Sunday, December 20, 2009

Friday, December 18, 2009

ULASAN KULINER : TOKO COKLAT (*)












Toko Coklat, Jl. Cimanuk no 5, Bandung, telp 022 7273481

Monday, December 14, 2009

ULASAN KULINER : RM PAGI SORE – MASAKAN PADANG MEDAN (***)

Yang namanya rumah makan padang banyak banget, ada disetiap sudut jalan. Tetapi walaupun rumah makan padang semakin menjamur, rumah makan yang sudah lama berdiri, jarang yang kehilangan pelanggannya, yang ada malah bertambah pelanggannya, apalagi bila rumah makan padang tsb sudah mempunyai ciri khas masakan yang sangat digemari para pelanggan fanatiknya.
Contohnya adalah rumah makan Pagi Sore masakan Padang-Medan di Jl. Jend. Sudirman, Pasar Bendungan Hilir no 36A Jakarta 10210, telpon 021 5738941. Secara memang di ps Benhil adalah gudangnya kuliner lezat.
Caranya kesana adalah dari jalan Sudirman kan belok kiri ke arah pasar Benhil, lurus terus melewati bangunan pasar, tidak jauh, sampai ketemu RM Sunda Ampera disebelah kiri jalan, sedangkan disebelah kanan ada restoran Kentucki fried chicken, ada jalan, langsung belok kanan, beberapa langkah kemudian ada deh RM Pagi Sore disebelah kiri jalan.
Ciri-ciri rumah makan ini adalah sebuah bangunan sederhana, bercat putih & berukuran sedang, dimana di bagian teras depannya pun dipasang meja kursi, yang ditutupi kain spanduk, sehingga yang makan diteras tidak terlalu terlihat & terlindung dari panas. Lalu dipintu masuk ada seorang pengamen yang duduk dengan gitar kecilnya & menyanyikan lagu-lagu tempo doeloe.
Terus terang saya adalah pelanggan berat RM ini. Kalau sudah sebulan saja tidak makan kesini rasanya kangen berat, padahal saya sudah ratusan kali makan kesini. Dan jelas saya sudah kenal sama pemilik & para pelayannya.
Kalau saya & teman-teman kantor makan kesini, mereka langsung cari tempat duduk, karena dapat dipastikan, meja kursi disini hampir selalu penuh alias antri, sedangkan tugasku adalah langsung ketempat Uda dibagian display makanan. Saya tinggal bilang “Pak, panjang 5 potong” kataku. “Iya duduk aja, nanti saya antar”, kata Uda.
Jadi yang dimaksud dengan “panjang” itu adalah potongan ikan kakap goreng dibagian perut tengah, sehingga bentuk potongan ikannya panjang, mengikuti bentuk tulangnya. Jadi tinggal sebut “panjang” artinya kami semua memesan ikan kakap goreng. Ini adalah menu unggulan disini. Selain itu ada juga ikan kerapu goreng & ikan kakap masak asam padeh yang sama lezat nya.
Tapi apabila ingin makan disini, jangan sampai terlambat datang, apalagi kalau sudah lewat dari pk 12.30, kadang kami tidak kebagian ikan kakap gorengnya. Masih mending kalau kebagian pun bentuk potongan ikannya bantet-bantet karena bukan bagian perut tengahnya. Maka hari yang agak luang untuk makan disini adalah hari Jumat, dimana para lelaki masih sholat Jumat.
Setelah kami duduk, tak lama diantarlah pesanan kami, yaitu ikan kakap goreng, nasi putih (jangan minta setengah, seporsi pasti habis), disajikan bersama sayur daun singkong, urap, sambal cabe merah yang sangat berminyak, ikan asin (biasanya jambrong), serta yang paling penting adalah sepiring kecil kuah taoco. Itu kalau lagi komplit, tapi biasanya kami sering kehabisan urap & ikan asinnya.
Ikan kakap ini rasanya uenak banget karena bumbunya sudah meresap kedalam daging ikan. Sambalnya hmm juara, kuah taoco nya yahud punya. Pokoknya makan pasti lahap deh apalagi kalau ditambah krupuk putih. Kalau aku yang makan sih, ikan cukup sepotong saja karena ukurannya cukup besar, tapi kalau yang makan itu para lelaki biasanya minimal 2 potong.
Selain ikan kakap, ku juga pernah makan ikan kerapu goreng, tapi seringnya kehabisan sih. Rasanya juga sama lezatnya. Lalu ada juga temanku yang penggemar ikan masak asam padeh yaitu masakan ikan dalam kuah yang bercabe, bumbunya hampir sama dengan bumbu rendang, tapi tidak memakai santan. Pokoknya menu unggulan disini adalah ikan, walaupun ada juga masakan ayam & dagingnya, tapi kami belum pernah mencobanya.
Para pelanggan disini adalah 75% laki-laki karena hanya kaum lelakilah yang tahan makan ditempat panas, pasti keringetan & banyak kucing berseliweran. Jadi kaum wanita yang 25% itulah yang paling tau, panasnya makan disini sebanding dengan kelezatan makanan yang disantapnya. Bahkan kadang ku kasian kepada kucing yang mengeong memelas dikolong kursiku, karena ku tak kan rela berbagi secuil ikan untuknya.
Oh ya, sedikit tips untuk para wanita, kalau makan disini lebih baik memakai celana panjang, biar gampang menendang kucing & jangan memakai baju blazer atau jas, karena baju bisa basah kuyup, serta kalau sudah tiba dikantor segeralah memakai parfum.
Untuk harganya sangat murah bagi masakan selezat ini karena harga sepotong ikan kakap hanya Rp 13.000. Tapi yang namanya sambal, sayur & kuah taoconya gratis walaupun nambah porsinya. Jadi yang bayar cuma nasi, minum, krupuk, ikan asin & urap. Nah bagaimana, siap mencoba rasa kelas 1, harga kaki lima ?

Wednesday, December 09, 2009

ULASAN KULINER : TREE HOUSE CAFÉ (**)














Sudah lama tidak mengunjungi rumah kakak ipar di jl Imam Bonjol di kawasan Dago Bandung, maka ku sangat antusias ketika melihat sebuah café baru di ujung jalan masuk yang kelihatannya menarik sekali. Café yang dominan warna hijau itu penuh dengan lampu lampion & lampu-lampu kecil, dan sesuai namanya, ada sebuah rumah pohon kecil yang dilengkapi berbagai mainan anak-anak dihalamannya. Terus ada tulisan Home Made Recipe Sausages yang tertera di bagian pinggir café. Dalam hatiku, semoga ada menu lain yang tak kalah enak.
Akhirnya setelah selesai bersilahturahmi, datanglah kesempatan untuk mengunjungi café pada malam hari. Dari luar terlihat suasana begitu cantik & romantis akibat sorotan lampu serta cerah ceria akibat warna dominan hijau muda.
Café ini berasal dari sebuah rumah hook diujung jalan antara jl Hassanudin dengan jl Imam Bonjol, alamat tepatnya jl Hassanudin no 5 Bandung 40132, telpon 022 2533 647.
Karena letak café yang tinggi dari jalan raya, maka kita harus naik beberapa anak tangga batu dihalaman depan, dimana setiap anak tangga dihiasi oleh piring-piring keramik yang ditempel. Begitu pula ketika duduk dikursi yang terbuat dari kayu, senderannya dihiasi keramik-keramik kecil. Atapnya berupa kain terpal panjang bergelombang warna hijau dan putih selang seling, disepanjang terpal digantungi lampu-lampu lampion bulat warna hijau putih juga. Disebelah kanan tangga masuk ada sebuah kolam ikan kecil yang pinggirannya dihiasi batu-batu besar. Di dekat kolam ada tempat duduk yang terbuat dari batu yang melingkar & senderannya juga dilapisi keramik, serta ada juga kursi-kursi terbuat dari besi yang berwarna putih. Lalu ada juga sebuah kursi rotan warna putih yang digantung ditali sehingga berfungsi sebagai ayunan. Hmm benar-benar unik. Bagian dalam ruangan tak kalah unik, romantis & ceria. Karena dinding dihiasi wallpaper bunga-bunga, sofa rotan bantalannya juga bunga-bunga. Ah indahnya.
Nah sekarang kita akan memesan menu. Seperti biasa kalo café yang penuh dengan pengunjung, para pelayannya sangat sibuk. Jadi agak susah memanggil pelayan. Ketika buku menu disodorkan, rupanya banyak juga variannya. Dari masakan Indonesia seperti sop buntut, nasi bakar, nasi timbel, menu ala western ada burger & sosis sebagai menu andalan. Menu ala itali ada pizza & pasta. Dessertnya ada pancake & ice cream. Karena perut sedang tidak begitu lapar, maka ku pilih dessert yang agak ringan diperut. Tapi sebagai penggemar coklat, ku bingung memilih antara milkshake dark chocolate with ice cream atau all about chocolate yaitu ice cream coklat dengan wafer coklat. Akhirnya kupilih yang terakhir. Suamiku memilih country burger & cozy hot chocolate.
Sambil menunggu datangnya pesanan, ku melihat-lihat rumah pohonnya itu berupa rumah kayu kecil yang menempel disebuah pohon, dan bisa menampung beberapa orang anak kecil. Tinggi tangganya cuma setinggi badanku saja. Lalu dari rumah itu terbentang sebuah tali untuk flying fox mini. Aduh serunya anak-anak itu bermain.
Akhirnya pesanan kami datang. Sebelumnya kakak ipar ku bilang makanan disini lumayan enak cuma ngak kenyang & berat diongkos. Jadi aku ngebanyangin ice creamnya paling cuma 1 scop aja. Ternyata yang datang adalah sebuah mangkuk putih yang berisi 2 scop ice cream coklat yang dihiasi sebuah wafer bulat panjang, sirup coklat, chocolate chips & ditaburi dark chocolate bubuk. Rasa dark cocholatenya kental plus ada rasa rumnya, hmm nyummi. Hot chocolatenya juga nyummi, secangkir coklat panas plus susu berhiaskan marsmalow & ditaburi dark chocolate bubuk, top bgt. Cangkirnya juga cantik banget, motif bunga-bunga. Sekarang burgernya, isinya daging sapi, telor mata sapi, selada & mayones, disajikan bersama kentang goreng. Enak & kenyang sih, dagingnya empuk pula, nyam 3x.
Mengenai harganya nih, burger Rp 17.000, ice cream Rp 14.000 & Hot chocolate Rp 12.000. Dasar orang Jakarta, ku sebut ini harga yang terjangkau. Sebab kalo di Jakarta sih belum pernah nemu café seindah ini memasang harga ramah dikantong. Makanya kalo libur panjang, Bandung suka macet euy. Selamat datang di Bandung.

Saturday, December 05, 2009

PENGALAMAN : BANGUNAN UNIK KLASIK - HOTEL THE PALAIS DAGO



Sama seperti tahun lalu, Lebaran Idul Adha kali ini kami ke Bandung lagi, tapi sekarang kami berencana menginap di Hotel The Palais Dago, yang jaraknya deket banget dari rumah jl Imam Bonjol, karena yang full booking adalah rumahnya bukan hotelnya 
Berangkat dari Jakarta sekitar pk 10 pagi setelah sholat Id lalu kerumah Mamah dulu, jadi sampai di Bandung sekitar pk 12 dan langsung check in ke hotel. The Palais adalah hotel yang baru berdiri di jl Ir. H. Juanda no 90 Dago, telpon 022 250 5111 / 5222 / 5333.
Hotel berupa bangunan unik bergaya klasik tampak mencolok dibandingkan dengan bangunan sekitarnya, yaitu lobi luar sebagai pintu masuk berbentuk bulat setengah lingkaran dengan dihiasi 8 buah pilar, lalu diatas bangunan terdapat kubah yang terdiri dari pilar-pilar & kaca. Tapi bangunan tampak kecil bila dibandingkan dengan hotel-hotel berbintang lainnya. Halaman parkirnya pun hanya yang terdapat dihalaman depan saja. Jadi orang mengenalnya dengan hotel kubah.
Memasuki ruang lobi dalam, terdapat meja reseption yang terletak disebelah kiri dari pintu masuk. Ruangan ini juga berfungsi sebagai ruang tunggu tamu, oh sungguh indah. Terdapat sofa berbentuk L ditengah ruang yang menghadap langsung ke perapian yang diapit oleh 2 buah guci setinggi manusia. Diatas perapian terdapat sebuah TV LCD. Lalu apabila kita duduk di sofa tsb, dan kepala kita mendongak keatas langit-langit, maka pemandangan indah kubah kaca yang dipenuhi oleh pilar kecil & ukiran begitu mempesona. Disebelah kiri ruangan terdapat sofa panjang yang menempel di dinding & diatas terdapat 3 buah lukisan bunga yang timbul dan bergaya klasik. Cantik euy. Sedangkan disebelah kanan ruangan sudah terdapat 2 buah kamar menginap.
Masuk lagi lebih dalam, kita akan menemui ruang baca yang diisi oleh sofa kayu akar pohon yang licin mengkilat, lalu ada meja kerja dengan computer, rak buku tempat majalah serta meja bilyard. Agak ketengah ruangan ada kolam ikan kecil yang diatasnya ada jembatan kayu tapi diatasnya berisi sebuah motor Harley Davidson. Wow keren ya. Rupanya kolam ikan ini adalah pembatas antara ruang baca dengan ruang makan, yang di sepanjang dinding sebelah kirinya terdapat “model train hobby” yaitu miniatur jalan kereta api disepanjang pegunungan. Wow keren 2x.
Kemudian kami mulai naik tangga, karena tidak ada lift. Lantainya saja cuma ada lantai dasar, 1 & 2. Kamarnya pun hanya ada 16 kamar, tidak lebih besar dari kos-kosan, sehingga suasana yang terbangun cukup akrab & hommy, bedanya interior disini mewah sehingga pantas disebut boutique hotel.
Kami menempati kamar 206, interiornya cukup mewah, furniture kayunya dominan warna coklat kehitaman, terus kamar mandinya yang berbentuk L juga keren walaupun tanpa bathtub, hanya ada shower yang menempel didinding yang airnya mengalir deras, tapi mau wudhu jadi susah. Lalu bila jendela belakangnya dibuka & kita melongok ke bawah, terlihat sebuah kolam ikan koi. Sebuah LCD yang menempel di dinding menyajikan saluran TV kabel. Pokoknya oke deh. Oh iya, disini lantainya marmer tapi tidak ditutupi karpet, jadi kaki terasa dingin. Malam itu ku tidur tanpa AC, ngak kuat euy.
Keesokan harinya, kita turun untuk sarapan. Ruang makan dengan furniture kayu tsb tidak begitu banyak, karena ruangannya memang kecil. Masakannya tidak terlalu istimewa alias standard saja yaitu cereal dengan susu, jus, buah potong, roti tawar & selai, bubur ayam, nasi goreng, mi goreng, ayam goreng mentega & tumis tempe, sosis dan kentang, serta telur sesuai pesanan. Tapi rasanya sih enak & terasa bumbunya.
Nah karena sebentar lagi kami harus check out, maka kami sempatkan untuk foto-foto dan melihat ke sekeliling. Apabila kita berdiri di depan hotel, di lantai 1 kita bisa melihat Dabidu café disebelah kiri & Dabidu resto disebelah kanan. Semalam didalam ruang café yang ada meja bar nya untuk minuman diputar house music yang disertai lampu disko. Disampingnya ada ruang santai kecil dengan sofa & lemari kaca yang berisi botol-botol minuman. Kalau restonya berupa ruang terbuka di teras yang beratapkan bentuk payung, dengan pemandangan jalan Juanda. Fasilitas disini ada juga ruang meeting, serta disediakan jasa massage & therapy.
Cukup sekian yang bisa digambarkan dari hotel ini. Mengenai tarifnya cukup mahal sih, diatas Rp 1.000.000. Tapi kebetulan waktu kami menginap sedang ada promo BCA card diskon 40%, lumayan untuk pengalaman.

Thursday, December 03, 2009

ULASAN KULINER : SOTO AYAM PAK MIN - CIPAKU I PASAR SANTA (**)

Berangkat dari rumah menuju kantor, kadang mampir dulu ke rumah Mamah tuk sekedar sarapan bersama. Tapi kali ini sesampainya disana Mamah langsung mengajak sarapan keluar, katanya, setiap ke pasar Santa, selalu melewati tempat soto ayam yang pasti dipenuhi pengunjung, jadi penasaran pengen coba. Wah boleh juga nih, perutku langsung bereaksi, kriuk-kriuk, keroncongan.
Melewati jalan Cipaku I yang agak sempit dan 1 arah, rupanya warung soto terletak dipinggir jalan, diatas trotoar, disebelah penjual buah-buahan, diseberang pasar Santa. Sehingga para pengunjung mau tidak mau parkir didepan warung soto, sehingga semakin mempersempit jalanan saja.
Memasuki warung yang ditutupi kain spanduk bertuliskan “Soto ayam pak Min Cipaku” ternyata memang dipenuhi pengunjung, untung masih tersisa sebuah kursi panjang disisi lain sebuah meja. Dimeja sudah tersedia sepiring ati rempela ayam & sepiring tempe goreng tepung yang kelihatannya masih hangat, lalu semangkuk jeruk nipis, sambal soto, garam & kecap.
Segera kupesan 2 porsi soto & setengah porsi nasi tuk berdua, serta 2 bungkus krupuk rambak (kulit) yang tak boleh dilupakan. Sementara menunggu kedatangan soto, kuambil sepotong tempe berwarna kekuningan yang tampak menggiurkan, ketika dimakan, oh rasanya tidak begitu asin ya, tapi enak juga sih pas lapar-lapar begini.
Tak lama soto pun datang dan ini isinya : bihun, toge, suwiran ayam & sebuah telor rebus yang dipotong 4, setelah diberi perasan air jeruk nipis & diaduk, terlihat juga adanya daun bawang, bawang goreng serta tomat. Kuahnya bening kekuningan & tidak terlalu berminyak.
Segera kusuap sesendok soto, rasanya hmm soto yang hangat terasa gurih & segar, hampir sempurna, segera kumasukkan sejumput garam, sedikit saja, lalu aduk, hmm ini baru yummi, enak. Apalagi dimakan dengan nasi hangat, tempe & krupuk kulit. Penasaran ku ambil sepotong rempela, ketika kumakan, wah ini juga tidak ada rasa asinnya. Sepertinya ati rempela ini setelah diungkep lalu digoreng sebentar saja, jadi tidak kering, mirip gaya menggoreng ayam pop.
Mungkin gaya memasak disini memang tidak banyak mengandalkan garam ya, gaya orang jawa, karena para pelayan yang super ramah & penuh canda tawa serta sigap ini semua ngomong jawa, terutama ketika menyapa para pelanggan setianya. Ketika makan pun kami dihibur oleh live music dari seorang pengamen yang bermain gitar kecil dan menyanyikan lagu-lagu lawas jawa. Pas banget dah.
Ketika kami sedang makan, pengunjung didepan kami yang duduk semeja telah berganti menjadi 4 orang ibu-ibu. Kuperhatikan mereka adalah pelanggan setia, terbukti karena keakrabannya dengan si empunya warung & pesanannya yang cuma bilang “biasa pak” lalu datang lah semangkok soto beserta 2 buah tempe yang juga ditaruh disebuah mangkuk. Lalu kulihat dia mulai menyobek-nyobek tempe, ditambah ati rempela juga yang juga dia potong -potong, lalu ditaburi bawang goreng dan diberi kecap manis, lalu diaduk dan dimakan bersama nasi & soto. Ooh begitu toh cara makannya, pikirku takjub, pantesan tempe & ati ampelanya tidak asin ya. Aduh mereka makan lahap sekali, tambahan minuman mereka adalah segelas air jeruk murni yang warnanya orange, hmm kelihatannya enak banget nih, murni & kental. Sedangkan kami hanya minum teh tawar hangat. Karena makanan kami sudah habis, tapi ngiler pada penampilan si air jeruk tadi, maka langsung saja saya minta dibungkuskan segelas air jeruk hangat juga. Pantesan kulihat kok banyak peti-peti berisi jeruk peras didinding belakang warung, rupanya memang minuman andalan disini.
Selesai menuntaskan santapan kami, jangan terlalu lama disini, antrian masih panjang & udara sudah mulai terasa panas, segeralah berhitung, 2 soto, 1/2 nasi, 2 krupuk, 3 tempe, 1 rempela, 1 teh, 1 jeruk, total adalah Rp 39.000. Cukup terjangkau bukan.
Rupanya menurut tukang parkir, warung ini telah buka sejak pk 6 pagi sampai setelah jam makan siang, soto pasti sudah habis.
Dalam perjalanan menuju kantor, ku minum air jeruk nya, aah betapa nikmatnya air jeruk murni yang manis alami, kental & hangat ini. Bikin ketagihan.

Saturday, November 14, 2009

ULASAN KULINER : RASA BAKERY & CAFE (**)


Jl. Tamblong No. 15, Bandung, Phone : 022 – 420 5530

Wednesday, November 11, 2009

THAI ORIGINAL BBQ & RESTAURANT (*)














Pacific Place Jl. Jend Sudirman kav 52-53 lt. 5 no 53 Telpon 021 5797 3253

ULASAN KULINER : EASTERN KOPITIAM (**)

Ada kawasan tempat makan sekaligus tempat rekreasi baru di daerah Alam Sutera BSD, namanya Flavor Bliss, letaknya persis diseberang RS Omni Internasional. Kawasan ini cukup ramai karena bergabung dengan rekreasi keluarga, ada tempat permainan untuk anak & juga ada stand-stand yang menggelar barang dagangannya. Nah para tenant yang bergabung disini adalah Hoka-hoka bento, Bandar Jakarta cabang Ancol, Total Buah Segar, Toko kue Harvest, Radja Ketjil nya Tika Pangabean, Pisa café dan yang terakhir yang mau kubahas adalah Eastern Kopitiam.
Waktu itu aku berkunjung hari minggu pk 5 sore, pas sedang penuh-penuhnya karena banyak pengunjung yang membawa keluarganya terutama anak-anak. Maka sajian yang cocok untuk perut jam 5 sore adalah menu dim sum. Dan kebetulan sekali ada restoran Eastern Kopitiam yang menyajikan menu dim sum. Tapi alangkah penuhnya restoran ini, sehingga kami hanya mendapat tempat disebuah meja bundar dengan 2 kursi diteras depan.
Pelayannya pun tampak (sangat) sibuk, sehingga berkesan kurang menyenangkan dalam melayani. Dengan susah payah kami berhasil mendapatkan list menu. Rupanya menu disini sangat beragam yaitu sajian aneka roti bakar, aneka dim sum, aneka mi, kwetiaw & bihun, aneka nasi hainam & nasi goreng, aneka panggangan yaitu ayam & bebek panggang, minumannya pun beragam dari aneka kopi & teh, jus, dll.
Saya langsung memesan dim sum lumpia udang kulit tahu & siomay, suami saya memesan mi ayam dengan minuman teh tarik. Nah ini dia harus sabar menanti pesanan yang datang. Yang pertama mi ayam datang terlebih dahulu. Penampilannya tidak istimewa yaitu mi keriting dengan cincangan ayam dengan sayuran sawi hijau, tapi rasanya lumayan enak & terasa bumbunya, gurih. Porsinya sih tidak terlalu banyak untuk ukuran makan siang. Tapi bisa diulangi lagi lah. Lalu setelah agak lama datanglah si lumpia yang berisi 3 potong. Ketika dimakan sih enak, udangnya cukup banyak & terasa bumbunya. Ukurannya sedang & cukup, dan bisa diulangi juga.
Kemudian siomaynya kok lama sekali sih ? Aku mau sholat Magrib nih. Akhirnya karena kesal, aku masuk kedalam menemui sang pelayan pria yang tadi menulis pesanan kami. Ku bilang saja, “saya mau bayar tapi siomay nya tidak datang, jadi batalin aja ya”. Ah dia jadi ngak enak & langsung mencoret pesanan siomay ku untuk dibawa kehadapan kasir. Jadi tagihannya adalah mi ayam Rp 16.000, Lumpia Rp 13.800, teh tarik Rp 9.000 sehingga total after tax adalah Rp 42.680. Tidak menguras kantong sih. Hmm sebenarnya lain kali pengen juga balik kesini lagi, tapi kalau penuh lagi seperti ini, mending gak usah deh.
Btw waktu ku tulis review ini (malam), udah keduluan direview & diposting tadi siang sama mba Devita Sari Detikfood.com, so review ku jadi ngak bisa dikirim ke Detikfood deh. Buat yang mau coba nih : Eastern Kopitiam “The Flavor Bliss” Alam Sutera depan RS Omni Hospital, telpon 021 5314 0358.

Sunday, November 08, 2009

ULASAN KULINER : RESTAURANT PEKO-PEKO SPESIALIS IGA (**)








Gara-gara temenku pengen makan iga, membuatku berpikir keras, dimana ya restoran iga yang enak deket rumah. Karena saya jarang sekali makan iga, kalau pengen pun selalu minta dimasakin Mamah, lagipula aku kan sangat mengurangi konsumsi daging merah. Untunglah tidak lama aku teringat ada sebuah restoran yang baru berdiri terletak di jalan KH Ahmad Dahlan, tepatnya diperempatan jalan KH Ahmad Dahlan, Radio Dalam & Gandaria, yang memasang sebuah spanduk bertuliskan “Peko-peko, spesialis iga”, sehingga perjalanan kami berempat, dalam rangka arisan, yang semula menuju Plaza Senayan, langsung berbelok menuju si resto iga untuk makan siang, walaupun dalam hati saya berdoa, semoga ada menu lain selain daging.
Memasuki ruang restoran yang cukup luas & terang karena berdinding kaca, meja kursi & interiornya adalah perpaduan kayu minimalis, serta dinding belakangnya banyak dihiasi oleh foto-foto menu hidangan yang tampak menggiurkan, sehingga ketika pelayan mendekati kami & memberikan daftar menunya, kami malah banyak bertanya mengenai foto-foto menu hidangan tsb.
Kamipun bertanya, apa sih menu spesialis disini ? Yaitu iga peko-peko adalah iga sapi yang digoreng tepung lalu ditaburi bumbu yang berisi irisan cabe rawit & bawang. Hmm kedengerannya menggiurkan. Tapi teman ku yang ngidam itu malah memesan 2 menu iga sekaligus yaitu iga penyet & gulai iga karena tertarik dengan foto menu di dinding.
Nah tinggal kami bertiga yang kebingungan karena tidak mau makan iga. Untunglah didalam list menu terdapat banyak jenis masakan lain yaitu ada ayam goreng biasa, goreng peko-peko, dibakar & dipenyet. Begitupula dengan gurame, ada yang digoreng, dibakar & ala peko-peko. Ada nasi goreng & mi goreng iga peko-peko, aneka tahu tempe goreng biasa atau ala peko-peko, bahkan ada tahu isi iga. Unik ya. Sayurnya ada cah kangkung, sawi, jagung muda & salad. Sedangkan masakan iga nya itu sendiri pilihannya adalah iga peko-peko, bakar, goreng kecap, penyet, sop iga, gulai iga & rawon iga.
Akhirnya saya memilih masakan ayam goreng peko-peko, kedua temenku lainnya memilih ayam bakar & ayam penyet. Lalu kami tertarik pada sebuah minuman yaitu es buah peko-peko yang gambarnya kelihatannya aah menyegarkan.
Tak begitu lama pesanan kami pun datang, wah kelihatannya enak nih. Ayam peko-peko pesenanku disajikan diatas piring putih, ayam paha (bisa pilih paha atau dada) yang digoreng tepung tipis, diatasnya ditaburi saus yang berwarna agak kecoklatan, tapi tidak begitu basah & tidak begitu kering, yang berisi irisan cabe rawit merah & hijau serta bawang, lalu diberi hiasan daun selada & ketimun. Ketika dimakan hmm rasanya pedas, gurih, manis & sedikit asam, pokoknya enak & unik, ayamnya pun empuk tapi tidak hancur.
Lalu kulihat ayam penyetnya, disajikan diatas piring tembikar, ayam goreng ditaruh diatas sambal terasi, diberi sesendok bawang putih goreng cincang, serta diberi hiasan daun selada & ketimun. Ketika kutanya temenku, dia malah mengacungkan jempolnya. Kalau penampilan ayam bakar, disajikan diatas piring putih, berwarna kecoklatan karena kecap, juga dihiasi daun selada & ketimun. Sempat kucuil sedikit dagingnya, hmm ini juga enak, bumbu kecapnya sangat meresap ke ayam, tapi manisnya pas. Nyam.
Tak lupa kucicipi pula masakan iganya. Iga penyet yaitu 3 potong iga yang digoreng & ditaruh diatas sambal terasi, disajikan diatas piring tembikar, diberi bawang putih goreng cincang serta daun selada & ketimun, sama persis dengan penampilan si ayam. Pas dimakan, wah empuk nian ya, dikunyah tanpa perjuangan, bumbunya meresap tapi tidak hancur. Mantap.
Lalu gulai iga disajikan dalam mangkok putih, kuahnya banyak sehingga seluruh iga terbenam. Kucicipi sesendok kuahnya, wow enak nian nih, kuah gulai yang berwarna kemerahan, sangat pas bumbunya. Top deh. Segera kuminta mangkok kecil kepada pelayan, kuisi dengan sedikit iga & setengah mangkok kuah gulai, sebagai penggiring makan nasiku. Dagingnya itu loh empuk tapi gak hancur. Kami semua makan dengan lahap, tapi gulai iganya itu banyak banget dagingnya, gak abis-abis, sampe kekenyangan, padahal udah dimakan berempat, dan semua berkomentar “kuahnya enak ya”.
Untuk mengusir rasa pedas, untung kami sudah memesan es buah peko-peko, yaitu es buah yang berisi irisan strawberry, mangga kweni & melon dalam campuran kuah santan & susu, lalu diberi es batu. Sungguh perpaduan yang pas, asamnya strawberry bercampur dengan manisnya mangga, melon & kuah susu santan. Pas segarnya, hilang pedasnya.
Sajian dimeja sudah bersih kami santap, kini tinggal urusan pembayaran. Rupanya harga disini sangat rasional loh yaitu masakan iga @ Rp 28.000, ayam @ Rp 13.500, es buah Rp 15.000, sehingga total kami membayar Rp 153.450, sudah termasuk nasi, teh & tax. Kami semua setuju bahwa makan disini enak, nyaman & ramah dikantong, sehingga berniat kembali untuk membawa keluarganya masing-masing. Aku sendiri bertekad apabila kembali kesini harus makan iga peko-peko karena ayamnya aja enak apalagi iganya. Nah ini dia alamatnya : Jl. KH Ahmad Dahlan no 40 Jakarta Selatan, telpon 021 7222 430, bisa pesan & delivery, buka pk. 11 – 23. Selamat mencoba.