Labels
- Kuliner Jakarta (224)
- Dakwah (99)
- Kuliner Bandung (53)
- Kuliner Tangerang (53)
- Pengalaman (37)
- yukmakan (20)
- Artikel (17)
- Detik Food (17)
- Kuliner Jateng (15)
- Kuliner Bogor (14)
- Kuliner Jabar (13)
- FOTO-FOTO (11)
- Hotel (6)
- Resep (6)
- Kuliner Cirebon (5)
- Kuliner Jatim (4)
- Kuliner Kalimantan Selatan (4)
- Kuliner Lampung (4)
- Prakarya (4)
- Kuliner Bali (3)
- Kuliner Medan (3)
- Jualan (2)
- Kuliner Thailand (2)
- Kuliner Malaysia (1)
- Kuliner Singapore (1)
- Kuliner Sulawesi (1)
- Novel (1)
Friday, February 20, 2009
ULASAN KULINER NASI PEDA & NASI PEPES LOMBOK HIJAU (**)
Langsung deh, temenku Fillia, si ratu makanan (orang yang paling semangat kalo ada kuliner baru), sibuk menelfon temen-temen diruang lain untuk mencari peserta. Katanya, “cobain yuk, ngak rugi kok cuma 10.000 doang”. Jadilah hari itu kita memesan makan siang buat esok hari. “Pak, kita pesan buat jam 11 ya, jangan telat loh”.
Keesokan harinya, udah jam 11 lewat, kok ngak ada tanda-tanda nih. Rupanya pas ditelfon, bapaknya sedang mengantar pesanan ke Gatot Subroto dulu, baru ke BEJ. Mana dia bingung, kalo di BEJ kan susah parkir. “Ya udah pak, kita tunggu di halte ya”. Jam 12 lebih dikit, datanglah pesanan kita, yang ditaro dalam sebuah dus sebesar ½ dus aqua. Waduh, dusnya kecil ya, tapi isinya 20 bungkus lebih, kenyang ngak nih, pikir kita-kita yang pada kelaparan.
Nasi telah dibagikan & mulailah kita menyantap. Aku pesan nasi peda, yaitu nasi putih biasa yang dibungkus daun pisang berbentuk kotak, diatas nasi telah ditaburi suwiran peda dipaling bawah, lalu suwiran ayam goreng diatasnya, lalu sambal cabe rawit hijau dengan pete dipaling atas. Rasanya enak & asin (karena pedanya), lauknya cukup banyak dan pas dengan nasinya, serta kenyang kok, bentuknya doang yang kecil. Aku sih kekeyangan. Terus biasa, aku penasaran juga sama nasi pepesnya, jadi lah kita saling menyicip. Nah nasi pepesnya menurutku lebih enak, yaitu nasi putih yang rasanya gurih, lalu dibungkus daun pisang, lalu dipepes, lalu dibakar, sehingga nasinya harum, diatasnya ditaburi ikan asin jambal & pepes ayam yang dipotong kotak kecil-kecil, lalu diberi sambal cabe merah yang terpisah dari nasinya. Rasanya, enak, gurih, harum, dan nasinya lebih empuk daripada nasi peda. Wah kayanya kita bakal pesan lagi nih dilain waktu. Sebab memang enak, lauknya seimbang dengan nasinya, kenyang dan murah sih. Yang pasti nanti aku mau coba nasi pepesnya ah. Nyam…
Thursday, January 29, 2009
Jamu kolestrol
Sumber : adhe.radikto@id.ey.com
Dear friends, ini ada resep dari temen sekantor saya, yang memang sakit kolestrol tinggi, sekarang sudah sembuh & kurus. Boleh nih dicoba, Insya Allah berhasil :
1. Air kelapa muda hijau atau yang biasa juga boleh 2 s/d 3 butir
2. Jahe 1/2 kg ( yg tua )
3. Daun sirih 20 lembar
4. Caranya jahe ditumbuk kasar lalu bersama daun sirih direbus dengan air kelapa sampai air kelapa akan mendidih matikan apinya ( jangan sampai mendidih )
5. Setelah itu boleh diminum kapan saja, (disaring, ampasnya jangan dibuang) diminum 1 hari x 3 gelas
6. Setelah air rebusan habis boleh ditambah 1 butir lagi air kelapa ke dalam ampas rebusannya lalu rebus dengan cara yang sama
7. Setelah habis air rebusannya lagi, ampas dibuang & lakukan pembuatan jamu tersebut seperti semula selama 3 minggu - 1 bulan
8. Setelah itu coba deh cek kedokter pasti kolestrol langsung turun, (selama minum jamu ini perbanyak minum air putih agar rutinnitas buang air kecil lebih sering)
Saran ketika mengisi bensin mobil spy tidak lama
Gua sekedar berbagi tips untuk membantu mempercepat kemacetan yg sering terjadi di pompa bensin dan sekaligus mensosialisasikan cara mengisi bensin untuk TIDAK turun dari mobil. Sekarang kan umumnya mobil sudah ada tuas penarik tutup bensin, tapi masih banyak orang yg tetap turun dari mobil ketika mengisi bensin.
Alasan orang harus turun ketika mengisi bensin karena:
1. Sungkan dgn mba/mas pengisi bensin (biasalah..)
2. Takut ditipu meterannya
3. Dll. (pengen godaiin SPG obat batuk misalnya..he..he..)
Menurut gua, sebenarnya dengan turun si sopir akan semakin memperlama alur antrian. Dan ini mengesalkan mobil yg dibelakang (padahal nanti mobil itu juga melakukan hal yg sama....h.e...he...).
Untuk alasan no. 1 di atas.....gw kira kita ngak perlu sungkan lagi, karena kita justru berniat membantu mereka untuk mempercepat pelayanan dan masuknya duit ke pompa tsb.
Untuk alasan no. 2, sekarang sudah era pompa digital, sehingga angka 0 dapat terlihat jelas melalui kaca sopir.
Gw sdh praktekan cara mengisi tanpa turun ini dan ternyata mempercepat antrian 1 - 1,5 menit. Ketika mobil masuk ke meteran, matikan mesin lalu buka tuas dan langung bilang permintaan (dalam nominal rupiah, bukan liter...biar tidak ada kembalian). Si mas/mba langsung isi, dan ketika di putar tutup bensin dan terdengar surar "kreeek" bersamaan dgn itu ge nyalakan mesin dan bilang "terimakasih". Mobil langsung jalan.
Kalau kita turun ada proses yg memperlambat, seperti:
- Kepala nengak-nengok ke meteran,
- Ada orang yg menawarkan barang dan kita bisa saja jadinya berbicara dengannya
- Kita sendiri yg akan buka-tutup corong bensin (dan biasanya karena ngak ahli sering lama karena ngak pas, kalau si mas/mba bisa cepat krn sdh biasa),
- Ketika selesai pengisian kita harus jalan balik ke kursi mobil,
- Setelah duduk kita setel dulu seat belt,
- Lalu proses memasukkan kunci,
- Starter mobil (sering karena baru duduk, terjadi bolak-balik mati),
- Masukkan gigi 1....jalan.......lama pak !
So saran gw......sosialisasikan utk tidak turun dari mobil ketika mengisi bensin.
ULASAN KULINER MIDORI JAPANESE RESTAURANT (***)

Sebenarnya cabangnya sih banyak di : Ps Mayestik, Bintaro, Puri Kencana, Kelapa Gading, Anyer, Menteng & Bandung. Tapi aku sering makannya yang di PI & pernah juga di Bandung.
Menunya itu banyak banget ragam nya, diantaranya :
1. Tsukidasi, yaitu semacam appetizer, yang terdiri dari berbagai macam salad & snack, misalnya chawan musi, kulit salmon goreng dengan mayones (heem enak).
2. Sushi, yaitu nasi jepang yang digulung lalu diberi isi atau topping sayuran atau seafood, biasanya mentah (gak doyan makanan mentah).
3. Sashimi, yaitu seafood mentah (gak doyan makanan mentah).
4. Yakimono, yaitu daging atau seafood yang dimasak dengan cara dibakar, misal teriyaki (sering makan, enak).
5. Agemono, yaitu daging atau seafood yang digoreng, misalnya tempura & chicken katsu (sering makan, enak).
6. Jyu, yaitu nasi diatas nya dikasi tumisan atau lauk, misal telor, daging, seafood, sayur, dll (my husband’s choice, enak).
7. Men Rui, yaitu mi diatas nya dikasi tumisan atau lauk, misal daging, seafood, sayur, dll (my husband’s choice, enak).
8. Curry, yaitu nasi pake lauk yang ditumis bumbu kari (gak doyan kari).
9. Bento, yaitu 1 set nasi box komplit pake macam-macam lauk kombinasi daging & seafood, misal teriyaki atau tempura, plus salad, buah & sop. (Kedoyanan ku nih, apalagi kalo lagi laper, mantep).
10. Happy Bento, yaitu bento khusus anak, sehingga nasi & lauknya dibentuk menarik, seperti bentuk tikus atau panda (belum ada anak tuh).
11. Nabemono, yaitu sayur, daging, seafood yang kita masak sendiri diatas kompor, seperti shabu-shabu & sukiyaki (ya enak dong).
12. Berbagai macam dessert, seperti es krim, puding, buah & jus (segaaar).
Nah kan banyak pilihan nya. Jadi kalo makan di situ selalu pengen nyoba yang baru & suka laper mata, jadinya jatuhnya mahal juga, sebab pesen lauknya juga banyak. (^_^)
Wednesday, January 28, 2009
Seuseupan... Kuah Bakso Yuk! Kania kurniasari - detikFood (***)

http://food.detik.com/read/2009/02/09/165626/1081991/290/seuseupan-kuah-bakso-yuk
Bagi para penggemar bakso di Bogor pastinya sudah tak asing lagi dengan bakso yang satu ini. Baksonya lentur dengan rasa daging yang sangat berasa, pokoknya dijamin seuseupan... menikmati aroma kuahnya yang gurih enak!
Suami saya orangnya hobi jalan, kadang gak punya tujuan, kemana saja kaki dia menginjak pedal kopling saya selalu diajak muter-muter cari suasana baru. Suatu saat dia bilang, kangen nih sama bakso semasa kos dulu di Bogor. Bisa-bisanya, rumah di Fatmawati makan baso di Bogor.
Maka berangkatlah kami kesana. Rupanya dia mengajak saya makan baso 'Seuseupan' yang ada di Jl. Bangbarung Raya No.3, tepatnya di daerah perumnas Bantarjati Bogor. Letaknya di pinggir jalan raya, ramai sekali oleh kendaraan yang parkir dan orang yang makan.
Ketika masuk saya langsung duduk di paling belakang. Menunya ternyata lumayan banyak sih, tapi intinya ada bakso, mi, dan untuk minumnya aneka jus. Karena saya tidak begitu lapar dan kurang hobi makan bakso, jadilah saya memesan seporsi bakso urat spesial.
Saat pesanan saya datang terlihatlah keistimewaannya. Semangkok bakso berisi 3 buah bakso urat & baso telor plus tetelan yang di goreng kering, mirip kulit ayam goreng. Jadi rasanya saat dicemplungin ke dalam kuah baso, kriuk... kriuk... gurih nyam nyam!
Kuahnya harum plus dengan rasa bakso yang enak, terasa sekali dagingnya lembut tanpa pengawet dan boraks. Pokoke enak, apalagi kalo yang ngomong itu saya yang bukan penggemar bakso. Setelah perut kenyang, saya pun mencicipi jus alpukat pesanan suami saya. Hmm... rasanya enak juga! Harganya juga gak mahal, gak nyampe Rp 10.000 an lah.
Aku jadi mudeng, kenapa baso ini dikasih nama 'Seuseupan'. Karena 'Seuseupan' artinya adalah menghirup, mungkin maksudnya menghirup aroma bakso kuah yang harum menggoda dan bikin perut keroncongan kali ya? Setelah itu saya jadi penasaran, biasanya makanan enak selalu ada di internet. Saat saya browsing, rupanya bakso ini memang langganan para artis dan sudah berkali-kali masuk TV. Ya pantaslah kalau begitu!
Bakso Seuseupan
Jl.Bangbarung Raya No. 3, Bogor
Telp: 0251-376885
ULASAN KULINER MI AYAM RONAL JEMPOL (**)
Begitu duduk, kita ditawarin menu : Mie, Bihun, Kwetiaw, bisa pake ayam, baso, pangsit rebus / goreng serta nasi tim. Aku pilih mi ayam pangsit goreng, si Yayang pilih kwetiaw komplit alias baso pangsit rebus. Pas dimakan, ternyata enak ya. Mi ayam nya rasanya asin dan gurih, bumbunya tidak berwarna coklat seperti mi ayam gerobak lainnya, potongan ayamnya juga lumayan banyak dan jelas bentuknya, serta model nya seperti mi ayam yang dijual di restoran. Lalu kaldu nya gurih, baso nya enak, tidak bau dirinya, pangsit rebus & goreng nya juga enak, karena berisi daging ayam cincang yang lumayan jendulannya, bukan yang lebar krupuknya doang. Ya udah deh, ludes, enak, kenyang, puas & bakal balik lagi lah. Pas bayar, ditagih sekitar Rp 30.000an (tanpa minum loh, kan ada perbekalan minuman di mobil), agak mahal memang untuk ukuran warung, tapi sesuailah, ada rasa ada harga, lagi pula walapun mi ini tempatnya di kaki lima tapi kualitas nya seperti di restoran. Btw, ada no HP nya nih, 0818 944045.
Tuesday, January 13, 2009
ULASAN KULINER MUNIK RESTORAN (*)


Begini, waktu malam minggu kemaren, kan aku lagi jalan ke daerah matraman, dan ketika ingin makan malam, aku ingat pernah baca ulasan kuliner di tabloid Kontan, ada restoran masakan Indonesia, yaitu Munik (Mudah&Nikmat), di Jl. Matraman Raya no 80-82 Jak Tim 13040, telpon 021-8591 3104. SMS 0813 1718 3868. Email : customerservice@sarimunik.com, website : http://www.sarimunik.com/
Sebenarnya Munik itu adalah suatu merk bumbu masakan tradisional Indonesia, yang sudah jadi, dengan rasa standar, asli & mudah dalam memasaknya. Diantaranya adalah bumbu : gulai, rendang, tom yam, pesmol ikan, pepes ikan, kari kambing, sop buntut, soto betawi, empal, soto mi, semur, rawon, laksa, ayam woku, satai padang, nasi kuning, gado-gado, cakar ayam, dll masih banyak. Terdapat dalam kemasan yang saat itu aku tanya harga nya sekitar Rp 14.000-18.000. Bahkan ada kemasan 1 kg untuk keperluan pesta, catering & restoran.
Nah Munik ini juga memiliki restoran dengan menu masakan Indonesia, dimana menunya diantaranya adalah : Ikan Gurame, Nila, Patin, ikan pesmol, ikan pepes, gulai kepala ikan, Ayam, sop buntut, udang, cumi, sate, karedok, gado-gado, kerang, lumpia udang, tom yam, sapo tahu, sapi, kepiting, tumis sayur, mi goreng & sayur asem.
Resto ini juga menyediakan jasa pesan antar nasi tumpeng & nasi box seperti : Nasi liwet, tumpeng mini, langgi, begana, timbel, nasi ayam, nasi sate & nasi rendang. Harga nasi box sekitar Rp 22.000-26.000. Harga nasi tumpeng Rp 540.000 untuk 30 orang.
Waktu kemaren aku makan sih, kan cuma berdua, jadi cuma pesen ikan nila goreng saus mangga & telor dadar daging kepiting. Rasanya sih enak tapi ya standard sesuai dengan motto nya kan. Aku juga pesen minuman nya es kabayan. Enak deh yaitu jus mangga campur markisa, lalu ada potongan buahnya yaitu stawbery, mangga, semangka & melon. Gelas nya gede, jadi bisa buat berdua, dan memang dikasih 2 gelas kecil lagi. Total kita makan Rp 138 ribuan.
Kelebihan restoran ini adalah tempatnya enak, bagus, bersih & luas. Ya cocok lah buat makan rame-rame. Ada fasilitas buat karaoke, meeting, gathering, pesta, dll. Jadi kapan dong kita arisan di situ ? Yuu..
Sunday, December 07, 2008
TIGA TEMPAT SARAPAN BUBUR AYAM ENAK (**)
Hari minggu pagi, mau sarapan apa ? Bubur ayam ? Dimsum ? Emang ada pagi-pagi begini ? Ya ada dong yang. Enak dan deket, dari rumah ku (^_^). Tempat nya di : Lotus court chinese restaurant. Pondok Indah Plaza, Jl. Metro Pondok Indah A21-22 Jak Sel. Telpon 021-7500602-7500908.
Kalau mau sarapan disini harus sabar. Ya iyalah sabar, karena antri bo. Sejak jam 7 pagi parkiran mobil depan resto udah penuh, masuk kedalam mesti antri dapet meja. Mau tanya pelayan, ya rada cuek karena emang sibuk berat mereka. Apalagi kalo dateng nya berdua kaya aku, rada dicuekin. Tapi kalau datengnya bareng keluarga mertua, masih mending, karena mereka udah dikenal sebagai ”Priority customer”. Cailah.
Makanannya ya jelas enak lah, bisa kangen pengen datang lagi dan lagi. Jenis dimsum yang ngak biasa : baso, iga sapi, ayam hainam, cumi, gurita dan banyak lagilah. Tapi dimsum yang kalo dimakan ada kuah didalamnya sih belum ada. Bubur ayamnya juga enak. Yaitu buburnya udah langsung dimasak pake ayam, jadi sudah gurih dan tinggal ditaburi cakwe, kripik pangsit, daun bawang serta sambal & kecap asin. Btw makan disini halal loh.
Terakhir aku makan : 2 bubur ayam Rp 27.000, 5 macam dimsum Rp 67.500, 2 air jeruk Rp 24.000, plus tax = Rp 130.350. Lumayan mahal buat ukuran sarapan pagi berdua, abis makannya banyak sih. Yah sekali-kali bolehlah, abis gajian.
Sebenarnya restaurant ini menunya banyak sih. Ya seafood, sayur, daging, ayam, dsb selayaknya masakan chinese food atawa masakan oriental. Buka sampai malam juga. Cuma memang terkenal dikawasan kebayoran baru ini, buat sarapan pagi di hari minggu mulai jam 7 pagi. Jadi kalo hari biasa sih ya ngak ada dimsum seperti itu. Jadi kalo hari biasa sarapan dirumah aja ya.
2. Bubur Ayam depan RS Setia Mitra Fatmawati (**)
Kalau sarapan murah, enak dan kenyang ya ada juga. Yaitu bubur ayam pake gerobak yang letaknya persis di seberang RS Setia Mitra, Jl Fatmawati no 80-82 JakSel. Bubur ayam ini mulai berjualan sekitar jam 6 pagi tapi kalau hari minggu atau libur, jam 8 pagi juga udah habis.
Biasanya aku jalan pagi nih dari rumah kesitu sekitar jam 7an, sampe sana udah keliatan antrian parkir mobil dan motor disekeliling gerobak. Para penggemar biasa duduk di kursi plastik atau makan di dalam mobil. Yang bungkus juga banyak, bahkan pada bawa rantang dari rumah. Yang makan dimobil biasanya keluarga dengan anak-anaknya. Tukang buburnya juga ngak seorang, biasanya 3 orang, yang 2 orang nyiapin bubur dan yang 1 orang sibuk ngurusin pesenan. Karena aku udah kenal, tinggal ngomong sunda aja sama dia.
Bubur ayam nya sih biasa aja, tapi pas dimakan enak dan gurih, buburnya kental, dikasih topping ayam, cakwe, krupuk, bumbu kaldu kuning, kecap, bisa juga ditambah ati rempela. Semangkok penuh harga nya 6 ribu saja. Kalau menurutku sih ini bubur ayam gerobak terenak di kebayoran baru. Nyam nyam deh, gak nyesel.
3. Bubur ayam H. Jewo Jl. Tanjung Menteng (**)
Ada satu lagi nih tempat sarapan bubur ayam gerobak yang enak & murah, cuma agak jauh, yaitu bubur ayam H. Jewo di jalan Tanjung Menteng, dimana gerobak bubur mangkal persis didepan rumah no 29. Tau kan rumah mantan presiden RI Bapak Suharto, yaitu jalan cendana, nah jalan tanjung ini persis disebelahnya.
Nah para pelanggan disini sih bermobil semua dan memang ngak disediakan kursi buat makan. Ada juga motor, tapi motornya Harley Davidson semua. Emang jalan Tanjung ini tempat mangkalnya warga Harley Davidson buat sarapan pagi. Disini tukang bubur nya lebih banyak lagi, kayanya lebih dari 5 orang deh, serta yang istimewanya lagi, mereka semua pake seragam Harley Davidson. Keren kan.
Tapi mereka ngak cuma keren, karena mereka juga cepat dan bubur nya enak. Bentuk bubur yah biasa aja sih, bubur nya kental pake ayam, cakwe, krupuk, tapi ngak pake bumbu kuning. Walaupun begitu tetap gurih dan mantap. Harganya kayanya 8 ribu deh. Dan menurut ku ini bubur ayam gerobak terenak di Jakarta pusat (^_^).
Oh ya satu lagi, pas terakhir aku makan kesitu, ada mobil TPI lagi parkir dan sarapan. Eh sesudahnya tukang buburnya diwawancarai. Pas ku tanya ke tukang parkir, katanya mau dimasukin ke program kuliner Kang Jai di TPI. Terbuktikan ini bubur ayam yang recomended dan ngak nyesel buat dicobain. Yuk.
ULASAN WARUNG MAKAN SEAFOOD SANTIGA (**)

Tempatnya sih berupa warung tenda biasa, tapi pas sampai disana, rupanya penuh juga ya. Memang warung ini memang sudah lama berdiri & terkenal kelezatannya. Masakan nya bukan cuma seafood tapi juga chinese food. Nah kita yang lapar mata segera pesan, 1 kepiting lada hitam, menu unggulan disana, 2 kepiting saus tiram, semua kepiting kita pilih yang ada telor nya, 2 kerang saos padang, 1 kg ikan baronang bakar, 3 kangkung taoco, 2 cumi goreng tepung, 2 udang asam manis, 4 kerang rebus, serta appetizer otak-otak. Segera kita sikat seafood yang rasa nya semuanya enak itu. Terutama kepiting lada hitam nya itu memang rasa unggulan dan lain daripada yang lain. Bahkan otak-otaknya juga enak, sampe kita abis 28 buah. Abis makan kita kepedesan dan kepanasan, eh pas banget ada es campur sinar garut disebelah. Segera kita pesan, semangkok berdua atau bertiga aja, abis kenyang sih, aduh enak banget deh. Menurut ku makan disini sih lebih enak daripada makan seafood di restoran.
Tapi ada tapinya nih, pas bayar, kita ditagih Rp 835.000 bo. Padahal kita makan ber sebelas orang, kalo dibagi rata-rata per orang sekitar 76.000an. Mahal juga ya untuk ukuran warung tenda. Tapi gimana ya, enak sih, ngak nyesel lah, mantap.
ULASAN RUMAH MAKAN IBU HAJI CIGANEA (**)

Akhir-akhir ini aku kan sering jalan ke daerah Tangerang. Nah rupanya disini ada juga masakan sunda RM Ibu Haji Ciganea. Udah sering lewat, penasaran juga pengen nyoba. Letaknya di jl Raya Serpong Tangerang telpon 021-53150422.
Pertama datang kesini sih aku rada underestimated, yah paling masakannya rasanya standar alias biasa-biasa aja. Tempat makan nya sedeng lah, ngak begitu sempit, bahkan ada ruangan AC nya. Begitu duduk langsung dihidangkan nasi, ayam goreng, empal, ikan mas goreng, ikan mas balita, gepuk, bakwan jagung, bakwan udang, tahu tempe goreng, pepes tahu, teri, jamur, serta sambal & lalap. Sebenarnya dalam menunya ada juga babat iso, ati ampela, pepes ayam, pepes ikan, sayur ayem dan pencok leunca.
Aku langsung ambil ikan mas balita, hidangan yang jarang ada, ditambah ayam dan tempe goreng, terus aku minta kerupuk. Nyata nya enak juga rasa masakan nya gurih dan empuk. Sambelnya sampe minta 1 porsi lagi. Ngak kerasa aku nambah nasi, lagi dan lagi. Boleh lah diulang lagi makan kesini, ngak mengecewakan kok. Suami ku makan 2 ayam, pepes jamur, tahu tempe, krupuk dan minum jeruk. Total kita makan Rp 77.000. Boleh juga untuk direkomendasikan.