pun yang lebih besar, 2 x lipat jus strawberry biasa. Horee, rasa pedas pun teratasi.
Alhamdulillah kenyang banget nih, dan keringetan, maklum AC alam. Maunya sih kita berleha-leha dan mengobrol dulu. Maklumlah walaupun kami 1 bagian finance accounting, tapi kalau sehari-hari sih sibuk kerja, jarang banget ngobrolnya. Tapi apa daya, antrian pengunjung semakin panjang, kasian kepanasan diluar. Segera kami minta bill nya dan o ow, jumlahnya Rp 641.000, mana mesti cash lagi. Ini gara-gara kami kalap, karena selain nambah siomay, kami pun makan beberapa bungkus krupuk, 1 rujak honje, serta beberapa teh botol. Harga mi nya sendiri sih antara Rp 15.000-19.000, siomay nya Rp 4.000 / potong. Jus strawberry nya @ Rp 10.000 tapi punya ku Rp 15.000. Yah wajar sih.
Ternyata rumah makan ini sudah cukup lama berdiri loh, cuma akunya aja yang gak gaul. Alamatnya Jl. Cipaku IV no 25 (belokan jl. Wijaya I) Kebayoran baru, telpon 021 7122 6779 / 0813 2128 5260. Ada tulisan halal nya. Nah kan nambah lagi list kuliner favorite.
Wednesday, July 29, 2009
ULASAN KULINER : KWETIAU SAPI & SEAFOOD “GAJAHMADA 77” PONTIANAK (**)
Kembali lagi ke “Serpong”. Daerah favorite ku untuk wisata kuliner. Gak ada abis-abisnya buat dibahas. Kayanya kalo sebulan aja aku gak ke serpong, mesti ada yang baru deh.
Berawal dari suamiku yang apabila pulang dari Lampung, kemudian dari Bandara menuju rumah selalu melewati kawasan Serpong, setiap Jumat malam. Nah sekali dua kali, dia melihat kerumunan parkiran mobil yang setiap saat selalu penuh disebuah kompleks ruko. Maka tak tahan lagi, sekali waktu dia mampir untuk mencoba menyambangi Ruko Tol Boulevard BSD blok D/16. Rupanya disitu ada rumah makan Kwetiau sapi & seafood “Gajahmada 77” Pontianak. Telpon 021 5315 8207 / 8.
Tempat makannya sederhana & terbuka tanpa daun pintu, dimana dapurnya terletak didepan pintu masuk, sehingga apabila kita parkir didepannya, dan memesan tuk dibawa pulang, kita akan melihat pemandangan sang koki meracik pesanan kita.
Walaupun judulnya kwetiau, tetap banyak pilihan lainnya, tapi gak jauh dari mi, bihun serta nasi goreng. Variasi masakannya juga bisa digoreng, direbus lalu disiram, bisa diberi sayur, ayam, sapi atau seafood.
Karena baru pertama kali mencoba, suami bertanya dulu, menu andalan disini tuh apa ? Rupanya kwetiau siram sapi. Jadilah dia memesan menu tsb. Sepulangnya ke rumah dia pun laporan : Wah aku makan kwetiau siram sapi, enak sekali. Kamu mau coba ngak ? Ada ifumi nya loh, katanya berpromosi. Karena dia tau, aku gak begitu doyan kwetiau tapi menggemari ifumi.
Akhirnya, pada suatu malam minggu, kami kesana dan kembali memesan kwetiau siram sapi serta ifumi. Ah rupanya penilaian dia memang tidak salah, alias enak sekali. Kwetiaunya direbus sebentar lalu diangkat, dicampur toge, lalu disiram kuah kental sekali yang berisi irisan daging sapi lebar-lebar dan sayur sawi hijau. Dimakan panas-panas, heem enak sekali, kwetiaunya putih & empuk, tidak kenyal, daging sapi nya banyak dan empuk, kuah kental nya pun gurih & nikmat, terasa bumbunya. Top dah.
Sedangkan ifuminya walaupun tidak seheboh kwetiau, tetap enak. Mi kering yang dipakai adalah mi yang sudah jadi, sehingga tinggal dibuka bungkusnya lalu digoreng lagi hingga berwarna kuning kecoklatan, lalu disiram kuah kental (tapi tidak sekental kuah kwetiau), dan berisi banyak sayuran segar seperti sawi hijau, wortel, putren, bunga kol, serta diberi potongan cumi dan (hanya) 2 potong udang. Rasanya juga enak, sayurannya segar & kuahnya pun gurih nikmat.
Harganya tergolong murah menurutku. Kwetiau yang banyak dagingnya itu hanya dihargai Rp 18.000 saja, sedangkan ifuminya diberi harga Rp 20.000. Dan porsinya, buat kami sih bikin kekeyangan. Tapi bagaimana menurut anda ? Maka segeralah mencoba. Jam bukanya dari jam 10 pagi - 10 malam loh.
Berawal dari suamiku yang apabila pulang dari Lampung, kemudian dari Bandara menuju rumah selalu melewati kawasan Serpong, setiap Jumat malam. Nah sekali dua kali, dia melihat kerumunan parkiran mobil yang setiap saat selalu penuh disebuah kompleks ruko. Maka tak tahan lagi, sekali waktu dia mampir untuk mencoba menyambangi Ruko Tol Boulevard BSD blok D/16. Rupanya disitu ada rumah makan Kwetiau sapi & seafood “Gajahmada 77” Pontianak. Telpon 021 5315 8207 / 8.
Tempat makannya sederhana & terbuka tanpa daun pintu, dimana dapurnya terletak didepan pintu masuk, sehingga apabila kita parkir didepannya, dan memesan tuk dibawa pulang, kita akan melihat pemandangan sang koki meracik pesanan kita.
Walaupun judulnya kwetiau, tetap banyak pilihan lainnya, tapi gak jauh dari mi, bihun serta nasi goreng. Variasi masakannya juga bisa digoreng, direbus lalu disiram, bisa diberi sayur, ayam, sapi atau seafood.
Karena baru pertama kali mencoba, suami bertanya dulu, menu andalan disini tuh apa ? Rupanya kwetiau siram sapi. Jadilah dia memesan menu tsb. Sepulangnya ke rumah dia pun laporan : Wah aku makan kwetiau siram sapi, enak sekali. Kamu mau coba ngak ? Ada ifumi nya loh, katanya berpromosi. Karena dia tau, aku gak begitu doyan kwetiau tapi menggemari ifumi.
Akhirnya, pada suatu malam minggu, kami kesana dan kembali memesan kwetiau siram sapi serta ifumi. Ah rupanya penilaian dia memang tidak salah, alias enak sekali. Kwetiaunya direbus sebentar lalu diangkat, dicampur toge, lalu disiram kuah kental sekali yang berisi irisan daging sapi lebar-lebar dan sayur sawi hijau. Dimakan panas-panas, heem enak sekali, kwetiaunya putih & empuk, tidak kenyal, daging sapi nya banyak dan empuk, kuah kental nya pun gurih & nikmat, terasa bumbunya. Top dah.
Sedangkan ifuminya walaupun tidak seheboh kwetiau, tetap enak. Mi kering yang dipakai adalah mi yang sudah jadi, sehingga tinggal dibuka bungkusnya lalu digoreng lagi hingga berwarna kuning kecoklatan, lalu disiram kuah kental (tapi tidak sekental kuah kwetiau), dan berisi banyak sayuran segar seperti sawi hijau, wortel, putren, bunga kol, serta diberi potongan cumi dan (hanya) 2 potong udang. Rasanya juga enak, sayurannya segar & kuahnya pun gurih nikmat.
Harganya tergolong murah menurutku. Kwetiau yang banyak dagingnya itu hanya dihargai Rp 18.000 saja, sedangkan ifuminya diberi harga Rp 20.000. Dan porsinya, buat kami sih bikin kekeyangan. Tapi bagaimana menurut anda ? Maka segeralah mencoba. Jam bukanya dari jam 10 pagi - 10 malam loh.
Tuesday, July 28, 2009
ULASAN KULINER : RESTORAN SARI INDAH (***)
Masakan Padang, masakan yang paling banyak ditemui, tersebar dimana-mana, dari sabang sampai merauke, bahkan sampai ke luar negeri pun ada. Masakan padang ada yang dijual di warung, banyak juga yang di restoran, ada yang mahal tapi gak enak dan ada pula murah tapi lezat. Biasanya kalo masakan padang di restoran, rasanya udah standart international, jadi rasa gurih asin manis nya kurang tajam, mahal pula.
Nah tapi yang satu ini, ada restoran masakan padang, dimana aku dan temen sekantorku, menyebutnya “makan di padang mahal yuk” tapi tetep gak kapok-kapok makan disitu karena enak sekali & lain daripada yang lain. Yaitu di Restoran Sari Indah, jl. Wolter Monginsidi no 42-44, Jakarta Selatan, telpon 021 722 0930, fax 021 723 7233.
Disini dijual menu istimewa yang berbeda dengan yang lainnya, yaitu ayam bakar. Udah biasa ! Tapi beda rasanya. Enak sekali dan rasa gurih asin manis nya terasa tajam. Tiga potong ayam berbumbu santan kental dan berwarna kekuningan yang berasal dari kunyit, setelah di ungkep lalu dibakar, dan disajikan langsung diatas meja dengan masih memakai besi berjaring tempat ayam tsb dibakar. Bumbunya yang menempel di ayam masih banyak sehingga rasanya legit dan cenderung manis. Top.
Lalu ada gado-gado siram, isinya biasa, daun singkong, kacang panjang, toge, kol, tahu, tempe, telor, dialasi daun selada, diberi krupuk merah yang suka disajikan di dalam soto padang itu loh. Tapi seporsi isinya cuma sedikit, lalu disajikan dipiring berukuran sedang, tapi rasa bumbu kacangnya bo, lekker. Uenak tenan.
Nah kedua menu tsb yang selalu kami santap kalau kesini. Tapi bukan berarti menu lainnya ngak enak loh. Cuma kedua menu tsb yang tidak ada ditempat lain. Terakhir aku kesini ada menu baru nih, yaitu buncis yang diberi ayam cincang, tapi rasa bumbu ayamnya itu pakai terasi & ikan asin, jadi rasanya unik, dan tentu enak, asin-asin gituh, jadi lahap makannya. Walaupun aku membayangkan kalau memakai baby buncis, rasanya pasti lebih mak nyos.
Menu lain seperti ayam pop, gulai ayam, ayam goreng, rendang, sop buntut, kikil, dll tetap enak. Aku udah nyobain semua. Tapi kan ditempat lain juga ada. Jadi ngak seringlah. Lalu disini selalu disediakan dessert kue Srikaya, yaitu kue yang terbuat dari telur & santan yang diberi gula serta pewarna hijau dari daun suji dan pandan, lalu setelah dikocok, dituang dimangkuk kecil & dikukus. Hasilnya seperti pudding, manis, legit & wangi pandan, tapi sangat terasa telurnya. Dessert yang sempurna, sebagai penutup rasa masakan yang gurih & pedas.
Lalu harganya ? 3 potong ayam Rp 31.500, gado-gado Rp 7.500, cah buncis ayam Rp 8.500, sambal teri merah Rp 9.000, 3 nasi putih Rp 13.500. Bahkan air putihnya pun bayar @ Rp 1.500. Tuhkan, padang mahal, tapi enak loh. Kalo udah lama gak kesini suka kangen, jadi makannya lahap deh. Selamat mencoba.
Nah tapi yang satu ini, ada restoran masakan padang, dimana aku dan temen sekantorku, menyebutnya “makan di padang mahal yuk” tapi tetep gak kapok-kapok makan disitu karena enak sekali & lain daripada yang lain. Yaitu di Restoran Sari Indah, jl. Wolter Monginsidi no 42-44, Jakarta Selatan, telpon 021 722 0930, fax 021 723 7233.
Disini dijual menu istimewa yang berbeda dengan yang lainnya, yaitu ayam bakar. Udah biasa ! Tapi beda rasanya. Enak sekali dan rasa gurih asin manis nya terasa tajam. Tiga potong ayam berbumbu santan kental dan berwarna kekuningan yang berasal dari kunyit, setelah di ungkep lalu dibakar, dan disajikan langsung diatas meja dengan masih memakai besi berjaring tempat ayam tsb dibakar. Bumbunya yang menempel di ayam masih banyak sehingga rasanya legit dan cenderung manis. Top.
Lalu ada gado-gado siram, isinya biasa, daun singkong, kacang panjang, toge, kol, tahu, tempe, telor, dialasi daun selada, diberi krupuk merah yang suka disajikan di dalam soto padang itu loh. Tapi seporsi isinya cuma sedikit, lalu disajikan dipiring berukuran sedang, tapi rasa bumbu kacangnya bo, lekker. Uenak tenan.
Nah kedua menu tsb yang selalu kami santap kalau kesini. Tapi bukan berarti menu lainnya ngak enak loh. Cuma kedua menu tsb yang tidak ada ditempat lain. Terakhir aku kesini ada menu baru nih, yaitu buncis yang diberi ayam cincang, tapi rasa bumbu ayamnya itu pakai terasi & ikan asin, jadi rasanya unik, dan tentu enak, asin-asin gituh, jadi lahap makannya. Walaupun aku membayangkan kalau memakai baby buncis, rasanya pasti lebih mak nyos.
Menu lain seperti ayam pop, gulai ayam, ayam goreng, rendang, sop buntut, kikil, dll tetap enak. Aku udah nyobain semua. Tapi kan ditempat lain juga ada. Jadi ngak seringlah. Lalu disini selalu disediakan dessert kue Srikaya, yaitu kue yang terbuat dari telur & santan yang diberi gula serta pewarna hijau dari daun suji dan pandan, lalu setelah dikocok, dituang dimangkuk kecil & dikukus. Hasilnya seperti pudding, manis, legit & wangi pandan, tapi sangat terasa telurnya. Dessert yang sempurna, sebagai penutup rasa masakan yang gurih & pedas.
Lalu harganya ? 3 potong ayam Rp 31.500, gado-gado Rp 7.500, cah buncis ayam Rp 8.500, sambal teri merah Rp 9.000, 3 nasi putih Rp 13.500. Bahkan air putihnya pun bayar @ Rp 1.500. Tuhkan, padang mahal, tapi enak loh. Kalo udah lama gak kesini suka kangen, jadi makannya lahap deh. Selamat mencoba.
Subscribe to:
Posts (Atom)


