Label

Minggu, Februari 27, 2011

Nikmatnya Es Pisang Ijo Pemuda (**)



Ada sebuah sajian dessert khas daerah yang sedang naik daun di Jakarta, namanya es pisang hijau. Desset ini berasal dari daerah Makasar. Ku sebut naik daun karena mudah ditemui dimana-mana. Di jalan menuju rumah ku saja, yaitu disepanjang jl. RS Fatmawati, ada 3 tempat yang menyediakan es jenis ini. Aku sih ngga begitu tertarik karena kurang doyan buah pisang.
Bentuk dessert ini adalah sebuah pisang, lazimnya adalah pisang raja yang sudah tua, lalu pisang tsb dibungkus oleh adonan dadar gulung yang terbuat dari tepung beras yang dicampur santan serta pewarna hijau yang berasal dari daun suji, kemudian dikukus hingga matang. Penyajiannya adalah pisang hijau tsb ditaruh dipiring lalu diberi saus vla yang terbuat dari santan yang direbus bersama tepung terigu hingga kental, lalu ditambah es serut yang disiram sirup gula yang berwarna merah serta susu kental manis. Nah terbayangkan betapa segarnya. Kok saya tau resepnya ? Mudah, karena resep ini sudah banyak beredar baik didunia maya maupun diberbagai media. Tapi jangan harap saya praktekan dalam waktu dekat ini.
Ketika minggu lalu saya sedang berjalan-jalan ke daerah Kelapa Gading dan menyusuri jl Boulevard raya, terlihat sebuah kedai es pisang hijau yang ramai sekali oleh pengunjung, namanya Kedai Es Pisang Ijo Pemuda, tepatnya di jl. Boulevard raya blok FY 1 no 4. Dari seberang jalan terlihat kedai yang dominan warna hijau tsb sungguh ramai parkiran mobilnya, kami pun segera putar balik untuk menghampirinya (harus dong).
Kedai yang terletak disebuah ruko ini memiliki 2 lantai untuk ruang makannya. Untunglah kami mendapat tempat duduk dilantai bawah. Ketika membaca list menunya, ternyata banyak juga jenisnya. Selain es pisang ijo, ada juga es pisang kacang, es kacang merah, es kacang vla, es buah & es sirup susu. Lalu ada aneka camilan seperti siomay, lumpia, burger, hotdog, kentang, spageti serta kepang keju (?). Minumannya juga banyak yaitu aneka jus serta teh, kopi & susu. Walaupun aku ngga suka buah pisang, yang ini harus dicoba karena bikin penasaran, sehingga saya pun memesan seporsi es pisang ijo dan suami memesan es pisang kacang. Lalu hmm sepotong siomay ayam dan lumpia goreng boleh jugalah kami pesan.
Tak berapa lama es pun terhidang dihadapan kami. Hmm ini baru unik, baru kali ini ada es yang disajikan diatas piring makan. Mungkin supaya lega tempatnya, es nya ngga berjatuhan. Hasilnya penampilannya pun cantik dan gampang makannya. Pisang ijo disajikan utuh diatas piring, lalu diberi vla serta es serut yang membumbung tinggi dengan siraman sirup merah dan susu kental manis. Kalau pesanan suami diberi tambahan kacang merah plus airnya yang berwarna coklat pekat.
Rasanya benar-benar enak & mengagumkan, karena berbagai rasa bersatu dimulut sekaligus. Rasa pisang yang empuk dan manis, aromanya sudah tertutup rasa dadar gulungnya, lalu rasa manis dari sirup dan susu berpadu dengan rasa agak gurih dari vla, lalu suhu pisang dan vla yang agak hangat berpadu dengan dinginnya es serut, wuih luar biasa. Tambahan lagi es punya suami ada kacang merah yang empuk banget dengan rasa coklat. Luar biasa, mantap.
Tak terasa kudapan ini kuhabiskan licin tandas. “Lapar atau doyan” suamiku berkomentar. Akupun hanya senyum-senyum saja menanggapinya. Oh hampir lupa, masih ada sepotong siomay & lumpia yang rasanya ternyata standart banget.
Oh kenyang sekali perut ini, Alhamdulillah nikmatnya. Kenikmatan ini kami bayar dengan harga Rp 13.000 untuk es pisang ijo + Rp 3.000 untuk tambahan kacang merahnya. Sedangkan siomay dan lumpia masing-masing dihargai Rp 6.000. Yang mau telpon kesini ini nomornya 021 4532 792. Oh ya kedai ini juga ada di daerah Tanjung Duren utara dan Gading Serpong. Nah silahkan pilih mana yang paling dekat daerah anda. Tapi ingat dimanapun dia berada, pasti dipenuhi pengunjung. 

Rabu, Februari 23, 2011

Tahu baso Bandung, hmm raos pisan (***)


Disini ngga ada baliho atau spanduk besar yang memberitahukan dengan jelas mengenai keberadaan si baso tahu Bandung ini. Hanya ada sebuah plang kecil yang tergantung didepan pintu masuk, jadi tidak terlihat jelas dari pinggir jalan bila mata tidak mencari dengan seksama.
Letaknya di jl Cipete Raya no 3A, Jakarta Selatan, jadi dari arah Blok M lurus terus menuju jl RS Fatmawati, ketemu lampu merah pertigaan DBest langsung belok kiri ke jl Cipete Raya, jaraknya hanya tinggal beberapa meter lagi sudah sampai. Rumah makan ini sudah lama berdiri, jadi walaupun tidak memakai baliho besar, tetap saja banyak pelanggan yang datang.
Seperti sekarang ini, kami datang pk 16 lebih, pengunjung yang datang tidak memenuhi ruangan, tapi mereka datang secara kontinyu dan bergantian. Tidak ada list menu, hanya ada beberapa spanduk kecil ditembok yang memberitahukan bahwa disini tersedia Siomay Bandung, Batagor, Mi Kocok dan es puter. Kami langsung menuju “jendela” pemesanan untuk melihat kedalam kukusan siomay. Siomay yang tersedia masih komplit yaitu siomay, tahu, kol, kentang, telur & paria. Tapi jam segini batagor sudah habis. Pernah aku dan “Geng Kepompong“ datang sekitar pk 19 an, siomay pun sudah nyaris habis.
Suamiku memesan 5 macam, aku ragu-ragu untuk memesan 3 macam, takut tidak bisa menghabiskan karena bentuk tahu nya lumayan besar, jadi aku hanya memesan 1 siomay dan 1 tahu. Bumbu kacangnya boleh pilih : tidak pedas, sedang, & sangat pedas. Aku pesan yang tidak pedas tapi suami memesan yang sangat pedas. Ku melirik ke piring suami, bumbu kacangnya terlihat sangat halus dan agak berminyak serta berwarna kemerahan, kucicip sedikit, rasanya wow luar biasa pedas, mataku langsung berair. Segera ku buka sebungkus krupuk Palembang yang tersedia diatas meja, kumakan bersama siomay, nah ini baru klop. Tahunya enak dan lembut sekali, siomaynya empuk dan kental rasa ikannya, tapi ngga amis loh. Ku beri sedikit perasan jeruk sambal sehingga rasanya semakin semakin sempurna. Aah ini memang siomay terenak seantero Kebayoran.
Mengenai harganya memang sedikit mahal yaitu @ Rp 5.000 kecuali untuk tahu & siomay nya @ Rp 6.000. Tapi harga ini tak pernah kusesali karena kenikmatannya. Bila ada acara dirumah bisa juga dipesan, tapi telpon dulu ya ke 021 751 3167 / 750 2682. Hmm raos pisan euy.

Minggu, Februari 20, 2011

Bumbu kaya rasa di Ikan Nila Pak Ono (**)




Berita kuliner mengenai masakan ikan nila Pak Ono sudah lama wara wiri di jagad dunia maya, tapi karena letaknya yang jauh dari rumah, yaitu di Jl. Pesanggrahan Raya No.1128E Meruya, Puri Indah, Jakarta Barat, dan jarang pula kami berkunjung ke daerah sana maka aku hanya menyimpan berita tsb didalam hati (hmm ngeces).
Tapi kemudian berita tsb berubah menjadi gembira karena ketika kami sedang sengaja mencari kuliner baru di daerah Serpong, tak sengaja mata ku tertumbuk ke sebuah ruko di jl Raya Serpong, tepatnya di Ruko Villa Melati Mas blok SR-1/28, persis disebelah ruko ayam goreng Suharti, ada spanduk bertuliskan Ikan Nila Bakar Pak Ono. Horeee, langsung ku colek suamiku seraya berkata “Yang kita makan kesitu aja yuk” (berseri-seri). Cucok banget neh, karena kami memang sedang mencari masakan ikan. Putar balik di ITC BSD dulu yah (huu jauh).
BTW, kalian pasti heran kok Pesanggrahan bisa lebih jauh dari Serpong ya. Hi hi hi maksudnya bukan jauh deng, tapi jalan menuju Pesanggrahan lebih macet daripada menuju Serpong. Kalau ke Serpong kan tol tol tol.
Nah langsung saja ya. Setelah kami masuk kedalam ruangan dan disodori list menu, kami pun bertanya, apa masakan andalan disini, yaitu ikan nila goreng dan bakar, yang langsung kami pesan. Ditambah karedok dan es longan jagung sebagai penyegar di siang yang panas ini. Sebenarnya menu lainnya banyak juga jenisnya. Ikan yang tersedia selain nila adalah gurame. Jenis olahannya selain digoreng dan dibakar adalah saos padang, gulai, tim hongkong, tempur nano nano dan asap tempur. Selain ikan tersedia juga udang, cumi, ayam dan bebek. Pelengkap lainnya adalah aneka sayur dan tahu tempe.
Nah sekarang giliran cerita rasanya nih. Ikan nila yang disajikan disini lumayan besar dan berdaging tebal, lain banget deh sama ikan nila dari warung deket kantor (wk wk wk). Rupanya ikannya memakai bibit ikan import loh, jadi namanya ikan nila Bangkok (mungkin maksudnya gede gitu, kaya durian Bangkok, hi hi hi). Ikan gorengnya yahud punya, garing dan ditaburi bumbu kremes nan royal. Rasanya gurih dan enak, bumbunya meresap dan tidak amis. Mantap, kukasih jempol ya.
Mengenai ikan bakar nih, biasanya aku kurang suka, dengan alasan : 1. Makanan yang dibakar, bagian hitam karena gosong bisa mengakibatkan kangker. 2. Ikan yang dibakar takut tidak matang sempurna sehingga ikan berbau amis dan menyebabkan alergi gatal bila ikan kurang segar. TAPI ikan bakar ini mak nyos chuy, enak karena tidak gosong tapi matang sempurna, tidak amis dan bumbunya itu loh meresap & sungguh kaya rasa, manis, asin, asam, sedikit pedas bersatu sempurna, mantaf. Alhasil daging ikan goreng ku kucocol bumbu ikan bakar sampe ku korek-korek, hi hi hi. Tak usah pikirkan berat badan, seporsi nasi putih pun ludas tandas. Oh ya hampir lupa kalau karedoknya sih standard cenderung manis, lalu es longan jagung adalah es serut yang diberi topping longan dan jagung manis, lumayan, segar.
Harga ikan ini kalau yang digoreng Rp 20.000 dan yang bakar Rp 28.000, jauh ya bedanya. Kalau ikan goreng bisa juga dibentuk seperti kipas, namanya ikan nila terbang, katanya rasanya lebih garing tapi nambah Rp 3.000 lagi. Rela ? Karedok Rp 13.000 dan es longan jagung Rp 15.000. Yang pengen coba maka ke sini telpon dulu ke 021 537 4866.

Sabtu, Februari 19, 2011

Nikmatnya ikan perak goreng di Singapore Resto (***)

 


Kantor suami saya pindah dari Gedung Bank Mandiri Syariah ke Gedung TCT (The City Tower). Masih sama-sama jl. MH Thamrin sih, tapi semenjak pindah dia setiap hari ngomel melulu. “Aku susah cari makan nih” katanya. Ya bagaimana ngga, kalau dikantor lama dia kerjanya wiskul melulu. Kalau lunch hampir tiap hari dia coba menu baru, murah pula. Tinggal jalan sedikit ke belakang gedung, ketemu jalan Sabang Sentra Kuliner, jalan ke samping gedung ada Sabang Kampung Kuliner. Nah sejak di gedung TCT ini yang repot, sepi kuliner, khususnya yang berharga murah tapi enak. Ada sih sebuah resto di dekat situ yang tampaknya ramai sekali, sampai harus reserved dulu, tapi ya mahal, bisa tongpes kalau seminggu saja makan disini setiap hari. “Tapi kamu harus coba Yang, enak loh” katanya berpromosi. Baiklah.
Jadi pada hari minggu siang ini kami meluncur ke jl. Purworejo (d/h Teluk Betung) no 28 Menteng, Jakarta Pusat, tepatnya ke resto Singapore – Kwetiaw Kerang & Seafood & Chinese food. Karena kami datang sudah agak sore sekitar pk 14 lebih, maka pengunjung sudah tidak antri lagi walaupun masih penuh. Dengan pelayanan yang sigap kami pun siap memesan.
Menu yang tersedia disini adalah masakan dari seafood seperti ikan, kepiting, udang, lobster & cumi, lalu menu non seafoodnya ada lindung, kodok, ayam & sapi, menu Chinese food lainnya seperti sapo, soup, sayuran, dan tentu menu andalannya kwetiaw goreng kerang. I must try this.
Harga disini lumayan pada mahal-mahal, karena bahannya banyak yang import. Contohnya ikan perak goreng. Gambarnya sungguh memikat hati, ingin rasanya memesan tapi harganya Rp 75.000. Mahal karena diimport dari Singapore. Tapi apa daya, hati ini sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, akhirnya ku pesan juga deh. Bentuknya sih persis seperti ikan seluang yaitu ikan kecil-kecil yang hanya hidup di sungai di kota Palembang. Biasanya digoreng hingga garing, sehingga kalau dimakan rasanya renyah dan gurih, hmm enak. Bedanya kalau ikan perak ini dibalut tepung lalu digoreng hingga garing. Rasanya wuih selangit, enak deh, ngga nyesel. Tapi seporsi rasanya kurang banyak ya, hehe hehe. Menu lain yang kami pesan adalah baby pokcoy cah cumi dan sop jagung.
Pesanan kami datang secepat kilat. Sangat berpengalaman menangani pengunjung yang membludak. Nah biasanya aku ngga suka kwetiaw karena kalau ngga pintar masaknya rasanya seperti makan karet, apalagi kalau toppingnya sedikit, iih males deh. Tapi sekarang mi yang berbentuk lebar dan agak tebal ini tersaji dimeja berwarna kecoklatan, penuh dengan topping kerang (dara), baso ikan, toge, telur orak arik dan sayur kucai. Rasanya yahud dan yummy deh. Pokcoy cah cumi nya juga enak, bumbunya sudah menyatu tapi pokcoy tetap hijau segar. Sop jagung juga mantap, kekentalannya cukup, rasa manis si jagung berbaur dengan rasa gurih, semakin enak bila ditambah cabe rawit potong kecap asin, slrup. Dua mangkok nasi dengan cepat kami habiskan, tandas. Belum lagi makan es cendol sebagai dessert. Ngga nyambung, yang penting enak.
Puas menyantap hidangan kami pun baru sadar bahwa kami pengunjung terakhir disini karena resto telah tutup pas pk 15, dan akan buka lagi untuk makan malam pk 17.30 – 22. Segera kami minta bill yang mencetak angka Rp 198.000 untuk kami bayar. Perinciannya adalah pokcoy Rp 37.000, kwetiaw Rp 24.000, sop Rp 15.000, ikan Rp 75.000, cendol Rp 11.000 dan nah si acar yang tersedia dimeja ditagih juga nih Rp 2.000 hmm mm. Yang ngiler pengen kesini telpon dulu ya di 021 6868 7733 / 391 7789. Oh ya ada catatan tambahan, kalau menurut saya sih porsi makanannya sedang, tidak berlebihan alias kurang kenyang kalau posisi perut sedang dilanda kelaparan.

Selasa, Februari 15, 2011

Yei ada ceker ayam goreng di Bakmi Ayam Berdikari Tebet (*)








Biasanya kami lebih memilih makan di restoran ketika mengajak orangtua, maklumlah selain suasananya nyaman, kebersihannya pun terjamin. Tapi kali ini kami ingin sekali mengajak makan malam di sebuah rumah makan biasa, tanpa AC dan ruangannya agak sempit, bersatu dengan dapur lagi. Dengan catatan saya harus berjuang dulu untuk mendapatkan tempat duduk diruang dalam (alias dibelakang dapur), karena jangan sampai duduk di pinggir jalan, bisa-bisa Bapak saya manyun karena takut makanannya dihinggapi debu.
Apa alasan kami nekat mengajak makan kesini ? Karena disini tersedia masakan Chinessefood kedoyanan Bapak ku, yang 100% halal kata spanduknya, serta jenis menunya banyak sekali. Dimana sih ? Yaitu di Bakmi Berdikari, jl. Tebet Timur Dalam Raya no 41, telpon 021 8379 2365 / 9899 7777. Di logonya sih tercantum berdiri sejak th 1978, jadi pastinya RM ini laku dan berpengalaman dong karena telah bertahan lama selama 33 tahun.
Menu yang tersedia disini banyak sekali, apalagi disertai foto-foto makanan yang indah dan menggiurkan, dimana menu dicetak diatas kertas yang mengkilap, menjadikan pengunjung lapar mata ketika memilih menu. Jenis masakan mie nya saja ada 15 macam, bihun 18 macam, kwetiaw 20 macam, nasi 13 macam, nasi+lauk 14 macam, bakso & pangsit 6 macam, ayam 9 macam, cumi & udang masing-masing 7 macam, ikan gurame 5 macam, sapi 3 macam serta chinessefood lainnya seperti sayuran & soup 30 macam, tak lupa ada 6 macam dimsum & 15 macam minuman. Woa banyak kan ! Harga rata-rata dibawah Rp 30.000, sedangkan masakan ayam, cumi & udangnya Rp 32.000, sapi Rp 35.000 dan yang paling mahal adalah gurame 1 kg Rp 75.000, serta harga minuman paling mahal adalah Rp 10.000.
Pilihan kami ber4 adalah mi ayam jamur baso (menu kudu pesen), mi goreng ayam, sapo tahu ayam, ikan gurame goreng kipas, pangsit goreng dan yuhu ini jarang ada ditempat lain yaitu ceker ayam goreng. Hmm ceker kaya apa ya yang harganya Rp 20.000 ? Minumannya kami pesan es kelamud (kelapa muda) dan es lidah buaya orange. Tak lupa oleh-oleh tuk orang rumah : kwetiaw siram & baso tahu special kuah.
Sebelumnya aku gambarkan dulu suasana malam ini yaitu pas hari libur imlek, semua meja penuh walau tidak sampai antri, tapi pengunjung yang take away cukup banyak serta dering telepon tak putus-putus untuk delivery order. Hasilnya menu pesanan kami keluarnya nyicil dan lamaaa sekali. Padahal kami sepakat makan tengah, alias semua menu dibagi rata ber4. Pesanan yang datang pertama adalah mi goreng, yang langsung ludes kami makan, lalu nunggu lagi, datang lagi mi ayam, langsung ludes lagi, dan seterusnya. Parahnya lagi sang gurame datang terakhir, nasi dipiring tinggal sedikit dan dingin, akhirnya kami bungkus saja sisanya, wong ikannya hanya kami cuil sedikit karena sudah keburu kenyang. Lucunya bungkusan yang untuk dibawa pulang sudah rapih dimeja sebelum semua pesanan kami keluar.
Mengenai rasa makanannya sih enak. Mi ayamnya sepertinya memakai mi buatan sendiri dimana bentuknya agak sedikit tebal, diberi topping potongan ayam, jamur & sawi hijau yang cukup generous. Rasanya memang agak lain dengan yang lain, yaitu ketika mi ditarik dengan sumpit terlihat agak lengket-lengket karena diberi bumbu semacam kaldu, hasilnya enak & mantap. Mi gorengnya berwarna kecoklatan, diaduk bersama ayam, baso, telur, kol serta sawi, enak. Saponya bener-bener menu sehat yang komplit, abis isinya itu loh ayam, brokoli, kembang kol, wortel, jamur kuping, sawi putih, jagung keputren, off course tahu. Pangsitnya hmm lebar dan renyah, nyam nyam. Terakhir ceker ayamnya isi 10, mana ukuran gede-gede lagi, pake ayam kampung yang diungkep lalu digoreng kering hingga kecoklatan, jangan lupa diperciki sedikit air jeruk, dan gerogotin sampe puas dagingnya yang tebal, hmm very good. Terus terang, abis makan ceker jadi kenyang, sampe ikannya dibungkus saja deh, salah sendiri datangnya terakhir. Belum lagi kita harus menghabiskan minuman yang menyegarkan tapi mengenyangkan juga. Mantaf, Alhamdulillah.
Puas makan dan membayar sekitar Rp 200ribuan lebih, kami pun segera beranjak untuk pulang. Tak lupa kami ambil beberapa jeruk imlek yang disediakan gratis. Kami pun baru sadar karena butuh waktu hampir 1 ½ jam untuk makan disini, woa, bahkan sempet mati lampu juga loh karena kelebihan beban. Sepertinya 33 tahun belum cukup untuk mengantisipasi lonjakan pesanan…

Selasa, Februari 08, 2011

TEN TEN - Modern Tempura Resto at PIM 1 (**)






Pulang kantor hari ini macet sekali, maklum lah malam tahun baru Imlek, jadi banyak orang yang berbelanja dan dinner diluar rumah. Saking macetnya kami tak kuasa lagi menahan rasa lapar dijalan, sehingga saya dan suami yang kalau pulang kantor menempuh jalan sendiri-sendiri, janjian makan malam dulu di PIM 1 yang kelewatan jalan pulang.
Sesampai disana kami ingat ada 1 resto yang baru buka di bulan Desember lalu dan belum pernah kami coba yaitu Ten Ten, restoran Jepang yang menyajikan Tempura sebagai menu andalannya. Resto ini bergaya modern seperti gerai fast food. Cara pemesanannya adalah langsung menuju meja kasir untuk memesan makanan dari List menu. List menu ini tampil menarik & informative karena menampilkan nama & foto makanannya, dijamin lapar mata ketika memilih menu.
Rincian menunya sebagai berikut : Tempuradon yaitu aneka tempura udang dan sayur yang disajikan diatas semangkuk nasi + miso soup, lalu udon yaitu tempura yang disajikan bersama udon. Tempura bisa juga dipesan ala carte atau set. Selain tempura disajikan juga donburi yaitu aneka lauk yang disajikan diatas nasi seperti beef / chicken / salmon teriyaki, lalu ebi / chicken / fish katsu, yakiniku, unagi, ebi furai, chicken karaage serta oyakodon (omelet). Side dish nya juga banyak seperti gyoza (pangsit), takoyaki (mirip poffertjes tapi rasanya gurih karena diisi cumi), sweet potato, chicken karaage, soup, salad dan yang paling unik adalah hotdog isi ebi tempura. Dessert nya ngga kalah menarik, ada 4 macam cream roll alias bolu gulung, serta 4 macam crushed ice kakigori alias es serut. Pilihan kami pun jatuh kepada Tempura udon, Beef teriyaki donburi, Matcha kakigori, kyoho grape cooler & hot green tea. Setelah membayar terlebih dulu, pesanan kami akan diantar ke meja.
Sambil menunggu pesanan datang, kami mengamati interior resto yang bernuansa kayu berwarna krem dengan suasana dapur karena dihiasi rak-rak yang berisi aneka peralatan makan dan dapur. Sepuluh menit berlalu pesaanan kami pun datang. Semangkok mi udon disajikan bersama tempura yang berisi 2 udang, sepotong ubi dan sepotong labu. Ukuran tempuranya sih standard tapi udangnya memang kualitas premium karena daging udangnya tebal dan segar kres kres, tidak tebel tepungnya doang seperti ditempat lain. Mungkin ini yang menjadikan harganya cukup mahal yaitu Rp 45.455. Udon nya juga oke, dengan rasa kuah kaldu yang gurih mantap serta mi nya yang tebal dan kenyal, matang sempurna alias al dente, membuat badan menjadi hangat setelah nyeruput kuahnya yang panas, slrup ah. Tapi sayang, kekurangannya adalah kurang seimbang antara banyak nya udon dengan banyaknya tempura, karena tempuranya sudah habis duluan tapi udonnya masih banyak, he..he..he..
Beef teriyakinya juga mantap, semangkok nasi yang ditutupi daging saus teriyaki serta salad kol dan wortel. Enak deh, irisan dagingnya lebar dan empuk, saus teriyakinya meresap, hmm lidah pun bergoyang nikmat. Harganya pun sama Rp 45.455. Setelah puas menyantap hidangan utama, dinner pun ditutup dengan Matcha kakigori, yaitu teh hijau yang dijadikan es serut, lalu disajikan bersama dengan kacang merah lumat dan moci bulat super kenyal, rasanya seger-seger pahit cocok membilas rasa gurih. Kyoho grape cooler adalah minuman yang rasanya segar tapi standard yaitu soda yang diberi sirup rasa anggur, brr dingin. Harga kakigori dan cooler juga sama yaitu @ Rp 16.364.
Selesai makan badan menjadi segar kembali, siap menghadang macet di sisa perjalanan pulang kami. Oh ya, yang ingin mencoba makan disini alamatnya adalah PIM 1 lt. 2 no 222-223, telpon 021 751 2369. Selamat mencoba.