Tuesday, September 28, 2010

Sandwich renyah di 71 Sandwich house (**)


Jadwal acara di hari minggu ini penuh sekali, sejak pagi kami sudah pergi ke acara halal bihalal RW, dilanjutkan ke rumah sakit untuk menengok keponakan yang sakit, lalu ke supermarket untuk belanja bulanan serta mencari kado ultah kakak ipar. Setelah semua itu selesai, yang tersisa hanyalah perut yang lapar minta di isi. Suami saya ingin makan bakso. Dalam hati sebenarnya saya menolak, tapi tidak tega karena bakso adalah kudapan kesukaan kang mas. Sebab kedua adalah karena saya terbayang-bayang satu plang nama café sandwich yang setiap hari saya lewati ketika berangkat ke kantor. Tapi ah kusimpan dulu bayangan tsb dan berjanji akan membungkus sandwich tsb sebelum pulang.
Kami pun tiba di blok S dan masing-masing memesan semangkok bakso pak Joni yang dengan cepatnya kami habiskan, tandas sampai ke kuahnya. Setelah selesai suami pun bertanya, mau langsung pulang atau ada yang mau dibeli lagi. Segera kuungkapkan keinginanku untuk membungkus sandwich di wilayah jl. Gunawarman. Tak sampai 5 menit kami pun tiba. Plang nama “71 sandwich house” pun segera tertangkap mata. Itu karena angka 7 nya lebih besar dan berwarna merah diatas dasar putih. Dan ada juga artinya yaitu café tsb terletak di jl Gunawarman no 71, Kebayoran Baru. Padahal tempatnya sendiri nyempil dipojok diantara deretan salon diwilayah ini. Apalagi bila tertutup mobil-mobil yang sedang parkir, maka semakin tenggelamlah dia. Untunglah sang pemilik pintar dalam mendesain plang namanya, sehingga keberadaannya cukup menarik perhatian.
Ketika masuk kedalam, ruangannya kecil saja, hanya ada 2 meja kecil, 1 deret meja panjang, 1 etalase & 1 meja kasir. Pelayanpun segera menyodorkan daftar menu. Rupanya selain sandwich ada juga loh menu lainya seperti, pasta, soup, salad, calamari, chicken wings, cakes, juice, mocktails, tea & coffe. Menu sandwich saja ada 11 pilihan, bisa isi chicken, beef, tuna, turkey atau vege. Bahkan bisa “create your own” loh. Saya cenderung memilih yang isi daging dan terjebak diantara 2 pilihan sulit yang menggiurkan, mau Roast beef with caramelized onion atau Philly cheese steak. Hmm…Tapi akhirnya saya pilih yang pertama, karena saya pikir kalau isinya steak, enaknya makan ditempat bukan dibungkus. Harga sandwich berkisar diantara Rp 32.000-35.000, tapi kalau mau berkreasi sendiri, harganya menjadi Rp 40.000. Bahkan ada mix of mini sandwich loh, yang isinya bisa bervariasi, hmm asyik juga. Ternyata semua sandwich pasti disajikan bersama kentang goreng, sehingga harganya ditambah Rp. 5.000 lagi. Hmm cukup mahal juga ya.
Pesanan saya pun tiba, segera saya kembali ke mobil. Rasa hangat pembungkusnya membuat kami penasaran ingin segera melihat isinya. Tak sabar rasanya bila harus menunggu sampai dirumah, plastik mika yang berisi sandwich yang dipotong 2 serta kentang goreng langsung kami buka. Rotinya adalah ciabata yaitu roti pipih berbentuk panjang dan lonjong, permukaannya licin dan agak mengkilat karena olesan mentega yang meleleh setelah dibakar. Segera kami coba dan rasanya hmm enak. Rotinya kering, kres kres tapi empuk. Isinya daging asap yang di iris tipis, diberi tumisan bawang Bombay, lettuce, potongan tomat, keju dan olesan mayonais. Dagingnya juga kering tapi empuk tidak alot, tumisan bawangnya manis, sehingga rasa asin, manis dan segar pun bersatu di mulut dan membuat lidah bergoyang, o la la. Hanya beberapa menit sandwich pun habis kami santap. Perut seakan lupa akan semangkok bakso yang sebelumnya kami makan. Walaupun begitu, menurut pendapat kami, kekurangan sandwich tsb adalah kurang tebal jadi kurang kenyang, ha..ha..ha..
Nah siapa yang penasaran, segera telpon ke 021 7250 750 / 7280 0169, bisa deliver order juga loh. Aah lain kali waktu pun kami pasti kembali lagi untuk bersantai disini.

Wednesday, September 22, 2010

Sate Cirebon nan gendut & empuk (**)


Tak sengaja kami makan disini. Kisahnya adalah ketika kami akan pulang dari kota Tasikmalaya menuju Bandung, saat liburan lebaran yang lalu, tiba-tiba mobil kami mengalami kerusakan mesin, sehingga sangat beresiko bila kami nekat melanjutkan perjalanan dalam suasana mudik yang macet ini. Segera kami mencari-cari bengkel resmi untuk perbaikan mobil ini. Setelah sekian lama browsing di internet, ketemulah satu bengkel di kawasan jl. Ir. H. Juanda Tasikmalaya. Untunglah bengkel tersebut buka. Ketika diperiksa, sang teknisi memberitahu bahwa perbaikan memerlukan waktu yang cukup lama. Apa boleh buat, dari pada ada apa-apa dijalan, lebih baik sabar menunggu perbaikan.
Rasanya waktu berjalan lambat sekali, sudah 2 jam kami duduk diruang tunggu, badan terasa pegal. Perut yang lapar pun tak bisa diajak kompromi lagi. Tak tahan kami akhirnya berjalan kedepan mencari tempat yang layak untuk makan siang. Ternyata beberapa meter disebelah kanan bengkel ada sebuah plang rumah makan bernama “Sate Cirebon”. Hmm boleh juga tuh, segera kami melangkahkan kaki kesana.
Ruangan rumah makan ini sederhana sekali, tetapi luas. Semua meja makan nya berukuran lebar-lebar, sehingga dapat menampung kursi yang banyak. Pengunjung yang datang sudah menempati sepertiga ruangan. Kami harus langsung menuju jendela dapur apabila ingin memesan. Menunya tidak banyak, yaitu sate kambing, sapi, ati & ayam, lalu tongseng kambing / sapi, gule kambing, sop sapi, soto ayam serta ikan mas. Bila memesan ikan mas, ukurannya adalah kiloan, tak akan habis kami santap berdua, bila memesan hidangan kambing, takut asam urat, maka jadilah kami memesan sate ayam saja.
Cukup lama juga kami menunggu. Maklumlah, masih dalam suasana lebaran, tenaga kerja kerja pun sedikit. Piring & gelas kotor pun belum sempat dibereskan. Tetapi kesabaran kami mendapat pembalasan yang setimpal. Ketika sate dihidangkan, hmm tercium bau yang wangi. Daging ayam dalam tusukan sate terlihat gemuk-gemuk, bersih tanpa kulit & penampilannya tidak begitu gosong. Diatasnya disiram bumbu kacang, tetapi dibawahnya digenangi bumbu kecap manis. Disajikan bersama sepiring acar, irisan kol & potongan cabe rawit. Ketika dimakan daging terasa empuk tak berlemak, bumbunya meresap & bumbu kacangnya pun enak, dicocol bersama krupuk aci bantat, oh nikmatnya.
Tak terasa hidangan pun ludes kami santap. Karena ukuran sate yang besar, rasanya perut ini kenyang sekali. Perasaan yang lesu akibat memikirkan mobil kami yang rusak, sekarang semangat kami bangkit kembali. Harga seporsi sate sangat terjangkau, yakni Rp 20.000 per 10 tusuk. Ku lirik meja-meja disekitar kami yang rata-rata memesan sate & gule kambing, kelihatannya mereka lahap sekali & tak lama kemudian piring mereka pun bersih tandas. Suatu pengalaman kuliner yang tak disengaja tapi hasilnya luar biasa, dan bisa menjadi referensi orang-orang yang mengunjungi kota Tasik. Alamatnya adalah jl. Ir. H. Juanda no. 24 Tasikmalaya, telpon 0265 342 231. Nah selamat mencoba.

Yamien asin baso komplit “Laksana” Tasikmalaya yang bikin kangen (*)


Sehabis lebaran, masih ada waktu cuti dari kantor untuk berwisata. Tadinya kami ingin jalan-jalan ke Jogja tetapi ketika akan pergi, terdengar berita adanya gempa yang melanda kota Jogja lagi, sehinga kami pun batal kesana. Sebagai gantinya kami berkunjung ke kota Tasikmalaya untuk menginap semalam disitu. Maklumlah saya belum pernah kesana, sedangkan suami ku sering melewati kota Tasikmalaya, ketika pulang kuliah dulu dari Jogja ke Bandung.
Karena masih suasana lebaran, perjalanan kesana sangat macet dan hujan turun terus menerus, sehingga kami sampai di hotel kota Tasik hampir tiba waktu Magrib. Walaupun begitu, malam itu kami tetap berencana untuk berwisata kuliner. Setelah tanya sana tanya sini, rupanya wisata kuliner kota Tasik ini yang paling menonjol adalah mi baso nya. Tapi mesti hati-hati loh, jangan sampai salah masuk karena banyak juga rumah makan mi baso yang ramai tapi tidak halal. Untunglah kami mendapat info dari salah seorang petugas hotel bahwa rumah makan mi baso yang paling terkenal & halal adalah Mie Baso Laksana, jl. Pemuda no 5, telpon 0265 333 833. Hmm langsung saja kami menuju kesana.
Suasana lebaran membuat kota ini masih agak sepi, tidak banyak toko-toko & rumah makan yang buka, ditambah suasana hujan yang terus menerus membuat Mie Baso Laksana ini sangat ramai ketika kami sampai disana. Padahal rumah makan ini sederhana saja tapi cukup luas. Menu yang tersedia pun hanya 3 jenis mie yaitu mie biasa (dicampur kuah), yamien (kuah dipisah) asin & manis, bisa ditambah baso doang, baso babat atau komplit. Kami pun sepakat memilih yamien asin baso komplit. Minuman yang paling pas untuk menemani makan mie baso adalah es campur tentunya.
Tak perlu waktu yang lama untuk menghidangkan pesanan kami, yamien asin baso komplit pun segera disajikan dihadapan kami. Yang dimaksud dengan komplit adalah mie disajikan bersama baso, tahu baso & babat. Tapi untunglah kami sudah berpesan tidak pakai babat karena takut asam urat. Yamien porsi nya sedang-sedang saja, tidak terlalu banyak, ditaburi potongan ayam & daging sapi cincang serta daun bawang. Kuah baso nya bening sedikit berminyak, berisi 4 butir baso ukuran sedang & 1 tahu baso berukuran besar serta taburan daun bawang. Rasa hangat segera menjalari tubuh ketika ku menghirup kuah baso ini, hmm segar, cocok untuk menghalau rasa dinginnya udara. Lalu warna baso tidak terlalu coklat tapi tetap terasa dagingnya, tahu baso terasa lembut serta mie terasa empuk & gurih, pasti deh mie yang bentuknya agak gemuk-gemuk ini adalah bikinan sendiri, sehingga rasanya lain dari pada yang lain. Dalam hitungan menit pun makanan ini telah ludes kami santap. Rasa pedas & gurih segera kami halau dengan es campur yang berisi potongan nangka, kelapa muda, alpukat, kolang kaling serta anggur hijau, lalu diberi es serut & disiram sirup merah dan susu kental, hmm manis menyegarkan, dessert yang sempurna.
Rupanya ada satu point lagi yang membuat mie baso ini laris, yakni sertifikat halal dari MUI yang membuat pengunjungnya aman. Nah tibalah waktunya meminta bon, dan wow rupanya harganya cukup mahal ya untuk ukuran rumah makan biasa, yaitu Rp 26.000 plus es campur Rp 10.000, sehingga kami makan berdua saja sudah menghabiskan Rp 72.000. Tetapi walapun begitu tidak kami sesali kelezatannya, bikin kangen berkunjung ke Tasik…

Friday, September 17, 2010

Tumis Jambal Roti Pete D'Palm Uenak Pisan! (***)























Selasa, 12/10/2010 14:51 WIB

Kania Kurniasari - detikFood

http://www.detikfood.com/read/2010/10/12/145147/1462446/290/tumis-jambal-roti-pete-dpalm-uenak-pisan?d993301

Bandung - Nama Pengirim: Kania Kurniasari

Makan di restoran Sunda yang satu ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi saat menikmati tumis jambal roti pete dan nasi liwet yang gurih. Ditambah sambal cabe hijau dan krupuk aci hmm... jadilah hidangan yang uenak pisan!

Tahun ini kami merayakan hari lebaran di kota Bandung. Seperti biasa kami menyediakan menu lebaran lengkap termasuk ketupat. Dua hari menyantap hidangan lebaran yang sama cukup membuat kami keblinger. Ditambah persediaan bahan makanan di kulkas yang tipis membuat kami memutuskan untuk makan di luar pada hari Minggu.

Untunglah suamiku teringat, ada sebuah restaurant Sunda dimana ia pernah makan di sana bersama teman-temannya. "Makanannya enak loh, tempatnya juga luas dan nyaman," katanya berpromosi. Hmm boleh juga tuh dicoba, bikin penasaran saja.

Akhirnya kami pun menuju D'Palm Sundanese Restaurant yang ada di Jl. Lombok. Sesampainya kami disana, wuih... restoran ini memang besar dan luas. Saat ini restoran padat oleh pengunjung sehingga kami sedikit mengalami kesulitan untuk parkir walaupun lahan yang tersedia cukup luas.

Berbagai macam jenis ruangan yang tersedia disini, yaitu ruangan seperti biasa yang terletak di dalam (section), ruangan diteras belakang (gazeeboo), ruang VIP, Banquet Hall, meeting room dan tempat bermain anak-anak. Pilihan menu yang cukup banyak membuat kami lapar mata. Aneka menu masakan Sunda seperti ikan & ayam, pepes, sampai aneka daging, jeroan, udang, cumi, kepiting tersedia. Ada pula aneka jenis nasi, seperti nasi bakar, pepes, liwet, tugtug, dan timbel.

Akhirnya kami sepakat memilih nasi liwet & nasi tutug oncom, disertai dengan lauk ikan gurame goreng, lidah goreng, cumi goreng tepung, sop buntut, ayam bakar & ikan patin goreng. Pelengkapnya adalah pete bakar, tahu goreng, sambal dadak & sambal cabe hijau, tumis jambal roti pete serta krupuk aci. Saya juga memesan es campur serta es mutiara untuk suami.

Sepiring otak-otak yang terhidang dimeja pun langsung ludes kami serbu. Tapi hebat juga yah, tak memerlukan waktu yang lama untuk meyiapkan beragam pesanan kami. Perut yang lapar membuat kami sedikit berebutan ketika menyambar lauk di meja. Hmm betapa serunya!

Saya pun hanya kebagian nasi liwet, kepala gurame goreng, beberapa potong cumi, tumis jambal roti, sambal cabe hijau & krupuk aci. Tapi oh... nikmat pisan ouy! Nasi liwetnya pulen dan wangi gurih. Dihidangkan didalam sebuah panci kastrol dan ditaburi sedikit bawang goreng.

Cuminya hmm... menggiurkan, dipotong bentuk segitiga, dibalut tepung dan digoreng sehingga berwarna coklat kekuningan, rasanya kriuk tapi empuk serta gurih. Guramenya juga garing tapi tidak tajam bumbunya, sehingga semakin nikmat ketika disiram dengan sambal kecap.

Tetapi yang paling bikin jatuh hati adalah tumis jambal roti petenya, yaitu potongan ikan asin jambal roti yang ditumis bersama potongan pete, bawang, cabe serta tomat sehingga sedikit berkuah, lalu ditaburi bawang goreng. Rasanya mak nyuss enak tenan. Aromanya yang wangi & rasanya yang asin sungguh menggugah selera makan.

Krupuk aci yang agak bantat dicocol kedalam sambal cabe hijau menjadi pelengkap yang sempurna. Sambalnya terasa menyengat di lidah tapi segar karena diulek bersama tomat hijau, serta tidak berminyak. Makannya jadi tambah semangat sehingga tambah lagi dan lagi.

Es campur yang sarat dengan potongan buah segar pun menjadi penutup yang menyegarkan, membilas sisa rasa pedas & gurih dimulut. Puas rasanya kami menikmati aneka hidangan ini. Kekurangannya hanyalah kami agak terganggu asap rokok pengunjung lain.

Kini tiba saatnya untuk meminta tagihan. Yang paling mahal adalah ikan gurame Rp 60.000, disusul dengan sop buntut Rp. 35.000, cumi Rp 35.500, ikan patin Rp 23.000, tumis jambal Rp 27.000, nasi liwet Rp 20.000, lidah Rp 16.000 dan ayam Rp 15.500. Lauk pelengkap lainnya dibawah Rp 10.000.

Yang membuat saya cukup heran harga minumannya, kalau es campur & es mutiara @ Rp 13.000, sedangkan lemon tea Rp 20.500. Tapi kata kakakku lemon tea nya memang enak & segar, perasan air lemonnya banyak dan asli. Ngga nyesel deh!


D'Palm Sundanese Restaurant

Jl. Lombok no.45 Bandung

Telp: 022-4261623/4261591

Friday, August 20, 2010

DOA menyambut Ramadhan

"Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam bulan Ramadhan dalam keadaan selamat dari berbagai
penyakit, hindarkan kami dari berbagai kesibukan dan hindarkan pula dari rasa cepat mengantuk".
[Doa Ali bin Abi Thalib dalam rangka menyambut Ramadhan]

Saturday, August 07, 2010

The 18th Indonesia International Motor Show 23 July - 1 August 10












ULASAN KULINER : SINOU KAFFEE HAUSEN (**)




SINOU  KAFFEE  HAUSEN, sudah lama banget ku pengen mampir makan kesini, alasannya : 1. Kata temen makanannya enak 2. Selalu penuh bila menghitung jumlah mobil yang diparkir 3. Café seperti ini biasanya menyajikan menu-menu kedoyananku. Tapi suami ku selalu menghindar, gara-garanya dia tanya, ada menu soup nya nggak ? Dan setelah kutanya temen ku yang sudah pernah mencoba, jawabannya nggak ada tuh. Yaah sayang sekali. I think soup & salads adalah menu wajib didalam sebuah café. Tapi kemarin pas ku ultah, terserah dong ku pilih makan dimana. Jadilah ku mampir kesini, ke jl. Panglima Polim V no. 26, telpon 021 725 8568, Jaksel.
Keika itu malam minggu, haduh parkirannya penuh, susah dan sempit. Akhirnya ku agak masuk sedikit ke PangPol X, parkir didepan rumah sepupuku. Eh tukang parkir ketakutan, “jangan Pak, nanti ban mobilnya dikempesin sama yang punya rumah”. Wk..wk..wk.., pasti sepupuku itu sewot berat, setiap keluar rumah selalu dihalangi mobil-mobil tak dikenal. Kata suamiku : “bilang ya sama bu Eki, ini mobil saudaranya yang di cinere”. Hi hi hi.
So masuklah kami ke Sinou, bangunan berlantai 2, seraya berkata, “Mas, no smoking area”. Jawabnya “hmm…nggak ada mba…” O...oo..yah sudah lah, nggak usah diperpanjang. Mari kita duduk yuu. Kebetulan, pas banget tinggal 1 meja meja bulat plus 2 kursi disamping meja bar. Kami pun segera meneliti lembaran menu sambil bertanya-tanya menu andalan & favorit disini. Berbagai menu appetizer, aneka pasta, burger & sandwich, menu full Breakfast & Pancake, masakan Indonesia, serta menu yang agak beda yaitu Baked Fried Rice, membuat kami agak kesulitan menentukan pilihan (bener, nggak ada soupnya, kecuali sop buntut). Akhirnya kami sepakat memilih mushroom baked rice, cheese stuffed mushroom, dan mayonnaise cheese fries. Minumannya ice chocolate & ice hazelnut latte. Sambil menunggu pesanan datang, kami pun melayangkan pandangan ke sekeliling ruangan.
Interior ruangan ini sungguh unik, seperti ruangan yang belum jadi, plus suasana industry yang ditunjang oleh pernak pernik dekorasinya, dihiasi aneka lukisan jadul di dindingnya, serta lukisan kota paris. Langit-langitnya belum jadi, masih berbentuk dak, dinding nya juga hanya berlapis semen, serta ada bagian dinding yang keropos (disengaja) sehingga kelihatan batu batanya. Tetapi dengan cahaya temaran yang berasal dari lampung-lampu yang menggantung agak rendah, serta aneka meja kursi yang tidak seragam tapi manis, ada kursi kayu, besi, sofa, menjadikan ruangan ini unik, tjantique serta romantis. Pantesan pengunjungnya selalu penuh dan betah berlama-lama mengobrol atau memainkan laptopnya. Satu hal lagi yang kami liat, semua pengunjung pasti berumur dua puluhan, dan kami yang tertua dalam ruangan itu.
Oke, saatnya menikmati makan malam. Mushroom baked rice adalah nasi yang digoreng dengan butter sehingga tekturnya licin, dicetak bulat & diberi keju diatasnya, lalu dipanggang sehingga meleleh, disajikan diatas piring & didampingi oleh 5 butir mushroom yang digoreng tepung panir. Rasanya, cheesy banget, mlekoh, gurih & nikmat akibat dari saus keju yang royal. Kalau mayonnaise cheese fries nya ya biasa saja, yaitu potongan kentang goreng yang disajikan dipiring lalu diberi saus mayo dan keju lalu dipanggang sebentar sehingga meleleh-leleh menggiurkan, hmm yummy. Aku makan bersama cheese stuffed mushroom, yaitu jamur (sepertinya digoreng dengan sedikit minyak) dengan lelehan keju diatasnya, hmm mantap kali. Kemudian rasa serba cheesy ini dibasuh dengan segelas ice chocolate yang lebih mirip milk shake dengan hiasan whipped cream yang menggunung, rasanya enaak banget, manis, terasa susu dan coklatnya, pas. Sedangkan penyajian ice hazelnut latte juga sama, diberi whipped cream, rasa susunya dominan berbaur dengan rasa hazelnut yang halus, manis. Saya pikir latte itu kopi susu, tapi ini sama sekali tak terasa kopinya loh.
Selesai menikmati sajian, kami tidak berlama-lama seperti pengunjung lainnya. Segera kami minta billnya, dan inilah harganya : stuffed mushroom Rp 31.000, Cheese fries Rp 29.000, Baked rice Rp 40.000, ice chocolate Rp 26.000, hazelnut latte Rp 27.000, sehingga total kami membayar Rp 175.950.
Secara garis besar, café ini memang nyaman buat nongkrong bareng karena suasananya yang nyaman & makanannya yang enak. Rasa penasaran kami terjawab sudah.

Thursday, July 29, 2010

ULASAN KULINER : SERIBU RASA (**)








Selamat ulang tahun atau selamat hilang tahun, hmm umur ku bertambah tua, dan sisa hidup kita di dunia ini berkurang 1 tahun lagi. Alhamdulillah masih diberi umur panjang, kesehatan, rizki & kesejahteraan, amin.
Nah sesuai tradisi, hari ini ku ajak seluruh keluarga makan keluar. Bukannya mau boros tapi sedikit penghargaan buat ortu terutama Mamah yang selalu menyempatkan waktu untuk menyediakan masakan buat keluarga ku, padahal udah lama banget ku pindah ke rumah sendiri. Nah sekali-kali dong Mamah istirahat dari acara masak memasak & menikmati traktiran ku ini.
Sehari sebelumnya sudah berpikir keras, makan dimana ya yang cocok buat Bapak yang kedoyanannya makan lontong atau mi, dan Mamah yang ngak suka seafood, tapi pilihan menunya harus banyak. Sambil browsing wisata kuliner di internet, terbitlah ide makan di SERIBU RASA. Kalau melihat websitenya sih mantap punya, banyak pilihannya & pasti cocok karena ada menu lontong sayur medan yang termasuk dalam kategori noodle & rice, lalu lauknya ada ayam, daging, seafood & sayur. Woke (wah oke) nih.
Jadi di hari minggu siang berangkatlah kami ke jl. H. Agus Salim no 128, Menteng, telpon 021 392 8892. Bila melihat restaurant tampak depan pasti berkesan mahal & berkelas. Tak ada mobil yang bertebaran di sekitar resto karena semua parkir di lantai bawah restaurant. Rapih. Pintu masuknya tidak tampak dimuka, melainkan harus jalan agak sedikit menanjak disebelah kiri bangunan. Sedangkan bangunan depan yang terlihat adalah ruangan resto dengan jendela kayu yang terbuka lebar. Unik dan cantik. Ketika masuk kedalam pintu utama, kita langsung berada di ruang terbuka dengan air mancur yang mengalir. Lalu masuk ke ruang makan tercium wangi aroma bunga melati. Ada 3 ruang makan, depan, tengah dan belakang, dimana semuanya dibatasi oleh teras terbuka dengan kolam ikan. Kami pun duduk dimeja bundar.
Mulailah kami mendiskusikan menu. Dapat ditebak pilihannya : lontong sayur medan, mi jawa, daun singkong tumbuk, ayam goreng binjai, cumi goreng tepung, seafood cakwe, ifumi binjai. Dessertnya ketan hitam mangga, es campur seribu rasa & es campur kintamani. Tak perlu lama menunggu, sajian pun tiba. Mari ku ceritakan satu persatu.
Lontong sayur medan terdiri dari 4 potong lontong yang besar-besar, tapi kurang, sehingga pesan lontong polos 1 porsi lagi. Lauknya rendang, udang, potongan tempe, kering kentang+kacang, sayur nangka, ditaburi bawang goreng dan kuah yang berwarna merah. Rasanya enak, nyamleng dan empuk. Sedangkan mi gorengnya standard saja dengan campuran cumi & udang, irisan otak-otak & kol, lumayan. Cumi goreng tepungnya berwarna kuning kecoklatan, enak, garing & empuk tapi porsinya cuma sedikit. Ifumi binjai adalah mi kering yang disiram tumisan aneka sayuran wortel, jamur kancing & sawi, serta potongan ayam. Kuahnya berwarna merah agak kental, rasanya enak & segar. Oke. Seafood cakwe adalah cakwe dengan adonan seafood didalamnya, berisi 6 potong cakwe dengan ukuran, yah kecil kalo menurutku, rasanya manis, lengket & empuk karena terbalut saus madu, lalu ditaburi wijen. Enak, sehingga ayah ku minta bungkus 1 porsi lagi. Singkong tumbuk adalah semangkuk daun singkong yang tercincang halus dan terendam kuah kuning santan, hmm juara. Ketika sajian hampir habis kami santap, barulah saya sadar, mana ayam goreng binjai nya ? Rupanya tidak tercatat pesanannya, yaaahh…
Sekarang giliran dessertnya. Es campur seribu rasa, penampilannya menipu. Kalau liat gambar di buku menu, tampaklah es campur dengan cincau, cendol, delima, kelapa, tape, alpukat yang bertonjolan lalu diberi es serut dan disiram susu kental. Tapi kenyataannya adalah, bener sih isinya seperti itu, cuma semua itu tidak bertonjolan melainkan tertutup oleh es serut yang disiram air gula merah, bukan sirup merah+susu. Sehingga kami sempat ragu dan mengkonfirmasi pesanan kami. Sedangkan es campur kintamanis barulah es buah dengan sirup merah dan susu kental manis. Segar. Kalau ketan hitam mangga tidak disajikan dengan es, jadi serupa sajian kolak hangat, rasanya enak, manis pas membilas rasa gurih.
Semua hidangan ini saya tebus dengan harga Rp 543.180, lumayan mahal sih tapi memang sesuai dengan kelasnya yang fine dining. Sebenarnya saya sangat tertarik dengan sajian ikannya, apalagi hampir disemua meja para pengunjung memesan sajian ikan. Tapi lain waktulah kita mencoba lagi.

Tuesday, July 27, 2010

Pengalaman : Umroh Kel. Soeratin Soeboer, June 2010

Pabrik Al Quran
Mina

Bukit Pemanah
Masjid Apung Laut Merah
Masjidil Haram
Jabal Rahmah
Bukit Tsur



Masjid Quba
Peternakan onta
Tak disangka tak dinyana, kalau memang rezeki sudah menghampiri, kita hanya bisa mengucapkan puji syukur Alhamdulillah kepada Yaa Allah Yaa Rozzaq, Sang Maha Pemberi Rizki. Bagaimana tidak bersyukur, kami sekeluarga menunaikan ibadah Umroh bersama, bersebelas orang, disaat liburan sekolah bulan Juni 2010 lalu. Dengan memakai Qiblat Tour dari Jl. Taman Cibeunying Selatan no. 15, Bandung, Telpon 022 727 1409, kami berangkat bersama menuju kota Madinah & Mekah. Tulisan ini hanya sekedar catatan kecil saya, yang rasanya sayang bila terbuang begitu saja.

Perjalanan dimulai pada hari Jumat tg 25 Juni 10, dengan memakai pesawat Saudi Arabian Airlines pada pk 15.30 yang memakan waktu 9 jam karena kami singgah selama 1 jam di kota Daman. Kami pun tiba di kota Madinah Al-Munawarah pada pk 20.30 waktu Arab, dengan perbedaan waktu 4 jam sebelum Indonesia. Tetapi cobaan pertama telah menerpa kami. Bus yang sedianya menjemput kami menuju Hotel, rupanya telah ditempati oleh peserta dari tour lain, sehingga kami pun tertahan diluar Bandara, selama hampir 2 jam, dalam keadaan jet lag dan kaget akan udara Arab yang panas dan kering. Alhamdulillah kemudian datanglah bus pengganti yang menggantarkan kami ke hotel Movenpick, persis disebelah Masjid Nabawi. Tetapi tak begitu lama kami dapat beristirahat karena Azan Shubuh telah berkumandang.

Sabtu tg 26 Juni 10, setelah sarapan pagi, jadwal kami pun beristirahat sampai waktu sholat Dzuhur, sehingga jadwal kami hari itu hanyalah memaksimalkan sholat di Masjid Nabawi demi memperoleh pahala 1000x lebih dari pada sholat di masjid lain, kecuali di Masjidil Haram tentunya.

Minggu tg 27 Juni 10, jadwal kami adalah tour berjalan kaki mengelilingi Masjid Nabawi sambil mendengarkan rangkaian sejarahnya, serta mendoakan para syuhada yang meninggal akibat perang Uhud di maqam Baqi, disamping Masjid Nabawi. Kemudian para pria mengunjungi maqam Rasulullah serta berdoa di Raudhah, yaitu area yang terletak diantara kamar Rasulullah dan mimbar masjid, yang pernah dinyatakan Rasul sebagai 'salah satu bagian dari taman surga', yang ditandai dengan karpet berwarna hijau, sedangkan karpet ditempat lain lain adalah berwarna merah. Raudhah ini terbuka 24 jam bagi kaum pria tapi untuk wanita ada jadwal tertentu yaitu malam hari, sehingga setelah sholat Isya dan makan malam, kami menuju Raudhah, yang malam itu penuh sekali dengan jamaah wanita, sehingga sholat 2 rakaat dan berdoa disini cukup berat perjuangannya, yaitu berdesak-desakkan dan sulit melakukan sujud dengan normal karena pengunjungnya sangat penuh. Berdoa disini membuat saya meneteskan airmata & tubuh pun terasa merinding. Yaa Allah kabulkanlah doa-doa ku. Amin.

Senin tg 28 Juni 10, jadwal kami adalah mengunjungi masjid Quba, yaitu adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw, berdasarkan surat At Taubah 108 (Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih). Kami pun sholat sunat 2 rakaat disini.
Setelah dari Masjid Quba, kami mengunjungi perkebunan kurma terbesar di Madinah. Disini kami bisa mencicipi aneka kurma sepuas-puasnya, asalkan tidak dibawa pulang, sambil minum teh panas. Saya pun berbelanja kurma Ajwa, yaitu kurma kesayangan Nabi, dimana menurut hadist Muslim : "Barang siapa makan kurma Ajwa tujuh butir pada pagi hari, dia akan selamat dari racun guna-guna pada hari itu". Selain kurma, saya juga membeli kacang pistachio & coklat isi kurma.
Setelah puas berbelanja, kami menuju ke bukit pemanah atau jabal Rumat, yaitu bukit tempat berkumpulnya pasukan pemanah pada perang Uhud. Dikaki bukit juga terdapat makam tempat para syuhada perang uhud.
Setelah itu kami menuju pabrik Al Quran terbesar di dunia yaitu Kompleks Malik Fahd. Hanya kaum laki-laki saja yang boleh memasuki pabrik ini, karena dikhawatirkan ada kaum wanita yang sedang haid lolos, masuk & mencemari tempat suci ini. Akhirnya kami pun menunggu di samping pabrik, yaitu ditoko Al Quran. Tak lupa ku titipkan kamera kepada suami untuk mendokumentasikan pabrik ini. Rupanya setiap pengunjung mendapat sebuah Al Quran gratis. Semua Al Quran yang ada di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram adalah berasal dari sini. Setelah itu kami pun kembali ke hotel.

Setelah sholat Dhuhur & makan siang, kami bersiap-siap memakai pakaian ihram & ber wudhu, lalu pergi ke Masjid Bir Ali yang berjarak 15 menit dari Madinah, unt melakukan sholat sunat ihram 2 rakaat serta mengucapkan niat umrah, kemudian mulai mematuhi beberapa larangan ihram. Setelah itu kami segera kembali ke hotel untuk mengambil koper, lalu ke bandara, untuk melanjutkan perjalanan dengan pesawat ke kota Mekkah Al Mukaromah, selama 1 jam.
Sesampai di Mekah, kami langsung menuju hotel Movenpick yang berada di Zam zam tower (Mall), pas banget diseberang pintu King Abdul Aziz Masjidil Haram (Alhamdulillah). Setelah menaruh koper kami segera makan malam, lalu berwudhu di hotel dan segera ke Masjidil Haram unt segera menunaikan ibadah umroh.
Ketika memasuki Masjidil Haram, Bismillahi Allahu Akbar, akhirnya selama seumur hidup saya sholat mengarah menghadap Kabah, sekarang benar-benar Kabah didepan mata saya, Subhanallah, tidak semua orang bisa mengalami kejadian luar biasa ini, dan Alhamdulillah saya termasuk orang yang diundang oleh Allah SWT.
Nah urutan ibadah kami adalah pertama, mengerjakan sholat Magrib & Isya di Jama Takhir & di Qashar. Lalu Tawaf, mengelilingi Kabah sebanyak 7 putaran, lalu sholat dibelakang maqam nabi Ibrahim, kemudian Sai, yaitu berjalan dari bukit Safa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali bolak balik dan berakhir di bukit Marwah, kemudian tahalul deh, yaitu gunting rambut sedikit, dan berakhirlah segala larangan ketika umroh serta berakhirnya ibadah umroh kita. Perlu diketahui kondisi saya adalah mengalami cedera kaki seminggu sebelum pergi, sehingga kalau jalan kaki ku terpincang-pincang. Coba bayangkan berapa kilometer saya berjalan terpincang-pincang, tapi Alhamdulillah lancar, semoga menjadi umroh yang mabrur, amin. Kalau kedua orangtua suamiku malah ber umroh dengan memakai kursi roda & Alhamdulillah selamat & lancar juga. Satu jam lagi azan subuh akan berkumandang, tetapi tubuh kami sudah basah kuyub dan tak bertenaga, sehingga kami memutuskan untuk kembali ke hotel, beristirahat & kembali ke Masjidil Haram ketika sholat Dzuhur.

Selasa tg 29-30 Juni 10, kegiatan kami hanyalah memaksimalkan ibadah & sholat di Masjidil Haram karena sholat disini akan mendapat pahala 100.000 kali daripada sholat ditempat lain. Dan rupanya Thawaf mengelilingi Kabah adalah sebagai pengganti sholat sunat Tahiyatul masjid. Terus para bapak & anak laki-laki secara bergantian berusaha mencium Hajar Aswad. Oh ya, selama di Masjidil Haram kami puas sekali minum air zam zam yang dingin menyegarkan serta berlimpah, bahkan selalu mengisi botol air minum kami untuk bekal di hotel. Kami juga sempat foto-foto di lantai 2 Masjidil Haram dengan latar belakang Kabah, yang alangkah oh indahnya. Tapi hati-hati ya, karena baik di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi sebenarnya kita dilarang membawa kamera atau HP berkamera, dan tas kita selalu diperiksa, walapun di Masjid Nabawi pemeriksaannya lebih ketat daripada di Masjidil Haram. Kegiatan kami selama di Masjidil Haram adalah Sholat Tahajud disambung sholat Subuh, tidur, sarapan, tour, sholat Zhuhur, makan siang, istirahat, sholat Ashar, jalan-jalan / belanja, sholat Magrib sampai Isya, makan malam, lalu tidur. Begitu terus selama 3 hari.

Selama 3 hari ini kami juga melakukan tour, dan ini beberapa catatan hasil tournya :

- Gua Tsur adalah gua tempat Rasulullah saw dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy selama 3 malam ketika hendak hijrah dari Mekkah menuju Madinah. Ketika kaum Quraisy sampai di gua Tsur, ada sarang laba-laba & sarang burung yang menutupi mulut gua, sehingga mereka urung memasuki gua ini. Inilah bukti kebesaran Allah SWT. Selama Nabi bersembunyi, Siti Asma, anak Abu Bakar selalu mengantar makanan, dan anak Siti Asma, Abdullah bin Zubair mendapat tugas intel memata-matai keadaan sekitar, padahal dia masih kecil.
- Permukiman Awali adalah tempat orang-orang yang tergusur dari Masjidil Haram.
- Sedang dibangunnya sebuah proyek Monorel dari Mekkah-Mina-Muzdalifah-Arafah dan diperkirakan selesai pada th 2011.
- Masjid Namiroh hanya dibuka 1 tahun sekali yaitu ketika tg 9 Dzulhijah. Dahulu Nabi berkhutbah dan shalat Dhuhur dan Ashar jama taqdim pada tanggal 10 Dzul Hijjah di Namiroh yaitu tempat di sebelah barat Arofah.
- Jabal Rahmah / bukit kasih sayang adalah tempat bertemunya Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah berpisah selama 200 tahun ketika diusir dari surga, karena Nabi Adam AS diturunkan di India sedangkan Siti Hawa diturunkan di Jeddah. Tempat pertemuan mereka kini ditandai oleh sebuah tugu.
- Di Jabal Rahmah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu terakhir, yaitu pada saat Nabi menunaikan haji wada. Wahyu terakhir itu adalah Surat Al Maidah Ayat 3 : “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian.”
- Muzdalifah terletak antara Arafah dan Mina. Di Muzdalifah ini jamaah haji mabit / bermalam dan mengambil 70 butir batu kecil untuk persiapan lempar jumroh di Mina. Sholat Subuh dilaksanakan berjamaah di Muzdalifah. Setelah sholat subuh, meninggalkan Muzdalifah menuju Mina untuk melakukan melempar jumroh. Bagi orang tua dan yang lemah / sakit boleh meninggalkan Muzdalifah pada malam hari setelah lewat tengah malam baru menuju Mina.
- Di Muzdalifah ada Masjid Masy'aril Haram dimana Nabi Muhamad saw pernah berzikir.
- Lembah Gajah adalah lembah tempat pasukan gajah di bawah pimpinan Raja Abrahah yang berangkat menuju kota Mekah untuk menghancurkan Ka’bah. Raja ini ingin mendirikan gereja di Yaman, sehingga selama masih ada Kabah takut gereja yang dia dirikan kalah pamor. Ketika itu Kabah dijaga oleh kakek Nabi Muhammad SAW yaitu Abdul Muthalib. Ketika pasukan gajah itu dalam perjalanan menuju kabah, datanglah barisan burung Ababil yang masing-masing membawa kerikil, lalu dilemparnya ke pasukan tersebut sehingga pasukan tsb berjatuhan satu persatu dan menumpuk seperti dedaunan yang di makan ulat. Surat Al-Fiil (Gajah).
- Rasulullah sebelum menjadi Nabi, pekerjaannya adalah menggembalakan kambing di sekitar Jabal Nur. Rasulullah suka naik & masuk ke Gua Hira yaitu gua yang terletak tidak jauh dari puncak Jabal Nur untuk menyendiri & bertafakur sambil melihat kearah Kabah langsung, mencari kebenaran karena Rasulullah tidak percaya berhala. Ketika umur Rasulullah hampir mencapai 40 th, pada suatu malam tanggal 17 Ramadhan, turunlah malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama dari Allah SWT yaitu “ ‘Iqra’ (bacalah) denqan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Iqra’ (bacalah), dan Tuhanmu lah yang Paling Pemurah, sang Mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia Mengajarkan kepada manusia apa sang tidak diketahuinya (Q. Al ‘Alaq: 1-5)”. Setelah mendapat wahyu tsb, Rasulullah segera pulang menemui istrinya Khadijah, gemetaran minta diselimuti, kemudian menceritakan kejadian tsb, dan Khadijah pun langsung percaya & yakin terhadap Rasulullah.
- Makam Ma'la adalah komplek pemakaman yang letaknya sekitar setengah kilometer dari sebelah Utara Masjidil Haram, yaitu tempat pemakaman warga Mekah dan makam jamah haji yang wafat di Mekah.
- Masjid Jin adalah Masjid tempat Nabi Muhammad pernah sedang membaca Al Quran, lalu datanglah segerombolan jin yang heran mendengar bacaan tsb. Lalu para jin meminta bukti kenabian Rasulullah, sehingga Nabi Muhammad saw memanggil sebuah pohon yang terletak di masjid (sekarang), lalu pohon itu pun tercabut dari bumi memenuhi panggilan Nabi hingga berada di depannya, kemudian Nabi menyuruhnya kembali, maka pohon itu pun kembali (ke tempat asalnya), dimana pohon tersebut terletak persis di bangunan Masjid Syajaroh. Maka para Jin tsb bersyahadat masuk Islam. Letak Masjid Syajaroh ini berhadapan dengan Masjid Jin.
- Jabal Qubes adalah jabal tertua dibumi, dimana sekarang telah dibangun Istana Raja Saudi, yang berhadapan dengan masjidil Haram. Ada yang mengatakan di Jabal Qubes adalah tempat makam Siti Hawa, tapi ada juga yang mengatakan di Jeddah.
- Masjid Hudaibiyah adalah masjid yang pernah digunakan Rasulullah SAW dalam membuat perjanjian dengan kaum kafir Quraisy yang berisi : "Dengan nama Tuhan. Ini perjanjian antara Muhammad (SAW) dan Suhail bin 'Amru, perwakilan Quraisy. Tidak ada peperangan dalam jangka waktu sepuluh tahun. Siapapun yang ingin mengikuti Muhammad (SAW), diperbolehkan secara bebas. Dan siapapun yang ingin mengikuti Quraisy, diperbolehkan secara bebas. Seorang pemuda, yang masih berayah atau berpenjaga, jika mengikuti Muhammad (SAW) tanpa izin, maka akan dikembalikan lagi ke ayahnya dan penjaganya. Bila seorang mengikuti Quraisy, maka ia tidak akan dikembalikan. Tahun ini Muhammad (SAW) akan kembali ke Madinah. Tapi tahun depan, mereka dapat masuk ke Mekkah, untuk melakukan tawaf disana selama tiga hari. Selama tiga hari itu, penduduk Quraisy akan mundur ke bukit-bukit. Mereka haruslah tidak bersenjata saat memasuki Mekkah"
- Suku Badui adalah dari suku asli Arab, dimana pekerjaan utamanya adalah beternak unta & menghasilkan susu unta.
- Situs bersejarah peninggalan Nabi Muhammad SAW banyak yang hilang atau tidak dirawat karena pemerintah Arab takut situs tsb menjadi sarana pemusyrikan.
- Masjid Ar Rahmah atau masjid terapung adalah masjid yang berada ditepi laut merah.
- Masjid Qisos atau masjid pancung adalah masjid tempat dilaksanakannya hukuman pancung di Jeddah.
- Masjid Qiblatain atau masjid dua kiblat (di Madinah) adalah dulu bernama Masjid Bani Salamah karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Pada permulaan Islam, orang melakukan shalat dengan kiblat ke arah Masjidil Aqsha di di Yerusalem. Nabi Muhammad sudah sangat tidak suka sholat dengan kiblat ke arah Masjidil Aqsha karena orang-orang Yahudi meledek Nabi Muhammad, kok ajarannya berbeda (Islam vs Yahudi) tapi qiblatnya sama yaitu ke Masjidil Aqsha. Sehingga ketika Nabi sedang sholat di Masjid Bani Salamah, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144 : “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” Setelah turunnya ayat tersebut diatas, Nabi menghentikan sementara shalatnya, kemudian meneruskannya dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram. Merujuk pada peristiwa tersebut, lalu masjid ini dinamakan Masjid Qiblatain, yang artinya masjid berkiblat dua.

Kamis, tg 1 Juli 10, setelah sarapan kami siap-siap berkemas untuk kembali ke tanah air. Hari ini adalah hari kami melakukan Tawaf Wada atau Tawaf perpisahan yaitu berpamitan, pulang dari Baitullah, rumah Allah swt, yang kami lakukan sebelum sholat Dzuhur. Ya Allah semoga kami dapat segera kembali lagi kesini untuk melakanakan ibadah Haji. Amin.
Sebenarnya kami masih ada 1 jadwal tour lagi yaitu ke museum Kabah. Tapi izinnya sangat susah sekali. Akhirnya setelah makan siang, barulah izin tsb turun juga. Kami mengunjungi musium yang berisi foto-foto dan replika Masjidil Haram, sumur air zam zam, perak penyanggah Hajar Aswad, tiang Kabah kuno, bekas pintu Kabah & pintu Masjidil Haram, bekas kiswah (tutup kabah), tangga mimbar Masjidil Haram, dan pernik pernik antik lainnya yang berasal dari Masjidil Haram dan Kabah.

Sepulang dari tour segera kami berkemas dan menuju bis yang akan mengantarkan kami ke Jeddah. Disini kami ada waktu waktu sebentar untuk berbelanja oleh-oleh. Hmm kebetulan, karena oleh-olehku sangat kurang sekali, maklumlah selama di Mekah kan kami fokus kepada ibadah, mana ada waktu, lagipula kaki ini rasanya gempor kalau mesti ke pasar / mall lagi. Pertokoan di Jeddah sangat Indonesia sekali. Jangan khawatir ngak bisa ngomong kalau pergi ke Arab, karena banyak sekali orang Arab yang mengerti & bisa bahasa Indonesia, dan banyak sekali warga Indonesia yang bekerja disini, baik di pertokoan atau bahkan di Masjidil Haram.
Setelah berbelanja kami menuju laut Merah dan berfoto-foto dengan latar belakang Masjid Apung, yaitu Masjid yang apabila laut Merah sedang pasang, maka Mesjid akan kelihatan seperti mengapung diatas air.

Lalu kami makan malam di sebuah restaurant masakan asia, yang masakannya hmm enak juga. Setelah perut kenyang kami segera menuju Bandara Jeddah. Kembali kami akan naik Saudi Arabian airline pada pk 24.30 waktu Jeddah, selama 8 jam langsung ke Bandara Sukarno Hatta dan tiba sekitar pk 12.30 waktu Jakarta. Oh ya sebelum pergi kami mendapat peringatan dari pihak tour kalau naik pesawat Saudi Arabian itu, tempat duduknya ngak bisa diatur, alias mencar-mencar. Jadi suami istri, ortu dan anak mencar semua. Argh. Akhirnya kami minta tuker-tukeran tempat deh. Untunglah aku sebangku dengan kakak ipar ku, dan suami ku berada di 2 kursi didepanku. Alhamdulillah kami tiba dengan selamat di tanah air, Jumat tg 2 Juli 10, dengan kaki bengkak karena lama menggantung, dan selama perjalanan hujan turun cukup sering dan lebat. Sangat menegangkan bagi ku yang takut terbang.

Sunday, June 20, 2010

Ulasan kuliner : Bandar Serpong (***)

Gurame asam manis
Udang telur asin

Tahu udang
Tim kerapu Tio Ciu
My Family
Voucher Detikfood



Restoran Bandar Serpong ini memang belum setahun berdiri, tapi ulasannya di dunia maya rame banget. Terutama di Detikfood, lumayan sering dibahas. Bahkan pak Bondan “mak nyus” Minarno juga secara khusus memberi review yang membuat pembacanya, hmm ngileeer. Nah berhubung saya telah memenang voucher makan gratis Bandar Serpong sebesar Rp 200.000 dari Detikfood, maka gantian nih, giliran aku yang mereview. Jadi tolong disimak ya, he..he..he..
Seperti biasa, aku mengangkut seluruh keluarga, jadi total kita pergi berenam, dihari minggu siang yang panasnya luar biasa, hmm sepertinya sebentar lagi turun hujan nih. Kita langsung menuju ke jl. Raya Serpong Priyang km 9 no. 88 B Tangerang 15322, yaitu kalau dari arah Jakarta, letaknya diseberang kanan jalan, dan ngak mungkin kelewat karena plang nya cukup besar & mencolok, setelah ketemu baru puter balik.
Sesampainya disana, restoran dengan spesialis live seafood ini, disambut dengan pemandangan aneka seafood didalam aquarium. Tapi kami memilih untuk melihat dibuku menunya, dimana menu-menu yang tertera disini bikin bingung memilih dan lapar mata, karena jenis olahan masakannya tidak pasaran.
Maka inilah pilihan kami, gurame asam manis adalah kedoyanan Bapak, ikan kerapu macan tim tio ciu adalah pilihan suami ku, lalu ada udang telur asin & tahu udang yang gambarnya yummy banget, sedangkan fuyunghai & sapo tahu adalah pilihan Mamah yang ngak doyan seafood. Minumannya kebetulan pilihan kita sedang kosong, seperti jus kedongdong & ada satu lagi jenis minuman khas disini, tapi namanya aneh jadi lupa, eh kosong juga. Jadi kita pesen minuman standard yakni es kelapa jeruk, jus alpukat, jus sirsak & es cincau.
Rupanya ngak perlu menunggu lama loh, hidangan yang kita pesanpun datang satu persatu, dimulai dengan gurame dan yang terakhir si ikan kerapu. Eit jangan disendok dulu dong, kan mau di foto dulu biar bisa dipamerin.
Nah sekarang reviewnya nih. Ikan gurame asam manis adalah ikan gurame yang dagingnya sudah di fille kecil-kecil, digoreng tepung tipis hingga garing tak berminyak tapi tetap empuk, dan bumbunya juga meresap jadi rasanya gurih tipis. Lalu saus asam manisnya disajikan secara terpisah yaitu saus tomat yang telah dicampur potongan nanas, paprika & bawang jadi rasanya manis asam segar.
Ikan kerapu macan tim tio ciu adalah ikan kerapu macan yang ditim bersama rempah-rempah khas Cina & diberi kuah yang lumayan banyak. Kuahnya bening dan dihiasi potongan jamur shitake, tomat, sayur asin, cabai, jahe & daun ketumbar. Rasa yang dominan adalah rasa gurih (tapi ini saya sempet protes karena menurutku keasinan) yang ditimpalin rasa jahe & daun ketumbar, sehingga rasanya hmm hangat dan segar.
Udang telor asin adalah udang goreng yang disiram telur asin dan dihiasi daun jeruk yang telah digoreng garing serta ditaburi irisan cabe merah. Kalau dilihat sekilas mirip gulai udang yang berminyak gitu, padahal pas dimakan, asli itu telur asinnya banyak dan rasanya masir, ditambah daun jeruknya yang kriuk menambah keunikan.
Sedangkan tahunya mirip sajian dimsum, yaitu 4 potong tahu jepang yang bulat, diatasnya ditempeli baso udang lalu diberi sedikit kuah berwarna coklat seperti campuran kecap asin yang berminyak, rasanya jelas enak, tahu serasa sutra, udangnya royal & kuahnya gurih.
Sapo tahu berpenampilan standard yakni potongan tahu jepang yang telah digoreng, irisan wortel, jahe, jamur, sawi, daun bawang & kapri, dengan kuah yang tidak pelit, rasanya oke punya.
Nah ketika fuyunghai datang, ibuku protes, “ini mah namanya telor orak arik”, yaitu telur orak arik yang dicampur irisan wortel & buncis, tapi pas dimakan, enaak. Saus tomatnya juga disajikan terpisah loh dengan taburan kacang polong yang royal.
Terakhir minuman jusnya dengan bentuk yang standard tapi rasanya kental & enak. Cuma cincaunya itu loh, kok kayanya cincau hitam kalengan yang dicampur dengan selasih. Memang khas Cina sih, ngak boleh protes, walau kita udah ngebanyangin cincau hijau dengan susu dan sirup merah, tapi da ngak cocok disajikan disini.
Kesimpulan semua sajian cocok & memuaskan selera kita, dan kita pasti balik lagi kalau begini adanya. Pelayanannya juga oke, cepat, helpful & ramah. Nah giliran pembayarannya nih, sebenarnya habisnya adalah Rp. 480.100 tapi kena diskon 35%, kecuali kerapunya diskon 20%, jadi makanan segambreng hanya ditagih Rp 337.000, dikurangi voucher Detikfood Rp 200.000, kita hanya membayar Rp 137.000. Mantaaap, jangan ngiri ya…