Saturday, August 20, 2011

Masakan khas negeri Laskar Pelangi ada di Jakarta (*)




Mendengar cerita mengenai keindahan pulau Bangka Belitung sungguh memikat hati ingin segera kesana. Tapi kesempatan belum berpihak kepada saya. Walaupun begitu kesempatan mencicipi kuliner khas Bangka terbentang didepan mata. Kini telah hadir resto Kampoeng Bangka, Seafood dan makanan khas Bangka di Jl. Panglima Polim Raya no 102, Jakarta Selatan.
Resto ini terletak dipinggir jalan Raya Panglima Polim yang sungguh ramai (macet tentunya) dan strategis. Resto ini terdiri dari 3 lantai dimana bagian depan bangunan dihiasi dengan jendela jendela kayu model jaman dulu berwarna hijau tua, yang dibingkai kusen berwarna cokelat serta tembok bangunan yang berwarna putih. Sungguh perpaduan yang kontras dan menarik. Bilboardnya saja menyuguhkan gambar aneka masakan dan sambal yang kelihatanya mengundang selera.
Memasuki ruangan resto ini, kami disambut dengan ramah. Waitress menerangkan bahwa makanan disini langsung dihidang dimeja seperti gaya rumah makan Padang. Tapi bisa juga memesan menu lain yang tersedia di daftar menu. Daftar menu yang diberikan rupanya adalah brosur menu yang bisa dibawa pulang. Kalau melihat isi dan gambarnya, sungguh menggiurkan. Banyak sekali jenis masakan yang tersedia disini, yaitu aneka seafood seperti ikan, udang, cumi, kepiting serta kerang, bisa pilih dimasak seperti apa, yaitu digoreng kering, digoreng tepung, dibakar atau direbus, dengan bumbu asam manis, saos tiram, saos mentega, lada hitam, dll. Juga tersedia aneka masakan ayam, daging sapi, mie & kwetiau, nasi goreng, sayuran, sup, sate, serta sambal. Terakhir ada aneka camilan, dessert dan minuman.
Hmm saya tertarik dengan ayam goreng Bangka. Eh ternyata belum tersedia. Lalu beralih ke menu ikan, eh ternyata hanya ada ekor tenggiri bakar. Akhirnya kami pasrah dengan menu yang dihidang dimeja. Mungkin karena resto ini memang benar benar baru berdiri, yaitu akhir bulan July lalu, maka banyak menu yang belum lengkap tersedia.
Hidangan dimeja hampir semua berbentuk gulai yaitu sayur, ikan, udang dan kikil. Dihidangkan pula sup iga, ekor tenggiri bakar serta daun singkong kering. Oleh karena itu saya pun memesan ayam goreng daun pandan yang penampilannya sama dengan ayam pandan Thailand.
Sup iga itu rupanya bernama lempah iga daun kedondong. Rasanya segar karena bercita rasa asam seperti kuah pindang, ditambah daging yang empuk menambah nafsu makan kami. Lalu kikilnya rupanya adalah kikil tauco, yang rasanya berupa perpaduan rasa gurih manis, pedas dan asam. Kikil sudah dipotong kotak kotak kecil dan dimasak bersama potongan pete. Ekor tenggiri nya lumayan besar, dibakar dengan bumbu minimalis, dan dagingnya sudah terbelah 2 sehingga mudah diambil. Daging ikan terasa fresh dan semakin nikmat bila dimakan bersama pendampingnya si sambal cabe merah. Terakhir ayam goreng pandan pesanan ku, yang berisi 4 bungkus pandan. Rasa dari potongan daging ayam yang sudah diungkep lalu digoreng itu, bumbunya sama sekali tidak ada yang menyolok. Oh rupanya harus disiram saus pendampingnya yang berwarna coklat kental, sehingga sekarang rasanya menjadi manis. Ah sepertinya kurang cocok dengan selera saya. Terakhir, dessert pembilas rasa pedas yaitu es campur Bangka yang isinya tidak terlalu istimewa, sama seperti es campur lainnya.
Semua sajian ini dibayar dengan harga diatas standard, itupun setelah opening discount 30% for food only. Ketika saya teliti, harga yang tercantum didalam bill lebih mahal daripada harga didalam brosur, yaitu ekor tenggiri Rp 95.000 padahal di brosur hanya Rp 75.000, lempah iga Rp 45.500 sedangkan di brosur Rp 35.000, kikil Rp 20.500 di brosur Rp 20.000, harga ayam pandan sama yakni Rp 29.900, es campur Rp 19.900 sedangkan dibrosur Rp 14.500, harga sambal sama yaitu Rp 7.500, nasi Rp 5.500 sedangkan dibrosur Rp 4.000, plus tax & service total kami membayar Rp 192.284. Hmm kalau begitu brosurnya salah cetak dong karena ngga mungkin brosurnya memakai harga lama, wong restonya pun baru buka. Yah sudahlah. Yang mau mencoba kesini, bisa telpon dulu di 021 739 2344.

Friday, July 29, 2011

Tian Xi, kembalinya si bebek merah yang hilang (***)












Geng kami adalah penggemar sajian Chinese food dari Red Duck restaurant, jadi ketika kami mengetahui bahwa resto ini sudah tidak ada lagi di FX Mall, betapa kecewanya kami. Rasa yang lezat serta jarak yang dekat dari kantor kami di gedung BEI lah yang membuat kami sering menyambangi resto ini.

Jadi ketika kami mendengar sebuah kabar bahwa ada sebuah resto yang bernama Tian Xi by Red Duck di Mall Senayan City, maka segera kami ambil keputusan, bila ada salah seorang dari kami yang ultah, maka harus mentraktir makan disana. Kebetulan di bulan July yang ultah adalah saya sendiri, so jadilah sore itu sepulang dari kantor kami berlima bergegas menuju Lower Ground Mall Senayan City. Sudah terbayang di lidah kami, berbagai kelezatan dimsum serta bebek panggangnya yang empuk, hmm tak sabar rasanya ingin segera tiba kesana.

Restaurant ini mudah dicari. Dari kejauhan sudah terlihat tulisan Tian Xi berwarna putih serta huruf kanji merah disampingnya. Ketika masuk, ruangan terlihat luas dan lapang, terbagi menjadi smoking dan non smoking area, dimana area tersebut dibatasi dengan sebuah dinding tebal yang bagian tengahnya ada gerbang berbentuk setengah lingkaran, sehingga seolah olah kita akan memasuki sebuah terowongan. Disini tersedia juga ruangan VIP sehingga saya yakin resto ini bisa menampung ratusan orang pengunjung. Senangnya lagi, ada keterangan no pork & no lard yang membuat kami semakin tenang.

Buku menu yang disodorkan ada 3, yaitu buku menu utama yang tebal dan berat berisi berbagai menu bebek sebagai sajian andalan disini, lalu berbagai menu seafood kelas premium serta aneka sajian sayuran. Dua buku menu lainnya jauh lebih tipis dan ringan, yaitu yang pertama berisi berbagai menu dimsum, rice dan noodle, serta yang kedua berisi berbagai menu minuman dan dessert.

Teman yang pertama sedang pantang makan seafood dan bebek akibat dari kondisi kehamilannya, walaupun begitu kami tetap memesan menu wajib bebek panggang, lalu ayam goreng bawang putih dan buncis cabe garam biar si bumil bisa makan. Teman yang kedua sedang ngidam berat udang telur asin. Teman yang ketiga penggemar dimsum, sehingga kami memesan tim siew mai dan kaki ayam lada hitam. Kami juga sepakat memesan cakwe goreng thousand island dan yang terakhir adalah cheong fun otak-otak saus XO yang gambar menarik dan menggiurkan. Karena makanan yang dipesan sudah cukup banyak apalagi bila ditambah nasi, maka kami hanya memesan Chinese tea refill untuk pembilas dahaga.

Sembari menunggu pesanan datang, kami pun mulai beraksi dan berfoto ria. Tapi alangkah terkejut dan gembiranya kami, belum sampai 10 menit, bahkan belum sempet ngobrol, pesanan kami berangsur angsur datang. Saya pun jadi panik mengalihkan kamera ke makanan di meja, sebelum sajian cantik tersebut rusak diserbu tangan tangan bersumpit.

Berikut review makanan dari saya : bebek panggangnya memiliki kulit luar berwarna merah kecoklatan yang mengkilat, rasanya garing tapi masih berlemak didalamnya. Dagingnya empuk dan juicy, disajikan bersama saus coklat kehitaman yang rasanya manis. Kemudian ayam goreng bawang putih, penampilannya mirip sekali dengan bebek, disajikan bersama semangkuk garam bercampur merica. Bedanya kalau bebek rasanya gurih dan manis yang berasal dari sausnya, kalau ayam rasanya sudah asin.

Kemudian penampilan udang telur asinnya unik. Udang dan jagung manis pipilan digoreng tepung dan disiram telur asin, tapi telur asin telah bersatu dan meresap, tidak seperti di resto lain yang telur asinnya sampai tergenang dipiring. Untung kami memilih udang kupas, sehingga rasa telur asin lebih meresap ke daging udang daripada kami harus repot menghisap hisap kulit udangnya.

Buncis cabe garam adalah buncis yang digoreng tepung lalu ditaburi cincangan bawah putih yang royal serta potongan cabe rawit. Disajikan bersama semangkuk saus cair berwarna coklat yang penampilannya mirip dengan saus sambal kacang. Tapi ketika dicicipi, alangkah terkejutnya saya, mata pun langsung mendelik akibat rasa asam yang menyeruak di mulut. Rupanya rasa asam berasal dari air jeruk kimkit. Cocok sekali, perpaduan rasa gurih dan asam dimulut menimbulkan rasa ketagihan, menghilangkan rasa eneg tapi menyegarkan.

Kemudian cakwe nya, kulitnya garing dan bertabur wijen tapi didalamnya empuk, terbalut saus thousand island yang sudah bersatu sehingga tidak menimbulkan jejak berlebihan diatas piring.

Sekarang yang paling unik adalah cheong fun otak-otak saus XO, yaitu otak otak ikan, bentuknya kotak panjang, dibungkus gulungan tepung beras, kemudian digoreng sedikit kering dikedua sisi atas dan bawah, serta diberi topping sambal ikan teri. Ketika dimakan, otak otak terasa empuk dan tidak kenyal, rasa ikan dan bumbunya menonjol, berpadu dengan rasa tepung beras yang licin dan agak lengket, ditimpalin lagi rasa asin pedas dari sambal ikan teri nya, wah unik dan istimewa ya.
Terakhir dimsum tim kaki ayam lada hitam dan siew mai, hanya 1 comment nya, yaitu enak. 

Perasaan bila dibandingkan dengan masakan resto Red Duck, sepertinya ini lebih enak deh, atau kami memang kangen masakan mereka, ngga tau juga ya. Tapi yang penting dinner kami malam ini sukses dan kekenyangan, walaupun sedikit kurang sempurna. Apa pasalnya ? Ini gara gara rasa asin yang tidak merata pada masakan ayamnya, yaitu rasa asin yang sedang dibagian atas daging ayam, tapi rasa asin menumpuk dibagian bawah bahkan meresap ditulangnya. Batal deh acara menghisap hisap tulang ayam. Sayang kami tidak memesan dessertnya, padahal gambarnya sungguh menarik hati. Tapi apa daya, perut sudah tak sanggup menampung lagi.

Mengenai harga, yang termahal adalah udang Rp 80.000, disusul dengan ½ ekor ayam Rp 70.000, ¼ bebek Rp 55.000, cakwe Rp 48.000, buncis Rp 38.000, cheong fun otak-otak Rp 16.000, siew mai Rp 15.800, kaki ayam Rp 12.800 plus nasi, minum, tax and service, serta dikurangi diskon promo BNI card (atau CIMG Niaga) sebesar 30%, maka total saya bayar adalah Rp 348.059.

Buat yang berminat makan kesini alamatnya adalah Tian Xi by The Red Duck, Senayan City, LG # 06-08, Jl. Asia Afrika Lot 19, Jakarta 10270, Telpon 021 7278 1532 / 7278 1527. Oh ya ada 1 info penting, disini tersedia juga all you can eat dimsum yang harganya sungguh terjangkau, tapi hanya tersedia pada siang hari saja. Ching man yung (selamat menikmati)…

Sunday, July 03, 2011

Sunday, June 26, 2011

Menikmati dessert roti bakar unik & lezat (***)








Saya mendengar sebuah berita dari dunia kuliner yang menghebuskan kabar bahwa ada sebuah resto baru dengan sajian unik di Gandaria City. Namanya Roppan. Menunya, roti bakar. Lalu dimana uniknya ? Jangan salah, ini bukan roti bakar biasa melainkan roti bakar ala Jepang, tepatnya ala sebuah kota di Jepang yang bernama Roppongi. Sedangkan Pan artinya adalah roti. Jadilah Roppongi Pan disingkat menjadi Roppan. Uniknya lagi topping roti bakar ini banyak sekali variantnya dengan penampilan yang menggiurkan.
Kalau kita datang ke gerai Roppan, langsung disambut oleh etalase yang bercahaya dan penuh berisi Roppan toast, yaitu selembar roti bakar yang tebal yang diberi topping beraneka ragam, mau asin atau manis, mau coklat atau keju, mau buah-buahan atau daging, mau kacang atau sosis, semua ada, semua menggiurkan. Langsung saja tunjuk, lalu mau makan ditempat atau dibungkus. Jangan lupa beli minumannya digerai Roppan drink.  Ada beragam minuman tea, latte, beer, punch, shake, dll semua dikemas dalam gelas plastic yang langsung disegel plastic sehingga cara minumnya harus ditusuk pakai sedotan.
Kalau mau makan yang lebih berat daripada Roppan toast, kita bisa lihat daftar menu dari Roppan kitchen dan Roppan Dessert. Ada udon, rice, sushi, salad serta bento. Suami saya langsung memilih Roppan udon. Saya sendiri langsung dilanda kebingungan, pengen sushi tapi rugi deh kalau tidak mencoba dessert andalan disini yaitu Honey Toast yang gambarnya sungguh aduhai, sehingga tanpa sadar saya menelan ludah sendiri. Akhirnya saya pun nekat memilih keduanya yaitu Tempura sushi & Matcha Honey Toast.
Hidangan yang pertama datang adalah Matcha Honey Toast, penampilannya sungguh luar biasa. Yaitu selembar roti dengan ketebalan 4 lembar roti tawar biasa, pinggiran rotinya dipotong tapi tidak putus sehingga tetap berbentuk kotak. Lalu rotinya dipotong kotak kotak berbentuk dadu dan dimasukkan kedalam kotak yang terbuat dari pinggiran roti tadi, dibakar hingga garing, lalu disiram madu, diberi 3 scoop es krim matcha atau green tea yang berwarna hijau terang. Kemudian diberi garnish coklat siram, sesendok kacang merah yang sudah direbus hingga lembut serta ditaburi potongan kacang pistachio. Disajikan diatas sebuah piring berbentuk kotak, dimana keempat sudutnya dihiasi coklat serut dan vla matcha yang berwarna hijau. Mengenai rasanya, sama luar biasanya dengan penampilannya. Rotinya garing diluar lembut didalam, rasanya manis mengelus lidah, yang berasal dari perpaduan rasa madu yang sudah meresap kedalam roti, rasa kacang merah dan rasa es krim yang manis manis pahit khas green tea. Rasanya melayang layang kelangit ketujuh deh. Apalagi ukurannya juga besar dan cukup dimakan untuk berdua. Wow fantastic.
Setelah kami menghabiskan dessert yang kami rubah menjadi appetizer ini, datanglah hidangan utama kami, Roppan udon & Tempura sushi. Sushinya pas seperti favoritku yaitu 6 potong sushi roll (matang), yang berisi tempura udang yang dibalut nori kemudian dibalut nasi, tipis saja, lalu dibalut nori lagi lalu digoreng lagi dengan balutan tepung tempura, serta diberi garnish siraman saus mayones. Rasanya enak, gurih, garing, udangnya tebal, nasinya tipis, tidak bikin kekenyangan serta tidak amburadul ketika digigit. Sushi ini disajikan bersama tempura, yang menurut tebakanku adalah wortel karena warnanya yang orange. Tapi ketika dimakan, surprise, ternyata ini adalah acar jahe yang biasanya disajikan polos berwarna merah. Wah enak ya.
Tak lupa kucicipi Roppan udon pesanan suami saya yang penampilannya sungguh unik, yaitu semangkok udon dalam kuah bening kemerahan, diberi daging, setengah telur rebus, toge serta kangkung, rasanya juga mirip mi kangkung yaitu gurih dengan rasa samar ebi. Ah segar.
Buat kami bersantap disini menimbulkan gairah baru karena baik rasa dan penampilan berbeda dari biasanya, harganya pun standar saja, yang paling mahal saja tidak lebih dari Rp 36.000. Nah siapa mau coba ?

Friday, June 10, 2011

Pengobatan alternative


      Habib Yusuf Idrus : Ahli pengobatan tradisional penyakit Maag



Saya datang kemari karena atas ajakan seorang teman yang sedikit memaksa. Alasannya mumpung lagi di Bandung, dan tempatnya pun dekat dengan lokasi pertemuan kami. Dia berpromosi, cukup sekali saja berobat kesini, sakit maag tidak akan kambuh lagi. Wah menarik sekali. Teman saya ini sudah kenal dengan Habib tsb sudah lama sekali, sejak dia kecil, sehingga dia pun telah membawa sanak saudara serta teman-temannya datang berobat kesini dan hasilnya memang memuaskan.
Ketika saya berhadapan dengan pak Habib, saya ditanya tentang riwayat sakit maag secara detail. Rupanya penyebab utamanya adalah bahwa saya tidak bab setiap hari, sehingga timbul gas yang membuat perut saya kembung dan besar. Ditambah kebiasaan buruk saya yang sedikit mengkonsumsi serat, jarang bergerak serta stress.
Setelah selesai dicatat, saya diberi 3 kapsul yang langsung saya minum, kemudian disuruh berbaring ditempat tidur. Bagian perut dibuka, lalu diikat tali kain sehingga perut saya semakin menggembung. Ketika diketuk-ketuk oleh tangan terdengar bunyi bung bung bung. Walah perutku penuh oleh gas beracun. Lalu diselipkan sebuah logam dibawah tali yg mengikat perut saya, dimana logam tsb dihubungkan kesuatu alat yang bila dinyalakan akan menghantarkan kejutan-kejutan listrik. Hal ini akan merangsang otot lambung agar bekerja lebih keras. Lumayan sakit juga sih, rasanya lambung terasa melilit.
Setelah terapi selesai sekitar 15 menitan, saya kembali duduk dan diberi 3 kantong obat kapsul yang berisi ramuan herbal. Kantong pertama adalah untuk diminum 3 kapsul setelah makan pagi (pk. 7), siang (pk. 12), malam (pk. 19) serta 2 kapsul sebelum tidur (pk. 21), jadi total 11 kapsul sehari.
Setelah kantong pertama habis, dilanjutkan dengan kantong kedua sebanyak 3 kapsul setelah makan pagi, siang dan malam, jadi total 9 kapsul sehari. Kedua kantong tsb sudah saya habiskan selama 1 minggu. Sedangkan kantong ketiga disimpan sebagai persediaan apabila sakit maag kambuh, dan obat tahan disimpan selama 8 bulanan.
Selama pengobatan pantang makan : mi instan, kacang merah, kol, toge, sawi, roti, biscuit, pisang, dan madu. Kerennya lagi aku disuruh makan sambal yang pedas agar terbukti saya tidak mengidap radang usus. Bila sakit sudah sembuh tidak ada lagi pantangan makan, asal bab setiap hari, bila perlu dibantu dng obat pencahar. Terus kalau mau minum kopi sebaiknya jangan minum kopi instan dalam kemasan, melainkan kopi asli yang baru digiling. Seminggu telah berlalu, perut saya rasanya lebih rileks dan tidak kembung. Mudah-mudahan keadaan ini akan berlanjut seterusnya.
Mengenai biayanya, karena saya datang bersama sang teman, maka saya diberi harga super murah, katanya, yaitu rp 350.000. Tips bila berobat ke alternative adalah harus membawa uang yang banyak karena selain ngga bisa gesek, obat herbal pasti lebih mahal daripada obat kimia. Ketika saya berobat kandungan di sinshe di toko obat Mutiara di Gloria Glodok serta di habib ahli kandungan disebelah Universitas Yarsi Cempaka Putih, harga obatnya jauh lebih mahal yaitu diatas sejuta, itu pun dulu, sudah lama sekali.

Bp. Ketut Shuarsana : ahli tanaman

Loh kok berobat ke ahli tanaman ? Nah ini dia istimewanya. Pak Ketut ini seorang ahli tanaman di Departemen Pertanian, sehingga dia bisa meracik berbagai tanaman herbal lalu dimasukkan dikapsul dan diberikan kepada kita sebagai obat yang diminum 3 kapsul sebanyak 3 kali sehari.
Caranya, kita ceritakan dulu riwayat penyakit kita, lalu ditotok oleh sebuah alat totok yang terbuat dari logam tumpul, tapi hanya sebentar, paling 5-10 menit saja agar ditemukan penyakitnya sekaligus sebagai terapi. Barulah diberi obat untuk 1 bulan seharga Rp 200.000 sedangkan untuk totoknya membayar secara sukarela.
Ketika itu suami saya berobat karena asam urat dan kegemukan serta saya berobat myome dalam kandungan. Saya kesini atas rekomendasi teman sekantor saya yang bapaknya sakit jantung koroner dan harus dioperasi untuk dipasang ring. Alhamdulillah setelah secara teratur datang ke pak Ketut selama 3 bulanan, beliau tidak jadi dioperasi.
Oh ya, ada sebuah resep dari dia, kalau mau bab lancar dan mengeluarkan lemak, tiap hari minum jus papaya mengkel yang 3 hari lagi mau matang tapi dijus bersama kulitnya, sebanyak 3 kali sehari. Saya sudah coba loh, badan terasa lebih enteng dan berat badan turun. Jangan khawatir, jus pepayanya enak kok, ngga pahit. Kalau mau dicampur buah lain atau madu juga oke kok.
Karena pak Ketut tiap hari pergi ke kantor, maka prakteknya hanya hari sabtu didaerah Depok dan hari minggu didaerah Cikampek. Kalau datang sebaiknya pagi-pagi, karena selain menghindari kemacetan, kan harus menunggu obatnya diracik dulu. Kalau datangnya kesorean, obatnya terpaksa diambil besok. Lalu kendala berobat kesini memang hanya 1 yaitu macet parah.

Wednesday, June 08, 2011

Mi Lezat Plus Putu Mantap di Gang Luna Bandung (***)










Bandung - Nama Pengirim: Kania Kurniasari
Email: kania.kurniasari[at]xxx.com

Karena ada beberapa keperluan dan sebuah janji temu di Bandung, maka terpaksalah kami mengarungi kemacetan di Bandung. Janji temu dengan seorang teman pun terpaksa dilakukan di sebuah cafe kecil yang terletak di dalam toko Elizabeth di daerah pasar  Astana Anyar. Setelah sekian lama berbincang tiba-tiba sang teman teringat sesuatu. "Makan mi ayam lezat yuk, mumpung jam 5 sore begini baru buka kalau kemalaman nanti penuh," ajaknya. Wah tawaran menarik nih, cocok dengan keadaan perut yang mulai keroncongan.

Kami pun menuju Jl. Jend. Sudirman yaitu ke daerah pasar Andir dan pelan-pelan kami mencari gang Luna disebelah kiri jalan. Nah itu dia, sebuah gerobak aluminium terparkir di mulut gang. Terlihat tulisan dikaca gerobak 'Mie baso pangsit tahu Lezat special'. Oalaa... sekarang saya baru paham, rupanya 'Lezat' itu nama warung mienya, tinggal dibuktikannya saja apakah sajian mereka selezat namanya.

Sebelum memesan, kami pastikan dulu kehalalannya. Setelah mendengar jawaban halal, kami pun langsung memesan 3 porsi mie yamin asin plus bakso karena pangsit pesanan ku belum matang. Teman kami merekomendasikan tahunya yang enak, tapi saya tidak memesannya karena takut kekenyangan. Disini tersedia 3 meja & kursi panjang dan diberi atap terpal yang menempel didinding gang. 

Sambil duduk saya melihat-lihat beberapa gerobak yang berderet disebelah kami. Pertama gerobak minuman, lalu gerobak baso tahu siomay lalu disebelahnya gerobak apa tuh? Dipaling ujung ada sebuah gerobak dengan 2 buah dandang besar, dimana tutupnya dihiasi beberapa kain putih kecil yang mengeluarkan uap asap yang mengebul. Ketika kami tanyakan kepada teman, dia bilang itu gerobak tukang putu pisang. Hah baru tau ada kue putu isi pisang? Jadi penasaran nih. Aha habis makan mie, kami harus bungkus putu untuk bekal dalam perjalanan pulang ke Jakarta. Sip deh!

Pesanan mie kami pun datang. Semangkuk mie yang bentuknya bulat kecil, sepertinya buatan tangan karena tidak keriting, ditaburi ayam cincang halus serta daun seledri. Didampingi semangkok kuah bening dan berminyak, berisi 3 baso halus dan daun seledri. Tak sabar saya suap mienya dengan sumpit dan o la la... lidah rasanya bergoyang, mata pun berbinar senang. Rupanya rasa mie ini memang selezat namanya. Top! 

Perlahan saya seruput kuahnya, rasanya segar, tidak meninggalkan jejak gurih yang berlebihan, menyeimbangi rasa mie yang sudah asin. Basonya pun enak padahal saya bukan tergolong penggemar bakso sejati. Langsung nilai sajian ini melesat ke peringkat papan atas tujuan wiskul Bandung versi kami tentunya. Tak memerlukan waktu lama untuk menghabiskan sajian istimewa ini. Setelah makan, mulutpun kami basuh dengan segelas es jeruk peres murni dari gerobak sebelah. Hmm rasa manis dan segar menyeruak dimulut kami, nikmat.

Mengenai harganya hampir sama dengan harga sajian dari rumah makan, tapi masih ramah dikantong, yaitu mie baso Rp 19.000,00 dan es jeruk Rp 9.000,00. Harga menu lainnya adalah mie special (baso pangsit tahu) Rp 26.500, mie baso pangsit Rp 22.500, kalau mie rica tinggal tambah Rp 2.000. Kalau mau pesan baso tahu/baso/pangsit rebus/goreng saja pun bisa. Semua menu bisa pilih 1 atau setengah porsi. Very flexible.

Setelah selesai kami pun menuju gerobak putu. Wah ini unik. Didalam gerobak ada 3 baskom besar yang berisi masing-masing tepung beras, gula merah dan kelapa parut. Beberapa sisir pisang raja yang sudah tua tampak tergantung di langit-langit gerobak. Dengan gesit si ibu mengisi cetakan putu yang berbentuk bulat lalu ditutup dengan kain putih agar putu tidak basah ketika matang, lalu cetakan ditancapkan ke bagian atas dandang yang berisi beberapa cerobong kecil. Setiap dandang berisi 8 cerobong. Setelah putu matang, segera digulingkan ke atas kelapa parut hingga tertutup. Satu putu dihargai Rp 2.500 dan kami pun memesan 2 dus yang berisi masing-masing 5 putu.

Kue putu yang masih panas ini sangat menggoda. Mulut dan tangan kami pun gatal untuk segera mencicipinya. Dengan beralaskan daun pisang, kami pun segera memakannya. Wuah putu yang berukuran cukup besar ini memang nikmat, walaupun warnanya hanya putih, asli tanpa pewarna hijau seperti putu Jakarta, tapi rasa dan wanginya tetap dasyat. Ketika digigit aroma pisang dan kelapa menari-nari dihidung, rasa manis dari gula merah dan pisang terasa lumer dimulut, dan semakin sempurna ditingkahi rasa kelapa yang gurih. Dengan perut kenyang dan hati senang, kami pun bersemangat kembali menantang kemacetan dalam perjalanan pulang ke Jakarta.

Mi Lezat Gang Luna
(dekat pasar Andir)
Jl. Jend. Sudirman
Bandung

Sunday, June 05, 2011

Kisah kucing yang terzolimi


Seorang CEO memanggil anak buahnya, si Manager, untuk diberikan sebuah tugas project yang deadline nya mepet banget. Si Manager pun memanggil anak buahnya si Senior untuk menyelesaikan tugas tersebut. Terpaksa si Senior kerja lembur sampai tengah malam. Karena takut pulang malam, maka dia minta jemput supirnya. Si Supir kesel nunggu di tempat parkir selama berjam-jam sehingga dia bt berat. Setelah sampai dirumah kontrakannya, si Supir ditegur istrinya, “kok pulang malam sekali sih Pak ?” katanya. Si Istri pun kena damprat, sehingga dia jadi ikutan bt. Karena kesel, si Istri mau tidur dikamar anaknya. Ketika masuk ke kamar anaknya, eh si anak belum tidur, gantian si anak jadi kena marah abis-abisan. Si Anak pun bt, sebelum tidur mau pipis dulu ke kamar mandi, pas lewat dapur ada kucing lagi nangkring di atas meja. Sendalpun melayang mengenai si Kucing hingga mental. Kasian si Kucing, akhirnya dia yang tidak tau apa-apa yang terzolimi…