Tuesday, January 06, 2015

Salah pilih menu ? di Olive Vine (*)




Dasar tukang jalan, suami saya pengen makan salad buat makan malam, eh malah lari ke Central Park Mall. Tadinya mau ke Puri Indah Mall, tapi karena kami lewat jalan tol dari arah JORR, kok ngga ada pintu keluar menuju Puri Indah Mall ya. Akhirnya kebablasan sampailah kami ke Central Park Mall. Tapi ya ngga apa-apa juga karena sudah lama kami tidak berkunjung kesini.

Setelah keliling-keliling dilantai LG yang paling banyak restonya, kami melihat sebuah resto baru disamping ACE Hardware yaitu Olive Vine yang menyajikan masakan Itali cabang dari Singapore. Nah marilah kita coba.

Saat itu pengunjung resto lumayan penuh dan memang saat itu Mall ini sangat penuh oleh pengunjung karena sedang libur tanggal 1 January 2015. Ketika masuk terlihat interior resto cukup menarik dan nyaman. Kami pun kebagian duduk di meja paling belakang, dekat bar tempat pemesanan makanan.

Utamanya menu disini adalah aneka pasta sesuai dengan slogannya yaitu pasta fusion. Tapi kami tetap memesan caesar salad with chicken, grilled fish with potato salad dan mushroom soup. Kalau melihat meja pengunjung lain sih mereka rata-rata memesan pasta, tapi bakal kekenyangan kalau ikut-ikutan memesan pasta.

Menu pembuka yang dihidangkan adalah mushroom soup yaitu cream soup berwarna putih dengan 4 potong crouton yang cukup besar. Ketika kami makan, soupnya sih enak, creamy dan gurih, croutonnya juga enak dan gurih karena berasal dari garlic bread, tapi kok mushroomnya cuma sedikit ya, hanya beberapa iris jamur saja, sehingga kurang pantas disebut mushroom soup.

Sajian kedua adalah grilled fish with potato salad yaitu ikan dori yang di grill, disajikan dengan potato salad, lettuce, coleslaw, 2 potong garlic bread dan sepotong lemon. Ikan dori nya lumayan enak dengan ukuran cukup besar, baik salad maupun garlic bread juga enak, hanya saja kalau menurut saya perpaduan ini kurang cocok karena ikan dori walaupun sudah di grill tetap lembab tidak bisa garing, berpadu dengan 3 macam salad dingin, mengakibatkan sajian ini secara keseluruhan menjadi dingin, lembab dan basah, kurang menimbulkan selera makan.

Terakhir adalah caesar salad yaitu salad daun lettuce yang diberi topping crouton, irisan tomat, potongan telur rebus, potongan ayam yang di grill, disiram mayones dan diberi taburan keju parmesan dan black pepper. Dari segi penampilan sajian ini cukup mengundang selera, potongan ayamnya cukup banyak, dari segi rasa juga enak karena bahan yang dipakai memang berkualitas dan cukup banyak.

Untuk harganya ya memang mahal sesuai dengan kualitas dan kuantitas bahan makanannya yaitu grilled fish Rp 79.000, caesar salad Rp 49.000, mushroom soup Rp 29.000 dan lychee tea Rp 19.000.


Dari hal-hal kecil yang agak mengecewakan tadi, mungkin saja karena kami salah pilih menu. Mungkin saja pastanya enak karena banyak dipesan oleh pengunjung serta memang merupakan sajian andalan disini. Jadi jangan terpengaruh dengan review saya ya.

Monday, January 05, 2015

Kuliner Cianjur

Pergi ke undangan di Cianjur hari Sabtu pas hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW, jalan melewati jalur Puncak padatnya minta ampun. Pergi dari rumah pk. 9, pulang sampai rumah pk. 23.30, parah banget kan. Belum lagi masalah cuaca hujan yang hilang timbul, sehingga mempersulit memenuhi kebutuhan perut minta di isi, ingin ke toilet dan sholat.

Melemaskan otot tubuh di Saung Kuring (*)

Dalam perjalanan menuju Cianjur kami beristirahat, sholat dan makan siang di RM Saung Kuring di Jl. Raya Puncak km 75 Cipayung Bogor. Disini kami memilih lauk pauk standard yaitu ikan gurame goreng, tahu tempe dan sop buntut. Sayangnya karena sudah cape dan lapar, ritual khas mengambil foto makanan sebelum makan pun luput dilakukan.

Makanannya sih lumayan enak hanya saja tidak ada yang istimewa. Ikan guramenya digoreng garing berbentuk melengkung, disajikan bersama sambal kecap, rasanya sih biasa saja. Sop buntut isinya lumayan banyak, tapi lemak disekitar buntutnya tidak dibuang, jadi banyak banget gajihnya. Saya sih ngga makan, cuma melihat suami saya makan jadi ngeri. Baik daging, wortel dan kentang semuanya empuk, kuahnya juga enak, kehangatannya membuah tubuh menjadi segar kembali, cocok dimakan dalam suasana dingin-dingin begini.

Mengenai harganya tidak bisa dibilang murah, ikan gurame dihargai Rp 76.000, sop buntut Rp 52.000, tahu Rp 5.000, tempe Rp 4.500 dan kelapa batok Rp 17.500. Mungkin saja harga makanan disini tidak murah karena fasilitasnya cukup lengkap yaitu ada live music, taman bermain anak dan mushola.

Bangunannya pun luas, terdiri dari 2 lantai. Baik bangunan dan interiornya dominan terbuat dari kayu. Ruang makannya terbuka, terdiri dari ruang makan biasa dan saung-saung. Selain itu ada juga balong atau kolam ikan yang cukup luas, dan apabila anak-anak anda ingin memberi makan ikan, disini dijual juga loh makanan ikannya.

Saya perhatikan pengunjung yang datang kesini lumayan ramai, karena tempat ini cocok untuk melemaskan otot tubuh yang kaku akibat macet, anak anda yang rewel pun gembira kembali.

Menikmati sate ayam di Bumi Nini, kerabatnya Bumi Aki (**)




Dalam perjalanan pulang saya ingin makan sate, akibat seringnya melihat penjual sate yang bertebaran disepanjang jalan raya puncak. Kayanya kok enak, dingin-dingin makan sate ayam panas. Maunya sih makan di warung sate Shinta. Tapi apa daya, karena lagi lagi macet, kok rasanya lama banget tidak sampai-sampai.

Akhirnya kami mampir ke resto Bumi Nini Jl. Raya Puncak Cisarua no 18, km 81. Resto ini masih kerabat dengan resto Bumi Aki, yang dalam perjalanan perginya, tadi kami melihat resto Bumi Aki ini sangat ramai sekali. Asumsi kami adalah resto yang ramai itu pasti enak, dan karena resto Bumi Nini ini masih 1 grup dengan Bumi Aki, maka kami asumsikan juga enak.

Saat itu kami tiba disana pk 22.30, untung masih ada resto yang buka. Karena saya sudah mengidam makan sate, maka dipesanlah 1 porsi sate ayam. Sayangnya disini tidak menyediakan lontong. Suami saya memesan nasi goreng ikan asin dan 2 gelas teh manis panas pun kami pesan untuk menghangatkan tubuh.

Ketika dihidangkan, sate ayam disajikan diatas piring bukan diatas hot plate, tapi keadaan sate masih hangat. Potongan daging ayam berwarna putih, tanpa lemak, tidak ada jejak gosong yang berlebihan, ukurannya gemuk-gemuk, dan setiap tusuk berisi 3 potong daging. Ketika dimakan sate terasa empuk, tidak seret dan ternyata sebagian sate mengandung potongan lemak dibagian tengahnya. Bumbu kacangnya pun terasa halus dan nikmat, rasanya yang gurih berbaur rasa kecap manis dan wangi bawang goreng. Yang pasti saya tidak kecewa makan sate ini.

Mengenai nasi gorengnya, warnanya pucat kemerahan, ditaburi bawang goreng dan disajikan bersama telur ceplok dan emping. Kasian suami saya tidak makan emping, jadi kami pesan seporsi krupuk warna warni dan seporsi sambal cobek untuk memeriahkan suasana makan malam kami.

Rasa nasi gorengnya lumayan enak dengan irisan bawang bombay yang terselip diantara nasi. Tapi nasi masih banyak yang bergumpal dan ikan asinnya kurang banyak sehingga kurang terasa mantap. Sambal cobeknya enak sampai minta tambah seporsi lagi.


Kesimpulan walaupun penampilan makanan yang disajikan disini kurang menyakinkan tapi rasanya termasuk enak. Kalau disuruh balik lagi kesini pun kami mau. Mengenai harganya seporsi sate ayam isi 10 tusuk Rp 37.000, menurut saya wajar karena ukurannya cukup besar, nasi goreng Rp 27.000, krupuk Rp 6.500, es jeruk Rp 17.000 dan teh manis Rp 7.000. Ternyata sambalnya gratis loh, kok ngga ada di bon, dan saya baru sadar ketika menulis review ini. Nah boleh juga tuh resto Bumi Nini ini menambah koleksi tempat makan dijalur Jl. Raya Puncak yang patut direkomendasikan.

Friday, January 02, 2015

Menikmati bakwan jagung mentul-mentul di Ikan bakar Menado (***)








Ketika kami hendak ke rumah Ibu Mertua di Cinere, kadang kami melewati Jl. Adiaksa Lebak Bulus sebagai jalan pintas. Jalan Adiaksa ini sekarang menjadi incaran para penikmat kuliner loh karena banyak resto yang berderet disepanjang jalan ini. Contohnya adalah CJ Tom Yum, Ocha Ramen & Japanese Fusion, Mi ceker Bandung, Sam’s Strawberry dan masih banyak lagi. Sekarang malah bertambah 1 lagi resto yang baru berdiri beberapa bulan yang lalu, tapi sudah terlihat banyak pengunjungnya. Namanya adalah Ikan Bakar Menado (IBM) di Jl. Adiaksa IX no. 1, sehingga Minggu malam lalu kami menyempatkan diri kesana untuk memuaskan rasa penasaran kami.

Resto ini terletak di pojok jalan Adiaksa, disamping perempatan. Ruangan resto terbagi 2 yaitu outdoor dan indoor. Interior resto bernuansa laut dan pantai sehingga warna yang dominan disini adalah putih dengan kombinasi warna biru dan coklat. Ruangannya besar dan luas tanpa penyekat dengan dinding kaca, ruang indor ber AC dan dipasang 6 kipas angin yang digantung. Langit-langitnya terbuat dari atap sirap, meja dan kursinya terbuat dari kayu yang kokoh sehingga kursi agak berat kalau digeser-geser. 

Diatas dapur ada dinding yang dihiasi wallpaper gambar laut lengkap dengan perahu nelayan dan burung-burung serta sebuah papan tulis hitam yang bertuliskan “IBM menyediakan kuliner laut segar yang selalu memanjakan indera anda : cumi-cumi, ikan kerapu, ikan bawal, ikan kue, ikan ayam-ayam, ikan baronang, udang, kepiting dan kerang hijau”, lengkap dengan gambar sketsa seafood dari kapur tulis.

Diatas meja ada sebuah pemberitahuan bahwa setiap pemesanan 1 porsi kepiting akan mendapat 1 kelapa muda gratis. Tapi kami malah memesan ikan kue bakar kecap, tumis paya dan bakwan jagung serta minuman es kelapa muda batok dan es teh manis. Tak perlu menunggu lama, makanan pun segera terhidang dimeja.

Hidangan pertama yang datang adalah seporsi bakwan jagung yang berisi 4 potong bakwan. Penampilannya sungguh menggoda, lebar dengan pinggirannya yang garing, jagungnya mentul-mentul menggiurkan. Bakwan super panas baru keluar dari penggorengan sehingga kami segera menyantapnya dengan cocolan sambal di meja. Dimeja tersedia 2 jenis sambal yaitu sambal rica-rica dan dabu-dabu. Bakwannya garing tapi empuk, rasanya gurih tapi jagungnya manis, dicocol sambal yang panasnya segera menyebar ketubuh, mantap.

Kemudian ikan kue dan tumis paya pun segera menyusul. Sesuai dengan slogannya, ikan kue memang terasa segar dan manis dengan tingkat kegosongan yang normal sehingga tidak pahit. Tumis paya adalah tumis campuran daun dan bunga pepaya yang rasanya pahit sehingga kami tidak sanggup menghabiskannya.

Nah selesai sudah makan malam kami, kami pun segera minta billnya. Harga ikan kue 4,9 ons adalah Rp 78.400, bakwan jagung Rp 20.000, tumis paya Rp 28.000, nasi @Rp 6.500, es kelapa Rp 20.000 dan teh manis Rp 6.000. Menurut saya sih harganya standard dan lumayan terjangkau, apalagi ditambah dengan rasanya yang enak dan ruangannya yang nyaman, resto ini patut direkomendasikan.


Monday, December 29, 2014

Berbagai keunggulan di De Clan resto & cafe (**)









Resto ini memang belum lama berdiri, belum ada setahun. Letaknya yang strategis dipinggir jalan Cipete Raya tepatnya no. 63 menjadikan tempat ini cukup ramai oleh pengunjung. Kami sering melewati resto ini sambil membaca slogan yang terpampang “Berani bersaing karena rasa”, sehingga menggelitik rasa penasaran kami. Akhirnya hari Minggu siang lalu kami pun mampir untuk mencoba masakan ditempat yang bernama De Clan resto & cafe ini.

Saat itu mobil pengunjung yang diparkir dihalaman resto cukup penuh sehingga kami parkir diseberangnya. Ketika memasuki tempat ini, kami melihat bahwa resto ini terbagi menjadi beberapa area tempat makan yang berbeda-beda suasananya. Akhirnya kami duduk didalam ruang makan dengan interior klasik. Meja dan kursinya terbuat dari kayu dengan bantalan kursi berwarna merah. Ruangan ini didominasi dengan warna merah putih. Tirai bentuk klasik berwarna merah dengan aksen warna emas. Dindingnya kombinasi warna merah bata dan putih dengan beberapa lukisan. Secara keseluruhan suasana yang tercipta adalah klasik, elegan, bersih dan terang.

Menu yang tersedia disini adalah Indonesian dan Wastern food. Menu masakan Indonesia diwakili oleh aneka masakan ayam peyet, bakar dan goreng. Lalu aneka masakan ikan, cumi & udang, aneka masakan nasi goreng dan timbel, aneka masakan sayur & pelengkap, aneka sambal dan Western food seperti pasta & steak. Pilihan minumannya pun beragam serta tersedia dessert ice cream mochi.

Sebelum memesan kami bertanya dulu menu best seller atau menu unggulan disini adalah apa. Ternyata menu ikan patin bakar bambu dan ayam penyet menjadi andalan disini. Pilihan kami jatuh kepada ayam penyet pesanan suami dan ikan mas goreng untuk saya. Kami juga memesan karedok dan sambal hijau teri medan sebagai pelengkap dan minuman es kelapa sirsak batok dan es teh leci. Sambil menunggu pesanan kami pun melihat-lihat suasana sekitar.

Ternyata resto ini terbagi menjadi 4 jenis ruangan yaitu ruang resto VIP terletak dipaling depan yaitu ruang yang kami tempati dan ruang VVIP yang terletak dipaling belakang. Diantara keduanya adalah ruangan terbuka yaitu area cafe, dengan interior wallpaper yang menarik, dan area saung, dimana kedua area tsb dipisahkan oleh sebuah kolam ikan koi yang memanjang. Atmosfir yang tercipta dari setiap ruangan berbeda-beda dan semuanya nyaman sebagai tempat pertemuan, kumpul-kumpul keluarga atau teman.

Setelah kami tanyakan disini juga menyediakan fasilitas : menu buffet @Rp 95.000 min 25 orang, paket catering datang ke tempat free orgen tunggal @Rp 150.000 min 30 orang, delivery order, live music, karaoke dan free wifi. Nah lengkap sekali bukan.

Nah sekarang giliran makanannya. Ayam penyet disajikan dipiring ceper lebar, lengkap dengan pendampingnya yaitu ikan asin, tahu chrispy, tempe goreng, urap, irisan ketimun, tomat dan lettuce. Lalu dimana sambal penyetnya, kok ayamnya polos saja. Rupanya sambal disajikan dibawah ayam, jadi tidak kelihatan. Hoo baru kali ini ayam penyet sambalnya ditaruh dibawah ayam, bukan diatas. Rasa sajian ini cukup oke, ayamnya empuk dan bumbunya meresap, tahu chrispynya enak, sehingga secara keseluruhan semua sajian ini rasanya cukup menggugah selera.

Sekarang ikan mas gorengnya, saya berpesan agar digoreng kering. Ketika disajikan ikan benar-benar baru diangkat dari penggorengan. Daging ikan disayat-sayat lalu digoreng sehingga hasilnya super garing dan chrispy, sehingga sirip dan kepala ikan pun bisa dimakan seperti kripik, kriuk kriuk. Ikan disajikan bersama 2 macam sambal yaitu sambal merah dan sambal kecap.

Sayur karedoknya juga enak, sayurannya segar, bumbunya enak dan disajikan bersama 2 buah emping, andaikata diberi krupuk yang banyak, pasti lebih enak. Terakhir sambal hijau teri adalah ulekan cabe hijau besar plus tomat hijau dan bawang yang ditaburi teri. Semua sambal yang disajikan disini rasanya tidak ada yang extrem yaitu level kepedasannya sedang-sedang saja.

Yang unik adalah minuman es kelapa sirsak yaitu es kelapa dalam batok tapi ketika disendok yang terambil adalah daging buah sirsak. Rasa dan aroma sirsak yang unik rupanya cocok juga berpadu dengan es kelapa.

Mengenai harga makanan menurut saya cukup mahal tapi ya selevel dengan tempatnya. Harga ikan mas goreng saja Rp 45.000 belum termasuk nasi. Semua lauk pauk disini belum termasuk nasi. Ayam penyet Rp 35.000, karedok Rp 17.500, sambal hijau teri Rp 15.000, nasi @Rp 7.000, es kelapa sirsak Rp 27.000 dan es teh leci Rp 30.000.

Menurut saya keunggulan resto ini terletak pada tempatnya yang nyaman dan strategis, jenis masakan yang familier, mudah diterima lidah siapa saja, pilihannya juga banyak, rasanya juga oke, fasilitas resto lengkap serta harga yang relatif terjangkau. Yang ingin booking tempat disini bisa telpon di 021 7661548. Nah selamat kumpul-kumpul ya...

Tuesday, December 23, 2014

Bebek Bengil, bebek crispy dengan resep original khas Bali (***)





Karena keadaan perut sudah lapar saat melintas kawasan Kuningan Jak Sel, maka kami segera mampir untuk makan siang ke Mall Epicentrum Walk di Kompleks Rasuna Epicentrum, JL. HR Rasuna Said Kuningan. Ternyata Mall ini sepi pengunjung, entah apa penyebabnya. Dulu kami pernah kesini dan sekarang kami melihat beberapa resto banyak yang sudah tutup. Setelah berkeliling sebentar, kami tertarik pada resto Bebek Bengil yang katanya baru dibuka disini.

Resto ini merupakan cabang dari pulau Bali dan Jl. H. Agus Salim Menteng Jak Pus. Sebenarnya kami sudah pernah makan di cabang Menteng, dan makanannya memang berkesan karena enak tapi mahal. Tapi karena pilihan tempat makan di Epicentrum Walk ini agak terbatas maka kami tetap menuju resto Bebek Bengil.

Kami memang sedang dilanda lapar berat. Jadi ketika melihat buku menu yang berisi beraneka raga menu yang variatif, saya tetap memilih menu “Bebek Bengil The Original Crispy Duck since 1990” dan suami memilih menu Bebek bakar sambal hijau. Rasanya rugi kalau tidak memilih menu Original Crispy Duck ditempat ini.

Menu Original Crispy Duck ini disajikan secara istimewa yaitu setengah ekor bebek goreng ditempatkan dipiring bersama nasi, sepotong semangka dan 2 iris jeruk, disajikan bersama 3 macam sambal yang terpisah yaitu sambal matah, sambal merah dan sambal bawang serta semangkuk urap bali. Tak cuma penampilannya, rasa daging bebek pun istimewa, lezat, empuk tapi super garing diluarnya, tidak amis, dengan bumbu yang meresap. Kalau dimakan bersama sambal dan urap akan menimbulkan nafsu makan yang luar biasa.

Sekarang mari kita cicipi Bebek bakar sambal hijau. Penyajiannya memang tidak seheboh bebek bengil tapi citarasanya tetap istimewa yaitu setengah ekor bebek disajikan dipiring bersama nasi, sambal hijau dan irisan ketimun, tomat serta lettuce. Sambal hijau ditaruh diatas bebeknya, sedikit, sebagai pemanis, sisanya disajikan dimangkuk terpisah. Bebek ini tak kalah lezat, dagingnya empuk, lembab, tidak amis, bumbunya meresap banget, cenderung agak asin, tidak ada hasil bakaran yang berlebihan seperti gosong.

Kalau makan disini hampir bisa dipastikan 99% rasanya memuaskan. Yang ngga puas ya kantongnya karena harganya mahal yaitu Rp 125.000 untuk Bebek bengil dan Rp 122.000 untuk Bebek sambel hijau. Yang ingin makan bebek crispy khas Bali dengan citarasa hampir mirip tersedia juga di resto lainnya yang sejenis.

Berikut saya tuliskan daftar resto Bebek favorit saya yang saya urutkan berdasarkan harganya dari yang termahal, kelezatan dan keistimewaannya :

1.    Bebek Bengil (***), keistimewaannya adalah Original Crispy Duck, harga paling mahal.
2.    Bebek Tepi Sawah (***), keistimewaannya adalah ½ ekor Bebek goreng crispy / bakar tradisional Bali dengan 3 macam sambal dan 1 macam sayuran, masakan bebeknya identik dengan Bebek Bengil dengan harga agak lebih murah sedikit.
3.    Le Seminyak (***), keistimewaannya adalah masakan bebek khas Bali disajikan bersama nasi dan aneka lauk pendamping seperti nasi campur, harga agak mahal.
4.    Pondok Suryo (***), keistimewaannya adalah bebek goreng khas surabaya dengan bumbu kaldu bebek yang disiram ke nasi, harga terjangkau.
5.    Bebek Kaleyo (***), keistimewaannya adalah bebek goreng dengan sambal yang pedasnya cetar membahana, harga terjangkau.
6.    Bebek goreng H. Slamet (**), keistimewaannya adalah bebek goreng khas Kartasura Solo dengan sambal korek, harga terjangkau.
7.    Bale soto (**), Bebek Bali merupakan menu baru yang segera menjadi unggulan, harga terjangkau.
8.    Bebek Sinjay (***), keistimewaannya adalah Bebek goreng sambal mangga, hanya ada di Madura, antriannya panjang dan lama, harga sangat terjangkau.

Monday, December 15, 2014

Rela balik lagi ke Beatrice Quarters (***)







Resto ini sudah agak lama berdiri dan pertama kali buka didaerah Pantai Indah Kapuk. Begitu buka resto ini langsung menyita perhatian para pemburu wisata kuliner, terutama anak muda, dan aneka fotonya banyak ditanyangkan didunia maya. Saya hanya bisa gigit jari, wong tempatnya jauh banget, susah membujuk suami kesana, apalagi mengajak keluarga atau temen kesana.

Ketika Minggu malam lalu kami mengunjungi Puri Indah Mall, saking lamanya kami tak kesana, kami menemukan kalau mall ini ternyata sudah mengalami perluasan untuk area restoran dan secara tak sengaja kami menemukan resto ini berada di Puri Indah Mall Expansion lantai 1, woho asyiknya.

Resto ini bernama Beatrice Quarters, dengan maskot tokoh kartun seorang gadis berambut panjang berwarna pirang bernama Beatrice yang ditemani seekor kelinci bernama Bean. Jadi bisa dibayangkan suasana resto sangat girly dengan warna-warna pastel.

Menu yang disajikan disini sangat beragam dan unik, jarang disajikan diresto-resto lainnya. Misalnya menu honey toast yaitu roti panggang dengan butter, ukuran rotinya super tebal, disiram madu dan diberi topping aneka buah, ice cream, coklat, cream, dll.

Lalu menu rice pizza yaitu nasi yang disusun dan diratakan diatas loyang pizza dan diberi aneka topping, lalu dipanggang seperti pizza. Ada 2 jenis masakan rice pizza yaitu Japanese & Italian style.

Lalu ada masakan pappilote yaitu cara memasak orang Perancis dengan cara membungkus aneka sayuran dan ikan yang telah dibumbui dengan kertas lalu dipanggang sehingga setelah matang dan kertas pembungkus dibuka, aroma wangi keluar, hasil masakan menjadi basah dan agak berkuah tapi makanan menjadi lebih sehat.

Lalu ada kue millefeuille adalah puff pastry yang disusun berlapis-lapis dan diberi isi dan topping krim, coklat, dll dan disajikan bersama ice cream. Kemudian Herbes et epices, nah ini masakan steak yang dibumbui aneka rempah dan disajikan bersama saus seperti saus mushroom, blackpepper, dll. Menu umum lainnya seperti sup dan salad, breakfast menu yang disajikan sepanjang hari, pasta, risotto, dll tak kalah menggoda indra penglihatan.

Ternyata saat itu sedang ada promo pembelian menu steak, gratis segelas minuman blackcurrant tea. Kebetulan saya memang sedang tertarik menu steak dan langsung memesan herbes et epices poultry yaitu steak baby chicken yang dimasak dengan rempah (herbes) dan disajikan dengan saus (epices), saya memesan ukuran setengah ekor. Suami saya memesan spageti aglio olio fungi & chilli, extra egg, lalu chicken soup dan blackberry yogurt. Wah bakal makan besar kita.

Chicken soup datang paling pertama yaitu cream sup berwarna putih yang berisi potongan ayam dengan taburan crouton. Ketika dimakan sup ini menimbulkan rasa hangat ditubuh, rasanya enak, gurih dan creamy tapi tidak bikin eneg.

Sajian kedua adalah steak baby chicken disajikan bersama saus mushroom, salad daun lettuce dan tomat chery, paprika dan jamur panggang serta kentang goreng sesuai permintaan, karena aslinya adalah mashed potatoes. Rasa ayamnya sungguh lezat dan empuk, bumbunya meresap banget, saus mushroom nya juga creamy dan gurih, saladnya asam dan segar, kentang gorengnya berbumbu dan asin. Sungguh perpaduan yang cocok dan lezat.

Lalu spageti aglio olio fungi & chilli, extra egg adalah spageti yang ditumis dengan minyak zaitun dan bawang putih, diberi jamur dan bubuk cabe. Rasanya wuih pedas banget, bikin panas tenggorokan, pedasnya awet terasa sampai pulang kerumah, tapi anehnya enak banget dan bikin ketagihan, padahal spageti hanya dicampur jamur saja, tapi rasanya gurih dengan aroma & rasa bawang putih yang menonjol.

Saking kenyangnya minuman blackberry yogurt kami bungkus saja, yaitu jus blackberry yang diberi plain yogurt diatasnya, minuman ini sangat kental dan mengenyangkan.

Mengenai harganya saya menilai mahal tapi memang sesuai dengan kualitas rasa dan porsinya, yaitu chicken steak Rp 75.000, spageti + egg Rp 57.000, chicken soup Rp 29.000 dan blackberry yogurt Rp 33.000. Menu yang kami pilih adalah jenis yang paling murah loh, karena kalau memilih menu ikan salmon, ikan cod, ikan barramundi / kakap putih dan beef, harganya bakal lebih mahal lagi, ratusan ribu. Tapi kok saya rela ya balik lagi ?

Lapar mata di Bale Soto (***)










Saya sih sudah beberapa kali makan disini. Biasanya bareng dengan teman kantor karena letaknya yang dekat dengan kantor dan ketika ada acara arisan keluarga. Tempatnya yang strategis, bangunannya yang bagus dan bersih, suasananya yang homey serta harganya yang murah menjadikan tempat ini sebagai tempat pertemuan favorit. Namanya adalah Bale soto di Jl. Daksa I no. 11 Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Kalau mau kesini mudah saja, yaitu masuk ke Jl. Gunawarman, kira-kira beberapa ratus meter, belok kiri ke Jl. Daksa I, resto ini berada dibangunan pertama disebelah kanan jalan. Sangat disarankan reserved dahulu di 021 9236125 terutama kalau mau datang berombongan.

Kebetulan saya baru sempat bikin reviewnya sekarang, karena kalau makan rame-rame bareng orang lain kan susah mau ambil foto makanan mereka dan saya tidak tau nama menu serta harga makanan yang mereka pesan. Nah kebetulan minggu lalu saya dan suami mengajak ibu, adik dan keponakan saya makan siang disini. Untung pengunjung sedang tidak terlalu ramai sehingga kami langsung mendapat tempat tanpa reserved terlebih dahulu.

Bangunan resto ini didesain seperti rumah, dimana dinding depannya berupa pintu dan jendela-jendela kaca yang terbuka lebar tapi tetap memakai AC. Didepan jendela ada sebuah kolam ikan kecil, lalu halaman depan berupa taman dengan rumput dan tanaman yang tertata rapih. Sebuah becak diparkir dihalaman depan sebagai centerpiece. Interior didalam ruangan didesain modern dengan sentuhan khas Jawa, meja dan kursi terbuat dari kayu, serta interior ruangan dominan berwarna putih dan pastel. Rasanya betah berlama-lama duduk disini sambil melihat kehalaman depan.

Buku menu berupa lembaran daftar menu yang disusun diatas talenan kayu berwarna pastel. Sesuai dengan nama tempatnya, disini menyajikan aneka menu soto seperti soto ayam, daging, babat, buntut, iga, campur, dll. Selain soto banyak juga menu lainnya seperti aneka menu mie seperti mie tek-tek, mie rebus Jawa, mie ayam & mie yamin, lalu aneka nasi goreng, ayam goreng, ayam penyet, iga penyet, bebek goreng, pecel, bakwan malang, siomay, empek-empek, asinan, tahu dan tempe, bakwan jagung dan aneka camilan roti panggang. Semua menu ini belum termasuk nasi, jadi nasi harus dipesan terpisah dengan pilihan nasi putih dan merah.

Asyiknya lagi ada tambahan menu baru yang terbuat dari daging wagyu seperti tongseng wagyu, soto wagyu dan nasgor wagyu serta 2 menu bebek yaitu bebek bali dan bebek kremes. Kami langsung tertarik dan memesan tongseng wagyu, soto wagyu, bebek bali, mie goreng tek-tek, nasgor spesial, tahu pong, bakwan jagung serta sambal tempe, wuaa banyak banget ya, kalap nih, hahaha...

Pesanan kami disajikan dalam waktu tidak terlalu lama. Pesanan saya adalah bebek bali paha, disajikan dipiring tanah liat, bersama urap bali dan sambal matah. Bebeknya enak, bumbunya meresap, cukup empuk dan tidak amis, baik urap dan sambal matah rasanya juga enak.

Tongseng wagyu pesanan suami rasanya sedap nian, kuah yang berwarna coklat kehitaman, kental dengan rasa rempah, dagingnya jelas empuk dan enak, banyak pula isinya, ditambah irisan kol, tomat dan bawang, rasanya semakin sedap bila ditambah sambal, kucuran jeruk nipis serta potongan cabe rawit. Dia kalau makan tidak cukup dengan 1 jenis lauk harus ada pelengkapnya yaitu sambal tempe dan tahu pong, huaa sampe keringetan deh makannya, hahaha...

Mie goreng tek-tek dan nasgor spesial rasanya juga yahud dan mantap, hampir mirip sih rasanya yaitu manis-manis gurih. Mie goreng tek-tek berisi suwiran ayam, telur, kol dan sawi hijau, disajikan bersama acar dan potongan otak-otak goreng. Nasgor spesial berisi telur orak arik, disajikan bersama sepotong ayam goreng dan telur ceplok serta acar.

Dari semua lauk ini, yang paling biasa rasanya adalah soto wagyu pesenan Mamah. Soto berisi soun, kol, tomat, toge dan potongan daging wagyu dengan kuah berwarna keruh kekuningan ditaburi daun bawang, seledri dan bawang goreng. Sebenarnya rasanya enak juga, tapi bila dibandingkan dengan pesanan kami lainnya yang lebih kaya rasa bumbu & rempah maka rasa soto ini jadi kalah.


Saat ini sedang ada program diskon 25% dengan kartu debit CIMG Niaga tapi hanya berlaku untuk menu makanan saja minimal pembelian Rp 100.000, tapi lumayan membantu. Harga sebelum diskon adalah tongseng wagyu Rp 50.000, soto wagyu Rp 45.000, bebek bali Rp 30.000, nasgor Rp 35.000, mie goreng Rp 30.000, bakwan jagung isi 4 Rp 20.000, tahu pong Rp 18.000, sambel tempe Rp 15.000 dan nasi putih @ Rp 7.000. Harga setelah diskon jadi lumayan hemat yaitu Rp 282.700 termasuk 6 gelas minuman dan sebungkus krupuk, setelah pajak loh. Buat para pemirsa yang sedang mencari tempat untuk traktiran atau sekedar tempat berkumpul, sangat disarankan datang kemari. Ayo yo direserved...

Terlena di Coffee Club (***)



Sudah lama aku ingin makan ditempat ini karena dari luar resto ini selalu ramai oleh pengunjung. Setiap lewat pandangan mata saya pasti mengarah ke dinding kaca depan resto yang bikin ngiler karena bertuliskan aneka menu yang disajikan disana. Nama tempatnya adalah Coffee club di Street galery PIM lantai dasar, dekat pintu masuk.

Kebetulan malam minggu lalu saya berdua suami makan disana dalam keadaan perut suami saya lapar dan keadaan perut saya masih agak kenyang. Dia sih pengennya makan sup buntut Bogor cafe, tapi mau makan apa saya disana karena hanya tersedia menu sop buntut saja dan saya tidak begitu bernafsu. Maka kami putuskan makan malam di Coffee club karena menyajikan banyak pilihan menu baik makanan ringan, makanan berat, dessert serta kue-kue.

Suami saya tetap pada pilihannya yaitu memesan sop buntut yang harganya mahal banget yaitu Rp 129.000 plus minuman iced earl vanilla Rp 30.000. Sedangkan saya hanya memilih cream shitake soup Rp 37.500 dengan tanda “recommendation”. Selama menunggu pesanan, saya melihat beberapa waitress sepertinya masih dalam proses trainning yang ditandai dengan seragam kemeja putih yang mereka kenakan. Banyak dari mereka yang belum hafal nomer meja pengunjung sehingga terjadi salah sasaran. Untunglah meja kami dilayani dengan cepat tanpa kesalahan.

Pesanan saya hadir paling pertama, cream shitake soup menebarkan aroma harum yaitu wangi gurih dari puff pastrynya. Sup disajikan dimangkok berwarna putih, puff pastry diletakkan diatas menutupi sup tapi tidak melekat dimangkok. Kerenyahan Puff pastry sangat pas yaitu renyah tapi tetap empuk, aroma butternya menebar pesona. Sup berisi cream soup tapi tidak terlalu creamy dengan jamur shitake yang diblender kasar, rasanya gurih dan nikmat. Sajian ini saya habiskan tanpa sisa.

Kemudian sup buntut disajikan dimangkok putih berukuran besar, berisi 4 potong buntut sapi didalam kuah yang berwarna coklat keruh dengan taburan potongan wortel, kentang, tomat, daun bawang dan bawang goreng. Nasi disajikan terpisah diatas piring ceper yang lebar bersama acar, emping yang berukuran lebar-lebar serta sambal cabe rawit hijau yang berwarna kehitaman.

Ketika dimakan, aduh enaknya, buntutnya empuk, tanpa perlu cape mengunyah, kuahnya juga enak, sambalnya juga pedas mantap. Kata suamiku yang sudah pernah makan di Bogor cafe, sup buntut ini lebih enak dari pada sup Buntut Bogor cafe. Sajian ini pun ludes tak bersisa.

Nyaris sempurna, sajian Coffee club terganjal diminumannya yaitu iced earl vanilla yang rasanya sama sekali tidak manis sehingga kami minta tambahan gula cair, sehingga rasanya menjadi sempurna.

Andaikata perut saya masih lapar, kami pasti memesan dessert atau pastrynya karena jenisnya yang beragam dan menggiurkan. Ah memang lain waktu kami harus kembali lagi kesini...

Thursday, December 11, 2014

Unacho untuk para penggemar unagi (**)




Karena kami hendak menjamu seorang tamu penting, beberapa jam sebelumnya kami sudah berangkat menuju Plaza Senayan guna mensurvey sekalian reserved tempat makan. Secara tak sengaja suami saya menemukan sebuah resto Jepang yang baru buka dilantai 2 dekat ZARA, dimana letaknya agak tersembunyi dan terpisah dari deretan resto lainnya. Kebetulan saya sedang melihat-lihat ditempat lain ketika suami saya mereserved tempat tsb, sehingga ketika saya datang kesana, saya baru tau kalau tempat itu bernama Unacho.

Ketika kami masuk, kami disambut oleh waitres berbaju kimono. Dari depan tempat ini sudah terlihat bagus, bersih dan sangat khas Jepang. Tempatnya sih tidak terlalu luas. Didalam terlihat interiornya dominan memakai kayu dengan gaya khas Jepang sehingga tercipta suasana bersih, simple dan minimalis. Warna yang dominan adalah perpaduan warna hitam dari lantai dan dinding serta warna coklat kayu yang berasal dari furniturenya. Meja pengunjung dibatasi oleh partisi-partisi sehingga tercipta perasaan privasi, sangat cocok untuk pertemuan seperti kami ini. Kami duduk tak jauh dari pintu masuk karena ibu mertua yang memakai kursi roda akan datang bergabung, jadi kami akan makan berempat.

Ketika daftar menu dibagikan, saya agak sedikit terhenyak. Gawat, sebagian besar menu disini menyajikan masakan unagi / eel alias ikan sidat, yaitu ikan yang bentuknya panjang seperti ular. Ikan ini sangat disukai oleh orang Jepang dan sayangnya kami berdua tidak suka hahaha. Tapi apa daya kami tidak bisa pindah kelain tempat karena tamu kami dan ibu sebentar lagi akan datang. Pantas resto ini bernama Unacho, asal kata dari unagi. Untunglah selain masakan unagi, disini juga menyediakan menu lain seperti ikan salmon, gindara, tuna, daging sapi dan ayam, walaupun terbatas hanya 1-2 jenis menu saja.

Ketika ibu datang dan disuruh memilih menu, ibu agak bingung karena ada beberapa menu yang belum tersedia walaupun sudah tercantum didalam daftar menunya. Ketika saya tanya ternyata Unacho ini baru buka sekitar sebulan yang lalu. Akhirnya ibu memilih salmon miso moto yaki, suami dan tamunya memilih gindara saikyo yaki dan saya memilih salmon miso butter, tapi kami semua tidak ada yang memesan nasi karena baru selesai makan siang.

Ketika pesanan kami datang, penampilan sajian dihadapan kami terlihat minimalis, bersih, cantik dan mengundang selera. Gindara saikyo yaki disajikan piring keramik panjang berwarna hitam. Ikan di grill dan dialasi sepotong daun pandan, disajikan bersama sepotong tahu dan lotus. Salmon miso moto yaki penampilannya mirip gindara. Bedanya adalah gindara disajikan polos sedang salmon diberi bumbu miso moto dan ditaburi telur ikan.

Pesanan saya yang paling berbeda, salmon miso butter disajikan di mangkok karena berkuah, ukuran salmonnya lebih besar dari yang lain, disajikan bersama tahu dan garnish sayuran wortel, kapri dan jamur. Ketika kucicipi salmonnya lembut dan tidak amis walapun berkuah. Rasa kuahnya seperti miso sup tapi dicampur dengan butter dengan aroma yang dominan, tahunya lembut banget, dan sayurannya seger karena masih kres kres. Sayangnya karena malu dengan tamu, tidak mungkin saya mencicipi menu lainnya. Saya hanya bisa menelan ludah melihat sajian grill yang menggoda karena warna kulit ikan sampai kehitaman.

Selesai makan malah kita yang ditraktir oleh tamunya. Untung kertas bonnya ditinggal sehingga saya bisa membuat review ini. Harga yang tercantum di bon adalah masakan gindara @ Rp 115.000, salmon @ Rp 85.000, lychee tea & orange jus @ Rp 28.000 dan ocha Rp 18.000. Wah mahal ya, kalau ngga penting banget sih kami ngga mau makan disini lagi, tapi entah ya buat para penggemar unagi...

Wednesday, December 03, 2014

Harus mampu makan di Soto mie baso Sarodja (***)



Hari Minggu lalu, tenggorokan suami saya sedang gatal dan sakit, sehingga dia pengen makan makanan yang berkuah dan panas. “Soto mie mana yang enak ya ?” tanyanya. Saya jadi teringat, pernah diajak makan siang oleh teman kantor saya di soto mie di daerah Benhil. Langsung saja saya ajak suami makan siang kesana.

Karena baru satu kali saya kesana tapi sangat berkesan, maka saya agak lupa-lupa ingat jalan menuju kesana. Yang pasti kami harus melewati pasar Benhil, lalu lurus terus sampai menemukan Jl. D. Tondano disebelah kiri, dengan papan petunjuk arah ke Pejompongan, lalu belok kiri. Jalan pelan-pelan jangan sampai terlewat karena beberapa meter dari belokan, tempatnya ada disebelah kiri jalan yaitu di Jl. D. Tondano no. 27. Tempatnya sih sederhana sekelas warung tapi mobil-mobil yang diparkir senantiasa berjajar disana, namanya adalah Soto mie & baso Sarodja.

Ketika masuk, pengunjung sudah penuh duduk di bangku dan meja makan panjang. Untung masih tersedia tempat untuk 2 orang dipojokan dekat tembok depan. Gerobak tempat meracik ada dibagian belakang, saya langsung memesan 2 porsi soto mie komplit plus baso, eh suami saya pake tambah nasi putih segala, hmm belum tau dia.

Untuk minumannya kami pesan es jeruk. Ketika datang, es jeruk disajikan digelas berbentuk toples selai, mirip di cafe-cafe. Air jeruknya manis pula dan cukup kental. Ketika soto mie kami datang, wuah isinya banyak banget, disajikan disebuah mangkok yang berukuran lebih besar daripada soto mie biasa.

Isinya super komplit yaitu mie kuning dan bihun, potongan daging sapi yang besar-besar, tidak ada kikil disini, potongan lumpia yang tebal, irisan kol, tomat dan kentang, ditaburi emping, seledri dan bawang goreng, kuahnya banyak dan berwarna keruh. Rasanya jangan ditanya, sudah pasti lezat, dagingnya empuk, porsinya jumbo dan sangat mengeyangkan. Soto mie makin enak bila ditambah perasan air jeruk nipis dan sambal serta dimakan bersama krupuk. Soto mie ini kualitasnya setara bintang 5.


Sehabis makan, baju kami basah oleh keringat, apalagi memang tempatnya tidak ber AC. Tapi pengunjung yang datang tidak berhenti dan dari penampilannya rata-rata orang yang mampu. Orang yang makan disini harus mampu, yaitu mampu menghabiskan porsi yang besar dan mampu membayarnya, karena harga soto mie baso lebih mahal dari biasanya yaitu Rp 35.000, es jeruk Rp 10.000, nasi Rp 5.000 dan krupuk Rp 3.000, jadi total kami makan berdua habis Rp 101.000. Nah mahal bukan tapi kualitas memang tidak bisa menipu. Untung soto mie ini tidak dijual di mall atau hotel, bakal 2x lipat harganya. Bukan orang mampu lagi yang makan tapi pasti orang kaya.