Yang penasaran sama bentuk ikan Kudu-kudu adalah ikan khas perairan Makassar yang kulitnya totol-totol seperti macan tutul tapi keras seperti tempurung, sedangkankan dagingnya empuk & lembut, apalagi kalo dipotong-potong lalu digoreng tepung, dimakan bersama nasi hangat & sambal khas Makassar yang rasanya pedas-pedas asam segar, uenak tenan rek. Masakan ini cuma disajikan di LION restaurant seafood ala Makassar di Jl. Fatmawati raya no 5A, Blok A - Cipete, Jak Sel. Harganya juga terjangkau, yakni Rp 12.000/ons. Jadi gak perlu jauh-jauh pergi ke Makassar dong.
Labels
- Kuliner Jakarta (224)
- Dakwah (99)
- Kuliner Bandung (53)
- Kuliner Tangerang (53)
- Pengalaman (37)
- yukmakan (20)
- Artikel (17)
- Detik Food (17)
- Kuliner Jateng (15)
- Kuliner Bogor (14)
- Kuliner Jabar (13)
- FOTO-FOTO (11)
- Hotel (6)
- Resep (6)
- Kuliner Cirebon (5)
- Kuliner Jatim (4)
- Kuliner Kalimantan Selatan (4)
- Kuliner Lampung (4)
- Prakarya (4)
- Kuliner Bali (3)
- Kuliner Medan (3)
- Jualan (2)
- Kuliner Thailand (2)
- Kuliner Malaysia (1)
- Kuliner Singapore (1)
- Kuliner Sulawesi (1)
- Novel (1)
Tuesday, March 30, 2010
IKAN KUDU-KUDU (**)
Yang penasaran sama bentuk ikan Kudu-kudu adalah ikan khas perairan Makassar yang kulitnya totol-totol seperti macan tutul tapi keras seperti tempurung, sedangkankan dagingnya empuk & lembut, apalagi kalo dipotong-potong lalu digoreng tepung, dimakan bersama nasi hangat & sambal khas Makassar yang rasanya pedas-pedas asam segar, uenak tenan rek. Masakan ini cuma disajikan di LION restaurant seafood ala Makassar di Jl. Fatmawati raya no 5A, Blok A - Cipete, Jak Sel. Harganya juga terjangkau, yakni Rp 12.000/ons. Jadi gak perlu jauh-jauh pergi ke Makassar dong.
Seafood a la Makassar Mantap Rasanya! (***)
Kania Kurniasari - detikFood
http://www.detikfood.com/read/2010/05/12/162258/1356114/290/seafood-a-la-makassar-mantap-rasanya
Jakarta - Sekali mencicipi seafood a la Makassar ini dijamin bakal ketagihan. Ada ikan kudu-kudu yang lezat dan udang bakar yang mantap rasanya. Belum lagi kepiting soka dan ikan kuwe yang fresh dengan sambal a la spesial yang bikin lidah selalu bergoyang. Coba yuk!
Dalam rangka merayakan suatu hal saya bersama teman-teman pergi untuk makan di sebuah restaurant seafood ala Makassar. Menurut salah seorang teman restoran ini baru berdiri beberapa minggu yang lalu dikawasan Blok A - Cipete, tepatnya di Jl. Fatmawati raya no 5A, Jakarta Selatan.
Menu unggulan dari restoran ini adalah ikan kudu-kudu, yaitu ikan khas perairan Makassar yang dimasak goreng tepung serta masakan udang bakarnya yang yummy. Akhirnya pada hari Sabtu lalu, kami bertujuh langsung meluncur kesana.
Restoran ini mudah ditemukan karena lokasinya yang terletak dipinggir jalan raya Fatmawati. Bagian depan dihiasi dengan lambang lingkaran merah bertuliskan Lion Restaurant, serta spanduk yang berisi berbagai gambar menu masakan unggulan disini.
Memasuki ruang restaurant yang lumayan luas kami langsung disambut dan ditawari apakah kami ingin memilih langsung seafood yang akan dimasak. Tapi kami memilih melihat buku menu saja. Sayang seribu sayang, ikan kudu-kudu yang kami impikan sudah sold out, begitu pula dengan udangnya.
Untuk udang hanya tinggal udang pancet jumbo seharga Rp 120.000/ons. Hal ini dikarenakan semua seafood harus didatangkan dari Makassar dan agaknya sang Pemilik tidak menyangka adanya sambutan hangat atas menu unggulannya tersebut. Akhirnya kami memesan ikan kue bakar biasa dan bakar rica, cumi goreng tepung, kepiting soka serta tumis kangkung cah polos.
Sambil menunggu pesanan dibuat, di atas meja disajikan 1 set sambal yang terdiri dari sambal merah, semangkuk potongan tomat hijau, sambal dabu-dabu, kecap petis, saus kacang mede, irisan mangga muda berwarna putih, dan sepiring jeruk nipis plus daun kemangi.
Kemudian ada yang mendemonstrasikan cara pembuatan sambal ini, yaitu dengan mencampurkan semua bahannya menjadi satu kemudian diaduk. Rasanya wowww... mata kami langsung melek, tersengat rasa pedas manis asam yang menyegarkan. Wah makan nasi pake sambalnya saja sudah enak begini apalagi seafoodnya.
Kami pun masing-masing mencoba sebuah otak-otak berukuran besar & hangat, rasa ikannya menonjol & ketika dicocol saus kacang mede, rasanya semakin legit. Tak lama kemudian pesanan kami pun datang. Penampilan ikan kuwe bakar ini sangat minimalis bumbu dan bersih kekuningan. Tapi ketika dimakan bumbunya meresap sempurna. Bedanya dengan bakar rica hanyalah ikan bakar langsung diolesi bumbu rica yang pedasnya langsung meyambar lidah.
Sedangkan penampilan kepiting soka rupanya digoreng kering berbalut tepung, rasanya empuk, gurih dan kriuk banget. Kangkungnya terlihat hijau & segar, kontras dengan warna potongan cabe merah diatasnya. Kangkungnya terasa renyah, serta kuahnya yang kecoklatan terasa gurih menggigit.
Secara keseluruhan semua hidangan ini patut diacungi jempol, dengan pelayanan yang ramah & yang terakhir harganya juga terjangkau loh. Dua ekor ikan dengan berat 10 ons dibanderol dengan harga Rp 80.000, kepiting soka Rp 40.000/porsi, Cumi Rp 35.000/porsi, kangkung Rp 20.000/porsi. Bahkan karena masih dalam rangka grand opening kami mendapat diskon 25%.
Wah saya pun langsung jatuh hati dan berjanji akan kembali untuk mencoba ikan kudu-kudu bersama suami. Tapi jangan lupa untuk mereservasi tempat dulu. Selamat mencoba!
Lion Restoran
Jl. Fatmawati raya no 5A
Jakarta Selatan
Telp: 021-723 0055/724 5559
Jam Buka: 11.00 - 15.00 - 17.00 - 22.00
Friday, March 19, 2010
Maxis Resto (***)
Maxis Resto
Jl. Gunung Agung No. 8, Cibeunying, Bandung - 40142. Telpon 022 2032 666
Buka pk 11 - 22
Thursday, March 11, 2010
ULASAN KULINER : SUSHI ROLL
Akhir-akhir ini ada trend baru yakni bermunculan tempat makan yang menyuguhkan sajian sushi enak berkualitas dengan harga miring lebih murah daripada restoran sushi di mall. Tempatnya juga bermacam-macam, ada yang kelas warung pinggir jalan, ada juga yang buka restaurant sendiri. Dengan range harga Rp 10.000 sampai 30.000 kita sudah bisa makan 1 porsi sushi yang enak & kenyang. Baik di Jakarta maupun Bandung, sajian sushi ini sedang naik daun.
Sebagai contoh tempat Sushi di Bandung adalah Sushi Boon di Jl. Ir H Djuanda, Dago. Banyak ulasan yang mengatakan sushi ini enak, ramai oleh pengunjung & harganya terjangkau. Sedangkan yang pernah ku coba adalah Sushi Baa yang letaknya di depan FO Jetset, Jl. Ir H Djuanda no 116, Dago. Gara-garanya ku sedang jalan bareng keponakan ku, mengunjungi dari FO ke FO sepanjang Dago, tapi bukannya baju yang didapat, malah perut kami yang kelaparan. Untunglah kami jeli melihat sebuah tempat mungil mojok di teras depan FO Jetset.
Segera kami memesan seporsi salmon sashimi buat Dede tersayang, yaitu potongan ikan salmon mentah yang langsung disantap dengan nikmatnya. Dan seporsi ebi tempura roll (matang) yang berisi 8 potong sushi roll yang didalamnya berisi tempura udang, diluarnya dibungkus nori serta ditaburi tobiko (telur ikan) & mayones. Rasanya enak kok, gak kalah dengan di mall. Harganya oke juga, Rp 26.000 tuk salmon & Rp 25.000 tuk sushi roll nya, dll jadi total Rp 54.500.
Sedangkan contoh tempat Sushi di Jakarta adalah Sushi Ya di daerah Tebet, ada 2 tempat yaitu di Jl. Tebet Utara Dalam No. 2 (seberang Komik Kafe) & di Tebet Square / TIS, Jl. MT Haryono kav. 9 unit no 9.
Kemudian ada Sushi Naga, Jl. Letjen Sutopo, Blok E1/1, BSD, Tangerang. Telp 021 537 6008. Cerita selanjutnya bisa dibaca di : "Tempura Uramaki Hmm... Oishii Desu Ne!"
Sebagai contoh tempat Sushi di Bandung adalah Sushi Boon di Jl. Ir H Djuanda, Dago. Banyak ulasan yang mengatakan sushi ini enak, ramai oleh pengunjung & harganya terjangkau. Sedangkan yang pernah ku coba adalah Sushi Baa yang letaknya di depan FO Jetset, Jl. Ir H Djuanda no 116, Dago. Gara-garanya ku sedang jalan bareng keponakan ku, mengunjungi dari FO ke FO sepanjang Dago, tapi bukannya baju yang didapat, malah perut kami yang kelaparan. Untunglah kami jeli melihat sebuah tempat mungil mojok di teras depan FO Jetset.
Segera kami memesan seporsi salmon sashimi buat Dede tersayang, yaitu potongan ikan salmon mentah yang langsung disantap dengan nikmatnya. Dan seporsi ebi tempura roll (matang) yang berisi 8 potong sushi roll yang didalamnya berisi tempura udang, diluarnya dibungkus nori serta ditaburi tobiko (telur ikan) & mayones. Rasanya enak kok, gak kalah dengan di mall. Harganya oke juga, Rp 26.000 tuk salmon & Rp 25.000 tuk sushi roll nya, dll jadi total Rp 54.500.
Sedangkan contoh tempat Sushi di Jakarta adalah Sushi Ya di daerah Tebet, ada 2 tempat yaitu di Jl. Tebet Utara Dalam No. 2 (seberang Komik Kafe) & di Tebet Square / TIS, Jl. MT Haryono kav. 9 unit no 9.
Kemudian ada Sushi Naga, Jl. Letjen Sutopo, Blok E1/1, BSD, Tangerang. Telp 021 537 6008. Cerita selanjutnya bisa dibaca di : "Tempura Uramaki Hmm... Oishii Desu Ne!"
Sunday, February 28, 2010
Pondok Pangandaran, Indonesian food / Seafood restaurant (***)
Jl. Kelapa Gading Boulevard Blok QA I no. 22 Jakarta Utara, Phone : 021 450 2548 / 450 7916
Banyaknya restaurant seafood didaerah Kelapa Gading Boulevard membuat kami sulit menentukan restaurant mana yang yahud. Hampir semua restaurant seafood disini dipenuhi pengunjung & dimuat dalam ulasan kuliner. Contohnya adalah Pondok Pangandaran yang bersebelahan dengan Seafood 212, ada juga Seafood 1001 malam, Sedap Malam, Cak Gundul, dan Seafood Ayu. Pemandangannya juga hampir serupa yaitu ramai oleh pengunjung, antrian parkir, asap pembakaran seafood yang membumbung tinggi & iklan menu seafood andalan dipasang didepan resto. Hal inilah yang membuat kami malas mencoba yang lain. Jadi apabila ingin makan ikan di daerah Kelapa Gading, hampir dipastikan kami akan makan di Sari Sandjaja masakan Palembang. Ternyata ketika liburan imlek kemarin, ternyata Sari Sandjaja tutup, sedangkan Pondok Pangandaran yang letaknya beberapa meter sebelumnya ramai oleh pengunjung. Jadilah kami mencoba makan disitu.
Memasuki restaurant yang terbuka menghadap parkiran mobil di lantai 1 & ber AC di lantai 2, kami memilih duduk agak ke belakang, disamping dapur tapi jauh dari asap pembakaran. Seafood yang ditawarkan disini adalah aneka ikan, kepiting, cumi, udang, kerang. Lalu ada juga sop tom yam, asparagus, tumis sayur, ayam & nasi goreng. Sedangkan pilihan kami adalah Ikan kerapu goreng bawang putih, kepiting soka goreng mentega & tumis brokoli.
Setelah lebih dari 15 menit kami menunggu, datanglah pesanan kami yang berpenampilan menggiurkan ini. Ikan kerapu nya berukuran besar, dagingnya disayat-sayat dulu lalu digoreng sehingga garing berwarna kuning kecoklatan. Lalu ditaburi cincangan bawangan putih yang banyaaak sekali. Wah wah keliatannya nikmat nih. Eh bener aja, ketika disuap dagingnya yang putih & empuk ini, rasanya gurih & wangi, berpadu dengan pahitnya rasa bawang putih, membuat nikmat ketika dimakan bersama nasi putih panas. Ditambah lagi kepiting soka goreng mentega nan empuk. Saus menteganya ini loh, merupakan perpaduan rasa gurih dari mentega dan bawang putih, rasa manis dari kecap serta rasa asam dari jeruk nipis, membuat saus ini rasanya tajam & segar, nyam nyam. Lalu tumis brokolinya juga yahud punya. Brokolinya hijau, segar & kriuk, berpadu dengan kuah tumis yang gurih rasa bawang putih. Merem melek deh. Makannya sampe keringetan nih.
Harganya juga wajar sih, Ikan kerapu Rp 43.900, Kepiting soka (2 ons saja) Rp 26.000, brokoli Rp 18.000, jadi total membayar adalah Rp 119.250. Wah boleh juga lain kali balik kesini dengan membawa keluarga.
Banyaknya restaurant seafood didaerah Kelapa Gading Boulevard membuat kami sulit menentukan restaurant mana yang yahud. Hampir semua restaurant seafood disini dipenuhi pengunjung & dimuat dalam ulasan kuliner. Contohnya adalah Pondok Pangandaran yang bersebelahan dengan Seafood 212, ada juga Seafood 1001 malam, Sedap Malam, Cak Gundul, dan Seafood Ayu. Pemandangannya juga hampir serupa yaitu ramai oleh pengunjung, antrian parkir, asap pembakaran seafood yang membumbung tinggi & iklan menu seafood andalan dipasang didepan resto. Hal inilah yang membuat kami malas mencoba yang lain. Jadi apabila ingin makan ikan di daerah Kelapa Gading, hampir dipastikan kami akan makan di Sari Sandjaja masakan Palembang. Ternyata ketika liburan imlek kemarin, ternyata Sari Sandjaja tutup, sedangkan Pondok Pangandaran yang letaknya beberapa meter sebelumnya ramai oleh pengunjung. Jadilah kami mencoba makan disitu.
Memasuki restaurant yang terbuka menghadap parkiran mobil di lantai 1 & ber AC di lantai 2, kami memilih duduk agak ke belakang, disamping dapur tapi jauh dari asap pembakaran. Seafood yang ditawarkan disini adalah aneka ikan, kepiting, cumi, udang, kerang. Lalu ada juga sop tom yam, asparagus, tumis sayur, ayam & nasi goreng. Sedangkan pilihan kami adalah Ikan kerapu goreng bawang putih, kepiting soka goreng mentega & tumis brokoli.
Setelah lebih dari 15 menit kami menunggu, datanglah pesanan kami yang berpenampilan menggiurkan ini. Ikan kerapu nya berukuran besar, dagingnya disayat-sayat dulu lalu digoreng sehingga garing berwarna kuning kecoklatan. Lalu ditaburi cincangan bawangan putih yang banyaaak sekali. Wah wah keliatannya nikmat nih. Eh bener aja, ketika disuap dagingnya yang putih & empuk ini, rasanya gurih & wangi, berpadu dengan pahitnya rasa bawang putih, membuat nikmat ketika dimakan bersama nasi putih panas. Ditambah lagi kepiting soka goreng mentega nan empuk. Saus menteganya ini loh, merupakan perpaduan rasa gurih dari mentega dan bawang putih, rasa manis dari kecap serta rasa asam dari jeruk nipis, membuat saus ini rasanya tajam & segar, nyam nyam. Lalu tumis brokolinya juga yahud punya. Brokolinya hijau, segar & kriuk, berpadu dengan kuah tumis yang gurih rasa bawang putih. Merem melek deh. Makannya sampe keringetan nih.
Harganya juga wajar sih, Ikan kerapu Rp 43.900, Kepiting soka (2 ons saja) Rp 26.000, brokoli Rp 18.000, jadi total membayar adalah Rp 119.250. Wah boleh juga lain kali balik kesini dengan membawa keluarga.
LOKANANTA TERRACE RESTO (***)

Jl. Panglima Polim II no 2, Jakata 12160, telpon 021 724 6364.
Menu di restaurant ini bener-bener kedoyananku. Yakni berbagai menu pastry, makanan ringan, sup & salad, steak, pasta, sandwich & burger, masakan asia, aneka nasi goreng, sosis & ribs disajikan disini. Resto ini terbagi menjadi 2 tempat yaitu ruang dalam yang nyaman dengan kursi kayu & sofa, serta ruang terbuka di teras samping dengan atap plastik dan dipagari oleh berbagai tanaman yg rimbun, sehingga tidak tampak dari jalan. Awal ketertarikan ku untuk makan disini adalah akibat dari seringnya browsing tentang wisata kuliner, dan tempat ini mendapat rekomendasi yang cukup bagus.
Akhirnya kesempatan ini datang juga. Suatu Jumat malam, setelah pulang kantor, ku mengajak Mamah & Ade tuk makan disini, karena kami tidak mau makan malam yang berat (nasi gitu). Sesampainya kami di resto ini, wah penuh sekali ya, karena banyak pengunjung yang sedang ber acara reunian. Kami pun mendapat tempat di ruang teras, mejanya nyempil dipojok, sempit karena deket tanaman, kurang nyaman & berisik karena bareng dengan rombongan pengunjung yang ber reuni an tsb, ditambah suara musik yang lumayan keras. Tapi ya sudah terlanjur, perut lapar kami pun tak bisa kompromi. Maka dengan susah payah kami meminta buku menu kepada pelayan yang super sibuk. Jauh-jauh hari ku sudah merencanakan, bila makan disini ku akan memesan Zuppa soup & Chocolate melt. Maka inilah pesenan ku sekarang. Mamah memesan chicken steak & adik memesan spaghetti bolognaise serta minuman choco float.
Pesanan kami datang secara bertahap. Justru yang pertama kali datang dan tak terduga adalah Chocolate melt. Padahal proses pembuatannya cukup lama loh, apalagi kue ini kan harus fresh from the oven. Mungkin karena ini menu favorit & yang memesan juga banyak maka ada ready stock yang tinggal dibakar sebentar. Chocolate melt adalah Chocolate cake berbentuk bulat yang dicetak disebuah mangkuk, lalu dibalik disajikan diatas piring. Diberi 1 scop es krim coklat (sesuai permintaan ku, aslinya vanilla) dan diberi garnish strawberry & coklat. Cake ini masih panas loh. Ketika ku belah, wuih aliran sungai coklat mengalir deras dari dalam cake, keluar menggenangi piring. Sebagai penggemar chocolate melt, ku sudah mencoba pastry ini di 4 tempat, dan Lokananta adalah tempat ke 5. Tapi baru kali ini ada coklat yang bener-bener seperti air mengalir. Hangat nya cake & coklat berpadu dengan manis & dinginnya es krim berpadu membelai lidah. Ukuran cake juga tidak terlalu besar serta dinding cake juga tidak setebal biasanya. Jadi kudapan ini tidak terlalu mengenyangkan, manis tapi tidak bikin eneg. Buktinya ku siap menyantap menu lainnya yaitu Zuppa soup.
Sup yang ditaruh dimangkuk ini ditutupi kulit pastry yang menempel disepanjang pinggiran mangkuk, setelah matang & keluar dari oven akan menggembung seperti kubah. Warna keemasan kubah pastry sangat menggoda untuk segera ku tusuk dengan sendok. Setelah tutup pastry robek, asap panas dari cream soup membumbung keluar. Sup terasa kental, gurih krim & keju benar-benar terasa lezat, dimakan bersama potongan jamur & kulit pastry heem sungguh perpaduan yang nikmat. Tak memerlukan waktu lama untuk menikmati sajian ini.
Kemudian ku cicipi juga Spaghetti bolognaise nya. Saus bolognaise nya lumayan banyak, yaitu daging cincang yang dimasak dengan pasta tomat disiram diatas spaghetti, rasanya oke juga, walau kata Mamah kurang asin sedikit. Sedangkan Chicken steaknya berpenampilan standard, disajikan bersama kentang goreng & potongan wortel & buncis, rasanya sih lumayan, oke juga. Sedangkan minuman chocolate floatnya adalah es coklat susu yang diberi 1 scop es krim coklat, heem enak, dingin & kentalnya rasa coklat yang berpadu dengan susu langsung membilas rasa gurih yang tersisa dilidah. Sungguh klop.
Kenikmatan ini diganjar dengan harga yang standard. Yaitu Chicken steak Rp 35.000, Spaghetti Rp 30.000, Zuppa Soup Rp 25.000, Chocolate melt Rp 25.000, Choco float Rp 25.000, sehingga total kami membayar Rp 182.490. Sebenarnya masakan disini oke juga, apalagi tempatnya cocok tuk nyantai, asalkan tidak crowded lagi seperti ini. Memanggil pelayan untuk membayar saja susah banget.
Saturday, February 27, 2010
D’Ocean Seafood (***)



Jl. Kapten Tendean no 122-124 Jakarta Selatan, Telp 021 7278 9777
Dari hobi menuliskan hasil wisata kuliner dan mengirimkan ke Detikfood, maka Alhamdulillah sering mendapat hadiah voucher makan gratis. Nah salah satunya, yang mau aku bahas adalah makan di D’Ocean Seafood. Restaurant seafood yang memiliki jargon “the best seafood in town” dan “premium seafood” ini membuat orang berpikir, pasti restaurant ini meyajikan masakan seafood berkualitas & mahal. Bila aku lewat resto ini, kelihatannya kurang begitu ramai. Mungkin juga karena letaknya disebuah ujung ruko dikawasan Jl. Kapten Tendean yang terkenal macet & susah putar balik. Akhirnya kesempatan makan disini datang juga, berkat Detikfood. Saya juga membawa serta keluarga saya & kami berenam makan malam sambil merayakan ultah Bapak disini.
Setelah melakukan reserved, kami mendapat tempat cukup privasi yaitu di lantai 2, ada ruang-ruang makan kecil dengan kapasitas 10 orang yang nyaman, cantik, dengan interior dominan kayu & kursi dengan senderan yang tinggi. Melihat buku menu dengan foto-foto yang menggiurkan, cukup membuat kami “lapar mata” menentukan pilihan. Akhirnya kami menjatuhkan pilihan kepada Gurame goreng asam manis, Hot plate organic kangkung Lombok bawang, Tahu telor merapi, Udang galah bakar honey saus & nasi goreng ikan teri. Minumannya ice mango & ice tea D’ocean.
Lumayan cepat juga pesanan kami datang. Hidangan ditata dengan cantik & tampak menggiurkan seperti tampak dalam gambar menu. Walaupun kami berenam hanya memesan 4 jenis lauk, tapi pastilah sangat-sangat cukup apabila melihat porsinya yang besar ini. Masakan gurame adalah gurame yang digoreng tepung dengan garing tapi empuk serta berwarna putih kekuningan disiram dengan saus asam manis yang berwarna merah & kental, rasanya, wow enak sekali, rasa sausnya manis tapi segar, sehingga ayahku ketagihan, asli. Masakan kangkung adalah tumis kangkung yang disajikan diatas hot plate, benar-benar segar, kriuk, pedas & nyamleng (terasa bumbunya), mantap. Masakan tahu telor nya, wah mantap nian, bentuknya benar-benar tinggi menggunung, diatasnya ditaburi irisan kol & dikelilingi sungai saus kecap manis. Bisa diwakili oleh 2 kata, manis tapi enak. Masakan udang galah adalah 5 ekor udang galah goreng yang berukuran besar & disajikan utuh, disiram saus madu sehingga agak menggenang dipiring tapi rasanya tidak manis, tapi ya enak.
Nasi goreng suamiku walaupun penampilannya biasa, rasanya tidak biasa alias enak juga. Buktinya dia semangat makannya. Tapi eh kok ada yang kurang ya. Teringat kami belum memesan sambal. Setelah mendapat saran dari pelayannya, kami pun memesan sambal kemangi yang ternyata berupa sambal cabe merah yang diulek bersama daun kemangi & disajikan diatas hot plate. Sambal ini cukup berminyak & rasanya sehah pedas asli, bukan main-main, tapi enak & wangiii. Semua lauk itu kami santap bersama nasi putih & merah yang hangat & pulen, cocok untuk mengobati rasa lapar kami akibat kemacetan gila dijalan.
Lalu ada 2 jenis minuman istimewa yang kami pesan yaitu ice tea D’ocean yaitu es teh dengan ramuan daun mint yang dingin-dingin segar, serta ice mango adalah sebotol (bukan gelas karena bentuknya kaya vas bunga gitu) jus mangga yang berisi potongan buah mangga & beberapa jenis buah lainnya yang dipotong kecil-kecil. Porsinya cukup besar sehingga bisa diminum berdua. Rasanya mantap rek, manis asam & segar membasuh rasa pedas yang tertinggal dimulut.
Semua rasa yang nyam nyam ini kami bayar sesuai dengan harganya. Harga gurame Rp 49.900, kangkung Rp 25.900, nasi goreng Rp 29.900, Tahu telor Rp 35.900. udang galah Rp 135.000, ice tea Rp 22.900 & Ice mango Rp 25.900 (btw bilangan 900 membawa hoki kali ya) sehingga total kami membayar Rp 242.481 setelah dikurangi voucher Rp 200.000. Walau cukup mahal dikantong tapi tidak pernah kami sesali karena kelezatannya.
Thursday, January 14, 2010
ULASAN KULINER : PASAR MODERN BSD CITY (**)
Akibat dari seringnya membaca review tentang Pasar modern BSD city di dunia maya, yang menceritakan sebuah pasar tradisional tapi bersih, luas, teratur & komplit, serta ini yang paling penting, tempat yang cocok untuk wisata kuliner, membuat kami berdua mengunjungi pasar ini disuatu minggu pagi yang cerah, dengan niat sarapan pagi dong.
Karena kami belum pernah kesana, maka jalan yang ditempuh adalah (sebenarnya ini agak muter-muter) dari arah Jakarta kami masuk tol JORR, lalu keluar di pintu tol BSD, terus menuju mall BSD Junction yang tersambung dengan ITC BSD, kemudian putar balik, sesampainya kembali ke Junction langsung belok kiri ke jalan Letnan Sutopo, lurus terus, nanti juga ketemu…Masya Allah…itu disebelah kanan jalan terlihat parkiran mobil penuh banget, baik diluar maupun didalam kompleks pasar. Dalam hati langsung membaca ayat Al Kursi & langsung mendapat parkir didepan sebuah ruko, Alhamdulillah.
Bangunan ini bila dilihat dari luar adalah bangunan persegi empat dimana keempat sisi luarnya merupakan deretan ruko 2 lantai. Jadi sama sekali tidak kelihatan tanda-tanda adanya pasar disini. Kami pun berjalan menyusuri ruko ini dan menemukan gang bertuliskan jalan masuk pasar. Sesampainya didalam, wow, rupanya pasar ini berada didalam ruangan hall yang luas & berlangit-langit tinggi, sehingga sirkulasi udaranya menjadikan ruangan tidak panas (kaya lapangan futsall aja). Deretan los pasar berada ditengah ruangan, letaknya sangat teratur seperti los ikan, daging, sayur, buah, dll. Lalu disekelilingnya yakni di keempat sisi dalam bangunan terdapat aneka kios yang menjual sembako, berbagai masakan, baju, toko kado, dll. Para pengunjung berseliweran dengan membawa keranjang plastik yang diikat disebuah troli, sangat praktis, sehingga banyak bapak-bapak yang dengan setia menarik belanjaan istri nya. Tetapi keranjang tsb ngambil darimana ya ? Apakah disewakan ? belum ketemu jawabannya.
Perut kami yang dari pagi belum terisi semakin keroncongan mencium aneka aroma masakan yang harum tapi tidak tercium bau busuk yang berasal dari limbah pasar. Hebat kan. Walau lapar tetap kami tahan dulu sebentar, karena ingin berkeliling dulu sebentar untuk menjajaki, sarapan apa yang bakal kami santap. Cara ini membuat kami agak pusing & bingung memilih makan apa. Habis segala ada sih, dari masakan Indonesia sampai masakan cina, baik yang halal maupun yang haram, masakan extreme seperti ular juga ada, belum lagi aneka kue & aneka goreng yang baru diangkat dari wajan serta tak lupa kedai kopi. Lagi asik-asiknya tengok kiri tengok kanan eh malah ketemu temen sekantor yang memang rumahnya di BSD. Katanya “kok jauh amat belanjanya ?” He..he..he..jadi malu.
Akhirnya pilihan kami jatuh pada kios nasi gudeg & nasi liwet. Tapi yang dijual disini cukup beragam loh, ada nasi langgi, nasi pecel, soto, lontong sayur, dll. Duduknya di kursi kayu tinggi dan bermejakan kayu yang menempel disekeliling kios ini. Duduknya pun ngak boleh boros, harus berhimpitan saling berbagi dengan pengunjung yang lain. Aku pesen nasi liwet & suami pesen nasi pecel+krecek+telor+ayam opor+empal+rempeyek teri, rame banget ya. Nasi liwet ku berisi suwiran ayam, ½ telor, tim tahu, disiram areh (santan kental) & sayur labu berkuah merah dimangkok terpisah, dimakan bersama rempeyek, uenak tenan. Porsi nasinya cukup nendang diperut, jumlah lauknya juga seimbang, ngak pelit ngasihnya & yang pasti rasanya enak, sehingga tak terasa hidangan habis kami santap, nyam nyam.
Setelah perut penuh terisi, kami kembali berjalan-jalan menyusuri berbagai los & kios. Karena tidak ada rencana belanja, kami hanya membeli se ons teri medan untuk membuat kering tempe kacang teri, dan obat batuk herbal di sebuah toko obat cina untuk mengobati batuk ku yang tak kunjung sembuh. Rupanya didalam pasar ini restoran Oen Pao ada juga loh, penuh pula.
Setelah puas berjalan di dalam pasar, kami pun beralih menyusuri ruko diluar pasar. Sebagian besar ruko menjual masakan, tapi ada juga tempat kursus bahasa, kursus masak bogasari, ada toko peralatan bikin kue, terus ada sebuah toko pudding dimana pudding berbentuk imut, lucu & bagus banget serta aku ingat ini pernah dibahas di Detikfood. Ah aku jadi teringat ibu ku & tetangga geng kepompong ku, pasti mereka senang sekali diajak kesini.
Minggu depannya kami kesini lagi, tapi sekarang waktunya adalah malam hari. Jangan bingung ya, malam-malam ke pasar, mana pasarnya tutup pula. Karena kompleks ini menjelma menjadi wisata kuliner malam yang komplit buanget. Berbagai warung tenda buka disini, bahkan ada juga ruko makanan yang buka sejak pagi sampai malam. Mau masakan khas negara Jepang, Korea, Thailand, Cina, atau dari berbagai daerah di nusantara, ada disini, mantap kan.
Karena udara cukup dingin kami pun memilih makan shabu-shabu di Genji. Letaknya di dekat pintu timur pasar dan terdapat di 2 tempat yaitu didalam ruko & di warung tenda didepan ruko. Kami pun memilih bersantap didalam. Walaupun ruangannya cukup sempit, tapi saat itu lebih baik karena diluar gerimis sudah mulai turun.
Ketika lembaran menu disodorkan, tertulis ada 3 macam shabu, yaitu shabu-shabu : bumbu Jepang, kuah tom yam & iga sapi. Lalu ada 3 macam porsi, untuk sendiri, 2 & 3 orang. Isi nya bisa pilih : aneka daging baik lokal maupun import, udang, cumi, pangsit, baso, sayuran, tahu, jamur & telor. Bisa pake nasi, soun atau udon. Menu lainnya : iga bakar & yakiniku. Pilihan kami jatuh kepada shabu-shabu bumbu Jepang, yang direbus sendiri didalam sebuah mangkuk sapo, diatas kompor gas kecil diatas meja. Ketika dimakan, rasanya hmm sungguh enak & segar, kuah kaldunya juga sudah gurih. Nikmatnya sekelas dengan restoran, walaupun harga disini jauh lebih murah. Harga paling murah untuk baso-basoan adalah Rp 2.000 & yang paling mahal adalah daging new Zealand sirloin Rp 32.000.
Selesai menyantap makan malam, kamipun mengitari kompleks dengan memakai mobil, melihat-lihat warung yang ada. Sungguh beragam, dari masakan seafood, bubur ayam, Chinese food, Pattaya masakan Thailand sejenis shabu-shabu, bakmi Jogja, bebek goreng, dll pokoknya susah disebutkan saking banyaknya. Nah sekarang ngak bingung lagi kan kalo lagi pengen makan enak dengan budget terbatas.
Monday, December 28, 2009
ULASAN KULINER : BASO URAT BOBOHO (*)
Menunggu jam besuk sore hari di RS Azra Jl Raya Pajajaran Bogor sempat membuat kami bingung hendak menunggu dimana, karena kondisi cuaca yang hujan rintik-rintik membuat kami malas turun ketempat perbelajaan. Tapi tanpa sengaja kami melewati jalan Bangbarung Raya & melihat sebuah antrian parkir mobil disebuah tempat makan yang bernama Baso Urat Boboho, Jl. Bangbarung Raya no. 51, Bantarjati Bogor, telpon 0251 835 3774. Wah boleh juga nih, cocok untuk menunggu sambil mengisi perut & menghangatkan badan yang kedinginan akibat hujan ini.
Setelah kami memarkir mobil diseberang jalan, kami berpayungan & berlari memasuki tempat makan yang terbuka & sederhana ini, tapi cukup nyaman karena tempatnya lumayan luas & bersih. Pelayan disini cukup banyak & berseragam, dengan sigap menanyakan pesanan kami. Tapi karena baru sekali kesini, kami harus membaca daftar menu yang tersedia dimeja, isinya adalah mi baso urat 1 porsi Rp 10.000, kalau ½ porsi Rp 8.000, ada juga mi yamin Rp 7.000, bila plus baso menjadi Rp 11.000. Minumannya yang tersedia adalah aneka jus & aneka varian es seperti es teller, es campur, es kelapa & es jeruk, semua dibanderol dengan harga @ Rp 7.000. Nah pesanan ku adalah seporsi baso urat tanpa mi, sedangkan pesanan suami adalah mi yamin baso. Terus walapun kedinginan, kami tak mampu menolak semangkuk es teller.
Tak perlu menunggu lama, pesanan kami pun segera tiba. Semangkok baso berisi 1 baso urat besar yang dibelah 4 seperti kembang, 4 baso halus kecil, toge mentah, sawi, bawang goreng & ada beberapa potongan kecil kecoklatan yang mengambang. Apa ini ? Segera ku sendok & ku kunyah, oh rupanya ini adalah gajih atau tetelan yang digoreng garing, jadi rasanya kriuk kriuk gurih serasi dimakan bersama kuah baso yang bening, gurih & tak berminyak. Nyam nyam. Untunglah aku memesan baso tanpa toge & sawi, karena aroma toge dengan kuat menyeruak seiring dengan asap kuah baso yang panas. Kalau aku sih tak lupa memasukkan potongan kripik pangsit yang tersedia didalam keranjang plastik. Nah kalau suami tak lupa memasukkan sambal cabe rawit hijau. Kulirik mi yamin nya yang berwarna kecoklat & bertabur bawang goreng, kelihatannya cuma sedikit. Kucicipi sedikit, rasanya, hem bagaimana ya, kok lengket ya, wah kayanya aku ngak doyan nih. Setelah selesai menyantap sajian, badan sudah mulai agak berkeringat, tapi segera kami dinginkan lagi dengan menyeruput es teller, ah nikmat, dingin menyegarkan, menghapus rasa gurih & pedas sisa baso tadi. Secara keseluruhan sajian ini pantas direkomendasikan karena isi nya yang unik, rasanya enak & ramah dikantong.
ULASAN KULINER : RUMAH SUMSUM (**)
Kedatangan kami ke Bogor disambut hujan deras sekali, sehingga kami yang berada didalam mobil menjadi mengigil kedinginan. Akhirnya rencana makan siang kami mencari soto mi menjadi gagal total, karena malas kehujanan pas turun dari mobil. Tapi perut lapar memaksa kami menyusuri jalanan mencari-cari tempat makan alternative yang lebih nyaman & tidak kehujanan. Kebetulan sekali ketika melewati jalan Lawang Gintung no. 21 (Bogor Selatan 16134), perlahan kami menepi karena tertarik pada papan nama sebuah rumah makan yaitu Rumah Sumsum (telpon 0251 831 4579). Wah suami ku sungguh berbinar-binar menemukan makanan favorit nya yang jarang ada. Sungguh cocok untuk menghangatkan badan yang kedinginan ini. Tapi dalam hati ku berharap, semoga ada menu lain karena saya tidak doyan sumsum.
Pelayan dengan sigap memayungi kami sampai kedalam rumah makan dengan desain terbuka ini. Tempatnya cukup nyaman, bersih, tidak terlalu luas tapi tidak sempit. Kami segera mempelajari menu yang disodorkan & untunglah lumayan beragam, yaitu menu aneka sate, iga, ayam, empal, sop sumsum, sop buntut, sop kambing, sop ayam kampung, aneka nasi bakar yang ternyata semua pedas serta nasi sunda. Terus ada juga dessert andalan yaitu es bubur sumsum, yang langsung kami pesan. Suami ku segera memilih nasi bakar sumsum plus sop sumsum, sedangkan aku tadinya memilih nasi sunda, tapi ayamnya bukan ayam kampung sehingga beralih memilih sop ayam kampung.
Ketika pesanan datang, mata kami terbelalak melihat ukuran tulang sumsum didalam sop, wow besar sekali ya. Kayanya kami belum pernah menemukan ukuran tulang sebesar ini di rumah makan di Jakarta. Tulang yang penuh dengan sumsum ini disajikan didalam kuah sop panas dalam sebuah mangkuk putih & berisi potongan wortel, kentang, daun bawang, tomat, bawang goreng serta potongan kecil daging sapi, lalu diberi sedotan besar serta sendok kecil bergagang panjang. Sedikit kucicipi sumsumnya yang berlemak & kuah sopnya yang bening tapi gurih ini, hmm enak. Suami ku langsung seruput seruput slruup, asik menyedot si sumsum dalam tulang.
Kemudian dia mulai membuka nasi bakarnya yang berukuran tidak terlalu besar ini, nasi disajikan diatas piring bersama potongan bawang merah & cabe merah serta sambal kacang. Ketika daun pisang dibuka, wuih sungguh berminyak, karena nasi dicampur dengan sambal merah & sumsum lalu dibakar, sehingga nasi menjadi merah & berminyak. Ketika kucicipi rasa nasi gurih-gurih pedas & sungguh berlemak. Oh no. Kulihat dia sih asik asik saja melahap sajian ini. Hmm be careful darling, jangan keseringan.
Sekarang giliran ku nih, sop ayam disajikan dalam mangkuk, kuahnya berwarna bening kekuningan tapi tidak terlalu berminyak, berisi suwiran ayam, irisan kol, potongan tomat, daun bawang & bawang goreng. Ketika kumakan, hmm rasanya gurih nikmat, tak berlemak. Tak memerlukan waktu lama bagi kami untuk menandaskan sajian panas mengenyangkan ini.
Nah sekarang giliran dessertnya, penampilannya sungguh mantap, disajikan dalam gelas tinggi, isinya secara berurutan adalah potongan nangka paling bawah, lalu potongan bubur sumsum hijau, lalu cente manis merah bulat, lalu diberi es batu serta susu kental manis putih & coklat. Rasa wow, unik, manis & menyegarkan, nyam nyam slruup. Nikmatnya rasa manis ini cocok menghalau rasa gurih, pedas & berlemak sisa santap siang kami.
Rumah makan ini pantas direkomendasikan, harganya pun masuk akal, berkisar antara Rp 12.000 – Rp 23.000 & minumannya berkisar antara Rp 2.000 – Rp 12.000. Sedangkan menu yang kami makan adalah nasi bakar Rp 12.000, sop sumsum Rp 23.000, sop ayam Rp 19.000, nasi putih Rp 3.000 & es bubur sumsum Rp 12.000, total kami membayar Rp 69.000 plus 2 gelas teh panas gratis. Nah boleh tuh dicoba, asal ingat kadar kolestrol anda.
Subscribe to:
Posts (Atom)