Sunday, February 27, 2011

Nikmatnya Es Pisang Ijo Pemuda (**)



Ada sebuah sajian dessert khas daerah yang sedang naik daun di Jakarta, namanya es pisang hijau. Desset ini berasal dari daerah Makasar. Ku sebut naik daun karena mudah ditemui dimana-mana. Di jalan menuju rumah ku saja, yaitu disepanjang jl. RS Fatmawati, ada 3 tempat yang menyediakan es jenis ini. Aku sih ngga begitu tertarik karena kurang doyan buah pisang.
Bentuk dessert ini adalah sebuah pisang, lazimnya adalah pisang raja yang sudah tua, lalu pisang tsb dibungkus oleh adonan dadar gulung yang terbuat dari tepung beras yang dicampur santan serta pewarna hijau yang berasal dari daun suji, kemudian dikukus hingga matang. Penyajiannya adalah pisang hijau tsb ditaruh dipiring lalu diberi saus vla yang terbuat dari santan yang direbus bersama tepung terigu hingga kental, lalu ditambah es serut yang disiram sirup gula yang berwarna merah serta susu kental manis. Nah terbayangkan betapa segarnya. Kok saya tau resepnya ? Mudah, karena resep ini sudah banyak beredar baik didunia maya maupun diberbagai media. Tapi jangan harap saya praktekan dalam waktu dekat ini.
Ketika minggu lalu saya sedang berjalan-jalan ke daerah Kelapa Gading dan menyusuri jl Boulevard raya, terlihat sebuah kedai es pisang hijau yang ramai sekali oleh pengunjung, namanya Kedai Es Pisang Ijo Pemuda, tepatnya di jl. Boulevard raya blok FY 1 no 4. Dari seberang jalan terlihat kedai yang dominan warna hijau tsb sungguh ramai parkiran mobilnya, kami pun segera putar balik untuk menghampirinya (harus dong).
Kedai yang terletak disebuah ruko ini memiliki 2 lantai untuk ruang makannya. Untunglah kami mendapat tempat duduk dilantai bawah. Ketika membaca list menunya, ternyata banyak juga jenisnya. Selain es pisang ijo, ada juga es pisang kacang, es kacang merah, es kacang vla, es buah & es sirup susu. Lalu ada aneka camilan seperti siomay, lumpia, burger, hotdog, kentang, spageti serta kepang keju (?). Minumannya juga banyak yaitu aneka jus serta teh, kopi & susu. Walaupun aku ngga suka buah pisang, yang ini harus dicoba karena bikin penasaran, sehingga saya pun memesan seporsi es pisang ijo dan suami memesan es pisang kacang. Lalu hmm sepotong siomay ayam dan lumpia goreng boleh jugalah kami pesan.
Tak berapa lama es pun terhidang dihadapan kami. Hmm ini baru unik, baru kali ini ada es yang disajikan diatas piring makan. Mungkin supaya lega tempatnya, es nya ngga berjatuhan. Hasilnya penampilannya pun cantik dan gampang makannya. Pisang ijo disajikan utuh diatas piring, lalu diberi vla serta es serut yang membumbung tinggi dengan siraman sirup merah dan susu kental manis. Kalau pesanan suami diberi tambahan kacang merah plus airnya yang berwarna coklat pekat.
Rasanya benar-benar enak & mengagumkan, karena berbagai rasa bersatu dimulut sekaligus. Rasa pisang yang empuk dan manis, aromanya sudah tertutup rasa dadar gulungnya, lalu rasa manis dari sirup dan susu berpadu dengan rasa agak gurih dari vla, lalu suhu pisang dan vla yang agak hangat berpadu dengan dinginnya es serut, wuih luar biasa. Tambahan lagi es punya suami ada kacang merah yang empuk banget dengan rasa coklat. Luar biasa, mantap.
Tak terasa kudapan ini kuhabiskan licin tandas. “Lapar atau doyan” suamiku berkomentar. Akupun hanya senyum-senyum saja menanggapinya. Oh hampir lupa, masih ada sepotong siomay & lumpia yang rasanya ternyata standart banget.
Oh kenyang sekali perut ini, Alhamdulillah nikmatnya. Kenikmatan ini kami bayar dengan harga Rp 13.000 untuk es pisang ijo + Rp 3.000 untuk tambahan kacang merahnya. Sedangkan siomay dan lumpia masing-masing dihargai Rp 6.000. Yang mau telpon kesini ini nomornya 021 4532 792. Oh ya kedai ini juga ada di daerah Tanjung Duren utara dan Gading Serpong. Nah silahkan pilih mana yang paling dekat daerah anda. Tapi ingat dimanapun dia berada, pasti dipenuhi pengunjung. 

Wednesday, February 23, 2011

Tahu baso Bandung, hmm raos pisan (***)


Disini ngga ada baliho atau spanduk besar yang memberitahukan dengan jelas mengenai keberadaan si baso tahu Bandung ini. Hanya ada sebuah plang kecil yang tergantung didepan pintu masuk, jadi tidak terlihat jelas dari pinggir jalan bila mata tidak mencari dengan seksama.
Letaknya di jl Cipete Raya no 3A, Jakarta Selatan, jadi dari arah Blok M lurus terus menuju jl RS Fatmawati, ketemu lampu merah pertigaan DBest langsung belok kiri ke jl Cipete Raya, jaraknya hanya tinggal beberapa meter lagi sudah sampai. Rumah makan ini sudah lama berdiri, jadi walaupun tidak memakai baliho besar, tetap saja banyak pelanggan yang datang.
Seperti sekarang ini, kami datang pk 16 lebih, pengunjung yang datang tidak memenuhi ruangan, tapi mereka datang secara kontinyu dan bergantian. Tidak ada list menu, hanya ada beberapa spanduk kecil ditembok yang memberitahukan bahwa disini tersedia Siomay Bandung, Batagor, Mi Kocok dan es puter. Kami langsung menuju “jendela” pemesanan untuk melihat kedalam kukusan siomay. Siomay yang tersedia masih komplit yaitu siomay, tahu, kol, kentang, telur & paria. Tapi jam segini batagor sudah habis. Pernah aku dan “Geng Kepompong“ datang sekitar pk 19 an, siomay pun sudah nyaris habis.
Suamiku memesan 5 macam, aku ragu-ragu untuk memesan 3 macam, takut tidak bisa menghabiskan karena bentuk tahu nya lumayan besar, jadi aku hanya memesan 1 siomay dan 1 tahu. Bumbu kacangnya boleh pilih : tidak pedas, sedang, & sangat pedas. Aku pesan yang tidak pedas tapi suami memesan yang sangat pedas. Ku melirik ke piring suami, bumbu kacangnya terlihat sangat halus dan agak berminyak serta berwarna kemerahan, kucicip sedikit, rasanya wow luar biasa pedas, mataku langsung berair. Segera ku buka sebungkus krupuk Palembang yang tersedia diatas meja, kumakan bersama siomay, nah ini baru klop. Tahunya enak dan lembut sekali, siomaynya empuk dan kental rasa ikannya, tapi ngga amis loh. Ku beri sedikit perasan jeruk sambal sehingga rasanya semakin semakin sempurna. Aah ini memang siomay terenak seantero Kebayoran.
Mengenai harganya memang sedikit mahal yaitu @ Rp 5.000 kecuali untuk tahu & siomay nya @ Rp 6.000. Tapi harga ini tak pernah kusesali karena kenikmatannya. Bila ada acara dirumah bisa juga dipesan, tapi telpon dulu ya ke 021 751 3167 / 750 2682. Hmm raos pisan euy.

Sunday, February 20, 2011

Bumbu kaya rasa di Ikan Nila Pak Ono (**)




Berita kuliner mengenai masakan ikan nila Pak Ono sudah lama wara wiri di jagad dunia maya, tapi karena letaknya yang jauh dari rumah, yaitu di Jl. Pesanggrahan Raya No.1128E Meruya, Puri Indah, Jakarta Barat, dan jarang pula kami berkunjung ke daerah sana maka aku hanya menyimpan berita tsb didalam hati (hmm ngeces).
Tapi kemudian berita tsb berubah menjadi gembira karena ketika kami sedang sengaja mencari kuliner baru di daerah Serpong, tak sengaja mata ku tertumbuk ke sebuah ruko di jl Raya Serpong, tepatnya di Ruko Villa Melati Mas blok SR-1/28, persis disebelah ruko ayam goreng Suharti, ada spanduk bertuliskan Ikan Nila Bakar Pak Ono. Horeee, langsung ku colek suamiku seraya berkata “Yang kita makan kesitu aja yuk” (berseri-seri). Cucok banget neh, karena kami memang sedang mencari masakan ikan. Putar balik di ITC BSD dulu yah (huu jauh).
BTW, kalian pasti heran kok Pesanggrahan bisa lebih jauh dari Serpong ya. Hi hi hi maksudnya bukan jauh deng, tapi jalan menuju Pesanggrahan lebih macet daripada menuju Serpong. Kalau ke Serpong kan tol tol tol.
Nah langsung saja ya. Setelah kami masuk kedalam ruangan dan disodori list menu, kami pun bertanya, apa masakan andalan disini, yaitu ikan nila goreng dan bakar, yang langsung kami pesan. Ditambah karedok dan es longan jagung sebagai penyegar di siang yang panas ini. Sebenarnya menu lainnya banyak juga jenisnya. Ikan yang tersedia selain nila adalah gurame. Jenis olahannya selain digoreng dan dibakar adalah saos padang, gulai, tim hongkong, tempur nano nano dan asap tempur. Selain ikan tersedia juga udang, cumi, ayam dan bebek. Pelengkap lainnya adalah aneka sayur dan tahu tempe.
Nah sekarang giliran cerita rasanya nih. Ikan nila yang disajikan disini lumayan besar dan berdaging tebal, lain banget deh sama ikan nila dari warung deket kantor (wk wk wk). Rupanya ikannya memakai bibit ikan import loh, jadi namanya ikan nila Bangkok (mungkin maksudnya gede gitu, kaya durian Bangkok, hi hi hi). Ikan gorengnya yahud punya, garing dan ditaburi bumbu kremes nan royal. Rasanya gurih dan enak, bumbunya meresap dan tidak amis. Mantap, kukasih jempol ya.
Mengenai ikan bakar nih, biasanya aku kurang suka, dengan alasan : 1. Makanan yang dibakar, bagian hitam karena gosong bisa mengakibatkan kangker. 2. Ikan yang dibakar takut tidak matang sempurna sehingga ikan berbau amis dan menyebabkan alergi gatal bila ikan kurang segar. TAPI ikan bakar ini mak nyos chuy, enak karena tidak gosong tapi matang sempurna, tidak amis dan bumbunya itu loh meresap & sungguh kaya rasa, manis, asin, asam, sedikit pedas bersatu sempurna, mantaf. Alhasil daging ikan goreng ku kucocol bumbu ikan bakar sampe ku korek-korek, hi hi hi. Tak usah pikirkan berat badan, seporsi nasi putih pun ludas tandas. Oh ya hampir lupa kalau karedoknya sih standard cenderung manis, lalu es longan jagung adalah es serut yang diberi topping longan dan jagung manis, lumayan, segar.
Harga ikan ini kalau yang digoreng Rp 20.000 dan yang bakar Rp 28.000, jauh ya bedanya. Kalau ikan goreng bisa juga dibentuk seperti kipas, namanya ikan nila terbang, katanya rasanya lebih garing tapi nambah Rp 3.000 lagi. Rela ? Karedok Rp 13.000 dan es longan jagung Rp 15.000. Yang pengen coba maka ke sini telpon dulu ke 021 537 4866.

Saturday, February 19, 2011

Nikmatnya ikan perak goreng di Singapore Resto (***)




Kantor suami saya pindah dari Gedung Bank Mandiri Syariah ke Gedung TCT (The City Tower). Masih sama-sama jl. MH Thamrin sih, tapi semenjak pindah dia setiap hari ngomel melulu. “Aku susah cari makan nih” katanya. Ya bagaimana ngga, kalau dikantor lama dia kerjanya wiskul melulu. Kalau lunch hampir tiap hari dia coba menu baru, murah pula. Tinggal jalan sedikit ke belakang gedung, ketemu jalan Sabang Sentra Kuliner, jalan ke samping gedung ada Sabang Kampung Kuliner. Nah sejak di gedung TCT ini yang repot, sepi kuliner, khususnya yang berharga murah tapi enak. Ada sih sebuah resto di dekat situ yang tampaknya ramai sekali, sampai harus reserved dulu, tapi ya mahal, bisa tongpes kalau seminggu saja makan disini setiap hari. “Tapi kamu harus coba Yang, enak loh” katanya berpromosi. Baiklah.
Jadi pada hari minggu siang ini kami meluncur ke jl. Purworejo (d/h Teluk Betung) no 28 Menteng, Jakarta Pusat, tepatnya ke resto Singapore – Kwetiaw Kerang & Seafood & Chinese food. Karena kami datang sudah agak sore sekitar pk 14 lebih, maka pengunjung sudah tidak antri lagi walaupun masih penuh. Dengan pelayanan yang sigap kami pun siap memesan.
Menu yang tersedia disini adalah masakan dari seafood seperti ikan, kepiting, udang, lobster & cumi, lalu menu non seafoodnya ada lindung, kodok, ayam & sapi, menu Chinese food lainnya seperti sapo, soup, sayuran, dan tentu menu andalannya kwetiaw goreng kerang. I must try this.
Harga disini lumayan pada mahal-mahal, karena bahannya banyak yang import. Contohnya ikan perak goreng. Gambarnya sungguh memikat hati, ingin rasanya memesan tapi harganya Rp 75.000. Mahal karena diimport dari Singapore. Tapi apa daya, hati ini sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, akhirnya ku pesan juga deh. Bentuknya sih persis seperti ikan seluang yaitu ikan kecil-kecil yang hanya hidup di sungai di kota Palembang. Biasanya digoreng hingga garing, sehingga kalau dimakan rasanya renyah dan gurih, hmm enak. Bedanya kalau ikan perak ini dibalut tepung lalu digoreng hingga garing. Rasanya wuih selangit, enak deh, ngga nyesel. Tapi seporsi rasanya kurang banyak ya, hehe hehe. Menu lain yang kami pesan adalah baby pokcoy cah cumi dan sop jagung.
Pesanan kami datang secepat kilat. Sangat berpengalaman menangani pengunjung yang membludak. Nah biasanya aku ngga suka kwetiaw karena kalau ngga pintar masaknya rasanya seperti makan karet, apalagi kalau toppingnya sedikit, iih males deh. Tapi sekarang mi yang berbentuk lebar dan agak tebal ini tersaji dimeja berwarna kecoklatan, penuh dengan topping kerang (dara), baso ikan, toge, telur orak arik dan sayur kucai. Rasanya yahud dan yummy deh. Pokcoy cah cumi nya juga enak, bumbunya sudah menyatu tapi pokcoy tetap hijau segar. Sop jagung juga mantap, kekentalannya cukup, rasa manis si jagung berbaur dengan rasa gurih, semakin enak bila ditambah cabe rawit potong kecap asin, slrup. Dua mangkok nasi dengan cepat kami habiskan, tandas. Belum lagi makan es cendol sebagai dessert. Ngga nyambung, yang penting enak.
Puas menyantap hidangan kami pun baru sadar bahwa kami pengunjung terakhir disini karena resto telah tutup pas pk 15, dan akan buka lagi untuk makan malam pk 17.30 – 22. Segera kami minta bill yang mencetak angka Rp 198.000 untuk kami bayar. Perinciannya adalah pokcoy Rp 37.000, kwetiaw Rp 24.000, sop Rp 15.000, ikan Rp 75.000, cendol Rp 11.000 dan nah si acar yang tersedia dimeja ditagih juga nih Rp 2.000 hmm mm. Yang ngiler pengen kesini telpon dulu ya di 021 6868 7733 / 391 7789. Oh ya ada catatan tambahan, kalau menurut saya sih porsi makanannya sedang, tidak berlebihan alias kurang kenyang kalau posisi perut sedang dilanda kelaparan.

Tuesday, February 15, 2011

Yei ada ceker ayam goreng di Bakmi Ayam Berdikari Tebet (*)








Biasanya kami lebih memilih makan di restoran ketika mengajak orangtua, maklumlah selain suasananya nyaman, kebersihannya pun terjamin. Tapi kali ini kami ingin sekali mengajak makan malam di sebuah rumah makan biasa, tanpa AC dan ruangannya agak sempit, bersatu dengan dapur lagi. Dengan catatan saya harus berjuang dulu untuk mendapatkan tempat duduk diruang dalam (alias dibelakang dapur), karena jangan sampai duduk di pinggir jalan, bisa-bisa Bapak saya manyun karena takut makanannya dihinggapi debu.
Apa alasan kami nekat mengajak makan kesini ? Karena disini tersedia masakan Chinessefood kedoyanan Bapak ku, yang 100% halal kata spanduknya, serta jenis menunya banyak sekali. Dimana sih ? Yaitu di Bakmi Berdikari, jl. Tebet Timur Dalam Raya no 41, telpon 021 8379 2365 / 9899 7777. Di logonya sih tercantum berdiri sejak th 1978, jadi pastinya RM ini laku dan berpengalaman dong karena telah bertahan lama selama 33 tahun.
Menu yang tersedia disini banyak sekali, apalagi disertai foto-foto makanan yang indah dan menggiurkan, dimana menu dicetak diatas kertas yang mengkilap, menjadikan pengunjung lapar mata ketika memilih menu. Jenis masakan mie nya saja ada 15 macam, bihun 18 macam, kwetiaw 20 macam, nasi 13 macam, nasi+lauk 14 macam, bakso & pangsit 6 macam, ayam 9 macam, cumi & udang masing-masing 7 macam, ikan gurame 5 macam, sapi 3 macam serta chinessefood lainnya seperti sayuran & soup 30 macam, tak lupa ada 6 macam dimsum & 15 macam minuman. Woa banyak kan ! Harga rata-rata dibawah Rp 30.000, sedangkan masakan ayam, cumi & udangnya Rp 32.000, sapi Rp 35.000 dan yang paling mahal adalah gurame 1 kg Rp 75.000, serta harga minuman paling mahal adalah Rp 10.000.
Pilihan kami ber4 adalah mi ayam jamur baso (menu kudu pesen), mi goreng ayam, sapo tahu ayam, ikan gurame goreng kipas, pangsit goreng dan yuhu ini jarang ada ditempat lain yaitu ceker ayam goreng. Hmm ceker kaya apa ya yang harganya Rp 20.000 ? Minumannya kami pesan es kelamud (kelapa muda) dan es lidah buaya orange. Tak lupa oleh-oleh tuk orang rumah : kwetiaw siram & baso tahu special kuah.
Sebelumnya aku gambarkan dulu suasana malam ini yaitu pas hari libur imlek, semua meja penuh walau tidak sampai antri, tapi pengunjung yang take away cukup banyak serta dering telepon tak putus-putus untuk delivery order. Hasilnya menu pesanan kami keluarnya nyicil dan lamaaa sekali. Padahal kami sepakat makan tengah, alias semua menu dibagi rata ber4. Pesanan yang datang pertama adalah mi goreng, yang langsung ludes kami makan, lalu nunggu lagi, datang lagi mi ayam, langsung ludes lagi, dan seterusnya. Parahnya lagi sang gurame datang terakhir, nasi dipiring tinggal sedikit dan dingin, akhirnya kami bungkus saja sisanya, wong ikannya hanya kami cuil sedikit karena sudah keburu kenyang. Lucunya bungkusan yang untuk dibawa pulang sudah rapih dimeja sebelum semua pesanan kami keluar.
Mengenai rasa makanannya sih enak. Mi ayamnya sepertinya memakai mi buatan sendiri dimana bentuknya agak sedikit tebal, diberi topping potongan ayam, jamur & sawi hijau yang cukup generous. Rasanya memang agak lain dengan yang lain, yaitu ketika mi ditarik dengan sumpit terlihat agak lengket-lengket karena diberi bumbu semacam kaldu, hasilnya enak & mantap. Mi gorengnya berwarna kecoklatan, diaduk bersama ayam, baso, telur, kol serta sawi, enak. Saponya bener-bener menu sehat yang komplit, abis isinya itu loh ayam, brokoli, kembang kol, wortel, jamur kuping, sawi putih, jagung keputren, off course tahu. Pangsitnya hmm lebar dan renyah, nyam nyam. Terakhir ceker ayamnya isi 10, mana ukuran gede-gede lagi, pake ayam kampung yang diungkep lalu digoreng kering hingga kecoklatan, jangan lupa diperciki sedikit air jeruk, dan gerogotin sampe puas dagingnya yang tebal, hmm very good. Terus terang, abis makan ceker jadi kenyang, sampe ikannya dibungkus saja deh, salah sendiri datangnya terakhir. Belum lagi kita harus menghabiskan minuman yang menyegarkan tapi mengenyangkan juga. Mantaf, Alhamdulillah.
Puas makan dan membayar sekitar Rp 200ribuan lebih, kami pun segera beranjak untuk pulang. Tak lupa kami ambil beberapa jeruk imlek yang disediakan gratis. Kami pun baru sadar karena butuh waktu hampir 1 ½ jam untuk makan disini, woa, bahkan sempet mati lampu juga loh karena kelebihan beban. Sepertinya 33 tahun belum cukup untuk mengantisipasi lonjakan pesanan…

Saturday, February 12, 2011

Tuesday, February 08, 2011

TEN TEN - Modern Tempura Resto at PIM 1 (**)






Pulang kantor hari ini macet sekali, maklum lah malam tahun baru Imlek, jadi banyak orang yang berbelanja dan dinner diluar rumah. Saking macetnya kami tak kuasa lagi menahan rasa lapar dijalan, sehingga saya dan suami yang kalau pulang kantor menempuh jalan sendiri-sendiri, janjian makan malam dulu di PIM 1 yang kelewatan jalan pulang.
Sesampai disana kami ingat ada 1 resto yang baru buka di bulan Desember lalu dan belum pernah kami coba yaitu Ten Ten, restoran Jepang yang menyajikan Tempura sebagai menu andalannya. Resto ini bergaya modern seperti gerai fast food. Cara pemesanannya adalah langsung menuju meja kasir untuk memesan makanan dari List menu. List menu ini tampil menarik & informative karena menampilkan nama & foto makanannya, dijamin lapar mata ketika memilih menu.
Rincian menunya sebagai berikut : Tempuradon yaitu aneka tempura udang dan sayur yang disajikan diatas semangkuk nasi + miso soup, lalu udon yaitu tempura yang disajikan bersama udon. Tempura bisa juga dipesan ala carte atau set. Selain tempura disajikan juga donburi yaitu aneka lauk yang disajikan diatas nasi seperti beef / chicken / salmon teriyaki, lalu ebi / chicken / fish katsu, yakiniku, unagi, ebi furai, chicken karaage serta oyakodon (omelet). Side dish nya juga banyak seperti gyoza (pangsit), takoyaki (mirip poffertjes tapi rasanya gurih karena diisi cumi), sweet potato, chicken karaage, soup, salad dan yang paling unik adalah hotdog isi ebi tempura. Dessert nya ngga kalah menarik, ada 4 macam cream roll alias bolu gulung, serta 4 macam crushed ice kakigori alias es serut. Pilihan kami pun jatuh kepada Tempura udon, Beef teriyaki donburi, Matcha kakigori, kyoho grape cooler & hot green tea. Setelah membayar terlebih dulu, pesanan kami akan diantar ke meja.
Sambil menunggu pesanan datang, kami mengamati interior resto yang bernuansa kayu berwarna krem dengan suasana dapur karena dihiasi rak-rak yang berisi aneka peralatan makan dan dapur. Sepuluh menit berlalu pesaanan kami pun datang. Semangkok mi udon disajikan bersama tempura yang berisi 2 udang, sepotong ubi dan sepotong labu. Ukuran tempuranya sih standard tapi udangnya memang kualitas premium karena daging udangnya tebal dan segar kres kres, tidak tebel tepungnya doang seperti ditempat lain. Mungkin ini yang menjadikan harganya cukup mahal yaitu Rp 45.455. Udon nya juga oke, dengan rasa kuah kaldu yang gurih mantap serta mi nya yang tebal dan kenyal, matang sempurna alias al dente, membuat badan menjadi hangat setelah nyeruput kuahnya yang panas, slrup ah. Tapi sayang, kekurangannya adalah kurang seimbang antara banyak nya udon dengan banyaknya tempura, karena tempuranya sudah habis duluan tapi udonnya masih banyak, he..he..he..
Beef teriyakinya juga mantap, semangkok nasi yang ditutupi daging saus teriyaki serta salad kol dan wortel. Enak deh, irisan dagingnya lebar dan empuk, saus teriyakinya meresap, hmm lidah pun bergoyang nikmat. Harganya pun sama Rp 45.455. Setelah puas menyantap hidangan utama, dinner pun ditutup dengan Matcha kakigori, yaitu teh hijau yang dijadikan es serut, lalu disajikan bersama dengan kacang merah lumat dan moci bulat super kenyal, rasanya seger-seger pahit cocok membilas rasa gurih. Kyoho grape cooler adalah minuman yang rasanya segar tapi standard yaitu soda yang diberi sirup rasa anggur, brr dingin. Harga kakigori dan cooler juga sama yaitu @ Rp 16.364.
Selesai makan badan menjadi segar kembali, siap menghadang macet di sisa perjalanan pulang kami. Oh ya, yang ingin mencoba makan disini alamatnya adalah PIM 1 lt. 2 no 222-223, telpon 021 751 2369. Selamat mencoba.

Tuesday, December 28, 2010

RESOLUSI TAHUN BARU: MEMBUAT HIDUP LEBIH HIDUP

Jakarta 28 Desember 2010


Selamat pagi JFX all,

Tahun baru sudah dekat, saatnya bagi kita semua utk merenungkan pencapaian tahun 2010 dan merencanakan pencapaian / target tahun 2011 melalui sebuah new year’s resolution.

Berikut ini artikel saya dan kakak saya tentang Resolusi Tahun Baru.

Selamat membaca. Semoga bermanfaat.

Terimakasih

RS


RESOLUSI TAHUN BARU: MEMBUAT HIDUP LEBIH HIDUP



Prof. Roy Sembel, Ph.D (Direktur Jakarta Futures Exchange) dan

Sandra Sembel SE, SPd, MM, Ph.D Cand (Dosen UPH)


“Life's bittersweet. But you have the power to make it stay bitter or to sweeten it.”

(anonim)

Merasa tahun ini tidak melakukan sesuatu yang berarti? Tiba-tiba menyadari bahwa tahun ini berlalu tanpa meraih sukses yang membawa kepuasan hati? Merasa bahwa tahun ini berlalu dengan hampa?

Jika ada jawaban YA untuk pertanyaan di atas, maka kemungkinan besar masalahnya adalah ketiadaan resolusi untuk membuat hidup kita menjadi lebih hidup.

APAKAH RESOLUSI ITU?

Resolusi adalah pernyataan komitmen yang kita buat mengenai apa yang akan kita lakukan ataupun cita-cita yang akan kita capai di masa yang akan datang. Akhir tahun ataupun awal tahun yang baru merupakan waktu yang tepat untuk menengok ke belakang guna mengevaluasi apa yang sudah kita capai sepanjang tahun, namun yang terlebih penting adalah melihat ke depan untuk merancang sukses yang akan kita raih. Nah, untuk meraih sukses, salah satu yang bisa kita lakukan adalah membuat resolusi. Bagaimana bentuk resolusi tersebut? Berikut ini adalah beberapa contoh resolusi yang bisa kita buat:

1. Resolusi untuk diri sendiri:

"Tahun 2011 saya akan mempelajari satu keterampilan baru, yaitu ….. ."

2. Resolusi untuk lingkungan sekitar:

"Tahun 2011 saya akan membantu membantu orang lain paling sedikit 1 kali dalam 1 bulan."

Resolusi juga bisa kita buat dalam berbagai aspek, antara lain sehubungan dengan kesehatan (menurunkan ataupun menaikan berat badan, berhenti merokok), kerohanian (membaca kitab suci dari halaman pertama sampai terakhir), pendidikan (meneruskan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi), sosial (memberikan bea siswa bagi satu orang anak putus sekolah), karir (ikut organisasi profesi), dan keluarga (mendedikasi akhir pekan untuk keluarga).

MENGAPA RESOLUSI?

Pernyataan komitmen dalam bentuk resolusi yang kita buat dapat memberikan kita berbagai keuntungan, antara lain:

1. Arah kegiatan

Resolusi yang kita buat memberikan kita arah. Dengan arah ini, akan lebih mudah bagi kita untuk merancang berbagai kegiatan yang membantu kita untuk mencapai cita-cita yang telah kita tetapkan.

2. Rasa puas

Pada akhir tahun, kita dapat melihat kembali daftar resolusi yang telah kita buat tersebut, dan dapat menghitung berapa banyak kegiatan yang telah berhasil kita lakukan dan tujuan apa yang telah berhasil kita capai. Keberhasilan-keberhasilan ini tentunya menimbulkan rasa puas, dan membuat hidup kita (terutama selama setahun yang telah kita jalankan) terasa lebih berguna.

3. Motivasi untuk berkembang

Hasil evaluasi akhir tahun yang kita laksanakan atas daftar kegiatan dalam resolusi yang kita buat, memotivasi kita untuk melakukan yang lebih baik di tahun yang berikutnya.

BAGAIMANA MEMBUAT RESOLUSI?

Agar tujuan yang telah ditetapkan dalam resolusi dapat tercapai, sebuah artikel di how-to-keep-your-new-years-resolution.com mengusulkan empat langkah yang harus kita jalankan, yaitu:

1. Tetapkan satu atau dua tujuan utama yang akan kita raih untuk tahun depan. Pastikan bahwa tujuan ini sesuai dengan kemampuan kita, baik dari segi waktu, keahlian, maupun dana. Jangan membuat terlalu banyak tujuan dan jangan pula terlalu muluk-muluk, karena akan sulit bagi kita untuk mencapainya. Tujuan ini nantinya bisa kita tambah kemudian.

2. Nyatakan tujuan tersebut secara ringkas dan jelas. Tujuan yang terlalu panjang cenderung membingungkan kita. Selain ringkas, tujuan tersebut jika perlu dinyatakan dalam bentuk kegiatan konkrit yang hasilnya dapat diukur.

3. Buatlah rencana kegiatan yang dilengkapi dengan kerangka waktu yang jelas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut.

4. Nyatakan resolusi dalam bentuk tulisan (di agenda, PDA, komputer, ataupun di secarik kertas) agar dapat kita lihat kembali untuk pengecekan dan evaluasi.

Contoh:

1. Resolusi untuk diri sendiri:

Tahun 2011 saya akan mempelajari sedikitnya satu keterampilan baru yang berhubungan dengan hobi saya. Untuk itu, berikut ini adalah kegiatan-kegiatan yang akan saya lakukan:

a. Januari: Mendaftar hal-hal yang saya ingin pelajari, dan memilih satu yang paling saya suka.

b. Februari: Mencari data (dari teman, internet, buku telepon, iklan di koran ataupun majalah) tentang tempat, waktu, biaya yang diperlukan untuk mempelajari keterampilan tersebut.

c. Maret, April, Mei: Jika uang belum cukup bisa mulai menabung untuk tambahan dana.

d. Juni-Agustus: Mulai mempelajari keterampilan baru tersebut.

e. September-Desember: Jika keterampilan sudah dikuasai, bisa mulai membuat proyek-proyek dengan keterampilan baru. Hasilnya bisa diberikan pada teman ataupun kerabat sebagai hadiah.

2. Resolusi untuk membantu orang lain:

Tahun depan saya akan melakukan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat sekitar. Untuk itu, berikut adalah kegiatan-kegiatan yang akan saya lakukan:

a. Januari-Februari: Mencari data mengenai berbagai kegiatan sosial yang dapat saya ikuti (program orang tua asuh, pemberian bea siswa, membantu menjadi relawan untuk mengajar anak jalanan), ataupun beberapa yayasan sosial yang dapat saya bantu.

b. Maret-April: Memilih minimum satu kegiatan sosial rutin dan kegiatan sosial non-rutin yang bisa saya lakukan disesuaikan dengan waktu luang yang bisa saya dedikasikan.

c. Mei-Desember: Melaksanakan kegiatan sosial tersebut

Yang penting adalah bahwa pernyataan yang kita buat, dapat kita mengerti dengan jelas, sesuai dengan kemampuan kita, waktu, tenaga, pikiran yang dapat kita dedikasikan. Dan yang paling penting adalah dapat diukur derajat keberhasilannya.

Jadi, prestasi apa yang akan kita capai tahun depan? Dengan bekal informasi dan tips praktis membuat resolusi, yang tinggal kita lakukan adalah mengambil secarik kertas untuk memulai membuat daftar tujuan dan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan kita.

Selamat Mencapai Sukses yang membawa nilai tambah bagi banyak orang di tahun 2011

*) disarikan dari buku Extraordinary Success for Ordinary People karangan Roy Sembel dan Sandra Sembel, penrbit Elexmedia Komputindo, Jakarta.

Happy New Year 1/1/2011 friends

Sunday, December 26, 2010

Makan Makan sambil borong oleh-oleh di Rumah Ubi (**)




 
Saya  yakin 100% kalau saya yang paling pertama me review tempat makan ini. Masih gres adanya di jl. Sawunggaling no 2 Bandung, telpon 022 421 3739. Ada 2 signboard sekaligus disini yaitu “Rumah Ubi” roti & kue, oleh2 Bandung, serta “Makan-makan” tanpa embel-embel Resto / Café / RM / Warung, dll.
Tempatnya sih disebuah rumah model jaman dulu yang masih dalam tahap renovasi, dihalamannya juga tersedia meja & kursi dibawah tenda-tenda. Banyaknya pohon-pohon besar membuat pengunjung lebih memilih makan diarea outdoor daripada didalam, apalagi letaknya pas dipinggir jalan besar, membuat suasana sejuk dengan semilir angin.
Apabila melihat buku menunya ini seperti tempat berkumpulnya tenant tenant makanan. Jadi daftar menu dari masing-masing tenant dijadikan 1 dalam sebuah buku menu. Beberapa yang saya ingat diantaranya adalah “Sawung kopi & camil2” menunya adalah roti bakar, waffle, coffe, serta speciality ubi cold blend, yaitu minuman berwarna ungu yang langsung dipesan oleh suamiku. Lalu ada “Suka suka” dengan menu andalan iga bakar cobek & soto tangkar, yang katanya paling banyak dipesan pengunjung. Iga bakar ini juga langsung dipesan suamiku. Pilihan lainnya adalah udang, cumi, kakap, ayam, sapi, sayur, semua 1 paket dengan nasi dan bisa pilih mau dimasak seperti apa. Kemudian ada “Sate Koja” yang menawarkan menu sate ayam & kambing, gulai & tongseng serta nasi rempah. Lalu “Serba Tahu” yaitu berbagai masakan olahan dari tahu susu seperti tahu pletok, batagor & baso tahu. Ada juga daftar menu masakan Jepang, sushi, steak, dll yang masih banyak lagi saya tidak ingat. Karena lapar, saya memesan chicken teriyaki bento & dessert mix fruit with vanilla ice cream yang gambarnya hmm so yummy…
Sambil menunggu pesanan datang, kami masuk ke Bakery Rumah Ubi. Disana kami bertemu dengan pemiliknya yang menerangkan bahwa hari ini adalah hari pertama Rumah Ubi buka, bahkan belum grand opening. Bakery ini menyajikan 90% makanan yang terbuat dari ubi, dimana roti-roti yang matang pada hari itu jumlahnya baru 20% dari semua jenis yang bakal dibuat. Wow menarik yah. Dia bilang tujuan membuka Rumah Ubi ini adalah ingin mengembangkan kuliner baru dengan bahan dasar ubi, sehingga diharapkan menjadi booming dan banyak orang sebagai follower, akibatnya bisa meningkatkan usaha petani dan UKM.
Setelah beberapa lama kami berbincang, dia mengenalkan diri sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia (APEBI), dimana dia berharap Rumah Ubi ini menjadi salah satu ikon oleh-oleh kota Bandung. Rupanya ubi itu banyak sekali manfaatnya loh, terutama ubi ungu, semakin pekat warnanya semakin tinggi kadar betakarotennya yang berkhasiat sebagai antioksidan untuk menetralkan racun penyebab penyakit kanker & jantung serta sumber vitamin A.
Sambil berbincang kami mencoba sepotong cake yang baru keluar dari oven, hmm lembut dan nikmat. Segera kami memborong roti untuk oleh-oleh. Kami membeli roti tawar ungu Rp 12.000 serta roti isi coklat, keju, beef, chicken & smoked beef dengan kisaran harga Rp 6.000-8.500.
Kembali ke meja, makanan kami baru diantar. Hmm benar saja iga bakarnya tampak menggiurkan. Potongan daging sapi tanpa tulang disajikan diatas hot plate tanah liat, digenangi sedikit bumbu kuah berwarna kecoklatan dengan potongan bawang serta diberi tomat segar, rasanya mak nyus, empuk & berbumbu tajam. Kekurangannya 1 yaitu kurang banyak karena dalam sekejap lauk sudah habis disantap tapi nasinya masih sisa setengah. Wah bagaimana ini, pinjam menunya lagi dong Pak. Akhirnya suamiku menambah pesanan roast beef lagi.
Kalau chicken teriyaki bento nya sih standard saja, disajikan bersama salad dan 2 butir ekkado (yang pecah ketika digoreng), not special. Sedangkan penampilan roast beef adalah steak yang disajikan diatas piring, disiram saus yang berisi potongan mushroom, wortel & buncis, disajikan bersama spaghetti dan salad, lumayan lah enak, dagingnya pun empuk.
Sekarang giliran minumannya. Ubi cold blend adalah jus ubi ungu yang rasanya seperti …..ubi, tanpa tambahan gula pun sudah manis, enak dan yang penting sehat, cocok buat diet nih. Mix Fruit nya seru nih, isinya potongan mangga, jeruk, kiwi, apel, melon, anggur, nata de coco, nanas, leci terakhir 1 scoop vanilla ice cream, wah banyak ya, segar mak nyes.
Untunglah semua harga makanan tsb lumayan ramah dikantong, dengan perincian chicken teriyaki Rp 22.500, iga bakar Rp 22.000, roast beef Rp 20.000, mix fruit Rp 15.000, ubi cold blend Rp 17.000. Nah anda tertarik ? Tapi jangan kaget ya kalau pas kesini tiba-tiba tempatnya sudah antri oleh pengunjung…