Labels
- Kuliner Jakarta (224)
- Dakwah (99)
- Kuliner Bandung (53)
- Kuliner Tangerang (53)
- Pengalaman (37)
- yukmakan (20)
- Artikel (17)
- Detik Food (17)
- Kuliner Jateng (15)
- Kuliner Bogor (14)
- Kuliner Jabar (13)
- FOTO-FOTO (11)
- Hotel (6)
- Resep (6)
- Kuliner Cirebon (5)
- Kuliner Jatim (4)
- Kuliner Kalimantan Selatan (4)
- Kuliner Lampung (4)
- Prakarya (4)
- Kuliner Bali (3)
- Kuliner Medan (3)
- Jualan (2)
- Kuliner Thailand (2)
- Kuliner Malaysia (1)
- Kuliner Singapore (1)
- Kuliner Sulawesi (1)
- Novel (1)
Wednesday, April 18, 2012
Sajian menggugah selera di Appetite Jl. Senopati (*)
Sunday, April 15, 2012
KULINER SURABAYA
| Sate Ponorogo |
| Soto ayam pak Sadi |
| Pecel Ponorogo |
| Pecel Ponorogo |
| Pecel Ponorogo |
| Seafood Layar |
| Bebek Sinjay |
| Seafood Layar |
| Masterr Singapore ice cream |
| Seafood Layar |
| Ayam bakar Primarasa |
| Masterr Singapore ice cream |
| Pepes Bandeng Primarasa |
| Sop Buntut Depot Indah |
![]() |
| Nasgor Jancuk |
| Rawon Depot Indah |
Long weekend di Surabaya
Malam ini kami makan
sakenyang kenyangnya. Eh bukannya rakus, tapi sebagai antisipasi menghadapi
dinginnya AC di kereta api Agro Bromo Anggrek Malam menuju Surabaya Pasar Turi,
berangkat kamis malam pk 21.30, dalam rangka liburan long weekend Nyepi.
Benar aja, dinginnya AC menusuk
sampai ke tulang dan membuat tubuh membeku, padahal saya pakai celana panjang,
kaos lengan panjang, jaketan serta kaos kaki, ditambah selimut KA masih juga badan
ini menggigil, gigi gemeletuk. Yang paling ngga tahan adalah perut kami
mengeluarkan nada nada keroncongan. Tapi kami emoh makan nasi tengah malam
begini. Rencananya begitu sampai Surabaya pada pk 7.15 kami bakal langsung cari
sarapan soto.
Sarapan
Soto Ayam Ambengan “Pak Sadi Asli” Pusat (**)
Alhamdulillah kami tiba di
Surabaya sekitar pk 7.30. Kerumunan orang yang menawarkan transport menghadang
pintu keluar stasiun. Tapi kami tetap santai dan PD berjalan menuju arah
parkiran mobil, padahal memang kami tidak punya persiapan transport penjemputan.
Seorang supir taxi dengan gigih mengikuti kami, suami saya pun bertanya, “Pak
dimana sarapan soto yang enak dan ramai dan sudah buka sepagi ini ?” “Oh soto
ayam ambengan pak, sudah buka dan ramai” katanya. Akhirnya kami diantar taxi
tsb untuk sarapan soto, sebelum check in di Hotel.
Untunglah jarak yang kami tempuh
tidak jauh. Ternyata yang dimaksud dengan soto Ambengan adalah soto yang
terletak di jalan Ambengan. Wah baru tau saya. Nama sotonya sendiri adalah soto
ayam “Pak Sadi Asli”, jl Ambengan no 3A. Soto ini memang sudah buka banyak
cabang di Jakarta, tapi apa salahnya menikmatinya langsung dari “Pusat” nya.
Ternyata pak supir benar,
pengunjung yang datang sudah ramai walau tidak sampai antri. Tak sabar rasanya
menikmati sepiring nasi hangat dengan semangkuk soto panas. Soto yang berisi
potongan ayam dan bihun ini memiliki kuah berwarna kuning keruh dan bertabur
aneka bawang. Rasanya akan semakin segar bila ditambah perasan jeruk nipis, dan
semakin mak nyus bila ditambah koya dan sambal. Yang dimaksud dengan koya
adalah krupuk udang dan bawang putih goreng yang ditumbuk sampai menjadi bubuk
yang halus. Bila dicampur hasilnya kuah soto akan semakin kental dan gurih rasanya.
Sebenarnya pilihan isi
soto itu banyak yaitu bisa berisi daging ayam saja atau berisi kulit ayam, jeroan,
brutu, rongkong bahkan telor muda alias telor yang belum jadi, atau bisa juga
isinya komplit. Nasi juga bisa dicampur atau dipisah sesuai selera. Harga soto
jauh lebih murah daripada di Jakarta yaitu 2 soto ayam biasa nasi pisah + ½ soto
ayam biasa nasi campur harganya hanya Rp 43.000. Itu artinya semangkok nasi
soto kurang dari Rp 20.000 sedangkan kalau di Jakarta mana ada yang dibawah Rp
20.000. Yang pasti, sehabis makan soto, badan terasa segar dan hangat, semangat
kembali menuju Hotel. Yang mau makan kesini dan telpon dulu, nomornya adalah
031 5323 998.
Lunch
PECEL PONOROGO HJ. BOEYATIN, Jl. Ketabangkali no 51 (**)
Makan apa siang ini ? Saya
pun sms teman sekantor saya yang asli orang Surabaya. Dia menyarankan kami makan
siang enak di Jl. M. Duryat, tapi tidak merekomendasikan secara khusus rumah
makan tertentu. Kami manut saja sambil memanggil becak menuju kesana. Sampai
disana terdapat jejeran warung makan dengan aneka jenis masakan. Lalu ada juga
sebuah restoran bernama RM Ria. Tapi dari semua warung dan RM tsb tidak ada
kehebohan berarti alias sepi. Sedangkan kami ingin makan ditempat yang ramai,
bila perlu yang antriannya panjang. Akhirnya kami panggil becak lagi. Untunglah
tadi kami sudah keliling kota sebentar, jadi tau ada sebuah RM Pecel yang
tampaknya ramai yaitu Pecel Ponorogo Hj. Boeyatin, Jl Ketabangkali no 51.
Sesampainya disana, memang
benar tempat makan ini sudah ramai dipenuhi pengunjung. Tempat makannya berupa
ruangan terbuka yang memanjang dengan langit langit kayu. Ditengah ruangan ada
sebuah meja makan panjang dengan kursi kursi plastik disekelilingnya, begitupula
dengan meja panjang yang menempel di setiap dinding sehingga semua pengunjung
makan bersama dalam 1 meja.
Dipintu masuk terdapat sebuah
gerobak bertuliskan sate ayam ponorogo. Melihat si abang sedang membakar sate,
terbitlah air liur saya. Saya pun memesan seporsi sate ayam. Sedangkan suami
saya langsung menuju meja paling ujung dimana diatas meja tsb ditata aneka lauk
pauk yang dapat langsung kita pilih. Sepiring nasi pecel langsung dia pesan. Pecel
berisi toge, kacang panjang, ketimun, daun kemangi serta biji lamtoro atau pete
cina. Semua sayuran tsb ditaruh diatas nasi dan disiram sambal kacang, lalu
diberi rempeyek kacang, tempe goreng dan perkedel jagung. Dasar suami saya
penggemar telor, dia pun menambah telur asin dan telur ceplok, sehingga nasi
sudah tidak terlihat lagi wujudnya karena tertutup lauk pauk sementung.
Sedangkan saya hanya mengambil nasi dan rempeyek udang serta kacang untuk teman
makan sate ayam.
Selain pecel, lauk lain
yang tersedia dimeja adalah aneka sate telor puyuh, usus dan kerang yang
disajikan didalam baskom, kemudian empal, paru, ayam dan tahu tempe bacem. Ada
sebuah menu unik bernama otak telor yaitu semacam galantine yang ditengahnya
berisi telur puyuh, dimasak 2 macam yaitu digoreng dengan balutan telur dan
tanpa digoreng lagi. Disini tersedia juga sop buntut dan rawon yang terlihat
menggiurkan karena melihat pengunjung lain yang sedang asik menyantap hidangan
tsb.
Saatnya makan. Pertama, saya
cicipi dulu nasi pecel suami saya. Rasa bumbu kacangnya berbeda dengan pecel
madiun yaitu bumbu terasa kental, memiliki rasa yang khas, pedas dan agak asin.
Berbeda dengan pecel madiun yang memiliki aroma bawang putih dan kencur yang
dominan. Kemudian saya beralih kepada sate ayamnya. Daging sate ini tidak
dipotong dadu melainkan disayat memanjang, lalu ditusuk tanpa kulit, sehingga daging
terasa empuk, sedangkan sate dan bumbu kacangnya terasa manis. Bila dimakan
bersama rempeyek yang renyah tapi empuk serta gurih, tentunya akan menjadi
pelengkap yang sempurna.
Setelah selesai makan dan
hendak membayar kita harus kembali lagi ke meja lauk pauk tadi karena disana
fungsinya juga sebagai kasir. Tinggal menyebutkan lauk yang kita makan lalu
bayar deh. Makanan sementung tadi plus minuman hanya Rp 49.000 loh. Murah
meriah, kenyang dan mantap loh.
Makmal
di “Layar” Seafood & Ikan bakar, Jl Manyar Kertoarjo no 62 (***)
Untuk ide makan malam,
gantian suami saya minta rekomendasi temennya yang pernah tinggal di Surabaya.
Dia merekomendasikan 2 pilihan menu yaitu Bebek HT dan Seafood Layar. Jelas
kami memilih seafood, kalau makan bebek sih bisa besok siang saja. Kami
sebutkan alamat Layar seafood ke supir taxi yaitu jl. Manyar Kertoarjo no 62,
eh dia langsung tau. Dilala resto seafood ini yang paling poluler diseantero Surabaya.
Jalan Manyar kertoarjo ini
ramai banget, mirip dengan kawasan Kelapa gading Jakarta Utara. Disepanjang
jalan berjejer aneka restaurant yang lahan parkirnya dipenuhi mobil pengunjung.
Diantaranya ada 2 resto yang menarik hati kami yaitu Kepiting kenari dan Ayam
bakar Primarasa. Tapi tujuan kami tetap tak berubah, yaitu menuju Layar
seafood.
Sesampainya disana, gerombolan
mobil yang parkir sudah tumpah ruah menghalangi jalan. Ketika masukpun harus
mendaftar dulu saking antrinya. Alhamdulillah karena kami cuma berdua,
sedangkan yang lain adalah rombongan, maka kami langsung mendapat meja.
Keadaan disini sungguh
sibuk. Para pelayan hilir mudik tak ada yang berpangku tangan. Setelah
ditinggal sebentar akhirnya kami diberi buku menu. Kami menanyakan menu andalan
disini. Sudah pasti kepiting, khususnya kepiting telur asin, serta steam ikan
kerapu. Ah sudahlah daripada besok pincang akibat asam urat tinggi dan ngga
bisa jalan jalan, kami pun memesan ikan gurame asam manis dan kangkung asap.
Setelah selesai memesan,
pelayan tadi menempelkan kertas copy pesanan kami dimeja serta menaruh sebuah
nomor meja. Saya perhatikan nomor meja tsb, kok unik ya. Dibawahnya ada 4 macam
tombol dengan gambar yang berbeda, dimana keterangan gambar tsb dijelaskan
diatasnya. Pertama, tombol bergambar pelayan, maksudnya tekan tombol service (merah)
untuk memanggil waiter. Kedua, tombol bergambar orang membaca, maksudnya tekan
tombol menu (kuning) untuk mengorder. Ketiga, tombol bergambar $, maksudnya
tekan tombol bill (hijau) untuk membayar. Keempat, tombol bergambar X,
maksudnya tekan tombol cancel untuk membatalkan pelayanan. Nah meja disamping
saya tampaknya sedang menekan sebuah tombol, dan apa yang terjadi ? Oh rupanya
ada monitor yang tergantung ditengah tengah ruangan yang berisi aneka nomor
meja. Angka 47 menyala merah artinya meja disamping saya ingin memanggil
pelayan. Wah keren dan canggih ya, praktis lagi.
Sambil menunggu pesanan
datang, saya pun berjalan jalan mengamati aneka aquarium yang berisi live
seafood dan dapur pembakaran ikan yang letaknya didepan resto. Setelah puas
mengamati dan mengambil foto, saya pun kembali ke meja dan pesanan kami telah
siap diatas meja. Ikan gurame berdiri dengan gagahnya diatas piring, ikan terlihat
garing dan renyah dengan balutan tipis tepung. Saus asam manisnya terlihat
kental dan berwarna kehitaman, disajikan secara terpisah, tidak disiram keatas
ikan untuk menjaga agar ikan tetap garing. Ketika dimakan, ikan benar benar
kering diluar, lembut didalam, rasanya gurih dengan bumbu yang meresap, semakin
segar dengan saus asam manis yang berisi potongan nanas, bawang Bombay dan buah
longan. Hmm sungguh perpaduan yang unik dan pas sehingga menghasilkan citarasa
yang lezat.
Kemudian kangkung asap
adalah kangkung segar bumbu terasi yang disajikan diatas hotplate. Ini bukan
kangkung biasa, baru kali ini saya makan sayur kangkung yang batangnya gemuk,
daunnya banyak dan lebar lebar serta rasanya renyah. Sausnya pun banyak,
berkuah dan berminyak, rasanya lekker dan legit, sumpah enak banget. Kami
berdua memuji muji sajian ini dan berpikir, ikan guramenya saja lezat apalagi
kepiting telur asin dan steam ikan kerapunya. Wah kapan ya kami kesini lagi.
Selesai makan saya menekan
tombol $, nomor 57 pun menyala hijau dilayar monitor. Seorang pelayan langsung
menghampiri meja kami dengan membawa bill. Mata saya terbelalak melihat harga
ikan gurame. Bukannya mahal, tapi hanya Rp 39.000, kalau di Jakarta mana ada
harga ikan gurame dibawah Rp 50.000 bila makan direstaurant sekelas “Rasane”.
Kangkungnya Rp 25.000, sambal terasi Rp 4.000, es degan (kelapa muda) jeruk Rp
12.500 dan es jeruk murni Rp 17.000, sehingga total kami membayar Rp 114.950.
Ketika kami akan beranjak
meninggal meja, saya melihat seorang pelayan yang sedang membersihkan meja. Caranya
unik juga yaitu dengan menumpahkan seluruh sisa makanan ke atas meja. Loh ? Kami
pun tersadar bahwa semua meja makan yang telah diberi taplak meja berwarna
putih tsb kemudian dilapisi puluhan plastic bening sampai tebal. Jadi ketika
pelayan membersihkan meja, caranya tinggal menumpahkan seluruh sisa makanan ke
atas meja yang telah dilapisi plastic tsb, lalu dibungkus dan tinggal buang deh,
praktis banget ya. Hebat juga ide ide disini. Oh ya, yang mau berkunjung kesini
bisa telpon dulu ke nomor 031 5947 666.
Surabaya
hari kedua
Rencana kami hari ini
adalah menyewa mobil untuk keliling kota dan pergi ke Madura untuk makan siang di
Bebek Sinjay, karena setiap orang yang kami tanya bahkan supir taxi maupun
tukang becak, ketika kami tanya bebek mana yang paling enak, semua menjawab
sama yaitu bebek Sinjay. Tak diragukan lagi, kami harus mencobanya.
Sebagai persiapan, sehari
sebelumnya kami sudah membeli Koran Surabaya untuk mencari tempat penyewaan
mobil. Setelah telpon sana telpon sini, akhirnya kami menemukan Nansa rent a car,
dengan mobil new Xenia yang dikemudikan oleh pemiliknya sendiri yaitu Bp.
Santo. Apa kelebihan rent a car ini ? Selain mobilnya yang masih baru, harga
sewanya paling bersaing, bensinnya pun irit karena kami harus mengisi bensin
sendiri hingga full. Pak Santo yang baik dan ramah ini selain nyupir dia juga
guide yang baik. Asyiknya lagi dia helpful banget selalu siap fotoin kami
berdua. Akhirnya hasil foto kami berdua jadi banyak, padahal biasanya kalau
lagi jalan jalan berdua, pasti hasil fotonya jarang ada yang berduaan.
Ini saya kasih no telponnya
ya : 0817 0341 8789, 031 3456 7159, alamatnya Perum Puri Lidah Kulon Indah B 22
Surabaya (Wiyung).
Maksi
di Warung bebek Sinjay, jl. Raya Ketengan no 45, Burneh Bangkalan, Madura (***)
Jam 9 pagi kami telah siap
untuk berkeliling kota Surabaya. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah pelabuhan
Tanjung Perak, kemudian ketiga kantor PT Perkebunan Nusantara yaitu PT PN X, XI
dan XII, yang terakhir ke universitas Airlangga. Waktu telah menunjukkan pk
11.30 dan kami segera menuju jembatan Suramadu.
Warung bebek Sinjay ini
berada di jl. Raya Ketengan no 45 Burneh Bangkalan, dimana jaraknya tidak
terlalu jauh dari pintu keluar tol Suramadu, dan lama waktu tempuhnya tidak
sampai setengah jam. Sesampainya disana, wuih parkiran mobil terlihat penuh dan
semrawut, kami pun segera turun untuk mencari tempat.
RM ini memiliki ruang
makan terbuka yang sangat luas dan memanjang beratapkan asbes. Puluhan meja
kayu dan kursi plastic hampir semuanya telah ditempati oleh pengunjung, luar
biasa. Kamipun celingak celinguk kebingungan dengan cara memesannya. Setelah
mencegat seorang pelayan yang super sibuk dan bertanya, ternyata caranya adalah
kami harus memesan dan membayar dulu dibagian nota pemesanan. Ketika kami
kesana, terdapat tulisan “bebek habis, tinggal jeroan protolan”, haduh betapa
kecewanya kami, sudah jauh jauh kesini, lapar dan panas luar biasa, habis pula,
pantas pengunjung yang antri disini tidak begitu panjang.
Kami pun batal memesan. Karena
perjalanan jauh, saya mau ke toilet dulu, sementara suami saya masih menunggu
disitu. Setelah kembali dari toilet, saya kaget, ternyata suami saya sudah
antri lagi di bagian nota pemesanan karena bebeknya sudah datang lagi,
Alhamdulillah. Kami memesan 2 nasi bebek dan 6 nasi bebek yang dibungkus untuk
oleh oleh saudara suami saya yang tinggal di Rungkut. Setelah membayar, suami
saya menunggu pesanan dimeja, sedangkan saya harus antri lagi dibagian pengambilan
nasi bebek yang dibungkus.
Nah ini dia nasi bebek
Sinjay yang legendaris itu yaitu sepiring nasi putih yang diatasnya diberi
sepotong bebek goreng dengan bumbu kremesan, disajikan bersama sambal pencit
serta sepotong ketimun dan daun kemangi. Secuil daging bebek yang masih panas
ini saya suap bersama nasi hangat, rasanya begitu nikmat, lezat dan gurih,
karena bumbunya benar benar meresap kedalam daging bebek yang garing diluarnya
tapi empuk didalamnya. Bumbu kremesannya yang gurih dan asin akan semakin
nikmat bila dicampur bersama nasi. Pelengkapnya adalah sambal pencit yang
rasanya asam segar dan super pedas karena berisi serutan mangga muda dan cabe
rawit merah. Rasa bebek dan sambal yang kontras itulah menjadi perpaduan sempurna
dimulut sehingga rasanya ingin lagi dan lagi. Sajian ini mengingatkan saya akan
masakan ayam goreng di rumah makan padang, tapi bedanya ayam goreng padang
rasanya enak, tapi bebek sinay rasanya enak banget.
Sayangnya cuaca hari itu sangat
terik sehingga kami yang berada dibawah atap asbes terasa berada didalam oven
yang membara. Segera kami habiskan
makanan dan meninggalkan meja. Ketika hendak beranjak, saya tak sengaja mendengar
percakapan seorang ibu dengan rombongannya, “Saya kesini gara gara ngiler
banget liat di TV, rombongan keluarga Ashanti dan Anang makan bebek Sinjay. Saya
bela belain kesini sampai nyasar nyasar, akhirnya kesampean juga makan kesini”.
Aduh bu, segitunya, batinku sambil tersenyum sendiri.
Kekenyangan
makan Masterr Singapore Ice cream - Mall Ciputra World, jl Mayjend Sungkono no
89 (**)
Pulang dari Madura kami
langsung menuju rumah saudara suami saya di Rungkut. Selesai silahturahmi kami
hendak pulang tetapi melewati sebuah mall baru yaitu Ciputra World di jl
Mayjend Sungkono no 89. Kami jadi penasaran pengen mampir, kaya apa sih mall di
Surabaya. Ternyata mall nya bagus dan megah, mirip Gandaria City. Kami muter
muter sebentar, tapi malah ketemu sebuah kedai es krim yang dijajakan disebuah gerobak
sepeda, namanya Masterr Singapore Ice Cream, the art of Singapore ice cream.
Apa sih keistimewaannya ?
Yaitu aneka rasa es krim
yang disajikan didalam roti tawar atau wafer. Wah ini sih kedoyanan suami saya
yang langsung teringat jajanan masa sekolahnya dulu yaitu es puter pake roti
tawar. Langsung saja dia pesan es krim rasa oreo yang dibungkus selembar roti
tawar. Saya juga pesan loh yang rasa coklat.
Aslinya es krim tsb
berbentuk kotak panjang seperti balok, apabila ada pembeli tinggal dipotong dan
diselipkan kedalam selembar roti tawar yang warnanya belang, merah dan hijau. Alangkah
nikmatnya es krim ini, ketika digigit es krim masih keras membeku, secara
perlahan lumer dimulut, rasa manisnya berpadu dengan rasa roti yang lembut, hmm
enak tapi kenyang banget.
Es krim ini tersedia dalam
rasa coconut, vanilla, capucino, rum raisin, chocolate, corn, oreo, durian, ketan
hitam, pistachio, mango, taro, strawberry, dll. Ketika hendak membayar saya
bertanya berapa harganya dan dijawab Rp 35.000. Saya memberi Rp 70.000 tapi
pelayannya malah bingung dan bertanya “kok banyak amat bu ?” Rupanya Rp 35.000
itu untuk 2 porsi ice cream. Wah murah ya, sebab kalau di Jakarta mana ada harga
es krim segitu didalam mall.
Masih
berlanjut ke Ayam bakar Primarasa – jl. Manyar Kertoarjo no 78 (*)
Malamnya suami saya masih
mau makan lagi. Padahal saya masih kekenyangan akibat makan es krim roti. Suami
saya penasaran pengen makan ayam bakar Primarasa gara gara direkomendasikan
oleh keluarga tantenya yang kami kunjungi tadi sore. Akhirnya kami balik lagi
ke jl Manyar Kertoarjo seperti kemarin malam.
Pengunjung disini cukup
ramai tapi tidak sampai antri. Kami membaca menu yang terdiri dari berbagai
jenis masakan ayam, ikan, udang, cumi, aneka cah sayur, sambal, mi dan nasi
goreng. Menu unggulan disini tentulah ayam bakar, tapi pelayan juga
merekomendasikan menu pepes bandeng. Akhirnya suami saya memesan kedua menu
tsb.
Walaupun perut kenyang saya
tetep harus mencicipi. Ayam bakarnya memakai bumbu kecap yang sudah meresap
betul kedalam daging, jadi ketika dimakan ayam terasa manis manis gurih dan
empuk banget. Penampilan ayam tampak bersih dan tidak gosong. Kemudian
penampilan pepes bandengnya yahud banget yaitu ikan bandeng yang telah dibagi 2
dan dilebarkan itu dilumuri bumbu yang mengandung cabe merah yang banyak, sehingga
bijinya bertaburan dimana mana. Ketika dimakan daging bandeng terasa wangi
rempah dan kemangi serta pedas menggigit tentunya.
Mengenai harga sajian
disini agak unik. Maksudnya didalam list menu ditulis harga before discount dan
after discount, entah kapan discount tsb berakhir. Apabila melihat billnya sih
harga sepotong ayam Rp 11.250, bandeng Rp 53.750 dan es dawet Rp 9.375 setelah
dijumlahkan baru dikurangi lagi discount 20%. Siapa yang berminat DO bisa
telpon dulu ke 031 594 5578 / 596 1526.
Surabaya
hari ketiga
Hari ini sudah waktunya
kami pulang ke Jakarta. Supaya tidak terlalu cape kami memilih pulang dengan pesawat
pada pk 14.30. Sebelum pulang tentunya wajib membeli oleh oleh untuk keluarga
dan teman sekantor. Jalan Genteng besar adalah pusat oleh oleh khas Surabaya.
Begitu banyak toko oleh oleh disini, tapi akhirnya kami memilih toko Bhek
karena harganya lebih bersaing daripada toko lain. Akhirnya kesampaian juga
saya membeli krupuk keju yang saya idam idamkan.
Maksi
hemat di Depot Indah jl Gunungsari pompa air (*)
Puas membeli oleh oleh
kami langsung menuju Bandar udara Juanda, tapi ingin makan siang dulu. Pak
Santos merekomendasikan sebuah rumah makan kecil yang katanya enak dan ramai di
jl Gunungsari pompa air. Sesampainya disana tempat itu berupa warung makan yang
terletak disamping sebuah rumah dengan nama Depot Indah. Ketika kami datang sih
tidak ada pengunjung yang makan alias sepi, tapi karena kami mengejar waktu
akhirnya kami tetapkan juga makan disitu.
Sajian khas disini adalah
krengsengan ikan, sop buntut dan rawon. Menu pelengkap lainnya tersaji disebuah
rak kaca, tinggal kita pilih sesuai selera. Saya memilih menu sop buntut dan
suami memilih rawon. Menu boleh sama disetiap daerah tapi cara penyajiannya
bisa berbeda. Nasi rawon disajikan terpisah yaitu nasi putih diberi tauge,
sambal dan daging rawon yang berbentuk lebar tipis. Sedangkan kuah rawon berwarna
coklat keruh, bukan hitam pekat, berminyak dan ditaburi bawang putih goreng.
Kuah rawon terasa gurih dan nikmat serta daging terasa empuk. Sop buntutnya
lebih mantap lagi, berisi 4 potong buntut yang dagingnya banyak dan besar besar
serta empuk. Kuahnya bening tak berminyak, ditaburi bawang putih goreng juga serta
irisan wortel. Rasanya segar dan tidak terlalu asin. Lebih asyik lagi harganya,
sajian daging begitu banyak tidak sampai 50ribu rupiah. Mana ada yang begitu di
Jakarta.
Nasi
Goreng Jancuk di Surabaya Plaza Hotel (**)
Ada satu hal lagi yang terlewat
belum saya ceritakan. Kami kan menginap di Surabaya Plaza Hotel, letaknya
strategis yaitu ditengah kota Surabaya. Hotel ini merupakan hotel bintang 4 dan
merupakan hotel pertama yang menerapkan no smoking hotel, dimana bila ada yang
melanggar akan dikenakan denda sejumlah Rp 1.000.000.
Jalan menuju kamar kami,
dari lobi harus naik lift dulu yang letaknya ditengah tengah hotel yaitu antara
lobi dengan restaurant. Dinding lift terbuat dari kaca sehingga setiap naik
turun lift kami pasti membaca sebuah spanduk besar yang tergantung diruang
restaurant yang berbunyi “Anda belum sampai di Surabaya jika belum mencoba nasi
goreng jancuk”. Pertama membaca kami mengabaikan tulisan spanduk tsb. Lama lama
kami merasa heran, kenapa banyak anak muda yang makan di restaurant ini ya,
pagi siang sore, sehingga resto selalu terlihat ramai. Wah anak anak muda di
Surabaya ini kaya kaya ya, mampu makan dihotel berbintang, pikir kami. Kemudian
ketika kami mengunjungi rumah saudara suami saya, kami pun ditanya hotel mana
tempat kami menginap. Ketika diberi tau bahwa kami menginap di Surabaya plaza
hotel, sepupu suami saya itu langsung bertanya “sudah makan nasi goreng jancuknya
belum ?” “Belum” jawab kami, “Memang enak ya ? Terus keistimewaannya apa sih ?”
Tanya kami lagi. Sepupu kami tersenyum sambil menerangkan “ketika nasi goreng tsb
sampai dimulut, pasti langsung memaki, jancuk pedesnya. Lalu ketika nasi goreng
sudah habis dan melihat tagihannya langsung memaki lagi, jancuk mahalnya. Nah
dari situlah asal muasal nama nasi goreng jancuk. Tapi biarpun mahal tetap
sebanding dengan porsinya yang banyak banget, bisa dimakan ber 8 orang loh”
terang sepupu kami.
Mendengar kata pedas, mata
suami saya langsung berbinar binar. “Besok kita bungkus yuk untuk dibawa pulang
ke Jakarta” katanya. Sebab kalau makan direstaurant pasti tidak mungkin sebab
kami hanya berdua, takut tidak habis dan mubajir.
Semenjak mendapat
keterangan tsb kami jadi lebih memperhatikan pengunjung yang sedang makan
direstaurant tsb. Oh pantas saja banyak anak muda yang makan disini, wong
mereka datang beramai ramai sekitar 10 orang hanya memesan paket 1 porsi nasi
goreng jancuk sudah termasuk 2 pitcher es teh plus 1 porsi mi goreng gemblung. Bila
membayarnya patungan, jatuhnya bisa hemat banget. Pantas restaurant ini menjadi
ramai dan terkenal.
Akhirnya sebelum check out
kami memesan sebungkus nasi goreng jancuk. Rasa hangat dari bungkusan nasgor
terbawa sampai ke Jakarta karena nasi dibungkus oleh aluminium foil. Ketika
dibuka, setengah bungkus nasgor tsb sudah memenuhi 1 mangkok nasi kami. Benar
saja pedasnya luar biasa. Biji cabe bertamburan disetiap sendok nasi yang saya
makan. Tapi nasi tidak berwarna merah melainkan kecoklatan dengan potongan ayam
dan udang serta telur dadar iris. Rasanya yang gurih dan wangi mentega semakin
nikmat bila dimakan bersama krupuk udang. Saking banyaknya nasgor tsb, setengah
porsi saja kami makan berempat. Lalu besok pagi saya bawakan kembali nasgor tsb
untuk bekal kantor suami saya. Masih ada sisa juga, saya bungkus dan bawa
kerumah ibu saya untuk dinikmati bersama.
Saturday, February 25, 2012
Pengen nyabu di Point Square (*)
| Australian beef |
| NZ Beef |
| Vegetable set |
| Add'l Vegetable |
![]() |
| Iklannya |
Gara gara liat iklan shabu shabu lagi diskon di
FB “Yukmakan”, saya jadi pengen kesana. Bunyi iklannya adalah “Nyobain Shabu
shabu di Shabu Yobu, apa lagi dagingnya wagyu beef lembut banget, lagi discount
lho 25% sampai akhir bulan ini (Januari 2012) di Point Square Lebak bulus
Jakarta Selatan lantai UG” plus gambar “Australian rib eye beef shabu
shabu” yang menggiurkan. Jelas kami tertarik, apalagi lokasinya memang deket
rumah. Yang belum tau alamat Point square adalah di Jl RA Kartini no 1, sebelum
terminal Lebak bulus, sedangkan Shabu Yobu ini letaknya di lantai UG unit 52.
Telponnya 021 7592 1141.
Setelah saya baca buku menunya, ternyata banyak
menu lain selain shabu shabu, cukup komplitlah seperti layaknya resto Jepang
lainnya. Tapi kami tetep pesen shabu shabu yaitu Australian shabu set yang
terdiri dari sepiring daging Australian beef, sepiring sayur, nasi dan saus
ponzu serta wijen. Menu set ini bisa dimakan untuk berdua loh. Harganya Rp
146.800 setelah diskon 20%. Rupanya yang diskon 25% hanya wagyu shabunya saja.
Rasa sajian shabu ini enak tapi standard lah
tidak bisa dibilang istimewa. Walau begitu kami tetep nambah karena masih
lapar. Gantian sekarang nyobain New Zealand rib eye beef +mixed vegetablenya.
Harga beef nya Rp 59.000 dan vegetablenya Rp 25.500, ngga diskon kalau bukan
menu set. Menu set ini belum termasuk minuman
loh, harus pesen lagi. Bila ingin ocha refill harganya Rp 9.000. Setelah saya
bandingkan kedua jenis daging tersebut, yang Australian beef lebih lembut
sedangkan NZ beef lebih seret dan kasar. Tapi buat kami yang namanya shabu
shabu pasti ludes tak bersisa.
Friday, February 24, 2012
Menu menu favorit di Palembang food (**)
Sebenarnya rumah makan ini
sudah berdiri cukup lama yaitu lebih dari 10 tahun. Tapi dulu tempatnya kecil,
sempit dan terbuka. Tapi karena sajian disini enak & jarang tersedia ditempat
lain, maka RM ini selalu dipenuhi pengunjung. Sekarang RM ini memiliki tempat
yang rapih, lebih luas dan ber AC. Bangunan tampak depan berupa dinding kaca yang
gelap, sehingga dari luar sama sekali tidak bisa melihat kedalam. Padahal
ketika kita masuk kedalam eh kecele deh, rupanya sebagian besar meja sudah
dipenuhi pengunjung.
RM ini berada di jl Suryo
no 50, kebayoran baru, Jakarta Selatan, persis didepan lapangan Blok S. Kebetulan
lokasinya dekat dengan kantor saya, sehingga bila jam istirahat tiba, kami
sering makan siang disini. Nama RM ini adalah Palembang food.
Apa kenyang makan siang
dengan menu pempek ? Itu pasti pertanyaan kalian. Jangan salah, menu disini
tidak hanya pempek. Masih banyak menu lain yang tak kalah enaknya. Disini
tersedia menu pindang ikan patin dan pindang tulang iga. Selain dimasak
pindang, bisa juga dibakar. Dan favorit saya adalah patin bakar. Apa sih keistimewaannya
? Ini menu top banget deh, yaitu ikan patin bagian perut yang ukurannya besar dan
berlemak. Dibakar dengan bumbu kecap sehingga warnanya agak kehitaman, kulitnya
garing tapi tidak gosong sedangkan dagingnya putih dan lembut. Disajikan
bersama kecap, potongan tomat dan cabe rawit, sambal, timun & daun kemangi.
Keistimewaannya adalah patin tidak berbau sama sekali malahan rasanya gurih
karena bumbu telah meresap kedalam daging. Dasyatnya lagi sambalnya itu loh pedas
sekali, tingkat tinggi lah.
Lalu ada menu nasi / mie /
bihun / kwetiau goreng seafood. Porsinya ampun ampunan deh, banyak banget. Temenku
pernah pesen bihun dan nasgor, sampe engap makannya. Campuran seafoodnya juga murah
hati, cumi dan udangnya banyak, pokoknya enak deh, mantap.
Menu lainnya adalah mie
celor / rujak tahu, tek wan, celimpungan / laksan, martabak kari dan nasi samin
ayam bakar. Sedangkan pempek banyak juga jenisnya yaitu kapal selam, lenjer,
adaan, leggang, papaya / kriting, tahu / model ikan.
Kalau pempek ngga usah
diceritakan panjang lebar, cukup 1 kata yaitu enak karena terasa ikannya dan
kuah cukonya itu loh, pedas menggigit. Biasanya kami memesan kapal selam,
lenjer dan adaan. Selain itu belum pernah coba yang lain.
Oh ya salah satu favorit
kami disini adalah tek wan, menu ini sering kami pesan karena rasanya seger
banget. Tek wan adalah kuah kaldu udang yang bening, berisi bola bola ikan, soun,
jamur kuping, potongan bengkuang yang diiris seperti korek api, sedap malam
lalu ditaburi daun bawang dan bawang goreng. Habis makan sajian ini badan
terasa hangat dan segar.
Kemudian saya pernah pesan
martabak kari yaitu martabak telor bebek tapi isinya bukan daging melainkan
kentang, disajikan bersama kuah kari yang berisi potongan daging dan kentang. Kulit
martabaknya terasa gurih dan garing, dimakan bersama kuah kari yang kental dan lekker,
sungguh perpaduan yang pas.
Kalau makan disini wajib
makan appertizer otak otak sambil menunggu pesanan datang. Otak otak rasanya enak,
empuk, masih hangat, ikannya terasa, ukurannya juga cukup besar dan sambal
kacangnya itu loh pas banget rasa asin manis asemnya. Disetiap meja tersedia semangkok
sambal yang rasanya pedas sekali sebagai pelengkap semua sajian. Selain sambal,
makan akan terasa lebih nikmat bila dilengkapi dengan krupuk. Beraneka ragam bentuk
dan ukuran krupuk ikan tersedia di lemari kaca tempat kasir berada. Cocok
sebagai camilan atau pelengkap makan siang anda.
Harga di RM ini relative terjangkau.
Misalnya harga pempek lenjer Rp 9.500 dan adaan Rp 7.500, otak otak @ Rp 5.000,
tek wan Rp 14.500, martabak Rp 15.000 serta patin bakar Rp 23.000. Nah yang mau
berkunjung kemari bisa telpon dulu di 0816 823 840. Dibagian bawah kertas bon
ada juga tulisan “terima pesanan pempek buat pesta, dll, kue lapis legit &
kue lapis masuba khas Palembang. Nah siapa yang berminat ?
Sunday, February 19, 2012
Seafood khas Makasar di Phinisi resto (***)




Tempat
makan ini sepi pengunjung. Bangunan dari depan tampak kurang terurus, perlu
renovasi dan penyegaran. Tapi dari semua teman kantor saya yang sudah makan
disini, pasti balik lagi dan merekomendasikan ke teman lainnya. Makanannya enak
dan harganya terjangkau, begitu bunyi promosinya.
Akhirnya pada suatu hari Jumat pas jam makan siang, kami berempat berangkat dari kantor menuju tempat ini. Nama resto ini adalah Phinisi resto khas Makasar, jl Gunawarman no 75, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sesampainya disini, sepertinya kami adalah pengunjung yang pertama.
Menu yang tersedia disini adalah aneka ikan seperti baronang, bandeng, kerapu, kuwe dan gurame. Menu seafood lainnya adalah cumi, udang, kerang dan kepiting. Menu selain seafood ada ayam, sop & coto dan sate. Sedangkan menu pelengkapnya ada aneka sayur, bakwan jagung, tahu tempe dan lumpia. Minuman & dessert khas disini adalah terong belanda, es palu butung, es cingcau, es campur, aneka jus, dll.
Pilihan kami siang ini adalah ikan kuwe bakar, cumi goreng tepung, kerang putih saus tiram, kangkung balacan dan bakwan jagung. Sayang sekali kepiting soka kesukaan saya sedang habis.
Sambil menunggu pesanan, saya mengamati tempat ini. Ruangan resto terlihat sederhana dengan meja kursi kayu. Sebuah TV tampak tergantung didinding. Didekat dinding belakang terdapat sebuah keyboard dan microfonenya. Tak berapa lama seorang pelayan datang untuk membagikan peralatan makan dan seporsi sambal untuk setiap orangnya. Sambal terdiri dari 3 jenis sambal yaitu sambal mangga, terasi dan dabu dabu. Makanan pesanan kami belum tiba, eh sambal mangganya sudah habis, jadi kami memesan seporsi sambal mangga lagi. Untunglah pesanan kami segera tiba, kalau tidak, wah bakalan pesen seporsi lagi nih.
Ikan kuwe bakar datang dengan penampilan polos dan berbumbu minimalis, disajikan bersama sepiring sambal rica rica yang dicampur dabu dabu. Walau begitu daging ikan terasa gurih akibat bumbunya yang sudah meresap. Kemudian cumi goreng tepungnya terasa gurih dan garing. Kerang putih saus tiram dimasak bersama bawang bombay dan parika hijau, bumbunya terasa tajam dan gurih, sehingga saya semakin semangat makannya. Yang terakhir kangkung balacan dan bakwan jagung juga top. Kangkungnya renyah dan segar, bumbunya legit dan pedas. Sedangkan bakwan, jagungnya banyak dan bertimbulan diluar, bakwan terasa garing diluar dan empuk didalam, bakwan terasa gurih diselingi rasa manis dari jagungnya. Sensasi makan seafood bersama sambal nan pedas ini membuat tubuh kami panas dan berkeringat serta lupa bicara. Semua asyik menyantap hidangan dimeja. Pantas semua teman kami sebelumnya selalu balik lagi kesini, sajian disini memang enak sih.
Selesai makan, kami semua berseru Alhamdulillah, tapi nanti bakal ngantuk di kantor nih, he he he. Kemudian kami minta bill nya, tapi tak disangka malah diberi compliment berupa masing masing sepiring es palu butung, yaitu es campur yang berisi beberapa potong pisang raja kukus, lalu diberi bubur sumsum dan es serut yang disiram sirop merah. Tubuh terasa mak nyes setelah makan dessert ini, adem banget.
Terakhir mengenai harganya, ikan kuwe dihargai Rp 49.500 untuk ukuran 4,5 ons, cuminya Rp 35.000, kerang Rp 17.500, kangkung dan bakwan @Rp 18.000 serta sambal mangga Rp 3.000. Nah siapa yang mau datang kesini, boleh telpon dulu di 021 720 5486. Yakin deh kalian pasti balik lagi kesini, apalagi kalau kantornya deket seperti saya.
Akhirnya pada suatu hari Jumat pas jam makan siang, kami berempat berangkat dari kantor menuju tempat ini. Nama resto ini adalah Phinisi resto khas Makasar, jl Gunawarman no 75, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sesampainya disini, sepertinya kami adalah pengunjung yang pertama.
Menu yang tersedia disini adalah aneka ikan seperti baronang, bandeng, kerapu, kuwe dan gurame. Menu seafood lainnya adalah cumi, udang, kerang dan kepiting. Menu selain seafood ada ayam, sop & coto dan sate. Sedangkan menu pelengkapnya ada aneka sayur, bakwan jagung, tahu tempe dan lumpia. Minuman & dessert khas disini adalah terong belanda, es palu butung, es cingcau, es campur, aneka jus, dll.
Pilihan kami siang ini adalah ikan kuwe bakar, cumi goreng tepung, kerang putih saus tiram, kangkung balacan dan bakwan jagung. Sayang sekali kepiting soka kesukaan saya sedang habis.
Sambil menunggu pesanan, saya mengamati tempat ini. Ruangan resto terlihat sederhana dengan meja kursi kayu. Sebuah TV tampak tergantung didinding. Didekat dinding belakang terdapat sebuah keyboard dan microfonenya. Tak berapa lama seorang pelayan datang untuk membagikan peralatan makan dan seporsi sambal untuk setiap orangnya. Sambal terdiri dari 3 jenis sambal yaitu sambal mangga, terasi dan dabu dabu. Makanan pesanan kami belum tiba, eh sambal mangganya sudah habis, jadi kami memesan seporsi sambal mangga lagi. Untunglah pesanan kami segera tiba, kalau tidak, wah bakalan pesen seporsi lagi nih.
Ikan kuwe bakar datang dengan penampilan polos dan berbumbu minimalis, disajikan bersama sepiring sambal rica rica yang dicampur dabu dabu. Walau begitu daging ikan terasa gurih akibat bumbunya yang sudah meresap. Kemudian cumi goreng tepungnya terasa gurih dan garing. Kerang putih saus tiram dimasak bersama bawang bombay dan parika hijau, bumbunya terasa tajam dan gurih, sehingga saya semakin semangat makannya. Yang terakhir kangkung balacan dan bakwan jagung juga top. Kangkungnya renyah dan segar, bumbunya legit dan pedas. Sedangkan bakwan, jagungnya banyak dan bertimbulan diluar, bakwan terasa garing diluar dan empuk didalam, bakwan terasa gurih diselingi rasa manis dari jagungnya. Sensasi makan seafood bersama sambal nan pedas ini membuat tubuh kami panas dan berkeringat serta lupa bicara. Semua asyik menyantap hidangan dimeja. Pantas semua teman kami sebelumnya selalu balik lagi kesini, sajian disini memang enak sih.
Selesai makan, kami semua berseru Alhamdulillah, tapi nanti bakal ngantuk di kantor nih, he he he. Kemudian kami minta bill nya, tapi tak disangka malah diberi compliment berupa masing masing sepiring es palu butung, yaitu es campur yang berisi beberapa potong pisang raja kukus, lalu diberi bubur sumsum dan es serut yang disiram sirop merah. Tubuh terasa mak nyes setelah makan dessert ini, adem banget.
Terakhir mengenai harganya, ikan kuwe dihargai Rp 49.500 untuk ukuran 4,5 ons, cuminya Rp 35.000, kerang Rp 17.500, kangkung dan bakwan @Rp 18.000 serta sambal mangga Rp 3.000. Nah siapa yang mau datang kesini, boleh telpon dulu di 021 720 5486. Yakin deh kalian pasti balik lagi kesini, apalagi kalau kantornya deket seperti saya.
Wednesday, February 15, 2012
Q SMOKEHOUSE rumah tuk para carnivore (***)
Ada sebuah resto yang
hampir saya lupa tulis reviewnya. Sebab kalau sampai tidak ditulis, sayang
sekali karena makanannya enak-enak dan cocok untuk kaum carnivore. Sayangnya
status saya sebagai carnivore sudah tidak diakui lagi karena usaha saya yang semaksimal
mungkin menghindari makan daging merah. Walaupun begitu saya tetep mencicipi
semua meat dishes pesenan teman saya. Jadi saya bisa menulis review ini dengan
akurat.
Berawal dari seorang teman
yang ngidam banget makan steak, akhirnya kami berlima memutuskan saat dia
berulangtahun harus mentraktir makan di restoran steak. Pilihan kami jatuh ke Q
Smokehouse dengan alasan tempatnya yang dekat dengan kantor kami yaitu jl Suryo
no 20, didepan lapangan blok S Jakarta Selatan. Karena kami datang disaat after
office hour, resto tersebut terlihat sepi dan lengang.
Ruangan resto ini terlihat
nyaman dengan interior yang modern, dinding depan terbuat dari kaca dan langit
langit yang tinggi. Sebagian tempat duduknya berupa berupa sofa yang menempel
didinding serta tersedia smoking area,
non smoking area dan outdoor area. Jelas resto ini dirancang untuk tidak
sekedar makan tapi nyaman untuk bersantai dan mengobrol bersama teman atau
keluarga. Kali ini pilihan kami tepat karena kami berlima
ingin lama mengobrol karena jarang bertemu.
Sebelum ngobrol dan foto foto
tentunya jangan lupa pesan menu dulu. Tapi sebelum memesan jangan lupa tanya tanya
dulu dengan waitresnya mengenai menu andalan disini. Menurut keterangan, keistimewaan
pengolahan daging disini adalah daging yang digunakan sudah terlebih dahulu
mengalami proses pengasapan yang memakan waktu selama kurang lebih 12-16 jam
dengan memakai kayu bakar, dengan tujuan menghasilkan tekstur daging yang
“juicy” dan empuk saat dipotong serta memiliki aroma daging yang khas dan wangi.
Wah kedengarannya menggiurkan.
Kalau
begitu, inilah pesenan kami : Temen saya yang pertama, yang ngidam steak, gaya
dia pesen wagyu rump steak. Temen saya kedua, ibu hamil, pasti makannya banyak,
jadi dia pesen full house yaitu kombinasi beef steak, chicken steak dan ribs,
mantap ya bu. Teman yang ketiga, bukan kaum carnivore juga, melainkan kaum
seafoodore (ngarang), jadi pesenannya adalah premium salmon. Teman yang keempat
pesan Hawaian steak dan saya sendiri boleh pesan 2 menu karena tidak pesan menu
steak, jadi saya pesan Asian chicken salad dan mushroom soup. Appertizer nya buat
makan rame rame kami pesan buffalo spicy, cheese dip dan onion ring. Untuk
minumannya kami memesan 1 lychee slush, 3 lychee tea fruit dan 1 virgin mojito.
Wah makan besar kita.
Langsung
saja ya saya ceritakan detail masing masing menu. Yang pertama keluar tentulah
menu appertizer. Kami paling suka Cheese dip yaitu kripik pangsit bentuk segitiga
yang disajikan bersama keju yang dipanggang hingga meleleh, wah rasanya lekker
banget. Kami semua berseru “aduh gendut nih” tapi apa daya, tangan dan mulut
tak bisa diajak kompromi, kami terus colek dan colek lagi. Kemudian Buffalo
spicy yaitu chicken wing goreng tepung yang dilumuri saus pedas manis,
disajikan bersama mayones. Lalu Onion ring yaitu bawang bombay goreng tepung
yang disusun bertingkat keatas seperti menara, disajikan bersama mayones, menu
biasa yang disajikan secara menarik. Semua sajian enak dan renyah serta rame
karena tangan kami beradu cocol sana cocol sini. Akhirnya semua appertizer dicocol
kedalam keju leleh juga.
Minumannya
juga seru. Virgin mojito bukan alcohol loh melainkan air soda bening yang
diberi daun mint, rasanya asem asem manis seger dingin semriwing. Lychee slush
adalah jus buah leci serta lychee tea fruit adalah teh rasa leci dengan buah
leci.
Yang
pesan steak jelas lama datangnya. Jadi pesanan saya datang duluan. Asian
chicken salad yaitu salad daun lettuce dengan taburan potongan ayam kering berbentuk
kotak kotak dan kripik pangsit yang keriting. Makan salad sih biasa tapi bila
dipadukankan dengan rasa kriuk kriuk kres kres dari ayam dan pangsitnya jadi
luar biasa, semangat. Mushroom soup yaitu sup krim yang diblender bersama jamur
disajikan bersama seiris roti garlic, terasa lekker. “Ugh bau susu” kata
temenku yang ngga doyan susu, padahal ini yang enak.
Setelah
makanan ku habis, pesenan mereka baru datang. Tapi ngga ada yang ngomel karena
sudah mulai kenyang makan appetizer. Ibu hamil melihat Full house sambil
berseru, “wah banyak sekali”. Tapi saya gembira karena bisa cicip sana cicip
sini. Bagaimana ngga banyak, wong full house berisi sebuah iga sapi, daging
sapi & seperempat ayam dengan ukuran besar dan berlumuran saus barbeque.
Cara penyajiannya adalah coleslaw, cabe jalapeno (cabe meksiko) dan 2 iris roti
garlic disajikan dibawah tumpukan daging tsb. Setelah saya cicip hmm enak dan
empuk, terutama daging sapinya yang berlemak, kalau ayamnya sih biasa saja, standard.
Ketiga steak lainnya yaitu wagyu rump, Hawaiian steak dan premium salmon semua
disajikan bersama kentang, salad daun lettuce serta saus yang terpisah.
Kentangnya bisa memilih French fries atau mashed potatoes. Bedanya kalau wagyu
rump, dagingnya tak berlemak. Kalau Hawaiian steak lebih berlemak dan diberi butter
diatasnya agar meleleh secara perlahan. Kalau saya disuruh memilih, saya paling
suka sajian full house terutama daging sapinya karena dagingnya paling berlemak
sehingga terasa meleleh dimulut. Tapi semua jenis daging ini memang empuk dan
tebal, juicy dan beraroma wangi menggugah selera.
Nah sekarang mengenai
harganya. Memang tidak murah tapi tidak bisa dibilang mahal juga karena sepadan
banget. Paling mahal memang wagyu yaitu Rp 139.000 lalu Full house & salmon
masing masing Rp 85.000, terakhir Hawaiian steak Rp 75.000. Harga appertizer
nya yang termahal Chicken wing Rp 49.000, lalu salad Rp 45.000, cheese dip Rp
39.000, sup Rp 29.000 dan onion ring Rp 25.000. Harga minumannya @ Rp 25.000.
Tapi mohon jangan dijumlah ya, apalagi dikalikan dengan pajak, bisa pingsan
nanti.
Subscribe to:
Posts (Atom)






